Kata-kata Pengharapan bagi Mereka yang mengalami Depresi

Dari Gospel Translations Indonesian

Langsung ke:navigasi, cari

Yang Berhubungan Dengan Sumber Daya
Lagi Oleh Edward T. Welch
Indeks Pengarang
Lagi Mengenai Konseling Alkitabiah
Indeks Topik
Tentang terjemahan ini
English: Words of Hope for Those Who Struggle with Depression

© Christian Counseling & Education Foundation

Bagikan ini
Misi Kami
Terjemahan ini diterbitkan oleh Injil Terjemahan, sebuah pelayanan yang ada untuk membuat buku-buku dan artikel injil-tengah yang tersedia secara gratis untuk setiap bangsa dan bahasa.

Pelajari lebih lanjut (English).
Bagaimana Anda Dapat Membantu
Jika Anda mampu berbahasa Inggris dengan baik, Anda dapat membantu kami sebagai penerjemah secara sukarela.

Pelajari lebih lanjut (English).

Oleh Edward T. Welch Mengenai Konseling Alkitabiah
Bagian dari seri Journal of Biblical Counseling

Terjemahan oleh Hondho Wahyu

Secara teknis disebut depresi, tapi ini tidak bisa dijelaskan dengan sebuah kata. Mungkin Anda merasa mati rasa tetapi kepala anda sakit, kosong tapi di dalam penuh dengan jeritan-jeritan, keletihan, penuh ketakutan-ketakutan. Hal-hal yang dulunya merupakan kesenangan Anda sekarang tidak sedikit pun menarik perhatian Anda. Otak anda serasa diselimuti kabut. Anda benar-benar merasa sakit.

Apakah Anda ingat ketika memiliki tujuan-tujuan? Hal-hal yang sangat Anda inginkan? Itu bisa saja hal sederhana seperti menonton film di Jumat malam atau pekerjaan yang ingin anda selesaikan. Sekarang Anda hanya memiliki sedikit tujuan. Melalui sehari saja rasanya sudah cukup.

Apakah Anda bisa mengetahui bagaimana rasanya hidup tanpa tujuan? Setiap hari selalu sama. Tidak ada ritme kehidupan yang meningkatkan antisipasi, kepuasan, kemudian beristirahat. Setiap hari sangat monoton, dan Anda takut besok akan sama seperti hari ini. Hidup yang monoton terasa seakan membunuh Anda.

Tidur? kacau. Anda merasa tidak cukup. Anda bahkan tidak ingat lagi bagaimana rasanya bangun dengan tubuh yang segar.

Apakah Anda pernah melihat lukisan Pablo Picasso saat dia berada pada masa-masa kelabu? Apabila Anda menemukan sebuah buku tentang Picasso, mungkin Anda bisa melihatnya. Lukisan-lukisannya tidak akan memberi semangat, tetapi paling tidak, anda akan merasa bahwa Anda tidak sendiri. Dipicu oleh hubungan yang sulit, dia membuat lukisan berseri dimana orang terlihat tanpa kehidupan dan segala sesuatu berada pada bayangan biru dan kelabu. Apakah dia mengekspesikan perasaannya di lukisannya, atau apakah dia secara sadar menampilkan dunia seperti yang terlihat baginya. Yang manapun, tidak ada hari-hari yang dipenuhi sinar matahari bagi orang dengan depresi, hanya ada langit mendung yang suram dan dunia tanpa warna.

Picasso bukanlah satu-satunya orang yang bergumul dengan apa yang sekarang di kenal sebagai depresi. Abraham Lincoln, Winston Churchill, penginjil besar dari Inggris Charles Spurgeon, misionaris David Brainard dan penerjemah Alkitab J.B. Phillips adalah beberapa orang terkenal dan pandai yang berbicara dan menulis tentang pergumulan mereka. Walaupun Anda merasa sendiri, banyak yang telah melaluinya dan banyak yang sedang mengalaminya.

Apabila ada yang terasa akrab, teruslah membaca. Anda sudah memiliki alasan untuk berharap. Kenyataan bahwa Anda bersedia membaca ini – sesuatu yang tidak benar-benar perlu – merupakan sebuah langkap penting.

Ini akan dibahas sesingkat mungkin. Yang akan kita bahas ini adalah sebuah sketsa peta yang menunjukkan jalan menuju depresi. Jika anda tidak setuju, bantahlah. Jika tampaknya sangat memberati pikiran anda, berhentilah dan baca kembali nanti.

Sebagai awal mula anda harus mengetahui bahwa peta itu secara mutlak membimbing anda kepada Tuhan Yesus Kristus. Peta itu lebih membimbing kepada sebuah Pribadi dari pada kearah teknis. Beberapa orang berkata, “Yesus tidak akan berhasil”, “Saya sudah mencoba denganNya tetapi ternyata saya masih depresi”. Tetapi pertimbangkan hal ini: Yesus mengatakan bahwa Dialah jalan kebenaran dan hidup, sumber pengharapan, pecinta jiwa kita, pelayan, saudara, teman, seseorang yang mendengarkan dan bertindak, seseorang yang tidak pernah meninggalkan. Tak satupun terapi atau pengobatan yang sanggup mengatakan hal-hal seperti ini.

Apabila Yesus dan pengajaran Alkitab tampak seperti lubang yang berkelok-kelok bagi anda – dan mungkin juga demikian – ingatlah bahwa segala sesuatu tampak seakan-akan kosong bagi anda saat ini. Apa yang tampaknya sangat kecil saat ini akan menjadi sangat besar saat anda mulai memastikan kenyataannya.

