<?xml version="1.0"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" href="http://id.gospeltranslations.org/w/skins/common/feed.css?239"?>
<rss version="2.0" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
	<channel>
		<title>Gospel Translations Indonesian - Kontribusi pengguna [id]</title>
		<link>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Istimewa:Kontribusi_pengguna/JoyaTeemer</link>
		<description>Dari Gospel Translations Indonesian</description>
		<language>id</language>
		<generator>MediaWiki 1.16alpha</generator>
		<lastBuildDate>Sat, 04 Apr 2026 18:43:14 GMT</lastBuildDate>
		<item>
			<title>Jika Tuhan Menghendaki Penyakit, Mengapa Kita Perlu Berusaha Memberantasnya?</title>
			<link>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Jika_Tuhan_Menghendaki_Penyakit,_Mengapa_Kita_Perlu_Berusaha_Memberantasnya%3F</link>
			<description>&lt;p&gt;JoyaTeemer: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{ info | If God Wills Disease Why Should We Try to Eradicate It?}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan ini timbul dari ajaran Alkitab bahwa segala sesuatu ada di bawah kontrol Allah. &amp;quot;Keputusan-Ku akan sampai, dan segala kehendak-Ku akan Kulaksanakan&amp;quot; (Yes. 46:10). &amp;quot;TUHAN melakukan apa yang dikehendaki-Nya, di langit dan di bumi, di laut dan di segenap samudera raya&amp;quot; (Mazmur 135:6). &amp;quot;Ia berbuat menurut kehendak-Nya terhadap bala tentara langit dan penduduk bumi; dan tidak ada seorangpun yang dapat menolak tangan-Nya dengan berkata kepada-Nya: 'Apa yang Kaubuat?'&amp;quot; (Dan. 4:35) &amp;quot;[Ia] di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya&amp;quot; (Efesus 1:11). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini artinya Tuhan mengendalikan semua malapetaka dan penyakit. Setan memang nyata dan punya andil di dalamnya, tetapi ia bukan penentu dan tidak dapat melakukan apa pun kecuali yang Tuhan ijinkan (Ayub 1:12-2:10). Dan Tuhan tidak mengijinkan hal-hal secara serampangan. Ia mengijinkan hal-hal dengan alasan. Ada hikmat yang tidak terhingga dalam segala yang Ia kerjakan dan ijinkan. Jadi apa yang Ia ijinkan adalah bagian dari rencana-Nya sama seperti apa yang Ia lakukan secara lebih langsung. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itu ini menimbulkan pertanyaan: Jika Tuhan menghendaki penyakit, mengapa kita perlu berusaha memberantasnya? Ini merupakan pertanyaan yang krusial bagi saya karena saya pernah mendengar orang-orang Kristen baru-baru ini berkata bahwa mempercayai kedaulatan Allah menghalangi orang-orang Kristen untuk bekerja keras memberantas penyakit seperti malaria, TBC, kanker, dan AIDS. Mereka pikir logikanya seperti ini: Jika Allah secara berdaulat menghendaki segala hal, termasuk malaria, maka kita sedang melawan Allah jika kita menghabiskan jutaan dolar untuk mencari cara memberantasnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu bukan logika yang diajarkan Alkitab. Dan itu bukan yang selama ini dipercayai Calvinis. Nyatanya, pencinta kedaulatan Allah ada di antara ilmuwan-ilmuwan yang paling agresif yang membantu menaklukkan ciptaan dan membawanya di bawah kekuasaan manusia bagi kebaikannya—seperti kata Mazmur 8:7, &amp;quot;Engkau membuat dia [manusia] berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Logika Alkitab berkata: Bertindaklah menurut &amp;quot;kehendak perintah&amp;quot; Allah, bukan menurut &amp;quot;kehendak ketetapan&amp;quot;-Nya. &amp;quot;Kehendak ketetapan&amp;quot; Allah adalah apa saja yang terjadi. &amp;quot;Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu&amp;quot; (Yakobus 4:15). &amp;quot;Kehendak ketetapan&amp;quot; Allah menentukan Anak-Nya dikhianati (Lukas 22:22), dihina (Yes. 53:3), diolok (Lukas 18:32), disesah (Mat. 20:19), ditinggalkan (Mat. 26:31), ditikam (Yoh. 19:37), dan dibunuh (Markus 9:31). Tapi Alkitab mengajar kita secara gamblang supaya kita ''jangan'' mengkhianati, menghina, mengolok, menyesah, meninggalkan, menikam, atau membunuh orang yang tidak bersalah. Ini adalah &amp;quot;kehendak perintah&amp;quot; Allah. Kita tidak melihat kematian Yesus, yang jelas-jelas dikehendaki Allah, dan lantas menyimpulkan bahwa membunuh Yesus adalah baik dan bahwa kita harus mengikuti para pencemooh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu pula, kita tidak melihat kerusakan yang ditimbulkan malaria atau AIDS dan menyimpulkan bahwa kita harus mengikuti mereka yang tidak berbuat apa-apa. Tidak. &amp;quot;Kasihilah sesamamu manusia&amp;quot; adalah kehendak perintah Allah (Mat. 22:39). &amp;quot;Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka&amp;quot; adalah kehendak perintah Allah (Mat. 7:12). &amp;quot;Jika seterumu lapar, berilah dia makan&amp;quot; adalah kehendak perintah Allah (Roma 12:20). Bencana-bencana yang ditetapkan Allah tidak bertujuan melumpuhkan umat-Nya dengan ketidakpedulian, tetapi menggerakkan mereka dengan belas kasih. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Paulus mengajarkan bahwa ciptaan ditaklukkan kepada kesia-siaan (Roma 8:20), ia juga mengajarkan bahwa penaklukan ini adalah &amp;quot;dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah&amp;quot; (ay. 21). Tidak ada alasan mengapa orang-orang Kristen tidak boleh mengejar panggilan untuk mengangkat kesia-siaan ini sekarang. Allah akan menyempurnakannya pada saatnya kelak. Tapi adalah hal yang baik untuk sebisa mungkin mengalahkan sebanyak mungkin penyakit dan penderitaan sekarang dalam nama Kristus. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Malah, saya akan mengibarkan panji sekarang dan memanggil beberapa dari kalian untuk memasuki panggilan riset yang bisa menjadi alat mengatasi penyakit-penyakit besar dalam dunia ini. Ini bukan melawan Allah. Allah berkuasa atas riset sebagaimana Ia berkuasa atas penyakit. Engkau dapat menjadi alat di tangan-Nya. Ini bisa jadi waktunya bagi kemenangan yang dikehendakinya atas penyakit yang Ia tetapkan. Jangan mencoba membaca pikiran Allah dari ketetapan misterius-Nya akan bencana. Lakukan apa yang dikatakan-Nya. Dan apa yang dikatakan-Nya adalah: &amp;quot;Berbuat baik kepada semua orang&amp;quot; (Gal. 6:10). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rindu untuk meringankan penderitaan bersamamu, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendeta John&lt;/div&gt;</description>
			<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 16:36:47 GMT</pubDate>			<dc:creator>JoyaTeemer</dc:creator>			<comments>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Pembicaraan:Jika_Tuhan_Menghendaki_Penyakit,_Mengapa_Kita_Perlu_Berusaha_Memberantasnya%3F</comments>		</item>
		<item>
			<title>Keselamatan yang Terbesar/Bagaimana Menggunakan Buku Ini</title>
			<link>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Keselamatan_yang_Terbesar/Bagaimana_Menggunakan_Buku_Ini</link>
			<description>&lt;p&gt;JoyaTeemer: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|This Great Salvation/How To Use This Book}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''Keselamatan yang Besar'', seperti tiap buku dalam seri Mengejar Kesalehan, didesain untuk digunakan dalam kelompok atau secara pribadi. Seri ini merupakan perkembangan logis dari empat keyakinan teguh:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Alkitab merupakan standar yang tidak bersalah bagi iman, doktrin, dan kelakuan. Mereka yang menolak otoritasnya akan diombang-ambingkan oleh perasaan mereka sendiri dan tren zaman.&lt;br /&gt;
*Pengetahuan tanpa penerapan adalah mati. Supaya kita diubahkan, kita harus menerapkan dan mempraktekkan kebenaran Firman Allah dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;
*Penerapan prinsip-prinsip ini tidaklah mungkin selain dalam Roh Kudus. Sementara kita harus berpartisipasi dalam perubahan, Ia adalah sumber kekuatan kita.&lt;br /&gt;
*Gereja adalah konteks yang dikehendaki Tuhan bagi perubahan. Tuhan tidak pernah menghendaki kita hidup terisolasi atau independen dari orang-orang Kristen lainnya. Melalui peran serta yang berkomitmen dalam gereja lokal, kita mendapat pengajaran, kekuatan, koreksi, dan kesempatan untuk maju terus menuju kedewasaan dalam Kristus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Anda mengerjakan halaman-halaman ini, kami percaya setiap keyakinan dasar ini akan tertanam dalam hati Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kemungkinan pengecualian pertanyaan-pertanyaan “Diskusi Kelompok”, format buku ini sama cocoknya bagi individu dan kelompok kecil. Macam-macam elemen telah disertakan untuk membuat setiap bab semenarik dan seberguna mungkin. Bagi Anda yang tidak mendapat kecukupan dalam topik tertentu, kami telah memberikan daftar buku-buku tambahan pada setiap akhir bab untuk menolong Anda bertumbuh dalam Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara Anda didorong untuk bereksperimen dalam menggunakan buku ini, diskusi kelompok akan lebih baik disajikan ketika anggota mengerjakan materinya lebih dulu. Dan ingat bahwa Anda tidak melalui buku ini sendirian. Roh Kudus adalah tutor Anda. Dengan pertolongan-Nya, buku ini memiliki potensi untuk mengubah hidup Anda.&lt;/div&gt;</description>
