<?xml version="1.0"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" href="http://id.gospeltranslations.org/w/skins/common/feed.css?239"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
		<id>http://id.gospeltranslations.org/w/index.php?feed=atom&amp;target=Kathyyee&amp;title=Istimewa%3AKontribusi_pengguna%2FKathyyee</id>
		<title>Gospel Translations Indonesian - Kontribusi pengguna [id]</title>
		<link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://id.gospeltranslations.org/w/index.php?feed=atom&amp;target=Kathyyee&amp;title=Istimewa%3AKontribusi_pengguna%2FKathyyee"/>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Istimewa:Kontribusi_pengguna/Kathyyee"/>
		<updated>2026-05-07T18:34:30Z</updated>
		<subtitle>Dari Gospel Translations Indonesian</subtitle>
		<generator>MediaWiki 1.16alpha</generator>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Menjadi_Diri_Sendiri_di_Dalam_Doa</id>
		<title>Menjadi Diri Sendiri di Dalam Doa</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Menjadi_Diri_Sendiri_di_Dalam_Doa"/>
				<updated>2020-11-19T04:09:31Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Kathyyee: ←Membuat halaman berisi '{{info|Be Yourself in Prayer}}&amp;lt;p&amp;gt;Terkadang tampaknya banyak orang beriman merasa bahwa mereka harus ‘memermak’ diri mereka ketika datang di hadapan Tuhan, terutama ji...'&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|Be Yourself in Prayer}}&amp;lt;p&amp;gt;Terkadang tampaknya banyak orang beriman merasa bahwa mereka harus ‘memermak’ diri mereka ketika datang di hadapan Tuhan, terutama jika ada orang lain di sekitarnya. Seolah Tuhan tidak akan mendengar mereka jika mereka datang apa adanya. Mereka menjadi orang lain, berharap agar bisa lebih diterima oleh Tuhan dan orang lain.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Saya sendiri telah bergumul selama beberapa tahun ini mengenai apa yang harus saya katakan dan bagaimana mengatakannya dalam doa. Saya tidak sendirian. Para rasul pun meminta Yesus untuk mengajari mereka berdoa. Dengan suaranya yang lembut dan penuh kasih, Dia mengajari mereka untuk berdoa dengan sederhana, rendah hati, percaya diri, sesuai dengan Firman Tuhan, dan bagi kemuliaan Tuhan.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Kita dapat merangkum pengajaran Yesus dalam beberapa prinsip panduan.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;1. Pelan-pelan saja dan tidak apa-apa jika Anda terdiam&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Tidak perlu menggunakan kata-kata pengisi untuk mengambil setiap ruang dalam doa, seolah-olah Tuhan tidak suka keheningan atau tidak punya waktu untuk mendengarkan. Anda tidak perlu tergesa-gesa seperti juru lelang.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Saya tidak dapat membayangkan bagaimana jika sesorang berkata-kata kepada saya seperti ini: “Stephen Miller, anu… Anu… Stephen Miller, ayo kita pergi makan siang bersama, Stephen Miller. Ayo kita beli anu… burger, Stephen. Stephen, aku tahu kau suka sekali burger dari dahulu, Stephen Miller. Lalu, Stephen Miller, ayo kita ambil saus beku, Stephen Miller.”&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Saya tahu bahwa saya bukan Tuhan, tapi dalam daging saya, saya rasa terlalu aneh untuk makan burger dengan pria itu. Jika kita secara alami bereaksi terhadap seseorang yang berbicara kepada kita seperti itu, mengapa kita merasa perlu berbicara seperti itu kepada Tuhan? Dia tahu hati kita. Pelan - pelan. Tidak apa-apa jika Anda perlu berhenti sejenak. Mungkin Tuhan ingin berbicara kepada Anda dalam keheningan.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;2. Berdoa kepada Tuhan sebagai Bapa, Putra, dan Roh Kudus.&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Allah adalah Tritunggal: Satu Allah, tiga pribadi yang berbeda, masing-masing adalah sepenuhnya Allah. Ini adalah sebuah misteri yang luar biasa, dan saya tidak tahu apakah kita akan benar-benar memahami sisi surgawi yang ini. Namun setiap pribadi dalam Tritunggal berbeda. Bapa bukanlah Putra, dan Putra bukanlah Roh Kudus. Kita benar berhubungan dengan Tuhan sebagai Tritunggal, menyembah dan bersyukur dan memohon pada Bapa, Putra, dan Roh Kudus dalam doa kita. Namun saat melakukan ini, kita mudah untuk menjadi bingung dan mulai berterima kasih kepada Bapa karena telah mati di kayu salib, dan seterusnya.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Sementara Tuhan memahami maksud kita dan melihat melampaui doa-doa kita yang tidak sempurna, hal ini membingungkan orang-orang yang mendengarkan doa kita, yang ingin mengaminkan doa kita. Saat Anda berdoa, tentukan kepada pribadi Tritunggal yang mana Anda berdoa. Bapa mengutus Putranya untuk menjadi Juruselamat dunia. Putra datang dengan penuh ketaatan, mati menggantikan kita, bangkit dari kematian, kemudian mengirimkan Roh-Nya untuk menginsafkan kita akan dosa kita, untuk meneguhkan kebenaran, dan untuk memperlengkapi dan memberdayakan kita. Jadi saat kita berdoa, berdoalah dengan pemikiran itu.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;3. Gunakan Bahasa normal.&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Kakek buyut saya sangat percaya bahwa satu-satunya Kitab Suci adalah Alkitab versi King James. Ketika dia mengutip Kitab Suci (dan menurut saya dia bisa mengutip sebagian besar Alkitab), selalu dari versi King James.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Meskipun dia adalah salah satu pengaruh spiritual terbesar dalam hidup saya, ketika dia mulai berdoa dengan suara keras dan berdoa dalam bahasa Inggris kuno, itu terdengar aneh bagi saya. “Bapa Surgawi Kami yang Penuh Kasih, Engkau telah menganugerahkan kepada kami pesta yang melimpah ini dan kemuliaan adalah milik Engkau dan Engkau sendiri. Berkatilah makanan ini dengan kebaikanMu sendiri…” Kemudian, begitu dia mengucapkan amin, dia akan melanjutkan berbicara dalam bahasa modern. Saat Anda berdoa, tidak perlu berbicara seperti seseorang dari zaman dahulu agar terdengar lebih rohani atau hormat. Gunakan bahasa normal, dan berdoalah sebagaimana Anda berbicara biasanya.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;4. Gunakan suara normal Anda.&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Kita semua pernah mendengar perubahan nada suara emosional yang menggebu-gebu dari sesorang yang mencoba ‘menjual’ doa seperti cara seorang aktor pengisi suara menjual produk. Dia mungkin berbicara seperti Ron Burgundy dalam kehidupan nyata, tetapi segera setelah dia mulai berdoa, suaranya mengeluarkan bisikan Enrique Iglesias yang terdengar seperti hampir menangis ketika mencoba merayu seseorang untuk membuat keputusan yang emosional.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Kita harus berdoa dengan segenap emosi dan kasih kita, tetapi itu harus tulus dan asli. Jika Anda terharu, ungkapkan, tetapi jangan mengada-ada. Tidak perlu mengubah suara Anda atau membuat-buat emosi. Tuhan tahu hati kita lebih baik daripada kita mengenal diri kita sendiri.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;5. Tetap singkat dan sederhana.&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Doa kita bisa sederhana namun tetap penuh iman. Saya sering mengatakan bahwa Tuhan dapat menggunakan lagu penyembahan tiga menit sebanyak lagu penyembahan sembilan menit. Sama halnya dengan doa. Tuhan tidak akan mendengarkan kita lagi karena kita bertele-tele. Doa bukanlah bank cinta di mana banyak kata sama dengan simpanan yang lebih banyak. Doa kita tidak harus panjang atau fasih.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Ketika Yesus mengajar murid-muridnya untuk berdoa, Yesus mengajari mereka doa singkat yang mencontohkan aspek vertikal (memuliakan Tuhan) dan horizontal (membangun orang lain) aspek doa. Saat berdoa bersama orang lain, bertujuan untuk membangun mereka dengan doa yang singkat dan penuh pertimbangan, dan jika Anda merasa perlu untuk berdoa lebih lama, pergilah kepada Tuhan “secara rahasia” (Matius 6: 6).&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Tidak ada kata terlambat untuk menjadi diri sendiri. Tuhan mencari hubungan dengan kita, bukan siapa pun yang kita coba untuk bertindak seperti ketika kita datang kepadanya. Doa dimulai dengan adopsi kita di dalam Kristus. Itulah mengapa Yesus mengajar kita untuk memulai dengan Tuhan sebagai “Bapa kita”. Ada penghormatan yang intim di sana - keakraban yang rendah hati.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Doa secara alami adalah salah satu hal paling spiritual yang dapat kita lakukan sebagai orang beriman, jadi kita tidak perlu menambahkan apa pun untuk membuatnya menjadi lebih spiritual. Kita bisa datang sebagai putra dan putri yang sangat bersukacita dengan kekaguman yang luar biasa karena kita telah diselamatkan oleh Tuhan yang mengasihi kita dan mendengarkan kita.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kathyyee</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Nyamanlah_Jiwaku</id>
		<title>Nyamanlah Jiwaku</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Nyamanlah_Jiwaku"/>
				<updated>2020-11-19T04:03:20Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Kathyyee: ←Membuat halaman berisi '{{info|It Is Well}}  &amp;lt;blockquote&amp;gt;Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku ber...'&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|It Is Well}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita, karena aku tahu, bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku oleh doamu dan pertolongan Roh Yesus Kristus. Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikianpun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku. Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan (Filipi 1:18-21).&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Di tahun 1873, seorang pria menerima surat dari istrinya yang berlayar ke Eropa dengan keempat putri mereka, di mana pria itu telah berencana untuk segera bertemu dengan mereka. Dalam pesan itu tertulis, “Selamat seorang diri…” Istri pria itu dan putri-putrinya mengalami tabrakan parah di laut dan kapal mereka tenggelam. Keempat putri mereka meninggal. Ini adalah berita terburuk terakhir dalam tiga tahun yang mengerikan bagi keluarga ini. Mereka kehilangan putra mereka pada tahun 1870, lalu kebakaran hebat menghancurkan finansial mereka setahun setelahnya, sebelum berita mengerikan kecelakaan di laut tersebut.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Pria itu adalah Horatio Spafford, dan dia mengarungi lautan untuk bertemu istrinya yang hancur hati meratap. Horatio menuliskan kata-kata ini:&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;''Saat damai, seperti sungai, hadir di jalanku''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
''Saat kesedihan seperti ombak laut menggulung''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
''Bagaimana pun nasibku, Engkau telah mengajariku untuk berkata''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
''Nyamanlah, nyamanlah jiwaku''.&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Nyamanlah jiwaku? Apa yang dapat melabuhkan pikiran dan hati seseorang dalam tragedi seperti ini dan membebaskannya untuk bernyanyi &amp;quot;nyamanlah jiwaku&amp;quot; ketika semua yang dimilikinya lenyap?&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Harapan dalam Nyanyian Spafford&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Kunci untuk menderita dengan baik, setidaknya bagi Horatio Spafford, adalah Kristus. Sebagai seorang ayah, dia telah bertemu, dan mencintai, menikmati, dan menyembah-Nya, Juruselamatnya, Yesus Kristus. Dan cinta itu mampu membawanya melintasi gelombang kehidupan yang paling ganas. Dia tahu inti dari Filipi 1:21, di mana Paulus - orang yang paling menderita - menulis, &amp;quot;Bagiku hidup adalah Kristus, dan mati adalah keuntungan.&amp;quot;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Kristus, Anak Allah, merendahkan diri-Nya menjadi manusia yang memiliki daging dan tulang, seperti Anda dan saya (Filipi 2: 7). Dan sebagai seorang manusia - seorang manusia yang tidak bersalah, tidak berdosa - dia merendahkan dirinya sampai mati sebagai orang berdosa menggantikan kita di kayu salib (Filipi 2: 8). Dia menumpahkan darah-Nya sendiri untuk jiwa saya. Tubuh-Nya yang hancur dan darah yang tercurah melunasi hutang atas kejahatan saya. Dalam pengorbanan Yesus, dosa saya - bukan sebagian, tapi semuanya - dipakukan di kayu salib, dan saya tidak memikulnya lagi.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Sekarang, catatan terakhir dalam setiap kehilangan adalah sukacita, karena apa pun –berita, orang lain, peristiwa, kehilangan – tidak dapat mengambil Kristus dan kasih-Nya dari saya. Bahkan kematian. Saat saya menutup mata untuk yang terakhir kalinya, momen kehilangan yang terbesar dan terdalam itu sebenarnya adalah sebuah &amp;quot;Keuntungan&amp;quot;. “Tuhan percepatlah hari ketika imanku akan terlihat.” Kita dapat memiliki kedamaian, dan iman, dan bahkan kegembiraan ketika kita kehilangan segalanya, karena kita tidak pernah kehilangan segalanya. Terlepas dari apa yang terjadi di bumi ini, kita akan menghabiskan kekekalan menikmati Tuhan yang menjadi seperti kita, memberikan hidup-Nya bagi kita, menyelamatkan kita dari dosa kita, dan mengantar kita pada kehidupan yang penuh dan tidak pernah berakhir.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Nyamankah Jiwamu?&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Tuhan telah memberi kita anugerah penuh belas kasih dalam musik yang ditulis di tengah-tengah tragedi besar. Sebuah lagu sering kali memiliki kekuatan untuk mengekspresikan dan menenangkan rasa sakit ketika kata-katanya saja terasa kosong. Berulang kali, lagu &amp;quot;Nyamanlah Jiwaku&amp;quot; telah bertemu dan membawa orang-orang kudus melalui berbagai penderitaan terburuk, mengingatkan kita tentang &amp;quot;Kenyamanan&amp;quot; yang dalam, berdiam, dan berdaulat di dasar sukacita dan hidup kita.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Pernahkah Anda menemui kedamaian seperti itu di tengah kekacauan dalam hidup Anda? Pernahkah Anda merasakan kasih Tuhan ketika Anda melewati sebuah tragedi? Apakah ada sesuatu yang besar, kuat, dan menghiburkan pada dasar respon Anda terhadap keputusasaan, kekecewaan, dan kehilangan?&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Di dalam Kristus, semuanya adalah baik bagi Anda apa pun kondisinya. Dia mati untuk Anda. Dia turut merasakan rasa sakit yang Anda rasakan. Dia tinggal bersama Anda, dan Dia berjanji untuk membawa Anda kepada diri-Nya sendiri, di mana Dia akan selamanya menjaga Anda dengan sempurna dari dosa, kematian, penderitaan, dan kesedihan.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kathyyee</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Jiwa_Dalam_Malam_Gelap</id>
		<title>Jiwa Dalam Malam Gelap</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Jiwa_Dalam_Malam_Gelap"/>
				<updated>2020-09-08T02:37:03Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Kathyyee: ←Membuat halaman berisi '{{info|The Dark Night of the Soul}}&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Bagian dari Seri Kekinian Punya Nilai Kekekalan&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;  &amp;lt;p&amp;gt;Jiwa dalam kegelapan malam. Fenomena ini menggambarkan kond...'&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|The Dark Night of the Soul}}&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Bagian dari Seri Kekinian Punya Nilai Kekekalan&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Jiwa dalam kegelapan malam. Fenomena ini menggambarkan kondisi yang di alami oleh banyak orang kristen dari waktu ke waktu. Penderitaan ini yang menyebabkan Daud membasahi bantalnya dengan air mata. Penderitaan ini juga yang menjadikan Yeremia mendapat julukan “Nabi yang Menangis.” Kondisi jiwa inilah yang begitu menguasai Martin Luther sampai nyaris menghancurkan dia. Ini bukanlah depresi biasa tapi ini depresi di sebabkan oleh krisis iman, depresi karena tidak merasakan kehadiran Tuhan atau merasa di tinggalkan Tuhan.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Depresi spiritual bisa berlarut-larut. Mungkin kita heran bagaimana mungkin seorang yang beriman bisa mengalami titik spiritual yang rendah. Iman kita bukan sesuatu yg konstan. Iman berubah-ubah. Iman naik turun. Kita bergerak dari iman kepada iman dan di antara perpindahan itu kita bisa saja mengalami keraguan ketika kita menangis berteriak,”Tuhanku, saya percaya, tolong saya yang tidak percaya ini.”&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Kita mungkin berpikir tidak mungkin jiwa kita bisa ada dalam kegelapan malam sedangkan kita menghasilkan buah roh seperti iman dan sukacita. Begitu Roh Kudus memenuhi hati kita dengan sukacita yang tak terkatakan, bagaimana mungkin ada ruangan bagi kegelapan di hati kita? Penting kita bedakan antara buah roh sukacita dan konsep bahagia menurut dunia. Seorang kristen bisa saja punya sukacita di hati sementara ada depresi spiritual di kepalanya. Sukacita inilah yang menopang kita melewati kegelapan malam ini dan sukacita ini tidak di bisa di hancurkan oleh depresi rohani. Sukacita orang kristen inilah yang membuat mereka bertahan dan akhirnya menang lewati semua jurang kekelaman.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Dalam surat kedua yang di tulis kepada jemaat di korintus, Paulus menekankan pentingnya memberitakan injil. Rasul Paulus juga mengingatkan gereja Korintus bahwa harta yang kita miliki bukan dalam bejana emas dan perak tapi dalam bejana tanah liat. “Supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.” Kemudian Rasul Paulus menambahkan, “Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa. “Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami.” (2 Korintus 4:7-10).&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Ayat di atas menunjukkan depresi yg kita alami ada batasnya. Depresinya bisa saja dalam tapi tidak selamanya dan juga tidak fatal. Perhatikan bagaimana Rasul Paulus menggambarkan berbagai macam situasi. Dia katakan kita di tindas, habis akal, di aniaya, di hempaskan. Ini gambaran yang menjelaskan konflik yang di alami orang kristen. Tapi Rasul Paulus juga perlihatkan bagaimana setiap konflik itu punya batasannya masing- masing. Ditindas, namun tidak terjepit. Habis akal, namun tidak putus asa. Dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian. Di hempaskan, namun tidak binasa.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Jadi kita bisa saja punya tekanan yang harus kita tanggung, tapi tekanan itu walau sangat berat , tidak menghancurkan kita. Kita mungkin saja bingung dan kacau namun di titik terendah dalam hidup itu tidak menjadikan kita putus asa dan tanpa harapan. Bahkan dalam penganiayaan yang sangat hebat, kita tidak di tinggalkan. Mungkin saja kita di hempaskan seperti yang diserukan oleh nabi Yeremia, namun kita masih bisa bersukacita. Juga teringat akan Nabi Habakuk yang di dalam penderitaannya tetap berdiri kuat walau alami banyak rintangan, dia katakan Tuhan membuat kakinya seperti kaki rusa, kaki yang mampukan dia berjalan di bukit-bukit.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Rasul Paulus menulis kepada jemaat di Filipi menegur mereka untuk tidak kuatir tentang apa pun juga, dan memberi mereka nasihat bahwa obatnya adalah doa. Dengan berdoa, damai sejahtera Allah dapat menenangkan jiwa kita dan melenyapkan kecemasan. Jadi, kita bisa saja kuatir, cemas dan susah tapi tidak menyerah putus asa.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Di alkitab terlihat iman dan depresi spiritual berjalan bersama. Tidak apa-apa jika orang percaya berduka. Tuhan kita sendiri sering sedih dan berduka. Pengalaman duka dapat pengaruhi sampai ke akar jiwa kita namun jangan sampai akibatkan kepahitan. Berduka adalah perasaan yang normal, bahkan pada situasi tertentu berduka adalah perasaan yang baik asalkan tidak beri tempat kepada kepahitan. Punya iman tidak menjamin kita tidak akan alami depresi spiritual, namun dengan kehadiran Tuhan jiwamu yang ada di dalam kegelapan malam akan selalu ada terang seperti sinar tengah hari.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kathyyee</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Tujuh_Langkah_Membangun_Kehidupan_Doa</id>
		<title>Tujuh Langkah Membangun Kehidupan Doa</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Tujuh_Langkah_Membangun_Kehidupan_Doa"/>
				<updated>2020-08-04T15:01:09Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Kathyyee: ←Membuat halaman berisi '{{info|Seven Steps to Strengthen Prayer}}&amp;lt;p&amp;gt;Saya sudah lama bergumul dengan kehidupan doaku. Saat kehidupan doaku kering saya alami ketandusan spiritual. Akhirnya saya me...'&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|Seven Steps to Strengthen Prayer}}&amp;lt;p&amp;gt;Saya sudah lama bergumul dengan kehidupan doaku. Saat kehidupan doaku kering saya alami ketandusan spiritual. Akhirnya saya menyadari bahwa keringnya kehidupan doaku adalah penyebab ketandusan spiritualku. Saya mengabaikan hal yang dapat memuaskan jiwaku yang lelah dan haus. Saya mengabaikan jalan yang bukan hanya menuntunku keluar dari gurun tapi juga mencegahku dari awal untuk tidak masuk ke dalam gurun tandus.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Saya berulang kali gagal untuk membangun kehidupan doa karena saya tidak paham bahwa disiplin doa adalah sesuatu yang harus di pelajari, di latih dan di bina. Kita sering berbicara tentang pentingnya doa tapi sering tidak tahu (atau lupa) cara berdoa. Bahkan murid Tuhan Yesus sendiri bertanya kepada Yesus bagaimana cara berdoa (Lukas 11:1). Mereka melihat bagaimana Yesus berdoa dengan tekun dan intim kepada BapaNya dan mereka ingin melakukan hal yang sama. Tuhan, ajari kami berdoa!&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Walau belum tentu cocok untuk semua orang, namun tujuh langkah ini sangat menolongku berjuang keluar dari kehidupan doaku yang lemah.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Persiapan Berdoa&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;1. &amp;lt;strong&amp;gt;Khususkan waktu untuk secara teratur berdoa. &amp;lt;/strong&amp;gt;Semakin sering berdoa maka kita akan semakin ingin berdoa. Untuk itu kamu perlu masukkan doa dalam ritme kegiatanmu. Untuk mengingatkan bisa dengan atur alarm, tulis notes, masukkan dalam reminder mu. Kehidupan doa adalah latihan yang memerlukan disiplin dan ketekunan. Berdoa adalah kegiatan yang sangat penting dan kita harus berjuang menjadikannya kebiasaan. Yang sangat penting adalah kita harus melatih dan adakan persiapan untuk perjuangan itu.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;2. &amp;lt;strong&amp;gt;Belajar menarik diri. &amp;lt;/strong&amp;gt;Tarik dirimu dari segala distraksi – telpon, komputer, TV, suara kehidupan modern – cari cara untuk pisahkan dirimu supaya kamu dapat bersekutu dengan Tuhan saja. Memang susah jika jam kerjamu sangat panjang atau jika di rumahmu ada anak-anak yang enerjik dan berisik. Namun jadikan doa prioritas utama. Apakah di dalam mobil sewaktu istirahat makan siang, di sudut yang sepi di kantor, di salah satu sudut rumah sewaktu anak-anak tidur siang atau dalam ketenangan hatimu jika hanya itu yang mampu kau lakukan. Namun cari waktu menyendiri dan berdoa (Lukas 4:42 ; 5:16 ; 22:41).&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;3. &amp;lt;strong&amp;gt;Cari postur doa yang nyaman. &amp;lt;/strong&amp;gt;Lakukan apa yang kau butuhkan untuk bantu kamu fokus. Berlutut, berdiri, tutup mata, menengadah keatas. Jika tubuhmu fokus lebih mudah bagi jiwamu untuk ikut. Jika bisa, berdoa dengan keluarkan suara. Dari pengalaman berdoa dengan suara berbisik cukup lembut suaranya sehingga tidak mengganggu doa tapi cukup keras sehingga pikiranku tidak keluyuran kemana-mana. Seperti yang C.S.Lewis katakan,” Tubuh dan jiwa sama-sama berdoa”&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Latihan Berdoa&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;4. &amp;lt;strong&amp;gt;Doakan Firman. &amp;lt;/strong&amp;gt;Ini cara bagus untuk memulai. Tentu saja seorang bapak akan sangat senang mengetahui anaknya mendengar perkataannya, menghargai dan sungguh percaya bahwa apa yang di sampaikan bapaknya adalah benar adanya. Dan kemudian berbicara balik kepada bapaknya. Kebanyakan doaku adalah mengatakan firman Tuhan. Karena janji Tuhan yang begitu indah sungguh menggerakkan hatiku atau karena hanya firmanNya yang menjadi satu-satunya harapanku sehingga tanpa di sadari firman menjadi isi doaku.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Perlihatkanlah kiranya kemuliaan-Mu kepadaku (Keluaran 33:18)&lt;br /&gt;
*Lalukan mataku dari pada melihat hal yang hampa (Mazmur 119:37)&lt;br /&gt;
*Lakukanlah kepadaku suatu tanda kebaikan (Mazmur 86:17)&lt;br /&gt;
*Janganlah segala kejahatan berkuasa atasku (Mazmur 119:133)&lt;br /&gt;
*Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau (Mazmur 16:2)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;5. &amp;lt;strong&amp;gt;Berdoa dengan sungguh-sungguh&amp;lt;/strong&amp;gt;. Berdoa seharusnya merupakan kegiatan yang aktif. Maksudnya saat kita berjumpa dengan Tuhan pasti ada terjadi perubahan di dalam diri kita. Bertekun di dalam doa, bergumul dalam doa dan biarkan Roh Kudus bekerja. Memang merupakan berkat saat doa kita di jawab namun sebenarnya doa itu sendiri adalah berkat. Kadang doa kita serasa keluhan yang keluar dari bibir yang kering di padang pasir dan kita tetap harus bertekun karena doa bukan hanya buah dari kehidupan spiritual tapi doa adalah cara untuk mencapai kehidupan spiritual.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;6. &amp;lt;strong&amp;gt; Berdoa dengan spesifik. &amp;lt;/strong&amp;gt;Doa yang tidak spesifik mematikan kehidupan doa. Bukan berarti kita tidak boleh mendoakan hal yang umum, hanya saja jangan sampai mengabaikan memuji atribut Tuhan dengan spesifik, mengakui dosa dengan spesifik atau bersyukur dan memohon sesuatu dengan spesifik. Kita harus belajar berdoa dengan spesifik dan dengan keyakinan karena status kita di dalam Kristus namun juga di sertai oleh ketundukan kepada kehendak Tuhan. Iman yang penuh keyakinan dan pengharapan di tambah dengan hati yang tunduk adalah hal yang sangat berkuasa.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;7. &amp;lt;strong&amp;gt;Berdoa bersama dan doa untuk orang lain. &amp;lt;/strong&amp;gt;Doa di maksudkan untuk mempersatukan anak-anak Tuhan, bahkan seringkali mempersatukan hati orang yang baru saja bertemu. Kita punya Bapa yang sama, kita adalah keluarga, kita harus saling menanggung beban dengan saling mendoakan. Kita saling mendukung dan berbagi beban atas pergumulan sesama dan bersukacita atas kemenangan mereka. Kita mulai lebih memperhatikan orang-orang yang kita doakan dan semakin sedikit memikirkan diri sendiri. Sungguh suatu hal yang indah datang ke hadirat Bapa dengan kesatuan hati menaikkan permohonan yang sama dengan saling mengasihi. Doa mempersatukan tubuh Tuhan.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Doa Seperti Anak Panah&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Doa bukanlah suatu rumus yang pasti berhasil jika kita lakukan dengan sempurna dan dengan cara yang tepat. Namun kita juga tidak boleh doa asal-asalan. Doa yg demikian seperti anak panah yang serampangan di tembakkan dan jatuh di kaki penembaknya. Doa yang kita panjatkan dengan asal-asalan atau serampangan tidak ada hasilnya setelah keluar dari mulut kita ( tapi waspada jangan sampai merendahkan Tuhan ). Sebaliknya doa yang di naikkan dengan kesungguhan, gairah dan semangat yang membara, doa itu akan terbang tinggi ke tahta Tuhan di sorga (Wahyu 8:4):&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Doa bukan di lihat dari banyaknya kata-kata – juga bukan dari indahnya rangkaian&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
katanya – atau panjangnya doanya – manisnya suaranya – betapa masuk akalnya&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