Bagaimana saya bisa melakukan sesuatu apabila saya tidak merasakan sesuatu?

Inilah masalahnya. Kebanyakan orang melakukan sesuatu karena mereka rasanya ingin melakukannya. Mereka bangun pagi karena mereka rasanya ingin pergi kerja, atau mereka rasanya ingin menghindari pertanyaan-pertanyaan atasan mereka kalau mereka terlambat datang, atau mereka rasanya ingin menghindari kemiskinan. Dengan begini sekarang kita lebih merasa disetir oleh perasaan daripada pikiran.

Dalam depresi anda tidak merasa. (atau, apapun yang anda lakukan tidak akan memotivasi anda untuk melakukan sesuatu yang berguna. Misalnya, anda ingin mati, menjerit, berlari, menghilang, menghindar). Bagaiman orang yang disetir perasaan bisa membuat tujuan, memiliki maksud, atau termotivasi bila mereka tidak merasa?

Pertama-tama, anda harus mempelajari cara lain untuk hidup. Anda harus seperti seorang wanita yang otot-ototnya masih bekerja dengan baik tetapi mereka lupa memberitahu tentang keadaan sendinya . Dia tidak lumpuh, tetapi kalau dia menutup mata dia tidak tahu apakah dia sedang berdiri, menggapai atau istirahat. Kadang-kadang dia akan bercermin dan tahu bahwa dia sedang berdiri menahan tangan kanannya lurus keatas dan dia tidak pernah menyadarinya. Dia bahkan tidak bisa berjalan karena dia tidak tahu letak kakinya. Pelan-pelan, saat dia melihat ke cermin dan lebih melihat seluruh badannya daripada merasakannya, dia mulai melangkah berjalan kembali. Setelah dilalui dengan latihan yang sangat intensif, berjalan menjadi kegiatan yang alami kembali. Tetapi dia harus mempelajari cara baru untuk hidup dan untuk bergerak.

Dalam depresi, cara baru untuk hidup adalah dengan percaya dan bertindak berdasarkan apa yang Tuhan katakan, bukan hanya sekedar merasakan apa yang Tuhan katakan, yaitu hidup dengan iman. Untuk mengatakan kembali Ibrani 11:1 seperti ini, “Iman adalah merasakan kepastian tentang apa yang tidak kita rasakan”. Dengan kata lain kalau ada debat antara apa yang dikatakan perasaan anda dan apa yang dikatakan Alkitab, maka apa yang dikatan Alkitab itulah yang menang. Apabila ternyata bukan Alkitab yang menang, anda secara terang-terangan mengatakan kepada Tuhan bahwa Dia tidak bisa dipercaya. “Tuhan bohong, saya tidak bisa percaya padaNya. Saya hanya bisa percaya diri saya sendiri.” Mungkin hal itu bukan hal yang ingin anda katakan. Anda mungkin ingin mengatakan bahwa anda tidak memahami apa yang sedang dilakukan Tuhan, tetapi dengan menyangkal bahwa Tuhan selalu mengatakan kebenaran, hal itu sendiri adalah hal yang tidak benar. Sebuah kebohongan. Jangan percaya. Tuhan adalah kebenaran.

Ini adalah salah satu contoh cara hidup yang baru. Anda rasanya tidak mempunyai tujuan ataupun harapan. Tidak ada alasan untuk bangun dari tempat tidur, atau bekerja, atau mengasihi, atau hidup. Anda merasakannya di seluruh kehidupan anda. Tetapi, Tuhan mengalahkan perasaan-perasaan ini pada setiap halaman Alkitab. Misalnya, “Kasihilah satu sama lain dengan kasih yang tulus.” (1 Petrus 1:22). Pernyataan itu adalah pernyataan yang mempunyai maksud karena pernyataan Alkitab itu adalah alasan mengapa kita bangun. Anda harus memerangi perasaan-perasaan yang melumpuhkan sehingga anda mampu mengasihi orang lain. Mengapa kita repot-repot memikirkan hal itu? Kaarena itu adalah pengutusan pribadi untuk anda dari Kristus Yesus sendiri, Raja segala raja.

Apabila anda adalah pelayan Raja – dan tentu saja anda memang pelayan Sang Raja – dan Dia meminta anda untuk melakukan sesuatu, anda baru saja diberikan tujuan akan hidup anda. Hanya saat Sang Raja bersabda bahwa Dia tidak membutuhkan anda lagi, saat itulah tujuan hidup anda sudah terpenuhi, dan tentu saja hal ini tidak akan pernah terjadi pada Tuhan yang maha benar. Dia berkata bahwa tujuanNya untuk anda akan berlangsung kekal selamanya.

Saat Allah Tritunggal berbicara, Dia pasti berbicara tentang Yesus

Agar anda bisa mengartikan tujuan anda dengan istilah yang luas, tugas anda adalah memuliakan dan menikmati Tuhan (1 Korintus 10:31). Memuliakan Tuhan artinya membuat namaNya terkenal. Kehormatan dan reputasiNya menjadi lebih penting daripada kehormatan dan reputasi anda sendiri.

Memuliakan Tuhan. Apakah kedengarannya seperti klise? Walaupun kedengarannya tidak praktis, tetapi itu sangat konkrit karena selalu dibawa dalam langkah –langkah iman dan ketaatan dari sebuah pribadi. Orang lain mungkin tidak melihatnya, tetapi bila anda melakukan sesuatu karena Yesus dan karena apa yang sudah Yesus lakukan untuk anda – dari menyisir rambut, sampai menjual segala sesuatu yang anda punyai dan menjadi seorang missionari – itulah yang memuliakan Tuhan.