			<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 19:59:48 GMT</pubDate>			<dc:creator>JoyaTeemer</dc:creator>			<comments>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Pembicaraan:Keselamatan_yang_Terbesar/Bagaimana_Menggunakan_Buku_Ini</comments>		</item>
		<item>
			<title>Keselamatan yang Terbesar/Bagaimana Menggunakan Buku Ini</title>
			<link>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Keselamatan_yang_Terbesar/Bagaimana_Menggunakan_Buku_Ini</link>
			<description>&lt;p&gt;JoyaTeemer: memindahkan Keselamatan yang Terbesar/How To Use This Book ke Keselamatan yang Terbesar/Bagaimana Menggunakan Buku Ini&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|This Great Salvation/How To Use This Book}}&lt;/div&gt;</description>
			<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 19:58:57 GMT</pubDate>			<dc:creator>JoyaTeemer</dc:creator>			<comments>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Pembicaraan:Keselamatan_yang_Terbesar/Bagaimana_Menggunakan_Buku_Ini</comments>		</item>
		<item>
			<title>Keselamatan yang Terbesar/Bagaimana Menggunakan Buku Ini</title>
			<link>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Keselamatan_yang_Terbesar/Bagaimana_Menggunakan_Buku_Ini</link>
			<description>&lt;p&gt;JoyaTeemer: ←Membuat halaman berisi '{{info|This Great Salvation/How To Use This Book}}'&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|This Great Salvation/How To Use This Book}}&lt;/div&gt;</description>
			<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 19:58:43 GMT</pubDate>			<dc:creator>JoyaTeemer</dc:creator>			<comments>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Pembicaraan:Keselamatan_yang_Terbesar/Bagaimana_Menggunakan_Buku_Ini</comments>		</item>
		<item>
			<title>Keselamatan yang Terbesar/Pengantar</title>
			<link>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Keselamatan_yang_Terbesar/Pengantar</link>
			<description>&lt;p&gt;JoyaTeemer: memindahkan Keselamatan yang Terbesar/Foreword ke Keselamatan yang Terbesar/Pengantar&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|This Great Salvation/Foreword}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak perlu dikatakan lagi bahwa untuk mendorong ketaatan sepenuh hati kepada Yesus Kristus, pendeta harus mendorong pembelajaran doktrin. Jika ada satu pemikiran yang telah memotivasi dan membimbing pembuatan buku ini, itu adalah bahwa doktrin penting. Bagaimana kita dapat menyembah dan melayani Tuhan yang tidak kita kenal, atau lebih buruk, yang kita ciptakan sendiri? Doktrin tidak hanya telah menginspirasikan kasih yang sungguh kepada Tuhan, tetapi doktrin juga telah menjadi kompas moral Gereja sepanjang sejarah. Percaya apa yang benar tentang Tuhan mengakibatkan kelakuan yang berkenan di hadapan Tuhan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita perlu mempertimbangkan pertanyaan yang ditanyakan oleh penulis Ibrani: “Bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu?” (2:3). Allah kita yang penuh kasih karunia telah menyediakan kita keselamatan yang besar—penuh, cuma-cuma, dan sempurna. Tidak ada alasan untuk mengabaikan semua yang Tuhan telah kerjakan untuk kita. “Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib” (2 Petrus 1:3).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyadari hal ini adalah satu hal. Memasuki pengalaman akan hal tersebut adalah hal yang cukup lain. Harapan kami adalah bahwa format yang bersahabat akan menjadikan pembelajaran doktrin lebih bermanfaat dan tidak menakutkan. Kami (para penulis) sendiri hanyalah sedikit lebih dari pemula dalam perjalanan ini. Karena itulah bacaan yang direkomendasikan di akhir setiap bab mungkin merupakan bagian yang paling berharga dari buku ini. Akan tetapi jika pengalaman kami terbatas, pengalaman itu sudah cukup untuk selamanya mengubah cara kami berpikir dan hidup. Kami juga memiliki kesempatan untuk mengkhotbahkan dan mengajarkan materi ini dan melihatnya berpengaruh secara radikal terhadap mereka yang kami mendapat kehormatan untuk layani dalam penggembalaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keselamatan yang besar ini telah mengubah banyak kehidupan secara luar biasa, dramatis, dan konsisten sejak Injil pertama kali diproklamasikan. Jika lebih banyak hal yang sama terjadi melalui pembelajaran buku ini, kami akan sungguh bersyukur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terima kasih kepada Greg Somerville atas keahlian editorial dan usaha tak kenal lelahnya dalam pembuatan buku ini. Selain itu, kami menyatakan terima kasih kami kepada koordinator produksi Beth Kelley dan desainer grafis Carl Mahler atas kontribusi talenta spesial mereka. Bekerja bersama mereka sebagai satu tim sungguh memuaskan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, kami ingin mendedikasikan buku ini kepada istri dan sahabat terbaik kami masing-masing, Carolyn Mahaney dan Clara Boisvert, yang telah menolong kami menerjemahkan doktrin ke dalam kehidupan. Mereka sungguh-sungguh kami kagumi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— C.J. Mahaney dan Robin Boisvert&lt;/div&gt;</description>
			<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 19:52:38 GMT</pubDate>			<dc:creator>JoyaTeemer</dc:creator>			<comments>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Pembicaraan:Keselamatan_yang_Terbesar/Pengantar</comments>		</item>
		<item>
			<title>Keselamatan yang Terbesar/Pengantar</title>
			<link>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Keselamatan_yang_Terbesar/Pengantar</link>
			<description>&lt;p&gt;JoyaTeemer: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|This Great Salvation/Foreword}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak perlu dikatakan lagi bahwa untuk mendorong ketaatan sepenuh hati kepada Yesus Kristus, pendeta harus mendorong pembelajaran doktrin. Jika ada satu pemikiran yang telah memotivasi dan membimbing pembuatan buku ini, itu adalah bahwa doktrin penting. Bagaimana kita dapat menyembah dan melayani Tuhan yang tidak kita kenal, atau lebih buruk, yang kita ciptakan sendiri? Doktrin tidak hanya telah menginspirasikan kasih yang sungguh kepada Tuhan, tetapi doktrin juga telah menjadi kompas moral Gereja sepanjang sejarah. Percaya apa yang benar tentang Tuhan mengakibatkan kelakuan yang berkenan di hadapan Tuhan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita perlu mempertimbangkan pertanyaan yang ditanyakan oleh penulis Ibrani: “Bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu?” (2:3). Allah kita yang penuh kasih karunia telah menyediakan kita keselamatan yang besar—penuh, cuma-cuma, dan sempurna. Tidak ada alasan untuk mengabaikan semua yang Tuhan telah kerjakan untuk kita. “Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib” (2 Petrus 1:3).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyadari hal ini adalah satu hal. Memasuki pengalaman akan hal tersebut adalah hal yang cukup lain. Harapan kami adalah bahwa format yang bersahabat akan menjadikan pembelajaran doktrin lebih bermanfaat dan tidak menakutkan. Kami (para penulis) sendiri hanyalah sedikit lebih dari pemula dalam perjalanan ini. Karena itulah bacaan yang direkomendasikan di akhir setiap bab mungkin merupakan bagian yang paling berharga dari buku ini. Akan tetapi jika pengalaman kami terbatas, pengalaman itu sudah cukup untuk selamanya mengubah cara kami berpikir dan hidup. Kami juga memiliki kesempatan untuk mengkhotbahkan dan mengajarkan materi ini dan melihatnya berpengaruh secara radikal terhadap mereka yang kami mendapat kehormatan untuk layani dalam penggembalaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keselamatan yang besar ini telah mengubah banyak kehidupan secara luar biasa, dramatis, dan konsisten sejak Injil pertama kali diproklamasikan. Jika lebih banyak hal yang sama terjadi melalui pembelajaran buku ini, kami akan sungguh bersyukur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terima kasih kepada Greg Somerville atas keahlian editorial dan usaha tak kenal lelahnya dalam pembuatan buku ini. Selain itu, kami menyatakan terima kasih kami kepada koordinator produksi Beth Kelley dan desainer grafis Carl Mahler atas kontribusi talenta spesial mereka. Bekerja bersama mereka sebagai satu tim sungguh memuaskan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, kami ingin mendedikasikan buku ini kepada istri dan sahabat terbaik kami masing-masing, Carolyn Mahaney dan Clara Boisvert, yang telah menolong kami menerjemahkan doktrin ke dalam kehidupan. Mereka sungguh-sungguh kami kagumi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— C.J. Mahaney dan Robin Boisvert&lt;/div&gt;</description>
