<?xml version="1.0"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" href="http://id.gospeltranslations.org/w/skins/common/feed.css?239"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
		<id>http://id.gospeltranslations.org/w/index.php?feed=atom&amp;target=Yahya_Kristiyanto&amp;title=Istimewa%3AKontribusi_pengguna%2FYahya_Kristiyanto</id>
		<title>Gospel Translations Indonesian - Kontribusi pengguna [id]</title>
		<link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://id.gospeltranslations.org/w/index.php?feed=atom&amp;target=Yahya_Kristiyanto&amp;title=Istimewa%3AKontribusi_pengguna%2FYahya_Kristiyanto"/>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Istimewa:Kontribusi_pengguna/Yahya_Kristiyanto"/>
		<updated>2026-04-04T22:28:02Z</updated>
		<subtitle>Dari Gospel Translations Indonesian</subtitle>
		<generator>MediaWiki 1.16alpha</generator>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Pemberian_Tuhan_yang_Dunia_Tidak_Layak_Menerimanya:_Orang-orang_Kristen_yang_Menderita</id>
		<title>Pemberian Tuhan yang Dunia Tidak Layak Menerimanya: Orang-orang Kristen yang Menderita</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Pemberian_Tuhan_yang_Dunia_Tidak_Layak_Menerimanya:_Orang-orang_Kristen_yang_Menderita"/>
				<updated>2019-10-21T06:03:55Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Yahya Kristiyanto: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{ info | God's Undeserved Gift to the World: Christian Sufferers}}''Renungan dari Ibrani 11:37-39'' &lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;'''Ibrani 11:37-39'''&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&amp;lt;blockquote&amp;gt;Mereka dilempari, digergaji, dibunuh dengan pedang; mereka mengembara dengan berpakaian kulit domba dan kulit kambing sambil menderita kekurangan, kesesakan dan siksaan. Dunia ini tidak layak bagi mereka. Mereka mengembara di padang gurun dan di pegunungan, dalam gua-gua dan celah-celah gunung. Dan mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik.&amp;lt;/blockquote&amp;gt; &lt;br /&gt;
Yesus berterus terang bahwa semua pengikutnya harus memikul salib dan mengikut dia (Markus 8:34). Ia juga mengatakan bahwa jika orang menyebut Yesus “Beelzebul, apalagi seisi rumahnya” (Matius 10:25). “Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu” (Yohanes 15:20). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi mereka yang membaktikan hidupnya untuk mengabarkan injil, Alkitab menjanjikan bahwa akan banyak lagi penderitaan. Misalnya, Yesus berkata kepada Ananias untuk memberitahukan kepada Paulus, “Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yag harus ia tanggung oleh karena nama-Ku” (Kisah Para Rasul 9:16). Penderitaan ini adalah strategis. Ia memiliki suatu rancangan yang indah. Ini dimaksudkan untuk mengungkapkan kasih Kristus kepada dunia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Paulus menjelaskan bahwa rancangan seperti ini: “Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus” (Kolose 1:24). Kita tahu dari Filipi 2:30 bahwa “untuk memenuhi apa yang masih kurang” tidak berarti menambah pada apa yang sudah ada, akan tetapi meneruskan apa yang sudah ada kepada mereka yang merupakan sasarannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi bagi orang-orang Filipi, itu berarti bahwa Epaphroditus akan membawa kasihnya kepada Paulus dalam bentuk hadiah. Dalam Kolose 1:24, ini berarti bahwa Paulus akan membawa “penderitaan Kristus” kepada dunia dalam penderitaannya sendiri. Rancangan penderitaan Paulus adalah untuk mewujudkan dan menunjukkan penderitaan Kristus. Ketika dunia melihat seorang misioner menderita pada saat memberitakan Kristus kepada manusia, mereka sedang melihat kasih Kristus kepada mereka di atas kayu salib. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dunia tidak layak menerima hadiah penderitaan orang Kristen. Namun Tuhan tetap memberikannya. Ibrani 11:27-38 menjelaskan sebagian dari penderitaan orang-orang Kristen ini dan bagaimana dunia tidak layak menerimanya. “Mereka dilempari, digergaji, dibunuh dengan pedang. Mereka mengembara dengan berpakaian kulit domba dan kulit kambing sambil menderita kekurangan, kesesakan dan siksaan--dunia ini tidak layak bagi mereka”. Kata-kata terakhir ini berarti bahwa dunia tidak layak menerima hadiah dari orang-orang Kristen yang menderita ini. Namun Tuhan tetap memberikannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana mungkin para orang suci (santo) yang menderita ini merupakan hadiah bagi dunia? Jawabannya terletak pada iman mereka. Semua ini “dipercayakan melalui iman mereka (ayat 39). Yaitu, penderitaan-penderitaan itu diijinkan oleh Tuhan. Penderitaan mereka bukanlah karena kurangnya iman mereka, akan tetapi harga dari penderitaan mereka benar-benar terletak pada iman mereka. Bagaimana mungkin? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perhatikan dalam Ibrani 11 bahwa kadang-kadang Tuhan melakukan mujizat pertolongan melalui penderitaan (Ibrani 11:27-35a). Dan kadang-kadang ia memberi iman untuk menanggung dukacita dan kematian (Ibrani 11:35b-39). Sebutan umum tentang iman yang hilang dan iman yang bertahan adalah di mana Tuhan lebih dimuliakan di atas kebebasan dan kehidupan. Orang yang hilang imannya berkata, “Yesus lebih baik daripada apa yang aku dapatkan.” Orang yang mati berkata, “Yesus lebih baik daripada apa yang hilang dari padaku.” Itu adalah inti dari iman: Yesus dipercaya dan dimuliakan di atas segala-galanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah sebabnya orang-orang Kristen yang menderita ini--khususnya para misionaris yang menderita--merupakan hadiah bagi dunia. Penderitaan mereka demi Yesus mewujudkan kebenaran injil bahwa Yesus lebih berharga daripada apa yang dapat diberikan oleh hidup dan apa yang dapat diambil oleh maut. Sungguh suatu pernyataan salib yang hidup! Kebenaran ini adalah suatu hadiah yang paling berharga yang dapat diberikan oleh seorang Kristen bagi dunia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dunia tidak layak menerimanya. “Dunia ini tidak layak bagi mereka.” Namun kita tetap memberikannya. Saya berdoa semoga kamu sekalian akan memiliki iman yang teguh dalam Yesus ketika tiba saatnya untuk memberi hadiah penderitaan bagi dunia. Bersiaplah untuk itu dengan mengenal Yesus secara mendalam. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersiap-siap bersama anda untuk memberi, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendeta John&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yahya Kristiyanto</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Kapan_Kita_Membutuhkan_Keteguhan%3F</id>
		<title>Kapan Kita Membutuhkan Keteguhan?</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Kapan_Kita_Membutuhkan_Keteguhan%3F"/>
				<updated>2019-10-21T05:58:06Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Yahya Kristiyanto: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Info|When do we need endurance?}} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Kapan Kita Membutuhkan Keteguhan?''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita membutuhkan keteguhan saat segala sesuatu berjalan dengan sangat baik dan saat segala sesuatu berjalan dengan sangat mengerikan, karena ada ancaman iman yg berbeda dalam kedua kasus ini. Ketika saya mengatakan “keteguhan”, maksud saya adalah keteguhan iman, dan ketika saya mengatakan “iman”, yang saya maksud adalah keyakinan yang sangat mendalam terhadap segala sesuatu bahwa Tuhan yang ada di dalam diri Yesus adalah untuk kita. Dan dua hal yang mengancam iman adalah kenikmatan dan penderitaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kenikmatan datang dengan cepat dan hebat, berbulan-bulan dan bertahun-tahun tanpa henti, bahayanya adalah bahwa kita mulai memercayai, mengandalkan dan merasa puas dengan segala sesuatu yang baik. Ketika kenikmatan meninggalkan kita dan penderitaan datang, bahayanya adalah kita membuang jauh-jauh keyakinan kita akan Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita menjadi marah kepada Allah dan berkata, “Ada di mana Engkau?” Alih-alih menjadikan-Nya kekayaan di dalam penderitaan kita, kita justru berkata, ”Seharusnya Engkau memberiku sesuatu yang lebih baik daripada penderitaan, dan karena Engkau tidak memberikannya, maka aku keluar dari sini.” Itulah ancaman terhadap iman. Jadi kita membutuhkan keteguhan setiap waktu. Bertekun dalam iman harus terjadi setiap hari. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya kira selama saya menjalankan pelayanan bertahun-tahun, salah satu doa saya yang sering saya ucapkan adalah, ”Tuhan, tolonglah aku agar selalu setia. Hari ini, esok, dan dalam tahun-tahun mendatang&amp;amp;nbsp;: buatlah aku tetap setia. Jangan biarkan aku mulai tidak bersemangat, menjadi malas atau sombong akan pelayananku. Jangan biarkan aku menjadi bosan dengan pelayanan atau meremehkannya sehingga aku mulai mempunyai hobi lain yang menyerap energi emosionalku lebih banyak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar-benar menyedihkan ketika Anda mendapati terutama pendeta-pendeta, dan orang Kristen pada umumnya, yang melakukan pelayanan seperti pesawat terbang dengan moda pilot otomatis. Tetapi hal yang mereka lakukan ketika mereka benar-benar terlibat hanyalah bermain. Dan mereka hanya mengharapkan hari libur, akhir pekan, hobi, kapal, mainan, liburan, komputer dan peralatan baru. Itu tragis. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yesus Kristus dan rencana-Nya bagi kita serta pelayanan-Nya harus menjadi hal yang mendapatkan semua energi kita. Jadi keteguhan adalah perjuangan yang membuat kita tetap terus berkarya dalam pelayanan.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yahya Kristiyanto</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Kapan_Kita_Membutuhkan_Keteguhan%3F</id>
		<title>Kapan Kita Membutuhkan Keteguhan?</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Kapan_Kita_Membutuhkan_Keteguhan%3F"/>
				<updated>2019-10-21T05:57:12Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Yahya Kristiyanto: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Info|When do we need endurance?}} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Kapan Kita Membutuhkan Keteguhan?''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita membutuhkan keteguhan saat segala sesuatu berjalan dengan sangat baik dan saat segala sesuatu berjalan dengan sangat mengerikan, karena ada ancaman iman yg berbeda dalam kedua kasus ini. Ketika saya mengatakan “keteguhan”, maksud saya adalah keteguhan iman, dan ketika saya mengatakan “iman”, yang saya maksud adalah keyakinan yang sangat mendalam terhadap segala sesuatu bahwa Tuhan yang ada di dalam diri Yesus adalah untuk kita. Dan dua hal yang mengancam iman adalah kenikmatan dan penderitaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kenikmatan datang dengan cepat dan hebat, berbulan-bulan dan bertahun-tahun tanpa henti, bahayanya adalah bahwa kita mulai memercayai, mengandalkan dan merasa puas dengan segala sesuatu yang baik. Ketika kenikmatan meninggalkan kita dan penderitaan datang, bahayanya adalah kita membuang jauh-jauh keyakinan kita akan Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita menjadi marah kepada Allah dan berkata, “Ada di mana Engkau?” Alih-alih menjadikan-Nya kekayaan di dalam penderitaan kita, kita justru berkata, ”Seharusnya Engkau memberiku sesuatu yang lebih baik daripada penderitaan, dan karena Engkau tidak memberikannya, maka aku keluar dari sini.” Itulah ancaman terhadap iman. Jadi kita membutuhkan keteguhan setiap waktu. Bertekun dalam iman harus terjadi setiap hari. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya kira selama saya menjalankan pelayanan bertahun-tahun, salah satu doa saya yang sering saya ucapkan adalah, ”Tuhan, tolonglah aku agar selalu setia. Hari ini, esok, dan dalam tahun-tahun mendatang&amp;amp;nbsp;: buatlah aku tetap setia. Jangan biarkan aku mulai tidak bersemangat, menjadi malas atau sombong akan pelayananku. Jangan biarkan aku menjadi bosan dengan pelayanan atau meremehkannya sehingga aku mulai mempunyai hobi lain yang menyerap energi emosionalku lebih banyak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar-benar menyedihkan ketika Anda mendapati terutama pendeta-pendeta, dan orang Kristen pada umumnya, yang melakukan pelayanan seperti pesawat dengan moda pilot otomatis. Tetapi hal yang mereka lakukan ketika mereka benar-benar terlibat hanyalah bermain. Dan mereka hanya mengharapkan hari libur, akhir pekan, hobi, kapal, mainan, liburan, komputer dan peralatan baru. Itu tragis. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yesus Kristus dan rencana-Nya bagi kita serta pelayanan-Nya harus menjadi hal yang mendapatkan semua energi kita. Jadi keteguhan adalah perjuangan yang membuat kita tetap terus berkarya dalam pelayanan.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yahya Kristiyanto</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Apakah_Tuhan_benar_-_Benar_Ingin_Anda_Dikuatkan%3F</id>
		<title>Apakah Tuhan benar - Benar Ingin Anda Dikuatkan?</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Apakah_Tuhan_benar_-_Benar_Ingin_Anda_Dikuatkan%3F"/>
				<updated>2019-10-15T06:11:46Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Yahya Kristiyanto: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|Does God Really Want You to Be Encouraged?}} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Liburan adalah saat-saat yang berbahaya yang bisa melemahkan kekuatan. Selama liburan harapan kita untuk bersenang-senang akan lebih besar, sehingga kenyataan tentang kesedihan akan terasa lebih berat. ''Seharusnya'' Anda merasa muram di bulan Februari; dengan begitu masalah ini bisa ditoleransi. Tetapi hari Thanksgiving dan Natal seharusnya dirayakan dengan sukacita dan besar–besaran. Pendapat ini pun hanya akan memperbesar rasa putus asa yang kita alami. Bolehkah saya menawarkan obat–obatan pencegah? &lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Saat Tuhan rindu menunjukkan tentang janji-Nya yang tidak akan berubah yang mencerminkan karakter-Nya kepada orang–orang pilihan-Nya, Dia menambahkan sebuah sumpah, sehingga melalui kedua hal tersebut (janji dan sumpah-Nya), Ia menyatakan bahwa Tuhan tidak akan pernah ingkar atau salah, “Karena itu, untuk lebih meyakinkan mereka yang berhak menerima janji itu akan kepastian putusan-Nya, Allah telah mengikat diri-Nya dengan sumpah, supaya oleh dua kenyataan yang tidak berubah–ubah, tentang mana Allah tidak mungkin berdusta, kita yang mencari perlindungan ''beroleh dorongan yang kuat untuk menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita''” (Ibrani 6:17–18) &amp;lt;/blockquote&amp;gt; &lt;br /&gt;
'''“ …Tuhan rindu untuk menunjukkan dengan lebih meyakinkan…”''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tulisan ini sudah mengatakan bahwa Tuhan ''sudah'' cukup memberikan kekuatan kepada kita. Tetapi Tuhan kita bukanlah Tuhan yang minimum. Tujuan-Nya bukanlah untuk memberikan sedikit kata-kata penguatan seminimal mungkin. Dia berkata untuk memberikan pengharapan kepada kita. Kemudian, Allah kita yang adalah Allah yang selalu memberikan kata–kata penguatan dan pengharapan dengan penuh perasaan, berkata pada diri-Nya sendiri: “Ini bagus. Aku suka melakukan ini. Aku harus melakukan ini lagi.” Dan benar, Dia akan terus memberikan kata–kata penguatan lebih banyak lagi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi bukan hanya ''lebih banyak''. Kata–kata penguatan itu juga ''lebih baik''. Dia memulai dengan janji–janji yang sederhana (yang tidak mungkin gagal dan pasti sangat bisa dipercaya!), kemudian Dia menambahkan sumpah. Dan bukan sembarang sumpah, tetapi sumpah yang terbaik dan tertinggi tingkatnya, yaitu sumpah yang berdasar diri-Nya sendiri. Mengapa? Bukan karena firman-Nya lemah, tetapi karena kitalah yang lemah sedangkan Dia sabar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sangat rindu untuk “menunjukkan… membuktikan… membiarkan kita melihat… memperlihatkan secara detail… mewakili… mempresentasikan… mengungkapkan… membawakan” pengharapan akan masa depan kita. Dia benar–benar ingin kita merasakan semua hal ini. Setelah melakukan untuk pertama kalinya, Dia akan melakukannya lagi untuk yang kedua, (dan ketiga dan keempat dan seterusnya) untuk terus membantu kita merasakan penguatan dari-Nya. Inilah yang Dia inginkan. Inilah yang sebenarnya Dia mau. “Saat Tuhan rindu menunjukkan dengan cara yang lebih meyakinkan…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''“…agar kita mendapatkan penguatan yang kokoh…”''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penguatan seperti apa yang Tuhan inginkan untuk kita rasakan? Dia berkata, “Penguatan yang ''kokoh''!” Perhatikan kata tersebut. Dia bisa saja berkata, “penguatan yang hebat” atau “penguatan yang besar” atau “penguatan yang dalam”, semuanya benar. Tetapi kata sesungguhnya adalah “''kokoh''”. Penguatan yang bertahan melawan musim apa pun yang berusaha menjatuhkan. Khotbahkan ini kepada dirimu sendiri; “Tuhan rindu aku mendapatkan kekuatan yang “''kokoh''”! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''“ …untuk menjangkau pengharapan di depan kita…”''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak saat–saat indah dalam hidup ini. Tetapi mari kita hadapi kenyataan ini: hari–hari ini jahat, ketidaksempurnaan kita membuat kita frustrasi, dan kita semakin bertambah tua, dan bergerak mendekati kubur. Apabila kita hanya memiliki pengharapan dalam Kristus semasa kita hidup saja, sungguh, kita ini orang yang pantas dikasihani. Ada saat indah yang akan datang dalam hidup kita. Tetapi hal indah ini pun dianggap sampah apabila dibandingkan dengan nilai-nilai yang terlampau tinggi saat mendapatkan Kristus. Bahkan di sini kita bisa bersukacita dengan sukacita yang tak terkatakan dan kemuliaan penuh. Tetapi itu semua dicapai hanya karena adanya “pengharapan di depan kita”. Jangkau dan raihlah pengharapan itu. Tuhan memberi penguatan untuk kita melakukannya. Ambillah sekarang juga. Nikmatilah sekarang. Biarlah Anda semua dikuatkan oleh pengharapan tersebut. Biarlah Anda dikuatkan secara ''kokoh''. Karena pengharapan Anda terjamin aman dengan ketidakterbatasan yang ganda: Janji Tuhan dan sumpah yang sudah diucapkan Tuhan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menguatkan Anda oleh kerinduan Tuhan, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendeta John&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yahya Kristiyanto</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Apakah_Tuhan_benar_-_Benar_Ingin_Anda_Dikuatkan%3F</id>
		<title>Apakah Tuhan benar - Benar Ingin Anda Dikuatkan?</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Apakah_Tuhan_benar_-_Benar_Ingin_Anda_Dikuatkan%3F"/>
				<updated>2019-10-15T06:06:20Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Yahya Kristiyanto: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|Does God Really Want You to Be Encouraged?}} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Liburan adalah saat-saat yang berbahaya yang bisa melemahkan kekuatan. Selama liburan harapan kita untuk bersenang-senang akan lebih besar, sehingga kenyataan tentang kesedihan akan terasa lebih berat. ''Seharusnya'' Anda merasa muram di bulan Februari; dengan begitu masalah ini bisa ditoleransi. Tetapi hari Thanksgiving dan Natal seharusnya dirayakan dengan sukacita dan besar–besaran. Pendapat ini pun hanya akan memperbesar rasa putus asa yang kita alami. Bolehkah saya menawarkan obat–obatan pencegah? &lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Saat Tuhan rindu menunjukkan tentang janji-Nya yang tidak akan berubah yang mencerminkan karakter-Nya kepada orang–orang pilihan-Nya, Dia menambahkan sebuah sumpah, sehingga melalui kedua hal tersebut (janji dan sumpah-Nya), Ia menyatakan bahwa Tuhan tidak akan pernah ingkar atau salah, “Karena itu, untuk lebih meyakinkan mereka yang berhak menerima janji itu akan kepastian putusan-Nya, Allah telah mengikat diri-Nya dengan sumpah, supaya oleh dua kenyataan yang tidak berubah–ubah, tentang mana Allah tidak mungkin berdusta, kita yang mencari perlindungan ''beroleh dorongan yang kuat untuk menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita''” (Ibrani 6:17–18) &amp;lt;/blockquote&amp;gt; &lt;br /&gt;
'''“ …Tuhan rindu untuk menunjukkan dengan lebih meyakinkan…”''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tulisan ini sudah mengatakan bahwa Tuhan ''sudah'' cukup memberikan kekuatan kepada kita. Tetapi Tuhan kita bukanlah Tuhan yang minimum. Tujuan-Nya bukanlah untuk memberikan sedikit kata-kata penguatan seminimal mungkin. Dia berkata untuk memberikan pengharapan kepada kita. Kemudian, Allah kita yang adalah Allah yang selalu memberikan kata–kata penguatan dan pengharapan dengan penuh perasaan, berkata pada diri-Nya sendiri: “Ini bagus. Aku suka melakukan ini. Aku harus melakukan ini lagi.” Dan benar, Dia akan terus memberikan kata–kata penguatan lebih banyak lagi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi bukan hanya ''lebih banyak''. Kata–kata penguatan itu juga ''lebih baik''. Dia memulai dengan janji–janji yang sederhana (yang tidak mungkin gagal dan pasti sangat bisa dipercaya!), kemudian Dia menambahkan sumpah. Dan bukan sembarang sumpah, tetapi sumpah yang terbaik dan tertinggi tingkatnya, yaitu sumpah yang berdasar diri-Nya sendiri. Mengapa? Bukan karena firman-Nya lemah, tetapi karena kitalah yang lemah sedangkan Dia sabar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sangat rindu untuk “menunjukkan… membuktikan… membiarkan kita melihat… memperlihatkan secara detail… mewakili… mempresentasikan… mengungkapkan… membawakan” pengharapan akan masa depan kita. Dia benar–benar ingin kita merasakan semua hal ini. Setelah melakukan untuk pertama kalinya, Dia akan melakukannya lagi untuk yang kedua, (dan ketiga dan keempat dan seterusnya) untuk terus membantu kita merasakan penguatan dari-Nya. Inilah yang Dia inginkan. Inilah yang sebenarnya Dia mau. “Saat Tuhan rindu menunjukkan dengan cara yang lebih meyakinkan…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''“…agar kita mendapatkan penguatan yang kokoh…”''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penguatan seperti apa yang Tuhan inginkan untuk kita rasakan? Dia berkata, “Penguatan yang ''kokoh''!” Perhatikan kata tersebut. Dia bisa saja berkata, “penguatan yang hebat” atau “penguatan yang besar” atau “penguatan yang dalam”, semuanya benar. Tetapi kata sesungguhnya adalah “''kokoh''”. Penguatan yang bertahan melawan musim apa pun yang berusaha menjatuhkan. Khotbahkan ini kepada dirimu sendiri; “Tuhan rindu aku mendapatkan kekuatan yang “''kokoh''”! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''“ …untuk menjangkau pengharapan di depan kita…”''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak saat – saat indah dalam hidup ini. Tetapi marilah hadapi kenyataan ini: hari – hari ini jahat, ketidaksempurnaan kita membuat kita frustasi, dan kita semakin bertambah tua, dan bergerak mendekati kubur. Apabila kita hanya memiliki pengharapan dalam Kristus semasa kita hidup saja, sungguh, kita ini orang yang pantas dikasihani. Ada saat indah yang akan datang dalam hidup kita. Tetapi hal hal indah inipun dianggap sampah apabila dibandingkan dengan nilai-nilai yang terlampau tinggi saat mendapatkan Kristus. Bahkan disini kita bisa besukacita dengan sukacita yang tak terkatakan dan kemuliaan penuh. Tetapi itu semua dicapai hanya karena adanya “pengharapan di depan kita”. Jangkau dan raihlah pengharapan itu. Tuhan memberikan penguatan untuk melakukannya. Ambillah sekarang juga. Nikmatilah sekarang. Biarlah anda semua dikuatkan oleh pengharapan tersebut. Biarlah anda dikuatkan secara ''kokoh''. Karena pengharapan anda terjamin aman dengan ketidakterbatasan yang ganda: Janji Tuhan dan sumpah yang sudah diucapkan Tuhan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menguatkan anda oleh kerinduan Tuhan, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendeta John&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yahya Kristiyanto</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/12_Cara_Mengasihi_Anak_Anda_Yang_Tersesat</id>
		<title>12 Cara Mengasihi Anak Anda Yang Tersesat</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/12_Cara_Mengasihi_Anak_Anda_Yang_Tersesat"/>
				<updated>2019-10-14T08:35:50Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Yahya Kristiyanto: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Info|12 Ways to Love Your Wayward Child}} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''Abraham anak saya menulis artikel di bawah ini berdasakan firman Tuhan dan pengalaman pribadinya. Saya membacanya sambil berlinang air mata dan tertawa. Tulisan ini memaksa saya untuk segera minta izin padanya agar saya dapat membagikannya kepada anggota gereja dan komunitas Kristen lainnya. Tidak ada suka cita yang lebih besar daripada melihat anak Anda berjalan dalam kebenaran dan mengekspresikannya dengan indah. Berikut ini adalah tulisan asli Abraham tanpa diubah. – John Piper'' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak orang tua yang patah hati dan benar-benar tidak mengerti dengan anaknya yang tidak percaya. Mereka tidak tahu mengapa anak yang sudah dibesarkan baik-baik bisa mengambil keputusan yang buruk dan merusak. Saya belum pernah menjadi orang tua seperti itu, tetapi saya pernah menjadi anak yang demikian. Dengan melihat kembali pengalaman itu, saya bisa memberi nasihat di bawah ini untuk Anda yang ingin menjangkau anak-anak yang tersesat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''1. Arahkan mereka pada Kristus.''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalah utama anak yang tidak percaya bukanlah penyalahgunaan narkoba, seks, rokok, pornografi, kemalasan, kriminalitas, bersumpah serapah, gaya hidup kumuh, homoseksual atau menjadi anggota band punk rock. Masalah utamanya adalah mereka tidak melihat Yesus dengan jelas. Hal terbaik yang bisa Anda lakukan untuk mereka – dan sebab satu-satunya untuk melakukan nasihat-nasihat di bawah ini – adalah untuk membukakan tentang Kristus kepada mereka. Ini bukan proses yang mudah dan cepat membuahkan hasil, dosa dalam hidup mereka yang memberatkan hati Anda dan menghancurkan hidup mereka baru bisa berkurang ketika mereka melihat Yesus dengan lebih baik daripada yang sekarang mereka lihat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''2. Berdoa.''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya Tuhan yang dapat menyelamatkan anak Anda, jadi mintalah agar Dia mau menyatakan diri-Nya sedemikian rupa sehingga anak Anda tidak bisa menolak untuk menyembah-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''3. Akui bahwa memang ada masalah.''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika anak Anda menolak Kristus, jangan bertindak seperti tidak ada masalah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk setiap anak yang tidak percaya, perincian persoalannya akan berbeda-beda. Setiap anak membutuhkan cara yang unik dari orang tuanya untuk bisa menjangkaunya. Jangan sampai Anda tidak menjangkaunya sama sekali. Jika anak Anda tidak percaya, jangan dibiarkan begitu saja. Memang lebih mudah untuk pergi berlibur daripada menangani masalah kekekalan anak Anda. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''4. Jangan harapkan mereka menjadi serupa Kristus.''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika anak Anda tidak Kristen, dia tidak akan bertindak seperti seorang Kristen. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda tahu bahwa dia sudah meninggalkan imannya, jadi jangan harapkan dia hidup dengan standar yang Anda pakai untuk membesarkannya. Misalnya, Anda mungkin ingin berkata, “Ibu tahu, sulit bagimu untuk percaya kepada Yesus, tetapi setidaknya, tidakkah kamu sadar bahwa menyia-nyiakan hidup setiap hari adalah dosa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika dia tidak bisa percaya kepada Yesus, maka tidak banyak artinya untuk mengakui bahwa bermabuk-mabukan itu salah. Benar, Anda mau melindunginya. Tetapi masalah ketidak percayaannya itulah yang menjadi masalah yang paling berbahaya – bukannya berpesta pora. Meskipun ketidakpercayaan anak Anda tercermin dalam tingkah lakunya, selalu pastikan untuk lebih menitikberatkan pada penyakit utamanya dan bukan pada gejalanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''5.&amp;amp;nbsp; Biarkan mereka pulang ke rumah Anda. ''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena masalah utamanya bukanlah pada tindakan anak Anda, tetapi hatinya, maka janganlah membuat banyak persyaratan bagi anak Anda jika dia mau pulang ke rumah. Jika dia mempunyai keinginan untuk bersama Anda, itu adalah karena Tuhan memberikan kesempatan pada Anda untuk membawanya kembali pada Yesus. Memang benar ada hal-hal tertentu di mana orang tua harus memberi ultimatum: “jangan pulang lagi ke rumah ini jika kamu...” Tetapi hal seperti ini jarang sekali. Jangan kurangi kesempatan bersama dengan anak Anda karena Anda membuat banyak peraturan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika anak Anda meninggalkan bau ganja atau rokok, semprot bajunya dengan pewangi dan ganti seprei dan sarung bantalnya ketika dia pergi, tetapi biarkan dia pulang ke rumah. Jika Anda mendapati dia hamil, belikan dia vitamin, ajak dia ke pemeriksaan ultrasound sewaktu bayi yang dikandungnya berumur 20 minggu, jangan biarkan dia pergi ke klinik aborsi, dan selalu biarkan dia pulang ke rumah. Jika anak Anda tidak punya uang karena dia menghabiskan uang yang Anda pinjamkan untuk pelacuran dan minuman keras yang mahal, ampunilah kesalahannya seperti Anda juga sudah diampuni. Jangan lagi beri dia uang, tetapi biarkan dia pulang ke rumah. Jika anak Anda sudah tidak pulang seminggu lebih karena dia tinggal di rumah pacarnya, mintalah supaya dia jangan pergi lagi dan kembali ke rumah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''6. Lebih banyak meminta daripada memarahi mereka. ''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetap lemah lembut walaupun Anda merasa kecewa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perhatian utama Anda adalah bahwa anak Anda sedang menghancurkan dirinya sendiri, bukan karena dia melanggar peraturan. Perlakukan dia sedemikian rupa sehingga hal ini terlihat jelas. Dia mungkin tahu – terutama jika dia dibesarkan sebagai orang Kristen – bahwa apa yang dia lakukan itu salah. Dan dia pasti tahu bahwa Anda juga menganggap apa yang dia lakukan itu salah. Jadi tidak perlu lagi Anda menjelaskan padanya. Dia perlu melihat bagaimana reaksi Anda terhadap perbuatannya yang salah itu. Kesabaran dan adanya pengharapan dalam kesedihan Anda akan menunjukkan padanya bahwa Anda benar-benar percaya pada Yesus. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara hatinya akan menghukum dirinya sendiri. Orang tua harus bertindak dengan kasih sayang tetapi tegas, dan selalu berharap bahwa anak Anda akan bertobat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''7. Kenalkan mereka kepada orang percaya yang bisa lebih dekat dengan dia. ''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada dua macam akses yang Anda mungkin tidak miliki&amp;amp;nbsp;: lokasi dan relasi. Jika anak Anda tinggal di tempat yang jauh, cari orang percaya yang sungguh-sungguh di daerah itu dan mintalah dia untuk menghubungi anak Anda. Hal ini mungkin bagi anak Anda akan terasa memalukan, konyol, atau mau cari tahu urusannya, tetapi hal ini berguna – terutama jika orang percaya yang Anda temukan itu dapat berhubungan secara emosional dengan dia, dengan cara yang Anda sendiri tidak bisa lakukan. Relasi atau hubungan pribadi yang menjauh juga bisa menjadi efek samping yang timbul ketika anak Anda meninggalkan kepercayaannya, hubungan Anda dengannya akan menjadi tegang. Itu sebabnya, hubungan ini harus dipelihara sebisa mungkin. Tetapi teguran yang keras tetap perlu diberikan. Di sinilah perlunya ada orang percaya lain yang bisa memiliki hubungan emosional dengan anak Anda. Jika ada orang percaya yang dipercayai dan bahkan disukai oleh anak Anda, maka orang percaya itu mempunyai pijakan untuk menasihati anak Anda – di mana anak Anda mau memperhatikannya – bahwa dia sedang bertingkah bodoh. Hal ini mungkin kedengarannya terlalu keras, tetapi ini adalah berita kejutan yang kita semua perlukan dari waktu ke waktu, dan biasanya hanya orang-orang yang kita percayailah yang bisa menegur dengan keras, tetapi sekaligus bisa juga menjadi sesuatu yang berharga bagi kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak anak yang sesat bisa menerima teguran bahwa dia bertindak bodoh – dan orang tua jarang bisa mengatakan hal ini langsung kepada anaknya. Jadi cobalah agar ada orang Kristen lain dalam kehidupan anak Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''8. Hargai teman-teman mereka. ''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hargai anak Anda yang sesat seperti Anda menghargai orang-orang tidak percaya lainnya. Mereka mungkin akan berteman dengan orang-orang yang Anda tidak mau untuk mengajak bicara dan bahkan enggan untuk melihatnya, tetapi mereka adalah teman anak Anda. Hargai itu – bahkan jika hubungan tersebut berdasarkan dosa. Benar bahwa mereka itu tidak baik untuk anak Anda. Tetapi anak Anda juga tidak memberikan pengaruh baik bagi mereka. Tidak ada gunanya jika Anda dengan keras menunjukkan bahwa Anda tidak suka pada teman-temannya. Ketika anak Anda datang di perayaan ulang tahun dalam keluarga dengan pacarnya – yang belum pernah Anda lihat sebelumnya dan mungkin tidak akan pernah Anda lihat lagi – jadilah tuan rumah yang baik. Dia juga anak yang sesat dari keluarga lain dan dia juga perlu Yesus. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''9. Kirim email.''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Puji Tuhan untuk teknologi yang memungkinkan Anda bisa berada dalam kehidupan anak Anda dengan begitu mudahnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Anda membaca sesuatu di dalam Alkitab yang mendorong dan membantu Anda untuk lebih mengasihi Yesus, tuliskanlah dalam beberapa kalimat dan kirimkan pada anak Anda. Teguran terbaik bagi mereka adalah contoh positif tentang sukacita Kristus di dalam hidup Anda. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan terlalu bingung sewaktu Anda menuliskan kalimat-kalimat tersebut sepertinya setiap email Anda harus benar-benar punya kuasa. Kirim saja satu demi satu secara terus-menerus, dan biarkan efek kumulatif dari kepuasan Anda dalam Tuhan bertimbun di kotak masuk (inbox) anak Anda. Firman Tuhan tidak pernah diberitakan dengan sia-sia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''10. Ajak mereka untuk makan siang bersama.''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika memungkinkan, jangan biarkan interaksi Anda dengan anak Anda hanya melalui pesan elektronik. Tetap bertemu mukalah dengannya. Anda mungkin berpikir bahwa pertemuan ini akan tidak menyenangkan, tetapi percayalah pada saya bahwa anak Anda lebih merasa tidak enak, bahkan ditambah lagi dengan perasaan bersalah. Jadi jika dia bersedia untuk makan siang dengan Anda, puji Tuhan, dan pakailah kesempatan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun terasa agak munafik berbicara tentang kegiatannya sehari-hari, karena yang penting bagi Anda adalah tentang kehidupan kekalnya, tetapi cobalah berbicara juga tentang kehidupannya sehari-hari. Dia juga perlu tahu bahwa Anda peduli padanya. Lalu sebelum makan siang berakhir, berdoalah supaya Tuhan memberi Anda keberanian untuk bertanya tentang jiwanya. Anda tidak akan tahu apa responsnya. Apakah dia akan menggulirkan bola matanya sepertinya Anda adalah seorang idiot? Apakah dia akan marah dan pergi meninggalkan Anda? Atau apakah Tuhan bekerja dalam dirinya sejak Anda terakhir berbicara dengan dia? Anda tidak akan tahu sampai Anda memberanikan diri untuk bertanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Catatan untuk orang tua yang memiliki anak yang lebih kecil: Sediakan waktu yang teratur untuk pergi makan bersama anak Anda. Ini bukan cuma suatu kebiasaan yang baik dilakukan, tetapi jika anak Anda memasuki masa di mana mereka memberontak, Anda sudah akan terbiasa untuk bertemu dengan mereka dan tidak merasa asing lagi untuk mengajak mereka makan siang bersama. Jika anak Anda sudah terbiasa makan siang bersama ayahnya pada hari Sabtu sejak dia masih kecil, akan lebih sulit baginya untuk menolak ajakan ayahnya di kemudian hari – bahkan ketika dia sudah berumur sembilan belas tahun.) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''11. Usahakan untuk menyukai apa yang mereka ingin lakukan dalam hidupnya.''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika anak Anda dengan sengaja menolak Kristus, maka kemungkinan besar cara dia menjalankan hidupnya juga akan membuat Anda kecewa. Walaupun demikian, coba temukan sesuatu yang berharga dalam minatnya, dan kalau bisa, berikan semangat padanya. Dulu Anda menghadiri pertunjukan di sekolahnya dan pertandingan sepakbola yang dimainkannya ketika dia berumur sepuluh; kini apa yang bisa Anda lakukan ketika dia berumur dua puluh untuk tetap menunjukkan bahwa Anda peduli pada minatnya? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yesus pernah bersama-sama dengan pemungut cukai dan pelacur walaupun Yesus tidak punya hubungan dengan mereka. Teladani Kristus dengan menjadi orang tua yang bisa bertoleransi untuk datang ke pertunjukan konser peluncuran CD anak Anda di kelab malam walaupun Anda harus membawa penyumbat telinga. Beri semangat padanya dan jangan berhenti untuk mendoakannya supaya dia mulai memakai bakatnya untuk kemuliaan Yesus dan bukannya untuk dirinya sendiri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''12. Arahkan mereka pada Kristus.''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini harus benar-benar ditekankan. Inilah masalah utamanya. Tidak ada strategi untuk menjangkau anak lelaki atau perempuan Anda yang bisa mempunyai efek yang kekal jika tujuan dasarnya bukan untuk menolong mereka mengenal Yesus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yesus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuan dari semua ini bukannya supaya mereka akan menjadi anak yang baik lagi, bukan supaya mereka mau menggunting rambut dan mandi lagi; bukan supaya mereka mau menyukai musik klasik dan meninggalkan musik cadas. Bukan supaya Anda tidak lagi merasa malu pada waktu pemahaman Alkitab setiap minggu; bukan agar mereka mencoblos partai konservatif lagi pada pemilu yang akan datang; bahkan bukan juga supaya Anda bisa tidur di malam hari karena Anda tahu bahwa mereka tidak akan pergi ke neraka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu-satunya alasan Anda untuk mendokan mereka, menyambut mereka pulang ke rumah, meminta dengan sangat pada mereka, mengirim email pada mereka, makan dengan mereka, atau peduli dengan minat mereka adalah supaya mata mereka terbuka pada Kristus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan bukan saja Dia adalah satu-satunya tujuan tetapi Dia juga satu-satunya harapan. Ketika mereka memandang keajaiban Yesus, kepuasannya akan diperbaharui. Dia akan menjadi pengganti bagi kebergantungannya pada uang, pemujaan pada manusia, kepuasan dari narkoba dan seks yang saat ini mereka tukarkan dengan kekekalan. Hanya anugerah-Nya yang dapat menarik mereka dari keinginan mereka yang berbahaya dan mengikat mereka dengan aman kepada Dia – ditangkap tetapi merasa puas. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia akan melakukan hal ini untuk banyak orang. Setialah dan jangan putus asa.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yahya Kristiyanto</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/12_Cara_Mengasihi_Anak_Anda_Yang_Tersesat</id>
		<title>12 Cara Mengasihi Anak Anda Yang Tersesat</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/12_Cara_Mengasihi_Anak_Anda_Yang_Tersesat"/>
				<updated>2019-10-14T08:16:58Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Yahya Kristiyanto: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Info|12 Ways to Love Your Wayward Child}} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''Abraham anak saya menulis artikel di bawah ini berdasakan firman Tuhan dan pengalaman pribadinya. Saya membacanya sambil berlinang air mata dan tertawa. Tulisan ini memaksa saya untuk segera minta izin padanya agar saya dapat membagikannya kepada anggota gereja dan komunitas Kristen lainnya. Tidak ada suka cita yang lebih besar daripada melihat anak Anda berjalan dalam kebenaran dan mengekspresikannya dengan indah. Berikut ini adalah tulisan asli Abraham tanpa diubah. – John Piper'' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak orang tua yang patah hati dan benar-benar tidak mengerti dengan anaknya yang tidak percaya. Mereka tidak tahu mengapa anak yang sudah dibesarkan baik-baik bisa mengambil keputusan yang buruk dan merusak. Saya belum pernah menjadi orang tua seperti itu, tetapi saya pernah menjadi anak yang demikian. Dengan melihat kembali pengalaman itu, saya bisa memberi nasihat di bawah ini untuk Anda yang ingin menjangkau anak-anak yang tersesat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''1. Arahkan mereka pada Kristus.''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalah utama anak yang tidak percaya bukanlah penyalahgunaan narkoba, seks, rokok, pornografi, kemalasan, kriminalitas, bersumpah serapah, gaya hidup kumuh, homoseksual atau menjadi anggota band punk rock. Masalah utamanya adalah mereka tidak melihat Yesus dengan jelas. Hal terbaik yang bisa Anda lakukan untuk mereka – dan sebab satu-satunya untuk melakukan nasihat-nasihat di bawah ini – adalah untuk membukakan tentang Kristus kepada mereka. Ini bukan proses yang mudah dan cepat membuahkan hasil, dosa dalam hidup mereka yang memberatkan hati Anda dan menghancurkan hidup mereka baru bisa berkurang ketika mereka melihat Yesus dengan lebih baik daripada yang sekarang mereka lihat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''2. Berdoa.''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya Tuhan yang dapat menyelamatkan anak Anda, jadi mintalah agar Dia mau menyatakan diri-Nya sedemikian rupa sehingga anak Anda tidak bisa menolak untuk menyembah-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''3. Akui bahwa memang ada masalah.''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika anak Anda menolak Kristus, jangan bertindak seperti tidak ada masalah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk setiap anak yang tidak percaya, perincian persoalannya akan berbeda-beda. Setiap anak membutuhkan cara yang unik dari orang tuanya untuk bisa menjangkaunya. Jangan sampai Anda tidak menjangkaunya sama sekali. Jika anak Anda tidak percaya, jangan dibiarkan begitu saja. Memang lebih mudah untuk pergi berlibur daripada menangani masalah kekekalan anak Anda. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''4. Jangan harapkan mereka menjadi serupa Kristus.''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika anak Anda tidak Kristen, dia tidak akan bertindak seperti seorang Kristen. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda tahu bahwa dia sudah meninggalkan imannya, jadi jangan harapkan dia hidup dengan standar yang Anda pakai untuk membesarkannya. Misalnya, Anda mungkin ingin berkata, “Ibu tahu, sulit bagimu untuk percaya kepada Yesus, tetapi setidaknya, tidakkah kamu sadar bahwa menyia-nyiakan hidup setiap hari adalah dosa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika dia tidak bisa percaya kepada Yesus, maka tidak banyak artinya untuk mengakui bahwa bermabuk-mabukan itu salah. Benar, Anda mau melindunginya. Tetapi masalah ketidak percayaannya itulah yang menjadi masalah yang paling berbahaya – bukannya berpesta pora. Meskipun ketidakpercayaan anak Anda tercermin dalam tingkah lakunya, selalu pastikan untuk lebih menitikberatkan pada penyakit utamanya dan bukan pada gejalanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''5.&amp;amp;nbsp; Biarkan mereka pulang ke rumah Anda. ''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena masalah utamanya bukanlah pada tindakan anak Anda, tetapi hatinya, maka janganlah membuat banyak persyaratan bagi anak Anda jika dia mau pulang ke rumah. Jika dia mempunyai keinginan untuk bersama Anda, itu adalah karena Tuhan memberikan kesempatan pada Anda untuk membawanya kembali pada Yesus. Memang benar ada hal-hal tertentu di mana orang tua harus memberi ultimatum: “jangan pulang lagi ke rumah ini jika kamu...” Tetapi hal seperti ini jarang sekali. Jangan kurangi kesempatan bersama dengan anak Anda karena Anda membuat banyak peraturan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika anak Anda meninggalkan bau ganja atau rokok, semprot bajunya dengan pewangi dan ganti seprei dan sarung bantalnya ketika dia pergi, tetapi biarkan dia pulang ke rumah. Jika Anda mendapati dia hamil, belikan dia vitamin, ajak dia ke pemeriksaan ultrasound sewaktu bayi yang dikandungnya berumur 20 minggu, jangan biarkan dia pergi ke klinik aborsi, dan selalu biarkan dia pulang ke rumah. Jika anak Anda tidak punya uang karena dia menghabiskan uang yang Anda pinjamkan untuk pelacuran dan minuman keras yang mahal, ampunilah kesalahannya seperti Anda juga sudah diampuni. Jangan lagi beri dia uang, tetapi biarkan dia pulang ke rumah. Jika anak Anda sudah tidak pulang seminggu lebih karena dia tinggal di rumah pacarnya, mintalah supaya dia jangan pergi lagi dan kembali ke rumah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''6. Lebih banyak meminta daripada memarahi mereka. ''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetap lemah lembut walaupun Anda merasa kecewa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perhatian utama Anda adalah bahwa anak Anda sedang menghancurkan dirinya sendiri, bukan karena dia melanggar peraturan. Perlakukan dia sedemikian rupa sehingga hal ini terlihat jelas. Dia mungkin tahu – terutama jika dia dibesarkan sebagai orang Kristen – bahwa apa yang dia lakukan itu salah. Dan dia pasti tahu bahwa Anda juga menganggap apa yang dia lakukan itu salah. Jadi tidak perlu lagi Anda menjelaskan padanya. Dia perlu melihat bagaimana reaksi Anda terhadap perbuatannya yang salah itu. Kesabaran dan adanya pengharapan dalam kesedihan Anda akan menunjukkan padanya bahwa Anda benar-benar percaya pada Yesus. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara hatinya akan menghukum dirinya sendiri. Orang tua harus bertindak dengan kasih sayang tetapi tegas, dan selalu berharap bahwa anak Anda akan bertobat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''7. Kenalkan mereka kepada orang percaya yang bisa lebih dekat dengan dia. ''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada dua macam akses yang Anda mungkin tidak miliki&amp;amp;nbsp;: lokasi dan relasi. Jika anak Anda tinggal di tempat yang jauh, cari orang percaya yang sungguh-sungguh di daerah itu dan mintalah dia untuk menghubungi anak Anda. Hal ini mungkin bagi anak Anda akan terasa memalukan, konyol, atau mau cari tahu urusannya, tetapi hal ini berguna – terutama jika orang percaya yang Anda temukan itu dapat berhubungan secara emosional dengan dia, dengan cara yang Anda sendiri tidak bisa lakukan. Relasi atau hubungan pribadi yang menjauh juga bisa menjadi efek samping yang timbul ketika anak Anda meninggalkan kepercayaannya, hubungan Anda dengannya akan menjadi tegang. Itu sebabnya, hubungan ini harus dipelihara sebisa mungkin. Tetapi teguran yang keras tetap perlu diberikan. Di sinilah perlunya ada orang percaya lain yang bisa memiliki hubungan emosional dengan anak Anda. Jika ada orang percaya yang dipercayai dan bahkan disukai oleh anak Anda, maka orang percaya itu mempunyai pijakan untuk menasihati anak Anda – di mana anak Anda mau memperhatikannya – bahwa dia sedang bertingkah bodoh. Hal ini mungkin kedengarannya terlalu keras, tetapi ini adalah berita kejutan yang kita semua perlukan dari waktu ke waktu, dan biasanya hanya orang-orang yang kita percayailah yang bisa menegur dengan keras, tetapi sekaligus bisa juga menjadi sesuatu yang berharga bagi kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak anak yang sesat bisa menerima teguran bahwa dia bertindak bodoh – dan orang tua jarang bisa mengatakan hal ini langsung kepada anaknya. Jadi cobalah agar ada orang Kristen lain dalam kehidupan anak Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''8. Hargai teman-teman mereka. ''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hargai anak Anda yang sesat seperti Anda menghargai orang-orang tidak percaya lainnya. Mereka mungkin akan berteman dengan orang-orang yang Anda tidak mau untuk mengajak bicara dan bahkan enggan untuk melihatnya, tetapi mereka adalah teman anak Anda. Hargai itu – bahkan jika hubungan tersebut berdasarkan dosa. Benar bahwa mereka itu tidak baik untuk anak Anda. Tetapi anak Anda juga tidak memberikan pengaruh baik bagi mereka. Tidak ada gunanya jika Anda dengan keras menunjukkan bahwa Anda tidak suka pada teman-temannya. Ketika anak Anda datang di perayaan ulang tahun dalam keluarga dengan pacarnya – yang belum pernah Anda lihat sebelumnya dan mungkin tidak akan pernah Anda lihat lagi – jadilah tuan rumah yang baik. Dia juga anak yang sesat dari keluarga lain dan dia juga perlu Yesus. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''9. Kirim email.''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Puji Tuhan untuk tehnologi yang memungkinkan Anda bisa berada dalam kehidupan anak Anda dengan begitu mudahnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Anda membaca sesuatu di dalam Alkitab yang mendorong dan membantu Anda untuk lebih mengasihi Yesus, tuliskanlah dalam beberapa kalimat dan kirimkan pada anak Anda. Teguran terbaik bagi mereka adalah contoh positif tentang suka cita Kristus di dalam hidup Anda. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan terlalu bingung sewaktu Anda menuliskan kalimat-kalimat tersebut sepertinya setiap email Anda harus benar-benar punya kuasa. Kirim saja satu demi satu secara terus-menerus, dan biarkan efek kumulatif dari kepuasan Anda dalam Tuhan bertimbun di kotak masuk (inbox) anak Anda. Firman Tuhan tidak pernah diberitakan dengan sia-sia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''10. Ajak mereka untuk makan siang bersama.''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika memungkinkan, jangan biarkan interaksi Anda dgn anak Anda hanya melalui elektronik. Tetap bertemu muka dengan dia. Anda mungkin berpikir bahwa pertemuan ini akan tidak menyenangkan, tetapi percayalah pada saya bahwa anak Anda lebih merasa tidak enak, bahkan ditambah lagi dengan perasaan bersalah. Jadi jika dia bersedia untuk makan siang dengan Anda, puji Tuhan, dan pakailah kesempatan tersebut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun terasa agak munafik berbicara tetang kegiatannya sehari-hari, karena yang penting bagi Anda adalah tentang kehidupan kekalnya, tetapi cobalah berbicara juga tetang kehidupannya sehari-hari. Dia juga perlu tahu bahwa Anda peduli padanya. Lalu sebelum makan siang berakhir, berdoalah supaya Tuhan berikan Anda keberanian untuk bertanya tentang jiwanya. Anda tidak akan tahu apa responnya. Apakah dia akan menggulirkan bola matanya sepertinya Anda adalah seorang idiot? Apakah dia akan marah dan pergi meninggalkan Anda? Atau apakah Tuhan bekerja dalam dirinya sejak Anda terakhir berbicara dengan dia? Anda tidak akan tahu sampai Anda memberanikan diri untuk bertanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Catatan untuk orang tua yang memiliki anak yang lebih kecil: Sediakan waktu yang teratur untuk pergi makan bersama anak Anda. Ini bukan cuma suatu kebiasaan yang baik dikerjakan, tetapi jika anak Anda memasuki masa di mana mereka memberontak, Anda akan sudah terbiasa untuk bertemu dengan mereka dan tidak merasa asing lagi untuk mengajak mereka makan siang bersama. Jika anak Anda sudah terbiasa makan siang bersama ayahnya pada hari Sabtu sejak dia masih kecil, akan lebih sulit baginya untuk menolak ajakan ayahnya dikemudian hari – bahkan ketika dia sudah berumur sembilan belas tahun.) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''11. Usahakan untuk menyukai apa yang mereka ingin lakukan dalam hidupnya.''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika anak Anda dengan sengaja menolak Kristus maka kemungkinan besar cara dia menjalankan hidupnya juga akan membuat Anda kecewa. Walaupun demikian coba temukan sesuatu yang berharga dalam minatnya, dan kalau bisa berilah semangat padanya. Dulu Anda menghadiri pertunjukan di sekolahnya dan pertandingan sepakbola yang dimainkannya ketika dia berumur sepuluh; kini apa yang bisa Anda lakukan ketika dia berumur dua puluh untuk tetap menunjukkan bahwa Anda peduli pada minatnya? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yesus pernah bersama-sama denga pemungut cukai dan pelacur walaupun Yesus tidak punya relasi dengan mereka. Teladani Kristus dengan menjadi orang tua yang bisa bertoleransi untuk datang kepertunjukan konser peluncuran CD anak Anda di kelab malam walaupun Anda harus membawa penyumbat telinga. Beri semangat padanya dan jangan berhenti untuk mendoakannya supaya dia mulai memakai bakatnya untuk kemuliaan Yesus dan bukannya untuk dirinya sendiri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''12. Arahkan mereka pada Kristus.''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini harus benar-benar ditekankan. Ini adalah masalah utamanya. Tidak ada strategi untuk menjangkau anak lelaki atau perempuan Anda yang bisa mempunayi efek yang kekal, jika tujuan dasarnya bukanlah untuk menolong mereka mengenal Yesus. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yesus. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuan dari semua ini bukannya supaya mereka akan menjadi anak yang baik lagi, bukan supaya mereka mau menggunting rambut dan mandi lagi; bukan supaya mereka mau menyukai musik klasik dan meninggalkan musik keras. Bukan supaya Anda tidak lagi merasa malu pada waktu pemahaman Alkitab setiap minggu; bukan agar mereka mencoblos partai konservatif lagi di pemilu yang akan datang; bahkan bukan juga supaya Anda bisa tidur di malam hari karena Anda tahu bahwa mereka tidak akan pergi ke neraka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu-satunya alasan Anda untuk mendokan mereka, menyambut mereka pulang ke rumah, meminta dengan sangat pada mereka, mengirim email pada mereka, makan dengan mereka, atau peduli dengan minat mereka adalah supaya mata mereka terbuka pada Kristus. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan bukan saja Dia adalah satu-satunya tujuan tetapi Dia juga satu-satunya harapan. Ketika mereka memandang keajaiban Yesus, kepuasannya akan diperbaharui. Dia akan menjadi pengganti bagi kebergantungannya pada uang, pemujaan pada manusia, kepuasan dari narkoba dan seks yang saat ini mereka tukarkan dengan kekekalan. Hanya anugerahNya yang dapat menarik mereka dari keinginan mereka yang berbahaya dan mengikat mereka dengan aman kepada Dia – ditangkap tetapi merasa puas. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia akan melakukan hal ini untuk banyak orang. Setialah dan jangan putus asa.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yahya Kristiyanto</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/12_Cara_Mengasihi_Anak_Anda_Yang_Tersesat</id>
		<title>12 Cara Mengasihi Anak Anda Yang Tersesat</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/12_Cara_Mengasihi_Anak_Anda_Yang_Tersesat"/>
				<updated>2019-10-14T07:59:47Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Yahya Kristiyanto: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Info|12 Ways to Love Your Wayward Child}} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''Abraham anak saya menulis artikel di bawah ini berdasakan firman Tuhan dan pengalaman pribadinya. Saya membacanya sambil berlinang air mata dan tertawa. Tulisan ini memaksa saya untuk segera minta izin padanya agar saya dapat membagikannya kepada anggota gereja dan komunitas Kristen lainnya. Tidak ada suka cita yang lebih besar daripada melihat anak Anda berjalan dalam kebenaran dan mengekspresikannya dengan indah. Berikut ini adalah tulisan asli Abraham tanpa diubah. – John Piper'' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak orang tua yang patah hati dan benar-benar tidak mengerti dengan anaknya yang tidak percaya. Mereka tidak tahu mengapa anak yang sudah dibesarkan baik-baik bisa mengambil keputusan yang buruk dan merusak. Saya belum pernah menjadi orang tua seperti itu, tetapi saya pernah menjadi anak yang demikian. Dengan melihat kembali pengalaman itu, saya bisa memberi nasihat di bawah ini untuk Anda yang ingin menjangkau anak-anak yang tersesat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''1. Arahkan mereka pada Kristus.''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalah utama anak yang tidak percaya bukanlah penyalahgunaan narkoba, seks, rokok, pornografi, kemalasan, kriminalitas, bersumpah serapah, gaya hidup kumuh, homoseksual atau menjadi anggota band punk rock. Masalah utamanya adalah mereka tidak melihat Yesus dengan jelas. Hal terbaik yang bisa Anda lakukan untuk mereka – dan sebab satu-satunya untuk melakukan nasihat-nasihat di bawah ini – adalah untuk membukakan tentang Kristus kepada mereka. Ini bukan proses yang mudah dan cepat membuahkan hasil, dosa dalam hidup mereka yang memberatkan hati Anda dan menghancurkan hidup mereka baru bisa berkurang ketika mereka melihat Yesus dengan lebih baik daripada yang sekarang mereka lihat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''2. Berdoa.''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya Tuhan yang dapat menyelamatkan anak Anda, jadi mintalah agar Dia mau menyatakan diri-Nya sedemikian rupa sehingga anak Anda tidak bisa menolak untuk menyembah-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''3. Akui bahwa memang ada masalah.''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika anak Anda menolak Kristus, jangan bertindak seperti tidak ada masalah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk setiap anak yang tidak percaya, perincian persoalannya akan berbeda-beda. Setiap anak membutuhkan cara yang unik dari orang tuanya untuk bisa menjangkaunya. Jangan sampai Anda tidak menjangkaunya sama sekali. Jika anak Anda tidak percaya, jangan dibiarkan begitu saja. Memang lebih mudah untuk pergi berlibur daripada menangani masalah kekekalan anak Anda. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''4. Jangan harapkan mereka menjadi serupa Kristus.''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika anak Anda tidak Kristen, dia tidak akan bertindak seperti seorang Kristen. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda tahu bahwa dia sudah meninggalkan imannya, jadi jangan harapkan dia hidup dengan standar yang Anda pakai untuk membesarkannya. Misalnya, Anda mungkin ingin berkata, “Ibu tahu, sulit bagimu untuk percaya kepada Yesus, tetapi setidaknya, tidakkah kamu sadar bahwa menyia-nyiakan hidup setiap hari adalah dosa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika dia tidak bisa percaya kepada Yesus, maka tidak banyak artinya untuk mengakui bahwa bermabuk-mabukan itu salah. Benar, Anda mau melindunginya. Tetapi masalah ketidak percayaannya itulah yang menjadi masalah yang paling berbahaya – bukannya berpesta pora. Meskipun ketidakpercayaan anak Anda tercermin dalam tingkah lakunya, selalu pastikan untuk lebih menitikberatkan pada penyakit utamanya dan bukan pada gejalanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''5.&amp;amp;nbsp; Biarkan mereka pulang ke rumah Anda. ''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena masalah utamanya bukanlah pada tindakan anak Anda, tetapi hatinya, maka janganlah membuat banyak persyaratan bagi anak Anda jika dia mau pulang ke rumah. Jika dia mempunyai keinginan untuk bersama Anda, itu adalah karena Tuhan memberikan kesempatan pada Anda untuk membawanya kembali pada Yesus. Memang benar ada hal-hal tertentu di mana orang tua harus memberi ultimatum: “jangan pulang lagi ke rumah ini jika kamu...” Tetapi hal seperti ini jarang sekali. Jangan kurangi kesempatan bersama dengan anak Anda karena Anda membuat banyak peraturan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika anak Anda meninggalkan bau ganja atau rokok, semprot bajunya dengan pewangi dan ganti seprei dan sarung bantalnya ketika dia pergi, tetapi biarkan dia pulang ke rumah. Jika Anda mendapati dia hamil, belikan dia vitamin, ajak dia ke pemeriksaan ultrasound sewaktu bayi yang dikandungnya berumur 20 minggu, jangan biarkan dia pergi ke klinik aborsi, dan selalu biarkan dia pulang ke rumah. Jika anak Anda tidak punya uang karena dia menghabiskan uang yang Anda pinjamkan untuk pelacuran dan minuman keras yang mahal, ampunilah kesalahannya seperti Anda juga sudah diampuni, jangan lagi berikan dia uang, tetapi biarkan dia pulang ke rumah. Jika anak Anda sudah tidak pulang seminggu lebih karena dia tinggal di rumah pacarnya, mintalah supaya dia jangan pergi lagi dan kembali ke rumah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''6. Lebih banyak meminta daripada memarahi mereka. ''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetap lemah lembut walaupun Anda merasa kecewa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perhatian utama Anda adalah bahwa anak Anda sedang menghancurkan dirinya sendiri, bukan karena dia melanggar peraturan. Perlakukan dia sedemikian rupa sehingga hal ini terlihat jelas. Dia mungkin tahu – terutama jika dia dibesarkan sebagai orang Kristen – bahwa apa yang dia lakukan itu salah. Dan dia pasti tahu bahwa Anda juga menganggap apa yang dia lakukan itu salah. Jadi tidak perlu lagi Anda menjelaskan padanya. Dia perlu melihat bagaimana reaksi Anda terhadap perbuatannya yang salah itu. Kesabaran dan adanya pengharapan dalam kesedihan Anda akan menunjukkan padanya bahwa Anda benar-benar percaya pada Yesus. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara hatinya akan menghukum dirinya sendiri. Orang tua harus bertindak dengan kasih sayang tetapi tegas, selalu berharap bahwa anak Anda akan bertobat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''7. Kenalkan mereka kepada orang percaya yang bisa lebih dekat dengan dia. ''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada dua macam akses yang Anda mungkin tidak miliki&amp;amp;nbsp;: lokasi dan relasi. Jika anak Anda tinggal di tempat yang jauh, cari orang percaya yang sungguh-sungguh di daerah itu dan mintalah dia untuk menghubungi anak Anda. Hal ini mungkin bagi anak Anda akan terasa memalukan, konyol, atau mau cari tahu urusannya, tetapi hal ini berguna – terutama jika orang percaya yang Anda temukan itu dapat berhubungan secara emosional dengan dia, dengan cara yang Anda sendiri tidak bisa lakukan. Relasi atau hubungan pribadi yang menjauh juga bisa menjadi efek samping yang timbul ketika anak Anda meninggalnya kepercayaannya, hubungan Anda dengan dia akan menjadi tegang, itu sebabnya hubungan ini harus dipelihara sebisa mungkin. Tetapi teguran yang keras tetap perlu diberikan. Di sinilah perlunya ada orang percaya lain yang bisa memiliki hubungan emosional dengan anak Anda. Jika ada orang percaya yang dipercayai dan bahkan disukai oleh anak Anda, maka orang percaya itu mempunyai pijakan untuk menasihati anak Anda – dimana anak Anda mau memperhatikannya – bahwa dia sedang bertingkah bodoh. Hal ni mungkin kedengarannya terlalu keras, tetapi ini adalah berita kejutan yang kita semua perlukan dari waktu ke waktu, dan biasanya hanya orang-orang yang kita percayailah yang bisa menegur dengan keras, tetapi sekaligus bisa juga menjadi suatu yang berharga bagi kita. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak anak yang sesat bisa menerima teguran bahwa dia bertindak bodoh – dan orangtua jarang bisa mengatakan hal ini langsung pada anaknya – jadi cobalah agar ada orang Kristen lain dalam kehidupan anak Anda. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''8. Hargai teman-teman mereka. ''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hargai anak Anda yang sesat seperti Anda menghargai orang-orang tidak percaya lainnya. Mereka mungkin akan berteman dengan orang-orang yang Anda tidak mau untuk mengajak bicara dan bahkan enggan untuk melihatnya, tetapi mereka adalah teman anak Anda. Hargai itu – bahkan jika hubungan tersebut berdasarkan dosa. Benar bahwa mereka itu tidak baik untuk anak Anda. Tetapi anak Anda juga tidak memberikan pengaruh baik bagi mereka. Tidak ada gunanya jika Anda dengan keras menunjukkan bahwa Anda tidak suka pada teman-temannya. Ketika anak Anda datang di perayaan ulang tahun dalam keluarga dengan pacarnya – yang belum pernah Anda lihat sebelumnya dan mungkin tidak akan pernah Anda lihat lagi – jadilah tuan rumah yang baik. Dia juga anak yang sesat dari keluarga lain dan dia juga perlu Yesus. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''9. Kirim email.''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Puji Tuhan untuk tehnologi yang memungkinkan Anda bisa berada dalam kehidupan anak Anda dengan begitu mudahnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Anda membaca sesuatu di dalam Alkitab yang mendorong dan membantu Anda untuk lebih mengasihi Yesus, tuliskanlah dalam beberapa kalimat dan kirimkan pada anak Anda. Teguran terbaik bagi mereka adalah contoh positif tentang suka cita Kristus di dalam hidup Anda. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan terlalu bingung sewaktu Anda menuliskan kalimat-kalimat tersebut sepertinya setiap email Anda harus benar-benar punya kuasa. Kirim saja satu demi satu secara terus-menerus, dan biarkan efek kumulatif dari kepuasan Anda dalam Tuhan bertimbun di kotak masuk (inbox) anak Anda. Firman Tuhan tidak pernah diberitakan dengan sia-sia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''10. Ajak mereka untuk makan siang bersama.''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika memungkinkan, jangan biarkan interaksi Anda dgn anak Anda hanya melalui elektronik. Tetap bertemu muka dengan dia. Anda mungkin berpikir bahwa pertemuan ini akan tidak menyenangkan, tetapi percayalah pada saya bahwa anak Anda lebih merasa tidak enak, bahkan ditambah lagi dengan perasaan bersalah. Jadi jika dia bersedia untuk makan siang dengan Anda, puji Tuhan, dan pakailah kesempatan tersebut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun terasa agak munafik berbicara tetang kegiatannya sehari-hari, karena yang penting bagi Anda adalah tentang kehidupan kekalnya, tetapi cobalah berbicara juga tetang kehidupannya sehari-hari. Dia juga perlu tahu bahwa Anda peduli padanya. Lalu sebelum makan siang berakhir, berdoalah supaya Tuhan berikan Anda keberanian untuk bertanya tentang jiwanya. Anda tidak akan tahu apa responnya. Apakah dia akan menggulirkan bola matanya sepertinya Anda adalah seorang idiot? Apakah dia akan marah dan pergi meninggalkan Anda? Atau apakah Tuhan bekerja dalam dirinya sejak Anda terakhir berbicara dengan dia? Anda tidak akan tahu sampai Anda memberanikan diri untuk bertanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Catatan untuk orang tua yang memiliki anak yang lebih kecil: Sediakan waktu yang teratur untuk pergi makan bersama anak Anda. Ini bukan cuma suatu kebiasaan yang baik dikerjakan, tetapi jika anak Anda memasuki masa di mana mereka memberontak, Anda akan sudah terbiasa untuk bertemu dengan mereka dan tidak merasa asing lagi untuk mengajak mereka makan siang bersama. Jika anak Anda sudah terbiasa makan siang bersama ayahnya pada hari Sabtu sejak dia masih kecil, akan lebih sulit baginya untuk menolak ajakan ayahnya dikemudian hari – bahkan ketika dia sudah berumur sembilan belas tahun.) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''11. Usahakan untuk menyukai apa yang mereka ingin lakukan dalam hidupnya.''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika anak Anda dengan sengaja menolak Kristus maka kemungkinan besar cara dia menjalankan hidupnya juga akan membuat Anda kecewa. Walaupun demikian coba temukan sesuatu yang berharga dalam minatnya, dan kalau bisa berilah semangat padanya. Dulu Anda menghadiri pertunjukan di sekolahnya dan pertandingan sepakbola yang dimainkannya ketika dia berumur sepuluh; kini apa yang bisa Anda lakukan ketika dia berumur dua puluh untuk tetap menunjukkan bahwa Anda peduli pada minatnya? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yesus pernah bersama-sama denga pemungut cukai dan pelacur walaupun Yesus tidak punya relasi dengan mereka. Teladani Kristus dengan menjadi orang tua yang bisa bertoleransi untuk datang kepertunjukan konser peluncuran CD anak Anda di kelab malam walaupun Anda harus membawa penyumbat telinga. Beri semangat padanya dan jangan berhenti untuk mendoakannya supaya dia mulai memakai bakatnya untuk kemuliaan Yesus dan bukannya untuk dirinya sendiri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''12. Arahkan mereka pada Kristus.''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini harus benar-benar ditekankan. Ini adalah masalah utamanya. Tidak ada strategi untuk menjangkau anak lelaki atau perempuan Anda yang bisa mempunayi efek yang kekal, jika tujuan dasarnya bukanlah untuk menolong mereka mengenal Yesus. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yesus. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuan dari semua ini bukannya supaya mereka akan menjadi anak yang baik lagi, bukan supaya mereka mau menggunting rambut dan mandi lagi; bukan supaya mereka mau menyukai musik klasik dan meninggalkan musik keras. Bukan supaya Anda tidak lagi merasa malu pada waktu pemahaman Alkitab setiap minggu; bukan agar mereka mencoblos partai konservatif lagi di pemilu yang akan datang; bahkan bukan juga supaya Anda bisa tidur di malam hari karena Anda tahu bahwa mereka tidak akan pergi ke neraka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu-satunya alasan Anda untuk mendokan mereka, menyambut mereka pulang ke rumah, meminta dengan sangat pada mereka, mengirim email pada mereka, makan dengan mereka, atau peduli dengan minat mereka adalah supaya mata mereka terbuka pada Kristus. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan bukan saja Dia adalah satu-satunya tujuan tetapi Dia juga satu-satunya harapan. Ketika mereka memandang keajaiban Yesus, kepuasannya akan diperbaharui. Dia akan menjadi pengganti bagi kebergantungannya pada uang, pemujaan pada manusia, kepuasan dari narkoba dan seks yang saat ini mereka tukarkan dengan kekekalan. Hanya anugerahNya yang dapat menarik mereka dari keinginan mereka yang berbahaya dan mengikat mereka dengan aman kepada Dia – ditangkap tetapi merasa puas. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia akan melakukan hal ini untuk banyak orang. Setialah dan jangan putus asa.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yahya Kristiyanto</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Bagaimana_Menjadi_Kuat_dalam_Tuhan</id>
		<title>Bagaimana Menjadi Kuat dalam Tuhan</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Bagaimana_Menjadi_Kuat_dalam_Tuhan"/>
				<updated>2019-10-14T07:36:33Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Yahya Kristiyanto: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Info|How to Be Strong in the Lord}} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bagaimana Menjadi Kuat dalam Tuhan  ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. “'''''Sukacita''' Tuhan adalah kekuatanmu''” (Nehemia 8:10). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidakkah baik menjadi milik Allah yang menjadikan kegembiraan sebagai jalan menuju kekuatan? Setan adalah ilah yang sangat muram. Tetapi Yesus berkata, “Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya, upahmu besar di sorga” (Lukas 6:23). Setan tidak tahan terhadap nyanyian pujian orang-orang kudus. (Mengetahui hal ini, dia membuat &amp;quot;komedi musik&amp;quot; pengganti yang bukan merupakan pujian hati orang-orang yang bahagia, melainkan gerutuan dan erangan dan jeritan orang-orang yang tidak memiliki damai sejahtera.) Saya telah melihat Setan kehilangan arah karena nyanyian pujian orang-orang Kristen yang berpengharapan. Dan saya tahu, bahwa dalam kehidupan saya sendiri, menemukan langkah untuk menyelesaikan perlombaan berarti menemukan kembali sukacita dari Tuhan, lagi dan lagi. Sukacita adalah kekuatan yang dahsyat.&amp;amp;nbsp;&amp;lt;br&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;br&amp;gt;2. “''Kita bermegah akan '''pengharapan''' menerima kemuliaan Allah''” (Roma 5:2). &amp;lt;br&amp;gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada sukacita yang datang dari apa yang kita miliki sekarang—pengampunan atas dosa, persekutuan dengan Allah, kehidupan yang penuh tujuan, penyembahan, persekutuan, terbitnya matahari, tenggelamnya matahari, teman-teman dan keluarga yang berarti. Tetapi kenyataan yang sederhana dan menyakitkan adalah “manusia lahiriah kami semakin merosot” (2 Korintus 4:16); “Dalam segala hal kami ditindas... habis akal... dianiaya... dihempaskan&amp;quot; (2 Korintus 4:8-9); dan kita yang memiliki roh “juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita” (Roma 8:23). Oleh karena itu, jika kita ingin memiliki sukacita yang tak tergoyahkan dalam hidup ini, sukacita itu haruslah berada “dalam pengharapan”. “Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya? Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun”---dan dengan sukacita (Roma 8:24-25). Karena itu ”Bersukacitalah dalam pengharapan!” (Roma 12:12).&amp;amp;nbsp;&amp;lt;br&amp;gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. “''Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu... Dan kota itu tidak memerlukan matahari dan bulan untuk menyinarinya, sebab kemuliaan Allah meneranginya dan Anak Domba itu adalah lampunya.''” (Wahyu 21:4, 23). &amp;lt;br&amp;gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inilah pengharapan kita. Suatu hari, kemuliaan Allah akan tampil dalam penciptaan baru dan menghapus segala kejahatan, segala rasa sakit dan semua kesedihan dan semua ketakutan dan semua rasa bersalah. Semua ketaatan dan kesetiaan akan dipulihkan dan diberi upah. Segala penyangkalan diri dan penderitaan dalam iman akan diganti dan dibayar 100 kali lipat.&amp;amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?” (Roma 8:32). Semua yang dimiliki Allah akan menjadi warisan bagi anak-anak-Nya, untuk menjadi kesenangan mereka yang abadi.&amp;amp;nbsp;&amp;lt;br&amp;gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. “''Aku pun tidak berhenti mengucap syukur... supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus''” (Efesus 1:16-18). &amp;lt;br&amp;gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tantangan terbesar bagi kita sekarang adalah untuk mengenal kemuliaan pengharapan kita. Untuk melihatnya dengan mata hati dan bukan hanya berpikir tentang hal itu dengan pemikiran kita saja. Ini adalah pertempuran spiritual yang dahsyat. Allah mengatakan bahwa &amp;quot;dengan melihat kita tidak akan melihat dan dengan mendengar kita tidak akan mendengar.” Marilah kita berdoa dengan segenap hati kita bahwa Allah yang berkata “Jadilah terang” akan bersinar dalam hati kita “supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang ''kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus” (2 Korintus 4:6)'' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Ringkasan''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdoalah untuk matamu &amp;amp;gt; lihatlah kemuliaan Allah &amp;amp;gt; berpengharapanlah dalam kemuliaan itu &amp;amp;gt; bersukacitalah dalam pengharapan &amp;amp;gt; kuatlah dalam sukacita.&amp;amp;nbsp;&amp;lt;br&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;br&amp;gt;Dalam uluran tangan karena Allah besertamu, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pastor John&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yahya Kristiyanto</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/%22Itu_Bukan_Urusanmu._Tetapi_Engkau:_Ikutlah_Aku%22</id>
		<title>&quot;Itu Bukan Urusanmu. Tetapi Engkau: Ikutlah Aku&quot;</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/%22Itu_Bukan_Urusanmu._Tetapi_Engkau:_Ikutlah_Aku%22"/>
				<updated>2019-10-07T06:42:10Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Yahya Kristiyanto: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{ info |What Is That to You? You Follow Me!}}''Dibebaskan dari Membanding-bandingkan dengan Kalimat yang Blak-blakan''&amp;lt;br&amp;gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Yohanes 21:18-22''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kebangkitan-Nya dari antara orang mati, Yesus bertanya kepada Petrus tiga kali apakah ia mengasihi-Nya. Petrus menjawab ''ya'' tiga kali. Kemudian Yesus memberi tahu Petrus bagaimana ia akan mati—jelas dengan penyaliban. Petrus ingin tahu bagaimana dengan Yohanes. Jadi ia bertanya kepada Yesus, &amp;quot;apakah yang akan terjadi dengan dia ini?&amp;quot; Yesus mengacuhkan pertanyaan tersebut dan berkata, &amp;quot;itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku.&amp;quot; Ini percakapannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:''&amp;quot;Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki.&amp;quot; Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: &amp;quot;Ikutlah Aku.&amp;quot; Ketika Petrus berpaling, ia melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata: &amp;quot;Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?&amp;quot; Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: &amp;quot;Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?&amp;quot; Jawab Yesus: &amp;quot;Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku.&amp;quot;'' (Yohanes 21:18-22)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat Yesus yang blak-blakan—&amp;quot;Bukan urusanmu. Ikutlah Aku&amp;quot;—manis di telinga saya. Kalimat tersebut membebaskan dari perbuatan membanding-bandingkan yang menyedihkan dan fatal. Kadang-kadang ketika saya melihat iklan-iklan di ''Christianity Today'' (yang ribuan jumlahnya), saya putus asa. Tidak seperti dua puluh lima tahun yang lalu. Tetapi tetap saja saya merasa tawaran-tawaran pelayanan yang bertubi-tubi ini menekan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku demi buku, konferensi demi konferensi, DVD demi DVD memberikan cara meraih kesuksesan dalam pelayanan. Dan semuanya dengan diam-diam menyampaikan pesan bahwa saya tidak mencapainya. Ibadah bisa lebih baik. Khotbah bisa lebih baik. Penginjilan bisa lebih baik. Penggembalaan bisa lebih baik. Pelayanan pemuda bisa lebih baik. Misi bisa lebih baik. Dan inilah cara yang bisa membuat berhasil. Belilah ini. Kemarilah. Ke sanalah. Lakukanlah dengan cara ini. Dan hal yang menambahi beban adalah beberapa buku dan konferensi itu adalah ''buatan saya''! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi saya disegarkan oleh kalimat Yesus yang blak-blakan kepada saya (dan Anda): &amp;quot;Itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku.&amp;quot; Petrus baru mendengar kalimat yang sangat keras. Engkau akan mati—secara menyakitkan. Pikiran pertamanya adalah membandingkan. Bagaimana dengan Yohanes? Jika aku harus menderita, akankah dia harus menderita? Jika pelayananku berakhir demikian, akankah pelayanannya berakhir seperti itu juga? Jika hidup pelayananku lama tetapi tidak berbuah, apakah ia akan berbuah? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitulah kita orang-orang berdosa. Membandingkan. Membandingkan. Membandingkan. Kita ingin tahu bagaimana posisi kita dalam perbandingan dengan orang lain. Ada perasaan hebat jika kita dapat menemukan seseorang yang kurang efektif dibandingkan kita. Aduh. Sampai hari ini, saya masih ingat catatan kecil yang ditempelkan oleh Asisten Residen saya di Elliot Hall ketika saya menduduki tahun senior di Wheaton: &amp;quot;Mengasihi adalah berhenti membandingkan.&amp;quot; Itu bukan urusanmu, Piper. Ikutlah Aku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Apa urusanmu kalau David Wells punya pengertian yang komprehensif akan efek posmodernisme yang merambah? Ikutlah Aku. &lt;br /&gt;
*Apa urusanmu kalau Voddie Baucham mengabarkan Injil dengan begitu berkuasa ''tanpa catatan''? Ikutlah Aku. &lt;br /&gt;
*Apa urusanmu kalau Tim Keller melihat koneksi Injil dengan kehidupan profesional begitu jelas? Ikutlah Aku. &lt;br /&gt;
*Apa urusanmu kalau Mark Driscoll bisa memanfaatkan bahasa dan kebodohan budaya pop dengan begitu piawai? Ikutlah Aku. &lt;br /&gt;
*Apa urusanmu kalau Don Carson membaca lima ratus buku setahun dan menggabungkan wawasan pastoral dengan kedalaman dan penguasaan seorang sarjana? Ikutlah aku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata itu mendarat pada saya dengan sukacita yang besar. Yesus tidak akan menghakimi saya menurut superioritas atau inferioritas saya terhadap siapa pun. Tidak satu pun pengkhotbah. Tidak satu pun gereja. Tidak satu pun pelayanan. Ini semua bukan standar. Yesus punya pekerjaan yang harus ''saya'' kerjakan (dan pekerjaan yang lain untuk Anda). Ini bukan apa yang diberikan-Nya kepada orang lain untuk dikerjakan. Ada kasih karunia untuk melakukannya. Akankah saya percaya kepada-Nya untuk kasih karunia itu dan mengerjakan apa yang telah diberikan-Nya kepada saya untuk saya kerjakan? Itulah pertanyaannya. O, betapa suatu kebebasan yang datang ketika Yesus blak-blakan! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya harap Anda menemukan penguatan dan kebebasan sekarang ketika Anda mendengar Yesus berkata kepada semua perbandingan yang tak henti-henti menerpa Anda: &amp;quot;Itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Belajar berjalan dalam kebebasan bersama Anda, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendeta John&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yahya Kristiyanto</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Jangan_Menyerah</id>
		<title>Jangan Menyerah</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Jangan_Menyerah"/>
				<updated>2019-10-07T06:14:58Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Yahya Kristiyanto: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|Don’t Give Up}}&amp;quot;Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus&amp;quot; ('''Wahyu 14:12''') &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita selalu merindukan perhentian dan penyegaran kembali. Itulah kerinduan yang berasal dari Tuhan yang dijanjikan-Nya untuk digenapi-Nya: &amp;quot;Sebab Aku akan membuat segar orang yang lelah, dan setiap orang yang merana akan Kubuat puas&amp;quot; ('''Yeremia 31:25'''). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dengan cara yang sangat nyata Yesus memberikan perhentian bagi &amp;quot;semua yang letih lesu dan berbeban berat&amp;quot; dan mengundang kita untuk datang kepada-Nya. ('''Matius 11:28'''). Namun pada masa sekarang, perhentian yang dimaksud bukanlah perhentian sepenuhnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di masa sekarang ini, Yesus menganugerahkan kepada kita perhentian yang sesuai dengan maksud Injil, yaitu berhenti berusaha menebus dosa kita sendiri karena hal itu mustahil ('''2 Korintus 5:21''': &amp;quot;Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.&amp;quot;). Tetapi dalam proses berpegang pada Injil kita pun terseret dalam sebuah peperangan, yaitu peperangan untuk tetap percaya akan Injil dan peperangan untuk menyebarkannya kepada orang lain. Sekarang ini kita berjuang agar di masa yang akan datang kita bisa &amp;quot;masuk ke dalam perhentian [sepenuhnya] itu&amp;quot; ('''Ibrani 4:11'''). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peperangan itu sangat menguras tenaga — terlebih lagi perang yang berkepanjangan. Itu sebabnya Anda sering merasa lelah. Kebanyakan pejuang yang sudah mengenal ganasnya medan perang ingin keluar dari sana. Itu sebabnya Anda selalu merasa ingin melarikan diri atau menyerahkan diri. Karena itu juga, ada kalanya saudara tergoda untuk menyerah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi jangan menyerah. Jangan, tapi &amp;quot;kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu!&amp;quot; ('''2 Tawarikh 15:7'''). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan menyerah saat ada dosa yang setelah sekian lama masih bersembunyi di balik pintu, dan siap menerkammu lagi dengan godaan. &lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
''Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. ('''1 Korintus 10:13''').''&lt;br /&gt;
&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
Jangan menyerah saat saudara merasakan keletihan akibat peperangan yang berkepanjangan dan kelemahan yang tak kunjung berhenti. &lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;''&amp;quot;Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.&amp;quot; Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. ('''2 Korintus 12:8-9''').''&lt;br /&gt;
&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
Jangan menyerah saat doa-doamu yang tiada henti belum juga dijawab. &lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
''Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka [tentang seorang janda yang gigih dan hakim yang tak benar] untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu ('''Lukas 18:1''').''&lt;br /&gt;
&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
Jangan menyerah saat panah api keragu-raguan dari iblis menancap dan membuat saudara terhuyung-huyung. &lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
''Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu... dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat ('''Efesus 6:13, 16''')''&lt;br /&gt;
&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
Jangan menyerah saat Anda merasa hancur berkeping-keping akibat tekanan bertubi-tubi yang sepertinya tak kenal ampun. &lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
''Sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu: dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran, dalam menanggung dera, dalam penjara dan kerusuhan, dalam berjerih payah, dalam berjaga-jaga dan berpuasa . . . ('''2 Korintus 6:4-5''').''&lt;br /&gt;
&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
Jangan menyerah saat ladang yang disediakan Tuhan untuk Anda garap tanahnya keras dan sepertinya tak mungkin bisa mengalami panen: &lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
''Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. ('''Galatia 6:9''')''&lt;br /&gt;
&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
Jangan menyerah saat Anda bekerja keras mengusahakan hal-hal yang hasilnya terlihat tak jelas sampai-sampai Anda ragu untuk terus mengerjakannya. &lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
''&amp;quot;Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.&amp;quot; ('''Matius 6:4''')''&lt;br /&gt;
&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
Jangan menyerah saat reputasimu rusak karena imanmu pada Yesus. &lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
''&amp;quot;Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.&amp;quot; ('''Matius 5:11''').''&lt;br /&gt;
&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
Jangan menyerah saat menantikan Tuhan yang sepertinya tak kunjung datang. &lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
''Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah. ('''Yesaya 40:30-31''')''&lt;br /&gt;
&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
Jangan menyerah saat Anda gagal melawan dosa. Jangan mau tinggal dalam kubangan dosa. Bertobatlah (lagi), jangan meratapi diri sendiri tetapi kembalilah kepada Yesus, bangkit dan kembalilah berjuang. &lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
''Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. ('''1 Yohanes 1:9'''); jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya ('''2 Timotius 2:13''').''&lt;br /&gt;
&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
Yesus tahu segala usahamu ('''Wahyu 2:2''') dan Ia mengerti pergumulanmu ('''Ibrani 12:3'''). &amp;quot;Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar...&amp;quot; ('''1 Timotius 6:12'''). Selesaikan pertandingan ('''2 Timotius 4:7'''). &amp;quot;Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu.&amp;quot; ('''Lukas 21:19'''). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan Menyerah.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yahya Kristiyanto</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Apa_Artinya_Memiliki_Hubungan_dengan_Allah%3F</id>
		<title>Apa Artinya Memiliki Hubungan dengan Allah?</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Apa_Artinya_Memiliki_Hubungan_dengan_Allah%3F"/>
				<updated>2019-10-07T06:01:25Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Yahya Kristiyanto: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Info|What does it mean to have a relationship with God?}} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Apa Artinya Memiliki Hubungan dengan Allah?''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua orang percaya menjadikan jawaban atas pertanyaan ini sebagai prioritas utama untuk bertumbuh! Mereka akan bersama-sama dengan yang lain, dalam sejarah gereja, berjalan sangat mendalam dalam hubungan mereka dengan Allah! Saya sebutkan salah satu contohnya, John Owen. Dia telah menulis sebuah buku berjudul ''Persekutuan dengan Allah'', yang merupakan gaya lama untuk menyatakan &amp;quot;hubungan dengan Allah&amp;quot;. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang dimaksud dengan berhubungan dengan Allah adalah kita menerima komunikasi dari Allah tentang diri-Nya sendiri baik melalui firman-Nya maupun melalui sejarah. Dia datang kepada kita dalam Yesus Kristus, melalui pengajaran-Nya, melalui penyaliban-Nya, melalui para rasul-Nya, melalui firman-Nya, dan Dia berbicara kepada kita. Dan pengajaran-Nya menjadi sangat penting bagi kita oleh karena kehadiran Roh Kudus yang tinggal di dalam kita. Ini barulah setengah hubungan. Dialah yang mengambil inisiatif. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita menerima komunikasi-Nya, dan oleh Roh, telah dibuat hidup untuk Mereka. Kita melihat Mereka datang --- komunikasiNya tentang diri-Nya, karakter-Nya, dan pekerjaan-Nya bagi kita --- dan kita dibangunkan untuk Mereka. Kita diciptakan untuk mengagumi Mereka, untuk menyenangkan Mereka, dan menjadi berbahagia, penuh pengharapan, dan tergerak. Kemudian kita kembali kepada Dia -- juga melalu firman, oleh Roh, dan melalui nama Yesus Kristus ---- doa, tindakan syukur, terus berjuang untuk memperjuangkan iman, dan bertindak dalam ketaatan. Hasilnya adalah hidup kita akan mengarah kepada Allah, sedangkan hidup-Nya mengarah kepada kita manusia. Itulah hubungan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hubungan dengan Allah terjadi, yang paling fundamental, oleh Roh melalui firman. Jangan coba-coba lari dari Alkitab untuk menemukan hubungan dengan Allah di dalam hutan-hutan atau dalam semacam pertemuan estetika dengan alam atau dengan sebuah seni yang agung. Itu semua hanya tambahan. Benar, langit menceritakan kemuliaan Allah (Mazmur 19:1). Allah menggunakan seni agung dan puisi indah untuk membangun kita. Tetapi, jika kita tidak berpusat pada Alkitab di mana Dia berbicara dengan penuh otoritas dan jelas, maka hubungan kita akan terganggu oleh kesalahan dan dosa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, biarkan Alkitab menjadi tempat di mana Allah bertemu dengan anda dan berbicara dengan Anda, dan biarkan Alkitab menjadi tempat Anda berbicara kembali kepada-Nya. Hubungan ada dalam persekutuan seperti ini: Dia kepada kita, dan kita kepada Dia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan ini terjadi sepanjang hari. Kita mengingatkan diri kita sendiri ketika kita putus asa, &amp;quot;Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu&amp;quot; (Yesaya 41:10). Anda ingat firman ini dan serukan dalam pikiran, karena firman ini adalah janji di dalam Alkitab. Kemudian Anda katakan, &amp;quot;Terima kasih, Tuhan. Aku akan mengambil langkah ketaatan berikut ini.&amp;quot; Dan pada saat itu hubungan dirasakan dan persekutuan dialami. Itulah cara Anda berjalan dari waktu ke waktu bersama Allah di sepanjang hidup ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yahya Kristiyanto</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Bertekunlah_dalam_Doa!</id>
		<title>Bertekunlah dalam Doa!</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Bertekunlah_dalam_Doa!"/>
				<updated>2019-04-18T08:45:42Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Yahya Kristiyanto: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|Persevere in Prayer!}}&amp;lt;blockquote&amp;gt;'''Kolose 4: 2 – 3'''&amp;lt;br&amp;gt;&amp;lt;br&amp;gt;Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur. Berdoa jugalah untuk kami, supaya Allah membuka pintu untuk pemberitaaan kami, sehingga kami dapat berbicara tentang rahasia Kristus, yang karenanya aku dipenjarakan. &amp;lt;/blockquote&amp;gt; &lt;br /&gt;