Anda menghendaki insentif yang gampang dilihat? Ada bukti yang bagus dalam Alkitab bahwa apabila anda mencari Tuhan dan kerajaanNya, permasalahan anda akan menjadi lebih ringan ( 2 Korintus 4:16, 17)

Dengarkan

Sambil anda mengembangkan pernyataan yang jelas tentang tujuan anda, anda sebaiknya mempunyai seseorang yang bisa memperbaikinya, mengingatkan anda akan tujuan tersebut dan membacakannya untuk anda. Nah, pada titik ini, tugas anda adalah mendengarkan. Anda sudah mendengarkan pikiran anda, tetapi sekarang, anda harus mendengarkan apa yang Tuhan katakan dalam FirmanNya dan apa yang Tuhan katakan melalui orang-orang.

Mendengarkan tampaknya suatu hal yang pasif, tetapi ini benar-benar pekerjaan yang sulit dilakukan. Kitab Yakobus mengingatkan kita bahwa kita harus merendah untuk bisa “mendengarkan”, jangan seperti orang yang melihat dirinya sendiri pada cermin dan segera saja kita lupa seperti apa wajah kita. Jadi, apabila anda mendengar tentang kebenaran dan kasih, jangan hanya mendengar saja, tetapi haruslah anda mendengarkan, memperhatikan dan memahaminya.

Apa yang akan anda dengar? Saat Allah Tritunggal berbicara, pastinya Dia akan berbicara tentang Yesus. Yesuslah yang mempunyai kasih yang berkobar untuk mereka yang menderita, dan Dia memahami mereka yang menderita karena luka dan penderitaanNya melebihi luka dan penderitaan kita. Apakah anda pernah memperhatikan bahwa jika kita mendengarkan penderitaan orang lain, terutama jika penderitaan tersebut sangat membebani dan menekan, masalah anda sendiri akan tampak lebih ringan? Paling tidak, mendengarkan dan memperhatikan seperti itu akan mengalihkan perhatian kita dari penderitaan kita sendiri, dan akhirnya kita melihat bahwa kita tidak sendirian. Inilah yang akan terjadi apabila anda melihat kepada Yesus dan mendengarkan.

Tetapi, teruslah mendengarkan. Walaupun mungkin anda merasa tertolak oleh orang lain, tetapi Yesus tidak menolak anda (Masmur 27:10). Berbaliklah padanya dengan iman – bahkan hanya dengan sepercik iman – maka Dia tidak akan pernah meninggalkan ataupun menyangkali anda (Ibrani 13:5). Dia bersumpah untuk melakukannya demi anda.

Kasih tidak selalu membuat anda berubah? Pikirkanlah hal ini. Dalam hadiratNya terdapat kasih yang begitu besar dan sulit untuk dilukiskan. Kalau hal itu juga tidak merubah anda, sekarang, pasti anda akan diubahkan. KasihNya seperti kasih orang tua terhadap anaknya yang tidak memahami secara detil apa arti kasih orang tuanya. Dengan kata lain, anak itu mungkin berpikir bahwa orang tuanya tidak mengasihinya, tetapi kasih orang tuanya terlalu luas dan indah untuk dimengerti anak tersebut. Anak tersebut merasa menderita karena dia tidak boleh bermain di lumpur yang kotor, tetapi orang tuanya memberikan kesempatan untuk mengunjungi Disneyland. Apabila anda tidak bisa melihat kasih seperti ini, teruslah mendengarkan dan memahami firman Tuhan. Yaitu, menurut Firman Tuhan, Yesus mati untuk para pendosa seperti kita ini. Inilah kasih yang sangat indah dan dalam. Apabila anda menganggap hal ini bukanlah kasih yang indah dan ajaib, mungkin anda lupa bahwa anda adalah pendosa. Yesus tidak mati hanya untuk orang-orang yang baik saja, yang memerlukan penghiburan secara spiritual; Dia mati untuk membawa kembali musuh yang terasing dan terhukum dan menjadikan mereka keluargaNya.

Masih banyak lagi yang Tuhan katakan, tetapi terlalu mudah untuk mulai melamun dan berpikir, “Ah, hal ini tidak begitu menolong”. Seperti halnya yang diamati oleh seorang wanita, “Sebesar apapun cinta dari dan untuk orang lain – yang sebetulnya besar – dapat menolong. Tidak ada gunanya memiliki sebuah keluarga yang harmonis dan pekerjaan yang terhormat dan menghasilkan banyak uang, keduanya tidak dapat menghilangkan rasa sakit dan keputusasaan.” Nah, pada titik ini, waktunya anda harus berpikir.

Berpikir

Apabila anda sedang tertekan dan anda mendengarkan pikiran anda, mungkin anda akan mendengarkan pemikiran-pemikiran yang gelap, penuh keputusasaan, pesimis dan selalu menyalahkan diri atau orang lain. Pada saat ini mulai muncul, pemikiran-pemikiran ini tidak akan berhenti sampai ia mencapai titik puncak keputusasaan, tidak ada pengharapan. Misalnya saja, saat seseorang berbicara tentang Santa Claus, anda mulai berpikir bahwa anda juga gemuk, sehingga hal itu membuat anda berpikir bahwa saat orang-orang sedang tertawa, mereka pasti menertawakan berat badan anda. Jika seseorang berbaik hati dengan mengatakan bahwa anda melakukan suatu pekerjaan dengan baik, anda yakin bahwa bahwa hal itu hanyalah untuk menutupi agar anda tidak marah, andapun akan berpikir jika orang tersebut benar-benar tahu kualitas pekerjaan anda, pasti anda akan segera dipecat dan …

Keseluruhan proses berpikir tersebut sangat otomatis. Tinggal membuka saja pikiran-pikiran itu dan pikiran-pikiran tersebut akan berjalan dengan sendirinya, melayang-layang secara otomatis seperti mental seorang pilot. Kenyataan bahwa pikiran anda bisa merasakan kabut yang berkepanjangan saat anda berada di udara menunjukkan anda tidak mampu lagi berpikir untuk melakukan usaha ‘Hercules’ sebagai koreksi atas tindakan mental yang anda ambil.