			<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 19:52:24 GMT</pubDate>			<dc:creator>JoyaTeemer</dc:creator>			<comments>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Pembicaraan:Keselamatan_yang_Terbesar/Pengantar</comments>		</item>
		<item>
			<title>Keselamatan yang Terbesar/Pengantar</title>
			<link>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Keselamatan_yang_Terbesar/Pengantar</link>
			<description>&lt;p&gt;JoyaTeemer: ←Membuat halaman berisi '{{info|Pengantar}}'&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|Pengantar}}&lt;/div&gt;</description>
			<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 19:50:54 GMT</pubDate>			<dc:creator>JoyaTeemer</dc:creator>			<comments>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Pembicaraan:Keselamatan_yang_Terbesar/Pengantar</comments>		</item>
		<item>
			<title>Templat:CenterInsert</title>
			<link>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Templat:CenterInsert</link>
			<description>&lt;p&gt;JoyaTeemer: ←Membuat halaman berisi '&amp;lt;center&amp;gt;&amp;lt;div style=&amp;quot;border: 1px solid rgb(170, 170, 170); margin: 5px 0pt 5px 15px; padding: 7px; clear: both; width: 85%; font-size: 11px; background-color: rgb(230, 230...'&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&amp;lt;center&amp;gt;&amp;lt;div style=&amp;quot;border: 1px solid rgb(170, 170, 170); margin: 5px 0pt 5px 15px; padding: 7px; clear: both; width: 85%; font-size: 11px; background-color: rgb(230, 230, 230); line-height: 14px;&amp;quot;&amp;gt;{{{1}}}&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;lt;/center&amp;gt; &lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Category:Templates]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 29 Sep 2009 14:29:55 GMT</pubDate>			<dc:creator>JoyaTeemer</dc:creator>			<comments>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Pembicaraan_Templat:CenterInsert</comments>		</item>
		<item>
			<title>Templat:RightInsert</title>
			<link>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Templat:RightInsert</link>
			<description>&lt;p&gt;JoyaTeemer: ←Membuat halaman berisi '&amp;lt;div style=&amp;quot;border: 1px solid rgb(170, 170, 170); margin: 5px 0pt 5px 15px; padding: 7px; float: right; width: 20%; font-size: 11px; background-color: rgb(230, 230, 230);...'&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&amp;lt;div style=&amp;quot;border: 1px solid rgb(170, 170, 170); margin: 5px 0pt 5px 15px; padding: 7px; float: right; width: 20%; font-size: 11px; background-color: rgb(230, 230, 230); line-height: 14px; clear:right;&amp;quot;&amp;gt;{{{1}}} &amp;lt;/div&amp;gt; &lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Category:Templates]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 29 Sep 2009 14:29:27 GMT</pubDate>			<dc:creator>JoyaTeemer</dc:creator>			<comments>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Pembicaraan_Templat:RightInsert</comments>		</item>
		<item>
			<title>Templat:LeftInsert</title>
			<link>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Templat:LeftInsert</link>
			<description>&lt;p&gt;JoyaTeemer: ←Membuat halaman berisi '&amp;lt;div style=&amp;quot;border: 1px solid rgb(170, 170, 170); margin: 5px 15px 5px 0pt; padding: 7px; float: left; width: 20%; font-size: 11px; background-color: rgb(230, 230, 230); ...'&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&amp;lt;div style=&amp;quot;border: 1px solid rgb(170, 170, 170); margin: 5px 15px 5px 0pt; padding: 7px; float: left; width: 20%; font-size: 11px; background-color: rgb(230, 230, 230); line-height: 14px; clear:left;&amp;quot;&amp;gt;{{{1}}} &amp;lt;/div&amp;gt; &lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Category:Templates]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 29 Sep 2009 14:28:42 GMT</pubDate>			<dc:creator>JoyaTeemer</dc:creator>			<comments>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Pembicaraan_Templat:LeftInsert</comments>		</item>
		<item>
			<title>Pernikahan: Sebuah Matriks dari Hedonisme Kristen</title>
			<link>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Pernikahan:_Sebuah_Matriks_dari_Hedonisme_Kristen</link>
			<description>&lt;p&gt;JoyaTeemer: ←Membuat halaman berisi '{{info|Marriage: A Matrix of Christian Hedonism}}  &amp;lt;blockquote&amp;gt;'''Efesus 5:21-33'''&amp;lt;/blockquote&amp;gt;  &amp;lt;blockquote&amp;gt;21) Dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dala...'&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|Marriage: A Matrix of Christian Hedonism}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;'''Efesus 5:21-33'''&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;21) Dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.  22)Hai istri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan. 23) karena suami adalah kepala istri seperti Kristus adalah kepala jemaat.  Dialah yang menyelamatkan tubuh.  24) Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah istri kepada suami dalam segala sesuatu.  25) Hai suami, kasihilah istrimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diriNya baginya.  26) untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman, 27) supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaaat di hadapan diriNya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.  28) Demikian juga suami harus harus mengasihi isterinya sebagaimana tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri.  29) Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatnya, sama seperti Kristus terhadap jemaat, 30) karena kita adalah anggota tubuhNya.  31) Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.  32)  Rahasia ini besar tetapi yang Aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat.  33) Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku : kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya.&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teologi Pernikahan yang dikemukakan Paulus dimulai dengan Firman Tuhan: Firman Tuhan yaitu Yesus Kristus; dan Firman Tuhan yaitu Kitab Perjanjian Lama yang penuh dengan inspirasi.  Dan karena Tuhan kita bukanlah Tuhan yang menimbulkan kebingungan, maka FirmanNya pun selalu konsisten, sejalan dan mudah dipahami.  Firman Tuhan mempunyai satu kesatuan yang utuh.  Karena itu saat Rasul Paulus ingin memahami makna pernikahan maka diapun mengacu kepada Firman Tuhan – yaitu mengacu kepada Tuhan Yesus dan Alkitab.  Saat Paulus menyatukan kedua acuaanya, yaitu Kristus dan Alkitab, untuk mengetahui Firman Tuhan tentang pernikahan, yang didapatkannya adalah suatu rahasia besar yang indah dan kokoh dengan hal-hal yang bisa di praktekkan secara terus menerus dalam kenyataan.  Dan yang ingin saya lakukan dengan anda pagi ini adalah untuk menggali rahasia besar tersebut dan menerapkan dua implikasi praktis dalam kehidupan kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Pernikahan dalam Kitab Kejadian'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Efesus 5:31 merupakan kutipan dari Kejadian 2:24, “Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.”  Kemudian Rasul Paulus menambahkan dalam ayat 32, “Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan adalah hubungan Kristus dengan jemaat.”  Rasul Paulus mengetahui sesuatu tentang Kristus dan gerejaNya yang menyebabkan dia melihat Kitab Kejadian 2:24 sebagai rahasia dalam pernikahan.  Coba kita kembali ke kejadian 2:24 dan melihat lebih dekat pada konteks ayat ini dan hubungannya dengan penciptaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Kejadian 2, Tuhan menciptakan Adam terlebih dulu dan menempatkannya dalam taman sendirian.  Kemudian di ayat 18 Tuhan berfirman, “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja.  Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”  Saya pikir inisiatif Tuhan untuk memberikan pasangan ini bukanlah sebuah tuduhan atau hal yang menyatakan hubungan Adam dengan Tuhan; atau, bukan juga tanda bahwa taman itu terlalu luas dan susah untuk dirawat.  Titik utamanya adalah bahwa Tuhan menciptakan manusia untuk berbagi.  