permintaannya – betapa teraturnya kata-katanya – atau betapa bagusnya doktrinnya, tentu saja Tuhan peduli akan doktrin yang bagus:&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
tapi roh yang penuh dengan keyakinan dan kesungguhan yang membuat doa itu&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
bermanfaat.&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
( Bishop Joseph Hall, 1808 )&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Tuhan suka membentuk umatNya menjadi pemanah yang handal dalam disiplin berdoa, doa seperti anak panah - doa yang penuh kesungguhan dan keyakinan yang mengubah hidup, membawa kesembuhan, mendampaki bangsa, mengubah sejarah, mempersatukan gereja dan yang terutama menunjukkan kemuliaan Tuhan.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kathyyee</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Rahmat_yang_Baru_Tiap_Pagi</id>
		<title>Rahmat yang Baru Tiap Pagi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Rahmat_yang_Baru_Tiap_Pagi"/>
				<updated>2020-07-31T17:12:15Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Kathyyee: ←Membuat halaman berisi '{{info|New Mercies Every Morning}}&amp;lt;p&amp;gt;Apa hal pertama yang Anda pikirkan ketika bangun di pagi hari?&amp;lt;/p&amp;gt;  &amp;lt;p&amp;gt;Kebanyakan dari kita, hal pertama yang senormalnya membanjiri ...'&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|New Mercies Every Morning}}&amp;lt;p&amp;gt;Apa hal pertama yang Anda pikirkan ketika bangun di pagi hari?&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Kebanyakan dari kita, hal pertama yang senormalnya membanjiri pikiran kita bukanlah hal-hal yang menghasilkan pengagungan pada Tuhan dan damai. Seringkali beban-beban hidup kita hari itu yang pertama kali datang bahkan sebelum kita sempat menghirup segarnya napas – hubungan yang bergejolak, konflik ini dan itu, rapat yang itu, kesalahan yang kita buat, panjangnya daftar hal yang harus dikerjakan hari itu, luka yang kita rasakan, dosa yang sepertinya tidak bisa kita kalahkan. Dan di balik itu semua, ada perasaan menggerutu bahwa kita tidak akan menemukan kekuatan untuk membuat banyak perbedaan pada semua hal itu.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Jika tidak berhati-hati, menit-menit yang berat dan memusingkan itulah yang akan menentukan hari Anda. Kita secara alami tidak memiliki kecenderungan mengikuti Firman Tuhan untuk mengarahkan pikiran pada hal-hal yang di atas, di mana Kristus ada (Kolose 3:1-4).&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Selalu tampak ironis dan bodoh bahwa beberapa saat pertama setelah kita melewati malam dengan ketergantungan total dan tidak sadar, kita langsung bangun dengan pemikiran kita yang mandiri dan percaya diri. Kita seringkali terlalu cepat percaya pada “kuda” dan “kereta” kita sendiri daripada cinta Tuhan kita yang tak terbatas (Mazmur 20:7)&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Menyelidiki Hati Kita yang Gelisah&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Inti dari kecemasan ini terletak pada kemandirian yang tidak sehat, tidak berguna, dan tidak alkitabiah yang sebenarnya justru tidak dapat menanggung beban hidup kita. Tuhan tidak pernah merencanakan agar kekuatan kita sendiri yang menanggungnya.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Seorang mentor pernah berkata kepada saya, “Kegelisahan itu muncul ketika kita melihat keadaan kita lalu kita mellihat kemampuan kita, namun iman datang saat kita melihat keadaan kita lalu melihat kemampuan Tuhan kita.” Nasihat ini membantu saya untuk memperjuangkan iman saya dan membantu saya melihat dan mendiagnosa kerumitan hati saya yang cenderung pada dosa dan penuh percaya diri.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Kebanyakan dari kita percaya, bahkan dengan mudah, pada kedaulatan kuasa Tuhan (Efesus 1:11), namun seringkali mengabaikan atau melupakan bahwa itu sebenarnya berlaku untuk kita: untuk kehidupan pribadi kita dan secara spesifik untuk setiap keadaan kita. Mungkin hati kita yang sifatnya penipu dan membenci diri sendiri yang membutakan kita dan membuat kita tidak percaya pada kebenaran itu: “Ya, Tuhan berdaulat, tetapi saya terlalu hancur atau terlalu tidak layak untuk mendapatkan kuasa seperti itu.” Jadi, kita perlu mengingat bahwa kuasa Allah sekarang adalah milik kita melalui Kristus (Efesus 1: 19-20), dan bahwa ia menjanjikan kepada kita rahmat yang baru setiap pagi:&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! &amp;quot;TUHAN adalah bagianku,&amp;quot; kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya.” (Ratapan 2:22-24)&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Di dalam Kristus, kasih Tuhan yang tidak berkesudahan tidak akan pernah berhenti. Tidak pernah. Rahmatnya tak akan pernah berakhir. Tidak akan pernah. Rahmat-Nya akan terus baru setiap pagi, dan Dia akan dengan setia memberikan itu bagi Anda. Jika Tuhan adalah harta terbesar Anda, jika Tuhanlah yang paling Anda cintai, bagian Anda, maka Anda dapat berharap di dalam Dia dengan janji-Nya yang tidak pernah gagal (yang sukar dipercaya ini).&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Tuhan Adalah Bagianku&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Tuhan bukan hanya bagian secara umum, tetapi penulis Ratapan menyadari bahwa Tuhan adalah bagiannya. Di sisi lain dari salib, kita tahu lebih baik daripada siapa pun dalam sejarah bahwa Injil kerajaan Surga telah membayar bagian ini untuk kita, yaitu keabadian dengan sukacita penuh di hadirat Allah (Mazmur 16:11).&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Ratapan 3:22-24 mengingatkan kita bahwa, di dalam Kristus, Tuhan selalu setia ada untuk kita setiap pagi dengan rahmat yang baru untuk memampukan kita melewati kesulitan, dosa, dan kesakitan yang ada. Kitab ini penuh dengan rasa sakit, kesengsaraan, dan konsekuensi dari dunia yang penuh dosa dan rusak. Namun, di balik ini ada harapan dari Injil yang berkilauan yang menunjukkan kepedulian Allah yang cukup, berkuasa, nyata, dan setia untuk setiap anak-anakNya yang termasuk dalam keluarga ilahi yang telah dibeli dengan darah-Nya.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Tuhan memberi makan setiap burung di udara dan memberi pakaian kepada semua bunga bakung di padang, dan kepedulian-Nya terhadap kita jauh melebihi kepedulian-Nya terhadap alam semesta ini (Matius 6: 25-34). Dia akan berada di sana bersama kita setiap pagi sampai saat kita tertidur malam itu, dan Dia tidak akan meninggalkan kita atau menelantarkan kita, bahkan ketika kita menikmati karunia untuk dapat tidur dengan nyenyak (Mazmur 4:8).&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Pertolongan dan Perlindungan Sudah Dekat&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Putra saya baru-baru ini berjuang melawan rasa takut lebih dari hari-hari yang lalu. Dia takut tidur pada waktu siang dan malam. Kami meyakinkan dia bahwa kami memiliki rumah yang aman, semua pintunya terkunci, dan bahwa Ayah dan Ibu akan melakukan apa saja untuk melindunginya. Namun, yang kami sadari adalah bahwa yang lebih ia butuhkan dari segalanya adalah kehadiran seseorang.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Kepercayaannya sebagai anak kecil kepada orang tuanya bukannya hilang, tetapi ketika dia tidak yakin akan kehadiran kami, kedekatan kami, sangat dekat dengannya ketika dia ditidurkan di tempat tidurnya di sudut rumah, dia akan dengan mudah melupakan kesetiaan kami dan memusatkan hatinya pada ketakutan. Jadi, kami duduk di luar pintu sampai ia tertidur dengan senyum di wajahnya, tidak memikirkan ketakutannya, tetapi memikirkan pemeliharaan kami yang ada di dekatnya.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Rahmat yang Baru Untuk Beban yang Baru&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Apa pentingnya ini untuk beban kita hari ini? Yang pertama, kenyataan dari rahmat yang baru dari Tuhan ini berarti kita tidak perlu berkecil hati meskipun melewati berbagai kesulitan dalam sehari. Mungkin ada hari-hari yang membuat kita merasa hancur, kalah, dan hampir putus asa, namun tidak apa-apa, karena ada rahmat yang cukup untuk hari itu, dan akan ada lagi esok pagi. Tujukan pandangan mata kita pada Yesus, dan serahkan beban kita padanya, (1 Petrus 5: 6–7). Dia dapat menangani semuanya dengan lebih baik daripada yang bisa kita lakukan.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Yang kedua, kita tidak bisa mengandalkan rahmat yang kemarin untuk beban hari ini. Datanglah kepada Yesus setiap hari. Datanglah pada Firman Allah dalam doa setiap hari, dan mintalah Tuhan untuk membantu Anda melihat keajaiban dan janji-janji-Nya yang akan membuat hati Anda bernyanyi. Sebuah hubungan memerlukan usaha dan latihan terus menerus. Salah satu alasan mengapa kita tidak dapat merasakan Yesus ada bersamaa kita, di sebelah kita saat kita tidur atau bangun, adalah karena kita menepati semua janji temu dalam seminggu itu kecuali pertemuan harian yang harus kita prioritaskan dengan Allah Semesta Alam yang Maha Kuasa. Mintalah pada-Nya untuk lebih lagi menunjukkan diri-Nya kedapa Anda, dan memohon pada-Nya untuk memberikan rahmat yang baru dan unik yang Anda butuhkan hari ini.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Yang terakhir, kita tidak dapat membunuh perasaan cemas, putus asa, atau takut hanya dengan menulis semua hal yang harus kita lakukan dan membuat jadwal yang terstruktur. Sebaliknya, dalam segala hal, marilah kita memperhatikan kata-kata Paulus dengan rahmat yang baru dalam hati kita:&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus (Filipi 4:6-7). &amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Allah ada bersama kita melalui Kristus, dengan Roh Kudus-Nya, janji-Nya akan rahmat yang baru hari ini benar-benar nyata dan dapat diandalkan, sama seperti di hari-hari yang lalu. Jadi, marilah kita datang kepada-Nya, serahkan segala kekhawatiran kita dengan sejujur-jujurnya, dan percayalah akan Dia yang memberi damai yang melebihi segala akal kita yang terbatas dan yang menjaga hati dan pikiran kita di dalam Yesus Kristus.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beristirahatlah dengan nyaman malam ini, dan besok pagi, tetaplah ada di dalam Yesus.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kathyyee</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Kasih_Tidak_Selalu_Berarti_Kasih</id>
		<title>Kasih Tidak Selalu Berarti Kasih</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Kasih_Tidak_Selalu_Berarti_Kasih"/>
				<updated>2020-07-06T16:48:26Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Kathyyee: ←Membuat halaman berisi '{{info|Love Is Not Always Love}}&amp;lt;p&amp;gt;'''Mengapa Perasaan Harus Tunduk di Bawah Tuhan'''&amp;lt;/p&amp;gt;  &amp;lt;p&amp;gt;Lagu “All You Need Is Love” (Yang Kau Butuhkan Adalah Cinta) di rilis pa...'&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|Love Is Not Always Love}}&amp;lt;p&amp;gt;'''Mengapa Perasaan Harus Tunduk di Bawah Tuhan'''&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Lagu “All You Need Is Love” (Yang Kau Butuhkan Adalah Cinta) di rilis pada musim panas tahun 1967 dan langsung menjadi lagu Beattles yang paling top. Bagi sebagian orang lagu ini bukan hanya enak didengar tapi juga menjadi filosofi hidup. Judul lagu ini di cetak di T-shirt, poster dan plakat. Dunia ini ada berbagai macam kepercayaan dan keyakinan yang berbeda-beda dan ada yang katakan sudahlah tidak usah ributkan semua perbedaan ini. Mari kita saling mengasihi dan perbedaan ini tidak usah di bikin rumit.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Namun sebenarnya ini adalah hal yang rumit. Filosofi “Yang kau butuhkan adalah cinta” bisa di pakai dengan syarat kita memiliki definisi yang sama tentang apakah cinta/kasih itu dan bagaimana seharusnya bentuk kasih itu. Kenyataannya pengertian kita tentang kasih berbeda.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Bahkan jika di pikir-pikir, sebenarnya kita masih bingung apa sih kasih itu. Yang pasti kita tahu kasih itu penting. Kita juga tahu bahwa kehidupan seharusnya tentang kasih dan kita tidak dapat hidup tanpa kasih. Tapi ternyata sulit dapatkan definisi kasih yang tepat. Kita tahu kita butuh kasih , hanya saja kita masih belum temukan apakah kasih itu.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Bagaimana Cara Mengetahui Itu Kasih Atau Bukan&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Hal ini sangat penting. Berdasarkan asumsi kita sendiri tentang kasih, kita bangun ideologi, politik dan nilai etika pribadi kita. Kita pakai tagar ''#Cinta adalah Cinta'' dan ''#Cinta mengalahkan segalanya''. Seakan-akan dengan tagar cinta itu segala masalah langsung beres. Seakan-akan kita semua mengerti apa yang kita bicarakan. Jadi jika kita sebenarnya tidak begitu paham apakah kasih itu maka kesimpulan kita tentang kasih tidak seperti yang kita kira. Kasih tidak sesederhana itu.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;1 Yohanes 3:16 memberitahu kita apakah kasih itu, “Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita”&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Perhatikan makna tersiratnya: kita tahu Yesus datang ke dunia ini namun kita tidak benar-benar tahu apa arti kasih. Pemahaman kita tidak sempurna. Injil Yesus Kristuslah yang dengan jelas menunjukkan kepada kita arti kasih. Yohanes memberikan arti kasih dalam tiga kata: bukan kasih adalah kasih,tapi Allah adalah kasih (1 Yohanes 4:8, 16).&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Perasaan Imitasi&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Pemahaman kita akan kasih di dasarkan pada Pribadi dan karya Tuhan sendiri. Kasih yang lain apapun bentuknya ujungnya adalah kosong, hampa dan akhirnya adalah kasih yang palsu. C.S.Lewis pernah menulis bahwa kasih “mulai mejadi setan ketika dia mulai mau menjadi tuhan.” Beliau menjelaskan,&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Semua kasih manusia punya kecenderungan mengklaim cinta itu sebagai otoritas tertinggi. Suara cinta seakan-akan suara kehendak Tuhan sendiri. Manusia mengatakan cinta mereka tidak memperhitungkan untung rugi, menuntut komitmen yang sungguh-sungguh, memberi kesan seakan-akan semua tindakan “ atas nama cinta” adalah benar dan bahkan mulia (''The Four Loves'', 7-8)&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;“Allah adalah kasih” bukan berarti Tuhan harus menyetujui semua yang saya kira adalah kasih. Mudah sekali kita salah mengartikan berbagai perasaan menggebu-gebu dan membahayakan diri sebagai kasih. “Allah adalah kasih” artinya Tuhan lebih mengetahui arti kasih lebih daripada kita, karena itu kita harus dengar apa kataNya jika kita mau mengasihi sebagaimana seharusnya dan sebenarnya.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Kasih ada beberapa macam, konteks yang berbeda memerlukan jenis kasih yang berbeda. Perhatikan pernyataan berikut:&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Saya sayang ibuku&lt;br /&gt;
*Saya mencintai pasanganku&lt;br /&gt;
*Saya menyayangi anjingku&lt;br /&gt;
*Saya suka burger&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Semua artinya sayang/cinta/kasih tapi kita mengerti jenis kasih mana yang cocok dengan obyeknya. Semua adalah kasih namun jenis kasihnya berbeda. Kasih kepada pasangan sangat berbeda dari kasih kepada orang tua. Dan kasih kepada orang tua seharusnya berbeda dengan kasih kepada hewan peliharaan. Kita pasti tahu ini. Ada beberapa bentuk kasih. Untuk mengasihi dengan benar harus sesuaikan antara obyek kasih dan bentuk kasih.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Mungkin kita pernah melihat contoh kasih yang tidak sesuai. Bentuk kasih yang mengarah ke bentuk kasih yang kurang pantas. Hubungan yang seharusnya hanya persahabatan menjadi hubungan romantis. Atau anak yang terlalu tergantung kepada orang tuanya dalam taraf yang tidak sehat. Atau orang yang menjadikan hewan peliharaannya seperti teman manusia. Karena itu kita butuh pertolongan Tuhan. Tuhan akan menunjukkan kepada kita bagaimana seharusnya bentuk kasih sesuai dengan konteksnya.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Kasih Yang Lebih Baik Dari Sebelumnya&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Kasih Tuhan yang sejati selalu lebih mengasihi di bandingkan dengan kasih manusia. Saat kita taat kepada Tuhan bukan berarti kita mengurangi kasih kepada sesama. Mungkin kita bisa punya perasaan demikian dalam beberapa kasus, misalkan karena kita mencintai seseorang dengan kasih yang salah. Tuhan panggil kita bukan untuk mengurangi kasih kepada orang lain namun Dia panggil kita untuk mengasihi mereka dengan kasih yang berbeda dengan kasih yang selama ini kita kenal. Kasih itu sebenarnya untuk mengasihi sesama dengan lebih baik.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Saya barusan berjumpa dengan dua wanita yang merupakan pasangan lesbian sebelum mereka bertemu Tuhan Yesus. Cerita mereka unik. Mereka bersama- sama terima Tuhan Yesus dan sekarang menjadi teman akrab di dalam Kristus dan menjadi jemaat di gereja yang sama. Hubungan mereka yang sebelumnya merupakan pemberontakan terhadap Tuhan sekarang hubungan mereka berubah dengan luar biasa menjadi hubungan yang saling mendukung untuk hidup kudus. Salah satu wanita itu mengatakan kepadaku, “Persahabatan kami jauh lebih berarti dibandingkan dulu sewaktu kami hidup dalam dosa. Sekarang kami adalah saudari dalam Kristus.”&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Inti dari testimoni ini adalah bahwa perubahan dari hubungan yang tidak biblikal kepada Kristus bukan berarti berubah dari sangat mencintai menjadi kurang mencintai. Tapi yang benar adalah berubah dari kasih yang tidak tepat kepada kasih yang lebih baik. Kita tidak dapat mengasihi sesama dengan tidak mentaati Tuhan yang adalah kasih.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Kita dapat mengatakan “ Yang Kau Butuhkan Adalah Cinta” hanya jika cinta itu adalah kasihNya Tuhan, kasih yang di tunjukkan oleh Kristus. Cinta palsu/imitasi di paksakan benar dengan memajukan istilah “love is love (cinta adalah cinta). Tuhan yang adalah kasih, Dialah yang memimpin kita kepada sesuatu yang jauh lebih baik.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kathyyee</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Jadilah_Dirimu_Sendiri</id>
		<title>Jadilah Dirimu Sendiri</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Jadilah_Dirimu_Sendiri"/>
				<updated>2020-06-12T03:25:04Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Kathyyee: ←Membuat halaman berisi '{{info|Be True to Yourself}}&amp;lt;p&amp;gt;Tuhan senang ketika kebenaran memerintah dalam keberadaan kita yang paling dalam (Mazmur 51: 6).&amp;lt;/p&amp;gt;  &amp;lt;p&amp;gt;Tapi saya tidak selalu senang deng...'&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|Be True to Yourself}}&amp;lt;p&amp;gt;Tuhan senang ketika kebenaran memerintah dalam keberadaan kita yang paling dalam (Mazmur 51: 6).&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Tapi saya tidak selalu senang dengan kebenaran. Saya tentu saja harus, tetapi jujur ​​saya tidak. Terkadang saya merasa mencari kebenaran seperti halnya mencari dokter gigi. Kebenaran mungkin (atau mungkin saya sudah tahu akan) &amp;lt;strong&amp;gt;mengungkapkan&amp;lt;/strong&amp;gt; beberapa kerusakan. Peluruhan perlu dibor. Dan siapa yang mau itu?&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Nah, jika saya bijak, saya harus menginginkan itu. Tetapi kebijaksanaan tidak selalu merupakan suara yang paling persuasif di kepala saya. Terkadang kesombongan adalah. Dan kesombongan saya sama sekali tidak bijaksana. Ketika kesombongan saya berbicara kepada saya, itu mendorong saya untuk mencari kepentingan egois saya di atas kepentingan Tuhan. Lebih jelasnya, kesombongan saya lebih suka memberi ilusi menipu tentang kemajuan diri sendiri atau meninggikan diri sendiri daripada kebenaran Tuhan yang terbuka, merendahkan, tetapi pada akhirnya penuh belas kasih dan membebaskan - yang merupakan kebodohan total, karena itu lebih memilih penghancuran kebahagiaan terbesar saya atas mengejar sukacita terbesar saya.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Jadi, ketidakjujuran hampir selalu merupakan bentuk kebanggaan. Kecuali jika tujuan kita adalah hal-hal seperti menyembunyikan orang Yahudi dari Gestapo, korban dari perdagangan manusia, atau anak dari pelaku kekerasan, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak jujur​​kecuali untuk mengendalikan dan memanipulasi persepsi orang lain untuk kepentingan diri kita sendiri.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Kesombongan diri lebih suka pada penipuan daripada kebenaran, dan ia tidak menyadari bahwa ia lebih memilih kehancuran. Tetapi Tuhan menginginkan kebenaran di dalam diri kita yang paling dalam, karena dia tahu bahwa kebenaranNya akan membebaskan kita (Yohanes 8:32).&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Tuhan Mencintai Kejujuran&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Tuhan itu kebenaran (Yohanes 14: 6), jadi Dia suka kejujuran. Itu sebabnya Dia memberi tahu kita (melalui David), &amp;quot; Berbahagialah manusia. . . dan yang tidak berjiwa penipu!”(Mazmur 32: 2). David tahu baik berkat kejujuran dan buruknya ketidakjujuran. Dia menulis,&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;blockquote&amp;gt;Selama aku berdiam diri, tulang-tulangku menjadi lesu karena aku mengeluh sepanjang hari; sebab siang malam tangan-Mu menekan aku dengan berat, sumsumku menjadi kering, seperti oleh teriknya musim panas. Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku ltidaklah kusembunyikan; aku berkata: &amp;quot;Aku akan mengakui kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku, &amp;quot; dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku. Ketika Daud tidak jujur​​dengan Tuhan dan manusia, itu seperti penyakit yang sia-sia. Ketika dia menjadi bersih dengan Tuhan dan manusia, itu adalah kesehatan dan penyegaran bagi jiwanya. (Mazmur 32:3-5)&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Inilah yang Tuhan ingin kita miliki: kesehatan dan penyegaran bagi jiwa kita. Ini adalah rahmat yang luar biasa ketika Tuhan meletakkan tangan-Nya ke atas kita karena kita hidup secara tidak jujur. Dan semakin lama kita berjalan denganNya, semakin Dia menuntut kita untuk hidup jujur ​​di hadapanNya. Dia ingin kebenaran memerintah di setiap bagian dari kita karena Dia ingin kita menikmati kebebasan penuh - untuk semakin mengenalNya. Dan kita tidak pernah bisa benar-benar mengenal Tuhan sampai kita mau jujur​​dengan Dia dan untukNya.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Kejujuran hanyalah Awal&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Tuhan mencintai kejujuran. Tetapi kejujuran seringkali hanya awal dari kehidupan yang jujur. Karena jujur ​​tidak selalu berarti kita percaya apa yang benar. Itu hanya berarti kita berbicara dan hidup secara konsisten dengan apa yang kita yakini - betapapun konsisten atau tidak konsisten apa yang kita yakini dengan kenyataan.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Kejujuran berlaku untuk keyakinan seseorang yang sebenarnya. Tetapi keyakinan seseorang yang sebenarnya mungkin tidak benar. Adalah mungkin bagi kita untuk jujur ​​dan salah pada saat yang bersamaan.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Bahkan, kelegaan akhirnya menjadi jujur, bahkan jika apa yang kita jujur ​​salah, bisa merasakan pembebasan. Kita semua pernah mengalami atau menyaksikan ini. Ketika seseorang yang secara diam-diam berjuang dengan homoseksualitas akhirnya keluar dan memeluknya, sering kali terasa luar biasa dan membebaskan. Atau ketika seseorang yang mengaku beriman kepada Kristus diam-diam berhenti memercayai kenyataan kekristenan, bisa sangat melegakan untuk akhirnya mengakuinya dan berhenti berpura-pura. Atau ketika pasangan diam-diam telah melakukan perzinahan, bisa terasa membebaskan untuk membawanya ke tempat terbuka, bahkan jika mereka tidak bertobat. Apa yang dialami masing-masing orang ini adalah perasaan jujur ​​pada diri mereka sendiri, bahkan jika apa yang sebenarnya mereka yakini tidak benar dan benar.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Kita dibuat untuk hidup dengan integritas - di mana makhluk batin kita sejajar dengan makhluk luar kita. Itu membuat kejujuran sebagai awal dari pekerjaan nyata. Tuhan ingin kita jujur, bahkan ketika apa yang kita yakini tidak baik. Lebih baik jujur ​​daripada menipu. Tapi itu bukan kejujuran yang Tuhan cari - untuk dengan jujur ​​percaya sesuatu yang salah. Kejujuran semacam itu tidak akan membebaskan kita. Kebenaran adalah apa yang membebaskan kita. Kebenaran Tuhan. Tuhan yang adalah kebenaran.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Jujur kepada Tuhan&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Tuhan senang ketika kebenaran memerintah dalam keberadaan kita yang paling dalam (Mazmur 51: 6). Dan Yesus berkata, “Aku adalah jalan, dan kebenaran, dan hidup. Tidak ada yang datang kepada Bapa kecuali melalui saya ”(Yohanes 14: 6). Adalah Yesus - bukan jiwa, keinginan, tubuh, dan masa lalu kita yang berantakan dan rusak - yang menentukan siapa kita dan bagaimana kita harus hidup. Dia adalah kebenaran dan jalan. Kita tidak dapat benar-benar jujur ​​kepada diri kita sendiri sampai diri kita memperoleh identitas, tujuan, dan takdir mereka dari Bapa melalui Yesus.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Bersikap jujur ​​kepada Tuhan secara terbuka mengakui siapa kita sebenarnya dan tidak lagi hidup dari rasa takut terhadap manusia. Tetapi lebih dari itu. Bertobat dari kesombongan yang telah memicu cara hidup menipu kita, apa pun artinya. Dan itu diletakkan di hadapan Raja Yesus kita yang penuh belas kasihan semua kepercayaan kita yang lama, berdosa, dan cacat tentang apa artinya menjadi signifikan dan layak dan &amp;quot;cukup.&amp;quot; Dan itu merangkul kebenarannya, betapapun sulit dan menyakitkan pelukan itu mungkin terasa pada awalnya.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Apa yang Tuhan cari dalam penyerahan yang benar-benar jujur ​​ini adalah untuk memberi kita sukacita terbesar yang mungkin: dirinya sendiri. Dia ingin menyelaraskan makhluk batin kita dan makhluk luar kita dengan keberadaannya. Dan keselarasan ini hanya terjadi ketika kita mengesampingkan kesombongan bodoh kita dan merendahkan diri kita di bawah tangan-Nya yang perkasa (1 Petrus 5: 6), karena Dia tahu bagaimana dan kapan harus meninggikan kita dengan cara yang akan melambungkan pikiran kita dan meningkatkan sukacita kita - di dalam Dia .&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kathyyee</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Lima_Poin_Nasihat_bagi_Pria_Muda</id>
		<title>Lima Poin Nasihat bagi Pria Muda</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Lima_Poin_Nasihat_bagi_Pria_Muda"/>