Anda harus memulai dengan berpikir – bukan berpikir secara otomatis, tetapi berpikir yang memiliki tujuan. Pikiran anda harus dibimbing oleh Firman Tuhan. Apakah hal ini merupakan pekerjaan yang berat? Ya! Semua usaha mental merupakan pekerjaan yang berat. Apakah akan menghasilkan perubahan yang cepat? Mungkin bukan perubahan yang sangat jelas terlihat. Tetapi anda harus melakukannya karena pikiran anda saat ini cenderung mengarah kepada keputusasaan dan kehancuran. Anda harus bersedia membuat perlawanan terhadap pemikiran-pemikiran seperti itu.

Apabila anda sungkan untuk melakukannya, maka anda harus bertanya pada diri sendiri apakah anda benar-benar ingin berubah. Mungkin kedengarannya aneh, tetapi banyak orang yang berpikir hal ini benar, tidak aneh. Hal-hal yang dilakukannya tampaknya tidak berharga, mereka benci terhadap apa yang akan mereka hadapi saat mereka tidak lagi depresi, atau juga mereka loyal terhadap gaya hidup mereka, mereka lebih suka dunia sekeliling merekalah yang berubah, bukan diri mereka.

Maka dari itu, berpikirlah. Apakah anda benar-benar ingin berubah?

Jika diri anda lebih sungkan berubah daripada pikiran anda, anda harus kembali dari awal lagi dan memikirkan kembali tujuan anda. Banyak orang menggunakan anak-anak mereka sebagai motivasi untuk berubah, tetapi anak-anak bukanlah alasan yang kuat. Tidak lama kemudian pikiran gelap anda akan membisikkan bahwa akan lebih baik bagi anak-anak dan orang lain disekililing anda tanpa kehadiran anda. Satu-satunya alasan yang kuat adalah bahwa anda dipanggil untuk mewakili Tuhan di dunia ini, Dialah Tuan yang penuh kasih dan anda adalah anakNya, pelayanNya dan utusanNya – pikirkanlah hal ini. Anda hidup karena Dia.

Apabila hal itu tidak cukup, anda harus kembali ke tahap mendengarkan. Tanya seseorang agar memberi tahu anda siapa sebenarnya Tuhan itu. Karena jika pikiran anda berada di dalam kabut, sangat sukar untuk mengingatkan diri sendiri, maka dari itu, pergi dan tanyakan pada orang lain. Mintalah seseorang untuk memberi tahu anda bahwa Tuhan Sang Pencipta itu hidup, dan bahwa Dia mengirimkan PuteraNya, Yesus, untuk menebus orang-orang berdosa seperti kita yang menjadi musuh Tuhan. Mintalah orang tersebut agar membujuk anda bahwa Tuhan itu baik. Mintalah pada orang tersebut agar terus menerus berbicara sampai anda hampir percaya dan menganggapnya sebagai kabar baik.

Pikirkanlah hal ini. Jika anda tidak mengalami depresi, anda akan terpesona akan apa yang telah Tuhan lakukan. Anda akan menunduk penuh hormat, dan seperti kebanyakan orang yang memahami kasih dan kehadiran Tuhan akan berkata, “ Aku tidak berharga, tetapi aku sangat bersyukur.” Jangan pernah menyerah mendengarkan kebenaran-kebenaran ini. Kebenaran-kebenaran ini akan mengubah anda. Jangan menyerah.

Apa yang dikatakan rasa Depresi yang anda alami? Apa artinya?

Saat anda mencoba mendengarkan tentang Kristus dan tujuan anda hidup, maka tingkatan selanjutnya untuk melatih pikiran anda adalah dengan bertanya, “Apa yang dikatakan perasaan saya?” Perasaan anda mengatakan sesuatu tentang diri anda.

Cara inilah yang bisa dilakukan dengan emosi-emosi seperti: ketakutan, kemarahan, antisipasi, kekuatiran yang mencekam, dan masih banyak lagi. Emosi-emosi tersebut biasanya di sebabkan dan di provokasi oleh keadaan sekeliling kehidupan kita, tetapi emosi-emosi tersebut adalah respon dan intepretasi anda dari suatu kejadian. Dengan kata lain, respon terhadap emosi-emosi tersebut menggambarkan diri anda. Misalnya, anda menerima bon yang tidak pernah anda harapkan jumlahnya, hal itu bisa memicu masalah-masalah keuangan. Tetapi jika anda terobsesi akan keuangan anda dan begitu ketakutan akan masa depan keuangan anda, ketakutan dan emosi anda itu menunjukkan dimana anda meletakkan percaya anda: anda sudah meletakkan percaya anda pada diri sendiri dan melupakan Tuhan. Emosi anda menunjukkan siapa anda sesungguhnya.

Musa mengatakan hal-hal ini kepada orang-orang Israel (Ibrani) saat mereka mengembara berputar-putar di padang gurun. Dia mengajarkan tentang kesulitan kehidupan di padang gurun menguji orang-orang Israel “untuk mengetahui apakah yang ada dalam hati mereka, apakah kamu akan menyimpan perintah Tuhan di dalam hatimu” (Ulangan 8:2). Apabila orang merasa tidak bersyukur dan bahkan marah, perkataan mereka lebih menunjukkan tentang diri mereka, bukan padang gurun itu sendiri.