Tuhan menciptakan kita bukan sekedar untuk menjadi penerima kemurahanNya semata, tetapi menjadi sebuah sistem dua arah.  Tidak ada manusia yang lengkap jika dia tidak mengalirkan kemurahan (seperti listrik) antara Tuhan dan orang lain. (Jangan menyimpulkan bahwa hal ini hanya bisa terjadi dalam pernikahan).  Dan yang bisa menerima kemurahan tersebut harus juga manusia yang lain, ''bukan binatang''.  Demikian juga dalam Kejadian 2:19-20 Tuhan memberikan teman bagi Adam sejumlah besar binatang untuk menunjukkan kepada Adam bahwa binatang-binatang tersebut tidak akan pernah bisa menjadi ‘penolong yang sepadan’ untuknya. O, tentu saja banyak hal yang bisa dilakukan binatang. Tetapi hanya manusia lah yang bisa menjadi teman sepadan untuk menerima bagian yang tidak dapat binasa dalam kehidupan ( 1 Petrus 1: 4-7).  Hanya manusia lah yang mampu menerima dan menghargai dan menikmati kemurahan.  Yang diperlukan seorang manusia adalah manusia lain yang bisa diajak berbagi kasih Tuhan.  Binatang tidak akan bisa! Ada perbedaan besar yang tidak terbatas antara berbagi bintang di langit dengan orang yang anda kasihi dan berbaginya dengan anjing anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sehingga, menurut ayat 21, “Lalu Tuhan Allah membuat manusia itu tertidur nyenyak; ketika ia tidur Tuhan Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. Dan dari rusuk yang diambil Tuhan Allah dari manusia itu, dibangunnya seorang perempuan, lalu dibawanya kepada manusia itu.”  Setelah Tuhan menunjukkan kepada Adam bahwa tidak satupun dari binatang-binatang yang diberikannya akan bisa menjadi penolongnya yang tepat, Tuhan menciptakan manusia dari daging dan tulang manusia itu sendiri untuk ''menjadi serupa'' dengan dia – ''tetapi tidak sama'' dengan dia.  Tuhan tidak menciptakan manusia laki-laki yang lain. Tuhan menciptakan perempuan.  Dan Adam mengenalinya sebagai bagian yang sempurna dari dirinya – yang berbeda dari semua binatang.  “Inilah daging dari dagingku dan tulang dari tulangku; dia akan disebut Perempuan, karena diambil dari Laki-laki.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan menciptakan seseorang serupa dengan Adam, tetapi juga sekaligus sangat berbeda dengan Adam, Tuhan sudah menyediakan kemungkinan akan sebuah kesatuan besar yang dalam yang tidak akan terjadi  jika salah satu dari keduanya dihilangkan atau diganti dengan yang lain.  Ada sebuah kesatuan yang berbeda yang bisa dirasakan dan dinikmati dengan bersatunya bagian-bagian yang berbeda (yaitu laki-laki dan perempuan) yang tidak akan ditemukan oleh bersatunya dua hal yang sama dan sejenis.  Jika kita menyanyikan baris melodi yang sama, maka disebut “unison” artinya “satu suara”.  Tetapi bila kita menyatukan baris-baris yang berbeda dari Soprano, Alto, Tenor dan Bass, kita menyebutnya ‘harmoni’, dan bagi anda sekalian yang memiliki kemampuan untuk mendengarkan musik akan mengetahui bahwa ada sesuatu yang lebih mendalam yang kita miliki yang hanya bisa disentuh oleh harmoni dan tidak bisa disentuh oleh unison.  Karena itulah Tuhan menciptakan wanita dan bukan laki-laki yang lain.  Tuhan menciptakan hitro seksual dan bukan homo seksual.  Institusi pertama Tuhan adalah pernikahan, bukan fraternitas (fraternitas: komunitas para pria yang saling menganggap mereka sama dan saling tertarik satu dengan yang lain)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perhatikan hubungan antara ayat 23 dan 24, yang didahului oleh kata “Therefore” (“Karena itu”) pada ayat 24.  Pada ayat 23 fokusnya berada pada 2 hal: secara ''obyektif'', pada kenyataannya wanita adalah bagian dari tulang dan daging pria; secara ''subyektif'', sukacita Adam didapatkan dari bersatunya dia dengan wanita yang diberikan kepadanya. “''Inilah dia'', tulang dari tulangku dan daging dari dagingku!” Dari kedua hal ini penulis berpendapat tentang pernikahan di ayat 24: “Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya sehingga keduanya menjadi satu daging.  Dengan kata lain, pada mulanya Tuhan mengambil perempuan dari laki-laki sebagai tulang dari tulangnya dan daging dari dagingnya, dan kemudian Tuhan membawanya kembali kepada laki-laki itu agar terjadi ''persekutuan yang hidup'', yaitu untuk menjadi satu daging.  Kemudian ayat 24 memberikan juga pelajaran bahwa pernikahan itu adalah: seorang laki-laki ''meninggalkan'' ayahnya dan ibunya karena Tuhan telah memberikan yang lain kepadanya, yaitu kesatuan dengan wanita ini dan bukan hal yang lain, dan kemudian menemukan pengalaman menjadi satu daging.  Itulah yang dilihat Rasul Paulus saat dia mengacu kepada Akitab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Rahasia Pernikahan'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Rasul Paulus mengetahui Firman Tuhan yang lain – Yesus Kristus.  Paulus mengenalNya secara mendalam dan intim.  Dia belajar dari Tuhan Yesus bahwa gereja dan jemaat adalah tubuh Kristus (Efesus 1:23).  Dengan iman lah seseorang disatukan dengan Tuhan Yesus dan dengan orang-orang percaya yang lain sehingga kita “adalah satu dalam Kristus Yesus” (Galatia 3:28).  Orang-orang percaya dalam Kristus adalah tubuh Kristus – kita adalah makhluk-makhluk dimana Dia memanifestasi kehidupanNya dalam kita dan tempat berdiam bagi Roh.  Melihat hubungan tentang Kristus dan jemaatNya ini, Paulus melihat adanya hubungan yang parallel dengan pernikahan.  Paulus melihat bahwa suami dan istri menjadi satu daging (menurut Kejadian 2:24) dan bahwa Kristus dan jemaatnya menjadi satu tubuh.  Sehingga Paulus berkata kepada jemaat, misalnya dalam 2 Korintus 11:2, “Sebab itu aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi.  Karena aku telah mempertunangkan kamu dengan satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.”  Paulus menggambarkan Kristus sebagai suami, gereja/jemaat sebagai mempelai wanita dan proses perubahan mereka sebagai komitmen perjanjian akan bersatunya mereka. Peristiwa membawa mempelai wanita kepada Suaminya mungkin akan terjadi pada kedatangan Tuhan yang kedua.  Hal itu dijelaskan dalam Efesus 5:27 juga.  Sehingga seakan-akan Paulus menggunakan hubungan dalam pernikahan manusia, yang dipelajari dari Kejadian 2, untuk menjelaskan dan menggambarkan hubungan antara Kristus dan gereja/jemaatNya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi saat kita melihatnya seperti itu, ada suatu hal yang sangat penting yang perlu dicermati.  Hal ini membawa kita kembali pada surat Efesus 5:32.  Setelah mengutip dari Kejadian 2:24 tentang laki-laki dan perempuan yang menjadi satu daging, Paulus berkata, “Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat.”  Pernikahan adalah sebuah rahasia.  Ada hal yang lebih dari sekedar mengarahkan target ke tujuan dari pernikahan itu sendiri. Apakah hal yang lebih itu?  Saya berpikir begini: Tuhan tidak menciptakan persekutuan antara Kristus dan jemaat setelah pola pernikahan manusia diciptakan; tetapi sebaliknya, Tuhan menciptakan pernikahan manusia pada pola hubungan Kristus dan jemaatNya.  Rahasia besar dalam kitab Kejadian 2:24 adalah bahwa pernikahan  yang di gambarkan adalah perumpamaan atau symbol dari hubungan Kristus dengan orang-orang pilihanNya.  Tuhan tidak melakukan sesuatu semaunya sendiri dan tanpa tujuan.  Setiap hal mempunyai tujuan dan arti.  Setelah Tuhan berkehendak untuk menciptakan laki-laki dan perempuan dan menciptakan lembaga pernikahan, Tuhan tidak melempar dadu atau mencabut sedotan atau melempar koin untuk melakukan hal selanjutnya.  Semua hal yang terjadi bukan atas dasar kebetulan, tetapi sangat jelas bahwa Tuhan menciptakan pola pernikahan itu dengan suatu tujuan yang telah direncanakanNya dari awal mulanya, setelah adanya hubungan antara PuteraNya dan jemaatNya.  Dan dengan demikian, pernikahan adalah rahasia – karena pernikahan itu mengungkapkan dan mengandung arti jauh lebih besar dari yang sekedar kita lihat dari luar. Apa yang sudah Tuhan persatukan hendaknya mencerminkankan persekutuan antara PuteraNya dan jemaat/gereja sebagai mempelaiNya.  Bagi anda sekalian yang sudah menikah, hendaknya anda terus menerus melihat lebih dalam lagi  betapa indah dan misteriusnya saat Tuhan menganugerahkan kehormatan untuk kembali menggambarkan kehebatan tentang kenyataan ilahi yang begitu besar dan dahsyat, yang melebihi kenyataan kita sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Menggambarkan Kristus dan JemaatNya'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang apa implikasi praktis dari rahasia pernikahan ini?  Saya akan menyebutkan dua hal yang mendominasi bagian dari kitab Efesus.  Pertama, ''bahwa suami dan istri harus secara sadar meniru hubungan yang Tuhan ciptakan antara Kristus dan jemaatNya''.  Kedua, bahwa dalam pernikahan, masing-masing pasangan harus mengejar sukacitanya yang juga menjadi sukacita pasangannya, yaitu, bahwa pernikahan harus menjadi nilai dalam Hedonisme Kristen.  &lt;br /&gt;
