Jangan Menyerah

Dari Gospel Translations Indonesian

Langsung ke:navigasi, cari

Yang Berhubungan Dengan Sumber Daya
Lagi Oleh Jon Bloom
Indeks Pengarang
Lagi Mengenai ketekunan orang-orang Kudus
Indeks Topik
Tentang terjemahan ini
English: Don’t Give Up

© Desiring God

Bagikan ini
Misi Kami
Terjemahan ini diterbitkan oleh Injil Terjemahan, sebuah pelayanan yang ada untuk membuat buku-buku dan artikel injil-tengah yang tersedia secara gratis untuk setiap bangsa dan bahasa.

Pelajari lebih lanjut (English).
Bagaimana Anda Dapat Membantu
Jika Anda mampu berbahasa Inggris dengan baik, Anda dapat membantu kami sebagai penerjemah secara sukarela.

Pelajari lebih lanjut (English).

Oleh Jon Bloom Mengenai ketekunan orang-orang Kudus

Terjemahan oleh Mariska Panjaitan

Review Anda dapat membantu kami memperbaiki terjemahan ini dengan meninjau untuk meningkatkan akurasi terjemahan. Pelajari lebih lanjut (English).


"Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus" (Wahyu 14:12)

Kita selalu merindukan perhentian dan penyegaran kembali. Itulah kerinduan yang berasal dari Tuhan yang Ia berjanji untuk menggenapinya: "Sebab Aku akan membuat segar orang yang lelah, dan setiap orang yang merana akan Kubuat puas" (Yeremia 31:25).

Dan dengan cara yang sangat nyata Yesus memberikan perhentian bagi "semua yang letih lesu dan berbeban berat" dan mengundang kita untuk datang padaNya. (Matius 11:28). Namun pada masa sekarang, perhentian yang dimaksud bukanlah perhentian sepenuhnya.

Di masa sekarang ini, Yesus menganugerahkan kita perhentian sesuai maksud injil, yaitu berhenti berusaha menebus dosa kita sendiri karena hal itu mustahil (2 Korintus 5:21: "Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah."). Tapi dalam proses berpegang pada injil kita pun terseret dalam sebuah peperangan — peperangan untuk tetap percaya akan injil dan peperangan untuk menyebarkannya pada orang lain. Di masa kini kita berjuang agar di masa yang akan datang kita bisa "masuk ke dalam perhentian [sepenuhnya] itu" (Ibrani 4:11).

Peperangan itu sangat menguras tenaga — terlebih lagi perang yang berkepanjangan. Itu sebabnya saudara sering merasa lelah. Kebanyakan pejuang yang sudah mengenal ganasnya medan perang ingin keluar dari sana. Itu sebabnya saudara selalu merasa ingin melarikan diri atau menyerahkan diri. Karena itu juga ada kalanya saudara tergoda untuk menyerah.

Tapi jangan menyerah. Jangan, tapi "beranikan dirimu! Jangan biarkan tanganmu menjadi lemah, karena ada upah bagi usahamu" (2 Tawarikh 15:7).

Jangan menyerah saat ada dosa yang setelah sekian lama masih bersembunyi di balik pintu, dan siap menerkammu lagi dengan godaan.

Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. (1 Korintus 10:13).

Jangan menyerah saat saudara merasakan keletihan akibat peperangan yang berkepanjangan dan kelemahan yang tak kunjung berhenti.

Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna. Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. (2 Korintus 12:8-9).

Jangan menyerah saat doa-doamu yang tiada henti belum juga dijawab.

Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka [tentang seorang janda yang gigih dan hakim yang tak benar] untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu (Lukas 18:1).

Jangan menyerah saat panah api keragu-raguan dari iblis menancap dan membuat saudara terhuyung-huyung.

Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu... dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat (Efesus 6:13, 16)

Jangan menyerah saat saudara merasa hancur berkeping-keping akibat tekanan bertubi-tubi yang sepertinya tak kenal ampun.

Sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu: dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran, dalam menanggung dera, dalam penjara dan kerusuhan, dalam berjerih payah, dalam berjaga-jaga dan berpuasa . . . (2 Korintus 6:4-5).

Jangan menyerah saat ladang yang disediakan Tuhan untuk saudara garap tanahnya keras dan sepertinya tak mungkin bisa mengalami panen:

Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. (Galatia 6:9)

Jangan menyerah saat saudara bekerja keras mengusahakan hal-hal yang hasilnya terlihat tak jelas sampai-sampai saudara ragu untuk terus mengerjakannya.

Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. (Matius 6:4)

Jangan menyerah saat reputasimu rusak karena imanmu pada Yesus.

Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. (Matius 5:11).

Jangan menyerah saat menantikan Tuhan yang sepertinya tak kunjung datang.

Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah. (Yesaya 40:30-31)

Jangan menyerah saat saudara gagal melawan dosa. Jangan mau tinggal dalam kubangan dosa. Bertobat (lagi), jangan meratapi diri sendiri tapi kembalilah pada Yesus, bangkit dan kembalilah berjuang.

Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. (1 Yohanes 1:9); jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya (2 Timotius 2:13).

Yesus tahu segala usahamu (Wahyu 2:2) dan Ia mengerti pergumulanmu (Ibrani 12:3). "Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar..." (1 Timotius 6:12). Selesaikan pertandingan (2 Timotius 4:7). "Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu." (Lukas 21:19).

Jangan Menyerah.