				<updated>2020-06-12T03:21:22Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Kathyyee: ←Membuat halaman berisi '{{info|Five Pieces of Advice for Young Men}}&amp;lt;p&amp;gt;Pria muda, Anda memang membutuhkan bimbingan dari pria yang lebih tua. Tetapi pada saat yang sama, sebuah mitos tentang gen...'&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|Five Pieces of Advice for Young Men}}&amp;lt;p&amp;gt;Pria muda, Anda memang membutuhkan bimbingan dari pria yang lebih tua. Tetapi pada saat yang sama, sebuah mitos tentang generasi yang lebih tua memiliki segalanya juga harus dihapus. Kami tidak seperti itu. Kami belajar dan tumbuh dalam banyak cara yang sama dengan remaja putra.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Tuhan telah mengajar orang-orang yang lebih tua beberapa hal, meskipun - melalui kekuatan dan kelemahan kita, melalui keberhasilan dan kegagalan kita - yang mungkin Dia maksudkan untukmu. Ada nasihat yang dapat membuat Anda hidup di tengah-tengah pergolakan kehidupan (di dalam diri Anda dan di sekitar Anda) dan memperlengkapi Anda untuk menjadi lebih dewasa di dalam Kristus (Kolose 1:28).&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Berikut adalah lima poin yang telah membantu saya dengan baik, serta para remaja putra yang telah saya bimbing. Mereka adalah bagian pendamping dari lima hal yang dibutuhkan pria muda menurut Paul Maxwell dari pria yang lebih tua.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;1. Temukan identitas Anda di dalam Kristus.&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Ini mungkin terdengar klise, tetapi yang paling penting yang harus saya katakan kepada pria yang lebih muda adalah bahwa identitas Anda harus ditambatkan dalam Kristus (Roma 6:11; 2 Korintus 5:17). Kita semua mendefinisikan diri kita dengan berbagai cara, dan beberapa di antaranya sesuai sampai batas tertentu. Tetapi identitas kita harus, pertama dan yang terutama, didasarkan pada Kristus. Dalam persatuan kita dengan Dia, kita memiliki keamanan yang dalam dan nyata. Kita sangat dikenal dan sangat dikasihi (Efesus 1: 4-5).&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Anda mungkin “mengetahui” ini secara teologis, tetapi ada perbedaan antara “mengetahui” dan “mengetahui,” Anda tahu? Setiap hari - sering setiap saat - ketika Anda merasa putus asa karena cinta, pandanglah kepada Kristus. Ketika Anda menemukan diri Anda mencari peneguhan, lihatlah kepada Kristus. Ketika Anda merasa perlu merasa signifikan, pandanglah kepada Kristus. Ketika Anda diremehkan, atau diperlakukan tidak adil, pandanglah kepada Kristus (Filipi 1: 29-30).&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Tentu saja, Tuhan memberi kita orang-orang dalam kehidupan kita untuk membantu hal-hal ini (Filemon 1: 7), tetapi pada akhirnya mereka tidak dapat melakukannya. Hanya Kristus yang dapat membawa kepuasan sejati, identitas sejati, dan keamanan sejati (Filipi 4:11). Berhentilah mencari pembenaran dan persetujuan Anda, dan terima apa yang Yesus beli secara penuh untuk Anda di kayu salib.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;2. Memiliki rencana untuk jatuh tempo.&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Saya tidak perlu memberi tahu Anda untuk tumbuh dewasa. Anda sudah tahu kebutuhan Anda untuk menolak tuntutan budaya kita terhadap anak laki-laki untuk menjadi laki-laki. Seorang bocah lelaki yang berusia 21 tahun. Saat itu berusia 30 tahun. Sekarang berusia 40 tahun. Saya tahu Anda ingin menjadi dewasa. Keinginan saja tidak akan mendewasakan Anda. Anda butuh rencana. Semakin tua tidak menjamin bahwa Anda akan menjadi dewasa - ada beberapa hal yang lebih menyedihkan daripada anak laki-laki berusia 36 tahun, tetapi mereka ada di luar sana dalam jumlah besar.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Lihatlah ke sekeliling pria yang lebih tua dari Anda - mungkin sepuluh tahun atau lebih. Kamu ingin jadi seperti siapa? Karakteristik apa yang ingin Anda miliki pada saat usia mereka? Akan seperti apa jadinya mengikuti Kristus pada tahap kehidupan itu (1 Korintus 11: 1)? Bayangkan pria yang lebih dewasa yang Anda impikan dan ambil langkah spesifik untuk menjadi dia.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Matikan dosa-dosa masa mudamu (Roma 8:13). Sangat mudah untuk berpikir kita hanya akan tumbuh dari praktik, sikap, atau kepercayaan berdosa tertentu. Atas karunia Tuhan, terkadang itu terjadi. Tetapi lebih sering kita tumbuh ke dalam pola dan kebiasaan yang kita bangun di masa muda kita lebih dalam (Yakobus 1:15). Jadi, Anda harus proaktif dan mematikannya. Jangan hanya berasumsi mereka akan pergi suatu hari. Dengan kuasa Tuhan di dalam Anda dan di belakang Anda, “Kerjakan keselamatanmu” (Filipi 2: 12–13).&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;3. Investasikan pada teman-teman Anda.&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Saya tidak baik dalam hal ini, dan saya terus membayar harganya (Pengkhotbah 4:12). Anda membutuhkan dua atau tiga teman dekat pria yang bisa Anda ajak bicara tentang segalanya. Persahabatan antar pria dalam budaya kita sedang pada masa-masa sulit karena berbagai alasan, tetapi itu adalah salah satu hadiah paling berharga yang dapat diberikan Tuhan kepada seorang pria muda. Jika Anda tidak memiliki teman dekat, berdoalah untuk satu dan cari dia.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Bersikaplah lemah, jujurlah, dan ikut ambil bagian dalam kesulitannya (1 Yohanes 1: 9). Tetapi juga bersiaplah untuk potensi kekecewaan; tidak setiap pria mencari hal yang sama, dan banyak yang sudah memiliki persahabatan utama mereka.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Mencari kakak laki-laki juga penting. Kita semua membutuhkan perspektif pria yang lebih tua, seseorang yang bisa mendorong kita, yang pernah ke sana, dan siapa tahu bahwa kita akan melewatinya, apa pun itu.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Investasikan pada teman-teman Anda, tetapi jangan mengandalkan mereka untuk melakukan apa yang hanya dapat dilakukan oleh Kristus. Ini akan memberi terlalu banyak tekanan pada persahabatan Anda, dan pada akhirnya Anda akan kecewa dan mungkin kecewa. Persahabatan itu hebat (1 Samuel 18: 3), tetapi kita membutuhkan Kristus lebih dari teman mana pun.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;4. Berhentilah mencari wanita yang sempurna.&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Wanita yang sempurna tidak ada, jadi berhentilah mencarinya. Hollywood telah berbohong dan mengajari Anda secara salah (Amsal 7: 21–23). Jika Anda berharap untuk menikah, lebih baik habiskan energi Anda untuk mengembangkan kesalehan dan kedewasaan Anda sendiri. Menjadi suami yang lebih baik (1 Korintus 16:13), daripada mencari wanita yang lebih baik.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Istri masa depan Anda, yang cocok atau tidak, tidak akan pernah memberi Anda keutuhan yang hanya datang dari Kristus. Jika Anda mencari seorang istri untuk membuat Anda merasa lengkap, diketahui sepenuhnya, atau untuk memberi Anda keamanan, Anda akan memberi terlalu banyak tekanan pada pernikahan Anda dan Anda akan kecewa. Di sisi lain, jika Anda berdua tahu siapa Anda di dalam Kristus, Anda akan memiliki landasan yang tepat untuk pernikahan yang baik.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Jika Anda sudah menikah, Anda tahu sekarang bahwa Anda belum menikahi wanita yang sempurna. Jangan terus mencari wanita yang sempurna (Amsal 18:22; Amsal 19:14), seolah-olah Anda merindukannya. Kebohongan itu datang dari Hollywood juga. Pemikiran seperti itu gagal mempercayai kebaikan Tuhan yang berdaulat (Amsal 6: 27–29). Cintai istri yang telah Dia berikan kepadamu, dan jangan menjadi bodoh (Amsal 5:18)!&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;5. &amp;lt;strong&amp;gt;Kuat, tapi lembut.&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Maskulinitas sedang mengalami krisis identitas. Laki-laki tidak tahu apakah mereka seharusnya lelaki lembut, lelaki tangguh, atau semacamnya. Saya pikir kita membutuhkan orang-orang yang memiliki keberanian, terutama keberanian dalam keyakinan mereka (Mazmur 27:14; Matius 10:22). Keberanian sejati datang dari keamanan, dan itu hanya benar-benar ditemukan dalam kebenaran tentang Kristus (Yohanes 10:28). Lihat poin 1.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Kita harus kuat, tetapi kita juga harus lembut (2 Korintus 10: 9). Tuhan Bapa kita Maha Kuasa dan berkuasa (Mazmur 147: 5), tetapi Dia juga peduli pada janda dan anak yatim (Mazmur 146: 9). Dia tahu kasih sayang dan berhati lembut (Yesaya 40:11; Lukas 1:78). Keseimbangan ini sulit untuk diperbaiki, tetapi ini penting.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Kami tidak membutuhkan lebih banyak pria tangguh yang tidak peka terhadap kebutuhan dan perasaan orang lain. Tetapi kami juga tidak membutuhkan lebih banyak orang sensitif tanpa tulang punggung. Masalah empati, masalah kasih sayang, dan masalah kelembutan. Kita harus kuat, dapat diandalkan, dan berani. Tetapi kita juga perlu tahu cara mencintai, memberi, dan menghibur.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Stabilitas untuk Remaja Putra dalam Badai&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Saat Anda muda, sangat mudah untuk diliputi oleh detail setiap keadaan tepat di depan Anda - setiap peluang hilang, setiap putus, setiap kegagalan, setiap dosa. Seperti yang mungkin Anda perhatikan di atas, semakin tua usia Anda, semakin kesatuan kita dengan Kristus menjadi kenyataan yang bermakna dan meneguhkan.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Berpegang teguh pada Kristus, dan saat Anda dewasa sebagai seorang pria, Ia akan menjelaskan kepada Anda keindahan dan relevansi persatuan Anda denganNya. Dia berjanji: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau”(Ibrani 13: 5) - tidak sekarang, tidak dalam perjalanan pertumbuhanmu sebagai seorang pria, dan tidak ketika kamu lebih tua. “Ia yang memanggil kamu adalah setia,; Ia pasti akan [menguduskan dan mendewasakan kamu] ”(1 Tesalonika 5:24).&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kathyyee</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Sudah_Cukupkah_Berdoa%3F</id>
		<title>Sudah Cukupkah Berdoa?</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Sudah_Cukupkah_Berdoa%3F"/>
				<updated>2020-06-12T03:00:07Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Kathyyee: ←Membuat halaman berisi '{{info|Do You Pray Enough?}}&amp;lt;p&amp;gt;Rasa bersalah adalah sebuah motivator yang mengerikan untuk melakukan berbagai tindakan, kecuali pertobatan. Kita tidak dapat mempertahanka...'&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|Do You Pray Enough?}}&amp;lt;p&amp;gt;Rasa bersalah adalah sebuah motivator yang mengerikan untuk melakukan berbagai tindakan, kecuali pertobatan. Kita tidak dapat mempertahankan kebiasaan disiplin spiritual yang berkelanjutan, seperti doa, dari rasa bersalah. Bukan itu yang ingin dicapai oleh rasa bersalah, dan itulah sebabnya merasa tidak enak karena tidak cukup berdoa tidak akan pernah mengubah kita menjadi pria dan wanita yang “berdoa tanpa henti” (1 Tesalonika 5:17).&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Secara teknis, rasa bersalah adalah status hukum. Secara emosional, rasa bersalah adalah hati nurani yang terbebani, respon kita terhadap kesadaran akan kegagalan yang nyata atau yang dirasakan. Oleh karena itu, rasa bersalah adalah sesuatu perlu dihilangkan, bukan memanfaatkannya sebagai motivasi untuk berkembang dan bertahan dalam kebiasaan. Tujuannya adalah untuk mendorong kita menuju satu tindakan utama: pertobatan. Pertobatan adalah cara yang dirancang Tuhan untuk membebaskan kita dari beban rasa bersalah.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Di sisi lain, dorongan yang dirancang Tuhan bagi kita untuk “bekerja sepenuh hati” (Kolose 3:23) - untuk “bekerja keras dan berjuang” (1 Timotius 4:10), untuk mendisiplinkan tubuh kita (1 Korintus 9:27), untuk mati setiap hari (1 Korintus 15:31) dengan menyangkal diri kita sendiri, memikul salib kita, dan mengikuti Yesus (Lukas 9: 23–25), dan untuk “terus maju menuju tujuan” untuk memperoleh kebangkitan dari kematian “dengan cara apa pun yang mungkin dilakukan ”(Filipi 3: 11-14) - adalah hadiah, bukan rasa bersalah (Filipi 3: 8, 14; Kolose 3:24).&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Masalah dengan Hukum&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Inilah sebabnya mengapa Injil Yesus adalah kabar baik bagi kita! Melalui pertobatan yang digerakkan oleh iman, Yesus memberikan kita pengampunan untuk semua dosa kita (Lukas 24:47) dengan menanggung semuanya di atas kayu salib (2 Korintus 5:21). Dan ketika kita datang kepada Yesus dengan cara ini, Dia membebaskan kita orang-orang berdosa yang letih dan terbebani dari beban rasa bersalah kita dan memberi kita istirahat (Matius 11:28). Tetapi lebih dari itu, Dia memberi kita kemampuan untuk mengesampingkan dosa kita sehingga kita dapat menjalankan pertumbuhan iman, memandang kepadaNya, yang adalah Pemberi Hadiah besar yang ada di hadapan kita, bersama dengan semua janji Tuhan kepada kita selamanya (Ibrani 12: 1–2).&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Ketika Yesus ingin memotivasi kita untuk bebas dari rasa bersalah, Dia menawarkan kita istirahat dalam diriNya melalui pertobatan. Ketika Yesus ingin mendorong kita untuk mengikutiNya dengan cara pemuridan yang keras (Matius 7:14), Ia menawarkan kepada kita pahala harta di surga (Markus 10:21).&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Itulah sebabnya fungsi hukum- upaya kita untuk menghilangkan rasa bersalah dan mendapatkan penerimaan dengan Tuhan dengan berusaha lebih keras dengan kekuatan kita sendiri untuk memenuhi standarNya (atau orang lain) - tidak bekerja dalam kehidupan Kristen (atau kehidupan lainnya) . Kita tidak pernah dapat memenuhi standar perilaku eksternal dan motivasi hati yang mengurangi rasa bersalah kita. Yang terbaik yang bisa kita raih terkadang menangguhkan rasa bersalah sesaat.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Mengapa Kami Tidak Berdoa Lagi?&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Kita perlu mengingat hal ini ketika kita membaca nasihat radikal untuk berdoa dalam Perjanjian Baru, seperti,&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*“Tetaplah berdoa” (Roma 12:12)&lt;br /&gt;
*Berdoalah “setiap saat dalam Roh. . . dengan segala ketekunan ”(Efesus 6:18)&lt;br /&gt;
*Berdoalah tentang segala sesuatu (Filipi 4: 6)&lt;br /&gt;
*“Lanjutkan dengan tekun dalam doa” (Kolose 4: 2)&lt;br /&gt;
*“Berdoalah tanpa henti” (1 Tesalonika 5:17)&lt;br /&gt;
*&amp;quot;Selalu. . . berdoa dan [jangan] berkecil hati ”(Lukas 18: 1)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Saya menemukan ayat-ayat ini mendakwa. Saya tumbuh dalam kehidupan doa saya, tetapi saya bisa mengatakan itu tidak seperti kehidupan doa Paulus, apalagi seperti kehidupan Yesus. Pengamatan saya selama empat puluh tahun sebagai seorang Kristen memberi tahu saya kebanyakan orang Kristen, setidaknya di Barat, akan mengatakan hal yang serupa.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Mengapa kita tidak berdoa lebih banyak? Jawabannya sangat sederhana dan sangat meyakinkan: kami tidak berdoa lebih banyak karena kami tidak benar-benar percaya itu akan banyak gunanya. Pengalaman pribadi, budaya, dan agama kami telah membantu memperkuat keyakinan bahwa melakukan lebih cenderung menghasilkan lebih daripada berdoa lebih banyak. Jadi sebagai orang Kristen yang “percaya pada Alkitab”, kami secara resmi menegaskan apa yang Alkitab ajarkan kepada kami tentang doa, tetapi mengabaikannya dalam praktik, karena kami secara fungsional tidak percaya pengajaran Alkitab tentang doa.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Sekarang, ketidakpercayaan ini menghasilkan rasa bersalah - dan itu seharusnya. Ketidakpercayaan akan janji dan ketidaktaatan Tuhan pada perintahNya adalah dosa.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Rahasia untuk Lebih Banyak Berdoa&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Tetapi apa yang kita lakukan dengan rasa bersalah atas ketidakpercayaan kita?&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Terlalu sering kita merespons rasa bersalah kita dengan tekad untuk lebih banyak berdoa. Kami mencoba sebentar, dan menemukannya tidak berkelanjutan. Mengapa? Karena meskipun keyakinan kita benar (kita tidak cukup berdoa), kita memanfaatkan motivasi yang salah untuk memperbaiki perilaku kita. Berdoa lebih sebagai sarana untuk mengurangi rasa bersalah tidak akan membantu kita lebih banyak berdoa, karena itu bukanlah tujuan dari rasa bersalah. Rasa bersalah adalah beban untuk dilepaskan melalui pertobatan dari ketidakpercayaan dan menerima pengampunan dan pemulihan dari Yesus.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Jika kita benar-benar ingin berdoa seperti yang diajarkan Alkitab, kita harus memanfaatkan motivasi Alkitab: janji pahala dari Tuhan. Jika kita melihat konteks untuk setiap nasihat Alkitab untuk berdoa yang tercantum di atas, kita melihat insentif hadiah.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* “Bersikaplah konstan dalam doa” sehingga karunia dan kasih karunia rohani akan berlimpah di gereja (Roma 12: 6–13).&lt;br /&gt;
*Berdoalah “setiap saat dalam Roh. . . dengan segala ketekunan ”sehingga kita akan dilindungi dari serangan setan yang kuat, dan Injil akan diberitakan secara akurat dan berani (Efesus 6: 10-20).&lt;br /&gt;
*Berdoalah tentang segala sesuatu agar terbebas dari kecemasan yang meresahkan dan mengijinkan kedamaian Tuhan untuk menjaga hati dan pikiran kita (Filipi 4: 6–7).&lt;br /&gt;
*“Lanjutkan dengan sabar dalam doa” demi tetap waspada secara rohani dan melihat anugerah Tuhan yang berlipat ganda yang mendorong ucapan syukur (Kolose 4: 2).&lt;br /&gt;
*Berdoalah tanpa henti” agar ada persatuan dan kasih dan ketundukan serta kesabaran dan sukacita yang pantas di dalam gereja (1 Tesalonika 5: 12–18).&lt;br /&gt;
*&amp;quot;Selalu. . . berdoalah dan jangan berkecil hati ”agar kita menerima apa yang kita inginkan dan butuhkan dari Tuhan, yang hatinya ingin memberikan keadilan pilihan-Nya (Lukas 18: 1–8).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Contoh-contoh ini hanya menggores permukaan. Alkitab penuh dengan janji hadiah bagi mereka yang berdoa.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Bahan Bakar untuk Bersemangat&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Rahasia untuk mendorong pertumbuhan kita dalam doa, menumbuhkan doa sebagai &amp;quot;kebiasaan rahmat&amp;quot; yang lebih luas dalam hidup kita, adalah menghembuskan api iman kita dalam janji-janji Tuhan.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Untuk melakukan ini, kita harus berpaling dari ketidakcukupan yang menguras iman, kegagalan, dan pengalaman yang sangat bias, kepada anugerah yang berlimpah dan dijanjikan Tuhan yang berlimpah (2 Korintus 9: 8) serta pengalaman orang lain dalam Alkitab dan sejarah gereja yang telah mengalami doa yang lebih efektif daripada yang kita miliki. Semua ini membantu meningkatkan iman dan harapan kita.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Iman kepada Firman Tuhan memberanikan kita untuk membawa janji-janji ini ke tepi surga dan tidak berhenti bertanya sampai dicairkan: “Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukanNya” (Yohanes 14:14).&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Tuhan tidak menginginkan doa yang didorong karena rasa bersalah, ia menginginkan doa yang datang kepadaNya sebagai Pemberi Imbalan dan Imbalan mereka (Ibrani 11: 6, 26). Semakin kita mengalami Dia sebagai keduanya, semakin kita akan berdoa.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kathyyee</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Berjuang_Melawan_Roh_Keangkuhan</id>
		<title>Berjuang Melawan Roh Keangkuhan</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Berjuang_Melawan_Roh_Keangkuhan"/>
				<updated>2020-05-14T20:29:24Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Kathyyee: ←Membuat halaman berisi '{{info|Battling the Unbelief of a Haughty Spirit}}  &amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;blockquote&amp;gt;1 Korintus 4:7&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;  &amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Definisi Percaya dan Ketidakpercayaan&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;  &amp;lt;p&amp;gt;Mari...'&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|Battling the Unbelief of a Haughty Spirit}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;blockquote&amp;gt;1 Korintus 4:7&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Definisi Percaya dan Ketidakpercayaan&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Mari mulai dengan mendefinisikan kata percaya dan ketidakpercayaan. “Kata Yesus di Yohanes 6:35: “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.”&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Jadi tidak percaya kpd Yesus artinya menolak Yesus untuk mencari kepuasan dari lainnya. Percaya kepada Yesus artinya datang kepada Yesus untuk kepuasan kebutuhan dan kerinduan kita.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Percaya bukan hanya percaya di pikiran, tapi yang terutama adalah hasrat hati untuk terus melekat kepada Yesus dan menemukan kepuasan di dalam Dia. Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi!”&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Karena itu hidup kekal tidak di berikan kepada orang yang hanya berpikir bahwa Yesus adalah Anak Allah. Hidup kekal di berikan kepada orang yang minum dari Yesus Allah. “Air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal” (Yohanes 4:14). Dia adalah roti hidup bagi mereka yang makan daripadaNya – mereka yang mendapatkan makanan dan kepuasan daripadaNya. Itulah artinya percaya kepada Anaknya yang Tunggal Bapa kita dan di selamatkan.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Bentuk Ketidakpercayaan yang Paling Dalam&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Salah satu bentuk ketidakpercayaan yang perlu kita bahas adalah keangkuhan atau kesombongan. Ada kaitan erat antara keangkuhan dan ketidakpercayaan. Begini penjelasannya. Tidak percaya adalah menolak Yesus untuk mencari kepuasan di hal lain. KESOMBONGAN adalah menolak Tuhan untuk mencari kepuasan di dalam diri.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Ketamakan adalah menolak Tuhan untuk mencari kepuasan dari benda materi. Ketidaksabaran menolak Tuhan untuk mencari kepuasaan dari melakukan sesuatu berdasarkan waktumu sendiri. Hawa nafsu adalah menolak Tuhan untuk mencari kepuasan dari seks. Kepahitan adalah menolak Tuhan untuk mencari kepuasan dari balas dendam.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Tapi dari semua bentuk ketidakpercayaan ini, keangkuhan adalah bentuk ketidakpercayaan yang paling dalam. Latar belakang dari semua kecenderungan dosa ini adalah kehendak diri dan meninggikan diri. Jadi dalam situasi advent ini sangat cocok membicarakan datangnya Anak Allah dalam rupa manusia. KedatanganNya adalah contoh kerendahan hati dan penyangkalan diri.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Ketika saya bilang keangkuhan adalah bentuk ketidakpercayaan, artinya adalah perjuangan melawan keangkuhan adalah perjuangan melawan ketidakpercayaan. Secara positif bisa di katakan berjuang untuk kerendahan hati merupakan perjuangan untuk beriman.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Beberapa Ayat Alkitab Tentang Keangkuhan&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Saya mau mulai dengan 1 Korintus 4:7 kemudian lanjut dengan ayat lainnya tentang keangkuhan. Semua ayat ini memperlihatkan keangkuhan kontras dengan hal lain. Hal yang berlawanan dengan keangkuhan. Dan saya mau tunjukkan yang berlawanan dengan keangkuhan adalah iman. Dengan kata lain saya mau kalian melihat dari alkitab bahwa keangkuhan adalah suatu bentuk dari ketidakpercayaan, lawan dari iman. Jadi melawan keangkuhan adalah dengan percaya kepada Tuhan atas segala yang sudah Dia berikan kepadamu melalui Kristus Yesus.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Doaku supaya pada setiap penjelasan, gairahmu kepada Tuhan terus menerus bertambah.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;1. 1 Korintus 4:7&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;blockquote&amp;gt;“Sebab siapakah yang menganggap engkau begitu penting? (Lebih bagus di katakan: siapakah yang membuat kamu berbeda dari lainnya? Atau: siapakah yang menjadikan kamu istimewa?). Dan apakah yang engkau punyai, yang tidak engkau terima? Dan jika engkau memang menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya?”&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Apakah lawan dari membanggakan diri di ayat ini? Lawannya adalah mengenal kebenaran bahwa kemampuan kita adalah anugrah dari Tuhan. Jemaat korintus terjebak dalam perselisihan golongan manakah yang lebih hebat (1 Kor 1:12). Rasul Paulus katakan kamu tidak akan membanggakan diri jika kamu benar- benar mendalami kebenaran ini bahwa kemampuanmu adalah pemberian dari Tuhan dan tidak ada dasar bagimu untuk membanggakan diri.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Jadi langkah pertama mengalahkan keangkuhan adalah memahami, mendalami dan menikmati kebenaran ini: Tuhanlah yang beri kita kuasa; jadi barangsiapa bermegah, hendaklah bermegah di dalam Tuhan, bukan memegahkan manusia.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;2. Yakobus 4:6-8&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;blockquote&amp;gt;“Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.” Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu! Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu.&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Lawan dari kesombongan di sini adalah tunduk kepada Allah dan mendekat kpdNya. Keangkuhan ingin kebebasan, mau mengatur diri sendiri, mau otonomi. Karena itu tidak dapat di hindari pasti akan konflik dengan Tuhan. Itulah sebabnya orang yang tidak mencintai pengajaran Tuhan akan sebisa mungkin menjauh dari Tuhan.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Jika di gereja mereka dengar Tuhan menegur gaya hidupnya, mereka tidak akan kembali ke gereja lagi karena mereka mau merekalah yang menentukan hidupnya dan merekalah yang memegang kendali atas hidupnya.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Namun Yakobus katakan orang seperti itu berhentilah lari menjauh dari Tuhan dan mulailah mendekat kepada Allah. Mereka harus berhenti memberontak dan harus tunduk. Karena Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati (ayat 6).&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Jadi cara mengalahkan kesombongan adalah dengan berhenti menikmati hati yang jauh dari Tuhan dan tidak mau di atur Tuhan . Mulai menikmati tunduk kepada Tuhan yang punya hak mengatur yang terbaik bagimu dan menikmati persekutuan yang intim yang Dia tawarkan bagi siapa yang berpaling kepadaNya dengan iman (Ibrani 10:22 ; 11:6).&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;3. Yakobus 4:13-16&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;blockquote&amp;gt;“Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: “Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”, sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata: “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.” Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah.”&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Memegahkan diri di ayat ini adalah dengan tidak percaya bahwa Tuhan berdaulat atas keseharian kita. Ada orang yang berkata,” Saya akan berkendara ke Duluth untuk merayakan natal.” Yakobus katakan,”Jangan terlalu yakin.” Sebenarnya kamu harus berkata (ayat 5), “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan pergi ke Duluth merayakan natal.”&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Apakah kamu percaya Tuhan berdaulat atas perjalananmu dari gereja ke rumah hari ini? Apakah kamu percaya Dia berdaulat atas bisnismu, perjalananmu dan kesehatanmu? “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.”(ayat 15).&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Yakobus katakan ketidakpercayaan akan kedaulatan Allah yang mengatur hidup dan matimu menimbulkan hidup yang penuh kesombongan. Cara mengatasi kesombongan adalah dengan tunduk kepada kedaulatan Allah atas segala aspek hidupmu dan tinggal tenang di dalam kuat kuasaNya yang bekerja untuk mereka yang mengasihiNya.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;4. 1 Petrus 5:5-7&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;blockquote&amp;gt;“Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.” Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.”&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Disini Petrus katakan kita semua harus rendahkan diri seorang terhadap yang lain. Kemudian Petrus juga katakan yang harus kita lakukan di dalam kerendahan hati itu adalah dengan menyerahkan segala kekuatiran kepada Tuhan.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Mengapa menyerahkan segala kekuatiran adalah lawan dari keangkuhan? Karena orang yang sombong tidak mau mengakui mereka punya kekuatiran, juga tidak mau mengakui bahwa dia butuh bantuan orang lain untuk mengatasi kesulitannya.