Tulisan ini memberikan 5 aturan umum yang akan menuntun kita untuk menaikkan doa-doa kita. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''Pertama, “Teruslah bertekun dalam doa”''. Jangan Anda menyerah, teruskanlah kerajinan yang sudah Anda tunjukkan dalam doa mingguan Anda. Ada banyak kuasa yang Anda miliki dalam ''bertekun di'' dalam doa. Jangan lupa akan hal tentang “sahabat yang gigih dan tidak malu” di dalam Lukas 11:8 dan jangan lupa perumpamaan yang diceritakan Tuhan Yesus bahwa “kita harus selalu berdoa dengan tidak gentar” (Lukas 18:8). Ketekunan adalah ujian kemurnian kehidupan Kristen. Saya bersyukur kepada Tuhan bahwa Anda sudah bertekun dalam doa selama 60, 70 atau 80 tahun. Ooo, marilah kita menjadi gereja yang berdoa dan menjadikan tahun 1982 tahun yang dilingkupi oleh resapan doa kepada Tuhan Sang Penuai. Bukankah sungguh indah apabila pada akhirnya kita berkata, “Aku sudah menyelesaikan pertandingan. Aku sudah mempertahankan iman.”&amp;amp;nbsp;?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''Kedua, “Berjaga-jagalah dalam doamu”'' Artinya, waspadalah. Sadarlah secara mental. Paulus mungkin belajar dari cerita kebenaran yang terjadi di Getsemani. Tuhan Yesus meminta para rasul untuk berdoa, tetapi Dia menemukan mereka tertidur, sehingga Dia berkata, “Tidak bisakah kamu berjaga-jaga satu jam saja? Berdoalah dan berjaga-jagalah, sehingga kamu tidak jatuh dalam pencobaan.” (Markus 14:37f). Kita harus waspada saat kita berdoa – waspada terhadap melanturnya pikiran kita, terhadap pengulangan yang tidak berarti, terhadap ekspresi dan pendapat yang tidak berarti, terhadap keinginan yang egois dan terbatas pada diri sendiri. Dan kita juga harus berjaga-jaga terhadap apa yang baik. Terutama kita harus peka terhadap pimpinan Tuhan dalam doa-doa kita seperti yang diajarkan di dalam Alkitab. Tuhanlah yang bekerja di dalam kita untuk berkehendak terhadap doa-doa kita, tetapi kita akan selalu mengalami kondisi dimampukan secara ilahi sebagai pengambil keputusan dan penyelesaian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''Ketiga, kita bersyukur atas segala sesuatu dalam doa-doa kita.'' Cerita-cerita yang telah saya dengar tentang apa yang dilakukan Tuhan dalam sebagian besar kehidupan Anda melalui doa yang diperbaharui, benar-benar menakjubkan. Hal-hal tersebut benar-benar membuat saya harus ''selalu bersyukur'' di dalam doa-doa saya. Terus bagikan kepada saya dan orang-orang lain tentang hal-hal baik ini. Tuhan akan membuat tahun ini sebagai tahun tuaian apabila kita terus bertekun dalam doa dengan ucapan syukur. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''Keempat, doakanlah saya agar pintu dibukakan bagi firman Tuhan''. Ini mempunyai 2 pengertian, yaitu 1) agar di dalam gereja ada banyak hati yang terbuka dan mau menerima firman dari minggu ke minggu, 2) agar sesama saya mau terbuka untuk menerima kabar baik ketika saya berbagi dengannya. “Tuhan membuka hati Lidia untuk memberi perhatian pada firman Tuhan.” (Kisah Rasul 16:14) Itulah yang saya inginkan untuk terjadi pada setiap hari minggu dan hari-hari lainnya dalam seminggu. Doakanlah saya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''Kelima, doakanlah saya agar saya bisa berbicara tentang misteri Kristus dengan jelas''. “Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita” (1 Timotius 3:16). Oh, betapa indahnya panggilan untuk mengabarkannya. Saya suka tugas berkhotbah. Tetapi itu jauh di atas saya. Tolong doakan agar saya memahami misteri Kristus. Doakan agar saya memilih tulisan yang diperlukan. Doakan agar saya berkhotbah dengan kuasa Roh Kudus. Doakan agar saya memberitakan kebenaran dengan kasih. Tolong doakan saya, karena tanpa Kristus saya tidak mampu berbuat apa pun. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda ada dalam doa-doa saya juga!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendeta John&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yahya Kristiyanto</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Bertekunlah_dalam_Doa!</id>
		<title>Bertekunlah dalam Doa!</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Bertekunlah_dalam_Doa!"/>
				<updated>2019-04-18T08:36:40Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Yahya Kristiyanto: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|Persevere in Prayer!}}&amp;lt;blockquote&amp;gt;'''Kolose 4: 2 – 3'''&amp;lt;br&amp;gt;&amp;lt;br&amp;gt;Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur. Berdoa jugalah untuk kami, supaya Allah membuka pintu untuk pemberitaaan kami, sehingga kami dapat berbicara tentang rahasia Kristus, yang karenanya aku dipenjarakan. &amp;lt;/blockquote&amp;gt; &lt;br /&gt;
Tulisan ini memberikan 5 aturan umum yang akan menuntun kita untuk menaikkan doa-doa kita. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''Pertama, “Teruslah bertekun dalam doa”''. Jangan Anda menyerah, teruskanlah kerajinan yang sudah Anda tunjukkan dalam doa mingguan Anda. Ada banyak kuasa yang Anda miliki dalam ''bertekun di'' dalam doa. Jangan lupa akan hal tentang “sahabat yang gigih dan tidak malu” di dalam Lukas 11:8 dan jangan lupa perumpamaan yang diceritakan Tuhan Yesus bahwa “kita harus selalu berdoa dengan tidak gentar” (Lukas 18:8). Ketekunan adalah ujian kemurnian kehidupan Kristen. Saya bersyukur kepada Tuhan bahwa Anda sudah bertekun dalam doa selama 60, 70 atau 80 tahun. Ooo, marilah kita menjadi gereja yang berdoa dan menjadikan tahun 1982 tahun yang dilingkupi oleh resapan doa kepada Tuhan Sang Penuai. Bukankah sungguh indah apabila pada akhirnya kita berkata, “Aku sudah menyelesaikan pertandingan. Aku sudah mempertahankan iman.”&amp;amp;nbsp;?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''Kedua, “Berjaga-jagalah dalam doamu”'' Artinya, waspadalah. Sadarlah secara mental. Paulus mungkin belajar dari cerita kebenaran yang terjadi di Getsemani. Tuhan Yesus meminta para rasul untuk berdoa, tetapi Dia menemukan mereka tertidur, sehingga Dia berkata, “Tidak bisakah kamu berjaga-jaga satu jam saja? Berdoalah dan berjaga-jagalah, sehingga kamu tidak jatuh dalam pencobaan.” (Markus 14:37f). Kita harus waspada saat kita berdoa – waspada terhadap melanturnya pikiran kita, terhadap pengulangan yang tidak berarti, terhadap ekspresi dan pendapat yang tidak berarti, terhadap keinginan yang egois dan terbatas pada diri sendiri. Dan kita juga harus berjaga-jaga terhadap apa yang baik. Terutama kita harus peka terhadap pimpinan Tuhan dalam doa-doa kita seperti yang diajarkan di dalam Alkitab. Tuhanlah yang bekerja di dalam kita untuk berkehendak terhadap doa-doa kita, tetapi kita akan selalu mengalami kondisi dimampukan secara ilahi sebagai pengambil keputusan dan penyelesaian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''Ketiga, kita bersyukur atas segala sesuatu dalam doa-doa kita.'' Cerita-cerita yang telah saya dengar tentang apa yang dilakukan Tuhan dalam sebagian besar kehidupan Anda melalui doa yang diperbaharui, benar-benar menakjubkan. Hal-hal tersebut benar-benar membuat saya harus ''selalu bersyukur'' di dalam doa-doa saya. Terus bagikan kepada saya dan orang-orang lain tentang hal-hal baik ini. Tuhan akan membuat tahun ini sebagai tahun tuaian apabila kita terus bertekun dalam doa dengan ucapan syukur. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''Keempat, doakanlah saya agar pintu dibukakan bagi firman Tuhan''. Ini mempunyai 2 pengertian, yaitu 1) agar di dalam gereja ada banyak hati yang terbuka dan mau menerima firman dari minggu ke minggu. 2) bahwa sesama saya akan terbuka untuk menerima kabar baik saat saya berbagi dengannya. “Tuhan membuka hati Lydia untuk memberi perhatian pada Firman Tuhan.” (Kisah Rasul 16:14) Itulah yang saya inginkan untuk terjadi pada setiap hari minggu dan hari-hari lainnya dalam seminggu. Berdoalah untuk saya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''Kelima, berdoalah untuk saya agar saya bisa berbicara tentang misteri Kristus dengan jelas''. “Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita” (1 Timotius 3:16). Dan, oh, betapa indahnya panggilan untuk mengabarkannya. Saya menyukai situasi kantor yang berkotbah. Tetapi itu jauh diatas saya. Tolong doakan agar saya memahami misteri Kristus. Doakan agar saya memilih tulisan yang diperlukan. Doakan agar saya berkotbah dengan kuasa Roh Kudus. Doakan agar saya memberitakan kebenaran dengan kasih. Tolong doakan saya, karena tanpa Kristus saya tidak mampu berbuat apapun. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda ada dalam doa-doa saya juga, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendeta John&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yahya Kristiyanto</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Bertekunlah_dalam_Doa!</id>
		<title>Bertekunlah dalam Doa!</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Bertekunlah_dalam_Doa!"/>
				<updated>2019-04-18T08:23:43Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Yahya Kristiyanto: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|Persevere in Prayer!}}&amp;lt;blockquote&amp;gt;'''Kolose 4: 2 – 3'''&amp;lt;br&amp;gt;&amp;lt;br&amp;gt;Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur. Berdoa jugalah untuk kami, supaya Allah membuka pintu untuk pemberitaaan kami, sehingga kami dapat berbicara tentang rahasia Kristus, yang karenanya aku dipenjarakan. &amp;lt;/blockquote&amp;gt; &lt;br /&gt;
Tulisan ini memberikan 5 aturan umum yang akan menuntun kita untuk menaikkan doa-doa kita. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''Pertama, “Teruslah bertekun dalam doa”''. Jangan Anda menyerah, teruskanlah kerajinan yang sudah Anda tunjukkan dalam doa mingguan Anda. Ada banyak kuasa yang Anda miliki dalam ''bertekun di'' dalam doa. Jangan lupa akan hal tentang “sahabat yang gigih dan tidak malu” di dalam Lukas 11:8 dan jangan lupa perumpamaan yang diceritakan Tuhan Yesus bahwa “kita harus selalu berdoa dengan tidak gentar” (Lukas 18:8). Ketekunan adalah ujian kemurnian kehidupan Kristen. Saya bersyukur kepada Tuhan bahwa anda sudah bertekun dalam doa selama 60. 70 dan 80 tahun. Oh, marilah kita menjadi gereja yang berdoa dan jadikan tahun 1982 menjadi tahun yang dilingkupi oleh resapan doa kepada Tuhan Sang Penuai. Bukankah suatu hal yang indah apabila kita berkata pada akhirnya, “Aku sudah menyelesaikan pertandingan. Aku sudah mempertahankan iman.”&amp;amp;nbsp;? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''Kedua, “Berjaga-jagalah dalam doamu”'' Artinya, waspadalah. Sadarlah secara mental. Paulus mungkin belajar dari cerita kebenaran yang terjadi di Getsemani. Tuhan Yesus meminta para rasul untuk berdoa, tetapi Dia menemukan mereka tertidur, sehingga Dia berkata, “Tidak bisakah kamu berjaga-jaga satu jam saja? Berdoalah dan berjaga-jagalah, sehingga kamu tidak jatuh dalam pencobaan.” (Markus 14:37f). Kita harus waspada saat kita berdoa – waspada terhadap melanturnya pikiran kita, terhadap pengulangan yang tidak berarti, terhadap ekspresi dan pendapat yang tidak berarti, terhadap keinginan yang egois dan terbatas pada diri sendiri. Dan kita juga harus berjaga-jaga terhadap apa yang baik. Terutama kita harus sensitif pada pimpinan Tuhan dalam doa-doa kita seperti yang diajarkan dalam Alkitab. Tuhanlah yang bekerja di dalam kita untuk berkehendak terhadap doa-doa kita tetapi kita akan selalu mengalami pemampuan ilahi sebagai pengambil keputusan dan penyelesaian. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''Ketiga, kita bersyukur atas segala sesuatu dalam doa-doa kita.'' Cerita-cerita yang telah saya dengar tentang apa yang dilakukan Tuhan dalam sebagian besar kehidupan anda melalui doa yang diperbaharui, benar-benar menakjubkan. Hal-hal tersebut benar-benar membuat saya harus ''selalu bersyukur'' dalam doa-doa saya. Terus bagikan kepada saya dan orang-orang lain tentang hal-hal baik ini. Tuhan akan membuat tahun ini sebagai tahun tuaian apabila kita terus bertekun dalam doa dengan ucapan syukur. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''Keempat, berdoalah bagi saya agar pintu dibukakan bagi saya untuk Dunia''. Dalam 2 arti: 1) bahwa di dalam gereja akan hati-hati yang terbuka dan mau menerima firman dari minggu ke minggu. 2) bahwa sesama saya akan terbuka untuk menerima kabar baik saat saya berbagi dengannya. “Tuhan membuka hati Lydia untuk memberi perhatian pada Firman Tuhan.” (Kisah Rasul 16:14) Itulah yang saya inginkan untuk terjadi pada setiap hari minggu dan hari-hari lainnya dalam seminggu. Berdoalah untuk saya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''Kelima, berdoalah untuk saya agar saya bisa berbicara tentang misteri Kristus dengan jelas''. “Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita” (1 Timotius 3:16). Dan, oh, betapa indahnya panggilan untuk mengabarkannya. Saya menyukai situasi kantor yang berkotbah. Tetapi itu jauh diatas saya. Tolong doakan agar saya memahami misteri Kristus. Doakan agar saya memilih tulisan yang diperlukan. Doakan agar saya berkotbah dengan kuasa Roh Kudus. Doakan agar saya memberitakan kebenaran dengan kasih. Tolong doakan saya, karena tanpa Kristus saya tidak mampu berbuat apapun. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda ada dalam doa-doa saya juga, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendeta John&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yahya Kristiyanto</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Bertekunlah_dalam_Doa!</id>
		<title>Bertekunlah dalam Doa!</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Bertekunlah_dalam_Doa!"/>
				<updated>2019-04-18T08:06:27Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Yahya Kristiyanto: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|Persevere in Prayer!}}&amp;lt;blockquote&amp;gt;'''Kolose 4: 2 – 3'''&amp;lt;br&amp;gt;&amp;lt;br&amp;gt;Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur. Berdoa jugalah untuk kami, supaya Allah membuka pintu untuk pemberitaaan kami, sehingga kami dapat berbicara tentang rahasia Kristus, yang karenanya aku dipenjarakan. &amp;lt;/blockquote&amp;gt; &lt;br /&gt;
Tulisan ini memberikan 5 aturan umum yang akan menuntun kita untuk menaikkan doa-doa kita. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''Pertama, “Teruslah bertekun dalam doa”''. Jangan anda menyerah, teruskanlah kerajinan yang sudah anda tunjukkan dalam doa mingguan anda. Ada banyak kuasa yang anda miliki dalam ''bertekun di'' dalam doa. Jangan melupakan hal tentang “sahabat yang gigih dan tidak malu” dalam Lukas 11:8 dan jangan lupa perumpamaan yang diceritakan Tuhan Yesus bahwa “kita harus selalu berdoa dengan tidak gentar” (Lukas 18:8). Ketekunan adalah ujian kemurnian kehidupan Kristen. Saya bersyukur kepada Tuhan bahwa anda sudah bertekun dalam doa selama 60. 70 dan 80 tahun. Oh, marilah kita menjadi gereja yang berdoa dan jadikan tahun 1982 menjadi tahun yang dilingkupi oleh resapan doa kepada Tuhan Sang Penuai. Bukankah suatu hal yang indah apabila kita berkata pada akhirnya, “Aku sudah menyelesaikan pertandingan. Aku sudah mempertahankan iman.”&amp;amp;nbsp;? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''Kedua, “Berjaga-jagalah dalam doamu”'' Artinya, waspadalah. Sadarlah secara mental. Paulus mungkin belajar dari cerita kebenaran yang terjadi di Getsemani. Tuhan Yesus meminta para rasul untuk berdoa, tetapi Dia menemukan mereka tertidur, sehingga Dia berkata, “Tidak bisakah kamu berjaga-jaga satu jam saja? Berdoalah dan berjaga-jagalah, sehingga kamu tidak jatuh dalam pencobaan.” (Markus 14:37f). Kita harus waspada saat kita berdoa – waspada terhadap melanturnya pikiran kita, terhadap pengulangan yang tidak berarti, terhadap ekspresi dan pendapat yang tidak berarti, terhadap keinginan yang egois dan terbatas pada diri sendiri. Dan kita juga harus berjaga-jaga terhadap apa yang baik. Terutama kita harus sensitif pada pimpinan Tuhan dalam doa-doa kita seperti yang diajarkan dalam Alkitab. Tuhanlah yang bekerja di dalam kita untuk berkehendak terhadap doa-doa kita tetapi kita akan selalu mengalami pemampuan ilahi sebagai pengambil keputusan dan penyelesaian. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''Ketiga, kita bersyukur atas segala sesuatu dalam doa-doa kita.'' Cerita-cerita yang telah saya dengar tentang apa yang dilakukan Tuhan dalam sebagian besar kehidupan anda melalui doa yang diperbaharui, benar-benar menakjubkan. Hal-hal tersebut benar-benar membuat saya harus ''selalu bersyukur'' dalam doa-doa saya. Terus bagikan kepada saya dan orang-orang lain tentang hal-hal baik ini. Tuhan akan membuat tahun ini sebagai tahun tuaian apabila kita terus bertekun dalam doa dengan ucapan syukur. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''Keempat, berdoalah bagi saya agar pintu dibukakan bagi saya untuk Dunia''. Dalam 2 arti: 1) bahwa di dalam gereja akan hati-hati yang terbuka dan mau menerima firman dari minggu ke minggu. 2) bahwa sesama saya akan terbuka untuk menerima kabar baik saat saya berbagi dengannya. “Tuhan membuka hati Lydia untuk memberi perhatian pada Firman Tuhan.” (Kisah Rasul 16:14) Itulah yang saya inginkan untuk terjadi pada setiap hari minggu dan hari-hari lainnya dalam seminggu. Berdoalah untuk saya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''Kelima, berdoalah untuk saya agar saya bisa berbicara tentang misteri Kristus dengan jelas''. “Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita” (1 Timotius 3:16). Dan, oh, betapa indahnya panggilan untuk mengabarkannya. Saya menyukai situasi kantor yang berkotbah. Tetapi itu jauh diatas saya. Tolong doakan agar saya memahami misteri Kristus. Doakan agar saya memilih tulisan yang diperlukan. Doakan agar saya berkotbah dengan kuasa Roh Kudus. Doakan agar saya memberitakan kebenaran dengan kasih. Tolong doakan saya, karena tanpa Kristus saya tidak mampu berbuat apapun. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda ada dalam doa-doa saya juga, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendeta John&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yahya Kristiyanto</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Saran_bagi_Orangtua_Para_Remaja</id>
		<title>Saran bagi Orangtua Para Remaja</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Saran_bagi_Orangtua_Para_Remaja"/>
				<updated>2019-04-18T07:10:59Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Yahya Kristiyanto: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|Advice for Parents of Teenagers}}Nasihat saya, dengarkanlah anak-anak Anda. Perlakukan mereka secara manusiawi, karena mereka memang manusia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.” Bagaimana Anda menginginkan orangtua Anda memperlakukan Anda saat masih seusia anak-anak Anda? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hargai mereka dan dengarkanlah mereka. Dengan demikian, Anda akan memiliki landasan untuk membimbing anak-anak remaja Anda. Ini tanggung jawab yang besar sebagai orangtua—membimbing anak-anak Anda serta mencurahkan diri Anda ke dalam diri mereka. Bagian dari tanggung jawab ini adalah bertanya kepada mereka dan mendorong mereka bertanya kepada Anda (serta tidak terkejut mendengar sebagian pertanyaan mereka!). Jika Anda terkejut pun, jangan menunjukkannya—karena bagaimanapun, pertanyaan-pertanyaan yang mereka ajukan berasal dari hati dan kehidupan mereka sendiri. Anda tentu tidak mau menghambat mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ajarkan kepada anak-anak Anda agar tidak takut bertanya, seperti tentang kejahatan dan penderitaan. Semua orang di seluruh dunia sepanjang waktu bertanya tentang masalah-masalah ini. Jangan menunggu sampai anak-anak Anda masuk SMA sekuler atau universitas untuk mendengar pertanyaan-pertanyaan sulit ini. Angkatlah pokok percakapan ini. Katakan, “Ayo kita membicarakan kenyataan bahwa kejahatan dan penderitaan ada di mana-mana. Mengapa menurut kalian Tuhan mengizinkan semua itu? Tuhan bisa mencegahnya terjadi, bukan? Dia Maha Kuasa. Mengapa Dia membiarkan semua itu terjadi? Mengapa Dia menyebabkan sebagian masalah ini hadir dalam hidup orang-orang?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah merasakan dibesarkan di tengah keluarga non-Kristen, saya merasa yakin bahwa pandangan hidup Kristiani memiliki kuasa yang lebih kuat untuk menjelaskan daripada pandangan hidup lain. (Bagaimanapun juga, semua orang memiliki pandangan hidup). Jadi doronglah anak-anak Anda untuk memahami pandangan hidup Kristiani ini agar bukan pandangan hidup Anda sendiri yang mereka terima secara otomatis, sampai suatu hari nanti mereka menantang dan menolaknya karena tidak memiliki dasar untuk pandangan hidup mereka sendiri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebaliknya, bantu mereka menilik kuasa penjelasan pandangan hidup Kristiani dan firman Tuhan. Isinya sungguh-sungguh masuk akal. Jangan meremehkan pertanyaan mereka. Doronglah mereka bertanya dan bacalah buku-buku bagus. Berikan pandangan yang bernilai untuk membantu mereka memahami iman Kristen dan mudah-mudahan mempertahankan serta mengembangkannya menjadi pandangan hidup pribadi mereka sendiri.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yahya Kristiyanto</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Saran_bagi_Orangtua_Para_Remaja</id>
		<title>Saran bagi Orangtua Para Remaja</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Saran_bagi_Orangtua_Para_Remaja"/>
				<updated>2019-04-18T07:00:57Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Yahya Kristiyanto: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|Advice for Parents of Teenagers}}Nasihat saya, dengarkanlah anak-anak Anda. Perlakukan mereka secara manusiawi, karena mereka memang manusia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.” Bagaimana Anda menginginkan orangtua Anda memperlakukan Anda saat masih seusia anak-anak Anda? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hargai mereka dan dengarkanlah mereka. Dengan demikian, Anda akan memiliki landasan untuk membimbing anak-anak remaja Anda. Ini tanggung jawab yang besar sebagai orangtua—membimbing anak-anak Anda serta mencurahkan diri Anda ke dalam diri mereka. Bagian dari tanggung jawab ini adalah bertanya kepada mereka dan mendorong mereka bertanya kepada Anda (serta tidak terkejut mendengar sebagian pertanyaan mereka!). Jika Anda terkejut pun, jangan menunjukkannya—karena bagaimanapun, pertanyaan-pertanyaan yang mereka ajukan berasal dari hati dan kehidupan mereka sendiri. Anda tentu tidak mau menghambat mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ajarkan kepada anak-anak Anda agar tidak takut bertanya, seperti tentang kejahatan dan penderitaan. Semua orang di seluruh dunia sepanjang waktu bertanya tentang masalah-masalah ini. Jangan menunggu sampai anak-anak Anda masuk SMA sekuler atau universitas untuk mendengar pertanyaan-pertanyaan sulit ini. Angkatlah pokok percakapan ini. Katakan, “Ayo kita membicarakan kenyataan bahwa kejahatan dan penderitaan ada di mana-mana. Mengapa menurut kalian Tuhan mengizinkan semua itu? Tuhan bisa mencegahnya terjadi, bukan? Dia Maha Kuasa. Mengapa Dia membiarkan semua itu terjadi? Mengapa Dia menyebabkan sebagian masalah ini hadir dalam hidup orang-orang?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah merasakan dibesarkan di dalam keluarga non-Kristen, saya yakin pandangan hidup Kristiani memiliki penjelasan lebih kuat daripada pandangan hidup lain. (Dan, semua orang memiliki pandangan hidup). Jadi doronglah anak-anak Anda untuk memahami pandangan hidup Kristiani ini agar bukan pandangan hidup Anda sendiri yang mereka terima secara otomatis, sampai suatu hari nanti mereka menantang dan menolaknya karena tidak memiliki dasar untuk pandangan hidup mereka sendiri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebaliknya, bantu mereka menilik kuasa penjelasan pandangan hidup Kristiani dan firman Tuhan. Isinya sungguh-sungguh masuk akal. Jangan meremehkan pertanyaan mereka. Doronglah mereka bertanya dan bacalah buku-buku bagus. Berikan pandangan yang bernilai untuk membantu mereka memahami iman Kristen dan mudah-mudahan mempertahankan serta mengembangkannya menjadi pandangan hidup pribadi mereka sendiri.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yahya Kristiyanto</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Bagaimana_Seharusnya_Kelajangan_Berbeda_Bagi_Orang-Orang_Kristen%3F</id>
		<title>Bagaimana Seharusnya Kelajangan Berbeda Bagi Orang-Orang Kristen?</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Bagaimana_Seharusnya_Kelajangan_Berbeda_Bagi_Orang-Orang_Kristen%3F"/>
				<updated>2019-04-18T06:12:52Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Yahya Kristiyanto: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|How should singleness be different for Christians?}} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Bagaimana seharusnya status lajang berbeda bagi orang-orang Kristen?''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya rasa banyak status lajang yang kita lihat sekarang ini tidak bertujuan untuk meningkatkan pengabdian kepada Tuhan. Itulah yang seharusnya terjadi menurut Paulus. Ia mengatakan bahwa masalah dalam pernikahan pada situasi-situasi krisis seperti yang ia sendiri alami adalah bahwa pernikahan itu dapat mengalihkan perhatian seseorang dari pengabdian yang sepenuhnya kepada Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika saya melihat kepada berbagai jenis status lajang yang kita lihat sekarang, hal itu merupakan hal terakhir yang ada di benak kaum lajang. &amp;quot;Saya membebaskan diri dari kesulitan dalam pernikahan agar ada fokus yang lebih radikal pada Kristus dan pengabdian kepada Kristus&amp;quot; - jelas bukan ini pemikiran yang mendikte perubahan statistik dalam masyarakat kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan, bahkan mungkin hampir sebaliknya. Banyak orang takut terhadap komitmen dan hubungan, dan banyak orang yang ingin sekali mengepakkan sayap mereka sendiri dan melakukan keinginan mereka sendiri. Dan barangkali kemudian, jika mereka telah menjalani dunia dan melakukan banyak hal yang memuaskan diri, maka mungkin mereka akan mengikatkan diri dengan seseorang... mungkin. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi ada banyak kebebasan dan banyak keinginan untuk memuaskan hasrat mereka sendiri, yang tidak ada hubungannya dengan apa yang dimaksudkan oleh Paulus, yaitu, meningkatnya pengabdian kepada Tuhan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Bagaimana Anda akan menantang seorang Kristen yang memiliki nafsu egois seperti ini?''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut saya hidup melajang merupakan sebuah karunia selama Anda menikmatinya. Bagi sebagian orang Allah bermaksud agar mereka memiliki karunia itu seumur hidup, dan bagi sebagian orang yang lain hanya untuk suatu masa tertentu saja. Tetapi sementara Anda menikmatinya, lihatlah firman Tuhan untuk mengetahui bagaimana Anda bisa memaksimalkan kebebasan hidup melajang itu bagi kemuliaan Kristus, karena ada keuntungan-keuntungan dari hidup menikah, dan ada keuntungan-keuntungan dari hidup melajang ketika berbicara tentang melayani Yesus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan saya ingin mendorong para lajang Kristen untuk bertanya, &amp;quot;Untuk masa ini dalam hidup saya, yaitu saat saya lajang, apa yang bisa diambil dari status lajang saya ini yang dapat membuat saya berbuah bagi Kristus?&amp;quot; Dan kemudian saya akan mendorong mereka untuk memberi diri mereka untuk hal itu.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yahya Kristiyanto</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Bagaimana_Seharusnya_Kelajangan_Berbeda_Bagi_Orang-Orang_Kristen%3F</id>
		<title>Bagaimana Seharusnya Kelajangan Berbeda Bagi Orang-Orang Kristen?</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Bagaimana_Seharusnya_Kelajangan_Berbeda_Bagi_Orang-Orang_Kristen%3F"/>
				<updated>2019-04-18T05:50:00Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Yahya Kristiyanto: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|How should singleness be different for Christians?}} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Bagaimana seharusnya status lajang berbeda bagi orang-orang Kristen?''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya rasa banyak status lajang yang kita lihat sekarang ini tidak bertujuan untuk meningkatkan pengabdian kepada Tuhan. Itulah yang seharusnya terjadi menurut Paulus. Ia mengatakan bahwa masalah dalam pernikahan pada situasi-situasi krisis seperti yang ia sendiri alami adalah bahwa pernikahan itu dapat mengalihkan perhatian seseorang dari pengabdian yang sepenuhnya kepada Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika saya melihat kepada berbagai jenis status lajang yang kita lihat sekarang, hal itu merupakan hal terakhir yang ada di benak kaum lajang. &amp;quot;Saya membebaskan diri dari kesulitan dalam pernikahan agar ada fokus yang lebih radikal pada Kristus dan pengabdian kepada Kristus&amp;quot; - jelas bukan ini pemikiran yang mendikte perubahan statistik dalam masyarakat kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan, bahkan mungkin hampir sebaliknya. Banyak orang takut terhadap komitmen dan hubungan, dan banyak orang yang ingin sekali mengepakkan sayap mereka sendiri dan melakukan keinginan mereka sendiri. Dan barangkali kemudian, jika mereka telah menjalani dunia dan melakukan banyak hal yang memuaskan diri, maka mungkin mereka akan mengikatkan diri dengan seseorang... mungkin. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi ada banyak kemerdekaan dan banyak keinginan untuk memuaskan keinginan segera mereka, yang tidak ada hubungannya dengan apa yang dimaksudkan oleh Paulus, yaitu, meningkatnya pengabdian kepada Tuhan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Bagaimana Anda akan menantang seorang Kristen yang memiliki nafsu egois ini?''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut saya hidup melajang merupakan sebuah karunia selama Anda memilikinya. Bagi sebagian orang Allah bermaksud agar mereka memiliki karunia itu seumur hidup, dan bagi sebagian orang hanya untuk satu masa. Tetapi sementara Anda memilikinya, aculah Alkitab untuk melihat bagaimana Anda bisa memaksimalkan kebebasan hidup melajang bagi kemuliaan Kristus, karena ada keuntungan-keuntungan hidup menikah, dan ada keuntungan-keuntungan hidup melajang ketika berbicara tentang melayani Yesus. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan saya akan mendorong para lajang Kristen untuk bertanya, &amp;quot;Untuk periode ini dalam kehidupan saya, saat saya lajang, ada apa dengan kelajangan saya yang akan membuat saya berbuah bagi Kristus? Dan kemudian saya akan mendorong mereka untuk memberi diri mereka untuk itu.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yahya Kristiyanto</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Bagaimana_Seharusnya_Kelajangan_Berbeda_Bagi_Orang-Orang_Kristen%3F</id>
		<title>Bagaimana Seharusnya Kelajangan Berbeda Bagi Orang-Orang Kristen?</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Bagaimana_Seharusnya_Kelajangan_Berbeda_Bagi_Orang-Orang_Kristen%3F"/>