Pertama, pola apa yang telah Tuhan tetapkan bagi para suami dan istri saat Dia mengatur dan menciptakan pernikahan sebagai perumpamaan atau gambaran yang penuh rahasia dari hubungan Kristus dan jemaatNya? Rasul Paulus menyebutkan dua hal, satu untuk suami dan satu untuk istri.  Bagi para istri, tertulis dalam ayat 22-24.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hai istri, tunduklah pada suamimu, seperti kepada Tuhan.  Karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat.  Dialah yang menyelamatkan tubuh.  Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut pola ilahi, isteri bertugas mengambil bagian dengan keunikannya dari tujuan gereja.  Sebagaimana gereja tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami.  Gereja tunduk kepada Kristus sebagai kepalanya.  Ayat 23: “Suami adalah kepala isteri sebagaimana Kristus adalah kepala jemaat.” Menjadi kepala (Kepemimpinan) mengandung paling tidak dua hal: Kristus adalah penyedia/pemberi atau Juru Selamat, dan Kristus adalah Pemimpin atau pemegang kekuasaan.  Kepala digunakan dalam dua kesempatan yang lain dalam kitab Efesus.  Efesus 4:15, 16 menggambarkan kepala sebagai penyedia/pemberi dan Efesus 1:20 – 23 menggambarkan kepala sebagai pemegang kekuasaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
….. tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal kearah Dia, Kristus yang adalah kepala.  Dari padaNyalah seluruh tubuh, - yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota – menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya di dalam kasih. (4:15, 16)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala adalah tujuan kita bertumbuh dan pemberi pertumbuhan yang kita alami.  Kemudian, kita lihat Efesus 1:20 – 23,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…..yang dikerjakanNya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kananNya di surga, jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan di dunia yang akan datang.  Dan segala sesuatu telah diletakkanNya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikanNya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada.  Jemaat yang ada adalah tubuhNya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Tuhan membangkitkan Dia dari antara orang mati, Dia menjadikanNya Kepala dalam arti memberiNya kuasa dan kekuasaan mengatasi segala bentuk aturan dan penguasa dan kekuasaan dan pemerintahan.  Dengan demikian, dari konteks Efesus, penempatan suami sebagai kepala mengandung makna bahwa sebisa mungkin dia harus menerima tanggung jawab yang lebih besar untuk menyediakan segala apa yang dibutuhkan isterinya (yang meliputi kebutuhan material, tetapi juga perlindungan dan kasih, dan dia harus menerima tanggung jawab yang lebih besar dalam hal otoritas, kekuasaan dan kepemimpinan dalam sebuah keluarga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, hal yang tertulis dalam ayat 24, “Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.”  Arti dasar dari penyerahan diri atau tunduk adalah: mengakui dan menghormati tanggung jawab yang lebih besar yang dimiliki suami untuk menyediakan perlindungan dan pemeliharaan;  membuang segala otoritas dan kekuasaanya dan memberikannya kepada Kristus dan selalu sejalan dalam kepemimpinanNya.  Alasan saya mengemukakan  arti penyerahan seperti itu mengandung arti ''membuang'' dan memberikan dan terus menempel untuk mengikuti, frase kecil tersebut secara aslinya memuat “kepada Tuhan” yang di ayat 22 tidak tertulis saat menyebut penyerahan.  Tidak seorang isteri pun bisa menggantikan kekuasaan Kristus dengan kekuasaan suaminya.  Dia tidak boleh menyerahkan dan mengikuti suaminya apabila suaminya berbuat dosa.  Tetapi bahkan seorang isteri Kristen yang berdiri teguh di dalam Kristus dan menentang keinginan dosa dari suaminya, masih bisa memiliki roh penyerahan.  Dia bisa menunjukkan dengan sikap dan perbuatannya bahwa dia tidak menyetujui perbuatan suaminya dan dia rindu agar suaminya membuang dan menjauhi dosa-dosa tersebut sehingga suaminya bisa kembali memimpinnya di dalam kebenaran sehingga penyerahan dirinya untuk menghormati suaminya bisa kembali membuahkan keharmonisan.  Maka dari itu, rahasia perumpamaan dalam pernikahan, isteri bertugas menjalankan peran secara khusus dari maksud Tuhan terhadap jemaat dalam hubungannya dengan Kristus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang kepada para suami, Rasul Paulus berkata, jalankan tugas khususmu dari Kristus. Ayat 25, “Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diriNya baginya.”  Apabila suami adalah kepala isteri seperti yang tertulis dalam ayat 23, biarlah para suami mempunyai pemahaman bahwa hal ini memiliki arti dasar suami akan memimpin dengan kasih yang demikian yang bersedia mati untuk memberikan hidupnya.  Sebagaimana Tuhan Yesus katakan dalam Lukas 22:26, “Tetapi kamu tidaklah demikian, melainkan yang terbesar diantara kamu hendaklah menjadi yang paling muda dan pemimpin sebagai pelayan.”  Seorang suami yang hanya duduk di depan TV dan menyuruh isterinya melakukan ini dan itu seperti seorang budak telah merendahkan Kristus dan kehendakNya.  Kristus telah merendahkan diriNya dengan handuk dan membasuh kaki murid-muridNya.  Tirulah Kristus, Jangan tiru Jabba si Hutt.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sangat benar bahwa dalam ayat 21 termuat seluruh bagian yang mencangkup arti ''saling menyerahkan diri''.  “Tunduklah satu sama lain seperti kalian tunduk pada Kristus.”  Tetapi kalau kita melihat ayat ini, cara Kristus menyerahkan diriNya kepada jemaat dan cara jemaat menyerahkan diriNya kepada Kristus adalah sama.  Jemaat menyerahkan diriNya kepada Kristus dengan jalan menyangkal dirinya dan mengikut kepemimpinanNya.  Saat Kristus berkata, “Biarlah pemimpin itu menjadi pelayan.” Dia tidak bermaksud bahwa pemimpin itu harus berhenti menjadi pemimpin.  Bahkan saat Dia membungkuk membasuh kaki murid-muridNya, semua orang mengetahui siapa pemimpin di tempat itu.  Hal yang sama juga adalah setiap suami Kristen harus melakukan kewajibannya dengan sungguh-sungguh dibawah kaki Tuhan yang menyediakan visi moral dan kepemimpinan roh sebagai pelayan yang rendah hati untuk isteri dan keluarganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi implikasi yang pertama tentang rahasia pernikahan sebagai pencerminan hubungan Kristus dengan jemaatNya adalah bahwa isteri harus melakukan tugas istimewanya sebagai perwujudan gereja/jemaat dan suami juga melakukan tugas istimewanya sebagai perwujudan Kristus.  Apabila anda menemukan pernikahan yang seperti itu, anda akan menemukan dua orang yang paling berbahagia di dunia, karena kehidupan mereka berasal dari Firman Tuhan dalam Alkitab dan Firman Tuhan dalam Yesus Kristus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Mengejar sukacita di dalam sukacita yang dimiliki Pasangan'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Implikasi terakhir yang sangat praktis dari rahasia pernikahan: ''suami dan isteri harus mengejar sukacita mereka masing-masing yang hanya berada dalam sukacita pasangan''.  Jarang sekali ditemukan ayat yang lebih Hedonistik di dalam Alkitab daripada Efesus 5:25 – 30.  Sangat jelas tertulis dalam ayat ini bahwa banyaknya kesedihan dan dukacita di dalam pernikahan bukan karena para suami dan isteri mencari kesenangan masing-masing, tetapi mereka tidak mencarinya di dalam kesenangan pasangan mereka.  Tetapi ayat ini mengingatkan kita agar mencarinya di dalam kesenangan dan sukacita pasangan kita, karena Kristus juga melakukan hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, perhatikan contoh Kristus di dalam ayat 35 – 27:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya. Untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman, supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diriNya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela. “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kristus mati untuk jemaat agar Dia bisa mempersembahkan seorang mempelai yang cantik dan indah pada diriNya sendiri.  Dia melewati kesengsaraan salib untuk sukacita pernikahan yang sudah direncanakan untukNya.  Tetapi apakah yang menjadi sukacita utama dari suatu gereja? Bukankah sukacita utama itu adalah saat-saat dipersembahkannya mempelai yang cantik di dalam tahta Tuhan?  Dengan demikian, Kristus mencari sukacitaNya di dalam sukacita jemaat.  