Hal yang sama juga berlaku untuk depresi: depresi mengatakan sesuatu tentang hati anda. Pertanyaannya adalah, apa yang dikatakan hati anda? Di sinilah anda harus mulai berpikir. Pertimbangkan kemungkinan-kemungkinan ini. Kemungkinan yang mana yang mengisi dengan kata-kata pada perasaan anda yang putus asa?

  • “Saya takut”
Takut
untuk membuat keputusan yang salah,
gagal,
diekspos,
kehilangan orang atau hal yang dicintai,
ditinggalkan,
tidak mempunyai kontrol,
mati,
memiliki penyakit yang melumpuhkan,
melihat Tuhan, semuanya
  • “Saya salah” atau “Saya malu”.
Salah dari dosa-dosa saya,
tidak mengukur standard kesuksesan saya sendiri,
tidak disetujui oleh orang-orang yang pendapatnya telah menjadi lebih penting dari pendapat Tuhan, hidup seakan-akan saya harus membayar kembali apa yang telah Tuhan lakukan terhadap dosa saya, saat sebenarnya saya harus memuliakan Tuhan dengan cara menuruti apa yang Tuhan lakukan untuk saya,
kesadaran dengan membuat penghakiman pada data yang tidak lengkap (misalnya, saya bertanggung jawab atas dosa orang lain)
  • “Saya sudah kehilangan sesuatu”. Depresi sering terasa kosong, seakan-akan anda kehilangan sesuatu atau seseorang. Anda merasa seakan-akan orang yang anda cintai mati. Tetapi depresi lebih dari sekedar rasa tidak memiliki siapapun. Depresi adalah perasaan tidak memiliki siapapun yang berlangsung sedemikian hebat, bahkan rasa kehilangan tuhan atau hal yang paling berarti bagi anda. Anda merasa seperti kehilangan tempat dimana anda bisa meletakkan kepercayaan dan pengharapan anda.
  • “Saya memerlukan sesuatu”. Apakah depresi bicara tentang kebutuhan anda akan cinta, kepentingan, kehormatan, atau keinginan-keinginan psikis lainnya. Kita semua menikmati semua hal yang sudah kita sebutkan tadi saat kita memilikinya, tetapi terkadang hal-hal tersebut menjadi lebih penting dari yang seharusnya. Apakah anda perhatikan apabila keinginan anda menjadi hal terpenting dalam hidup anda? Keinginan anda berubah menjadi kebutuhan sehingga anda berpikir bahwa anda harus memilikinya agar bisa hidup. Ini adalah nafsu serakah dan nafsu serakah selalu ingin memiliki lebih lagi. Tidak akan pernah merasa puas, selalu merasa kosong.
  • “Saya Marah”. Anda mungkin pernah mendengar rasa depresi bisa berkata seperti ini, “Saya marah”. Biasanya kita marah karena kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan dari orang lain atau bahkan Tuhan sendiri. Bukan berarti anda berpikir untuk membunuh seseorang dan mengacungkan tinju kepada Tuhan, walaupun mungkin saja anda ingin melakukannya. Lihatlah ekspresi kemarahan yang lebih tenang, seperti, mengeluh, menggerutu, tidak memaafkan orang lain atau mengasihani diri sendiri. Bila anda belum melihat hal-hal ini, cobalah melihat lagi lebih dekat. Perasaan-perasaan itu ada.
  • “Saya harus menghindari sesuatu”. Pikirkan, apa lagi yang tidak sesuai dengan keadaan yang tidak lagi depresi. Apakah anda harus menghadapi sesuatu yang ingin anda hindari, seperti seseorang, kesulitan keuangan, atau sebuah tanggung jawab yang membantu anda untuk tidak memikirkan kejadian atau seseorang, yang mungkin akan gagal dilakukan? Kekalutan mental dan kelemahan fisik dari depresi akan membantu anda untuk tidak memikirkan kejadianatau seseorang yang tidak ingin anda ingat.
  • “Saya jahat”.ckadang-kadang orang yang depresi cepat mengambil kesimpulan bahwa depresi menggambarkan sikap yang mengasihani diri sendiri. “Jika tidak ada orang yang kasihan pada saya, maka saya akan kasihan pada diri saya sendiri”. Ini mematikan. Artinya anda lebih suka menjadi korban daripada orang yang menunjukkan belas kasih dan kemurahan yang tidak terbatas.
  • “Saya tidak mempunyai harapan”. Kalau hal ini kedengarannya sangat anda kenal, maka anda harus menanyakan sebuah pertanyaan lagi: “Harapan untuk apa?” Harapan agar anda terlepas dari depresi? Mungkin anda berharap terlalu kecil.
Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh ROh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. (Roma 5: 3-5)

Bagian Firman ini sukar dipahami, tetapi satu hal sangat jelas. Rasul Paulus, yang menulis surat ini, mempunyai penderitaan dan kesengsaraan yang dalam di dalam hidupnya, akan tetapi kesengsaraan itu tidak membuatnya berputus asa. Tugas anda adalah mencari rahasia Paulus yang ingin dibagikannya.

