Tuhan adalah Injil

Dari Gospel Translations Indonesian

Revisi per 20:41, 11 November 2011; Kathyyee (Bicara | kontrib)
(beda) ←Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya→ (beda)
Langsung ke:navigasi, cari

Yang Berhubungan Dengan Sumber Daya
Lagi Oleh John Piper
Indeks Pengarang
Lagi Mengenai Injil
Indeks Topik
Tentang terjemahan ini
English: God Is the Gospel

© Desiring God

Bagikan ini
Misi Kami
Terjemahan ini diterbitkan oleh Injil Terjemahan, sebuah pelayanan yang ada untuk membuat buku-buku dan artikel injil-tengah yang tersedia secara gratis untuk setiap bangsa dan bahasa.

Pelajari lebih lanjut (English).
Bagaimana Anda Dapat Membantu
Jika Anda mampu berbahasa Inggris dengan baik, Anda dapat membantu kami sebagai penerjemah secara sukarela.

Pelajari lebih lanjut (English).

Oleh John Piper Mengenai Injil
Bagian dari seri Taste & See

Terjemahan oleh Hondho Wahyu

Review Anda dapat membantu kami memperbaiki terjemahan ini dengan meninjau untuk meningkatkan akurasi terjemahan. Pelajari lebih lanjut (English).


Pernahkah anda bertanya mengapa pengampunan Tuhan berharga? Atau, bagaimana tentang kehidupan kekal? Pernahkah anda menanyakan kenapa seseorang ingin mendapatkan hidup kekal? Mengapa kita ingin hidup selamanya? Pertanyaan-pertanyaan ini memiliki arti karena tidak mungkin kita menginginkan pengampunan dan kehidupan kekal untuk alas an-alasan yang membuktikan bahwa anda tidak memiliki keduanya.

Pengampunan, misalnya. Anda menginginkan pengampunan TUhan karena anda sangat menderita karena perasaan bersalah yang anda miliki. Anda hanya ingin merasa lega. Apabila anda bisa percaya bahwa Dia mengampuni anda, maka anda akan merasa lega, tetapi hal itu belum tentu berarti keselamatan. Apabila anda menginginkan pengampunan karena alas an lega secara emosi, anda tidak akan mendapatkan pengampunan dari Tuhan. DIa tidak akan memberikannya kepada orang yang menggunakannya untuk mengambil sesuatu dariNya dan bukan diriNya.

Atau anda mungkin ingin disembuhkan dari penyakit atau mendapatkan pekerjaan atau pasangan hidup. Maka anda bisa yakin bahwa Tuhan sanggup memberikan hal-hal ini, tetapi dosa-dosa anda harus diampuni terlebih dahulu. Seseorang menyuruh anda untuk percaya bahwa Kristus mati untuk dosa-dosa anda dan apabila anda mempercayai hal ini, maka dosa-dosa anda akan diampuni. Sehingga, dengan anda percaya, anda menyingkirkan halangan-halangan terhadap kesehatan dan pekerjaan dan pasangan hidup. Apakah pemberitaan Injil seperti itu memberikan keselamatan? Saya rasa tidak.

Dengan kata lain, apa yang anda harapkan dari sebuah pengampunan adalah hal yang sangat penting. Mengapa anda menginginkannya menjadi hal yang penting. Apabila anda menginginkan pengampunan hanya demi kesempatan menikmati ciptaanNya, maka Sang Pencipta tidak mendapatkan kehormatan dan anda tidak diselamatkan. Pengampunan adalah hal yang sangat berharga untuk sebuah alasan pamungkas: pengampunan akan membuat anda bisa menikmati persekutuan dengan Tuhan. Apabila anda tidak menginginkan pengampunan untuk hal tersebut, anda tidak akan mendapatkannya. Sama sekali. Tuhan tidak akan bersedia dimanfaatkan sebagai mata uang untuk membeli berhala-berhala yang kita puja.