				<updated>2019-04-18T05:34:52Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Yahya Kristiyanto: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|How should singleness be different for Christians?}} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Bagaimana seharusnya status lajang berbeda bagi orang-orang Kristen?''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya rasa banyak status lajang yang kita lihat sekarang ini tidak bertujuan untuk meningkatkan pengabdian kepada Tuhan. Itulah yang seharusnya terjadi menurut Paulus. Ia mengatakan bahwa masalah dalam pernikahan pada situasi-situasi krisis seperti yang ia sendiri alami adalah bahwa pernikahan itu dapat mengalihkan perhatian seseorang dari pengabdian yang sepenuhnya kepada Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika saya melihat ke sekeliling pada jenis status lajang yang kita lihat sekarang, hal itu merupakan hal terakhir yang ada di benak orang lajang. &amp;quot;Saya membebaskan diri dari kesulitan pernikahan agar ada fokus yang lebih radikal pada Kristus dan pengabdian kepada Kristus&amp;quot;- bukan ini pemikiran yang mendikte perubahan statistik dalam budaya kita. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan, bahkan mungkin hampir sebaliknya. Banyak orang takut akan komitmen dan hubungan, dan banyak orang yang ingin sekali melebarkan sayap mereka dan mengurus dirinya sendiri. Dan mungkin kemudian, ketika mereka telah menjalani dunia dan melakukan banyak hal yang memuaskan mereka, maka mungkin mereka akan mengikat diri dengan seseorang...mungkin. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi ada banyak kemerdekaan dan banyak keinginan untuk memuaskan keinginan segera mereka, yang tidak ada hubungannya dengan apa yang dimaksudkan oleh Paulus, yaitu, meningkatnya pengabdian kepada Tuhan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Bagaimana Anda akan menantang seorang Kristen yang memiliki nafsu egois ini?''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut saya hidup melajang merupakan sebuah karunia selama Anda memilikinya. Bagi sebagian orang Allah bermaksud agar mereka memiliki karunia itu seumur hidup, dan bagi sebagian orang hanya untuk satu masa. Tetapi sementara Anda memilikinya, aculah Alkitab untuk melihat bagaimana Anda bisa memaksimalkan kebebasan hidup melajang bagi kemuliaan Kristus, karena ada keuntungan-keuntungan hidup menikah, dan ada keuntungan-keuntungan hidup melajang ketika berbicara tentang melayani Yesus. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan saya akan mendorong para lajang Kristen untuk bertanya, &amp;quot;Untuk periode ini dalam kehidupan saya, saat saya lajang, ada apa dengan kelajangan saya yang akan membuat saya berbuah bagi Kristus? Dan kemudian saya akan mendorong mereka untuk memberi diri mereka untuk itu.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yahya Kristiyanto</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Janji_Paling_Indah_di_Dalam_Alkitab</id>
		<title>Janji Paling Indah di Dalam Alkitab</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Janji_Paling_Indah_di_Dalam_Alkitab"/>
				<updated>2019-03-27T01:24:31Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Yahya Kristiyanto: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|The Sweetest Promise in the Bible}}Alkitab penuh dengan janji-janji yang luar biasa, tetapi satu dari janji-janji yang paling indah itu adalah perkataan Tuhan Yesus di dalam Matius 28:20, “...Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.&amp;quot; Apakah Anda benar-benar memercayai hal itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kebahagiaan dan tawa menyapa perjalanan Anda, Tuhan Yesus turut berbahagia dengan Anda. Dan ketika kesedihan serta air mata melanda jalan Anda, Tuhan Yesus ikut bersedih dengan Anda. Dia yang “menopang semesta alam dengan firman-Nya” ada bersama dengan Anda (Ibrani 1:3).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Anda percaya kepada-Nya, Dia akan menjaga Anda dan menguatkan Anda sehingga Anda tidak akan pernah merasa sendiri.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yahya Kristiyanto</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Apakah_kamu_menyenangi_orang_kepunyaan_Tuhan%3F</id>
		<title>Apakah kamu menyenangi orang kepunyaan Tuhan?</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Apakah_kamu_menyenangi_orang_kepunyaan_Tuhan%3F"/>
				<updated>2018-09-03T03:38:21Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Yahya Kristiyanto: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|Do You Delight in God’s People?}}“Sebagaimana para nabi di bumi”, adalah mereka yang suci, yang saleh, yang sangat memuja Tuhan dan hidup untuk-Nya, “merekalah orang mulia yang selalu menjadi kesukaan-Ku” (Mzm 16:3) – semua kesenanganku, kebahagiaanku, di mana tidak menandakan bahwa Tuhan menyukai nabi, yang saleh, bukannya Tuhan, atau di atas Tuhan, tetapi karena Tuhan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, para pemazmur merenungkan semua jenis orang di dunia – semua orang duniawi, orang berkuasa, orang yang berpengaruh, di mana semua orang yang dapat menggaruk punggungnya – dia mengatakan bahwa ada satu jenis orang yang sangat, sangat membuatNya bangga, yakni orang yang memuja Tuhan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya berpikir jika kamu sedang duduk dan berpikir, “Aku tidak menyukai orang Kristen yang aku kenal, dan aku lebih menyukai bermain dengan teman yang tidak percaya.” Jika itu adalah kamu, saya rasa kamu harus menanyakan dua pertanyaan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''Pertama'': Apakah kamu mengenal orang Kristen? Maksud saya, orang ''Kristen''? Saya tidak mengatakan orang yang pergi ke gereja, yang saya maksud adalah orang radikal yang meletakkan hidupnya karena Yesus adalah segalanya untuk mereka. Mereka adalah pelayan dunia karena Yesus sudah masuk ke dalam hidup mereka, mengubah seluruh hidup mereka, meremukkan mereka, membebaskan mereka dari hubungan dengan dunia dan ego mereka dan kekuatan dan uang dan seks dan mereka adalah orang yang radikal. Apakah kamu mengenal seseorang? Mungkin kamu tidak mengetahui seseorang seperti mereka untuk dibenci. Itu adalah pertanyaan pertama yang harus kamu tanyakan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''Kedua'', kamu harus menanyakan ini: Mengapa kamu, sebagai orang Kristen, lebih menemukan kesenangan pada orang yang tidak menyenangi sumber kebahagiaan utamamu? Apakah maksudnya? Itu adalah dua pertanyaan yang harus kamu tanyakan.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yahya Kristiyanto</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Selamat_Datang_di_Surga</id>
		<title>Selamat Datang di Surga</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Selamat_Datang_di_Surga"/>
				<updated>2017-11-22T11:01:27Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Yahya Kristiyanto: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|Welcome to Paradise}}Ini adalah fakta yang berkebalikan: Allah ada di pihak kita, bukan lawan kita — Dia 100% ada di pihak kita. Dia sepenuhnya ada di pihak kita. Siapa yang bisa menuduh kita? ''Tidak ada''. Siapa yang bisa menghukum kita? ''Tidak ada''. Siapa yang bisa memisahkan kita dari Allah? ''Tidak ada yang bisa''. Karena Allahlah yang membenarkan kita, Kristuslah yang telah mati, dan kasih-Nya tetap bertahan. Karena Allah ada di pihak kita, tidak ada lagi tuduhan, hukuman, dan pemisahan dari Allah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sewaktu Martin Luther menyadari hal ini, semuanya berubah. Ia mengatakan, &amp;quot;Jika aku dapat percaya bahwa Allah tidak marah kepadaku, aku akan jungkir balik dengan suka cita.” Dan ketika ia menyadari hal itu, ia berkata, &amp;quot;Aku merasa aku dilahirkan kembali sepenuhnya dan telah masuk ke dalam surga melalui gerbangnya yang terbuka.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya memandang Anda dan berpikir, ''Apakah Anda hidup di dalam surga ini? Apakah Anda belajar di dalam surga ini? Apakah Anda tidur di malam hari di dalam surga ini?'' Kita ini sudah masuk ke dalam surga. Allah itu ada di pihak kita, bukan lawan kita.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yahya Kristiyanto</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Selamat_Datang_di_Surga</id>
		<title>Selamat Datang di Surga</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Selamat_Datang_di_Surga"/>
				<updated>2017-11-22T10:56:11Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Yahya Kristiyanto: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|Welcome to Paradise}}Ini adalah fakta yang terindah: Allah membela kita, bukan melawan kita — Dia 100% membela kita. Dia membela kita sepenuhnya. Siapa yang bisa menuduh kita? ''Tidak ada yang bisa''. Siapa yang bisa menghukum kita? ''Tidak ada yang bisa''. Siapa yang bisa memisahkan kita dari Allah? ''Tidak ada yang bisa''. Karena Allahlah yang membenarkan kita, Kristuslah yang telah mati, dan kasihNya tetap bertahan. Karena Allah membela kita, tidak ada lagi tuduhan, hukuman, dan pemisahan dari Allah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan waktu Martin Luther menyadari hal ini, semuanya berubah. Ia mengatakan, &amp;quot;Jika aku dapat percaya bahwa Allah tidak marah kepadaku, aku akan jungkir balik dengan suka cita.” Lalu ia menyadari bahwa Allah sudah membenarkan dirinya dan berkata, &amp;quot;Aku merasa aku dilahirkan kembali sepenuhnya dan telah masuk ke dalam surga melalui gerbangnya yang terbuka.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya memandang Anda dan berpikir, ''Apakah Anda hidup dalam surga ini? Apakah Anda belajar dalam surga ini? Apakah Anda tidur di malam hari dalam surga ini?'' Kita ini sudah masuk ke surga. Allah itu membela kita, bukan melawan kita.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yahya Kristiyanto</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Surga_Takkan_Pernah_Membosankan</id>
		<title>Surga Takkan Pernah Membosankan</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Surga_Takkan_Pernah_Membosankan"/>
				<updated>2017-11-22T10:48:07Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Yahya Kristiyanto: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|Heaven Could Never Be Boring}}Ada orang-orang yang membayangkan kita semua akan berpakaian lengkap di Surga tanpa perlu pergi ke mana-mana atau melakukan apa-apa (kecuali tidur siang yang panjang, memetik harpa atau menggosok emas). Saya merasa ada asumsi yang tak terucapkan di balik anggapan luas bahwa Surga akan terasa membosankan. Asumsinya adalah hidup tanpa dosa tidak akan menarik. Intinya: “Apa yang akan kita lakukan untuk bersenang-senang jika tidak ada dosa?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fakta bahwa anggapan seperti itu bisa terlintas di benak kita menunjukkan betapa kita sudah terbutakan oleh si jahat. Strateginya yang paling sederhana sama persis dengan yang digunakannya pada Adam dan Hawa, yaitu membuat kita percaya bahwa dosa akan memberikan kepuasan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi bukan dosa yang memberi kepuasan kepada kita; sebaliknya, dosalah yang merampas kepuasan itu dari kita! Dosa tidak membuat kehidupan menjadi menarik, tetapi menjadikannya hampa. Kehampaan itulah yang akhirnya menyebabkan kebosanan. Saat ada kepuasan, keindahan, saat kita melihat Tuhan sebagaimana Dia adanya, maka mustahil kita bisa menjadi bosan. Kita akan ''dipuaskan'' di Surga, sebagaimana dinyatakan oleh Mazmur 16:11, dengan “sukacita” dan “nikmat senantiasa”. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Surga adalah rumah Tuhan, tempat kediaman Allah yang tak terbatas dalam hal kreativitas, kebaikan, keindahan dan kuasa. Bagaimana mungkin rumah orang seperti itu bisa kurang menyenangkan?&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yahya Kristiyanto</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Surga_Takkan_Pernah_Membosankan</id>
		<title>Surga Takkan Pernah Membosankan</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Surga_Takkan_Pernah_Membosankan"/>
				<updated>2017-11-22T10:33:14Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Yahya Kristiyanto: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|Heaven Could Never Be Boring}}Beberapa orang membayangkan kita semua akan berpakaian lengkap di Surga tanpa perlu pergi ke mana-mana atau melakukan apa-apa (kecuali tidur siang yang panjang, memetik harpa atau memoles emas). Saya merasa ada asumsi tak tersurat di balik anggapan luas ini bahwa Surga akan terasa membosankan. Asumsinya adalah hidup tanpa dosa tidak akan menarik. Intinya: “Apa yang akan kita lakukan untuk bersenang-senang jika tidak ada dosa?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fakta bahwa anggapan seperti itu bahkan terlintas di benak kita menunjukkan sejauh mana kita terbutakan oleh si Jahat. Strateginya yang paling sederhana sama persis dengan yang digunakannya pada Adam dan Hawa, yaitu membuat kita percaya dosa akan memberikan kepuasan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi bukan dosa yang memberi kepuasan kepada kita; sebaliknya, dosalah yang merampas kepuasan itu dari kita! Dosa tidak membuat kehidupan menjadi menarik, tetapi menjadikannya hampa. Kehampaan itulah yang akhirnya menyebabkan kebosanan. Saat ada kepuasan, keindahan, saat kita melihat Tuhan sebagaimana Dia adanya, maka mustahil kita bisa menjadi bosan. Kita akan dipuaskan di Surga, sebagaimana dinyatakan oleh Mazmur 16:11, dengan “sukacita” dan “nikmat senantiasa”. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Surga adalah rumah Tuhan, tempat kediaman Dia yang tak terbatas dalam hal kreativitas, kebaikan, keindahan dan kuasa. Bagaimana rumah seperti itu dapat kurang menyenangkan?&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yahya Kristiyanto</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Surga_Takkan_Pernah_Membosankan</id>
		<title>Surga Takkan Pernah Membosankan</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Surga_Takkan_Pernah_Membosankan"/>
				<updated>2017-11-22T10:29:27Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Yahya Kristiyanto: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|Heaven Could Never Be Boring}}Ada orang-orang yang membayangkan kita semua akan berpakaian lengkap di Surga tanpa perlu pergi ke mana-mana atau melakukan apa-apa (kecuali tidur siang yang panjang, memetik harpa atau menggosok emas). Saya merasa ada asumsi yang tak terucapkan di balik anggapan luas bahwa Surga akan terasa membosankan. Asumsinya adalah hidup tanpa dosa tidak akan menarik. Intinya: “Apa yang akan kita lakukan untuk bersenang-senang jika tidak ada dosa?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fakta bahwa anggapan seperti itu bisa terlintas di benak kita menunjukkan betapa kita sudah terbutakan oleh si jahat. Strateginya yang paling sederhana sama persis dengan yang digunakannya pada Adam dan Hawa, yaitu membuat kita percaya bahwa dosa akan memberikan kepuasan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi bukan dosa yang memberi kepuasan kepada kita—sebaliknya, dosa-lah yang merampas kepuasan itu dari kita! Dosa tidak membuat kehidupan menjadi menarik, tetapi menjadikannya hampa. Kehampaan itulah yang akhirnya menyebabkan kebosanan. Saat ada kepuasan, keindahan, saat kita melihat Tuhan sebagaimana Dia adanya, mustahil kita dapat bosan. Kita akan dipuaskan di Surga, sebagaimana dinyatakan oleh Mazmur 16:11, dengan “sukacita” dan “nikmat senantiasa”. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Surga adalah rumah Tuhan, tempat kediaman Dia yang tak terbatas dalam hal kreativitas, kebaikan, keindahan dan kuasa. Bagaimana rumah seperti itu dapat kurang menyenangkan?&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yahya Kristiyanto</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Selamat_Datang_di_Surga</id>
		<title>Selamat Datang di Surga</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Selamat_Datang_di_Surga"/>
				<updated>2017-11-22T10:09:32Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Yahya Kristiyanto: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|Welcome to Paradise}}Ini adalah fakta yang berkebalikan: Allah ada di pihak kita, bukan lawan kita — Dia 100% ada di pihak kita. Dia sepenuhnya ada di pihak kita. Siapa yang bisa menuduh kita? ''Tidak ada''. Siapa yang bisa menghukum kita? ''Tidak ada''. Siapa yang bisa memisahkan kita dari Allah? ''Tidak ada yang bisa''. Karena Allahlah yang membenarkan kita, Kristuslah yang telah mati, dan kasih-Nyalah yang membuat semua itu terjadi. Karena Allah ada di pihak kita, tidak ada lagi tuduhan, hukuman, dan pemisahan dari Allah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sewaktu Martin Luther menyadari hal ini, semuanya berubah. Ia mengatakan, &amp;quot;Jika aku dapat percaya bahwa Allah tidak marah kepadaku, aku akan jungkir balik dengan suka cita.” Dan ketika ia menyadari hal itu, ia berkata, &amp;quot;Aku merasa aku dilahirkan kembali sepenuhnya dan telah masuk ke surga melalui gerbangnya yang terbuka.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya memandang Anda dan berpikir, ''Apakah Anda hidup di dalam surga ini? Apakah Anda belajar di dalam surga ini? Apakah Anda tidur di malam hari di dalam surga ini?'' Kita ini sudah masuk ke dalam surga. Allah itu ada di pihak kita, bukan lawan kita.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yahya Kristiyanto</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Gereja_Bukan_Perkumpulan_Sosial</id>
		<title>Gereja Bukan Perkumpulan Sosial</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Gereja_Bukan_Perkumpulan_Sosial"/>
				<updated>2017-11-22T08:37:39Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Yahya Kristiyanto: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|The Church Is Not a Social Club}}'''Transkrip Audio''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengarkan kata-kata sederhana dari Kisah Para Rasul 4:34 ini. Hal ini harus bergaung melalui semua gereja pada masa resesi. “Sebab tidak ada seorang pun yang berkekurangan di antara mereka.” Hal itu bukan berarti mereka semuanya adalah orang kaya. Sesungguhnya, Paulus sedang mengumpulkan uang karena kemiskinan yang parah di Yerusalem. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini berarti ketika satu orang terkena pukulan, maka semua orang yang lain akan ikut merasakan sakitnya. Saudara, itu bukan pemikiran dua ribu tahun yang lalu. Hal itu nyata atau saya akan meninggalkan pembicaraan ini! Tidak ada orang Kristen yang miskin sementara orang Kristen lainnya kaya. Tidak. Itulah yang disebut gereja. Itulah fungsi gereja. Kita ada untuk satu sama lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saudara sekalian, apa yang hendak Anda lakukan ketika tidak ada barang di toko-toko dan gerombolan orang menguasai jalanan? Kita akan berada di sana untuk sesama. Kemudian kita akan melihat siapa sebenarnya gereja itu. Setiap anggota akan terpenuhi kebutuhannya di Betlehem jika saya harus melakukan sesuatu dengannya. Tuhan akan menguji kita. Apakah Anda sungguh-sungguh merupakan gereja atau hanya sebuah perkumpulan?&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yahya Kristiyanto</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Jika_Tuhan_Menghendaki_Penyakit,_Mengapa_Kita_Perlu_Berusaha_Memberantasnya%3F</id>
		<title>Jika Tuhan Menghendaki Penyakit, Mengapa Kita Perlu Berusaha Memberantasnya?</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Jika_Tuhan_Menghendaki_Penyakit,_Mengapa_Kita_Perlu_Berusaha_Memberantasnya%3F"/>
				<updated>2017-11-11T23:40:11Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Yahya Kristiyanto: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{ info | If God Wills Disease Why Should We Try to Eradicate It?}} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan ini timbul dari ajaran Alkitab bahwa segala sesuatu ada di bawah kendali Allah. &amp;quot;Keputusan-Ku akan sampai, dan segala kehendak-Ku akan Kulaksanakan&amp;quot; (Yes. 46:10). &amp;quot;TUHAN melakukan apa yang dikehendaki-Nya, di langit dan di bumi, di laut dan di segenap samudera raya&amp;quot; (Mazmur 135:6). &amp;quot;Ia berbuat menurut kehendak-Nya terhadap bala tentara langit dan penduduk bumi; dan tidak ada seorangpun yang dapat menolak tangan-Nya dengan berkata kepada-Nya: 'Apa yang Kaubuat?'&amp;quot; (Dan. 4:35) &amp;quot;[Ia] di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya&amp;quot; (Efesus 1:11). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini artinya Tuhan mengendalikan semua malapetaka dan penyakit. Setan memang nyata dan punya andil di dalamnya, tetapi ia bukan penentu dan tidak dapat melakukan apa pun kecuali yang Tuhan izinkan (Ayub 1:12-2:10). Dan Tuhan tidak mengizinkan terjadinya berbagai hal secara sembarangan. Ia mengizinkan terjadinya hal-hal itu dengan alasan. Ada hikmat yang tidak terhingga dalam segala yang Ia kerjakan dan izinkan. Jadi apa yang Ia izinkan adalah bagian dari rencana-Nya, sama seperti apa yang Ia lakukan secara lebih langsung. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itu, hal ini menimbulkan pertanyaan: Jika Tuhan menghendaki penyakit, mengapa kita perlu berusaha memberantasnya? Ini merupakan pertanyaan yang penting sekali bagi saya karena saya pernah mendengar orang-orang Kristen baru-baru ini berkata bahwa memercayai kedaulatan Allah akan menghalangi orang-orang Kristen untuk bekerja keras memberantas penyakit seperti malaria, TBC, kanker, dan AIDS. Mereka pikir logikanya seperti ini: Jika Allah secara berdaulat menghendaki segala hal, termasuk malaria, maka kita sedang melawan Allah jika kita menghabiskan jutaan dolar untuk mencari cara memberantasnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu bukan logika yang diajarkan Alkitab. Dan itu bukan yang selama ini dipercayai Calvinis. Nyatanya, pencinta kedaulatan Allah ada di antara ilmuwan-ilmuwan yang paling agresif yang membantu menaklukkan ciptaan dan membawanya di bawah kekuasaan manusia bagi kebaikannya—seperti kata Mazmur 8:7, &amp;quot;Engkau membuat dia [manusia] berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Logika Alkitab berkata: Bertindaklah menurut &amp;quot;kehendak perintah&amp;quot; Allah, bukan menurut &amp;quot;kehendak ketetapan&amp;quot;-Nya. &amp;quot;Kehendak ketetapan&amp;quot; Allah adalah apa saja yang terjadi. &amp;quot;Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu&amp;quot; (Yakobus 4:15). &amp;quot;Kehendak ketetapan&amp;quot; Allah menentukan Anak-Nya dikhianati (Lukas 22:22), dihina (Yes. 53:3), diolok (Lukas 18:32), disesah (Mat. 20:19), ditinggalkan (Mat. 26:31), ditikam (Yoh. 19:37), dan dibunuh (Markus 9:31). Tetapi Alkitab mengajar kita secara gamblang supaya kita ''jangan'' mengkhianati, menghina, mengolok, menyesah, meninggalkan, menikam, atau membunuh orang yang tidak bersalah. Ini adalah &amp;quot;kehendak perintah&amp;quot; Allah. Kita tidak melihat kematian Yesus, yang jelas-jelas dikehendaki Allah, dan lantas menyimpulkan bahwa membunuh Yesus adalah baik dan bahwa kita harus mengikuti para pencemooh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu pula, kita tidak melihat kerusakan yang ditimbulkan malaria atau AIDS dan menyimpulkan bahwa kita harus mengikuti mereka yang tidak berbuat apa-apa. Tidak. &amp;quot;Kasihilah sesamamu manusia&amp;quot; adalah kehendak perintah Allah (Mat. 22:39). &amp;quot;Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka&amp;quot; adalah kehendak perintah Allah (Mat. 7:12). &amp;quot;Jika seterumu lapar, berilah dia makan&amp;quot; adalah kehendak perintah Allah (Roma 12:20). Bencana-bencana yang ditetapkan Allah tidak ditujukan untuk melumpuhkan umat-Nya dengan ketidakpedulian, tetapi menggerakkan mereka dengan belas kasih. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Paulus mengajarkan bahwa ciptaan ditaklukkan kepada kesia-siaan (Roma 8:20), ia juga mengajarkan bahwa penaklukan ini adalah &amp;quot;dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah&amp;quot; (ay. 21). Tidak ada alasan mengapa orang-orang Kristen tidak boleh mengejar panggilan untuk mengangkat kesia-siaan ini sekarang. Allah akan menyempurnakannya pada saatnya kelak. Tetapi alangkah baiknya jika kita sebisa mungkin mengalahkan sebanyak mungkin penyakit dan penderitaan yang ada sekarang ini dalam nama Kristus. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Malah, saya akan mengibarkan panji sekarang dan memanggil beberapa dari kalian untuk memasuki panggilan riset yang bisa menjadi alat mengatasi penyakit-penyakit besar dalam dunia ini. Ini bukan melawan Allah. Allah berkuasa atas riset sebagaimana Ia berkuasa atas penyakit. Engkau dapat menjadi alat di tangan-Nya. Ini bisa jadi waktunya bagi kemenangan yang dikehendakinya atas penyakit yang Ia tetapkan. Jangan mencoba membaca pikiran Allah dari ketetapan-Nya yang misterius akan bencana. Lakukan apa yang dikatakan-Nya. Dan apa yang dikatakan-Nya adalah: &amp;quot;Berbuat baik kepada semua orang&amp;quot; (Gal. 6:10). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rindu untuk meringankan penderitaan bersama Anda, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendeta John&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yahya Kristiyanto</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Sebelum_Zaman_Dimulai,_Yesus_Sudah_Ada</id>
		<title>Sebelum Zaman Dimulai, Yesus Sudah Ada</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Sebelum_Zaman_Dimulai,_Yesus_Sudah_Ada"/>
				<updated>2017-11-11T23:25:39Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Yahya Kristiyanto: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|Before Time Began, Jesus Was}}'''Transkrip Audio'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yohanes 1:1 “Pada mulanya adalah Firman.” Kata-kata “pada mulanya” di dalam bahasa Yunani sama persis dengan dua kata pertama di dalam Alkitab: “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi” (Kejadian 1:1). Saya pikir, itu bukan kebetulan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang dikatakan Yohanes adalah bahwa sebelum ada materi apa pun, sebelum segala sesuatu dijadikan, Yesus sudah ada. “Pada mulanya adalah Firman.” Jadi, pada mulanya, ketika segala sesuatu sedang dijadikan, Ia sudah ada. Itu inti dari “pada mulanya”. Dan konfirmasi lain yang mengatakan bahwa Yohanes berpikir seperti itu adalah bahwa hal berikutnya yang ia katakan tentang apa yang dilakukan Yesus adalah bahwa segala sesuatu dijadikan melalui Dia. Jadi, penciptaan ada di dalam pikiran Yohanes ketika ia menulis kata-kata, “pada mulanya”. Jadi, Yesus ada di sana sebagai Anak Allah pada mulanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Izinkan saya mengatakannya dengan gaya Einstein, kemudian saya akan berikan frasa yang alkitabiah untuk teori relativitas Einstein. Yesus sudah ada bukan hanya sebelum ada materi apa pun, Ia sudah ada sebelum ada masa atau waktu. Abad kedua puluh membawa penemuan bahwa materi dan waktu bersifat saling terkait. Tidak ada materi, tidak ada waktu. Hal yang kontroversial secara alkitabiah, terkadang. Tetapi dengarkan doksologi yang luar biasa ini. Saya pikir, para penulis Alkitab tidak mengetahui teori relativitas. Mereka hanya mengenal kebenaran.Yudas 25 mengatakan, &lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
“Allah yang esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa ''sebelum segala abad'' dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin.”&lt;br /&gt;
&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
Ia mengangkat pujian doksologinya tentang Yesus Kristus dengan mengatakan, “Sebelum segala abad dan sekarang pada segala zaman dan sampai selama-lamanya, kemuliaan bagi Dia.” Atau ambil 2 Timotius 1:9 yang menyebutkan bahwa &lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
Allah memberikan kasih karunia-Nya kepada kita dalam Kristus Yesus ''sebelum permulaan zaman''.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
Jadi, ketika Yohanes mengatakan, “Pada mulanya adalah Firman”, hal ini mengumandangkan Kejadian 1 – referensi yang lebih luas tentang sebelum permulaan zaman dimaksudkan untuk menyampaikan bahwa ''sebelum'' segala sesuatu yang lain, ''Ia sudah ada''. Jadi, pahamilah baik-baik tentang waktu ini. Ia tidak tercipta menjadi ada – tetapi ''Ia sudah ada''.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yahya Kristiyanto</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Sebelum_Zaman_Dimulai,_Yesus_Sudah_Ada</id>
		<title>Sebelum Zaman Dimulai, Yesus Sudah Ada</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Sebelum_Zaman_Dimulai,_Yesus_Sudah_Ada"/>
				<updated>2017-11-11T23:20:32Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Yahya Kristiyanto: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|Before Time Began, Jesus Was}}'''Transkrip Audio'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yohanes 1:1 “Pada mulanya adalah Firman.” Kata-kata “pada mulanya” di dalam bahasa Yunani sama persis dengan dua kata pertama di dalam Alkitab: “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi” (Kejadian 1:1). Saya pikir, itu bukan kebetulan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang dikatakan Yohanes adalah bahwa sebelum ada materi apa pun, sebelum segala sesuatu dijadikan, Yesus sudah ada. “Pada mulanya adalah Firman.” Jadi, pada mulanya, ketika segala sesuatu sedang dijadikan, Ia sudah ada. Itu inti dari “pada mulanya”. Dan konfirmasi lain yang mengatakan bahwa Yohanes berpikir seperti itu adalah bahwa hal berikutnya yang ia katakan tentang apa yang dilakukan Yesus adalah bahwa segala sesuatu dijadikan melalui Dia. Jadi, penciptaan ada di dalam pikiran Yohanes ketika ia menulis kata-kata, “pada mulanya”. Jadi, Yesus ada di sana sebagai Anak Allah pada mulanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Izinkan saya mengatakannya dengan gaya Einstein, kemudian saya akan berikan frasa yang alkitabiah untuk teori relativitas Einstein. Yesus sudah ada bukan hanya sebelum ada materi apa pun, Ia sudah ada sebelum ada masa atau waktu. Abad kedua puluh membawa penemuan bahwa materi dan waktu bersifat saling terkait. Tidak ada materi, tidak ada waktu. Hal yang kontroversial secara alkitabiah, terkadang. Tetapi dengarkan doksologi yang luar biasa ini. Saya pikir, para penulis Alkitab tidak mengetahui teori relativitas. Mereka hanya mengenal kebenaran.Yudas 25 mengatakan, &lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
“Allah yang esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa ''sebelum segala abad'' dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin.”&lt;br /&gt;
&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
Ia mengangkat pujian doksologinya tentang Yesus Kristus dengan mengatakan, “Sebelum segala abad dan sekarang pada segala zaman dan sampai selama-lamanya, kemuliaan bagi Dia.” Atau ambil 2 Timotius 1:9 yang menyebutkan bahwa &lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
Allah memberikan kasih karunia-Nya kepada kita dalam Kristus Yesus ''sebelum permulaan zaman''.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
Jadi, ketika Yohanes mengatakan, “Pada mulanya adalah Firman”, hal ini mengumandangkan Kejadian 1 – referensi yang lebih luas tentang sebelum permulaan zaman dimaksudkan untuk menyampaikan bahwa sebelum segala sesuatu yang lain, ''Ia sudah ada''. Jadi, pahamilah baik-baik tentang waktu ini. Ia tidak tercipta menjadi ada – tetapi Ia sudah ada.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yahya Kristiyanto</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Kebahagiaan_Sejati_di_Dunia_yang_Penuh_dengan_Kesedihan</id>
		<title>Kebahagiaan Sejati di Dunia yang Penuh dengan Kesedihan</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Kebahagiaan_Sejati_di_Dunia_yang_Penuh_dengan_Kesedihan"/>