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Tibalah kita pada inti dari iman. Iman mengakui kebutuhan akan pertolongan. Keangkuhan tidak mau mengakui butuh bantuan. Iman bersandar kepada pertolongan dari Tuhan. Kesombongan tidak akan mau berharap pertolongan dari Tuhan. Iman menyerahkan kekuatiran kepada Tuhan. Kesombongan tidak.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Jadi satu- satunya cara mengatasi keangkuhan adalah dengan mengakui bahwa kamu punya kekuatiran. Dan kamu menghargai hak istimewa yang telah Tuhan berikan kepada kita yaitu undanganNya untuk menyerahkan kekuatiran kepadaNya.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Cara praktis untuk memelihara kerendahan hati dan iman di dalam keluarga dan gereja adalah dengan mengutarakan kebutuhan pribadimu kepada Tuhan ketika berdoa.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Ada yang berkata untuk doa kebutuhan pribadi, saya doa didalam hati saja. Saya bersyukur kepada Tuhan jika kau lakukan itu. Namun saya mohon demi kasih dan kebenaran, doamu di dalam hati tidak mencerminkan esensi dari iman. Jika di dalam suatu persekutuan kamu tidak mendengar para jemaat berdoa dengan hancur hati memohon kebutuhan pribadi dalam keputusasaan, itu adalah persekutuan yang dangkal, tidak ada kerendahan hati, keangkuhan mengintai di balik pintu, jemaatnya menjadi orang yang membohongi diri sendiri dan menjadi persekutuan yang tidak sehat.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Oo sungguh pelayanan yang indah bagi rohku saat saya dapat berdoa dengan orang- orang kudus yang dengan suara yang dapat di dengar semua orang mengutarakan kebutuhan mereka kepada Tuhan dan kerinduan mereka akan pertolongan dari Tuhan dalam hidup mereka.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Berapa banyak dari kalian yang percaya bahwa mendoakan orang dengan suara adalah tindakan kasih sedangkan doa bersuara bagi kebutuhan sendiri adalah egois. Saya percaya malah sebaliknya. Keangkuhanlah yang menghalangi kita doa bersuara mengekspresikan hati kita yang hancur. Karena itu saya mohon biarlah kerinduanmu akan pertolongan dan kepenuhan dari Tuhan di dengar oleh yang lainnya saat kita doa bersama!&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;5. Yeremia 13:15-16&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;blockquote&amp;gt;“Dengarlah, pasanglah telingamu, janganlah kamu tinggi hati, sebab Tuhan telah berfirman. Permuliakanlah Tuhan, Allahmu, sebelum Ia membuat hari menjadi gelap.&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;“Janganlah kamu tinggi hati, permuliakanlah Tuhan Allahmu”. Lawan dari tinggi hati adalah muliakan Tuhan.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Apa artinya? Kamu muliakan Tuhan bukan dengan cara beri Dia kemuliaan. Kamu muliakan Dia dengan lakukan hal- hal yang menunjukkan kemuliaanNya. Lakukan hal apa? Kita lihat Roma 4:20, “Abraham di perkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah. Iman yang teguh memuliakan Tuhan karena iman menunjukkan bahwa Tuhan berkuasa melaksanakan apa yang sudah Dia janjikan.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Iman suka memamerkan kemuliaan anugrah Tuhan dan kemuliaan kuat kuasa Tuhan dan kemuliaan bijaksana Tuhan. Iman adalah mencari cara supaya Tuhan dapat memamerkan kemuliaanNya melalui tindakan kita dan sukacita kita penuh karenanya. Arti sederhananya adalah iman suka melihat Tuhan menjadi Tuhan.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Dan itu adalah lawan dari kesombongan. Keangkuhan suka memuliakan diri sendiri. Yesus katakan di Yohanes 5:44, “Bagaimanakah kamu dapat percaya, kamu yang menerima hormat seorang dari yang lain?” Kamu tidak dapat datang kepada Yesus dan mengalami kepuasan jika kamu masih berusaha mendapatkan kepuasan dari pujian manusia.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;6. Yeremia 9:23-24&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;blockquote&amp;gt;“Beginilah firman Tuhan: “Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah Tuhan yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman Tuhan.”&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Sungguh peperangan yang berat. Musuh kesombongan menyerang kita dari segala arah.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Kita suka di puji karena kepandaian kita – nilai bagus di sekolah, memecahkan suatu masalah, pandai berkata-kata, menang dari permainan scrabble&lt;br /&gt;
*Kita suka di puji karena kekuatan badan kita – punya stamina kuat, badan berotot dan langsing, dapat berlari cepat dan mengangkat beban berat&lt;br /&gt;
*Kita suka di puji karena apa yang kita miliki – kita tinggal di lingkungan perumahan tertentu, punya mobil merk tertentu, punya stereo merk A, atau punya aset investasi beberapa saham.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Namun Yeremia katakan kalahkan musuh kesombongan dengan memegahkan Tuhan. Bermegahlah bahwa kamu memahami dan mengenal Tuhan. Saat ingin bermegah di dalam kepandaianmu, bermegahlah di dalam bijaksana Tuhan. Saat ingin bermegah di dalam kekuatan dan keindahan fisikmu, bermegahlah di dalam kuat kuasa dan keindahan kasih Tuhan. Saat ingin memegahkan kekayaanmu, bermegahlah atas anugrah Tuhan.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Cara Melawan Keangkuhan&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Apa jawaban biblikal mengenai cara melawan kesombongan?&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Pada tanggal 6 Desember saya menulis di buku jurnalku. Isinya adalah pengakuan akan kebutuhanku dan jawaban terhadap pertanyaan di atas.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Apakah efektif mengekang kesukaanku untuk memegahkan diri dan mulai fokus Memegahkan Tuhan? Memang penting menyangkal diri dan menyalibkan daging tapi ooo betapa mudahnya kita bermegah bahkan atas penyangkalan diri kita! Bagaimana dapat mematahkan hatiku yang begitu menikmati di tinggikan oleh orang lain. Dengan mengarahkan hatimu kepada kesukaan untuk senantiasa meninggikan Tuhan.&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Hedonisme kristen adalah jawabannya. Hedonisme kristen lebih dalam dari mati terhadap diri. Kamu harus lebih masuk lagi ke dalam kematian dagingmu dan mencari arus air kehidupan yang membebaskan itu yang mempesonamu dengan kenikmatan kemuliaan Tuhan. Jawabannya hanya ada di dalam kekaguman yang tidak dapat di gambarkan dengan kata-kata, kekaguman yang sungguh memuaskan.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kathyyee</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Kesenangan_Allah_dengan_Ketaatan</id>
		<title>Kesenangan Allah dengan Ketaatan</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Kesenangan_Allah_dengan_Ketaatan"/>
				<updated>2020-04-27T17:33:44Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Kathyyee: ←Membuat halaman berisi '{{info|The Pleasure of God in Obedience}}'''1 Samuel 15:22-23'''  &amp;lt;blockquote&amp;gt;Apakah TUHAN senang dengan persembahan-persembahan bakaran dan kurban-kurban&amp;lt;br&amp;gt; persembahan...'&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|The Pleasure of God in Obedience}}'''1 Samuel 15:22-23'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Apakah TUHAN senang dengan persembahan-persembahan bakaran dan kurban-kurban&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
persembahan, sama seperti menaati suara TUHAN ? &amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Ketahuilah, menaati lebih baik daripada mempersembahkan kurban!&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Mendengarkan lebih baik daripada lemak domba-domba jantan.&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Sebab, dosa bertenung sama seperti pemberontakan, &amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
dan menyembah berhala dan terafim sama seperti kedegilan. &amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Karena kamu menolak firman TUHAN, &amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
maka Dia menolak kamu sebagai raja.&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama dua minggu terakhir kita telah menggarisbawahi suatu kabar baik bahwa Allah adalah mata air pegunungan dan bukan palungan air. Kabar baiknya adalah kepenuhan mata air Allah yang berbual-bual diperluas dan kerinduan KITA dipuaskan melalui tindakan sederhana haus dan minum. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Kabar Terbaik bagi Seluruh Dunia'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kita berbalik dari semua pesta pora dunia dan bersimpuh di sebelah mata air pegunungan yang mengalirkan air kehidupan Allah, kita menghormatinya dan mempermuliakannnya dan meninggikannya sebagai satu-satunya sumber sukacita yang tidak berkesudahan. Kita memuaskan diri kita melalui tindakan meninggikannya karena inilah air untuk hidup.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inilah kabar terbaik bagi seluruh dunia – bahwa Allah adalah Allah yang semangatnya mempermuliakan namanya hingga pengungkapan sepenuhnya dalam wujud tindakan yang menjawab kerinduan hatiku. Ini artinya bahwa kapanpun aku sangat haus dan sangat berputus asa dan sangat membutuhkan pertolongan, aku bisa menggerakkan jiwaku tidak hanya dengan kebenaran yang disana terdapat dorongan belas kasihan di dalam hati Allah tetapi juga dengan kebenaran yang sumber dan kuasa dari dorongan itu adalah semangat Allah untuk bertindak untuk namanya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bisa berdoa dengan para pemazmur, “Oleh karena nama-Mu, ya TUHAN, ampunilah kesalahanku, sebab besar kesalahan itu” (25:11). “Tolonglah kami, ya Allah keselamatan kami demi kemuliaan Nama-Mu; dan bebaskanlah kami” (79:9). “Demi nama-Mu, Engkau memimpin dan membimbingku.” (31:3).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepatnya kita telah melihat hal itu karena Allah mengasihi kemuliaan namanya, dia juga bersuka dengan mereka yang berharap atas kasihnya dan didalam mereka yang mengungkapkan pengharapan mereka didalam doa. Dua minggu yang lalu kita sepakat bahwa ketika kamu menempatkan pengharapanmu didalam Tuhan, kamu sekaligus memuliakan Allah sebagai mata air suka cita yang dalam dan tidak berkesudahan. Dan hari ini kita mengambil satu langkah maju dan berkata bahwa ketaatan kepada Allah membuat pengharapan kemuliaan Allah menjadi tampak dan menjadi bukti bahwa hal itu nyata didalam kehidupan kita. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Allah Senang dengan Ketaatan'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pembacaan kita adalah 1 Samuel 15:22, “Apakah TUHAN senang dengan persembahan-persembahan bakaran dan kurban-kurban persembahan, sama seperti menaati suara TUHAN ?” Jawabannya sudah jelas TIDAK. Tuhan jauh lebih senang dengan ketaatan daripada melakukan upacara penyembahan tanpa ketaatan.   &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada dua pertanyaan yang aku coba jawab denganmu pagi hari ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
#Mengapa Tuhan senang dengan ketaatan?&lt;br /&gt;
#Dan apakah ini kabar baik? Apakah ini sebuah kabar baik untuk mendengar apa yang menyenangkan Tuhan adalah ketaatan, ataukah ini hanya menjadi beban yang mengecilkan hati?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Latar Belakang 1 Samuel 15:22'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum kita focus pada dua pertanyaan ini, pastikan kita sudah tahu latar belakang ayat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Kekalahan dan Hukuman Terhadap Amalek'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika bangsa Israel keluar dari Mesir dan berjalan melalui padang gurun, orang-orang Amalek menyerang mereka. Kita membaca tentang ini dalam Keluaran 17:8-16. Allah memberikan kemenangan kepada bangsa Israel, tetapi rupanya kejahatan tidak pernah meninggalkan bangsa ini. Dalam Ulangan 25:17-19 Allah berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Ingatlah apa yang dilakukan orang Amalek kepadamu pada waktu perjalananmu keluar dari Mesir; bahwa engkau didatangi mereka di jalan dan semua orang lemah pada barisan belakangmu dihantam mereka, sedang engkau lelah dan lesu. Mereka tidak takut akan Allah. Maka apabila TUHAN, Allahmu, sudah mengaruniakan keamanan kepadamu dari pada segala musuhmu di sekeliling, di negeri yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk dimiliki sebagai milik pusaka, maka haruslah engkau menghapuskan ingatan kepada Amalek dari kolong langit. Janganlah lupa.&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Peran Saul dalam Mengeksekusi Hukuman'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya kejahatan bangsa Amalek berakhir sudah dan Tuhan memerintahkan Saul, raja pertama bangsa Israel, untuk mengeksekusi hukuman atas bangsa Amalek. Perintah itu diberikan dalam 1 Samuel 15:2-3,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Beginilah firman TUHAN semesta alam: “Aku akan membalas apa yang dilakukan orang Amalek kepada orang Israel, karena orang Amalek menghalang-halangi mereka, ketika orang Israel pergi dari Mesir. Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai.&amp;quot;&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi Saul mengumpulkan laskarnya dan menyerang kota-kota Amalek. Dia memperingatkan orang-orang Keni untuk menjauh jika mereka ingin tetap hidup (ayat 6). Dan lalu Saul menghancurkan bangsa Amalek mulai dari Havilah hingga sejauh Shur, di timur Mesir. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Ketidaktaatan Saul yang Fatal'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam ayat 9 digambarkan ketidaktaatan Saul yang fatal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Tetapi Saul dan rakyatnya mengampuni Agag, dan mengambil kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dan tambun, pula anak domba dan segala yang berharga: tidak mau mereka menumpas semuanya itu. Tetapi segala hewan yang tidak berharga dan yang buruk, itulah yang ditumpas mereka.&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuhan melihat ketidaktaatan ini dan dia menyesal telah menjadikan Saul raja (ayat 11). Hanya sepatah kata diucapkan tentang “penyesalan” ilahi ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Sepatah Kata Tentang “Penyesalan” Ilahi'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikatakan dalam ayat 29 dari pasal ini bahwa “Lagi Sang Mulia dari Israel tidak berdusta dan Ia tidak tahu menyesal; sebab Ia bukan manusia yang harus menyesal.&amp;quot; Aku mengartikannya bahwa penyesalan Allah tidak sama dengan penyesalan manusia. Nyatanya, keduanya sangat berbeda bahkan salah satunya tidak menyesal sama sekali, seperti dikatakan dalam ayat 29. Tidak didasarkan pada kebodohan atau kebohongan. Allah yang menyesal diartikan berbaliknya hati Allah ke arah yang baru, tetapi bukan ke arah yang tidak pasti. Allah tidak menyesal karena oleh karena dikejutkan oleh beberapa perubahan peristiwa. Jika demikian dia sama seperti manusia. Tetapi Sang Mulia Israel bukanlah seorang manusia yang harus menyesal. Ketika Alkitab berkata bahwa Allah menyesal, artinya dia mengekspresikan sikap yang berbeda mengenai sesuatu daripada ekspresi yang dia perlihatkan sebelumnya, itu bukan karena perubahan peristiwa-peristiwa yang menjadi tidak diharapkan, tetapi karena perubahan peristiwa membuat perubahan sikap lebih pas untuk diungkapkan sekarang daripada mengekspresikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Konfrontasi Samuel dengan Saul'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Samuel marah dengan perubahan sikap Allah terhadap Saul dan Samuel berseru kepada Allah sepanjang malam (ayat 11, pasal 12:23). Hasil dari doa semalamannya adalah keputusan bulat untuk melakukan apa yang Allah katakan. Dia bangun pagi sekali dan menemukan (ayat 12) bahwa Saul telah pergi ke Karmel, mendirikan baginya suatu tanda peringatan; kemudian ia balik dan mengambil jurusan ke Gilgal dimana dia dijadikan raja untuk pertama kalinya (Pasal 11:15). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi Samuel pergi menemui Saul, dan (ayat 13) Saul berkata, &amp;quot;Diberkatilah kiranya engkau oleh TUHAN; aku telah melaksanakan firman TUHAN.&amp;quot; Samuel bertanya (ayat 14) lalu mengapa ada embikan kawanan kambing domba yang artinya apakah Saul benar-benar sudah memusnakan semua seperti yang Allah perintahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu (ayat 15) Saul mempersalahkan rakyat yang bersamanya: “Binatang-binatang itu rampasan dari orang Amalek. Domba dan sapi yang paling baik telah diambil rakyat.” Tetapi apapun itu alasan Saul, dia telah melanggar perintah Tuhan dan pada akhirnya dia mengakuinya dalam ayat 24: “Aku berdosa karena telah melanggar perintah TUHAN dan perkataanmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang pertanyaan kita yang pertama adalah: Mengapa Allah sangat tidak senang dengan ketidaktaatan? Atau secara positif, mengapa Allah sangat senang dengan ketaatan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Mengapa Allah Membenci Ketidaktaatan?''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melihat paling tidak ada lima alasan dalam kisah ini mengapa Tuhan membenci ketidaktaatan dan senang dengan ketaatan. Aku akan menyebutkannya satu persatu dari yang paling ringan hingga yang paling serius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''1. Ketidaktaatan Memperlihatkan Ketakutan yang Tidak Pada Tempatnya'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perhatikan ayat 24: “Saul berkata kepada Samuel, ‘Aku berdosa karena telah melanggar perintah TUHAN dan perkataanmu.”’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa Saul memilih menuruti permintaan rakyat daripada Allah? Karena Saul lebih takut kepada rakyat daripada kepada Allah. Dia lebih takut dengan buntut dari ketaatan manusia daripada takut dengan akibat dari pelanggaran dosa ilahi. Dia takut tidak menyenangkan rakyatnya lebih dari menyenangkan Allah. Samuel mengatakan dua kali kepada Saulus dan rakyat dalam pasal 12:14 dan ayat 24, “Takutlah akan Tuhan dan layanilah dia dengan sepenuh hatimu.” Tetapi sekarang sang pemimpin sendiri lebih takut kepada manusia dan berbalik dari mengikuti Tuhan (1 Samuel 15:11).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''2. Ketidaktaatan Memperlihatkan Kenikmatan yang Tidak Pada Tempatnya.'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saul berusaha untuk membujuk Samuel bahwa perbuatannya adalah suatu niatan mulia yang justru membuatnya tidak menaati Allah dan menyelamatkan domba dan sapi terbaik (ayat 21). Saul mengatakan bahwa mereka ingin mempersembahkan hewan-hewan ini kepada Tuhan di Gilgal. Tetapi Tuhan telah memberikan Samuel hikmat hingga mengetahui motivasi sesungguhnya Saul dan rakyat yang mengikutinya. Kita bisa melihatnya dalam kata-katanya diayat 19:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Mengapa engkau tidak mematuhi firman TUHAN, tetapi malah menyambar jarahan itu dan melakukan kejahatan di mata TUHAN?&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka menyambar jarahan seperti burung kelaparan yang ingin sekali mengenyangkan perut mereka. Kata “menyambar,” kembali dipakai dalam pasal 14:32 untuk mengambarkan bagaimana rakyat menyambar jarahan ketika bangsa Filistin dikalahkan. Dikatakan, “Rakyat pun menyambar jarahannya, mengambil kambing domba, sapi, dan anak sapi, disembelih di tanah, dan dimakan oleh orang-orang itu dengan darahnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Samuel berkata dalam pasal 15:19, Mengapa engkau tidak mematuhi firman TUHAN, tetapi malah menyambar jarahan itu dan melakukan kejahatan di mata TUHAN?” dia menyiratkan bahwa rakyat digerakkan oleh hawa nafsu yang berlebihan untuk menikmati semua daging itu. (Ingat, mereka yang melakukan persembahan yang boleh makan dari daging itu.) Kenikmatan mereka tidak pada tempatnya. Seharusnya mereka menikmatinya didalam Tuhan. Tetapi mereka lebih senang menikmati daging sapi dan domba daripada persekutuan bersama Tuhan, sudah tentu ini penghinaan terhadap Allah, dan oleh karena itu sangat memuakkan dalam pemandangannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''3. Ketidaktaatan Memperlihatkan Puji-pujian yang Tidak Pada Tempatnya'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Saul mengalahkan bangsa Amalek, hal pertama yang dia lakukan adalah mendirikan tugu peringatan untuk dirinya sendiri. Ayat 12: “Diberitahukan kepada Samuel, demikian: &amp;quot;Saul telah ke Karmel tadi dan telah didirikannya baginya suatu tanda peringatan.” Sudah jelas Saul lebih tertarik meninggikan namanya sendiri daripada meninggikan nama Allah dengan sungguh-sungguh menaati firmannya. Dia telah salah menempatkan puji-pujian yang seharusnya untuk Allah kepada dirinya sendiri.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan dosa ini menjadi makin menjadi-jadi dalam ayat 17 – 18:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Dan berkatalah Samuel, &amp;quot;Bukankah engkau, meskipun engkau kecil menurut pandanganmu sendiri, engkau menjadi pemimpin atas suku-suku bangsa Israel? Dan TUHAN telah mengurapi engkau sebagai raja atas Israel. TUHAN telah menyuruh engkau pergi, dengan pesan: Pergilah, tumpaslah orang-orang berdosa itu, yakni orang Amalek, berperanglah melawan mereka sampai engkau membinasakan mereka. Lalu mengapa kamu tidak menaati suara Tuhan?”&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kembali ke pasal 9:21 Saul sepertinya tercengang bahwa Allah memilihnya untuk menjadi raja atas Israel sementara dia hanya berasal dari suku yang terkecil, suku Benyamin, dan dari keluarga terkecil dari sukunya. Dan sudah seharusnya dia tercengang! Jika dia menginginkan kehormatan, dia seharusnya takjub dan sudah puas dengan kehormatan yang Allah berikan. Ini adalah maksud Samuel dalam ayat 17 – mengapa kamu terdorong hawa nafsu demi kemuliaan manusia semata sementara Allah telah memberikanmu hak istimewa sebagai kepala atas bani Israel dan raja yang diurapi dari umat Allah? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Saulus tidak puas dengan kemuliaan dari Allah dan kehormatan menjadi raja pilihannya. Dia menginginkan kemuliaan dan pujiannya sendiri. Dan ketaatan jalan penundukkan diri tidak memberikan pujian dan kemuliaan semacam itu. Jadi dia melakukan sesuatu dengan caranya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''4. Ketidaktaatan adalah Dosa Bertenung'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang kita berada pada alasan utama. Inilah alasan yang diberikan Samuel mengapa ketidaktaatan menjijikkan bagi Allah dalam ayat 23.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;(22b) Ketahuilah, menaati lebih baik daripada mempersembahkan kurban, mendengarkan lebih baik daripada lemak domba-domba jantan. (23) Sebab, dosa bertenung sama seperti pemberontakan. &amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah telah menempatkan bertenung dalam kategori sama dengan hal-hal mengerikan yang dia benci dalam Ulangan 18:10.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Di antaramu janganlah didapati seorangpun yang mempersembahkan anaknya laki-laki atau anaknya perempuan sebagai korban dalam api , ataupun seorang yang menjadi petenung, seorang peramal, seorang penelaah, seorang penyihir. Siapapun yang melakukan hal-hal ini adalah kekejian bagi Tuhan. &amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa pemberontakan dan ketidaktaatan sama dengan dosa bertenung? Bertenung adalah usaha untuk mengetahui apa yang harus dilakukan kemudian tanpa mengindahkan firman dan tuntunan Allah. Dan itulah tepatnya dasar ketidaktaatan. Allah berkata sesuatu, dan kita berkata, aku rasa akan menanyakannya dari sumber hikmat yang lain – yaitu, apa? DIRIKU SENDIRI!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketidaktaatan pada tuntunan Allah yaitu menempatkan hikmatku sendiri diatas hikmat Allah dan oleh karena itu menghina Allah sebagai satu-satunya sumber hikmat terpercaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''5. Ketidaktaatan adalah Penyembahan Berhala'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inilah yang Samuel katakan di setengah bagian akhir ayat 23:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Sebab, dosa bertenung sama seperti pemberontakan, &amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
dan menyembah berhala dan terafim sama seperti kedegilan. &amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Allah berkata satu hal dan kita bertanya kepada penyihir kecil yaitu hikmat kita sendiri lalu dengan keras kepala memilih jalan kita sendiri, maka kita adalah para penyembah berhala. Tidak hanya memilih untuk bertanya kepada diri kita sendiri sebagai alternatifnya Allah, dan maka kita sudah bersalah melakukan penenungan, tetapi kita melampaui itu dan benar-benar meninggikan jalan pikiran kita sendiri di atas jalan pikiran Tuhan dan karenanya kita bersalah menyembahan berhala. Dan yang terburuk, berhala itu adalah diri kita sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi masuk akal bahwa Allah tidak akan senang dengan ketidaktaatan karena pada setiap hal itu merupakan serangan terhadap kemuliaan-nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Ketidaktaatan membuat seseorang menempatkan ketakutan pada manusia diatas ketakutan pada Allah.&lt;br /&gt;
*Ketidaktaatan membuat seseorang meninggikan kenikmatan dunia diatas kenikmatan bersama Allah. &lt;br /&gt;
*Ketidaktaatan membuat seseorang mencari nama untuk diri sendiri daripada nama Allah.&lt;br /&gt;
*Ketidaktaatan membuat seseorang bertanya pada hikmat diri sendiri daripada berlapang dada menerima kehendak Allah.&lt;br /&gt;