Seperti halnya, apabila kita bertanya: mengapa kita ingin memiliki kehidupan kekal? Seseorang mungkin akan berkata bahwa neraka adalah sebuah alternative dan itu menyakitkan. Orang yang lain mungkin akan mengatakan: karena tidak ada kesusahan di sana. Orang yang lain lagi mungkin akan mengatakan: orang-orang yang kukasihi sudah ada disana dan aku ingin bersama mereka. Orang –orang yang lainnya mungkin akan memimpikan akan memadu kasih yang tiada berkesudahan atau makanan yang tidak akan habis. Atau keberuntungan yang lebih besar lagi. Dalam semua tujuan-tujuan tersebut diatas ada satu hal yang hilang: Tuhan.

Motivasi penyelamatan untuk keinginan hidup kekal diberikan Tuhan lewat Kitab Yohanes 17:3, “Inilah hidup yang kekal 1 itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.” Apabila kita tidak menginginkan kehidupan kekal yang berarti sukacita dalam Tuhan, maka kita tidak akan memiliki kehidupan kekal itu. Kita dengan mudahnya berpikir secara kanak-kanakan bahwa kita akan menjadi Kristen apabila kita memnggunakan Injil Kristus yang mulia untuk mendapatkan sesuatu yang kita kasihi dan inginkan melebihi Kristus. “Kabar baik” itu tidak akan terbukti baik untuk siapapun yang tidak menjadikan Tuhan sebagai yang tertinggi dari segala hal-hal yang baik.

Jonathan Edward mengemasnya dalam kotbahnya untuk para jemaatnya pada tahun 1731 seperti ini. Bacalah perlahan-lahan dan biarkanlah kotbah ini menggugah anda terhadap pengenalan kebaikan yang sejati akan pengampunan dan kehidupan.

Orang-orang yang ditebus mempunyai tujuan baik dalam Tuhan. Tuhan sendiri adalah kebaikan yang besar yang dibawa kepada kepemilikan dan kenikmatan oleh tindakan penebusan yang dilakukanNya. Dia adalah kebaikan tertinggi, dan Dialah total keseluruhan semua hal baik yang sudah dibeli oleh Kristus. Tuhan mewariskan kebaikan pada orang-orang kudus; Dialah bagian dari jiwa mereka. Tuhan adalah kekayaan dan harta terbesar mereka, makanan mereka, kehidupan mereka, tempat kediaman mereka, hiasan dan mahkota mereka, dan kehormatan dan kemuliaan kekal mereka. Mereka tidak memiliki apapun di surga kecuali Tuhan; Dialah kebaikan besar yang diterima orang-orang tebusanNya saat mati dan yang dibangkitkanNya pada akhir jaman. Tuhan Allah, Dialah sinar surgawi yang menyinari Yerusalem; Dialah juga ‘sungai kehidupan’ yang mengalir, dan pohon kehidupan yang terus tumbuh ‘ di tengah-tengah kerajaan Allah’. Keindahan dan kehebatan kemuliaan Tuhan akan menghibur pikiran orang-orang kudus selamanya, dan kasih Allah akan menjadi makanan dalam pesta mereka. Orang-orang tebusanNya, tentu saja akan menikmati hal-hal yang lainnya; mereka akan bersukacita menikmati para malaikat, dan akan menikmati persekutuan satu sama lain: tetapi itulah yang seharusnya mereka nikmati di dalam hal menikmati para malaikat, atau menikmati persekutuan satu sama lain, ataupun hal-hal yang lain, apapun itu, hal-hal itulah yang akan menimbulkan kebahagiaan dan kesukaan, dari hal-hal itulah orang akan melihat kehadiran Tuhan di dalam mereka. (Kotbah-kotbah Jonathan Edwards: A Reader [New Haven: Yale University Press, 1999] pp. 74 – 75)

Menikmati Tuhan melalui Injil, dengan anda,

Pendeta John