				<updated>2017-11-11T23:11:26Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Yahya Kristiyanto: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|Real Happiness in a World of Sorrow}}''Transkrip Audio'' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''Yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan'' — pengharapan yang hidup, seperti yang baru kita saksikan di dalam Yesaya — ''untuk menerima suatu bagian'' — oh, ini sangat indah. Sangat indah. Suatu bagian ''yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar, dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu. Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah ''— Anda dipelihara agar dapat menerima harta pusaka itu dan harta pusaka itu sedang disimpan bagi Anda (1 Petrus 1:3–5). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya suka sekali ayat ini karena saya suka membayang-bayangkan. Saya tahu tidak ada yang berubah di surga. Tidak ada ngengat, karat, atau pencuri yang datang untuk mencuri warisan saya (Matius 6:20). “Tapi saya mungkin tidak akan masuk ke surga!” Oh, tidak, Anda pasti akan masuk ke surga. Karena Anda ''dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir. Bergembiralah akan hal itu''. (1 Petrus 1:5–6) — ya, saya bergembira akan hal itu. Ya, saya bergembira! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''Sekalipun sekarang ini'' (1 Peter 1:6) — ini artinya adalah selama masa hidup kita. Ya, ini benar. Sama seperti Paulus dalam 2 Korintus 4:17–18: “Penderitaan ringan yang sekarang ini.” Hanyalah selama masa hidup kita dibandingkan dengan kekekalan. Dia sedang mengerjakan bagi kita kemuliaan yang kekal. Jadi Anda menghadapi hidup yang begitu pendek dan dilanjutkan dengan kekekalan yang tiada batas. Oh, betapa orang-orang memerlukan hal ini — orang Barat, yaitu orang Amerika yang hidup dengan nyaman dan berasumsi bahwa semuanya akan baik-baik saja. Sebaiknya jangan lagi menggantungkan diri pada hidup ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''Jadi, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus'' — dan Allahlah yang memutuskan seberapa banyak yang cukup bagi Anda — ''berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan'' (1 Petrus 1:6) — ya, Anda harus berduka cita. Sekarang, saat Anda sedang bahagia — Apakah Anda melihatnya? Jangan keliru — ini sangat penting. Jadi, “''bergembiralah akan hal itu''” (1 Peter 1:6a), saat ini juga. “''Kamu seketika harus berduka cita''” (1 Petrus 1:6b), saat ini juga. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya sangat bersyukur ayat ini ada di dalam Alkitab. Maksudnya, sangat berbahaya untuk menyimpulkan pengalaman kita dari Alkitab. Saya tahu itu berbahaya, sangat berbahaya. Ini ''adalah'' pengalaman saya: Anda yang memutuskan apakah saya melakukan hal itu atau tidak. Menurut saya, saya melakukannya dan memasukkannya ke dalam hati. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahwa Allah mengenal saya, Dia datang kepada kita ke dalam dunia yang telah jatuh dan penuh dengan kesia-siaan, penderitaan, kematian, kesedihan, kejatuhan moral bangsa-bangsa, pembantaian di mana-mana, 700 orang mati terinjak-injak di Arab Saudi, berjuta-juta bayi dibunuh, dan wakil kita di parlemen bahkan tidak dapat mengambil suara untuk menyelamatkan bayi yang masih hidup — betapa ini dunia yang menyedihkan. Dunia ini sangat menyedihkan! Bagaimana Anda bisa hidup di dunia ini dan tidak menjadi sedih? Kalau Anda tidak sedih berarti Anda sakit jiwa, bukan? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Anda semestinya menjadi orang-orang yang paling berbahagia di dunia. Hal itu bukan kontradiksi.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yahya Kristiyanto</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Injil_Dalam_6_Menit</id>
		<title>Injil Dalam 6 Menit</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Injil_Dalam_6_Menit"/>
				<updated>2015-06-28T05:01:54Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Yahya Kristiyanto: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Info|The Gospel in 6 Minutes}} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Injil itu Apa?''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Injil itu apa? Saya akan menjelaskannya dalam satu kalimat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Injil adalah berita bahwa Yesus Kristus, Satu-satunya Kebenaran, mati untuk dosa-dosa kita dan bangkit kembali, selama-lamanya mengalahkan semua musuh-Nya, sehingga sekarang tidak ada lagi kutuk bagi mereka yang percaya, tetapi hanya ada kebahagiaan kekal. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah injil. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Anda Tidak Bisa Melampaui Injil''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda tidak akan pernah, tidak akan pernah melampaui kebutuhan Anda akan Injil itu. Jangan pernah memikirkan Injil sebagai, &amp;quot;Jalan bagi Anda untuk memperoleh keselamatan, dan kemudian Anda menjadi kuat lalu meninggalkannya dan melakukan hal-hal lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak! Kita dikuatkan oleh Tuhan melalui Injil setiap hari, sampai kita meninggal. Anda tidak akan pernah melampaui kebutuhan untuk mengajar diri sendiri tentang injil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Bagaimana Injil Menguatkan'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini sebuah ilustrasi, dan saya gunakan bukan karena itu adalah masalah besar dari kehidupan saya, tetapi karena saya telah melewatinya dan di mana saya paling terkena dari pengalaman tahun terakhir ini mengalami kuasa Injil yang membuat saya kuat. (Banyak dari Anda yang melewati hal-hal yang jauh lebih berat daripada kanker prostat --- jauh lebih berat.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah Anda ingat ayat-ayat yang saya bagikan kepada Anda pada bulan Februari yang sangat penuh kuasa bagi saya? Serangan ketakutan itu datang sesaat setelah dokter berkata, &amp;quot;Saya pikir kita perlu melakukan biopsi.&amp;quot; Untungnya, hal itu tidak berlansung lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian muncul --- apa? 1Tesalonika 5:9-10. Ini adalah injil yang murni yang bisa anda peroleh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah tidak memberi takdir kemurkaan untuk Anda, tetapi untuk memperoleh keselamatan melalui Tuhan kita Yesus Kristus, yang mati bagi Anda sehingga Anda bangun atau tidur Anda akan tinggal bersama-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selesai. Damai seperti sungai. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Injil itu Sempurna untuk Kebutuhan Anda''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya Injil ---- sempurna waktunya, sempurna penerapannya, sangat cocok untuk kebutuhan saya. Itulah sebabnya Alkitab begitu tebal --- karena ada begitu banyak kebutuhan berbeda yang Anda punyai. Dan ada tempat yang tepat di mana Injil dibukakan bagi Anda, sehingga jika Anda menenggelamkan diri  ke dalam seluruh Kitab, selalu dengan mata tertuju pada apa yang telah Kristus lakukan untuk Anda dan membayarnya untuk Anda dalam sejarah yang tebal dan mulia tentang interaksi Allah dengan manusia, Dia akan memberi apa yang Anda butuhkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, segala sesuatu dalam diri saya mengatakan, dan saya berharap sampai saya meninggal, &amp;quot;Sekarang, untuk Dia yang mampu menguatkan saya, menurut injil Paulus, bagi Dia --- bagi Allah --- kemuliaan sampai selama-lamanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah masuk ke dalam sejarah melalui Yesus Kristus; Dia mati dalam rangka menghancurkan kekuasaan neraka dan kematian dan Setan dan dosa; dan Dia melakukannya melalui injil Yesus Kristus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Seruan untuk Percaya'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya tahu ada orang-orang yang membaca ini yang tidak percaya kepada Yesus Kristus, dan karena itu hanya bisa berharap penghukuman. Jadi akhirnya, saya hanya akan memohon kepada Anda, berhentilah memberontak. Berhentilah. Dan terimalah Injil bahwa Yesus Kristus, Anak Allah, Satu-satunya Kebenaran, mati bagi dosa-dosa Anda. Dia bangkit pada hari yang ketiga, mengalahkan segenap musuh-Nya. Dia memerintah sampai Dia meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya. Pengampunan dosa dan hak berdiri bersama Allah diberikan secara cuma-cuma hanya melalui Dia, hanya dengan iman saja. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya mohon kepada Anda, jangan mencoba untuk menjadi kuat dengan kekuatan Anda sendiri; itu tidak akan ada ketika Anda membutuhkannya. Hanya ada satu kekuatan akan ada, yaitu kekuatan yang diberikan Allah menurut Injil. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan matikan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Teks ini merupakan transkrip audio yang sudah disunting. Teks ini dirangkum dari khotbah &amp;quot;Allah Menguatkan Kita dengan Injil&amp;quot;.]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yahya Kristiyanto</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Injil_Dalam_6_Menit</id>
		<title>Injil Dalam 6 Menit</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Injil_Dalam_6_Menit"/>
				<updated>2015-06-28T04:45:51Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Yahya Kristiyanto: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Info|The Gospel in 6 Minutes}} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Injil itu Apa?''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Injil itu apa? Saya akan menjelaskannya dalam satu kalimat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Injil adalah berita bahwa Yesus Kristus, Satu-satunya Kebenaran, mati untuk dosa-dosa kita dan bangkit kembali, selama-lamanya mengalahkan semua musuh-Nya, sehingga sekarang tidak ada lagi kutuk bagi mereka yang percaya, tetapi  hanya ada kebahagiaan kekal. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah injil. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Anda Tidak Bisa Melampaui Injil'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda tidak akan pernah, tidak akan pernah melampaui kebutuhan Anda akan Injil itu. Jangan pernah memikirkan Injil sebagai, &amp;quot;Jalan bagi Anda untuk memperoleh keselamatan, dan kemudian Anda menjadi kuat lalu meninggalkannya dan melakukan hal-hal lain.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak! Kita dikuatkan oleh Tuhan melalui Injil setiap hari, sampai kita meninggal. Anda tidak akan pernah melampaui kebutuhan untuk mengajar diri sendiri tentang Injil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Bagaimana Injil Menguatkan''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini sebuah ilustrasi, dan saya gunakan bukan karena itu adalah masalah besar dari kehidupan saya, tetapi karena saya telah melewatinya dan di mana saya paling terkena dari pengalaman tahun terakhir ini mengalami kuasa Injil yang membuat saya kuat. (Banyak dari Anda yang melewati ini jauh lebih berat daripada kanker prostat --- jauh lebih berat.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah Anda ingat ayat-ayat yang saya bagikan kepada Anda pada bulan Februari yang sangat berkuasa bagi saya? Serangan ketakutan itu datang  sesaat setelah dokter berkata, &amp;quot;Saya pikir kita perlu melakukan biopsi.&amp;quot; Untungnya, hal itu tidak berlangsung lama, untungnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian muncul --- apa? 1Tesalonika 5:9-10. Ini adalah injil yang murni yang bisa anda peroleh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah tidak memberi takdir kemurkaan untuk anda, tetapi untuk memperoleh keselamatan melalui Tuhan kita Yesus Kristus, yang mati bagi anda sehingga anda bangun atau tidur anda akan tinggal bersamaNya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selesai. Damai seperti sungai. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Injil itu Sempurna untuk Kebutuhan Anda''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya injil ---- sempurna waktunya, sempurna dalam penerapan, sangat cocok untuk kebutuhan saya. Itulah sebabnya Alkitab begitu tebal --- karena ada begitu banyak kebutuhan berbeda yang anda punyai. Dan ada tempat yang tepat dimana injil dibukakan bagi anda, sehingga jika anda meneggelamkan diri anda ke dalam seluruh buku, selalu dengan mata tertuju pada apa yang telah Kristus lakukan untuk anda dan membayarnya untuk anda dalam sejarah yang tebal dan mulia tentang interaksi Allah dengan manusia, Dia akan memberi apa yang anda butuhkan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, segala sesuatu dalam diri saya menyatakan, dan saya harap sampai saya meninggal, &amp;quot;Sekarang, untuk Dia yang mampu menguatkan saya, menurut injil Paulus, bagi Dia --- bagi Allah --- kemuliaan sampai selama-lamanya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah masuk kedalam sejarah dalam Yesus Kristus; Dia mati dalam rangka menghancurkan kekuasaan neraka dan kematian dan Setan; dan Dia melakukannya melalui injil Yesus Kristus. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Seruan untuk Percaya''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya tahu ada orang-orang yang membaca ini yang tidak percaya kepada Yesus Kristus, dan karena itu hanya bisa berharap penghukuman. Jadi akhirnya, saya hanya akan memohon kepada Anda pada akhirnya, berhentilah memberontak. Berhentilah. Dan terimalah Injil bahwa Yesus Kristus, Anak Allah, Satu-satunya Kebenaran, mati bagi dosa-dosa Anda. Dia bangkit pada hari ketiga, mengalahkan seluruh musuhNya. Dia memerintah sampai Dia meletakkan semua musuhnya di bawah kaki-Nya. Pengampunan dosa dan hak berdiri bersama Allah diberikan secara cuma-cuma hanya melalui Dia, hanya dengan iman saja. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya mohon kepada Anda, jangan mencoba untuk menjadi kuat dengan kekuatan Anda sendiri; itu tidak akan ada ketika Anda membutuhkannya. Hanya ada satu kekuatan akan ada, yaitu kekuatan yang diberikan Allah menurut Injil. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan matikan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Teks ini merupakan transkrip audio yang sudah disunting. Teks ini dirangkum dari khotbah &amp;quot;Allah Menguatkan Kita dengan Injil&amp;quot;.]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yahya Kristiyanto</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Injil_Dalam_6_Menit</id>
		<title>Injil Dalam 6 Menit</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Injil_Dalam_6_Menit"/>
				<updated>2014-05-11T04:08:03Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Yahya Kristiyanto: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Info|The Gospel in 6 Minutes}} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Injil itu Apa?''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Injil itu apa? Saya akan menjelaskannya dalam satu kalimat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Injil adalah berita bahwa Yesus Kristus, Satu-satunya Kebenaran, mati untuk dosa-dosa kita dan bangkit kembali, selama-lamanya mengalahkan semua musuh-musuhNya, sehingga sekarang tidak ada lagi kutuk bagi mereka yang percaya, tapi kebahagiaan kekal. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah injil. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Anda Tidak Bisa Melampaui Injil.''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda tidak akan pernah, tidak akan pernah melampaui kebutuhan anda akan itu (Injil). Jangan pernah berpikir injil seperti, &amp;quot;Itulah jalan anda memperoleh keselamatan, dan kemudian anda menjadi kuat dengan meninggalkannya dan melakukan hal-hal lain.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak! Kita dikuatkan oleh Allah melalui injil setiap hari, sampai kita meninggal. Anda tidak akan pernah melampaui kebutuhan untuk mengajarkan diri sendiri tentang injil. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Bagaimana Injil Menguatkan.''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini sebuah ilustrasi, dan saya gunakan bukan karena itu adalah masalah besar dari kehidupan saya, tapi karena saya telah melewatinya dan dmana saya paling terkena dari pengalaman tahun terakhir ini mengalami kuasa injil yang membuat saya kuat. (Banyak dari anda yang melewati ini jauh lebih berat daripada kanker prostat --- jauh lebih berat.) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda ingat ayat-ayat yang saya bagikan kepada anda pada bulan Februari (yang diberikan) yang Maha Kuasa bagi saya? Hal itu terjadi sesaat setelah dokter berkata, &amp;quot;Saya pikir kita perlu melakukan biopsi,&amp;quot; ketika tusukan ketakutan datang. Hal itu tidak berlansung lama, untungnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian muncul --- apa? 1Tesalonika 5:9-10. Ini adalah injil yang murni yang bisa anda peroleh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah tidak memberi takdir kemurkaan untuk anda, tetapi untuk memperoleh keselamatan melalui Tuhan kita Yesus Kristus, yang mati bagi anda sehingga anda bangun atau tidur anda akan tinggal bersamaNya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selesai. Damai seperti sungai. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Injil itu Sempurna untuk Kebutuhan Anda''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya injil ---- sempurna waktunya, sempurna dalam penerapan, sangat cocok untuk kebutuhan saya. Itulah sebabnya Alkitab begitu tebal --- karena ada begitu banyak kebutuhan berbeda yang anda punyai. Dan ada tempat yang tepat dimana injil dibukakan bagi anda, sehingga jika anda meneggelamkan diri anda ke dalam seluruh buku, selalu dengan mata tertuju pada apa yang telah Kristus lakukan untuk anda dan membayarnya untuk anda dalam sejarah yang tebal dan mulia tentang interaksi Allah dengan manusia, Dia akan memberi apa yang anda butuhkan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, segala sesuatu dalam diri saya menyatakan, dan saya harap sampai saya meninggal, &amp;quot;Sekarang, untuk Dia yang mampu menguatkan saya, menurut injil Paulus, bagi Dia --- bagi Allah --- kemuliaan sampai selama-lamanya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah masuk kedalam sejarah dalam Yesus Kristus; Dia mati dalam rangka menghancurkan kekuasaan neraka dan kematian dan Setan; dan Dia melakukannya melalui injil Yesus Kristus. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Seruan untuk Percaya''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya tahu ada orang-orang yang membaca ini yang tidak percaya kepada Yesus Kristus, dan karena itu hanya bisa berharap penghukuman. Jadi akhirnya, saya hanya akan memohon kepada Anda pada akhirnya, berhentilah memberontak. Berhentilah. Dan terimalah Injil bahwa Yesus Kristus, Anak Allah, Satu-satunya Kebenaran, mati bagi dosa-dosa Anda. Dia bangkit pada hari ketiga, mengalahkan seluruh musuhNya. Dia memerintah sampai Dia meletakkan semua musuhnya di bawah kaki-Nya. Pengampunan dosa dan hak berdiri bersama Allah diberikan secara cuma-cuma hanya melalui Dia, hanya dengan iman saja. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya mohon kepada Anda, jangan mencoba untuk menjadi kuat dengan kekuatan Anda sendiri; itu tidak akan ada ketika Anda membutuhkannya. Hanya ada satu kekuatan akan ada, yaitu kekuatan yang diberikan Allah menurut Injil. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan matikan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Teks ini merupakan transkrip audio yang sudah disunting. Teks ini dirangkum dari khotbah &amp;quot;Allah Menguatkan Kita dengan Injil&amp;quot;.]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yahya Kristiyanto</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Injil_Dalam_6_Menit</id>
		<title>Injil Dalam 6 Menit</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Injil_Dalam_6_Menit"/>
				<updated>2014-05-11T03:50:23Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Yahya Kristiyanto: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Info|The Gospel in 6 Minutes}} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Injil itu Apa?''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Injil itu apa? Saya akan menjelaskannya dalam satu kalimat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Injil adalah berita bahwa Yesus Kristus, Satu-satunya Kebenaran, mati untuk dosa-dosa kita dan bangkit kembali, selama-lamanya mengalahkan semua musuh-Nya, sehingga sekarang tidak ada lagi kutuk bagi mereka yang percaya, tetapi hanya ada kebahagiaan kekal. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah injil. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Anda Tidak Bisa Melampaui Injil''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda tidak akan pernah, tidak akan pernah melampaui kebutuhan Anda akan (Injil). Jangan pernah memikirkan injil sebagai, &amp;quot;Jalan bagi Anda untuk memperoleh keselamatan, dan kemudian Anda menjadi kuat lalu meninggalkannya dan melakukan hal-hal yang lain.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak! Kita dikuatkan oleh Tuhan melalui Injil setiap hari, sampai kita meninggal. Anda tidak akan pernah melampaui kebutuhan untuk mengajar diri sendiri tentang Injil. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Bagaimana Injil Menguatkan''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini sebuah ilustrasi, dan saya gunakan bukan karena itu adalah masalah besar dari kehidupan saya, tetapi karena saya telah melewatinya dan di mana saya paling terkena dari pengalaman tahun terakhir ini mengalami kuasa Injil yang membuat saya kuat. (Banyak dari Anda yang melewati hal-hal yang jauh lebih berat daripada kanker prostat --- jauh lebih berat.) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah Anda ingat ayat-ayat yang saya bagikan pada bulan Februari yang sangat berkuasa bagi saya? Serangan ketakutan itu terjadi sesaat setelah dokter berkata, &amp;quot;Saya pikir kita perlu melakukan biopsi.&amp;quot; Untungnya, hal itu tidak berlangsung lama. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian muncul --- apa? 1Tesalonika 5:9-10. Ini adalah injil yang murni yang bisa Anda peroleh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuhan tidak memberi takdir kemurkaan untuk Anda, tetapi untuk memperoleh keselamatan melalui Tuhan kita Yesus Kristus, yang mati bagi Anda sehingga entah Anda terjaga atau tertidur, Anda akan tetap tinggal bersama-Nya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selesai. Damai seperti sungai. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Injil itu Sempurna untuk Kebutuhan Anda''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya Injil ---- sempurna waktunya, sempurna penerapannya, sangat cocok untuk kebutuhan saya. Itulah sebabnya Alkitab begitu tebal --- karena ada begitu banyak kebutuhan berbeda yang Anda punyai. Dan ada tempat yang tepat di mana Injil dibukakan bagi Anda, sehingga jika Anda menenggelamkan diri ke dalam seluruh Kitab ini, dan mata Anda selalu tertuju pada apa yang telah Kristus lakukan untuk Anda dan membayarnya untuk Anda dalam sejarah yang tebal dan mulia tentang interaksi Allah dengan manusia, Dia akan memberi apa yang Anda butuhkan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, segala sesuatu yang ada di dalam diri saya mengatakan, dan saya berharap sampai saya meninggal, &amp;quot;Sekarang, untuk Dia yang mampu menguatkan saya, menurut injil Paulus, bagi Dia --- bagi Allah --- kemuliaan sampai selama-lamanya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah masuk ke dalam sejarah melalui Yesus Kristus; Dia mati dalam rangka menghancurkan kekuasaan neraka dan kematian dan Setan dan dosa; dan Dia melakukannya melalui injil Yesus Kristus. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Seruan untuk Percaya''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya tahu ada orang-orang yang membaca ini yang tidak percaya Yesus Kristus, dan karena itu hanya bisa berharap penghukuman. Jadi, saya hanya akan memohon kepada anda pada akhirnya, berhentilah memberontak. Berhentilah. Dan terimalah injil bahwa Yesus Kristus, Anak Allah, Satu-satunya Kebenaran, mati bagi dosa-dosa anda. Dia bangkit pada hari ketiga, mengalahkan seluruh musuh-musuhNya. Dia memerintah sampai Dia meletakkan semua musuhnya dibawah kakiNya. Pengampunan dosa dan hak berdiri bersama Allah diberikan secara cuma-cuma hanya melalui Dia, hanya dengan iman saja. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya memohon kepada anda, jangan mencoba dengan kekuatan anda sendiri; itu tidak akan ada ketika anda membutuhkannya. Hanya ada satu kekuatan akan ada disana --- kekuatan yang diberikan Allah menurut injil. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan matikan itu.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yahya Kristiyanto</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Injil_Dalam_6_Menit</id>
		<title>Injil Dalam 6 Menit</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Injil_Dalam_6_Menit"/>
				<updated>2014-05-11T03:35:51Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Yahya Kristiyanto: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Info|The Gospel in 6 Minutes}} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Injil itu Apa?''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Injil itu apa? Saya akan menjelaskannya dalam satu kalimat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Injil adalah berita bahwa Yesus Kristus, Satu-satunya Kebenaran, mati untuk dosa-dosa kita dan bangkit kembali, selama-lamanya mengalahkan semua musuh-musuhNya, sehingga sekarang tidak ada lagi kutuk bagi mereka yang percaya, tapi kebahagiaan kekal. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah injil. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Anda Tidak Bisa Melampaui Injil.''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda tidak akan pernah, tidak akan pernah melampaui kebutuhan anda akan itu (Injil). Jangan pernah berpikir injil seperti, &amp;quot;Itulah jalan anda memperoleh keselamatan, dan kemudian anda menjadi kuat dengan meninggalkannya dan melakukan hal-hal lain.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak! Kita dikuatkan oleh Allah melalui injil setiap hari, sampai kita meninggal. Anda tidak akan pernah melampaui kebutuhan untuk mengajarkan diri sendiri tentang injil. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Bagaimana Injil Menguatkan.''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini sebuah ilustrasi, dan saya gunakan bukan karena itu adalah masalah besar dari kehidupan saya, tapi karena saya telah melewatinya dan dmana saya paling terkena dari pengalaman tahun terakhir ini mengalami kuasa injil yang membuat saya kuat. (Banyak dari anda yang melewati ini jauh lebih berat daripada kanker prostat --- jauh lebih berat.) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda ingat ayat-ayat yang saya bagikan kepada anda pada bulan Februari (yang diberikan) yang Maha Kuasa bagi saya? Hal itu terjadi sesaat setelah dokter berkata, &amp;quot;Saya pikir kita perlu melakukan biopsi,&amp;quot; ketika tusukan ketakutan datang. Hal itu tidak berlansung lama, untungnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian muncul --- apa? 1Tesalonika 5:9-10. Ini adalah injil yang murni yang bisa anda peroleh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah tidak memberi takdir kemurkaan untuk anda, tetapi untuk memperoleh keselamatan melalui Tuhan kita Yesus Kristus, yang mati bagi anda sehingga anda bangun atau tidur anda akan tinggal bersamaNya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selesai. Damai seperti sungai. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Injil itu Sempurna untuk Kebutuhan Anda''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya injil ---- sempurna waktunya, sempurna dalam penerapan, sangat cocok untuk kebutuhan saya. Itulah sebabnya Alkitab begitu tebal --- karena ada begitu banyak kebutuhan berbeda yang anda punyai. Dan ada tempat yang tepat dimana injil dibukakan bagi anda, sehingga jika anda meneggelamkan diri anda ke dalam seluruh buku, selalu dengan mata tertuju pada apa yang telah Kristus lakukan untuk anda dan membayarnya untuk anda dalam sejarah yang tebal dan mulia tentang interaksi Allah dengan manusia, Dia akan memberi apa yang anda butuhkan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, segala sesuatu dalam diri saya menyatakan, dan saya harap sampai saya meninggal, &amp;quot;Sekarang, untuk Dia yang mampu menguatkan saya, menurut injil Paulus, bagi Dia --- bagi Allah --- kemuliaan sampai selama-lamanya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah masuk kedalam sejarah dalam Yesus Kristus; Dia mati dalam rangka menghancurkan kekuasaan neraka dan kematian dan Setan; dan Dia melakukannya melalui injil Yesus Kristus. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Seruan untuk Percaya''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya tahu ada orang-orang yang membaca ini yang tidak percaya Yesus Kristus, dan karena itu hanya bisa berharap penghukuman. Jadi, saya hanya akan memohon kepada anda pada akhirnya, berhentilah memberontak. Berhentilah. Dan terimalah injil bahwa Yesus Kristus, Anak Allah, Satu-satunya Kebenaran, mati bagi dosa-dosa anda. Dia bangkit pada hari ketiga, mengalahkan seluruh musuh-musuhNya. Dia memerintah sampai Dia meletakkan semua musuhnya dibawah kakiNya. Pengampunan dosa dan hak berdiri bersama Allah diberikan secara cuma-cuma hanya melalui Dia, hanya dengan iman saja. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya memohon kepada anda, jangan mencoba dengan kekuatan anda sendiri; itu tidak akan ada ketika anda membutuhkannya. Hanya ada satu kekuatan akan ada disana --- kekuatan yang diberikan Allah menurut injil. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan matikan itu.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yahya Kristiyanto</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Injil_Dalam_6_Menit</id>
		<title>Injil Dalam 6 Menit</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Injil_Dalam_6_Menit"/>