Sehingga, contoh Kristus yang diberikan kepada para suami adalah untuk mencari sukacitanya di dalam sukacita isterinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat 28 membuat penerapan ini menjadi lebih jelas.  “Dengan demikian suami harus mengasihi isteri sama seperti tubuhnya sendiri: siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri.  Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri tetapi mengasuhnya dan merawatnya.”  Rasul Paulus mengakui juga salah satu landasan Hedonisme Kristen: Tidak ada orang yang membenci dirinya sendiri. Bahkan orang-orang yang melakukan bunuh diri pun melakukannya untuk menghindari atau lari dari kesedihan. Secara alami, kita mencintai diri kita sendiri, kita akan melakukan hal-hal yang  akan membuat kita bahagia.  Dan Rasul Paulus tidak membangun bendungan dalam sungai Hedonisme; melainkan dia membangun salurannya.  Dia berkata, “Suami dan istri, ketahuilah bahwa di dalam pernikahan kalian sudah menjadi satu daging; sehingga, apabila kamu hidup dengan kesenanganmu sendiri diatas pengurbanan pasanganmu, kamu hidup membenci dirimu sendiri dan berakhir dengan menghancurkan sukacita terbesarmu sendiri.  Tetapi apabila kamu menyerahkan dirimu dengan sepenuh hatimu di dalam sukacita kudus yang dimiliki pasanganmu, kamu juga akan hidup untuk sukacitamu dan membuat sebuah pernikahan seperti gambaran Kristus dan jemaatnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun kesaksian pribadi saya tidak akan memberikan kontribusi dalam Firman Tuhan, tetapi saya akan tetap memberikan kesaksian saya.  Saya menemukan Hedonisme Kristen pada tahun 1968, yaitu pada tahun yang sama saat saya menikah.  Selama 15 tahun Noel dan saya, dalam ketaatan kepada Kristus, telah mengejar sukacita terdalam sebisa mungkin yang sanggup sami lakukan.  Semuanya sangat tidak sempurna, kadang-kadang semuanya dilakukan dengan setengah hati, kami sudah mencoba mencari sukacita kami sendiri dalam sukacita pasangan bagaikan seorang pemburu.  Dan kami bisa bersaksi bersama: itulah hadiah.  Dan kami percaya bahwa dengan membuat pernikahan sebagai nilai di dalam Hedonisme Kristen, masing-masing kami memenuhi peran yang sudah ditentukan, rahasia pernikahan yang bagaikan hubungan Kristus dan jemaatNya terwujud untuk kemuliaanNya. Amin.&lt;/div&gt;</description>
			<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 14:47:19 GMT</pubDate>			<dc:creator>JoyaTeemer</dc:creator>			<comments>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Pembicaraan:Pernikahan:_Sebuah_Matriks_dari_Hedonisme_Kristen</comments>		</item>
		<item>
			<title>Alkitab: Sukacita bagi Hedonisme Kristen</title>
			<link>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Alkitab:_Sukacita_bagi_Hedonisme_Kristen</link>
			<description>&lt;p&gt;JoyaTeemer: ←Membuat halaman berisi '{{info|The Bible: Kindling for Christian Hedonism}}  &amp;lt;blockquote&amp;gt;'''Mazmur 19:7 – 11'''&amp;lt;br&amp;gt; “Taurat Tuhan itu sempurna,&amp;lt;br&amp;gt; menyegarkan jiwa;&amp;lt;br&amp;gt; Peraturan Tuhan itu ...'&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|The Bible: Kindling for Christian Hedonism}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;'''Mazmur 19:7 – 11'''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
“Taurat Tuhan itu sempurna,&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
menyegarkan jiwa;&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Peraturan Tuhan itu teguh,&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman.&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Titah Tuhan itu tepat, &amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
menyukakan hati;&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
perintah Tuhan itu murni,&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
membuat mata bercahaya&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Takut akan Tuhan itu suci,&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Tetap ada untuk selamanya&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Hukum-hukum Tuhan itu benar, adil semuanya,&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Lebih indah daripada emas&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
bahkan daripada emas tua&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
dan lebih manis daripada madu&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
bahkan dari pada madu dari tetesan sarang lebah&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Lagipula hambaMu diperingatkan oleh semuanya itu,&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
dan orang yang berpegang padanya mendapat upah yang besar.”&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hedonisme Kristen sangat menyadari bahwa setiap hari bersama Yesus tidaklah lebih manis dari hari hari sebelumnya.”  Ada beberapa hari  bersama Yesus yang kita rasakan asam bagai buah persimmons. Ada pula beberapa hari bersama Yesus yang kita merasa sangat sedih, seakan hancur robek hati kita ini.  Ada yang lain lagi saat bersama Yesus, ketakutan kita malah berubah menjadi ikatan tali-temali yang tak akan pernah berakhir.  Beberapa hari bersama Yesus kita merasa sangat depresi dan putus asa, sehingga kita hanya ingin duduk di rerumputan antara garasi dan rumah dan menangis sejadi-jadinya. Bersama Yesus setiap hari tidaklah lebih manis dari hari-hari sebelumnya.  Kita tahu hal itu dari pengalaman dan dari Alkitab.  Karena Firman Tuhan katakan (dalam Mazmur 19:7), “Taurat Tuhan itu sempurna, menyegarkan jiwa.”  Jadi, sesuai dengan apa yang tertulis di Alkitab, apabila hari-hari bersama Yesus terasa lebih manis dari hari sebelumnya, maka kita tidak perlu disegarkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Alkitab Sumber Sukacita'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan Raja Daud memuji Tuhan dengan kata-kata, “Dia membimbingku ke air yang tenang. Dia menyegarkan jiwaku,” adalah karena sebelumnya dia merasakan kesedihan. Ada hari-hari tertentu dimana dia merasa jiwanya perlu disegarkan.  Frase yang sama digunakan dalam Mazmur 19:7-“ Taurat Tuhan itu sempurna, menyegarkan jiwa.” Kehidupan Kristen yang Normal adalah pengulangan proses ‘penyegaran’ dan ‘pembaharuan’.  Sukacita kita tidak statis.  Sukacita itu naik turun bersama kehidupan nyata. Ibarat Kapal perang Libanon yang melakukan bom bunuh diri,  semudah itu pula Setan akan menghancurkan sukacita yang kita miliki. Saat Rasul Paulus berkata dalam 2 Korintus 1:24,”Bukan karena kami mau memerintahkan apa yang harus kamu percayai, karena kamu berdiri teguh di dalam imanmu.  Sebaliknya kami mau turut bekerja dalam sukacitamu.” Kita harus menekankannya dengan cara seperti ini: Kami adalah pekerja yang bekerja bersama anda untuk sukacita anda.” Cara kita mempertahankan sukacita di dalam Tuhan memerlukan kerja dan usaha, yaitu perjuangan.  Musuh kita si iblis mengincar seperti singa meraung, dan dia mempunyai keinginan untuk menghancurkan satu hal: sukacita iman.  Namun Roh Kudus sudah memberikan perisai kepada kita, perisai yang disebut iman, dan pedang yang disebut Firman Tuhan dan kuasa yang disebut doa untuk mempertahankan dan meluaskan sukacita kita.  Atau, kita ubah gambarannya, saat Setan menyemburkan api dan mengompori dan mencoba mengambil api sukacita anda, anda masih memiliki persediaan sumber sukacita yang tiada akhir dalam Firman Tuhan.  Dan walaupun ada hari-hari saat kita merasa setiap cerobong jiwa kita merasa tidak hangat, tetapi saat kita merayap ke dalam Firman Tuhan dan menjerit untuk didengarkan, abu-abu kedinginan itu akan terangkat dan sepercik api kecil kehidupan akan terus dikipasi agar semakin besar, karena, “Taurat Tuhan itu sempurna, menyegarkan jiwa.” Alkitab adalah Sumber Sukacita bagi Hedonisme Kristen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuan saya pagi ini adalah untuk mendorong anda untuk mengenakan pedang Roh, Firman Tuhan, dan untuk menggunakan kuasa itu untuk mempertahankan sukacita anda di dalam Tuhan.  Ada tiga langkah yang kita perlukan untuk merangkak dan memanjat bersama.  Pertama, kita harus tahu mengapa kita menerima Alkitab sebagai Firman Tuhan.  Hampir seluruh orang di dunia akan setuju bahwa apabila satu-satunya Tuhan sudah berkata, maka celakalah siapa  yang tidak memperdulikannya.  Tetapi sangat sedikit orang yang benar-benar percaya bahwa Alkitab adalah Firman / perkataan dari Tuhan yang hidup. Atau juga mereka membutuhkan banyak alasan untuk mempercayainya.  Kedua, kita perlu melihat contoh-contoh yang membangkitkan semangat hidup tentang Alkitab yang merupakan sumber dan pertahanan sukacita kita.  