*Dan ketidaktaatan memberikan nilai lebih pada memerintah diri sendiri daripada Allah yang memerintah dan karenanya mencoba menurunkan Allah dengan cara bersekutu dengan berhala kehendak manusia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi ketaatan, sebaliknya, dalam segala hal ini menaikkan dan menghormati Allah. Dan oleh karena itu Allah senang dengan ketaatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang kita menuju pada pertanyaan kedua yang kita kemukakan di awal: Apakah ini kabar baik? Apakah ini kabar baik mengetahui bahwa Allah senang dengan ketaatan, ataukah ini hanya menjadi beban yang lain?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Apakah Kabar Baik bahwa Allah Senang dengan Ketaatan?'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku rasa ini adalah kabar baik. Dan paling tidak ada enam alasan mengapa aku melakukannya. Kita hanya punya waktu singkat untuk menyebut mereka satu persatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''1. Ketaatan Berarti Allah Layak Dipuja dan Terpercaya'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesenangan Allah dengan ketaatan adalah kabar baik karena itu artinya dia layak dipuja dan terpercaya. Jika dia tidak senang dengan ketaatan, pastinya dia hidup dalam kontradiksi: mencintai kemuliaannya diatas segala hal dan tidak suka dengan tindakan-tindakan yang membuat kemuliaannya dikenal luas. Dia akan menjadi bermuka dua dengan lidah bercabang. Keindahannya akan memudar dan berikut semua kegembiraan kita! Dan dia menjadi tidak dapat dipercaya karena kamu tidak bisa memercayai Allah yang nilai-nilainya selalu berubah seperti semenit dia meninggikan dirinya tetapi kemudian dia membiarkan penghinaan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''2. Ketaatan Menjamin Tersebarnya Kemuliaan Allah'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesenangan Allah dengan ketaatan adalah kabar baik karena ketaatan menjamin janji bahwa suatu saat kemuliaan Allah akan memenuhi bumi seperti halnya air memenuhi lautan. Jika Tuhan acuh tak acuh terhadap ketidaktaatan maka tidak akan ada kepastian bahwa pada zaman yang akan datang semua perilaku yang tidak menghormati Tuhan akan menghilang. Tetapi karena dia membenci ketidaktaatan dan mencintai ketaatan, kita boleh yakin bahwa kerinduan kita akan dunia yang penuh dengan kemuliaan Allah pasti akan terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''3. Ketaatan Memperlihatkan bahwa Kasih Karunia Allah adalah Kuasa Kemuliaan'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesukaan Tuhan dengan ketaatan adalah kabar baik karena ketaatan memperlihatkan bahwa kasih karunia Allah adalah kuasa kemuliaan dan bukan hanya toleransi yang rentan terhadap dosa. Kemuliaan kasih karunia Allah dilihat tidak hanya dalam kenyataan bahwa Allah mengabaikan dosa-dosa orang percaya tetapi juga dalam kenyataan bahwa ketaatan secara bertahap dan pada akhirnya memberantas dosa-dosa itu dengan penuh kemenangan. Jika Tuhan tidak suka ketaatan, kemuliaan kasih karunia yang berdaulat mungkin tidak akan pernah terlihat dalam kuasa ketaatan penakluk dosa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''4. Perintah-Perintah Allah Tidak Terlalu Sukar'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesukaan Tuhan dengan ketaatan adalah berita baik karena perintah-perintahnya tidak terlalu sukar. Perintah-perintah itu hanya sulit untuk ditaati sebagaimana kemuliaan-nya sulit untuk dihargai dan janjinya sulit untuk dipercaya. Ulangan 30:11 mengatakan, &amp;quot;Sebab perintah ini, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, tidaklah terlalu sukar bagimu.” Dan di 1 Yohanes 5: 3 mengatakan, &amp;quot; Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''5. Semua yang Allah Perintahkan kepada Kita Adalah untuk Kebaikan Kita'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesukaan Allah dengan ketaatan adalah kabar baik karena segala sesuatu yang diperintahkan Tuhan kepada kita adalah untuk kebaikan kita. Jadi, apa yang benar-benar membuat Allah senang ketika dia bersuka dengan ketaatan kita adalah sukacita kita yang dalam dan tidak berkesudahan. Ulangan 10: 12–13 mengatakan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Sekarang Israel! Apakah yang diminta TUHAN, Allahmu dari dirimu? Selain takut kepada TUHAN, Allahmu? hiduplah dengan berjalan di jalan-Nya dan mengasihi-Nya. Dan layanilah TUHAN, Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, Taatilah perintah dan ketetapan TUHAN yang kusampaikan kepadamu hari ini untuk kebaikanmu sendiri.&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''6. Ketaatan yang Allah Cintai adalah Ketaatan Iman'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan akhirnya kesukaan Tuhan dengan ketaatan adalah kabar baik karena ketaatan yang dia cintai adalah ketaatan iman. Dan iman berarti menanamkan harapan kita pada belas kasihan Tuhan. Dan belas kasihan berarti bahwa ketaatan kita tidak harus sempurna; ketaatan hanya harus selalu melakukan pertobatan. &amp;quot; Tetapi kalau kita mengakui dosa-dosa kita kepada Allah, Ia akan menepati janji-Nya dan melakukan apa yang adil. Ia akan mengampuni dosa-dosa kita dan membersihkan kita dari segala perbuatan kita yang salah.&amp;quot; (1 Yohanes 1: 9).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuhan masih merupakan sumber mata air pegunungan dan bukanlah palungan air. Ketaatan bukanlah sekumpulan ember untuk memenuhi kebutuhannya. Ketaatan adalah upaya &amp;quot;hubungan masyarakat&amp;quot; yang tidak berkesudahan dari mereka yang telah mencicipi dan melihat bahwa Tuhan itu baik.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kathyyee</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Berjuang_Melawan_Rasa_Iri</id>
		<title>Berjuang Melawan Rasa Iri</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Berjuang_Melawan_Rasa_Iri"/>
				<updated>2020-04-17T03:42:44Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Kathyyee: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|Battling the Unbelief of Envy}}&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Mazmur 37:1-7&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;“Dari Daud. Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang; sebab mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau.&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, dan bergembiralah karena Tuhan; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang.&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Berdiam dirilah di hadapan Tuhan dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya.”&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Definisi Iri hati&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Iri hati adalah salah satu penghalang kita peduli terhadap sesama. Malam ini kita akan bicarakan tentang iri hati di sebabkan oleh ketidakpercayaan kepada Tuhan dan bagaimana memeranginya. Mari kita kupas bersama.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Sewaktu saya menganalisa kata iri sore ini dan saya cocokkan pikiranku dengan kamus Webster saya dapatkan dua hal.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;1) Dalam iri hati ada unsur keinginan. Kamu lihat orang yang hidupnya “enak” atau lebih “beruntung” dan kamu ingin seperti itu juga. Ingin menjadi seperti orang lain tidak selalu berarti kamu iri. Misalkan tidak apa-apa jika anda ingin meneladani hidup para rasul&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;2) Yang membuat iri hati menjadi hal yang jelek adalah keinginan itu bercampur dengan kemarahan karena hidup orang itu enak dan hidupmu tidak enak. Itulah arti iri.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Jadi iri adalah keinginan yang di sertai oleh kemarahan karena orang itu memilikinya sedangkan kamu tidak memilikinya. Hidup mereka berjalan mulus, namun hidupmu tidak demikian dan hatimu tidak bisa terima itu. Kenapa hidupnya begitu enak sedangkan hidupku kebalikannya?&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Situasi yang bisa timbulkan iri hati&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Siang ini saya coba cari contoh peristiwa yang timbulkan iri dari pengalamanku, dari imajinasiku, dan contoh dari hidup orang lain.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Di bawah adalah beberapa ilustrasi skenario yang bisa timbulkan iri:&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Saya bayangkan situasi antara Mr. Dukakis dan Mr. Bush berpotensi timbulkan iri. Jika Mr. Dukakis sudah dedikasikan hidupnya, keluarkan banyak uang dan upaya mati-matian supaya bisa jadi Presiden tapi tidak terpilih walau dia merasa dirinya adalah kandidat yang lebih baik, punya program lebih baik, dan punya cawapres yang lebih baik. Saya bisa bayangkan perasaanya malam susah tidur dengan perasaan bergejolak semuanya tidak berjalan sesuai yang dia harapkan. Sudah habiskan waktu dan tenaga dan tidak ada hasilnya.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Atau bagaimana jika teman baikmu akan segera menikah namun kamu blm kawin juga. Kalian sudah lama berteman dan sekarang dia akan menikah. Saya bisa bayangkan pasti muncul perasaan sebal.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Atau misalkan kau punya anak yang sakit-sakitan tapi keluarga lain yang kamu kenal selalu keliatan sehat. Anakmu sering sakit. Anakmu baru sembuh, sakit lagi dan punya sakit yang tidak umum. Tapi keluarga lain selalu keliatan sehat.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Atau di tim olahraga sekolah, kamu di masukkkan di tim kedua. Kamu tidak di beri kesempatan main hanya duduk saja di bangku pemain cadangan. Sementara pemain di tim pertama terus bermain dengan sikapnya yang menjengkelkan seakan-akan mereka paling hebat.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Atau kamu punya teman yang menang lotre. Dia bukan orang baik tapi dapatkan jutaan dollar. Kamu pasti berpikir lebih pantas kamu yang dapatkan uangnya.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Atau kamu seorang pendeta dan kamu lihat gereja lain berkembang sedangkan gerejamu antara tidak ada pertumbuhan atau kecil sekali pertumbuhannya. Kamu pasti berpikir semestinya tidak begini.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Atau mungkin kamu merasa orang lain lebih cantik atau lebih keren darimu. Tuhan yang berikan wajahmu tapi kita dengan mudahnya merasa iri ketika melihat orang yang kita rasa lebih cakep dari kita.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Larangan dan Peringatan terhadap Iri Hati&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Banyak situasi yang bisa timbulkan iri hati. Iri merupakan ancaman terhadap sukacita kita dan kepedulian kita kepada sesama. Jadi aku mau bahas ayat alkitab yang melarang iri hati, akibat iri hati dan bagaimana mengalahkan rasa iri.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Saya asumsikan kalian pasti setuju dengan saya bahwa firman katakan, Jangan iri. Bisa kita mulai dengan ayat itu? Saya punya empat ayat. Mazmur 37:1, Amsal 23:17, Galatia 5:26, 1Petrus2:1. Semua bunyinya adalah jangan iri. Jadi iri tidak alkitabiah. Iri tidak sesuai dengan kehendak Tuhan.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Kemudian kita berbicara tentang peringatannya. Mari kita baca satu ayat ini. Galatia 5:21 berbicara mengenai perbuatan daging dan buah Roh. Salah satu perbuatan daging adalah iri hati.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Galatia 5:19 - “Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati (cemburu)” - cemburu adalah salah satu jenis iri hati.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Saya sedang pertimbangkan apakah sebaiknya saya khotbah tentang cemburu. Cemburu adalah iri terhadap orang lain karena mereka mendapatkan perhatian/ kasih yang kamu juga ingin dapatkan. Kamu cemburu kepada seseorang karena dia di perhatikan oleh orang yang seharusnya perhatian kepadamu.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Sebenarnya ini hal yang wajar. Tuhan cemburu atas kasih yang seharusnya di tujukan kepadaNya. Suami atau istri wajar cemburu saat melihat ada hubungan antara pasangannya dengan orang lain. Tapi ada juga cemburu yang tidak sehat. Saya tidak focus pada cemburu karena semua yang saya bahas tentang iri hati berlaku juga untuk cemburu karena cemburu adalah salah satu jenis iri hati.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;“ Amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian” – ini tulisan di awal ayat 21 – “kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu -- seperti yang telah kubuat dahulu -- bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.”&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Inilah peringatannya. Iri hati adalah urusan yang serius. Semua yang saya khotbahkan di musim gugur ini adalah hal serius. Jadi jika kau biarkan iri berkuasa di hatimu karena ketidakpercayaanmu kepada Tuhan maka iri akan menguasai hidupmu dan mengkandaskan imanmu dan akhirnya hancurkan hidupmu.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Lawan Iri Hati seperti Raja Daud&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Baiklah. Kita sudah bahas apa itu iri hati, juga sudah di perlihatkan firman yang melarang iri; dan apa akibatnya jika kita biarkan iri diam di hati kita. Sekarang mari kita bicarakan bagaimana melawannya. Ini hal yang penting dan kita mulai dari Mazmur 37.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Mazmur ini bagus sekali jika hendak membicarakan bagaimana melawan iri hati karena di mulai dengan “Jangan iri hati”. Di 11 ayat pertama, saya hitung ada enam alasan kenapa di larang iri. Yang mau saya lakukan malam ini adalah memberikan kamu contoh bagaimana berjuang dalam peperangan iman melalui renunganmu setiap hari.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Saat kamu bangun pagi dan merasa ada perasaan iri di dalam hatimu terhadap seseorang di kantor, di keluarga, atau siapa saja, dan kamu katakan, “iri tidak boleh ada di dalam hatiku. Apa yang dapat kulakukan?” Inilah yang harus kau lakukan. Ambil alkitabmu, berlutut dan berdoa, dan mulai baca firman Tuhan. Carilah janji Tuhan yang hancurkan iri hati. Namun satu hal yang perlu kau ketahui bahwa iri hati adalah manifestasi dari ketidakpercayaan kepada kebaikan Tuhan.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Mari lihat Mazmur 37:&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;“Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang”&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Jadi dasarnya adalah: jangan iri kepada orang yang berbuat curang atau marah karena mereka berbuat jahat.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;“Sebab mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau.”&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Kemudian ayat 3 beritahu kita apa yang sebaiknya di lakukan. Ini adalah lawan dari iri.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;“Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik.”&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Kemudian frasa berikutnya adalah perintahnya atau janjiNya. Saya rasa kedua-duanya. Alkitab versi RSV bunyinya:&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;“So you dwell in the land and enjoy security (Diamlah di negeri dan menikmati jaminan keamanan)&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;“Diamlah di negeri dan berlakulah setia.” ( versi TB)&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Menikmati jaminan keamanan arti literalnya adalah bersandar kepada kasih setiaNya.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;“Bergembiralah karena Tuhan; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. “Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepada-Nya.”&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Perhatikan hal positif ini yang harus mengisi hatimu menggantikan iri hati. “Percaya” (ayat 3), “Bergembiralah” (ayat 4), “Serahkanlah hidupmu” (ayat 5), dan kata “percaya” lagi di ayat 5. Itulah sebabnya saya pilih Mazmur 37 karena Mazmur ini mengajarkan kita bahwa iri hati adalah ketidakpercayaan kepada Tuhan atau ada akar ketidakpercayaan. Dan lawan kata dari iri adalah iman, percaya, bergembira di dalam Tuhan atau serahkan beban kepada Tuhan.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Jadi sudah jelas bahwa saat kita mulai merasa iri – saat kita mulai perhatikan dan tidak suka melihat mereka punya sesuatu dan kita tidak mendapatkan apa-apa – kita mulai kehilangan damai sejahtera dan sukacita di dalam Tuhan, sumber permasalahannya adalah iman. Ok? Itulah point utamanya.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Mazmur 37 Beri Enam Alasan Mengapa Lebih Baik untuk Percaya&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Mengapa saya katakan Mazmur 37 ini sangat bagus karena Mazmur ini berikan begitu banyak alasan kenapa kita jangan tidak percaya. Mazmur 37 beritahu kita untuk tinggal diam di dalam Tuhan. Juga beritahu kita bahwa Tuhan bekerja dengan caraNya, walau keliatannya keadaan mereka baik namun keadaan akan jauh lebih baik bagi kita. Mari kita kupas hal di bawah ini. Saya tuliskan enam alasan jangan tetap tinggal dalam cengkeraman iri karena ketidakpercayaanmu akan kebaikan Tuhan.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;1. Ayat 2: “sebab mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau.” Jadi jika kamu mulai iri kepada orang yang berbuat curang, seperti orang jahat yang baru saja menang loteri sejuta dollar, Tuhan berkata, “ Coba pikirkan. Kamu tidak mau berada di posisi orang itu. Dia akan segera lisut seperti rumput dan orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya. Jadi itu alasan pertama. Di ulang lagi di ayat 9: “Sebab orang-orang yang berbuat jahat akan dilenyapkan, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan akan mewarisi negeri.” Dan di ayat 10: “Karena sedikit waktu lagi, maka lenyaplah orang fasik.” Jadi alasan pertama kamu tidak biarkan iri hati menguasaimu terhadap orang tidak percaya adalah pikiran ini: Tuhan melalui firmannya berkata orang ini akan lisut seperti bunga – dengan cepatnya. Mereka akan lenyap dan kekayaan mereka akan menjadi milik siapa?&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;2. Ayat 3 : Versi RSV: “So you dwell in the land and enjoy security (Diamlah di negeri dan menikmati jaminan Keamanan). Menikmati keamanan bisa di artikan menikmati pemeliharaan kasih setia Tuhan. Dengan kata lain, itulah ganjaran karena beriman kepadaNya. “Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik dan kamu akan berdiam di padang yang berumput hijau. Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu, yang membawa kita kepada alasan berikutnya.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;3. Ayat 4: “dan bergembiralah karena Tuhan (yaitu percayalah kepada Tuhan) maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.” Sungguh janji yang sangat mengagumkan, karena iri hati muncul karena keinginan hatimu tidak terpenuhi. Kamu iri terhadap orang yang punya apa yang kamu inginkan tapi kamu tidak bisa penuhi keinginan itu. Jadi cara melawan iri hati adalah pegang janji ini dan katakan, “ Tuhan Engkau berjanji di ayat 4 bahwa jika saya bergembira di dalamMu, Engkau akan memberikan apa yg di inginkan hatiku. Sekarang saya mau bersuka di dalamMu.”&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Inilah langkahnya: percaya kepada Tuhan sehingga hatimu beroleh ketenangan di dalam Dia yang mengasihimu. Kepercayaan kepada Tuhan memberi dampak besar yaitu keinginanmu berubah. Dan semua keinginanmu akhirnya akan di penuhi. Inilah esensi dari janji- janji di Roma 8:32 (“Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?”) atau di 1 korintus 3:21-23 (“Karena itu janganlah ada orang yang memegahkan dirinya atas manusia, sebab segala sesuatu adalah milikmu: baik Paulus, Apolos, maupun Kefas, baik dunia, hidup, maupun mati, baik waktu sekarang, maupun waktu yang akan datang. Semuanya kamu punya. Dan kamu adalah milik Kristus dan Kristus adalah milik Allah.”). Alkitab memberi janji yang mengagumkan bagi barangsiapa yang hatinya bergembira di dalam Tuhan, bukan bergembira atas barang materi.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;4. Ayat 5 dan 6 “Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang.” Saya ingat beberapa tahun lalu ketika Steve dan Susan Roy tinggal di seberang rumahku. Steve baru saja mengundurkan diri dari InterVarsity. Dia tidak punya pekerjaan. Kita tidak ada kepastian apakah dia akan di perlukan di Bethlehem atau tidak. Setiap akhir minggu dia melukis. Dan bagi Steve Roy, seorang teolog sejati, melukis bukanlah pekerjaan impiannya.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Suatu hari kita sedang berjalan bersama dia mengatakan, “Kami perlu sesuatu yang menguatkan kami”. Saya masih ingat berdiri di pinggir jalan dan mengatakan, “ Inilah janji Allah kepada kalian hari ini: Yesaya 64:4 “Tidak ada telinga yang mendengar, dan tidak ada mata yang melihat seorang Allah yang bertindak bagi orang yang menanti-nantikan Dia; hanya Engkau yang berbuat demikian.” Beberapa tahun kemudian mereka mengatakan bahwa betapa mereka masih ingat peristiwa itu. “Allah bertindak bagi orang yang menanti-nantikan Dia”. Itulah firmanNya. Dan kata “bertindak” (dalam bahasa ibrani) sama dengan kata bertindak di ayat 5: “Ia akan bertindak; Ia akan memunculkan kebenaranmu”. Dan kata memunculkan kebenaranmu sangat indah karena seringkali penyebab iri karena adanya perasaan keadaan tidak berjalan seperti seharusnya. Kita mendapat perlakuan yang tidak adil sedangkan orang yang seharusnya tidak pantas mendapatkannya malah beroleh segalanya. Yang kami inginkan adalah Tuhan membenarkan kami dan inilah yang di janjikan di ayat ini. Kebenaran kami akan di munculkan.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;5. Ayat 9 dan 11: “Sebab orang-orang yang berbuat jahat akan dilenyapkan, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan akan mewarisi negeri. Mungkin kamu akan berkata, “Tunggu dulu. Saya bukan orang Yahudi dan saya tidak akan warisi Palestina,” berhati-hatilah dengan apa yang kamu katakan. Semua janji di Perjanjian Lama yang berlaku untuk orang Yahudi juga akan berlaku juga untuk dirimu.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Apakah di Perjanjian Baru ada janji Tuhan yang kata-katanya mirip dengan ayat 11? Ada di ucapan bahagia di khotbah di bukit, “Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.” Baiklah, mungkin saya tidak dapat Palestina tapi saya dapat bumi. Bahkan dikatakan di Roma 4:13 telah diberikan janji kepada Abraham dan keturunannya, bahwa ia akan memiliki dunia. 1 Korintus 6 katakan kamu akan menghakimi para malaikat. Yesus mengatakan kepada muridNya bahwa mereka akan duduk di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. Kita yang bukan rasul dan bukan termasuk 12 murid Tuhan akan menghakimi malaikat. Alkitab penuh dengan janji menakjubkan yang dapat mengangkat rasa marah yang mendidih di bawah perasaan iri.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;6. Ayat 11: Tetapi orang-orang yang rendah hati akan mewarisi negeri dan bergembira karena shalom yang berlimpah-limpah.” Kata shalom di terjemahkan kesejahteraan. Dalam bahasa ibrani kata ini merujuk kepada kesejahteraan keseluruhan, sejahtera jasmani dan jiwa bagi siapa yang percaya.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Jadi ini contoh cara melawan ketidakpercayaan di pagi hari, saat iri muncul di hatimu. Kamu dapat firman yang mengatakan: “jangan iri,” kemudian kamu berdoa, “Tuhan, saya mau lepas dari iri hati ini karena itu perlu firman yang beriku ketentraman di dalamMu. Tolong beriku peneguhan melalui firmanMu. Kemudian kamu mulai baca firman itu pelan- pelan. Selesai satu ayat kamu berhenti dan berdoa, “Tuhan celikkan mataku untuk melihat keajaiban janji ini. Dan karuniakan RohMu untuk aku mampu menikmati keindahan firmanMu, diam di dalam firmanMu, percaya dan melakukannya hari ini. Kemudian lanjut ke ayat berikutnya dan ulangi lagi hal yang sama sampai kamu menemukan perjumpaan dengan Tuhan dan melepaskan kau dari iri ini dari hatimu.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Amunisi Tambahan untuk Melawan Ketidakpercayaan&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Mari kita lihat beberapa ayat tambahan yang dapat di pakai untuk melawan iri hati.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Amsal 23:17 : “Janganlah hatimu iri kepada orang-orang yang berdosa, tetapi takutlah akan Tuhan senantiasa.” Dan kemudian di susul dengan janji yang indah ini: “ Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.” Jadi ada seseorang yang melihat orang berdosa yang berhasil. Orang itu kemudian patah semangat. Dia berusaha hidup bagi Kristus tapi hidupnya tidak seberuntung orang berdosa. Alkitab sadar betul akan problem ini. Mazmur 37 dan mazmur 73 di tujukan untuk situasi di atas.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Kadang cerita lebih bisa beri kita gambaran yang lebih jelas, terutama cerita di alkitab. Ini cerita yang sering saya pakai untuk mengatasi godaan untuk iri. Yaitu cerita tentang anak dengan lima roti dan dua ikan, terutama yang tercatat di Yohanes 6.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Di Yohanes 6, Yesus berbelas kasihan kepada orang banyak dan berkata kepada murid-muridNya, “Beri mereka makan.” Tapi murid-muridNya berkata,”suruh mereka semua pergi. Kita butuh roti seharga 200 dinar untuk dapat memberi mereka makan dan hari sudah mulai malam.” JawabNya, “Apa yang ada padamu? Mereka menjawab,”Disini ada seorang anak yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak itu?” Nah, kamu coba bayangkan anak itu akan menengadah dan bilang begini, “ Hanya ini saja yang kupunyai. Jangan bikin perasaanku tidak enak.” Seperti itulah situasi kita. Kita seperti anak yang hanya punya lima roti jelai dan dua ikan ini, demikian kita memandang talenta kita, penampilan kita, harta kita atau lainnya yang kau rasa tidak cukup baik. Kamu lihat semua orang-orang kaya, cantik, kuat dan hidup mereka berjalan dengan lancar. Yang kamu punya hanyalah lima roti dan dua ikan namun harus dapat memenuhi kebutuhan roti senilai 200 dinar. Dan Yesus berkata,” Bawalah kemari kepadaKu.” Di ambilnya 5 roti dan 2 ikan itu – kamu belajar ini di sekolah minggukan? Cerita yang indah – dan Dia berdoa, dan memberi makan 5000 laki-laki belum terhitung para perempuan dan anak-anak. Saya melihat cerita ini dan berkata, “ Mungkin ada harapan untuk lima roti dan dua ikan kepunyaanku.”&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Setelah semua makan kenyang, masih ada sisa berapa keranjang? Dua belas. Kenapa dua belas? Supaya setiap rasul mendapat bagian yaitu Rasul yang tidak percaya 5 roti dan 2 ikan sudah cukup. Ini menunjukkan ketika kamu memberi apa yang kau anggap tidak cukup, kamu akan menerima kembali lebih dari apa yang kamu bayangkan. Cerita inilah yang akan hancurkan iri di hatimu.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Jika kamu kira apa yang kamu miliki terlalu kecil nilainya, tidak ada artinya, Yesus mampu menjadikannya cukup, menjadikannya berarti. Dia dapat mengambil bagian yang paling kecil darimu dan melipatgandakannya. Saya punya plakat kecil di pintu rumahku yang Virginia Maderis berikan di Maryland 15 tahun lalu. Bunyinya, “ Dunia ini belum pernah melihat apa yang dapat di lakukan oleh orang yang dedikasikan hidupnya sepenuhnya untuk Tuhan. Oleh kuasa Tuhan saya hendak menjadi orang itu” – D.L.Moody&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Mengasihi Artinya Berhenti Membandingkan&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Ilustrasi terakhir: kita baca Yohanes 21. Kamu pasti pernah baca cerita ini tapi kamu tidak pernah hubungkan dengan iri hati. Sebelumnya saya juga tidak. Barusan saja saya menyadarinya sewaktu membacanya di sebuah buku, jadi ini bukan pemikiranku tapi saya ingin membaginya dengan kalian. Situasinya adalah Petrus sudah di pulihkan oleh Yesus setelah dia menyangkal Yesus. Petrus menegaskan tiga kali bahwa dia mengasihi Tuhan. Di ayat 18 di katakan, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki.” Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah.”&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Artinya Petrus akan mati martir. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: “Ikutlah Aku.”&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Ketika Petrus berpaling, ia melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus - yaitu Yohanes yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata: “Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?” “Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: “Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?” Menurut kalian apa yang terjadi disini? Mengapa Petrus bertanya seperti itu? Yang dia katakan adalah, Engkau katakan aku akan mati di bunuh. Bagaimana dengan Yohanes? Apakah dia juga akan mati di bunuh? Kamu bisa melihat ada iri di hati Petrus. “Jika Yohanes tidak mati di bunuh maka ini tidak adil!” Mari kita lihat bagaimana Yesus menangani hal ini.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Jawab Yesus: “Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku.” Apa arti ucapan Yesus disini? Menurutku Dia mengatakan sangat berbahaya membandingkan situasi kondisimu dengan orang lain. Juga berbahaya membandingkan talenta/karunia. Saya ingat masa masih di Wheaton College, di asramanya, Martin Noel, kepala asrama waktu itu, menempel kertas kecil di pintunya yang berbunyi, “Kasih tidak membandingkan.” Benar sekali. Yang Yesus katakan kepada Petrus adalah jangan bandingkan dirimu dengan murid yang lain. Apa yang saya berikan kepadanya bukan urusanmu. Inilah yang Aku berikan kepadamu: DiriKu. Apakah DiriKu cukup bagimu?&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Dan itulah solusi untuk iri hati. Sama dengan solusi untuk hawa nafsu, yang kita bahas tadi pagi. Yesuslah solusinya. Ikutlah Yesus. Jika kau berjalan di belakangku, ada Aku besertamu, mengapakah kau meributkan orang lain? Jadi itulah jawabannya: yang kita butuhkan adalah Yesus, lebih dan lebih lagi. Kita harus sadari merupakan suatu kehormatan yang sungguh istimewa untuk mengenal Yesus. Yesus juga berkata, “Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga.” Sungguh suatu kehormatan dapat menjadi murid Yesus Kristus. Kesadaran ini membuat kita tidak membandingkan diri dengan murid yang lain. Maka lenyaplah iri hati.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kathyyee</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Berjuang_Melawan_Rasa_Iri</id>