				<updated>2014-05-11T03:28:42Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Yahya Kristiyanto: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Info|The Gospel in 6 Minutes}} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Injil itu Apa?''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Injil itu apa? Saya akan menjelaskannya dalam satu kalimat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Injil adalah berita bahwa Yesus Kristus, Satu-satunya Kebenaran, mati untuk dosa-dosa kita dan bangkit kembali, selama-lamanya mengalahkan semua musuh-Nya, sehingga sekarang tidak ada lagi kutuk bagi mereka yang percaya, tetapi hanya ada kebahagiaan kekal. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah injil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Anda Tidak Bisa Melampaui Injil'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda tidak akan pernah, tidak akan pernah melampaui kebutuhan Anda akan (Injil). Jangan pernah memikirkan Injil sebagai, &amp;quot;Jalan bagi Anda untuk memperoleh keselamatan, dan kemudian Anda menjadi kuat lalu meninggalkannya dan melakukan hal-hal yang lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak! Kita dikuatkan oleh Tuhan melalui Injil setiap hari, sampai kita meninggal. Anda tidak akan pernah melampaui kebutuhan untuk mengajar diri sendiri tentang Injil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Bagaimana Injil Menguatkan'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini sebuah ilustrasi, dan saya gunakan bukan karena itu adalah masalah besar dari kehidupan saya, tetapi karena saya telah melewatinya dan di mana saya paling terkena dari pengalaman tahun terakhir ini mengalami kuasa Injil yang membuat saya kuat. (Banyak dari Anda yang melewati hal-hal yang jauh lebih berat daripada kanker prostat --- jauh lebih berat.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah Anda ingat ayat-ayat yang saya bagikan pada bulan Februari yang sangat berkuasa bagi saya? Serangan ketakutan itu datang sesaat setelah dokter berkata, &amp;quot;Saya pikir kita perlu melakukan biopsi.&amp;quot; Untungnya, hal itu tidak berlangsung lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian muncul --- apa? 1Tesalonika 5:9-10. Ini adalah injil yang murni yang bisa anda peroleh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah tidak memberi takdir kemurkaan untuk anda, tetapi untuk memperoleh keselamatan melalui Tuhan kita Yesus Kristus, yang mati bagi anda sehingga anda bangun atau tidur anda akan tinggal bersamaNya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selesai. Damai seperti sungai. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Injil itu Sempurna untuk Kebutuhan Anda''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya injil ---- sempurna waktunya, sempurna dalam penerapan, sangat cocok untuk kebutuhan saya. Itulah sebabnya Alkitab begitu tebal --- karena ada begitu banyak kebutuhan berbeda yang anda punyai. Dan ada tempat yang tepat dimana injil dibukakan bagi anda, sehingga jika anda meneggelamkan diri anda ke dalam seluruh buku, selalu dengan mata tertuju pada apa yang telah Kristus lakukan untuk anda dan membayarnya untuk anda dalam sejarah yang tebal dan mulia tentang interaksi Allah dengan manusia, Dia akan memberi apa yang anda butuhkan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, segala sesuatu dalam diri saya menyatakan, dan saya harap sampai saya meninggal, &amp;quot;Sekarang, untuk Dia yang mampu menguatkan saya, menurut injil Paulus, bagi Dia --- bagi Allah --- kemuliaan sampai selama-lamanya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah masuk kedalam sejarah dalam Yesus Kristus; Dia mati dalam rangka menghancurkan kekuasaan neraka dan kematian dan Setan; dan Dia melakukannya melalui injil Yesus Kristus. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Seruan untuk Percaya''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya tahu ada orang-orang yang membaca ini yang tidak percaya Yesus Kristus, dan karena itu hanya bisa berharap penghukuman. Jadi, saya hanya akan memohon kepada anda pada akhirnya, berhentilah memberontak. Berhentilah. Dan terimalah injil bahwa Yesus Kristus, Anak Allah, Satu-satunya Kebenaran, mati bagi dosa-dosa anda. Dia bangkit pada hari ketiga, mengalahkan seluruh musuh-musuhNya. Dia memerintah sampai Dia meletakkan semua musuhnya dibawah kakiNya. Pengampunan dosa dan hak berdiri bersama Allah diberikan secara cuma-cuma hanya melalui Dia, hanya dengan iman saja. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya memohon kepada anda, jangan mencoba dengan kekuatan anda sendiri; itu tidak akan ada ketika anda membutuhkannya. Hanya ada satu kekuatan akan ada disana --- kekuatan yang diberikan Allah menurut injil. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan matikan itu.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yahya Kristiyanto</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Pencarian_Sukacita</id>
		<title>Pencarian Sukacita</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Pencarian_Sukacita"/>
				<updated>2014-05-11T03:11:16Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Yahya Kristiyanto: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|Quest for Joy}} ''Enam Kebenaran Alkitabiah'' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''&amp;lt;br&amp;gt;'''''Tahukah Anda bahwa Allah memerintahkan kita untuk bergembira?''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''&amp;lt;br&amp;gt;'''''“Bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.”'' (Mazmur 37:4) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''1) Allah menciptakan kita untuk kemuliaan-Nya''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''&amp;lt;br&amp;gt;'''“''Bawalah anak-anak-Ku laki-laki dari jauh, dan anak-anak-Ku perempuan dari ujung-ujung bumi… yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku” ''(Yesaya 43:6-7) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah menciptakan kita untuk memperbesar kebesaran-Nya- seperti sebuah teleskop memperbesar (citra) bintang-bintang. Ia menciptakan kita untuk menampilkan kebaikan, kebenaran, keindahan, hikmat, dan keadilan-Nya. Tampilan kemuliaan Allah yang terbesar datang dari kegembiraan yang mendalam karena siapa Dia secara menyeluruh. Ini berarti bahwa Allah mendapatkan pujian bagi-Nya dan kita mendapatkan kesenangannya. Allah menciptakan kita sehingga Ia sangat dimuliakan di dalam diri kita ketika kita merasa sangat puas di dalam Dia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''2) Setiap manusia harus hidup untuk kemuliaan Allah.''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''&amp;lt;br&amp;gt;'''''“Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah”'' (1 Korintus 10:31) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila Allah menciptakan kita untuk kemuliaan-Nya, jelaslah bahwa kita harus hidup untuk kemuliaan-Nya. Tugas kita ada karena rancangan-Nya. Jadi kewajiban kita yang pertama ialah menunjukkan nilai Allah dengan merasa puas dengan seluruh keberadaan-Nya untuk kita. Inilah intisari dari mengasihi Allah (Matius 22:37) dan mempercayai Dia (1 Yohanes 5:3-4) dan bersyukur kepada Dia (Mazmur 100:2-4). Hal tersebut merupakan akar dari semua ketaatan yang sejati, terutama mengasihi sesama (Kolose 1:4-5). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''3) Kita semua telah gagal untuk memuliakan Allah sebagaimana mestinya.''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''&amp;lt;br&amp;gt;'''“''Semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah”'' (Roma 3:23) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah artinya “kehilangan kemuliaan Allah”? Artinya ialah bahwa tidak seorang pun dari kita telah mempercayai dan menghargai Allah sebagaimana yang seharusnya. Kita tidak puas dengan kebesaran-Nya dan tidak berjalan di jalan-jalan Allah. Kita mencari kepuasan dalam hal-hal lain, dan memperlakukan hal-hal tersebut seakan-akan lebih berharga daripada Allah, yang mana tindakan seperti itu merupakan inti dari penyembahan berhala (Roma 1:21-23). Sejak dosa masuk ke dalam dunia kita semua telah menolak mentah-mentah untuk memiliki Allah sebagai harta yang paling memuaskan kita (Efesus 2:3). Hal ini merupakan pemberontakan yang mengerikan terhadap kebesaran Allah (Yeremia 2:12-13) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''4) Kita semua akan menghadapi penghakiman Allah yang adil''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''&amp;lt;br&amp;gt;'''''“Upah dosa ialah maut…”'' (Roma 6:23) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita semua telah menganggap ringan kemuliaan Allah. Bagaimana caranya? Dengan lebih memilih hal-hal lain dan menempatkan hal-hal lain itu di atas Dia; dengan sikap kita yang tidak bersyukur, ketidakpercayaan kita kepada-Nya, dan ketidaktaatan kita. Jadi Allah bersikap adil dengan memisahkan kita dari kenikmatan kemuliaan-Nya selama-lamanya. ”Mereka ini akan menjalani hukuman kebinasaan selama-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatan-Nya” (2 Tesalonika 1:9)&amp;lt;br&amp;gt;Kata “neraka” dipergunakan dalam Perjanjian Baru sebanyak dua belas kali; sebelas kali oleh Yesus sendiri. Neraka bukanlah mitos yang diciptakan oleh para pengkhotbah yang muram dan marah. Neraka merupakan peringatan serius dari Anak Allah yang mati untuk menebus orang-orang berdosa dari kutuknya. Kita mengabaikannya dengan risiko besar. &amp;lt;br&amp;gt;Bila Alkitab berhenti di sini dalam analisisnya mengenai keadaan manusia, kita pastilah dihukum dengan masa depan tanpa harapan. Namun, Alkitab tidak berhenti di sini… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''5) Allah mengutus anak-Nya yang tunggal Yesus untuk memberikan hidup yang kekal dan sukacita''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''&amp;lt;br&amp;gt;'''''“Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: ”Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa...” ''(1 Timotius 1:15) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berita baiknya ialah bahwa Kristus mati untuk orang-orang berdosa seperti kita. Dan Ia bangkit secara fisik dari antara orang mati untuk meneguhkan kuasa penyelamatan dari kematian-Nya dan untuk membuka pintu-pintu kehidupan kekal dan sukacita (1 Korintus 15:20). Hal ini berarti bahwa Allah dapat membebaskan orang-orang berdosa yang bersalah dan tetap bersikap adil (Roma 3:25-26). “Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah” (1 Petrus 3:18). Kembali kepada Allah merupakan tempat di mana semua kepuasan yang mendalam dan abadi dapat ditemukan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;'''6) Kebaikan-kebaikan yang telah dibeli dengan kematian Kristus adalah milik orang-orang yang bertobat dan percaya kepada-Nya &amp;lt;br&amp;gt;''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''“Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan” ''(Kisah Para Rasul 3:19). ''”Percayalah kepada Tuhan Yesus dan engkau akan selamat”'' (Kisah Para Rasul 16:31) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bertobat” artinya berpaling dari semua janji dosa yang menipu. ”Iman” artinya puas dengan semua yang Tuhan janjikan untuk kita di dalam Yesus. “Barang siapa percaya kepada-Ku,” Yesus berkata, “ia tidak akan haus lagi” (Yohanes 6:35). Kita tidak bekerja untuk memperoleh keselamatan kita. Kita tidak dapat menganggap keselamatan sebagai suatu kebaikan yang kita kerjakan (Roma 4:4-5). Keselamatan adalah karena kasih karunia melalui iman. Keselamatan adalah  pemberian cuma-cuma (Roma 3:24). Kita akan memilikinya bila kita menghargainya melebihi apa pun juga (Matius 13:44). Ketika kita menghargainya, sasaran Allah dalam penciptaan akan tercapai. Ia dimuliakan di dalam kita dan kita puas di dalam Dia - selamanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Apakah ini masuk akal bagi Anda?''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''&amp;lt;br&amp;gt;'''Apakah Anda menginginkan bentuk kegembiraan yang datang dari kepuasan atas segala keberadaan Allah bagi Anda di dalam Yesus? Bila ya, berarti Allah  bekerja dalam hidup Anda. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Apa yang harus Anda lakukan?''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpalinglah dari janji-janji dosa yang menipu. Berserulah kepada Yesus untuk menyelamatkan Anda dari kesalahan dan penghukuman dan perhambaan. ”Barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan” (Roma 10:13). Mulailah menaruh pengharapan Anda pada seluruh keberadaan Allah bagi Anda dalam Yesus. Patahkan kuasa janji-janji dosa dengan iman dalam kepuasan yang paling tinggi dari janji-janji Allah. Mulailah membaca Alkitab untuk menemukan janji-janji-Nya yang berharga dan sangat besar, yang dapat membebaskan Anda (1 Petrus 1:3-4). Carilah gereja yang percaya pada Alkitab dan mulailah berbakti dan bertumbuh bersama dengan orang lain yang menghargai Kristus lebih dari apa pun juga (Filipi 3:7).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berita yang terbaik di dunia ini ialah bahwa tidak ada konflik yang perlu terjadi&amp;amp;nbsp;di antara kebahagiaan kita dan kekudusan Allah. Merasa puas dengan seluruh keberadaan Allah bagi kita di dalam Yesus akan melipatgandakan Dia sebagai Harta yang terbesar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''&amp;quot;Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa”'' (Mazmur 16:11).&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yahya Kristiyanto</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Pencarian_Sukacita</id>
		<title>Pencarian Sukacita</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Pencarian_Sukacita"/>
				<updated>2014-01-28T18:40:36Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Yahya Kristiyanto: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|Quest for Joy}} ''Enam kebenaran Alkitabiah'' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''&amp;lt;br&amp;gt;'''''Tahukah Anda bahwa Allah memerintahkan kita untuk bergembira?''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''&amp;lt;br&amp;gt;'''''“Bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.”'' (Mazmur 37:4) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''1) Allah menciptakan kita untuk kemuliaan-Nya''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''&amp;lt;br&amp;gt;'''“''Bawalah anak-anak-Ku laki-laki dari jauh, dan anak-anak-Ku perempuan dari ujung-ujung bumi… yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku” ''(Yesaya 43:6-7) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah menciptakan kita untuk memperbesar kebesaran-Nya- seperti sebuah teleskop memperbesar (citra) bintang-bintang. Ia menciptakan kita untuk menampilkan kebaikan, kebenaran, keindahan, hikmat, dan keadilan-Nya. Tampilan kemuliaan Allah yang terbesar datang dari kegembiraan yang mendalam karena siapa Dia secara menyeluruh. Ini berarti bahwa Allah mendapatkan pujian bagi-Nya dan kita mendapatkan kesenangannya. Allah menciptakan kita sehingga Ia sangat dimuliakan di dalam diri kita ketika kita merasa sangat puas di dalam Dia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''2) Setiap manusia harus hidup untuk kemuliaan Allah.''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''&amp;lt;br&amp;gt;'''''“Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah”'' (1 Korintus 10:31) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila Allah menciptakan kita untuk kemuliaan-Nya, jelaslah bahwa kita harus hidup untuk kemuliaan-Nya. Tugas kita ada karena rancangan-Nya. Jadi kewajiban kita yang pertama ialah menunjukkan nilai Allah dengan merasa puas dengan seluruh keberadaan-Nya untuk kita. Inilah intisari dari mengasihi Allah (Matius 22:37) dan mempercayai Dia (1 Yohanes 5:3-4) dan bersyukur kepada Dia (Mazmur 100:2-4). Hal tersebut merupakan akar dari semua ketaatan yang sejati, terutama mengasihi sesama (Kolose 1:4-5). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''3) Kita semua telah gagal untuk memuliakan Allah sebagaimana mestinya.''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''&amp;lt;br&amp;gt;'''“''Semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah”'' (Roma 3:23) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah artinya “kehilangan kemuliaan Allah”? Artinya ialah bahwa tidak seorang pun dari kita telah mempercayai dan menghargai Allah sebagaimana yang seharusnya. Kita tidak puas dengan kebesaran-Nya dan tidak berjalan dalam cara-cara Allah. Kita telah mencari kepuasan kita dalam hal-hal lain, dan memperlakukan hal-hal tersebut seakan-akan lebih berharga daripada Allah, yang merupakan inti dari penyembahan berhala (Roma 1:21-23). Sejak dosa masuk ke dalam dunia kita semua telah menolak mentah-mentah untuk memiliki Allah sebagai harta yang paling memuaskan kita (Efesus 2:3). Hal ini merupakan pemberontakan yang mengerikan terhadap kebesaran Allah (Yeremia 2:12-13) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''4) Kita semua akan menghadapi penghakiman Allah yang adil''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''&amp;lt;br&amp;gt;'''''“Upah dosa ialah maut…”'' (Roma 6:23) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita semua telah menganggap ringan kemuliaan Allah. Bagaimana caranya? Dengan lebih memilih hal-hal lain di atas Dia. Jadi Allah bersikap adil dengan memisahkan kita dari kenikmatan kemuliaan-Nya selama-lamanya. ”Mereka ini akan menjalani hukuman kebinasaan selam-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatan-Nya” (2 Tesalonika 1:9)&amp;lt;br&amp;gt;Kata “neraka” dipergunakan dalam Perjanjian Baru sebanyak dua belas kali- sebelas kali oleh Yesus sendiri. Neraka bukanlah mitos yang diciptakan oleh para pengkhotbah yang muram dan marah. Neraka merupakan peringatan serius dari Anak Allah yang mati untuk menebus orang-orang berdosa dari kutuknya. Kita mengabaikannya dengan risiko besar. &amp;lt;br&amp;gt;Bila Alkitab berhenti di sini dalam analisisnya mengenai keadaan manusia, kita pastilah dihukum dengan masa depan tanpa harapan. Namun, Alkitab tidak berhenti di sini… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''5) Allah mengutus anak-Nya yang tunggal Yesus untuk memberikan hidup kekal dan sukacita''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''&amp;lt;br&amp;gt;'''''“Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: ”Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa...” ''(1 Timotius 1:15) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berita baiknya ialah bahwa Kristus mati untuk orang-orang berdosa seperti kita. Dan Ia bangkit secara fisik dari antara orang mati untuk meneguhkan kuasa penyelamatan dari kematian-Nya dan untuk membuka pintu-pintu kehidupan kekal dan sukacita (1 Korintus 15:20). Hal ini berarti bahwa Allah dapat membebaskan orang-orang berdosa yang bersalah dan tetap bersikap adil (Roma 3:25-26). “Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah” (1 Petrus 3:18). Pulang kepada Allah merupakan tempat di mana semua kepuasan mendalam dan abadi dapat ditemukan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;'''6) Kebaikan-kebaikan yang telah dibeli oleh kematian Kristus merupakan milik dari mereka yang bertobat dan percaya kepada-Nya &amp;lt;br&amp;gt;''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''“Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan” ''(Kisah Para Rasul 3:19). ''”Percayalah kepada Tuhan Yesus dan engkau akan selamat”'' (Kisah Para Rasul 16:31) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bertobat” artinya berpaling dari semua janji-janji dosa yang menipu. ”Iman” artinya puas dengan semua yang Tuhan janjikan untuk kita dalam Yesus. “Barang siapa percaya kepada-Ku,” Yesus berkata, “ ia tidak akan haus lagi” (Yohanes 6:35) Kita tidak bekerja untuk memperoleh keselamatan kita. Kita tidak dapat menganggap keselamatan sebagai suatu kebaikan yang kita kerjakan (Roma 4:4-5). Oleh kasih karunia karena imanlah kita selamat. Keselamatan adalah pemberian cuma-cuma (Roma 3:24). Kita akan memilikinya bila kita menghargainya melebihi apa pun juga (Matius 13:44). Ketika kita melakukan hal itu, sasaran Allah dalam penciptaan telah tercapai. Ia dimuliakan di dalam kita dan kita puas di dalam Dia-selamanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Apakah ini masuk akal bagi Anda?''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''&amp;lt;br&amp;gt;'''Apakah Anda menginginkan bentuk kegembiraan yang datang dari kepuasan atas segala keberadaan Allah bagi Anda di dalam Yesus? Bila ya, berarti Allah sedang bekerja dalam hidup Anda. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Apa yang harus Anda lakukan?''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpalinglah dari janji-janji dosa yang menipu. Berserulah kepada Yesus untuk menyelamatkan Anda dari kesalahan dan penghukuman dan perhambaan. ”Barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan” (Roma 10:13). Mulailah menaruh pengharapan Anda pada seluruh keberadaan Allah bagi Anda dalam Yesus. Patahkan kuasa janji-janji dosa dengan iman dalam kepuasan paling tinggi dari janji-janji Allah. Mulailah membaca Alkitab untuk menemukan janji-janji-Nya yang berharga dan sangat besar, yang dapat membebaskan Anda (1 Petrus 1:3-4). Carilah gereja yang percaya pada Alkitab dan mulailah berbakti dan bertumbuh bersama dengan orang lain yang menghargai Kristus lebih dari apa pun juga (Filipi 3:7). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berita terbaik di dunia ialah bahwa tidak ada konflik yang perlu terjadi&amp;amp;nbsp;di antara kebahagiaan kita dan kekudusan Allah. Merasa puas dengan seluruh keberadaan Allah bagi kita dalam Yesus melipatgandakan Dia sebagai Harta yang terbesar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''&amp;quot;Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.”'' (Mazmur 16:11).&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yahya Kristiyanto</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Pencarian_Sukacita</id>
		<title>Pencarian Sukacita</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Pencarian_Sukacita"/>
				<updated>2014-01-28T18:38:26Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Yahya Kristiyanto: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|Quest for Joy}} ''Enam kebenaran Alkitabiah'' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''&amp;lt;br&amp;gt;'''''Apakah Anda mengetahui bahwa Allah memerintahkan kita untuk bergembira?''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''&amp;lt;br&amp;gt;'''''“Bergembiralah karena Tuhan; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.”'' (Mazmur 37:4) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''1) Allah menciptakan kita untuk kemuliaan-Nya''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''&amp;lt;br&amp;gt;'''“''Bawalah anak-anak-Ku laki-laki dari jauh, dan anak-anak-Ku perempuan dari ujung-ujung bumi…yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku” ''(Yesaya 43:6-7) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah menciptakan kita untuk memperbesar kebesaran-Nya- seperti cara sebuah teleskop memperbesar (citra) bintang-bintang. Ia menciptakan kita untuk menampilkan kebaikan dan kebenaran dan keindahan dan hikmat dan keadilan-Nya. Tampilan kemuliaan Allah yang terbesar datang dari kegembiraan mendalam karena siapa Dia secara menyeluruh. Ini berarti bahwa Allah mendapatkan pujiannya dan kita mendapatkan kesenangannya. Allah menciptakan kita sehingga Ia paling dimuliakan dalam diri kita ketika kita merasa paling puas di dalam Dia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''2) Setiap manusia harus hidup untuk kemuliaan Allah.''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''&amp;lt;br&amp;gt;'''''“Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah”'' (1 Korintus 10:31) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila Allah menciptakan kita untuk kemuliaan-Nya, jelaslah bahwa kita harus hidup untuk kemuliaan-Nya. Tugas kita ada karena rancangan-Nya. Jadi kewajiban kita yang pertama ialah menunjukkan nilai Allah dengan merasa puas dengan seluruh keberadaan-Nya untuk kita. Inilah intisari dari mengasihi Allah (Matius 22:37) dan mempercayai Dia (1 Yohanes 5:3-4) dan bersyukur kepada Dia (Mazmur 100:2-4). Hal tersebut merupakan akar dari semua ketaatan yang sejati, terutama mengasihi sesama (Kolose 1:4-5). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''3) Kita semua telah gagal untuk memuliakan Allah sebagaimana mestinya.''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''&amp;lt;br&amp;gt;'''“''Semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah”'' (Roma 3:23) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah artinya “kehilangan kemuliaan Allah”? Artinya ialah bahwa tidak seorang pun dari kita telah mempercayai dan menghargai Allah sebagaimana yang seharusnya. Kita tidak puas dengan kebesaran-Nya dan tidak berjalan dalam cara-cara Allah. Kita telah mencari kepuasan kita dalam hal-hal lain, dan memperlakukan hal-hal tersebut seakan-akan lebih berharga daripada Allah, yang merupakan inti dari penyembahan berhala (Roma 1:21-23). Sejak dosa masuk ke dalam dunia kita semua telah menolak mentah-mentah untuk memiliki Allah sebagai harta yang paling memuaskan kita (Efesus 2:3). Hal ini merupakan pemberontakan yang mengerikan terhadap kebesaran Allah (Yeremia 2:12-13) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''4) Kita semua akan menghadapi penghakiman Allah yang adil''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''&amp;lt;br&amp;gt;'''''“Upah dosa ialah maut…”'' (Roma 6:23) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita semua telah menganggap ringan kemuliaan Allah. Bagaimana caranya? Dengan lebih memilih hal-hal lain di atas Dia. Jadi Allah bersikap adil dengan memisahkan kita dari kenikmatan kemuliaan-Nya selama-lamanya. ”Mereka ini akan menjalani hukuman kebinasaan selam-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatan-Nya” (2 Tesalonika 1:9)&amp;lt;br&amp;gt;Kata “neraka” dipergunakan dalam Perjanjian Baru sebanyak dua belas kali- sebelas kali oleh Yesus sendiri. Neraka bukanlah mitos yang diciptakan oleh para pengkhotbah yang muram dan marah. Neraka merupakan peringatan serius dari Anak Allah yang mati untuk menebus orang-orang berdosa dari kutuknya. Kita mengabaikannya dengan risiko besar. &amp;lt;br&amp;gt;Bila Alkitab berhenti di sini dalam analisisnya mengenai keadaan manusia, kita pastilah dihukum dengan masa depan tanpa harapan. Namun, Alkitab tidak berhenti di sini… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''5) Allah mengutus anak-Nya yang tunggal Yesus untuk memberikan hidup kekal dan sukacita''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''&amp;lt;br&amp;gt;'''''“Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: ”Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa...” ''(1 Timotius 1:15) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berita baiknya ialah bahwa Kristus mati untuk orang-orang berdosa seperti kita. Dan Ia bangkit secara fisik dari antara orang mati untuk meneguhkan kuasa penyelamatan dari kematian-Nya dan untuk membuka pintu-pintu kehidupan kekal dan sukacita (1 Korintus 15:20). Hal ini berarti bahwa Allah dapat membebaskan orang-orang berdosa yang bersalah dan tetap bersikap adil (Roma 3:25-26). “Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah” (1 Petrus 3:18). Pulang kepada Allah merupakan tempat di mana semua kepuasan mendalam dan abadi dapat ditemukan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;'''6) Kebaikan-kebaikan yang telah dibeli oleh kematian Kristus merupakan milik dari mereka yang bertobat dan percaya kepada-Nya &amp;lt;br&amp;gt;''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''“Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan” ''(Kisah Para Rasul 3:19). ''”Percayalah kepada Tuhan Yesus dan engkau akan selamat”'' (Kisah Para Rasul 16:31) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bertobat” artinya berpaling dari semua janji-janji dosa yang menipu. ”Iman” artinya puas dengan semua yang Tuhan janjikan untuk kita dalam Yesus. “Barang siapa percaya kepada-Ku,” Yesus berkata, “ ia tidak akan haus lagi” (Yohanes 6:35) Kita tidak bekerja untuk memperoleh keselamatan kita. Kita tidak dapat menganggap keselamatan sebagai suatu kebaikan yang kita kerjakan (Roma 4:4-5). Oleh kasih karunia karena imanlah kita selamat. Keselamatan adalah pemberian cuma-cuma (Roma 3:24). Kita akan memilikinya bila kita menghargainya melebihi apa pun juga (Matius 13:44). Ketika kita melakukan hal itu, sasaran Allah dalam penciptaan telah tercapai. Ia dimuliakan di dalam kita dan kita puas di dalam Dia-selamanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Apakah ini masuk akal bagi Anda?''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''&amp;lt;br&amp;gt;'''Apakah Anda menginginkan bentuk kegembiraan yang datang dari kepuasan atas segala keberadaan Allah bagi Anda di dalam Yesus? Bila ya, berarti Allah sedang bekerja dalam hidup Anda. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Apa yang harus Anda lakukan?''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpalinglah dari janji-janji dosa yang menipu. Berserulah kepada Yesus untuk menyelamatkan Anda dari kesalahan dan penghukuman dan perhambaan. ”Barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan” (Roma 10:13). Mulailah menaruh pengharapan Anda pada seluruh keberadaan Allah bagi Anda dalam Yesus. Patahkan kuasa janji-janji dosa dengan iman dalam kepuasan paling tinggi dari janji-janji Allah. Mulailah membaca Alkitab untuk menemukan janji-janji-Nya yang berharga dan sangat besar, yang dapat membebaskan Anda (1 Petrus 1:3-4). Carilah gereja yang percaya pada Alkitab dan mulailah berbakti dan bertumbuh bersama dengan orang lain yang menghargai Kristus lebih dari apa pun juga (Filipi 3:7). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berita terbaik di dunia ialah bahwa tidak ada konflik yang perlu terjadi&amp;amp;nbsp;di antara kebahagiaan kita dan kekudusan Allah. Merasa puas dengan seluruh keberadaan Allah bagi kita dalam Yesus melipatgandakan Dia sebagai Harta yang terbesar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''&amp;quot;Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.”'' (Mazmur 16:11).&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yahya Kristiyanto</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Pencarian_Sukacita</id>
		<title>Pencarian Sukacita</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Pencarian_Sukacita"/>