Ketiga, kita perlu mendengar sebuah tantangan praktis untuk memperbaharui saat teduh kita setiap hari dalam Firman Tuhan, dan untuk mengikat pedang itu sehingga selalu dekat disamping kita dan melingkar pada tangan kita sehingga kita tak akan pernah jauh darinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Yesus – Dasar kita untuk bermegah di dalam Alkitab'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1)Dalam keterbatasan waktu yang kita miliki, mungkin cara terbaik yang akan saya lakukan sebagai langkah pertama adalah memberikan pernyataan kepada anda kenapa saya menerima Alkitab sebagai Firman Tuhan.  Dasar rasa percaya diri saya adalah Yesus Kristus.  Anda tidak perlu mempercayai dulu bahwa Alkitab itu selalu benar, tetapi perlu anda pahami dahulu bahwa Alkitab berisi dengan sebuah sejarah seseorang yang tidak tertandingi kualitasnya.  Terlepas dari adanya kemungkinan yang menganggap sejarah Tuhan Yesus yang adalah artis yang Conservatif atau seseorang yang bodoh, bagi saya sangat jauh sehingga saya tenggelam mengakui bahwa Dia adalah kebenaran.  Apa yang dikatakannya bukanlah propaganda atau tipuan atau anggapan yang tidak waras.  Dia berbicara dengan otoritas, mengampuni dosa, menyembuhkan orang sakit, mengusir setan, menembus hati orang-orang yang tidak sepaham dengannya, mengasihi musuhnya, mati untuk para umat yang berdosa dan meninggalkan kubur kosong, bukan karena dia menarik perhatian dunia tetapi karena Dialah Putra Allah yang hidup selama-lamanya yang telah datang untuk menyelamatkan  dunia.  Dia sudah memenangkan rasa percaya saya melalui firmanNya dan apa yang telah dilakukanNya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari pembicaraan kita tentang Yesus, saya beralih mundur ke Perjanjian Lama dan maju ke Perjanjian Baru.  Keempat kitab Injil menyajikan bukti yang berbeda bahwa Yesus menganggap Perjanjian Lama adalah firman Tuhan.  Dalam kitab Mateus 5:17 Yesus berkata bahwa Dia datang bukan untuk menghapuskan Hukum Taurat dan kitab para Nabi, dan di Mateus 22:29 Dia berkata bahwa para Saduki melakukan kesalahan karena mereka tidak memahami Alkitab.   Dalam Markus 7: 8-9 Yesus mempertentangkan tradisi yang dibuat manusia dengan perintah Tuhan dalam Perjanjian Lama.  Dalam Lukas 24:44 Yesus mengatakan kepada para Rasul bahwa segala sesuatu yang tertulis tentang Dia dalam hukum Musa dan Kitab para Nabi dan juga kitab Mazmur harus dipenuhi.  Dan dalam Yohanes 10:35 Dia berkata dengan jelas, “Firman Tuhan tidak bisa dimusnahkan.”  Dengan demikian, saya membaca Perjanjian Lama sebagai firman Allah karena Yesus juga demikian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Enam Pengamatan pada Kitab Perjanjian Baru'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Tuhan Yesus tidak berada di dunia untuk masuk ke dalam Kitab Perjanjian Baru.  Rasa percaya diri saya pada Kitab Perjanjian Baru sebagai Firman Tuhan saya dasarkan pada pengamatan yang saya lakukan  untuk memberikan dasar percaya diri yang sangat bagus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1)Tuhan Yesus memilih dua belas rasul untuk menjadi wakilNya yang memiliki otoritas dalam membangun gereja.  Pada akhir hidupNya di dunia Dia berjanji, “Roh Kudus …. Akan mengajarkan kepadamu segala sesuatu dan akan mengingatkan kamu tentang akan semua yang telah Kukatakan kepadaMu.” (Yohanes 14:26, 16:13)&lt;br /&gt;
2)Kemudian Rasul Paulus, yang berbalik 180 derajat dari orang yang menganiaya dan membunuh orang Kristen menjadi seseorang yang menganggap tuntutan iman sebagai penjelasan yang istimewa, menjelaskan bahwa dia (dan rasul-rasul yang lain) sudah diutus oleh Kristus yang bangkit untuk mengabarkan Injil “dalam kata-kata yang diajarkan bukan dari hikmat manusia, melainkan hikmat Roh Kudus.” (1 Korintus 2:13).  Perkiraan-perkiraan Kristus digenapi oleh inspirasi ini.  &lt;br /&gt;
3) Rasul Petrus menguatkan hal ini dalam  suratnya yang kedua, 2 Petrus 3:16 dengan mengutip tulisan Rasul Paulus dalam kategori yang sama dengan hal-hal yang telah diinspirasi (2 Petrus 1:21) oleh tulisan-tulisan dalam Kitab Perjanjian Lama.  &lt;br /&gt;
4)Semua tulisan yang termuat dalam Kitab Perjanjian Baru berasal dari tulisan-tulisan yang sudah ada sebelumnya, yaitu tentang pewahyuan khusus, dan tulisan-tulisan tersebut ditulis oleh Rasul-rasul dan orang-orang yang dekat dengan mereka.&lt;br /&gt;
5) Isi yang terkandung dalam dalam kitab-kitab ini memiliki lingkaran kebenaran karena sangat cocok dengan kenyataan hidup yang sebenarnya.  Isi tentang Kekudusan Tuhan dan keberdosaan manusia di satu sisi, dan kemudian kematian Kristus dan kebangkitanNya sebagai harapan kita satu-satunya pada sisi yang lainya-pesan tersebut sangat tepat dan sesuai dengan kenyataan yang kita lihat dan harapan yang kita nanti-nantikan dan yang belum kita lihat.&lt;br /&gt;
6) Terakhir, seperti yang tertulis dalam Katekismus Baptis, “Bukti-bukti yang tertulis dalam Alkitab itu adalah firman Tuhan sendiri … kuasaNya mengubah pendosa dan menjadikannya kudus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan alasan-alasan ini, saat saya membaca Kitab Perjanjian Lama dan Baru, saya membacanya sebagai firman Tuhan.  Tuhan tidak membisu dalam kehidupan saya.  Dia berbicara, bahkan tentang hal-hal yang sangat spesifik, tentang segala sesuatu.  Saya menganggapnya sebagai suatu tindakan tunggal-Nya yang berbelas kasih bahwa Dia telah memilih saya agar kehidupan saya terjadi untuk memahami firmanNya dan mengajar gerejaNya.  Pada saat Alkitab berbicara, saat itulah Tuhan berbicara.  Artinya segala sesuatu yang dikatakan tentang Tuhan dalam Alkitab bisa diterapkan dalam Alkitab.  Dan saya benar-benar telah meluap dengan sukacita dalam menyiapkan pesan ini, yaitu bahwa Alkitab harus berbicara tentang nilai Firman Tuhan.  Betapa berharganya harta yang kita miliki dalam Firman Tuhan! “…lebih indah dari pada emas, bahkan daripada banyak emas tua, lebih manis daripada madu, bahkan daripada madu tetesan dari sarang lebah” (Mazmur 19:11)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Firman Tuhan adalah Kehidupan Anda'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2) Yang membimbing kita pada langkah kedua pagi ini, yaitu beberapa contoh yang menyatakan betapa Alkitab telah memberikan nilai yang begitu besar kepada kita.  Mengapa kehidupan yang selalu merenungkan tulisan-tulisan kudus ini adalah kehidupan yang bersukacita?  Sebagian besar hal spesifik yang ingin saya berikan kepada anda mungkin akan anda lupakan dengan segera, tetapi keseluruhan pengaruh nilai Alkitab yang begitu kuat akan membuat anda selalu ingin membacanya lebih sering dan teratur, lebih dalam dan lebih bersukacita.  Pertimbangkan keuntungan-keuntungan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kitab Ulangan 32:46-47 Musa berkata, “Perhatikanlah segala perkataan yang kuperingatkan kepadamu pada hari ini, supaya kamu memerintahkannya kepada anak-anakmu untuk melakukannya dengan setia perkataan hukum Taurat ini.  Sebab perkataan ini bukanlah perkataan hampa bagimu, tetapi itulah hidupmu.”  Alkitab bukanlah perkataan hampa; tetapi Alkitab adalah masalah hidup mati anda.  Apabila anda memperlakukan Firman Allah sebagai perkataan yang hampa, anda menghampakan kehidupan anda.  Kehidupan fisik kita bergantung pada Firman Tuhan karena dengan FirmanNya lah kita diciptakan (Mazmur 33:9, Ibrani 11:3) dan “…dan menopang segala yang ada dengan firmanNya” (Ibrani 1:3).  Kehidupan roh kita dimulai dari firman Tuhan, Yakobus 1:18, “Atas kehendakNya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran.”  “Karena kamu telah dilahirkan kembali … oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.” (1 Petrus 1:23).  Dan tidak saja kita mulai hidup dengan Firman Tuhan, tetapi kita terus hidup oleh Firman Tuhan: “Manusia tidak hanya hidup dari roti saja, tetapi oleh setiap firman yang keluar dari mulut Allah” (Mateus 4:4; Keluaran 8:3).  Kehidupan fisik kita diciptakan dan ditopang oleh firman Allah, dan kehidupan pribadi roh kita dilahirkan kembali dan dihidupkan oleh firman Allah.  Dengan demikian, Alkitab” bukanlah perkataan hampa bagimu, itulah  hidupmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Firman Tuhan adalah satu-satunya Iman dan Harapan'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Firman Tuhan memenangkan dan memelihara kehidupan karena firman Tuhan memenangkan dan memelihara iman. “Hal-hal ini dituliskan,” kata Yohanes “agar kamu percaya bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah dan bahwa dengan percaya kepadaNya kamu akan hidup oleh namaNya.” (Yohanes 20:31). Rasul Paulus menulis, “Iman timbul dari pendengaran.” “dan pendengaran akan firman Kristus.” (Roma 10:17).  