		<title>Berjuang Melawan Rasa Iri</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Berjuang_Melawan_Rasa_Iri"/>
				<updated>2020-04-17T03:38:53Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Kathyyee: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|Battling the Unbelief of Envy}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;blockquote&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Mazmur 37:1-7&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;blockquote&amp;gt;&amp;lt;“Dari Daud. Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang; sebab mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, dan bergembiralah karena Tuhan; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Berdiam dirilah di hadapan Tuhan dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya.”&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Definisi Iri hati&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Iri hati adalah salah satu penghalang kita peduli terhadap sesama. Malam ini kita akan bicarakan tentang iri hati di sebabkan oleh ketidakpercayaan kepada Tuhan dan bagaimana memeranginya. Mari kita kupas bersama.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Sewaktu saya menganalisa kata iri sore ini dan saya cocokkan pikiranku dengan kamus Webster saya dapatkan dua hal.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;1) Dalam iri hati ada unsur keinginan. Kamu lihat orang yang hidupnya “enak” atau lebih “beruntung” dan kamu ingin seperti itu juga. Ingin menjadi seperti orang lain tidak selalu berarti kamu iri. Misalkan tidak apa-apa jika anda ingin meneladani hidup para rasul&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;2) Yang membuat iri hati menjadi hal yang jelek adalah keinginan itu bercampur dengan kemarahan karena hidup orang itu enak dan hidupmu tidak enak. Itulah arti iri.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Jadi iri adalah keinginan yang di sertai oleh kemarahan karena orang itu memilikinya sedangkan kamu tidak memilikinya. Hidup mereka berjalan mulus, namun hidupmu tidak demikian dan hatimu tidak bisa terima itu. Kenapa hidupnya begitu enak sedangkan hidupku kebalikannya?&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Situasi yang bisa timbulkan iri hati&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Siang ini saya coba cari contoh peristiwa yang timbulkan iri dari pengalamanku, dari imajinasiku, dan contoh dari hidup orang lain.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Di bawah adalah beberapa ilustrasi skenario yang bisa timbulkan iri:&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Saya bayangkan situasi antara Mr. Dukakis dan Mr. Bush berpotensi timbulkan iri. Jika Mr. Dukakis sudah dedikasikan hidupnya, keluarkan banyak uang dan upaya mati-matian supaya bisa jadi Presiden tapi tidak terpilih walau dia merasa dirinya adalah kandidat yang lebih baik, punya program lebih baik, dan punya cawapres yang lebih baik. Saya bisa bayangkan perasaanya malam susah tidur dengan perasaan bergejolak semuanya tidak berjalan sesuai yang dia harapkan. Sudah habiskan waktu dan tenaga dan tidak ada hasilnya.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Atau bagaimana jika teman baikmu akan segera menikah namun kamu blm kawin juga. Kalian sudah lama berteman dan sekarang dia akan menikah. Saya bisa bayangkan pasti muncul perasaan sebal.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Atau misalkan kau punya anak yang sakit-sakitan tapi keluarga lain yang kamu kenal selalu keliatan sehat. Anakmu sering sakit. Anakmu baru sembuh, sakit lagi dan punya sakit yang tidak umum. Tapi keluarga lain selalu keliatan sehat.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Atau di tim olahraga sekolah, kamu di masukkkan di tim kedua. Kamu tidak di beri kesempatan main hanya duduk saja di bangku pemain cadangan. Sementara pemain di tim pertama terus bermain dengan sikapnya yang menjengkelkan seakan-akan mereka paling hebat.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Atau kamu punya teman yang menang lotre. Dia bukan orang baik tapi dapatkan jutaan dollar. Kamu pasti berpikir lebih pantas kamu yang dapatkan uangnya.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Atau kamu seorang pendeta dan kamu lihat gereja lain berkembang sedangkan gerejamu antara tidak ada pertumbuhan atau kecil sekali pertumbuhannya. Kamu pasti berpikir semestinya tidak begini.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Atau mungkin kamu merasa orang lain lebih cantik atau lebih keren darimu. Tuhan yang berikan wajahmu tapi kita dengan mudahnya merasa iri ketika melihat orang yang kita rasa lebih cakep dari kita.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Larangan dan Peringatan terhadap Iri Hati&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Banyak situasi yang bisa timbulkan iri hati. Iri merupakan ancaman terhadap sukacita kita dan kepedulian kita kepada sesama. Jadi aku mau bahas ayat alkitab yang melarang iri hati, akibat iri hati dan bagaimana mengalahkan rasa iri.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Saya asumsikan kalian pasti setuju dengan saya bahwa firman katakan, Jangan iri. Bisa kita mulai dengan ayat itu? Saya punya empat ayat. Mazmur 37:1, Amsal 23:17, Galatia 5:26, 1Petrus2:1. Semua bunyinya adalah jangan iri. Jadi iri tidak alkitabiah. Iri tidak sesuai dengan kehendak Tuhan.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Kemudian kita berbicara tentang peringatannya. Mari kita baca satu ayat ini. Galatia 5:21 berbicara mengenai perbuatan daging dan buah Roh. Salah satu perbuatan daging adalah iri hati.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Galatia 5:19 - “Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati (cemburu)” - cemburu adalah salah satu jenis iri hati.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Saya sedang pertimbangkan apakah sebaiknya saya khotbah tentang cemburu. Cemburu adalah iri terhadap orang lain karena mereka mendapatkan perhatian/ kasih yang kamu juga ingin dapatkan. Kamu cemburu kepada seseorang karena dia di perhatikan oleh orang yang seharusnya perhatian kepadamu.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Sebenarnya ini hal yang wajar. Tuhan cemburu atas kasih yang seharusnya di tujukan kepadaNya. Suami atau istri wajar cemburu saat melihat ada hubungan antara pasangannya dengan orang lain. Tapi ada juga cemburu yang tidak sehat. Saya tidak focus pada cemburu karena semua yang saya bahas tentang iri hati berlaku juga untuk cemburu karena cemburu adalah salah satu jenis iri hati.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;“ Amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian” – ini tulisan di awal ayat 21 – “kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu -- seperti yang telah kubuat dahulu -- bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.”&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Inilah peringatannya. Iri hati adalah urusan yang serius. Semua yang saya khotbahkan di musim gugur ini adalah hal serius. Jadi jika kau biarkan iri berkuasa di hatimu karena ketidakpercayaanmu kepada Tuhan maka iri akan menguasai hidupmu dan mengkandaskan imanmu dan akhirnya hancurkan hidupmu.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Lawan Iri Hati seperti Raja Daud&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Baiklah. Kita sudah bahas apa itu iri hati, juga sudah di perlihatkan firman yang melarang iri; dan apa akibatnya jika kita biarkan iri diam di hati kita. Sekarang mari kita bicarakan bagaimana melawannya. Ini hal yang penting dan kita mulai dari Mazmur 37.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Mazmur ini bagus sekali jika hendak membicarakan bagaimana melawan iri hati karena di mulai dengan “Jangan iri hati”. Di 11 ayat pertama, saya hitung ada enam alasan kenapa di larang iri. Yang mau saya lakukan malam ini adalah memberikan kamu contoh bagaimana berjuang dalam peperangan iman melalui renunganmu setiap hari.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Saat kamu bangun pagi dan merasa ada perasaan iri di dalam hatimu terhadap seseorang di kantor, di keluarga, atau siapa saja, dan kamu katakan, “iri tidak boleh ada di dalam hatiku. Apa yang dapat kulakukan?” Inilah yang harus kau lakukan. Ambil alkitabmu, berlutut dan berdoa, dan mulai baca firman Tuhan. Carilah janji Tuhan yang hancurkan iri hati. Namun satu hal yang perlu kau ketahui bahwa iri hati adalah manifestasi dari ketidakpercayaan kepada kebaikan Tuhan.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Mari lihat Mazmur 37:&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;blockquote&amp;gt;“Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang”&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Jadi dasarnya adalah: jangan iri kepada orang yang berbuat curang atau marah karena mereka berbuat jahat.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;blockquote&amp;gt;“Sebab mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau.”&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Kemudian ayat 3 beritahu kita apa yang sebaiknya di lakukan. Ini adalah lawan dari iri.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;blockquote&amp;gt;“Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik.”&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Kemudian frasa berikutnya adalah perintahnya atau janjiNya. Saya rasa kedua-duanya. Alkitab versi RSV bunyinya:&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;blockquote&amp;gt;“So you dwell in the land and enjoy security (Diamlah di negeri dan menikmati jaminan keamanan)&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;blockquote&amp;gt;“Diamlah di negeri dan berlakulah setia.” ( versi TB)&amp;lt;blockquote&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Menikmati jaminan keamanan arti literalnya adalah bersandar kepada kasih setiaNya.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;“Bergembiralah karena Tuhan; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. “Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepada-Nya.”&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Perhatikan hal positif ini yang harus mengisi hatimu menggantikan iri hati. “Percaya” (ayat 3), “Bergembiralah” (ayat 4), “Serahkanlah hidupmu” (ayat 5), dan kata “percaya” lagi di ayat 5. Itulah sebabnya saya pilih Mazmur 37 karena Mazmur ini mengajarkan kita bahwa iri hati adalah ketidakpercayaan kepada Tuhan atau ada akar ketidakpercayaan. Dan lawan kata dari iri adalah iman, percaya, bergembira di dalam Tuhan atau serahkan beban kepada Tuhan.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Jadi sudah jelas bahwa saat kita mulai merasa iri – saat kita mulai perhatikan dan tidak suka melihat mereka punya sesuatu dan kita tidak mendapatkan apa-apa – kita mulai kehilangan damai sejahtera dan sukacita di dalam Tuhan, sumber permasalahannya adalah iman. Ok? Itulah point utamanya.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Mazmur 37 Beri Enam Alasan Mengapa Lebih Baik untuk Percaya&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Mengapa saya katakan Mazmur 37 ini sangat bagus karena Mazmur ini berikan begitu banyak alasan kenapa kita jangan tidak percaya. Mazmur 37 beritahu kita untuk tinggal diam di dalam Tuhan. Juga beritahu kita bahwa Tuhan bekerja dengan caraNya, walau keliatannya keadaan mereka baik namun keadaan akan jauh lebih baik bagi kita. Mari kita kupas hal di bawah ini. Saya tuliskan enam alasan jangan tetap tinggal dalam cengkeraman iri karena ketidakpercayaanmu akan kebaikan Tuhan.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;1. Ayat 2: “sebab mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau.” Jadi jika kamu mulai iri kepada orang yang berbuat curang, seperti orang jahat yang baru saja menang loteri sejuta dollar, Tuhan berkata, “ Coba pikirkan. Kamu tidak mau berada di posisi orang itu. Dia akan segera lisut seperti rumput dan orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya. Jadi itu alasan pertama. Di ulang lagi di ayat 9: “Sebab orang-orang yang berbuat jahat akan dilenyapkan, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan akan mewarisi negeri.” Dan di ayat 10: “Karena sedikit waktu lagi, maka lenyaplah orang fasik.” Jadi alasan pertama kamu tidak biarkan iri hati menguasaimu terhadap orang tidak percaya adalah pikiran ini: Tuhan melalui firmannya berkata orang ini akan lisut seperti bunga – dengan cepatnya. Mereka akan lenyap dan kekayaan mereka akan menjadi milik siapa?&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;2. Ayat 3 : Versi RSV: “So you dwell in the land and enjoy security (Diamlah di negeri dan menikmati jaminan Keamanan). Menikmati keamanan bisa di artikan menikmati pemeliharaan kasih setia Tuhan. Dengan kata lain, itulah ganjaran karena beriman kepadaNya. “Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik dan kamu akan berdiam di padang yang berumput hijau. Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu, yang membawa kita kepada alasan berikutnya.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;3. Ayat 4: “dan bergembiralah karena Tuhan (yaitu percayalah kepada Tuhan) maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.” Sungguh janji yang sangat mengagumkan, karena iri hati muncul karena keinginan hatimu tidak terpenuhi. Kamu iri terhadap orang yang punya apa yang kamu inginkan tapi kamu tidak bisa penuhi keinginan itu. Jadi cara melawan iri hati adalah pegang janji ini dan katakan, “ Tuhan Engkau berjanji di ayat 4 bahwa jika saya bergembira di dalamMu, Engkau akan memberikan apa yg di inginkan hatiku. Sekarang saya mau bersuka di dalamMu.”&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Inilah langkahnya: percaya kepada Tuhan sehingga hatimu beroleh ketenangan di dalam Dia yang mengasihimu. Kepercayaan kepada Tuhan memberi dampak besar yaitu keinginanmu berubah. Dan semua keinginanmu akhirnya akan di penuhi. Inilah esensi dari janji- janji di Roma 8:32 (“Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?”) atau di 1 korintus 3:21-23 (“Karena itu janganlah ada orang yang memegahkan dirinya atas manusia, sebab segala sesuatu adalah milikmu: baik Paulus, Apolos, maupun Kefas, baik dunia, hidup, maupun mati, baik waktu sekarang, maupun waktu yang akan datang. Semuanya kamu punya. Dan kamu adalah milik Kristus dan Kristus adalah milik Allah.”). Alkitab memberi janji yang mengagumkan bagi barangsiapa yang hatinya bergembira di dalam Tuhan, bukan bergembira atas barang materi.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;4. Ayat 5 dan 6 “Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang.” Saya ingat beberapa tahun lalu ketika Steve dan Susan Roy tinggal di seberang rumahku. Steve baru saja mengundurkan diri dari InterVarsity. Dia tidak punya pekerjaan. Kita tidak ada kepastian apakah dia akan di perlukan di Bethlehem atau tidak. Setiap akhir minggu dia melukis. Dan bagi Steve Roy, seorang teolog sejati, melukis bukanlah pekerjaan impiannya.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Suatu hari kita sedang berjalan bersama dia mengatakan, “Kami perlu sesuatu yang menguatkan kami”. Saya masih ingat berdiri di pinggir jalan dan mengatakan, “ Inilah janji Allah kepada kalian hari ini: Yesaya 64:4 “Tidak ada telinga yang mendengar, dan tidak ada mata yang melihat seorang Allah yang bertindak bagi orang yang menanti-nantikan Dia; hanya Engkau yang berbuat demikian.” Beberapa tahun kemudian mereka mengatakan bahwa betapa mereka masih ingat peristiwa itu. “Allah bertindak bagi orang yang menanti-nantikan Dia”. Itulah firmanNya. Dan kata “bertindak” (dalam bahasa ibrani) sama dengan kata bertindak di ayat 5: “Ia akan bertindak; Ia akan memunculkan kebenaranmu”. Dan kata memunculkan kebenaranmu sangat indah karena seringkali penyebab iri karena adanya perasaan keadaan tidak berjalan seperti seharusnya. Kita mendapat perlakuan yang tidak adil sedangkan orang yang seharusnya tidak pantas mendapatkannya malah beroleh segalanya. Yang kami inginkan adalah Tuhan membenarkan kami dan inilah yang di janjikan di ayat ini. Kebenaran kami akan di munculkan.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;5. Ayat 9 dan 11: “Sebab orang-orang yang berbuat jahat akan dilenyapkan, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan akan mewarisi negeri. Mungkin kamu akan berkata, “Tunggu dulu. Saya bukan orang Yahudi dan saya tidak akan warisi Palestina,” berhati-hatilah dengan apa yang kamu katakan. Semua janji di Perjanjian Lama yang berlaku untuk orang Yahudi juga akan berlaku juga untuk dirimu.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Apakah di Perjanjian Baru ada janji Tuhan yang kata-katanya mirip dengan ayat 11? Ada di ucapan bahagia di khotbah di bukit, “Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.” Baiklah, mungkin saya tidak dapat Palestina tapi saya dapat bumi. Bahkan dikatakan di Roma 4:13 telah diberikan janji kepada Abraham dan keturunannya, bahwa ia akan memiliki dunia. 1 Korintus 6 katakan kamu akan menghakimi para malaikat. Yesus mengatakan kepada muridNya bahwa mereka akan duduk di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. Kita yang bukan rasul dan bukan termasuk 12 murid Tuhan akan menghakimi malaikat. Alkitab penuh dengan janji menakjubkan yang dapat mengangkat rasa marah yang mendidih di bawah perasaan iri.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;6. Ayat 11: Tetapi orang-orang yang rendah hati akan mewarisi negeri dan bergembira karena shalom yang berlimpah-limpah.” Kata shalom di terjemahkan kesejahteraan. Dalam bahasa ibrani kata ini merujuk kepada kesejahteraan keseluruhan, sejahtera jasmani dan jiwa bagi siapa yang percaya.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Jadi ini contoh cara melawan ketidakpercayaan di pagi hari, saat iri muncul di hatimu. Kamu dapat firman yang mengatakan: “jangan iri,” kemudian kamu berdoa, “Tuhan, saya mau lepas dari iri hati ini karena itu perlu firman yang beriku ketentraman di dalamMu. Tolong beriku peneguhan melalui firmanMu. Kemudian kamu mulai baca firman itu pelan- pelan. Selesai satu ayat kamu berhenti dan berdoa, “Tuhan celikkan mataku untuk melihat keajaiban janji ini. Dan karuniakan RohMu untuk aku mampu menikmati keindahan firmanMu, diam di dalam firmanMu, percaya dan melakukannya hari ini. Kemudian lanjut ke ayat berikutnya dan ulangi lagi hal yang sama sampai kamu menemukan perjumpaan dengan Tuhan dan melepaskan kau dari iri ini dari hatimu.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Amunisi Tambahan untuk Melawan Ketidakpercayaan&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Mari kita lihat beberapa ayat tambahan yang dapat di pakai untuk melawan iri hati.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Amsal 23:17 : “Janganlah hatimu iri kepada orang-orang yang berdosa, tetapi takutlah akan Tuhan senantiasa.” Dan kemudian di susul dengan janji yang indah ini: “ Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.” Jadi ada seseorang yang melihat orang berdosa yang berhasil. Orang itu kemudian patah semangat. Dia berusaha hidup bagi Kristus tapi hidupnya tidak seberuntung orang berdosa. Alkitab sadar betul akan problem ini. Mazmur 37 dan mazmur 73 di tujukan untuk situasi di atas.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Kadang cerita lebih bisa beri kita gambaran yang lebih jelas, terutama cerita di alkitab. Ini cerita yang sering saya pakai untuk mengatasi godaan untuk iri. Yaitu cerita tentang anak dengan lima roti dan dua ikan, terutama yang tercatat di Yohanes 6.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Di Yohanes 6, Yesus berbelas kasihan kepada orang banyak dan berkata kepada murid-muridNya, “Beri mereka makan.” Tapi murid-muridNya berkata,”suruh mereka semua pergi. Kita butuh roti seharga 200 dinar untuk dapat memberi mereka makan dan hari sudah mulai malam.” JawabNya, “Apa yang ada padamu? Mereka menjawab,”Disini ada seorang anak yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak itu?” Nah, kamu coba bayangkan anak itu akan menengadah dan bilang begini, “ Hanya ini saja yang kupunyai. Jangan bikin perasaanku tidak enak.” Seperti itulah situasi kita. Kita seperti anak yang hanya punya lima roti jelai dan dua ikan ini, demikian kita memandang talenta kita, penampilan kita, harta kita atau lainnya yang kau rasa tidak cukup baik. Kamu lihat semua orang-orang kaya, cantik, kuat dan hidup mereka berjalan dengan lancar. Yang kamu punya hanyalah lima roti dan dua ikan namun harus dapat memenuhi kebutuhan roti senilai 200 dinar. Dan Yesus berkata,” Bawalah kemari kepadaKu.” Di ambilnya 5 roti dan 2 ikan itu – kamu belajar ini di sekolah minggukan? Cerita yang indah – dan Dia berdoa, dan memberi makan 5000 laki-laki belum terhitung para perempuan dan anak-anak. Saya melihat cerita ini dan berkata, “ Mungkin ada harapan untuk lima roti dan dua ikan kepunyaanku.”&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Setelah semua makan kenyang, masih ada sisa berapa keranjang? Dua belas. Kenapa dua belas? Supaya setiap rasul mendapat bagian yaitu Rasul yang tidak percaya 5 roti dan 2 ikan sudah cukup. Ini menunjukkan ketika kamu memberi apa yang kau anggap tidak cukup, kamu akan menerima kembali lebih dari apa yang kamu bayangkan. Cerita inilah yang akan hancurkan iri di hatimu.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Jika kamu kira apa yang kamu miliki terlalu kecil nilainya, tidak ada artinya, Yesus mampu menjadikannya cukup, menjadikannya berarti. Dia dapat mengambil bagian yang paling kecil darimu dan melipatgandakannya. Saya punya plakat kecil di pintu rumahku yang Virginia Maderis berikan di Maryland 15 tahun lalu. Bunyinya, “ Dunia ini belum pernah melihat apa yang dapat di lakukan oleh orang yang dedikasikan hidupnya sepenuhnya untuk Tuhan. Oleh kuasa Tuhan saya hendak menjadi orang itu” – D.L.Moody&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Mengasihi Artinya Berhenti Membandingkan&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Ilustrasi terakhir: kita baca Yohanes 21. Kamu pasti pernah baca cerita ini tapi kamu tidak pernah hubungkan dengan iri hati. Sebelumnya saya juga tidak. Barusan saja saya menyadarinya sewaktu membacanya di sebuah buku, jadi ini bukan pemikiranku tapi saya ingin membaginya dengan kalian. Situasinya adalah Petrus sudah di pulihkan oleh Yesus setelah dia menyangkal Yesus. Petrus menegaskan tiga kali bahwa dia mengasihi Tuhan. Di ayat 18 di katakan, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki.” Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah.”&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Artinya Petrus akan mati martir. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: “Ikutlah Aku.”&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Ketika Petrus berpaling, ia melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus - yaitu Yohanes yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata: “Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?” “Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: “Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?” Menurut kalian apa yang terjadi disini? Mengapa Petrus bertanya seperti itu? Yang dia katakan adalah, Engkau katakan aku akan mati di bunuh. Bagaimana dengan Yohanes? Apakah dia juga akan mati di bunuh? Kamu bisa melihat ada iri di hati Petrus. “Jika Yohanes tidak mati di bunuh maka ini tidak adil!” Mari kita lihat bagaimana Yesus menangani hal ini.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Jawab Yesus: “Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku.” Apa arti ucapan Yesus disini? Menurutku Dia mengatakan sangat berbahaya membandingkan situasi kondisimu dengan orang lain. Juga berbahaya membandingkan talenta/karunia. Saya ingat masa masih di Wheaton College, di asramanya, Martin Noel, kepala asrama waktu itu, menempel kertas kecil di pintunya yang berbunyi, “Kasih tidak membandingkan.” Benar sekali. Yang Yesus katakan kepada Petrus adalah jangan bandingkan dirimu dengan murid yang lain. Apa yang saya berikan kepadanya bukan urusanmu. Inilah yang Aku berikan kepadamu: DiriKu. Apakah DiriKu cukup bagimu?&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Dan itulah solusi untuk iri hati. Sama dengan solusi untuk hawa nafsu, yang kita bahas tadi pagi. Yesuslah solusinya. Ikutlah Yesus. Jika kau berjalan di belakangku, ada Aku besertamu, mengapakah kau meributkan orang lain? Jadi itulah jawabannya: yang kita butuhkan adalah Yesus, lebih dan lebih lagi. Kita harus sadari merupakan suatu kehormatan yang sungguh istimewa untuk mengenal Yesus. Yesus juga berkata, “Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga.” Sungguh suatu kehormatan dapat menjadi murid Yesus Kristus. Kesadaran ini membuat kita tidak membandingkan diri dengan murid yang lain. Maka lenyaplah iri hati.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kathyyee</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Berjuang_Melawan_Rasa_Iri</id>
		<title>Berjuang Melawan Rasa Iri</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Berjuang_Melawan_Rasa_Iri"/>