Ikuti petunjuk ini. “Ingatlah selalu akan Dia yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diriNya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.” (Ibrani 12:3). Paulus tetap menjaga pandangannya tetap tertuju kepada Yesus. Jika kita mengalihkan pandangan kita dari Yesus, jalan kita tiada berakhir. Kitapun tahu kita tidak akan kuat menjalaninya. Tetapi saat kita melihat bahwa Yesus – Yang Maha Mengetahui hati – telah melalui jalan ini sebelumnya, maka kita bisa yakin bahwa Roh Kudus ada bersama kita dan akan member kekuatan untuk melalui jalan ini dengan iman dan rendah hati dan ketaatan.

Dan bukan hanya Yesus sendiri yang menjalani jalan pengharapan, mengantisipasi kemuliaan yang akan ditemui di tikungan jalan ini, yang memang tidak terlihat. Seperti yang tertulis pada Ibrani 11, jalan itu sangat terjal dan orang-orang pilihan Allah ada di jalan itu dulu dan sekarang. Walaupun orang-orang yang depresi sangat merasa sendirian, mereka adalah bagian dari prosesi besar yang menuju ke surge.

  • “Aku tahu bahwa Juru Selamatku ada bersamaku dan akan menunggu pelepasan dariNya dengan rendah hati”. Saat iman diuji, seperti pada masa depresi, kadang apa yang terlihat adalah hati yang percaya pada Tuhan. Anda telah memutuskan bahwa anda akan mengikut Tuhan, bukan karena Dia menghibur anda, tetapi karena Dia adalah Tuhan dari segala sesuatu, Gembala yang penuh kasih, Bapa yang kekal. Tidak ada yang lain yang pantas diikuti. Tentu saja anda tidak mengerti apa yang sedang terjadi pada anda sekarang ini, tetapi anda tahu bahwa Dia adalah Tuhan anda, yang selalu menyertai anda, dan itu cukup bagi anda.

Apa yang dikatakan depresi yang anda alami? Ini hanyalah daftar singkat dari beberapa ungkapan hati yang biasa diutarakan. Ada banyak lagi. Apabila anda tidak bisa membuat arti dari depresi yang anda alami, masih ada banyak hal yang harus anda lakukan. Mendengarkan Injil Kristus, memahami tujuan anda dan bertindak melakukan tujuan anda merupakan pekerjaan yang cukup untuk dilakukan, tetapi tetaplah bertanya pada diri anda apa yang dikatakan depresi anda.

Hanya dengan Percaya dan Memuji Tuhan

Saat anda sedang memikirkan arti perasaan anda, anda akan memperhatikan bahwa, jalan anda lebih menuju kepada Allah Tritunggal dan bukan menuju kepada keputusasaan. Lebih khusus lagi, perasaan itu akan membimbing anda pada pertanyaan, apakah anda hidup untuk Tuhan ataukah anda hidup untuk diri sendiri dan hal-hal yang anda puja? Kadang-kadang kita perlu waktu untuk merenung dan bertanya tentang hal-hal yang paling kritis, tetapi pertanyaan itu tetap ada. Biasanya, yang harus kita lakukan adalah melemparkan pertanyaan “mengapa” yang biasanya dimiliki anak berumur 3 tahun.

“Saya tidak dapat bertahan”
“Mengapa?”
“Karena saya sangat lelah dan saya tidak dapat menahan rasa sakit lebih lama lagi.”
“Mengapa?”
“Karena saya merasa seolah-olah saya sendirian.”
“Mengapa?”
“Karena … saya tidak percaya bahwa Tuhan menyertai saya.”
“Mengapa?”
“Karena … saya tidak mempercayaiNya. Saya mempercayai interpretasi yang berasal dari perasaan saya.

Pertanyaa “mengapa” seharusnya membimbing anda pada Tuhan. Anda akan menjadi sangat lelah saat anda sampai pada pertanyaan kedua, tetapi tetap anda menanyakannya. Pada akhir pertanyaan anda, katakana padaNya, “Yesus adalah Tuhanku, saya mengakui ketidakpercayaan saya, dan saya percaya padaMu.”

Percaya, pengakuan dosa, dan mengikut Kristus dalam ketaatan – tampak sudah anda kenal? Ini adalah yang menyatukan kehidupan spiritual. Saat anda berada di bawah permukaan, hal-hal inilah yang menjadi hal penting bagi setiap orang. Anda akan membuktikan bahwa hal-hal tersebut akan berhasil.

Apabila hal ini sepertinya hanya sebatas permukaan saja, berarti anda tidak bisa merasakan rahasia alam semesta dan anda harus kembali dahulu untuk mendengarkan. Jangan percaya pada emosi anda yang mengatakan sesuatu tentang hal ini. Mungkin tampaknya sederhana, tetapi tidak sesederhana yang anda lihat. Hal-hal tersebut adalah dasar pondasi kehidupan itu sendiri, cara-cara utama kita merespon kepada Tuhan.

Akui dosamu kepada Bapamu Di Surga

Percaya pada Kristus, pengakuan dosa, taat kepada Dia yang mengasihimu: ketiganya, pengakuan dosa mungkin tampaknya tidak begitu ingin dilakukan pada awalnya. Mungkin anda sudah merasa seperti orang yang sangat jahat. Hal ini hanya akan membuat anda merasa lebih buruk. Tetapi pikirkanlah hal ini.

Ini adalah peraturannya. Jika anda mempertimbangkan apa yang dikatakan depresi yang anda rasakan dan hal itu membuat anda kepada hubungan dengan Kristus, jangan berhenti sampai anda mendengar sesuatu yang baik. Firman Tuhan selalu mengajarkan kita untuk mengakhiri dengan Tuhan Yesus dan dengan kata-kata yang merupakan kabar baik untuk telinga kita yang mendengarkan. Jadi janganlah berhenti dengan keluhan “Betapa menyedihkannya orang jahat seperti aku ini.” Mungkin anda memang orang jahat yang menyedihkan, tetapi anda tidak boleh berhenti di situ. “Syukur kepada Tuhan melalui Kristus Yesus Tuhan kita.” (Roma 7:24, 25). Ingatlah bahwa jika anda sudah meletakkan iman anda kepada Yesus, anda sudah diampuni, diadopsi, dikasihi dan disukakan di dalamNya. Anda harus mulai berpikir dengan cara Tuhan berpikir, bukan dengan cara anda berpikir.