Iman memulai kehidupan kita dalam Kristus dan iman yang terus menghidupkan kita oleh pendengaran akan Firman Tuhan.  Jika iman merupakan suatu hal kekal yang penting dalam hidup keseharian anda, demikian juga seharusnya dengan Alkitab.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kadang-kadang iman dan pengharapan adalah sinonim dalam Alkitab. “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan.” (Ibrani 11:1). Tanpa pengharapan dimasa mendatang  hidup kita tidak punya semangat dan tertekan dan sukacita kita menjadi kering.  Pengharapan adalah hal yang sangat penting untuk mendapatkan sukacita dalam Tuhan (Roma 15:13).  Dan bagaimana kita menjaga pengharapan kita ini?  Pemazmur menuliskannya seperti ini, (78:5-7), “Telah ditetapkanNya peringatan di Yakub, dan hukum Taurat diberiNya di Israel, nenek moyang kita diperintahkanNya untuk memperkenalkannya kepada anak-anak mereka … supaya mereka menaruh kepercayaan kepada Allah.” Rasul Paulus menuliskannya dengan lebih jelas, “ Sebab apa yang telah ditulis dahulu telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dalam kitab suci.” (Roma 15:4). Keseluruhan isi Alkitab memuat kuasa dan tujuan ini: untuk memunculkan pengharapan dalam setiap hati umat Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Firman Tuhan Membebaskan dan Memberi Hikmat'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu elemen kehidupan penting lainnya adalah kebebasan. Tidak seorangpun dari kita akan merasa senang jika kita terbelenggu oleh apa yang kita&lt;br /&gt;
benci dan malah tidak memiliki apa yang kita sukai.  Dan dimana kita mendapatkan kebebasan yang sejati? Mazmur 119:45 berkata, “Aku hendak hidup dalam kelegaan sebab aku mencari titah-titahMu.” Dan Yesus berkata, “dan kamu akan mengetahui kebenaran dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” (Yohanes 8:32). Dan jika kita belum juga mengerti, Dia juga  berkata lagi kemudian dalam Yohanes 17:17, “Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firmanMu adalah kebenaran.” Firman Allah adalah kebenaran ilahi yang membebaskan kita dari segala bentuk penipuan.  Firman itu mematahkan kuasa kesenangan yang menjerumuskan, dan membebaskan kita dari batu sandungan kedalam kebodohan dosa.  “FirmanMu adalah pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” (Mazmur 119:105). “Dalam hatiku aku menyimpan janjiMu supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.” (Mazmur 119:11, cf ayat 9).  Janji-janji Tuhan itu membebaskan, kuasa yang membimbing pada kehidupan ilahi. “dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.” (2 Petrus 1:4 cf. Yohanes 15:3).  Kebebasan, bimbingan, keserupaan dengan Tuhan – semuanya itu menjadi milik kita saat kita merenungkan dan mempercayai Firman Tuhan, Alkitab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, Alkitab tidak menjawab setiap detil pertanyaan mengenai kehidupan.  Setiap tanda lalulintas di jalan raya tidak memiliki panah yang menunjuk khusus ke Alkitab.  Kita perlu memakai hikmat kita sendiri untuk membacanya.  Tetapi hal itu juga, merupakan karunia Firman.  Seperti halnya tertulis,”Peraturan Tuhan itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tidak berpengalaman.” (Mazmur 19;7 cf 119:98).  Orang yang pikirannya dipenuhi oleh firman Tuhan  dan menyerahkan seluruh isi pikirannya, memiliki hikmat yang selamanya akan membuktikan bahwa ia unggul dalam segala hikmat sekuler apapun di dunia ini.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Firman Tuhan Menyegarkan dan Menghibur'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi keinginan kita yang bengkok dan persepsi kita yang tidak sempurna menyebabkan kita berada lagi dalam waktu, tindakan dan situasi yang merugikan.  Hari itu tentu tidak semanis hari sebelumnya, dan kita perlu disegarkan dan dihibur.  Dimana kita bisa berbalik mencari penghiburan?  Kita bisa mengikuti pemazmur lagi: “Inilah penghiburanku dalam sengsaraku, bahwa janjiMu menghidupkan aku… aku ingat hukum-hukummu yang dahulu kala, ya Tuhan, maka terhiburlah aku.” Mazmur 119:50, 52)  Dan bila kegagalan dan kesengsaraan kita mengancam keyakinan iman kita, kemanakah kita berbalik untuk membangun keyakinan itu?  Yohanes mengundang kita untuk berbalik pada Firman Tuhan: “Semuanya itu kutuliskan kepadamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu bahwa kamu memiliki hidup yang kekal.” (1 Yohanes 5:13). Alkitab ditulis untuk memberikan dukungan keyakinan akan kehidupan kekal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuan setan yang nomor satu adalah untuk menghancurkan sukacita iman anda.  Anda mempunyai satu senjata untuk bertahan: Pedang dari Roh Kudus, Firman Tuhan (Efesus 6:17).  Tetapi yang sering gagal disadari oleh kebanyakan orang Kristen adalah bahwa anda tidak bisa mencabut pedang tersebut dari orang lain.  Anda harus mengenakannya sendiri dalam diri anda, jika anda tidak mengenakannya, jika Firman Tuhan tidak ada pada diri anda (Yohanes 15:7), seberapa kuatpun usaha anda untuk meraihnya akan sia-sia. Jika anda tidak mengenakannya, anda tidak akan bisa bertahan.  Tetapi apabila anda mengenakannya, anda akan menjadi prajurit yang gagah perkasa! “Aku menuliskan kepadamu, hai orang-orang muda, karena kamu kuat dan firman Allah diam di dalam kamu dan kamu telah mengalahkan yang jahat.” (1 John 2:14)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Serahkan diri anda seutuhnya kepada Firman Allah'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3) Maka, Alkitab adalah Firman Tuhan, dan firman Tuhan bukanlah sekedar perkataan yang kosong belaka.  Firman Tuhan adalah sumber kehidupan dan iman dan pengharapan dan kebebasan dan bimbingan dan hikmat dan penghiburan dan dukungan akan keyakinan dan kemenangan mengalahkan musuh terbesar kita.  Adakah hal lain yang masih diragukan apabila orang yang paling mengerti pun mengatakan,”Taurat Tuhan itu sempurna, menyegarkan jiwa” (Mazmur 19:8)? “Aku akan bergemar dalam ketetapan-ketetapanMu, firmanMu tidak akan kulupakan.” (Mazmur 119:16). “Peringatan-peringatanMu adalah milik pusakaku selama-lamanya, sebab semuanya itu kegirangan hatiku.” (Mazmur 119:111). “Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataanMu, maka aku menikmatinya; firmanMu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab namaMu telah diserukan atasku, ya Tuhan Allah semesta alam.” (Jeremiah 15:16). Tetapi apakah kita akan mengejar sukacita ini seperti para pengikut Hedonisme Kristen? Apakah kita akan melemparkan sumber Firman Tuhan ini kedalam api sukacita yang membara? Tentu saja, kita akan melakukannya.  Karena Tuhan sendiri telah berfirman, “Semuanya ini Kukatakan kepadamu supaya sukacitaKu ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.” (Yohanes 15:11)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada hari Minggu Reformasi ini saya tandaskan lagi kepada anda untuk tidak membiarkan darah para martir tertumpah sia-sia.  Jangan biarkan pengorbanan Martin Luther, Melanchthon, Calvin dan Zwingli menjadi sia-sia.  Tuhan membangkitkan mereka untuk mengabarkan Firman yang Kudus kepada kita.  Kita menghina Tuhan dan menyinggung orang-orang kudusNya jika kita memperlakukan Alkitab sebagai suatu perkataan yang hampa dalam kehidupan kita.  Martin Luther tahu sebagaimana orang yang pernah hidup pun juga tahu bahwa setiap hari bersama Yesus tidaklah lebih manis dari hari-hari sebelumnya.  Dan menurut Roland Bainton, dia menuliskan kata-kata ini dalam tahun-tahun depresinya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Dan walaupun dunia ini dipenuhi oleh setan-setan,&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Tak seharusnya kita merasa terancam,&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Kita tak akan merasa takut, karena Tuhan sudah berkehendak,&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
KebenaranNya yang memberikan kemenangan berada dalam kita,&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Pangeran kegelapan mengeram,&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Tak gentar kita terhadapnya – &amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Serangannya bisa kita tahan&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Karena kekalahannya sudah pasti&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Saat satu kata firman dilemparkan padanya.&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;/div&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 21:07:47 GMT</pubDate>			<dc:creator>JoyaTeemer</dc:creator>			<comments>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Pembicaraan:Alkitab:_Sukacita_bagi_Hedonisme_Kristen</comments>		</item>
	</channel>
</rss>