				<updated>2020-04-17T03:37:19Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Kathyyee: ←Membuat halaman berisi '{{info|Battling the Unbelief of Envy}}  &amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;blockquote&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Mazmur 37:1-7&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;  &amp;lt;p&amp;gt;“Dari Daud. Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jan...'&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|Battling the Unbelief of Envy}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;blockquote&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Mazmur 37:1-7&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;“Dari Daud. Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang; sebab mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, dan bergembiralah karena Tuhan; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Berdiam dirilah di hadapan Tuhan dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya.”&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Definisi Iri hati&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Iri hati adalah salah satu penghalang kita peduli terhadap sesama. Malam ini kita akan bicarakan tentang iri hati di sebabkan oleh ketidakpercayaan kepada Tuhan dan bagaimana memeranginya. Mari kita kupas bersama.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Sewaktu saya menganalisa kata iri sore ini dan saya cocokkan pikiranku dengan kamus Webster saya dapatkan dua hal.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;1) Dalam iri hati ada unsur keinginan. Kamu lihat orang yang hidupnya “enak” atau lebih “beruntung” dan kamu ingin seperti itu juga. Ingin menjadi seperti orang lain tidak selalu berarti kamu iri. Misalkan tidak apa-apa jika anda ingin meneladani hidup para rasul&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;2) Yang membuat iri hati menjadi hal yang jelek adalah keinginan itu bercampur dengan kemarahan karena hidup orang itu enak dan hidupmu tidak enak. Itulah arti iri.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Jadi iri adalah keinginan yang di sertai oleh kemarahan karena orang itu memilikinya sedangkan kamu tidak memilikinya. Hidup mereka berjalan mulus, namun hidupmu tidak demikian dan hatimu tidak bisa terima itu. Kenapa hidupnya begitu enak sedangkan hidupku kebalikannya?&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Situasi yang bisa timbulkan iri hati&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Siang ini saya coba cari contoh peristiwa yang timbulkan iri dari pengalamanku, dari imajinasiku, dan contoh dari hidup orang lain.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Di bawah adalah beberapa ilustrasi skenario yang bisa timbulkan iri:&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Saya bayangkan situasi antara Mr. Dukakis dan Mr. Bush berpotensi timbulkan iri. Jika Mr. Dukakis sudah dedikasikan hidupnya, keluarkan banyak uang dan upaya mati-matian supaya bisa jadi Presiden tapi tidak terpilih walau dia merasa dirinya adalah kandidat yang lebih baik, punya program lebih baik, dan punya cawapres yang lebih baik. Saya bisa bayangkan perasaanya malam susah tidur dengan perasaan bergejolak semuanya tidak berjalan sesuai yang dia harapkan. Sudah habiskan waktu dan tenaga dan tidak ada hasilnya.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Atau bagaimana jika teman baikmu akan segera menikah namun kamu blm kawin juga. Kalian sudah lama berteman dan sekarang dia akan menikah. Saya bisa bayangkan pasti muncul perasaan sebal.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Atau misalkan kau punya anak yang sakit-sakitan tapi keluarga lain yang kamu kenal selalu keliatan sehat. Anakmu sering sakit. Anakmu baru sembuh, sakit lagi dan punya sakit yang tidak umum. Tapi keluarga lain selalu keliatan sehat.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Atau di tim olahraga sekolah, kamu di masukkkan di tim kedua. Kamu tidak di beri kesempatan main hanya duduk saja di bangku pemain cadangan. Sementara pemain di tim pertama terus bermain dengan sikapnya yang menjengkelkan seakan-akan mereka paling hebat.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Atau kamu punya teman yang menang lotre. Dia bukan orang baik tapi dapatkan jutaan dollar. Kamu pasti berpikir lebih pantas kamu yang dapatkan uangnya.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Atau kamu seorang pendeta dan kamu lihat gereja lain berkembang sedangkan gerejamu antara tidak ada pertumbuhan atau kecil sekali pertumbuhannya. Kamu pasti berpikir semestinya tidak begini.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Atau mungkin kamu merasa orang lain lebih cantik atau lebih keren darimu. Tuhan yang berikan wajahmu tapi kita dengan mudahnya merasa iri ketika melihat orang yang kita rasa lebih cakep dari kita.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Larangan dan Peringatan terhadap Iri Hati&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Banyak situasi yang bisa timbulkan iri hati. Iri merupakan ancaman terhadap sukacita kita dan kepedulian kita kepada sesama. Jadi aku mau bahas ayat alkitab yang melarang iri hati, akibat iri hati dan bagaimana mengalahkan rasa iri.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Saya asumsikan kalian pasti setuju dengan saya bahwa firman katakan, Jangan iri. Bisa kita mulai dengan ayat itu? Saya punya empat ayat. Mazmur 37:1, Amsal 23:17, Galatia 5:26, 1Petrus2:1. Semua bunyinya adalah jangan iri. Jadi iri tidak alkitabiah. Iri tidak sesuai dengan kehendak Tuhan.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Kemudian kita berbicara tentang peringatannya. Mari kita baca satu ayat ini. Galatia 5:21 berbicara mengenai perbuatan daging dan buah Roh. Salah satu perbuatan daging adalah iri hati.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Galatia 5:19 - “Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati (cemburu)” - cemburu adalah salah satu jenis iri hati.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Saya sedang pertimbangkan apakah sebaiknya saya khotbah tentang cemburu. Cemburu adalah iri terhadap orang lain karena mereka mendapatkan perhatian/ kasih yang kamu juga ingin dapatkan. Kamu cemburu kepada seseorang karena dia di perhatikan oleh orang yang seharusnya perhatian kepadamu.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Sebenarnya ini hal yang wajar. Tuhan cemburu atas kasih yang seharusnya di tujukan kepadaNya. Suami atau istri wajar cemburu saat melihat ada hubungan antara pasangannya dengan orang lain. Tapi ada juga cemburu yang tidak sehat. Saya tidak focus pada cemburu karena semua yang saya bahas tentang iri hati berlaku juga untuk cemburu karena cemburu adalah salah satu jenis iri hati.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;“ Amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian” – ini tulisan di awal ayat 21 – “kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu -- seperti yang telah kubuat dahulu -- bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.”&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Inilah peringatannya. Iri hati adalah urusan yang serius. Semua yang saya khotbahkan di musim gugur ini adalah hal serius. Jadi jika kau biarkan iri berkuasa di hatimu karena ketidakpercayaanmu kepada Tuhan maka iri akan menguasai hidupmu dan mengkandaskan imanmu dan akhirnya hancurkan hidupmu.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Lawan Iri Hati seperti Raja Daud&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Baiklah. Kita sudah bahas apa itu iri hati, juga sudah di perlihatkan firman yang melarang iri; dan apa akibatnya jika kita biarkan iri diam di hati kita. Sekarang mari kita bicarakan bagaimana melawannya. Ini hal yang penting dan kita mulai dari Mazmur 37.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Mazmur ini bagus sekali jika hendak membicarakan bagaimana melawan iri hati karena di mulai dengan “Jangan iri hati”. Di 11 ayat pertama, saya hitung ada enam alasan kenapa di larang iri. Yang mau saya lakukan malam ini adalah memberikan kamu contoh bagaimana berjuang dalam peperangan iman melalui renunganmu setiap hari.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Saat kamu bangun pagi dan merasa ada perasaan iri di dalam hatimu terhadap seseorang di kantor, di keluarga, atau siapa saja, dan kamu katakan, “iri tidak boleh ada di dalam hatiku. Apa yang dapat kulakukan?” Inilah yang harus kau lakukan. Ambil alkitabmu, berlutut dan berdoa, dan mulai baca firman Tuhan. Carilah janji Tuhan yang hancurkan iri hati. Namun satu hal yang perlu kau ketahui bahwa iri hati adalah manifestasi dari ketidakpercayaan kepada kebaikan Tuhan.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Mari lihat Mazmur 37:&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;blockquote&amp;gt;“Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang”&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Jadi dasarnya adalah: jangan iri kepada orang yang berbuat curang atau marah karena mereka berbuat jahat.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;blockquote&amp;gt;“Sebab mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau.”&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Kemudian ayat 3 beritahu kita apa yang sebaiknya di lakukan. Ini adalah lawan dari iri.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;blockquote&amp;gt;“Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik.”&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Kemudian frasa berikutnya adalah perintahnya atau janjiNya. Saya rasa kedua-duanya. Alkitab versi RSV bunyinya:&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;blockquote&amp;gt;“So you dwell in the land and enjoy security (Diamlah di negeri dan menikmati jaminan keamanan)&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;blockquote&amp;gt;“Diamlah di negeri dan berlakulah setia.” ( versi TB)&amp;lt;blockquote&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Menikmati jaminan keamanan arti literalnya adalah bersandar kepada kasih setiaNya.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;“Bergembiralah karena Tuhan; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. “Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepada-Nya.”&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Perhatikan hal positif ini yang harus mengisi hatimu menggantikan iri hati. “Percaya” (ayat 3), “Bergembiralah” (ayat 4), “Serahkanlah hidupmu” (ayat 5), dan kata “percaya” lagi di ayat 5. Itulah sebabnya saya pilih Mazmur 37 karena Mazmur ini mengajarkan kita bahwa iri hati adalah ketidakpercayaan kepada Tuhan atau ada akar ketidakpercayaan. Dan lawan kata dari iri adalah iman, percaya, bergembira di dalam Tuhan atau serahkan beban kepada Tuhan.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Jadi sudah jelas bahwa saat kita mulai merasa iri – saat kita mulai perhatikan dan tidak suka melihat mereka punya sesuatu dan kita tidak mendapatkan apa-apa – kita mulai kehilangan damai sejahtera dan sukacita di dalam Tuhan, sumber permasalahannya adalah iman. Ok? Itulah point utamanya.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Mazmur 37 Beri Enam Alasan Mengapa Lebih Baik untuk Percaya&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Mengapa saya katakan Mazmur 37 ini sangat bagus karena Mazmur ini berikan begitu banyak alasan kenapa kita jangan tidak percaya. Mazmur 37 beritahu kita untuk tinggal diam di dalam Tuhan. Juga beritahu kita bahwa Tuhan bekerja dengan caraNya, walau keliatannya keadaan mereka baik namun keadaan akan jauh lebih baik bagi kita. Mari kita kupas hal di bawah ini. Saya tuliskan enam alasan jangan tetap tinggal dalam cengkeraman iri karena ketidakpercayaanmu akan kebaikan Tuhan.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;1. Ayat 2: “sebab mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau.” Jadi jika kamu mulai iri kepada orang yang berbuat curang, seperti orang jahat yang baru saja menang loteri sejuta dollar, Tuhan berkata, “ Coba pikirkan. Kamu tidak mau berada di posisi orang itu. Dia akan segera lisut seperti rumput dan orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya. Jadi itu alasan pertama. Di ulang lagi di ayat 9: “Sebab orang-orang yang berbuat jahat akan dilenyapkan, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan akan mewarisi negeri.” Dan di ayat 10: “Karena sedikit waktu lagi, maka lenyaplah orang fasik.” Jadi alasan pertama kamu tidak biarkan iri hati menguasaimu terhadap orang tidak percaya adalah pikiran ini: Tuhan melalui firmannya berkata orang ini akan lisut seperti bunga – dengan cepatnya. Mereka akan lenyap dan kekayaan mereka akan menjadi milik siapa?&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;2. Ayat 3 : Versi RSV: “So you dwell in the land and enjoy security (Diamlah di negeri dan menikmati jaminan Keamanan). Menikmati keamanan bisa di artikan menikmati pemeliharaan kasih setia Tuhan. Dengan kata lain, itulah ganjaran karena beriman kepadaNya. “Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik dan kamu akan berdiam di padang yang berumput hijau. Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu, yang membawa kita kepada alasan berikutnya.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;3. Ayat 4: “dan bergembiralah karena Tuhan (yaitu percayalah kepada Tuhan) maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.” Sungguh janji yang sangat mengagumkan, karena iri hati muncul karena keinginan hatimu tidak terpenuhi. Kamu iri terhadap orang yang punya apa yang kamu inginkan tapi kamu tidak bisa penuhi keinginan itu. Jadi cara melawan iri hati adalah pegang janji ini dan katakan, “ Tuhan Engkau berjanji di ayat 4 bahwa jika saya bergembira di dalamMu, Engkau akan memberikan apa yg di inginkan hatiku. Sekarang saya mau bersuka di dalamMu.”&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Inilah langkahnya: percaya kepada Tuhan sehingga hatimu beroleh ketenangan di dalam Dia yang mengasihimu. Kepercayaan kepada Tuhan memberi dampak besar yaitu keinginanmu berubah. Dan semua keinginanmu akhirnya akan di penuhi. Inilah esensi dari janji- janji di Roma 8:32 (“Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?”) atau di 1 korintus 3:21-23 (“Karena itu janganlah ada orang yang memegahkan dirinya atas manusia, sebab segala sesuatu adalah milikmu: baik Paulus, Apolos, maupun Kefas, baik dunia, hidup, maupun mati, baik waktu sekarang, maupun waktu yang akan datang. Semuanya kamu punya. Dan kamu adalah milik Kristus dan Kristus adalah milik Allah.”). Alkitab memberi janji yang mengagumkan bagi barangsiapa yang hatinya bergembira di dalam Tuhan, bukan bergembira atas barang materi.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;4. Ayat 5 dan 6 “Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang.” Saya ingat beberapa tahun lalu ketika Steve dan Susan Roy tinggal di seberang rumahku. Steve baru saja mengundurkan diri dari InterVarsity. Dia tidak punya pekerjaan. Kita tidak ada kepastian apakah dia akan di perlukan di Bethlehem atau tidak. Setiap akhir minggu dia melukis. Dan bagi Steve Roy, seorang teolog sejati, melukis bukanlah pekerjaan impiannya.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Suatu hari kita sedang berjalan bersama dia mengatakan, “Kami perlu sesuatu yang menguatkan kami”. Saya masih ingat berdiri di pinggir jalan dan mengatakan, “ Inilah janji Allah kepada kalian hari ini: Yesaya 64:4 “Tidak ada telinga yang mendengar, dan tidak ada mata yang melihat seorang Allah yang bertindak bagi orang yang menanti-nantikan Dia; hanya Engkau yang berbuat demikian.” Beberapa tahun kemudian mereka mengatakan bahwa betapa mereka masih ingat peristiwa itu. “Allah bertindak bagi orang yang menanti-nantikan Dia”. Itulah firmanNya. Dan kata “bertindak” (dalam bahasa ibrani) sama dengan kata bertindak di ayat 5: “Ia akan bertindak; Ia akan memunculkan kebenaranmu”. Dan kata memunculkan kebenaranmu sangat indah karena seringkali penyebab iri karena adanya perasaan keadaan tidak berjalan seperti seharusnya. Kita mendapat perlakuan yang tidak adil sedangkan orang yang seharusnya tidak pantas mendapatkannya malah beroleh segalanya. Yang kami inginkan adalah Tuhan membenarkan kami dan inilah yang di janjikan di ayat ini. Kebenaran kami akan di munculkan.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;5. Ayat 9 dan 11: “Sebab orang-orang yang berbuat jahat akan dilenyapkan, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan akan mewarisi negeri. Mungkin kamu akan berkata, “Tunggu dulu. Saya bukan orang Yahudi dan saya tidak akan warisi Palestina,” berhati-hatilah dengan apa yang kamu katakan. Semua janji di Perjanjian Lama yang berlaku untuk orang Yahudi juga akan berlaku juga untuk dirimu.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Apakah di Perjanjian Baru ada janji Tuhan yang kata-katanya mirip dengan ayat 11? Ada di ucapan bahagia di khotbah di bukit, “Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.” Baiklah, mungkin saya tidak dapat Palestina tapi saya dapat bumi. Bahkan dikatakan di Roma 4:13 telah diberikan janji kepada Abraham dan keturunannya, bahwa ia akan memiliki dunia. 1 Korintus 6 katakan kamu akan menghakimi para malaikat. Yesus mengatakan kepada muridNya bahwa mereka akan duduk di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. Kita yang bukan rasul dan bukan termasuk 12 murid Tuhan akan menghakimi malaikat. Alkitab penuh dengan janji menakjubkan yang dapat mengangkat rasa marah yang mendidih di bawah perasaan iri.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;6. Ayat 11: Tetapi orang-orang yang rendah hati akan mewarisi negeri dan bergembira karena shalom yang berlimpah-limpah.” Kata shalom di terjemahkan kesejahteraan. Dalam bahasa ibrani kata ini merujuk kepada kesejahteraan keseluruhan, sejahtera jasmani dan jiwa bagi siapa yang percaya.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Jadi ini contoh cara melawan ketidakpercayaan di pagi hari, saat iri muncul di hatimu. Kamu dapat firman yang mengatakan: “jangan iri,” kemudian kamu berdoa, “Tuhan, saya mau lepas dari iri hati ini karena itu perlu firman yang beriku ketentraman di dalamMu. Tolong beriku peneguhan melalui firmanMu. Kemudian kamu mulai baca firman itu pelan- pelan. Selesai satu ayat kamu berhenti dan berdoa, “Tuhan celikkan mataku untuk melihat keajaiban janji ini. Dan karuniakan RohMu untuk aku mampu menikmati keindahan firmanMu, diam di dalam firmanMu, percaya dan melakukannya hari ini. Kemudian lanjut ke ayat berikutnya dan ulangi lagi hal yang sama sampai kamu menemukan perjumpaan dengan Tuhan dan melepaskan kau dari iri ini dari hatimu.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Amunisi Tambahan untuk Melawan Ketidakpercayaan&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Mari kita lihat beberapa ayat tambahan yang dapat di pakai untuk melawan iri hati.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Amsal 23:17 : “Janganlah hatimu iri kepada orang-orang yang berdosa, tetapi takutlah akan Tuhan senantiasa.” Dan kemudian di susul dengan janji yang indah ini: “ Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.” Jadi ada seseorang yang melihat orang berdosa yang berhasil. Orang itu kemudian patah semangat. Dia berusaha hidup bagi Kristus tapi hidupnya tidak seberuntung orang berdosa. Alkitab sadar betul akan problem ini. Mazmur 37 dan mazmur 73 di tujukan untuk situasi di atas.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Kadang cerita lebih bisa beri kita gambaran yang lebih jelas, terutama cerita di alkitab. Ini cerita yang sering saya pakai untuk mengatasi godaan untuk iri. Yaitu cerita tentang anak dengan lima roti dan dua ikan, terutama yang tercatat di Yohanes 6.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Di Yohanes 6, Yesus berbelas kasihan kepada orang banyak dan berkata kepada murid-muridNya, “Beri mereka makan.” Tapi murid-muridNya berkata,”suruh mereka semua pergi. Kita butuh roti seharga 200 dinar untuk dapat memberi mereka makan dan hari sudah mulai malam.” JawabNya, “Apa yang ada padamu? Mereka menjawab,”Disini ada seorang anak yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak itu?” Nah, kamu coba bayangkan anak itu akan menengadah dan bilang begini, “ Hanya ini saja yang kupunyai. Jangan bikin perasaanku tidak enak.” Seperti itulah situasi kita. Kita seperti anak yang hanya punya lima roti jelai dan dua ikan ini, demikian kita memandang talenta kita, penampilan kita, harta kita atau lainnya yang kau rasa tidak cukup baik. Kamu lihat semua orang-orang kaya, cantik, kuat dan hidup mereka berjalan dengan lancar. Yang kamu punya hanyalah lima roti dan dua ikan namun harus dapat memenuhi kebutuhan roti senilai 200 dinar. Dan Yesus berkata,” Bawalah kemari kepadaKu.” Di ambilnya 5 roti dan 2 ikan itu – kamu belajar ini di sekolah minggukan? Cerita yang indah – dan Dia berdoa, dan memberi makan 5000 laki-laki belum terhitung para perempuan dan anak-anak. Saya melihat cerita ini dan berkata, “ Mungkin ada harapan untuk lima roti dan dua ikan kepunyaanku.”&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Setelah semua makan kenyang, masih ada sisa berapa keranjang? Dua belas. Kenapa dua belas? Supaya setiap rasul mendapat bagian yaitu Rasul yang tidak percaya 5 roti dan 2 ikan sudah cukup. Ini menunjukkan ketika kamu memberi apa yang kau anggap tidak cukup, kamu akan menerima kembali lebih dari apa yang kamu bayangkan. Cerita inilah yang akan hancurkan iri di hatimu.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Jika kamu kira apa yang kamu miliki terlalu kecil nilainya, tidak ada artinya, Yesus mampu menjadikannya cukup, menjadikannya berarti. Dia dapat mengambil bagian yang paling kecil darimu dan melipatgandakannya. Saya punya plakat kecil di pintu rumahku yang Virginia Maderis berikan di Maryland 15 tahun lalu. Bunyinya, “ Dunia ini belum pernah melihat apa yang dapat di lakukan oleh orang yang dedikasikan hidupnya sepenuhnya untuk Tuhan. Oleh kuasa Tuhan saya hendak menjadi orang itu” – D.L.Moody&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Mengasihi Artinya Berhenti Membandingkan&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Ilustrasi terakhir: kita baca Yohanes 21. Kamu pasti pernah baca cerita ini tapi kamu tidak pernah hubungkan dengan iri hati. Sebelumnya saya juga tidak. Barusan saja saya menyadarinya sewaktu membacanya di sebuah buku, jadi ini bukan pemikiranku tapi saya ingin membaginya dengan kalian. Situasinya adalah Petrus sudah di pulihkan oleh Yesus setelah dia menyangkal Yesus. Petrus menegaskan tiga kali bahwa dia mengasihi Tuhan. Di ayat 18 di katakan, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki.” Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah.”&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Artinya Petrus akan mati martir. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: “Ikutlah Aku.”&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Ketika Petrus berpaling, ia melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus - yaitu Yohanes yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata: “Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?” “Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: “Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?” Menurut kalian apa yang terjadi disini? Mengapa Petrus bertanya seperti itu? Yang dia katakan adalah, Engkau katakan aku akan mati di bunuh. Bagaimana dengan Yohanes? Apakah dia juga akan mati di bunuh? Kamu bisa melihat ada iri di hati Petrus. “Jika Yohanes tidak mati di bunuh maka ini tidak adil!” Mari kita lihat bagaimana Yesus menangani hal ini.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Jawab Yesus: “Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku.” Apa arti ucapan Yesus disini? Menurutku Dia mengatakan sangat berbahaya membandingkan situasi kondisimu dengan orang lain. Juga berbahaya membandingkan talenta/karunia. Saya ingat masa masih di Wheaton College, di asramanya, Martin Noel, kepala asrama waktu itu, menempel kertas kecil di pintunya yang berbunyi, “Kasih tidak membandingkan.” Benar sekali. Yang Yesus katakan kepada Petrus adalah jangan bandingkan dirimu dengan murid yang lain. Apa yang saya berikan kepadanya bukan urusanmu. Inilah yang Aku berikan kepadamu: DiriKu. Apakah DiriKu cukup bagimu?&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Dan itulah solusi untuk iri hati. Sama dengan solusi untuk hawa nafsu, yang kita bahas tadi pagi. Yesuslah solusinya. Ikutlah Yesus. Jika kau berjalan di belakangku, ada Aku besertamu, mengapakah kau meributkan orang lain? Jadi itulah jawabannya: yang kita butuhkan adalah Yesus, lebih dan lebih lagi. Kita harus sadari merupakan suatu kehormatan yang sungguh istimewa untuk mengenal Yesus. Yesus juga berkata, “Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga.” Sungguh suatu kehormatan dapat menjadi murid Yesus Kristus. Kesadaran ini membuat kita tidak membandingkan diri dengan murid yang lain. Maka lenyaplah iri hati.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kathyyee</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Bagaimana_Menentukan_Pekerjaan_Anda_Selanjutnya</id>
		<title>Bagaimana Menentukan Pekerjaan Anda Selanjutnya</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Bagaimana_Menentukan_Pekerjaan_Anda_Selanjutnya"/>
				<updated>2020-03-31T14:32:27Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Kathyyee: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|How to Decide About Your Next Job}}&amp;lt;p&amp;gt;Pada tahun 1997 saya mengumpulkan teks-teks alkitab untuk membantu saudara-saudara seiman untuk memikirkan pekerjaan apa yang akan mereka tekuni. Di bawah ini saya mencantumkan daftarnya sekaligus beberapa komentar untuk memberikan penjelasan lebih spesifik tentang yang saya pikirkan.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Saya berdoa agar ini dapat membantu memenuhi pikiran Anda dengan pemusatan yang penuh pada Kristus dalam seluruh segi hidup Anda. Tuhan membuat kita untuk bekerja dan Dia peduli pada apa yang Anda lakukan dengan setengah dari kehidupan Anda yang disebut “pekerjaan.” Dia ingin Anda bersukacita karena pekerjaan itu dan Dia ingin dimuliakan di dalam pekerjaan itu.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Semoga Tuhan menempatkan Anda dengan tepat di tempat kerja, karena hanya Dia yang dapat melakukannya ketika umat-Nya sangat memperhatikan pertanyaan-pertanyaan berikut ini.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;12 Pertanyaan untuk Dipertimbangkan&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;1. Dapatkah Anda dengan sungguh-sungguh melakukan semua bagian dari pekerjaan ini “untuk kemuliaan Allah,” yaitu, dengan cara yang menekankan mengutamakan Allah atas semua hal lain?&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah (1 Kor 10:31)&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&amp;lt;p&amp;gt;Pekerjaan yang mengharuskan Anda berdosa tidak akan memuliakan Allah. Dosa adalah perasaan, perkataan, atau tindakan apa pun yang menyiratkan kemuliaan Allah tidak terlalu berharga. Anda tak mungkin berdosa demi kemuliaan Tuhan. Namun hal-hal ini seringkali tidak begitu jelas. Pekerjaan mungkin melibatkan kita dalam praktik yang tidak jelas merupakan dosa atau bukan. Dalam kondisi itu pertanyakan ini: Apakah hati nurani saya tegas? Ayat yang penting di sini adalah Roma 14:23, “Tetapi barangsiapa yang bimbang, kalau ia makan, ia telah dihukum, karena ia tidak melakukannya berdasarkan iman. Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa.”&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;2. Apakah mengambil pekerjaan ini adalah sebuah strategi untuk bertumbuh dalam kekudusan?&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;“Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu,” (1 Tes 4:3).&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&amp;lt;p&amp;gt;Ketika Paulus mengatakan “kejarlah kekudusan” (1 Tim 6:11; 1 Tim 2:22), maksudnya bukan: di gereja dan di rumah, bukan di pekerjaan. Pekerjaan kita adalah separuh dari kehidupan kita. Jika menguduskan diri dalam segala hal merupakan panggilan hidup kita, maka melakukannya dalam pekerjaan adalah hal yang perlu diperhatikan. Tuhan akan senang jika Anda merenungkan ini: Bagaimana pekerjaan ini cocok dengan strategi saya dalam mengejar karakter yang seperti Kristus.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;3. Apakah pekerjaan ini akan membantu atau menghambat kemajuan Anda dalam menghargai nilai dari pengenalan akan Kristus Yesus?&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, (Fil 3:8).&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&amp;lt;p&amp;gt;Pikirkan tuntutan pekerjaan ini dan bagaimana hal itu dapat memengaruhi pengejaran Anda untuk mengenal dan menghargai Yesus. Misalnya, apakah itu mengharuskan Anda untuk memilih antara unggul dalam pekerjaan atau setia beribadah? Akankah hal itu memberi Anda gambaran atau tawaran berdosa, yang paling rentan bagi Anda – yaitu, yang memikat Anda untuk lebih menghargai dunia ini daripada Kristus?&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;4. Apakah pekerjaan ini akan menghasilkan tekanan yang tidak pantas pada Anda untuk berpikir atau merasakan atau bertindak melawan Raja Anda, Yesus?&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Karena itu janganlah kamu menjadi hamba manusia (1 Kor 7:23)&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&amp;lt;p&amp;gt;Intinya di sini adalah perbudakan. Semua pekerjaan membatasi perilaku. Kita harus hadir. Kita harus menghasilkan hasil ini. Kita harus mengikuti prosedur ini. Pembatasan bukanlah perbudakan jika kita dengan gembira menerima hikmahnya. Apakah pekerjaan ini akan menekan Anda, yang pada kenyataannya terlalu menindas dan memperbudak?&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;5. Akankah pekerjaan ini membantu membangun pola hidup yang menghasilkan keterlibatan signifikan dalam memenuhi tujuan besar Allah untuk meninggikan Kristus di antara semua orang yang belum terjangkau di dunia?&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Yesus mendekati mereka dan berkata: &amp;quot;Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman (Mat 28:18-20)&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&amp;lt;p&amp;gt;Saya berasumsi bahwa masing-masing orang adalah pekerja penuh waktu, atau paruh waktu, atau acuh tak acuh, jika menyangkut tentang Amanat Agung. Tidak ada zona netral. Tidak semua dari kita menjadi peginjil penuh waktu. Tapi kita semua peduli bahwa ada orang yang menjadi penginjil penuh waktu. Kita orang Kristen di dunia, dibebani oleh berapa banyak orang yang belum terjangkau, dan kita semua bersukacita mendengar berita tentang penyebaran Injil.