Lakukanlah langkah-langkah praktis akan Kasih dan Ketaatan

Daftar berikut ini meliputi sejumlah penerapan Alkitab. Ide dasarnya adalah bahwa iman diekspresikan dalam perbuatan.

  1. Ambillah satu cerita Alkitab dan bacalah setiap hari, kemudian tuliskanlah 25 penerapannya (boleh juga 5, 10 atau 50 penerapan). Hal ini mungkin kedengarannya mustahil, tetapi setelah anda mendapatkan penerapan yang kesepuluh, akan terasa semakin mudah. Jangan lupa, pikiran anda akan terus meningkat. Memang melelahkan. Akan sangat susah terfokus pada satu hal, tetapi hal itu akan membantu.
  2. Tuliskan 5 cara anda sudah diberkati oleh teman-teman anda. Kirimkanlah itu kepada teman – teman anda.
  3. Tuliskan tujuan hidup anda. Ijinkan untuk terus diperbaiki oleh orang lain. Kemudian hafalkan dan lakukanlah.
  4. Jadilah ahli dalam hal apa yang Tuhan katakan kepada mereka yang menderita. Mulailah denganIbrani 10 – 12. Ibrani 10 – 12 memanggila anda untuk menuju kepada iman dan pengharapan, sehingga akan membantu anak untuk selalu melihat Yesus. Tetapi tidak berhenti sampai di situ saja. Firman Tuhan juga selalu menunjukkan kita akan keadaan orang lain juga: iman kepada Tuhan dan kasih kepada orang lain. Dalam hal ini, Firman Tuhan berkata, “Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.” (Ibarani 12:14). Bagaimana anda bisa menjadi orang yang membawa damai? Siapa yang perlu anda ampuni? Atau kepada siapakah anda perlu meminta pengampunan?
  5. Catatlah kotbah pada kebaktian minggu. Lakukanlah itu.
  6. Setiap hari, katakana atau tuliskan kata-kata yang mengangkat semangat orang lain. Anda mempunyai panggilan. Ada banyak orang untuk dikasihi, dipedulikan dan ditolong.
  7. Tiap hari, dengarkan Firman Tuhan, music yang membawa anda kepada Kristus atau orang lain yang memiliki hikmat spiritual. Anda harus mampu menyimpulkan apa yang anda dengan dan kemudian membagikannya dengan orang lain.
  8. Tutup mata anda dan jangan melakukan hal-hal seperti menggerutu dan mengeluh. Seperti gossip, yang merupakan dosa yang sudah diterima di budaya kita, sehingga kita tidak melihat akar kebusukannya. Apa yang sebenarnya dikatakan oleh seseorang yang menggerutu dan mengeluh? Apakah anda melihat bahwa menggerutu dan mengeluh itu melawan Tuhan?
  9. Pikirkanlah pertanyaan-pertanyaan ini. Dalam budaya ini, apakah kita sudah melupakan keuntungan dari mengalami sengsara? Apa saja keuntungan – keuntungan yang mungkin kita dapatkan dari mengalami sengsara? (Mazmur 119: 67, 71; 2 Korintus 1:8 – 10; Ibrani 5:8; Yakobus 1:3)
  10. Ajaklah beberapa orang untuk mendoakan anda dan berbicara kebenaran tentang anda. Saat anda minta didoakan, cobalah untuk minta didoakan, bukan hanya untuk mengalihkan dari depresi. Gunakan kesempatan ini untuk mendoakan hal – hal yang besar. Carilah doa dalam Alkitab dan doakanlah itu. Misalnya, berdoalah agar anda mengenal kasih Kristus (Efesus 3), bahwa anda akan mampu mengasihi sesama, bahwa anda akan lebih menyerupai Kristus (Roma 8:29) dan bahwa anda akan serius mengejar apa yang membawa kemuliaan Tuhan.
  11. Apabila anda ragu, tunjukkan kasih and akepada orang lain secara kreatif.

Pemikiran Akhir

Depresi itu berat. Depresi itu tidak akan berakhir tanpa perlawanan. Tetapi ada alasan-alasan yang baik untuk terlibat dalam perlawanan itu. Dijamin ada perubahan (Filipi 1:6). ANda berada pada hadirat “Bapa yang penuh kasih, Allah Penghibur yang memberikan ketenangan pada setiap pergumulan”. (2 Korintus 1: 3, 4). Apakah anda percaya? Pikirkanlah itu. Apabila anda ingat bahwa Bapa telah mengirimkan PuteraNya – Putera Tunggal yang dikasihiNya – untuk mati bagi kita pada saat kita masih menjadi seteruNya, jadi saat kita tahu bahwa Dialah Bapa kita, tidak ada alasan lagi untuk berpikir bahwa Dia akan pelit dengan kasih dan belas kasihNya.

Tetapi kadang-kadang kita memiliki definisi tentang belas kasih sendiri, yang berbeda dengan belas kasih dari pandangan Allah. Bagi kita, belas kasih mungkin akan berarti “menghilangkan kesedihan dengan cepat”. Padahal seharusnya anda percaya bahwa belas kasih Allah bahkan melampaui bayangan kita, apalagi pemahaman kita. Dia sudah sampai pada tahap ‘kebaikan’ yang tidak bisa kita pahami. Dia ingin menghujani anda dengan kebaikan dan menolong anda untuk lebih serupa dengan Yesus.