				<updated>2014-01-28T18:36:53Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Yahya Kristiyanto: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|Quest for Joy}} ''Enam kebenaran Alkitabiah'' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''&amp;lt;br&amp;gt;'''''Tahukah Anda bahwa Allah memerintahkan kita untuk bergembira?''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''&amp;lt;br&amp;gt;'''''“Bergembiralah karena Tuhan; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.”'' (Mazmur 37:4) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''1) Allah menciptakan kita untuk kemuliaan-Nya''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''&amp;lt;br&amp;gt;'''“''Bawalah anak-anak-Ku laki-laki dari jauh, dan anak-anak-Ku perempuan dari ujung-ujung bumi…yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku” ''(Yesaya 43:6-7) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah menciptakan kita untuk memperbesar kebesaran-Nya- seperti cara sebuah teleskop memperbesar (citra) bintang-bintang. Ia menciptakan kita untuk menampilkan kebaikan dan kebenaran dan keindahan dan hikmat dan keadilan-Nya. Tampilan kemuliaan Allah yang terbesar datang dari kegembiraan mendalam karena siapa Dia secara menyeluruh. Ini berarti bahwa Allah mendapatkan pujiannya dan kita mendapatkan kesenangannya. Allah menciptakan kita sehingga Ia paling dimuliakan dalam diri kita ketika kita merasa paling puas di dalam Dia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''2) Setiap manusia harus hidup untuk kemuliaan Allah.''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''&amp;lt;br&amp;gt;'''''“Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah”'' (1 Korintus 10:31) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila Allah menciptakan kita untuk kemuliaan-Nya, jelaslah bahwa kita harus hidup untuk kemuliaan-Nya. Tugas kita ada karena rancangan-Nya. Jadi kewajiban kita yang pertama ialah menunjukkan nilai Allah dengan merasa puas dengan seluruh keberadaan-Nya untuk kita. Inilah intisari dari mengasihi Allah (Matius 22:37) dan mempercayai Dia (1 Yohanes 5:3-4) dan bersyukur kepada Dia (Mazmur 100:2-4). Hal tersebut merupakan akar dari semua ketaatan yang sejati, terutama mengasihi sesama (Kolose 1:4-5). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''3) Kita semua telah gagal untuk memuliakan Allah sebagaimana mestinya.''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''&amp;lt;br&amp;gt;'''“''Semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah”'' (Roma 3:23) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah artinya “kehilangan kemuliaan Allah”? Artinya ialah bahwa tidak seorang pun dari kita telah mempercayai dan menghargai Allah sebagaimana yang seharusnya. Kita tidak puas dengan kebesaran-Nya dan tidak berjalan dalam cara-cara Allah. Kita telah mencari kepuasan kita dalam hal-hal lain, dan memperlakukan hal-hal tersebut seakan-akan lebih berharga daripada Allah, yang merupakan inti dari penyembahan berhala (Roma 1:21-23). Sejak dosa masuk ke dalam dunia kita semua telah menolak mentah-mentah untuk memiliki Allah sebagai harta yang paling memuaskan kita (Efesus 2:3). Hal ini merupakan pemberontakan yang mengerikan terhadap kebesaran Allah (Yeremia 2:12-13) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''4) Kita semua akan menghadapi penghakiman Allah yang adil''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''&amp;lt;br&amp;gt;'''''“Upah dosa ialah maut…”'' (Roma 6:23) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita semua telah menganggap ringan kemuliaan Allah. Bagaimana caranya? Dengan lebih memilih hal-hal lain di atas Dia. Jadi Allah bersikap adil dengan memisahkan kita dari kenikmatan kemuliaan-Nya selama-lamanya. ”Mereka ini akan menjalani hukuman kebinasaan selam-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatan-Nya” (2 Tesalonika 1:9)&amp;lt;br&amp;gt;Kata “neraka” dipergunakan dalam Perjanjian Baru sebanyak dua belas kali- sebelas kali oleh Yesus sendiri. Neraka bukanlah mitos yang diciptakan oleh para pengkhotbah yang muram dan marah. Neraka merupakan peringatan serius dari Anak Allah yang mati untuk menebus orang-orang berdosa dari kutuknya. Kita mengabaikannya dengan risiko besar. &amp;lt;br&amp;gt;Bila Alkitab berhenti di sini dalam analisisnya mengenai keadaan manusia, kita pastilah dihukum dengan masa depan tanpa harapan. Namun, Alkitab tidak berhenti di sini… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''5) Allah mengutus anak-Nya yang tunggal Yesus untuk memberikan hidup kekal dan sukacita''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''&amp;lt;br&amp;gt;'''''“Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: ”Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa...” ''(1 Timotius 1:15) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berita baiknya ialah bahwa Kristus mati untuk orang-orang berdosa seperti kita. Dan Ia bangkit secara fisik dari antara orang mati untuk meneguhkan kuasa penyelamatan dari kematian-Nya dan untuk membuka pintu-pintu kehidupan kekal dan sukacita (1 Korintus 15:20). Hal ini berarti bahwa Allah dapat membebaskan orang-orang berdosa yang bersalah dan tetap bersikap adil (Roma 3:25-26). “Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah” (1 Petrus 3:18). Pulang kepada Allah merupakan tempat di mana semua kepuasan mendalam dan abadi dapat ditemukan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;'''6) Kebaikan-kebaikan yang telah dibeli oleh kematian Kristus merupakan milik dari mereka yang bertobat dan percaya kepada-Nya &amp;lt;br&amp;gt;''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''“Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan” ''(Kisah Para Rasul 3:19). ''”Percayalah kepada Tuhan Yesus dan engkau akan selamat”'' (Kisah Para Rasul 16:31) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bertobat” artinya berpaling dari semua janji-janji dosa yang menipu. ”Iman” artinya puas dengan semua yang Tuhan janjikan untuk kita dalam Yesus. “Barang siapa percaya kepada-Ku,” Yesus berkata, “ ia tidak akan haus lagi” (Yohanes 6:35) Kita tidak bekerja untuk memperoleh keselamatan kita. Kita tidak dapat menganggap keselamatan sebagai suatu kebaikan yang kita kerjakan (Roma 4:4-5). Oleh kasih karunia karena imanlah kita selamat. Keselamatan adalah pemberian cuma-cuma (Roma 3:24). Kita akan memilikinya bila kita menghargainya melebihi apa pun juga (Matius 13:44). Ketika kita melakukan hal itu, sasaran Allah dalam penciptaan telah tercapai. Ia dimuliakan di dalam kita dan kita puas di dalam Dia-selamanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Apakah ini masuk akal bagi Anda?''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''&amp;lt;br&amp;gt;'''Apakah Anda menginginkan bentuk kegembiraan yang datang dari kepuasan atas segala keberadaan Allah bagi Anda di dalam Yesus? Bila ya, berarti Allah sedang bekerja dalam hidup Anda. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Apa yang harus Anda lakukan?''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpalinglah dari janji-janji dosa yang menipu. Berserulah kepada Yesus untuk menyelamatkan Anda dari kesalahan dan penghukuman dan perhambaan. ”Barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan” (Roma 10:13). Mulailah menaruh pengharapan Anda pada seluruh keberadaan Allah bagi Anda dalam Yesus. Patahkan kuasa janji-janji dosa dengan iman dalam kepuasan paling tinggi dari janji-janji Allah. Mulailah membaca Alkitab untuk menemukan janji-janji-Nya yang berharga dan sangat besar, yang dapat membebaskan Anda (1 Petrus 1:3-4). Carilah gereja yang percaya pada Alkitab dan mulailah berbakti dan bertumbuh bersama dengan orang lain yang menghargai Kristus lebih dari apa pun juga (Filipi 3:7). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berita terbaik di dunia ialah bahwa tidak ada konflik yang perlu terjadi&amp;amp;nbsp;di antara kebahagiaan kita dan kekudusan Allah. Merasa puas dengan seluruh keberadaan Allah bagi kita dalam Yesus melipatgandakan Dia sebagai Harta yang terbesar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''&amp;quot;Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.”'' (Mazmur 16:11).&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yahya Kristiyanto</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Pencarian_Sukacita</id>
		<title>Pencarian Sukacita</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Pencarian_Sukacita"/>
				<updated>2014-01-28T18:36:18Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Yahya Kristiyanto: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|Quest for Joy}} ''Enam Kebenaran Alkitabiah'' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''&amp;lt;br&amp;gt;'''''Apakah Anda tahu bahwa Allah memerintahkan kita untuk bergembira?''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''&amp;lt;br&amp;gt;'''''“Bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.”'' (Mazmur 37:4) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''1) Allah menciptakan kita untuk kemuliaan-Nya''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''&amp;lt;br&amp;gt;'''“''Bawalah anak-anak-Ku laki-laki dari jauh, dan anak-anak-Ku perempuan dari ujung-ujung bumi… yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku” ''(Yesaya 43:6-7) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah menciptakan kita untuk memperbesar kebesaran-Nya- seperti sebuah teleskop memperbesar (citra) bintang-bintang. Ia menciptakan kita untuk menampilkan kebaikan, kebenaran, keindahan, hikmat dan keadilan-Nya. Tampilan kemuliaan Allah yang terbesar datang dari kegembiraan yang mendalam karena siapa Dia secara menyeluruh. Ini berarti bahwa Allah mendapatkan pujian bagi-Nya dan kita mendapatkan kesenangan. Allah menciptakan kita sehingga Ia sangat dimuliakan di dalam diri kita ketika kita merasa sangat puas di dalam Dia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''2) Setiap manusia harus hidup untuk kemuliaan Allah.''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''&amp;lt;br&amp;gt;'''''“Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah”'' (1 Korintus 10:31) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila Allah menciptakan kita untuk kemuliaan-Nya, jelaslah bahwa kita harus hidup untuk kemuliaan-Nya. Tugas kita ada karena rancangan-Nya. Jadi kewajiban kita yang pertama ialah menunjukkan nilai Allah dengan merasa puas dengan seluruh keberadaan-Nya untuk kita. Inilah intisari dari mengasihi Allah (Matius 22:37) dan mempercayai Dia (1 Yohanes 5:3-4) dan bersyukur kepada Dia (Mazmur 100:2-4). Hal tersebut merupakan akar dari semua ketaatan yang sejati, terutama mengasihi sesama (Kolose 1:4-5). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''3) Kita semua telah gagal untuk memuliakan Allah sebagaimana mestinya.''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''&amp;lt;br&amp;gt;'''“''Semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah”'' (Roma 3:23) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah artinya “kehilangan kemuliaan Allah”? Artinya ialah bahwa tidak seorang pun dari kita telah mempercayai dan menghargai Allah sebagaimana yang seharusnya. Kita tidak puas dengan kebesaran-Nya dan tidak berjalan di jalan-jalan Allah. Kita mencari kepuasan dalam hal-hal lain, dan memperlakukan hal-hal tersebut seakan-akan lebih berharga daripada Allah, yang mana itu merupakan inti dari penyembahan berhala (Roma 1:21-23). Sejak dosa masuk ke dalam dunia kita semua telah menolak mentah-mentah untuk memiliki Allah sebagai harta yang paling memuaskan kita (Efesus 2:3). Hal ini merupakan pemberontakan yang mengerikan terhadap kebesaran Allah (Yeremia 2:12-13) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''4) Kita semua akan menghadapi penghakiman Allah yang adil''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''&amp;lt;br&amp;gt;'''''“Upah dosa ialah maut…”'' (Roma 6:23) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita semua telah menganggap ringan kemuliaan Allah. Bagaimana caranya? Dengan lebih memilih hal-hal lain dan menempatkan hal-hal lain itu di atas Dia dengan sikap kita yang tidak bersyukur, ketidakpercayaan kita kepada-Nya, dan ketidaktaatan kita. Jadi Allah bersikap adil dengan memisahkan kita dari kenikmatan kemuliaan-Nya selama-lamanya. ”Mereka ini akan menjalani hukuman kebinasaan selama-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatan-Nya” (2 Tesalonika 1:9)&amp;lt;br&amp;gt;Kata “neraka” dipergunakan dalam Perjanjian Baru sebanyak dua belas kali - sebelas kali oleh Yesus sendiri. Neraka bukanlah mitos yang diciptakan oleh para pengkhotbah yang muram dan marah. Neraka merupakan peringatan serius dari Anak Allah yang mati untuk menebus orang-orang berdosa dari kutuknya. Kita mengabaikannya dengan risiko besar. &amp;lt;br&amp;gt;Bila Alkitab berhenti di sini dalam analisisnya mengenai keadaan manusia, kita pastilah dihukum dengan masa depan tanpa harapan. Namun, Alkitab tidak berhenti di sini… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''5) Allah mengutus anak-Nya yang tunggal Yesus untuk memberikan hidup yang kekal dan sukacita''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''&amp;lt;br&amp;gt;'''''“Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: ”Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa...” ''(1 Timotius 1:15) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berita baiknya ialah bahwa Kristus mati untuk orang-orang berdosa seperti kita. Dan Ia bangkit secara fisik dari antara orang mati untuk meneguhkan kuasa penyelamatan dari kematian-Nya dan untuk membuka pintu-pintu kehidupan kekal dan sukacita (1 Korintus 15:20). Hal ini berarti bahwa Allah dapat membebaskan orang-orang berdosa yang bersalah dan tetap bersikap adil (Roma 3:25-26). “Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah” (1 Petrus 3:18). Kembali kepada Allah merupakan tempat di mana semua kepuasan yang mendalam dan abadi dapat ditemukan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;'''6) Kebaikan-kebaikan yang telah dibeli dengan kematian Kristus adalah milik orang-orang yang bertobat dan percaya kepada-Nya &amp;lt;br&amp;gt;''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''“Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan” ''(Kisah Para Rasul 3:19). ''”Percayalah kepada Tuhan Yesus dan engkau akan selamat”'' (Kisah Para Rasul 16:31) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bertobat” artinya berpaling dari semua janji dosa yang menipu. ”Iman” artinya puas dengan semua yang Tuhan janjikan untuk kita di dalam Yesus. “Barang siapa percaya kepada-Ku,” Yesus berkata, “ ia tidak akan haus lagi” (Yohanes 6:35). Kita tidak bekerja untuk memperoleh keselamatan kita. Kita tidak dapat menganggap keselamatan sebagai suatu kebaikan yang kita kerjakan (Roma 4:4-5). Keselamatan adalah karena kasih karunia melalui iman. Keselamatan adalah pemberian cuma-cuma (Roma 3:24). Kita akan memilikinya bila kita menghargainya melebihi apa pun juga (Matius 13:44). Ketika kita menghargainya, sasaran Allah dalam penciptaan akan tercapai. Ia dimuliakan di dalam kita dan kita puas di dalam Dia - selamanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Apakah ini masuk akal bagi Anda?''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''&amp;lt;br&amp;gt;'''Apakah Anda menginginkan bentuk kegembiraan yang datang dari kepuasan atas segala keberadaan Allah bagi Anda di dalam Yesus? Bila ya, berarti Allah bekerja dalam hidup Anda. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Apa yang harus Anda lakukan?''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpalinglah dari janji-janji dosa yang menipu. Berserulah kepada Yesus untuk menyelamatkan Anda dari kesalahan dan penghukuman dan perhambaan. ”Barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan” (Roma 10:13). Mulailah menaruh pengharapan Anda pada seluruh keberadaan Allah bagi Anda dalam Yesus. Patahkan kuasa janji-janji dosa dengan iman dalam kepuasan yang paling tinggi dari janji-janji Allah. Mulailah membaca Alkitab untuk menemukan janji-janji-Nya yang berharga dan sangat besar, yang dapat membebaskan Anda (1 Petrus 1:3-4). Carilah gereja yang percaya pada Alkitab dan mulailah berbakti dan bertumbuh bersama dengan orang lain yang menghargai Kristus lebih dari apa pun juga (Filipi 3:7). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berita yang terbaik di dunia ini adalah bahwa tidak ada konflik yang perlu terjadi di antara kebahagiaan kita dan kekudusan Allah. Merasa puas dengan seluruh keberadaan Allah bagi kita di dalam Yesus akan melipatgandakan Dia sebagai Harta yang terbesar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''&amp;quot;Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa”'' (Mazmur 16:11).&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yahya Kristiyanto</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Sebuah_Janji_Untukmu!</id>
		<title>Sebuah Janji Untukmu!</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Sebuah_Janji_Untukmu!"/>
				<updated>2013-10-05T02:35:53Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Yahya Kristiyanto: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Info|A Promise for You!}} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Yeremia 32:40-41''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''Aku akan mengikat perjanjian kekal dengan mereka, bahwa Aku tidak akan membelakangi mereka, melainkan akan berbuat baik kepada mereka...  Aku akan bergirang karena mereka untuk berbuat baik kepada mereka.''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah salah satu janji Tuhan bahwa Tuhan akan datang lagi dan lagi ketika saya merasa patah semangat atau putus asa (ya, hal seperti ini terjadi pada para pendeta). Dapatkah Anda memikirkan hal lain yang lebih dapat meringankan beban hati kita selain bahwa TUHAN memberikan sukacita untuk kebaikanmu? Dia tidak menyesal memenuhi janji-Nya (Roma 8:28). Melakukan hal yang baik untuk Anda adalah kesenangan-Nya. Dan bukan hanya sesekali, tetapi selalu! “Aku tidak akan berpaling untuk melakukan yang baik untuk mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi sering kali keadaan kita begitu sulit untuk ditanggung sehingga kita tidak dapat merasakan sukacita. Ketika hal itu terjadi pada saya, saya mencoba untuk mencontoh Abraham: “Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya” (Roma 8:28). Tuhan selalu setia untuk menjaga percikan kecil iman itu untuk saya dan nantinya (tidak segera) akan membesarkannya menjadi kobaran api sukacita dan keyakinan yang besar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
O, betapa senangnya saya karena hal yang membuat Tuhan Yang Maha Kuasa sangat senang adalah mengerjakan yang baik bagi Anda dan saya! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bertahan dalam janji,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt; Pastor John&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yahya Kristiyanto</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Bagaimana_Harusnya_Kita_Memperjuangkan_Sukacita%3F</id>
		<title>Bagaimana Harusnya Kita Memperjuangkan Sukacita?</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Bagaimana_Harusnya_Kita_Memperjuangkan_Sukacita%3F"/>
				<updated>2013-09-19T06:40:11Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Yahya Kristiyanto: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{ info | How Shall We Fight for Joy?}}1. Sadari bahwa sukacita yang murni di dalam Tuhan adalah sebuah karunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Sadari bahwa sukacita harus diperjuangkan dengan tidak kenal lelah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Bertekadlah untuk melawan semua dosa di dalam hidup Ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Pelajari rahasia dosa yang berulang kali Anda lakukan dengan berani; bagaimana memeranginya seperti seorang pendosa yang dibenarkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Sadari bahwa pertempuran ini terutama adalah peperangan untuk bisa melihat Tuhan sebagaimana adanya Dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Renungkan firman Tuhan siang dan malam hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7. Berdoalah dengan tekun dan terus-menerus demi membuka mata hati yang tertuju kepada Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8. Belajar untuk berkhotbah kepada diri sendiri dan bukannya mendengarkan diri sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
9. Luangkan waktu berada bersama dengan orang-orang yang mengasihi Tuhan, yang bisa membantu Anda melihat Tuhan dan bertempur melawan dosa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
10. Bersabarlah di malam-malam ketika sepertinya kehadiran Tuhan tidak terasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
11. Beristirahatlah yang cukup dan atur pola makan yang sehat karena tubuh Anda diciptakan Tuhan supaya Anda mendapatkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
12. Gunakan penyingkapan (pewahyuan) dari Tuhan di alam secara tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
13. Baca buku-buku rohani yang bagus dan biografi orang-orang kudus yang besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
14. Lakukan hal-hal yang sulit dan penuh kasih demi kepentingan orang lain (bersaksi dan bermurah hati).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
15. Temukan visi global demi kemuliaan Kristus dan berikan diri untuk melayani orang yang belum terjangkau dan diselamatkan.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yahya Kristiyanto</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Dapatkah_kehidupan_yang_benar_membebaskan_saya_dari_penderitaan%3F</id>
		<title>Dapatkah kehidupan yang benar membebaskan saya dari penderitaan?</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Dapatkah_kehidupan_yang_benar_membebaskan_saya_dari_penderitaan%3F"/>
				<updated>2013-05-26T14:00:28Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Yahya Kristiyanto: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|Can faithful living exempt me from suffering?}} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Dapatkah kehidupan yang benar membebaskan saya dari penderitaan?''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kasih karunia Allah melalui Yesus Kristus di atas kayu salib telah memberikan kepada kita sebuah keselamatan dari penderitaan kekal. Dan jika kita mendapatkan keselamatan atas penderitaan apa pun di hidup ini, Ia juga telah melakukan itu untuk kita. Tetapi kebenaran kita merupakan tanggapan terhadap ketentuan semacam itu bagi kita; dan jika kita harus berjalan melalui penderitaan karena kebenaran maka kita tahu bahwa Ia telah membeli damai dan sukacita kekal bagi kita. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, tidak mungkin. Kita tidak bisa menjalani hidup kita di luar penderitaan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan, orang-orang yang saya kenal sebagai orang-orang yang terbaik di dunia adalah orang-orang yang paling sering menderita. Kita tahu kalimat ini berlaku bagi Rasul Paulus dan Yesus Kristus. Dua orang yang terbaik di dalam Alkitab - yakni Rasul Paulus dan Yesus - adalah yang paling menderita. Jadi tidak ada hubungan antara kebajikan saya atau keimanan saya dengan kemungkinan untuk bebas dari penderitaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Apakah menurut Anda dampak penderitaan atas kita akan berkurang apabila kita semakin memandang dunia ini bukan sebagai rumah kita?''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada baiknya untuk berhati-hati tentang hal ini, karena bahkan orang-orang yang mencintai surga dan mengasihi Kristus pun banyak yang menderita. Tetapi saya masih tetap ingin setuju dengan Anda bahwa, jika kita tidak merasa sepertinya kita kehilangan hal yang paling penting ketika kita mengalami penyakit yang mematikan, tentu kita akan dapat menanggung penyakit itu dengan jauh lebih enak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasul Paulus, ketika ia tahu dirinya akan mati, mengatakan, &amp;quot;Bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan&amp;quot; (Filipi 1:21). Dan jika mati adalah keuntungan, kita akan mendapat pertolongan yang luar biasa di dalam kehilangan  pensiun, atau pernikahan, atau cucu, atau berdiri di tengah komunitas yang kita  rasa akan kita masuki, atau gereja yang kita pikir akan kita gembalakan, yang semuanya sekarang lenyap karena kita siap mati dengan kanker ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi jika mati adalah keuntungan, jika kita memperoleh Kristus, jika kita telah menanamkan sebuah hubungan dengan Kristus di mana Dia adalah segalanya dan ada di dalam segala sesuatu - O, betapa banyak rasa sakit yang akan dihindarkan dari kita secara psikologis.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yahya Kristiyanto</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Dapatkah_kehidupan_yang_benar_membebaskan_saya_dari_penderitaan%3F</id>
		<title>Dapatkah kehidupan yang benar membebaskan saya dari penderitaan?</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Dapatkah_kehidupan_yang_benar_membebaskan_saya_dari_penderitaan%3F"/>
				<updated>2013-05-26T13:54:32Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Yahya Kristiyanto: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|Can faithful living exempt me from suffering?}} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Dapatkah kehidupan yang benar membebaskan saya dari penderitaan?''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kasih karunia Allah melalui Yesus Kristus di atas kayu salib telah memberikan kepada kita sebuah keselamatan dari penderitaan kekal. Dan jika kita mendapatkan keselamatan atas penderitaan apa pun di hidup ini, Ia juga telah melakukan itu untuk kita. Tetapi kebenaran kita merupakan tanggapan terhadap ketentuan semacam itu bagi kita; dan jika kita harus berjalan melalui penderitaan karena kebenaran maka kita tahu bahwa Ia telah membeli damai dan sukacita kekal bagi kita. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, tidak mungkin. Kita tidak bisa menjalani hidup kita di luar penderitaan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan, orang-orang yang saya kenal sebagai orang-orang yang terbaik di dunia adalah orang-orang yang paling sering menderita. Kita tahu kalimat ini berlaku bagi Rasul Paulus dan Yesus Kristus. Dua orang yang terbaik di dalam Alkitab - yakni Rasul Paulus dan Yesus - adalah yang paling menderita. Jadi tidak ada hubungan antara kebajikan saya atau keimanan saya dengan kemungkinan untuk bebas dari penderitaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Apakah menurut Anda dampak penderitaan atas kita akan berkurang apabila kita semakin memandang dunia ini bukan sebagai rumah kita?''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada baiknya untuk berhati-hati tentang hal ini, karena bahkan orang-orang yang mencintai surga dan mengasihi Kristus pun banyak yang menderita. Tetapi saya masih tetap ingin setuju dengan Anda bahwa, jika kita tidak merasa sepertinya kita kehilangan hal yang paling penting ketika kita mengalami penyakit yang mematikan, tentu kita akan dapat menanggung penyakit itu dengan jauh lebih enak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasul Paulus, ketika ia tahu dirinya akan mati, mengatakan, &amp;quot;Bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan&amp;quot; (Filipi 1:21). Dan jika mati adalah keuntungan, kita akan mendapat pertolongan yang luar biasa di dalam kehilangan  pensiun, atau pernikahan, atau cucu, atau berdiri di tengah komunitas yang kita  rasa akan kita masuki, atau gereja yang kita pikir akan kita gembalakan, yang semuanya sekarang lenyap karena kita siap mati dengan kanker ini. Tetapi jika kematian adalah keuntungan-jika kita memiliki Kristus, jika kita telah menumbuhkan hubungan dengan Kristus, di mana dia semua sirna kini saat kita siap untuk mati dengan kanker ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi mati adalah keuntungan-jika kita memperoleh Kristus, jika kita telah menanamkan sebuah hubungan dengan Kristus dimana Dia adalah segalanya-maka berapa banyak rasa sakit yang akan kita hindari secara psikologis.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yahya Kristiyanto</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Dapatkah_kehidupan_yang_benar_membebaskan_saya_dari_penderitaan%3F</id>
		<title>Dapatkah kehidupan yang benar membebaskan saya dari penderitaan?</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Dapatkah_kehidupan_yang_benar_membebaskan_saya_dari_penderitaan%3F"/>
				<updated>2013-05-26T13:25:30Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Yahya Kristiyanto: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|Can faithful living exempt me from suffering?}} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Dapatkah kehidupan yang benar membebaskan saya dari penderitaan?''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kasih karunia Allah melalui Yesus Kristus di atas kayu salib telah memberikan kepada kita sebuah keselamatan dari penderitaan kekal. Dan jika kita mendapatkan keselamatan atas penderitaan apa pun di hidup ini, Ia juga telah melakukan itu untuk kita. Tetapi kebenaran kita merupakan tanggapan terhadap ketentuan semacam itu bagi kita; dan jika kita harus berjalan melalui penderitaan karena kebenaran maka kita tahu bahwa Ia telah membeli damai dan sukacita kekal bagi kita. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, tidak mungkin. Kita tidak bisa menjalani hidup kita di luar penderitaan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan, orang-orang yang saya kenal sebagai orang-orang yang terbaik telah seringkali paling menderita. Kita tahu hal ini benar bagi Rasul Paulus dan Yesus Kristus. Dua orang terbaik dalam Alkitab-Rasul Paulus dan Yesus-yang paling menderita. Jadi tidak ada hubungan antara kebajikan saya atau kebenaran saya dengan kebebasan saya dari penderitaan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Apakah menurut Anda dampak penderitaan atas kita berkurang semakin kita melihat dunia ini bukan sebagai rumah kita?''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada baiknya untuk berhati-hati tentang hal itu, karena bahkan orang-orang yang mencintai surga dan mengasihi Kristus banyak menderita. Tapi aku masih ingin setuju dengan Anda dan mengatakan bahwa, jika kita tidak merasa seperti kita kehilangan hal yang paling penting ketika kita mendapat penyakit mematikan, kita dapat menanggungnya jauh lebih baik. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasul Paulus, ketika ia tahu ia akan mati, mengatakan, &amp;quot;Bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan&amp;quot; (Filipi 1:21). Dan jika mati adalah keuntungan maka kita akan mendapatkan pertolongan luar biasa dalam kehilangan pensiun, atau pernikahan, atau cucu, atau berdiri di komunitas yang kita rasa akan kita miliki; atau beberapa jemaat yang kita pikir akan kita gembalakan, yang semuanya kini SIAP Mati sekarang dengan kanker ini. Tetapi jika kematian adalah keuntungan-jika kita memiliki Kristus, jika kita telah menumbuhkan hubungan dengan Kristus, di mana dia semua sirna kini saat kita siap untuk mati dengan kanker ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi mati adalah keuntungan-jika kita memperoleh Kristus, jika kita telah menanamkan sebuah hubungan dengan Kristus dimana Dia adalah segalanya-maka berapa banyak rasa sakit yang akan kita hindari secara psikologis.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yahya Kristiyanto</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Bagaimana_Saya_Tetap_Beriman_pada_Saat_Krisis%3F</id>
		<title>Bagaimana Saya Tetap Beriman pada Saat Krisis?</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Bagaimana_Saya_Tetap_Beriman_pada_Saat_Krisis%3F"/>
				<updated>2013-05-24T06:42:28Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Yahya Kristiyanto: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Info|How can I have faith in times of crisis?}} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Bagaimana saya bisa tetap beriman pada saat krisis?''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda harus menjaga dan memelihara kepercayaan Anda kepada Tuhan ketika Anda tidak berada dalam krisis. Jika kita menunggu sampai krisis melanda, kita tidak akan memiliki sumber daya atau kedalaman yang diperlukan untuk mempertahankan iman dengan baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tumbuhkan keyakinan yang mendalam akan kasih dan kuasa Allah hari demi hari. Bangunlah kedisiplinan untuk bersekutu dengan Kristus setiap hari sehingga Anda terus bertumbuh. Bertumbuhlah agar ketika krisis melanda, akar Anda sudah menghunjam jauh ke dalam kasih karunia, sehingga serat pohon Anda akan kokoh. Maka Anda tidak akan serapuh begitu banyak orang Kristen lain ketika krisis melanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masa baik cenderung akan meninabobokan kita sehingga kita tertidur atau tidak peduli secara spiritual seolah-olah iman kita akan dapat menghadapi situasi dengan sendirinya ketika krisis tiba, padahal tidak demikian halnya. Tetapi itulah sebabnya mengapa begitu banyak orang Kristen, bukannya membungkus dirinya di dalam Tuhan dengan keyakinan yang mendalam dan tenang ketika berada di tengah-tengah krisis, tetapi justru mengacungkan tinju ke wajah Tuhan sambil berkata, &amp;quot;Di mana Engkau?&amp;quot; Mereka belum mengetahui bahwa Allah itu berdaulat, penuh kasih, dan peduli pada saat kita berada di masa-masa sulit sama seperti ketika kita berada di masa-masa baik. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita harus memelihara iman kita dengan gambaran Allah yang sepenuhnya alkitabiah, yang juga berdaulat atas segala yang baik dan yang jahat, sehingga ketika yang baik maupun yang jahat itu datang, keyakinan kita akan Dia pun tidak tergoyahkan.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yahya Kristiyanto</name></author>	</entry>

	</feed>