Jangan Ikuti Kata Hatimu

Dari Gospel Translations Indonesian

Langsung ke:navigasi, cari

Yang Berhubungan Dengan Sumber Daya
Lagi Oleh Jon Bloom
Indeks Pengarang
Lagi Mengenai Dosa Tinggalnya
Indeks Topik
Tentang terjemahan ini
English: Don’t Follow Your Heart

© Desiring God

Bagikan ini
Misi Kami
Terjemahan ini diterbitkan oleh Injil Terjemahan, sebuah pelayanan yang ada untuk membuat buku-buku dan artikel injil-tengah yang tersedia secara gratis untuk setiap bangsa dan bahasa.

Pelajari lebih lanjut (English).
Bagaimana Anda Dapat Membantu
Jika Anda mampu berbahasa Inggris dengan baik, Anda dapat membantu kami sebagai penerjemah secara sukarela.

Pelajari lebih lanjut (English).

Oleh Jon Bloom Mengenai Dosa Tinggalnya

Terjemahan oleh Paulin Keren Gloria

Review Anda dapat membantu kami memperbaiki terjemahan ini dengan meninjau untuk meningkatkan akurasi terjemahan. Pelajari lebih lanjut (English).


“Ikuti kata hatimu” adalah keyakinan yang diikuti oleh miliaran orang di dunia. Itu adalah sebuah pernyataan iman dalam salah satu mitos budaya populer di Dunia Barat, sebuah “injil” yang diberitakan di dalam kebanyakan cerita, film, dan lagu.

Pada dasarnya, ini adalah sebuah keyakinan bahwa hati Anda adalah sebuah kompas di dalam diri Anda yang akan mengarahkan Anda pada kebenaran Anda sendiri, jika Anda memiliki keberanian untuk mengikutinya. Dikatakan bahwa hati adalah penuntun sejati yang akan memimpin Anda pada kebahagiaan sejati jika Anda berani mendengarkannya. Keyakinan ini mengatakan bahwa jika Anda tersesat, hati Anda akan menyelamatkan Anda.

Keyakinan ini tampaknya sangat sederhana, indah, dan menjanjikan kemerdekaan. Bagi orang-orang yang terhilang, ini adalah injil yang menarik untuk dipercayai.

Inikah Petunjuk Jalan yang Ingin Anda ikuti?

Sebelum Anda menganggap hati Anda memiliki kecenderungan tidak dapat menyesuaikan diri dengan keadaan sekitar Anda. Pikirkan sejenak. Apa kata hati Anda?

Tolong jangan menjawabnya. Hati Anda mungkin pernah mengatakan sesuatu yang Anda tidak ingin ulangi hari ini. Saya tahu hati saya mengatakan demikian. Hati saya mengatakan bahwa kenyataan harus sesuai dengan keinginan saya. Hati saya suka memikirkan yang terbaik bagi diri saya, namun yang terburuk bagi orang lain – kecuali orang itu kebetulan berpikir yang baik tentang saya, maka mereka adalah orang yang baik. Namun jika mereka tidak berpikir yang baik tentang saya, atau mungkin mereka tidak setuju dengan saya, maka ada yang salah dengan mereka. Dan ketika hati saya merenungkan kebaikan saya dan kesalahan orang lain, pemikiran jahat atau amarah menjadi sangat menarik bagi hati saya.

Keyakinan “ikuti kata hatimu” jelas tidak ditemukan di dalam Alkitab. Alkitab sebenarnya mengatakan bahwa hati kita memiliki sebuah penyakit: “Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?” (Yeremia 17:9). Yesus, Sang Tabib Agung, menuliskan gejala-gejala suram dari penyakit ini: “Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.” (Matius 15:19). Hal-hal ini bukanlah pokok-pokok dari kepemimpinan.

Kenyataannya adalah tidak ada yang berbohong kepada kita melebihi hati kita sendiri. Tidak ada. Jika hati kita adalah kompas, itu adalah kompas Jack Sparrow. Tidak mengatakan yang benar, namun yang kita inginkan. Jika hati kita adalah penuntun, itu seperti Gothel dalam cerita Rapunzel. Bukannya penuh kebajikan, namun mementingkan diri sendiri. Faktanya, jika kita melakukan apa yang diperintahkan hati kita, kita akan merusak dan memiskinkan setiap hasrat, keindahan, orang-orang lain, keajaiban, dan sukacita. Sementara hati kita ingin menikmati hal-hal ini untuk kemuliaan dan kesenangan diri kita sendiri.

Tidak, hati kita tidak akan menyelamatkan kita. Justru kita yang harus diselamatkan dari hati kita.

Inilah Pemimpin yang Harus Anda Ikuti

Hati kita tidak pernah dirancang untuk memimpin, namun untuk dipimpin. Hati kita tidak pernah dirancang untuk menjadi tuhan yang kita percayai, namun dirancang untuk percaya pada Tuhan.

Jika kita menjadikan hati kita sebagai tuhan dan memintanya untuk memimpin kita, hati kita akan memimpin kita pada kesengsaraan karena mencintai diri sendiri dan pada akhirnya pada kebinasaan. Hati kita tidak dapat menyelamatkan kita, karena kelemahan pada hati kita adalah pusat masalahnya. Namun jika hati kita percaya pada Tuhan, seperti sebagaimana hati kita dirancangkan, maka Tuhan akan menyelamatkan kita (Ibrani 7:25) dan memimpin hati kita pada sukacita yang berlimpah-limpah (Mazmur 43:4).

Karena itu, jangan memercayai hatimu. Arahkan hati Anda untuk percaya kepada Tuhan. Jangan mengikuti kata hati Anda, ikuti Yesus. Perhatikan bahwa Yesus tidak berkata kepada murid-muridNya, “Janganlah hatimu gelisah, percayalah pada hatimu.” Dia berkata, “"Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.” (Yohanes 14: 1).

Jadi meskipun hati Anda mencoba untuk menggembalakan Anda hari ini, jangan mengikutinya. Hati Anda bukan gembala. Hati Anda hanyalah domba sombong yang memiliki beberapa sifat seperti serigala karena adanya dosa. Jangan mengikutinya, berhati-hatilah bahkan untuk mendengarnya. Ingat, hati Anda hanya memberi tahu Anda apa yang Anda inginkan, bukan ke mana Anda harus pergi. Jadi dengarkan hati Anda hanya untuk mengetahui apa yang Anda inginkan, lalu bawalah segenap keinginan Anda, baik dan jahat, kepada Yesus sebagai permintaan dan pengakuan.

Yesus adalah gembala kita (Mazmur 23, Yohanes 10). Dengarkan suaraNya dalam firmanNya dan ikutilah Dia (Yohanes 10:27). Biarlah dia menjadi “pusat dari hatimu apa pun yang terjadi,” seperti lirik dalam sebuah himne. Dialah kebenaran, Dialah jalan, dan Dia akan mempimpin kita pada kehidupan (Yohanes 14:6).