Jadi, jangan menyerah. Anda memiliki tujuan. Tuhan selalu bertindak. Anda adalah pelayang Raja, anak yang menggambarkan Bapa, dan anda akan mendapatkan kehormatan untuk penghiburan, “yang menghibur kami dalam penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada pada bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah” (2 Korintus 1:4). Tubuh Tuhan Yesus memerlukan anda.

Beberapa Pertanyaan yang biasa diutarakan

Apa yang telah berhasil menolong banyak orang? Beberapa orang yang telah berhasil melewati depresi diberikan pertanyaan ini untuk dijawab, dengan melengkapi kalimat ini: “Saya melihat perubahan-perubahan dalam pengalaman depresi saat …

  1. Saya mulai berbicara pada diri sendiri dan bukan hanya mendengarkan diri saya sendiri. Saya mulai berbicara tentang berbagai ayat Alkitab pada diri sendiri dan tidak hanya mendengarkan suara-suara saya yang penuh keputusasaan.
  2. Saya berhenti berkata, “Ini tidak berhasil.” Saya selalu mencari peluru ajaib. Saya selalu berdoa (mencoba berurusan dengan Tuhan), melihat hati saya (selama satu dua menit) atau mencoba latihan beberapa kegiatan spiritual secara singkat, dan apabila tidak berhasil saya akan berhenti. Sekarang saya percaya bahwa cara-cara tersebut ‘berhasil’. Ada perasaan syukur dan bahkan sukacita dalam jangka panjang dalam langkah-langkah kecil iman dan ketaatan.
  3. Saya mempunyai teman dan pendeta yang mempunyai gambaran Kerajaan Tuhan yang lebih luas dan selalu meletakkannya di depan saya. Depresi membuat dunia saya tampak sangat kecil; apabila saya melihat bahwa Tuhan saya selalu bertindak, saya mulai memiliki pengharapan.
  4. Anak gadis saya mulai menjadi sakit parah. Hal itu memaksa saya untuk melihat dan melangkah keluar dari dunia saya.
  5. Seorang teman tidak pernah menyerah terhadap saya. Dia selalu mengasihi saya dan menunjukkan kebenaran kepada saya, bahkan pada saat saya tidak mau mendengar tentang Yesus.
  6. Seorang teman “meminjamkan” imannya. Iman saya sendiri sangat lemah, tetapi dia selalu yakin akan kehadiran Tuhan dan selalu suka berada di gereja dan bahkan yakin terhadap saya.
  7. Saya mengampuni ayah saya dan mempercayakan dia dalam pemeliharaan Tuhan.
  8. Saya melihat bahwa 90% adalah kesombongan. Saya pikir saya pantas mendapatkan hal-hal tertentu dari orang-orang disekitar saya.
  9. Saya mulai percaya bahwa saya berada dalam peperangan dan saya sadar bahwa saya harus melawan.
  10. Saya melihat bahwa sesungguhnya saya melakukan sesuatu dan bukannya membiarkan orang lain melakukannya untuk saya. Misalnya, saya melakukan kemarahan, saya mengeluh sepanjang waktu. Dalam hati saya saya melakukan apa yang saya inginkan.
  11. Saya mulai mengenal belas kasih Tuhan. Saya mulai melihat rintihan saya dalam kesalahan lebih berharga dari kesedihan ilahi.
  12. Dahulu saya melihat hal yang indah tentang dosa-dosa saya – itu adalah bukti kasih Tuhan dan Roh Kudus bekerja dalam kehidupan saya – saya mulai berkata pada diri saya sendiri, “Jika ragu, bertobatlah.”
  13. Secara praktek melangkah satu kaki di depan kaki yang lain, dan melakukan apa yang saya percaya telah Tuhan berikan sebagai tanggungjawab saya.

Bagaimana dengan hal-hal yang meringankan gejala-gejala? Bagaimana dengan mengkonsumsi obat anti depresi? Merubah pola makan anda? Memasang lampu yang sangat terang? Mengikuti program olah raga? Melakukan perjalanan untuk liburan? Mungkin anda sudah mencoba hal-hal ini unruk meringankan kadar depresi anda. Haruskah anda mencobanya atau tidak?

Tentu saja, keputusan ada di tangan anda. Hanya saja, buatlah pilihan-pilihan yang bijaksana, yang anda pikirkan terlebih dahulu. Berdiskusilah dengan orang lain mengenai hal ini. Apakah keuntungan dan resikonya? Apakah ada alternative lain? Pikirkanlah hal ini.

Sadarilah bahwa tidak ada mujizat penyembuhan. Apabila sesuatu terjadi, anda masih harus bertanya apa yang dikatakan depresi yang anda alami, dan anda masih harus terus mencari untuk tetap bertumbuh di dalam Kristus. Depresi masih mengungkapkan siapa kita sebenarnya, bukan hanya komposisi kimia dalam otak kita. Jadi jangan hanya memikirkan apakah masalah ini adalah masalah fisik atau spiritual. Tetapi, pikirkanlah bahwa masalah itu datang untuk mengenal hati anda. Apabila anda sudah melakukannya, akan lebih sering depresi yang anda alamai akan mendapatkan pencerahan. Mungkinkah itu masalah fisik atau kimiawi? Mungkin. Tetapi masalah dari manapun sumbernya, tetaplah merupakan kesempatan bagi pekerjaan spiritual.