Bertekunlah dalam Doa!

Dari Gospel Translations Indonesian

(Perbedaan antarrevisi)
Langsung ke:navigasi, cari
Kathyyee (Bicara | kontrib)
(←Membuat halaman berisi '{{info|Persevere in Prayer!}}<blockquote>'''Kolose 4: 2 – 3'''<br><br>Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur. Berdoa jugalah un...')
Revisi selanjutnya →

Revisi per 13:13, 30 November 2011

Yang Berhubungan Dengan Sumber Daya
Lagi Oleh John Piper
Indeks Pengarang
Lagi Mengenai Doa
Indeks Topik
Tentang terjemahan ini
English: Persevere in Prayer!

© Desiring God

Bagikan ini
Misi Kami
Terjemahan ini diterbitkan oleh Injil Terjemahan, sebuah pelayanan yang ada untuk membuat buku-buku dan artikel injil-tengah yang tersedia secara gratis untuk setiap bangsa dan bahasa.

Pelajari lebih lanjut (English).
Bagaimana Anda Dapat Membantu
Jika Anda mampu berbahasa Inggris dengan baik, Anda dapat membantu kami sebagai penerjemah secara sukarela.

Pelajari lebih lanjut (English).

Oleh John Piper Mengenai Doa
Bagian dari seri Taste & See

Terjemahan oleh Hondho Wahyu

Review Anda dapat membantu kami memperbaiki terjemahan ini dengan meninjau untuk meningkatkan akurasi terjemahan. Pelajari lebih lanjut (English).


Kolose 4: 2 – 3

Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur. Berdoa jugalah untuk kami supaya Allah membuka pintu untuk pemberitaaan kami, sehingga kami dapat berbicara tentang rahasia Kristus yang karenanya aku dipenjarakan.

Tulisan ini memberikan 5 aturan umum yang membimbing kita untuk menaikkan doa-doa kita.

Pertama, “Teruslah bertekun dalam doa”. Jangan anda menyerah, teruskanlah kerajinan yang sudah anda tunjukkan dalam doa mingguan anda. Ada banyak kuasa yang anda miliki dalam bertekun di dalam doa. Jangan melupakan hal tentang “sahabat yang gigih dan tidak malu” dalam Lukas 11:8 dan jangan lupa perumpamaan yang diceritakan Tuhan Yesus bahwa “kita harus selalu berdoa dengan tidak gentar” (Lukas 18:8). Ketekunan adalah ujian kemurnian kehidupan Kristen. Saya bersyukur kepada Tuhan bahwa anda sudah bertekun dalam doa selama 60. 70 dan 80 tahun. Oh, marilah kita menjadi gereja yang berdoa dan jadikan tahun 1982 menjadi tahun yang dilingkupi oleh resapan doa kepada Tuhan Sang Penuai. Bukankah suatu hal yang indah apabila kita berkata pada akhirnya, “Aku sudah menyelesaikan pertandingan. Aku sudah mempertahankan iman.” ?

Kedua, “Berjaga-jagalah dalam doamu” Artinya, waspadalah. Sadarlah secara mental. Paulus mungkin belajar dari cerita kebenaran yang terjadi di Getsemani. Tuhan Yesus meminta para rasul untuk berdoa, tetapi Dia menemukan mereka tertidur, sehingga Dia berkata, “Tidak bisakah kamu berjaga-jaga satu jam saja? Berdoalah dan berjaga-jagalah, sehingga kamu tidak jatuh dalam pencobaan.” (Markus 14:37f). Kita harus waspada saat kita berdoa – waspada terhadap melanturnya pikiran kita, terhadap pengulangan yang tidak berarti, terhadap ekspresi dan pendapat yang tidak berarti, terhadap keinginan yang egois dan terbatas pada diri sendiri. Dan kita juga harus berjaga-jaga terhadap apa yang baik. Terutama kita harus sensitif pada pimpinan Tuhan dalam doa-doa kita seperti yang diajarkan dalam Alkitab. Tuhanlah yang bekerja di dalam kita untuk berkehendak terhadap doa-doa kita tetapi kita akan selalu mengalami pemampuan ilahi sebagai pengambil keputusan dan penyelesaian.

Ketiga, kita bersyukur atas segala sesuatu dalam doa-doa kita. Cerita-cerita yang telah saya dengar tentang apa yang dilakukan Tuhan dalam sebagian besar kehidupan anda melalui doa yang diperbaharui, benar-benar menakjubkan. Hal-hal tersebut benar-benar membuat saya harus selalu bersyukur dalam doa-doa saya. Terus bagikan kepada saya dan orang-orang lain tentang hal-hal baik ini. Tuhan akan membuat tahun ini sebagai tahun tuaian apabila kita terus bertekun dalam doa dengan ucapan syukur.

Keempat, berdoalah bagi saya agar pintu dibukakan bagi saya untuk Dunia. Dalam 2 arti: 1) bahwa di dalam gereja akan hati-hati yang terbuka dan mau menerima firman dari minggu ke minggu. 2) bahwa sesama saya akan terbuka untuk menerima kabar baik saat saya berbagi dengannya. “Tuhan membuka hati Lydia untuk memberi perhatian pada Firman Tuhan.” (Kisah Rasul 16:14) Itulah yang saya inginkan untuk terjadi pada setiap hari minggu dan hari-hari lainnya dalam seminggu. Berdoalah untuk saya.

Kelima, berdoalah untuk saya agar saya bisa berbicara tentang misteri Kristus dengan jelas. “Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita” (1 Timotius 3:16). Dan, oh, betapa indahnya panggilan untuk mengabarkannya. Saya menyukai situasi kantor yang berkotbah. Tetapi itu jauh diatas saya. Tolong doakan agar saya memahami misteri Kristus. Doakan agar saya memilih tulisan yang diperlukan. Doakan agar saya berkotbah dengan kuasa Roh Kudus. Doakan agar saya memberitakan kebenaran dengan kasih. Tolong doakan saya, karena tanpa Kristus saya tidak mampu berbuat apapun.

Anda ada dalam doa-doa saya juga,

Pendeta John