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Beberapa pekerjaan dapat memajukan tujuan hidup ini secara signifikan dengan melibatkan perjalanan bisnis atau interaksi multi-etnis. Pekerjaan lain mungkin tampak tidak berhubungan. Namun benarkah demikian? Tempat kerja adalah sumber pendapatan agar kita dapat memberi demi pekerjaan Tuhan. Tempat kerja adalah tempat pertobatan dan perekrutan untuk misi global. Tempat kerja adalah tempat pelatihan untuk hal-hal yang bisa dilakukan seseorang untuk hidup di negara lain dengan sedikit orang Kristen. Tempat kerja adalah tempat untuk berbicara secara cerdas dan bijak tentang orang-orang di dunia.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;6. Apakah pekerjaan ini layak untuk energi terbaik Anda?&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga (Pkh 9:10)&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&amp;lt;p&amp;gt;Jangan ada sesuatu yang dikerjakan dengan setengah-setengah. Artinya segala sesuatu yang tidak layak untuk dilakukan dengan sepenuh hati harus Anda singkirkan dari hidup anda. Pekerjaan tidak harus berdampak tinggi agar layak untuk usaha yang maksimal. Sebagian besar hal yang kita lakukan pada hari-hari tertentu memiliki dampak yang relatif rendah. Bekerja pada jalur perakitan berarti melakukan ratusan kali pekerjaan yang dengan sendirinya tampak berdampak rendah. Namun jika produk atau layanan itu berharga, efek kumulatif dari ribuan tugas berdampak rendah sangat besar. Pekerjaan-pekerjaan ini dapat diubah menjadi sebuah ibadah dengan tindakan iman. Itulah artinya melakukannya dengan kekuatan Anda dan untuk kemuliaan Allah.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;7. Akankah kegiatan dan lingkungan pekerjaan ini cenderung membentuk diri Anda atau apakah Anda dapat membentuknya untuk tujuan Allah yang memuliakan Kristus?&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu (Roma 12:2)&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&amp;lt;p&amp;gt;Pahamilah diri Anda. Kita semua bisa rentan terhadap godaan yang berbeda-beda. Orang Kristen yang harus mengubah dunia, bukannya dirubah oleh dunia ini. Ya, memang benar bahwa kita semua dibentuk oleh kebudayaan kita (bahasa, cara berpakaian, dll). Namun Tuhan bermaksud agar ini bersifat timbal balik. Kita berbudaya dunia ini untuk berkomunikasi bahwa kita hidup untuk harta di luar dunia ini. Apakah pekerjaan ini memberikan harapan untuk itu? Atau, secara realistis, apakah itu terlalu sulit?&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;8. Akankah pekerjaan ini memberi Anda kesempatan untuk menjadi Kristen yang radikal sehingga membiarkan cahaya Anda bersinar demi Bapa di surga, atau akankah partisipasi Anda dalam visi bisnis cenderung mematikan sumbu Anda?&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga (Matius 5:16).&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&amp;lt;p&amp;gt;Ada perusahaan – yang semakin banyak – yang kebijakan dan prosedurnya akan memberangus suara Anda, Anda tidak bisa berbicara dengan kebenaran dan cinta tanpa dipecat. Apakah penerimaan pekerjaan ini adalah penerimaan berangus itu? Apakah itu kehendak Tuhan untuk Anda?&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;9. Apakah tujuan pekerjaan ini selaras dengan intensitas yang tumbuh dalam hidup Anda untuk secara radikal, terbuka, dan produktif berbakti kepada Kristus dengan pengorbanan apa pun?&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku (Mar 8:34).&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&amp;lt;p&amp;gt;Jika anda berada di dalam musim pertumbuhan rohani yang serius, pertanyakan apakah pekerjaan baru itu akan mempengaruhinya. Akan ada macam-macam pekerjaan, macam-macam orang, macam-macam tekanan, dan macam-macam jadwal yang dapat membuat pertumbuhan itu berhenti. Apakah tingkatan baru dalam mencintai Kristus ini cukup berharga sehingga Anda memprioritaskannya, bahkan jika diperlukan, di atas pekerjaan baru Anda?&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;10. Apakah pekerjaan ini adalah investasi yang bagus dari hidup Anda saat persiapan Anda untuk kekekalan berakhir?&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap (Yak 4:14).&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&amp;lt;p&amp;gt;Tuhan mengatakan bahwa ada kebijaksanaan yang akan muncul saat kita menghitung hari-hari kita (Maz 90:12). Maka dari itu, jika kita menanyakan apakah hubungannya pekerjaan baru ini dengan singkatnya kehidupan, itu akan mengutungkan Anda dalam memilih pekerjaan baru. Saat Tuhan memanggil kita atau datang untuk kita, kita ingin didapati sedang mengerjakan sesuatu yang menyenangkan hatiNya. Juga kita ingin merasa lega karena telah membuat pilihan bijak mengingat betapa pendek dan rapuhnya kehidupan ini.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;11. Apakah pekerjaan ini sesuai dengan mengapa Anda percaya bahwa Anda diciptakan dan ditebus oleh Kristus?&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;“Semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku” (Yes 43:6-7). &amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;“Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar, karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” (1 Kor 6:20). Anda unik. Itu luar biasa dan benar. Saya sering terkagum, di sebuah bandara yang ramai, ada ribuan orang yang adalah manusia namun semuanya terlihat berbeda. Bagaimana bisa ada begitu banyak perbedaan dalam ciptaan ini? Namun memang begitu, dan tidak ada satupun yang adalah sebuah kebetulan. Tuhan mendesain mereka semua seperti prisma yang unik yang membiaskan kemuliaanNya karena hanya prisma ini yang dapat melakukannya. Pertanyaannya: Apakah pekerjaan ini akan menyembunyikan keunikan prisma Anda? Atau itu akan memberi Anda ruang untuk bersinar&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;12. Apakah pekerjaan ini cocok dengan kebenaran mutlak bahwa segala sesuatu ada untuk Kristus?&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu … diciptakan oleh Dia dan untuk Dia (Kol 1:16).&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&amp;lt;p&amp;gt;Jika semua hal ada untuk Kristus, adakah pekerjaan yang salah? Ada. Karena manusia mencoba menggunakan hal-hal tertentu untuk tujuan lain selain kemuliaan Kristus. Segala sesuatu yang diciptakan Tuhan adalah baik. Itu ada untuk mengomunikasikan kebesaran dan keindahanNya. Akankah pekerjaan ini membebaskan Anda untuk mengambil apa yang telah Tuhan buat dan menjadikannya alat untuk memuliakan Tuhan?&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Saya harap Anda mendapati bahwa ada beberapa jawaban mudah ketika bertanya tentang pekerjaan apa yang harus dikejar. Tujuannya di sini bukan untuk membuatnya mudah, namun untuk membuatnya berpusat pada Kristus, meninggikan Kristus, dan dikuasai Kristus. Jika hati Anda benar-benar menanyakan pertanyaan-pertanyaan semacam ini, Tuhan akan membimbing Anda. Carilah Dia dengan kesungguhan dengan cara-cara ini, dan biarkan hati Anda menjadi penuntun Anda.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kathyyee</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Bagaimana_Menentukan_Pekerjaan_Anda_Selanjutnya</id>
		<title>Bagaimana Menentukan Pekerjaan Anda Selanjutnya</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Bagaimana_Menentukan_Pekerjaan_Anda_Selanjutnya"/>
				<updated>2020-03-31T14:29:31Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Kathyyee: ←Membuat halaman berisi '{{info|How to Decide About Your Next Job}}&amp;lt;p&amp;gt;Pada tahun 1997 saya mengumpulkan teks-teks alkitab untuk membantu saudara-saudara seiman untuk memikirkan pekerjaan apa yang...'&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|How to Decide About Your Next Job}}&amp;lt;p&amp;gt;Pada tahun 1997 saya mengumpulkan teks-teks alkitab untuk membantu saudara-saudara seiman untuk memikirkan pekerjaan apa yang akan mereka tekuni. Di bawah ini saya mencantumkan daftarnya sekaligus beberapa komentar untuk memberikan penjelasan lebih spesifik tentang yang saya pikirkan.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Saya berdoa agar ini dapat membantu memenuhi pikiran Anda dengan pemusatan yang penuh pada Kristus dalam seluruh segi hidup Anda. Tuhan membuat kita untuk bekerja dan Dia peduli pada apa yang Anda lakukan dengan setengah dari kehidupan Anda yang disebut “pekerjaan.” Dia ingin Anda bersukacita karena pekerjaan itu dan Dia ingin dimuliakan di dalam pekerjaan itu.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Semoga Tuhan menempatkan Anda dengan tepat di tempat kerja, karena hanya Dia yang dapat melakukannya ketika umat-Nya sangat memperhatikan pertanyaan-pertanyaan berikut ini.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;12 Pertanyaan untuk Dipertimbangkan&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;1. Dapatkah Anda dengan sungguh-sungguh melakukan semua bagian dari pekerjaan ini “untuk kemuliaan Allah,” yaitu, dengan cara yang menekankan mengutamakan Allah atas semua hal lain?&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;blockquote&amp;gt;Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah (1 Kor 10:31)&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Pekerjaan yang mengharuskan Anda berdosa tidak akan memuliakan Allah. Dosa adalah perasaan, perkataan, atau tindakan apa pun yang menyiratkan kemuliaan Allah tidak terlalu berharga. Anda tak mungkin berdosa demi kemuliaan Tuhan. Namun hal-hal ini seringkali tidak begitu jelas. Pekerjaan mungkin melibatkan kita dalam praktik yang tidak jelas merupakan dosa atau bukan. Dalam kondisi itu pertanyakan ini: Apakah hati nurani saya tegas? Ayat yang penting di sini adalah Roma 14:23, “Tetapi barangsiapa yang bimbang, kalau ia makan, ia telah dihukum, karena ia tidak melakukannya berdasarkan iman. Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa.”&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;2. Apakah mengambil pekerjaan ini adalah sebuah strategi untuk bertumbuh dalam kekudusan?&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;blockquote&amp;gt;“Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu,” (1 Tes 4:3).&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Ketika Paulus mengatakan “kejarlah kekudusan” (1 Tim 6:11; 1 Tim 2:22), maksudnya bukan: di gereja dan di rumah, bukan di pekerjaan. Pekerjaan kita adalah separuh dari kehidupan kita. Jika menguduskan diri dalam segala hal merupakan panggilan hidup kita, maka melakukannya dalam pekerjaan adalah hal yang perlu diperhatikan. Tuhan akan senang jika Anda merenungkan ini: Bagaimana pekerjaan ini cocok dengan strategi saya dalam mengejar karakter yang seperti Kristus.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;3. Apakah pekerjaan ini akan membantu atau menghambat kemajuan Anda dalam menghargai nilai dari pengenalan akan Kristus Yesus?&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;blockquote&amp;gt;Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, (Fil 3:8).&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Pikirkan tuntutan pekerjaan ini dan bagaimana hal itu dapat memengaruhi pengejaran Anda untuk mengenal dan menghargai Yesus. Misalnya, apakah itu mengharuskan Anda untuk memilih antara unggul dalam pekerjaan atau setia beribadah? Akankah hal itu memberi Anda gambaran atau tawaran berdosa, yang paling rentan bagi Anda – yaitu, yang memikat Anda untuk lebih menghargai dunia ini daripada Kristus?&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;4. Apakah pekerjaan ini akan menghasilkan tekanan yang tidak pantas pada Anda untuk berpikir atau merasakan atau bertindak melawan Raja Anda, Yesus?&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;blockquote&amp;gt;Kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Karena itu janganlah kamu menjadi hamba manusia (1 Kor 7:23)&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Intinya di sini adalah perbudakan. Semua pekerjaan membatasi perilaku. Kita harus hadir. Kita harus menghasilkan hasil ini. Kita harus mengikuti prosedur ini. Pembatasan bukanlah perbudakan jika kita dengan gembira menerima hikmahnya. Apakah pekerjaan ini akan menekan Anda, yang pada kenyataannya terlalu menindas dan memperbudak?&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;5. Akankah pekerjaan ini membantu membangun pola hidup yang menghasilkan keterlibatan signifikan dalam memenuhi tujuan besar Allah untuk meninggikan Kristus di antara semua orang yang belum terjangkau di dunia?&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;blockquote&amp;gt;Yesus mendekati mereka dan berkata: &amp;quot;Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman (Mat 28:18-20)&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Saya berasumsi bahwa masing-masing orang adalah pekerja penuh waktu, atau paruh waktu, atau acuh tak acuh, jika menyangkut tentang Amanat Agung. Tidak ada zona netral. Tidak semua dari kita menjadi peginjil penuh waktu. Tapi kita semua peduli bahwa ada orang yang menjadi penginjil penuh waktu. Kita orang Kristen di dunia, dibebani oleh berapa banyak orang yang belum terjangkau, dan kita semua bersukacita mendengar berita tentang penyebaran Injil.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Beberapa pekerjaan dapat memajukan tujuan hidup ini secara signifikan dengan melibatkan perjalanan bisnis atau interaksi multi-etnis. Pekerjaan lain mungkin tampak tidak berhubungan. Namun benarkah demikian? Tempat kerja adalah sumber pendapatan agar kita dapat memberi demi pekerjaan Tuhan. Tempat kerja adalah tempat pertobatan dan perekrutan untuk misi global. Tempat kerja adalah tempat pelatihan untuk hal-hal yang bisa dilakukan seseorang untuk hidup di negara lain dengan sedikit orang Kristen. Tempat kerja adalah tempat untuk berbicara secara cerdas dan bijak tentang orang-orang di dunia.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;6. Apakah pekerjaan ini layak untuk energi terbaik Anda?&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;blockquote&amp;gt;Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga (Pkh 9:10)&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Jangan ada sesuatu yang dikerjakan dengan setengah-setengah. Artinya segala sesuatu yang tidak layak untuk dilakukan dengan sepenuh hati harus Anda singkirkan dari hidup anda. Pekerjaan tidak harus berdampak tinggi agar layak untuk usaha yang maksimal. Sebagian besar hal yang kita lakukan pada hari-hari tertentu memiliki dampak yang relatif rendah. Bekerja pada jalur perakitan berarti melakukan ratusan kali pekerjaan yang dengan sendirinya tampak berdampak rendah. Namun jika produk atau layanan itu berharga, efek kumulatif dari ribuan tugas berdampak rendah sangat besar. Pekerjaan-pekerjaan ini dapat diubah menjadi sebuah ibadah dengan tindakan iman. Itulah artinya melakukannya dengan kekuatan Anda dan untuk kemuliaan Allah.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;7. Akankah kegiatan dan lingkungan pekerjaan ini cenderung membentuk diri Anda atau apakah Anda dapat membentuknya untuk tujuan Allah yang memuliakan Kristus?&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;blockquote&amp;gt;Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu (Roma 12:2)&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Pahamilah diri Anda. Kita semua bisa rentan terhadap godaan yang berbeda-beda. Orang Kristen yang harus mengubah dunia, bukannya dirubah oleh dunia ini. Ya, memang benar bahwa kita semua dibentuk oleh kebudayaan kita (bahasa, cara berpakaian, dll). Namun Tuhan bermaksud agar ini bersifat timbal balik. Kita berbudaya dunia ini untuk berkomunikasi bahwa kita hidup untuk harta di luar dunia ini. Apakah pekerjaan ini memberikan harapan untuk itu? Atau, secara realistis, apakah itu terlalu sulit?&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;8. Akankah pekerjaan ini memberi Anda kesempatan untuk menjadi Kristen yang radikal sehingga membiarkan cahaya Anda bersinar demi Bapa di surga, atau akankah partisipasi Anda dalam visi bisnis cenderung mematikan sumbu Anda?&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;blockquote&amp;gt;Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga (Matius 5:16).&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Ada perusahaan – yang semakin banyak – yang kebijakan dan prosedurnya akan memberangus suara Anda, Anda tidak bisa berbicara dengan kebenaran dan cinta tanpa dipecat. Apakah penerimaan pekerjaan ini adalah penerimaan berangus itu? Apakah itu kehendak Tuhan untuk Anda?&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;9. Apakah tujuan pekerjaan ini selaras dengan intensitas yang tumbuh dalam hidup Anda untuk secara radikal, terbuka, dan produktif berbakti kepada Kristus dengan pengorbanan apa pun?&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;blockquote&amp;gt;Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku (Mar 8:34).&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Jika anda berada di dalam musim pertumbuhan rohani yang serius, pertanyakan apakah pekerjaan baru itu akan mempengaruhinya. Akan ada macam-macam pekerjaan, macam-macam orang, macam-macam tekanan, dan macam-macam jadwal yang dapat membuat pertumbuhan itu berhenti. Apakah tingkatan baru dalam mencintai Kristus ini cukup berharga sehingga Anda memprioritaskannya, bahkan jika diperlukan, di atas pekerjaan baru Anda?&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;10. Apakah pekerjaan ini adalah investasi yang bagus dari hidup Anda saat persiapan Anda untuk kekekalan berakhir?&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;blockquote&amp;gt;Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap (Yak 4:14).&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Tuhan mengatakan bahwa ada kebijaksanaan yang akan muncul saat kita menghitung hari-hari kita (Maz 90:12). Maka dari itu, jika kita menanyakan apakah hubungannya pekerjaan baru ini dengan singkatnya kehidupan, itu akan mengutungkan Anda dalam memilih pekerjaan baru. Saat Tuhan memanggil kita atau datang untuk kita, kita ingin didapati sedang mengerjakan sesuatu yang menyenangkan hatiNya. Juga kita ingin merasa lega karena telah membuat pilihan bijak mengingat betapa pendek dan rapuhnya kehidupan ini.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;11. Apakah pekerjaan ini sesuai dengan mengapa Anda percaya bahwa Anda diciptakan dan ditebus oleh Kristus?&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;blockquote&amp;gt;“Semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku” (Yes 43:6-7). &amp;lt;blockquote&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;“Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar, karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” (1 Kor 6:20). Anda unik. Itu luar biasa dan benar. Saya sering terkagum, di sebuah bandara yang ramai, ada ribuan orang yang adalah manusia namun semuanya terlihat berbeda. Bagaimana bisa ada begitu banyak perbedaan dalam ciptaan ini? Namun memang begitu, dan tidak ada satupun yang adalah sebuah kebetulan. Tuhan mendesain mereka semua seperti prisma yang unik yang membiaskan kemuliaanNya karena hanya prisma ini yang dapat melakukannya. Pertanyaannya: Apakah pekerjaan ini akan menyembunyikan keunikan prisma Anda? Atau itu akan memberi Anda ruang untuk bersinar?&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;12. Apakah pekerjaan ini cocok dengan kebenaran mutlak bahwa segala sesuatu ada untuk Kristus?&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;blockquote&amp;gt;Karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu … diciptakan oleh Dia dan untuk Dia (Kol 1:16).&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Jika semua hal ada untuk Kristus, adakah pekerjaan yang salah? Ada. Karena manusia mencoba menggunakan hal-hal tertentu untuk tujuan lain selain kemuliaan Kristus. Segala sesuatu yang diciptakan Tuhan adalah baik. Itu ada untuk mengomunikasikan kebesaran dan keindahanNya. Akankah pekerjaan ini membebaskan Anda untuk mengambil apa yang telah Tuhan buat dan menjadikannya alat untuk memuliakan Tuhan?&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Saya harap Anda mendapati bahwa ada beberapa jawaban mudah ketika bertanya tentang pekerjaan apa yang harus dikejar. Tujuannya di sini bukan untuk membuatnya mudah, namun untuk membuatnya berpusat pada Kristus, meninggikan Kristus, dan dikuasai Kristus. Jika hati Anda benar-benar menanyakan pertanyaan-pertanyaan semacam ini, Tuhan akan membimbing Anda. Carilah Dia dengan kesungguhan dengan cara-cara ini, dan biarkan hati Anda menjadi penuntun Anda.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kathyyee</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Esok,_Tuhan_Tetap_Baik</id>
		<title>Esok, Tuhan Tetap Baik</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Esok,_Tuhan_Tetap_Baik"/>
				<updated>2020-03-12T17:06:16Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Kathyyee: ←Membuat halaman berisi '{{info|God Will Be Good Again Tomorrow}}  &amp;lt;blockquote&amp;gt;&amp;lt;em&amp;gt;Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku. Karena TUHAN jiwaku be...'&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|God Will Be Good Again Tomorrow}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;&amp;lt;em&amp;gt;Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku. Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita… Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! (Mazmur 34: 2-3, 9)&amp;lt;/em&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Keadaan Daud menulis saat kata-kata ini sama sekali tidak baik (1 Samuel 19).&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Saat Daud berseru – “Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu!” – terlepas dari apa yang dia derita. Bukan karena dia dibanjiri berkat. Daud bertekad, apa pun yang terjadi, sesulit apa pun hidupnya, tidak peduli siapa yang mengkhianati atau mengganggunya, “Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu.”&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Sama Sekali Tidak Baik&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Daud belum dinobatkan sebagai raja (2 Samuel 5). Dia diburu tanpa ampun oleh raja Israel saat itu, seorang pria dengan kuasa dan kemampuan yang luar biasa (ditambah pula dengan iri hati dan kemarahan). Saat orang banyak bernyanyi, &amp;quot;Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa&amp;quot; (1 Samuel 18:7), Saul menjadi naik darah dan timbullah sebuah keinginan yang besar untuk membunuh putra Isai yang berharga itu.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Saul mengirim orang-orang untuk membunuh Daud, namun mereka mengasihi Daud (1 Samuel 19:1). Jadi, dalam kemarahannya ia meluncurkan tombaknya sendiri kepada pemuda itu (19:10). Daud nyaris tak bisa lolos dan akhirnya dia melarikan diri. Tidak cukup hanya musuh di negerinya sendiri, Daud lari kepada orang lain di Gad. Akhis, raja Gad, tiba-tiba menjadi iri dan membenci Daud. Sehingga Daud berpura-pura menjadi orang gila agar tidak dibunuh olehnya. Lalu mereka membiarkannya pergi.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Daud meninggalkan kota yang memusuhinya itu dan kembali ke dunia yang penuh pertentangan dan bahaya, Daud menulis, “Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!” (Mazmur 34:9). Berlindung pada Tuhan di tengah bahaya adalah jauh lebih baik dari kenyamanan tanpa Tuhan.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Dilepaskan dari Segala Ketakutan&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Daud menghadapi ribuan masalah lain selain Akhis raja Gad, namun itu tidak menahannya dari merayakan anugerah Tuhan karena Dia menjawab doanya, karena penyelamatanNya. Daud mampu mencegah segala kekhawatiran dunia ini memengaruhinya dan mengatakan “Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku” (Mazmur 34:5).&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Semua kegentaranmu, Daud? Setelah dia berhasil lolos dari Gad, Saul membantai semua imam-imam di Nob karena Daud (1 Samuel 22:18). Lalu Saul mengejar Daud sampai ke padang gurun untuk membunuhnya (1 Samuel 23:15). Akhirnya, Daud terpaksa kembali ke Gad lagi (1 Samuel 27:2). Mereka menerimanya untuk sementara waktu kali ini, tapi lalu orang Filistin membencinya lagi dan mengusirnya pergi (1 Samuel 29:11). Kemudian keluarga dan teman-temannya ditangkap dalam suatu penyerangan (1 Samuel 30: 2), dan orang-orangnya sendiri melawannya dan hampir melemparinya dengan batu sampai mati (1 Samuel 30: 6). Tuhan tidak meluputkan Daud dari segala yang dia takuti.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Namun Allah telah meluputkannya hari ini. Iman pada Allah yang berdaulat dan murah hati membuat Daud bebas untuk bersukacita dan bersyukur atas pembebasan hari ini, kemenangan hari ini, rahmat hari ini - bahkan ketika masalah esok hari menyerbu gerbang pikirannya.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Anugrahnya Cukup untuk Hari Ini&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Inilah nyanyian yang lemah, terluka, dan tak terkalahkan dari Mazmur 34. Pujilah Tuhan segala hikmat dan kuasa, yang menciptakan dan mengendalikan seluruh alam semesta, dan yang memedulikan kebutuhan sehari-hari dari tiap anak-anakNya. Berlindunglah pada Tuhan yang matanya “tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong” (Mazmur 34:16).&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Ketika tekanan dan kekecewaan dan ketakutan mulai menenggelamkan harapan dan sukacita di dalam Tuhan, Yesus mendorong kita untuk menjadi seperti Raja Daud.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Jangan cemas dan mengatakan, “Apa yang akan kami makan?” atau “Apa yang akan kami minum?” atau “Apa yang akan kami kenakan?” Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, dan Bapamu yang di sorga tahu bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu (Matius 6:31-33). &amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Kasih setia Tuhan selalu baru bagi kita setiap pagi (Ratapan 2:22-23), namun kita sering tak menyadarinya karena kita terlalu khawatir akan hari esok. Daud menjadi panutan kita untuk berhenti dan melihat kasih karuniaNya setiap hari, bahkan di tengah ketidakpastian dan kesusahan yang sedang berlangsung. Daud juga memanggil kita untuk bergabung dengannya dalam kedamaian dan kepercayaan yang adalah hasil dari apa yang dilihatnya itu.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Rasakan dan Lihatlah Kebaikan Itu.&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Selayaknya Bapa dan Raja, Tuhan merencanakan untuk mencurahkan segala yang dimilikiNya untuk menghindarkan Anda dari segala sesuatu yang mengancam hidup kekal Anda bersamaNya dan untuk memuaskan Anda sepenuhnya dan selamanya dengan pribadiNya sendiri.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Tuhan mengetahui penderitaan yang Anda pikul, Dia tahu segala rintangan yang Anda hadapi, Dia tahu betapa Anda merasa kekurangan dan minder, dan Dia tahu dengan tepat apa yang Anda butuhkan. Mungkin keadaan Anda saat ini tidak selalu aman, penuh kepastian, atau bebas rasa sakit, namun Dia akan membawa Anda pada iman, sukacita, dan kehidupan yang tidak akan Anda tukarkan dengan apa pun melalui semua kesulitan itu.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;KebaikanNya tak selalu terasa menyenangkan. Namun jika Anda berlindung di dalamNya, Anda akan melihat dan merasakan kebaikan Tuhan dengan lebih jelas dan mendalam di dalam semua pencobaan itu. Untuk saat ini, fokuslah pada jalan-jalanNya, besar atau kecil, Dia telah memedulikan hidup Anda hari ini – rasakan dan lihatlah bahwa Dia begitu baik – dan percayalah padaNya karena anugerah itu akan datang lagi di esok hari.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kathyyee</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Mengganti_Sukacita_dan_Kehilangan_Sukacita</id>
		<title>Mengganti Sukacita dan Kehilangan Sukacita</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Mengganti_Sukacita_dan_Kehilangan_Sukacita"/>
				<updated>2020-03-04T15:35:58Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Kathyyee: ←Membuat halaman berisi '{{info|Joy Exchanged and Joy Forfeited}}  &amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;blockquote&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;1 Korintus 2:14&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;  &amp;lt;p&amp;gt;Di seri ini kita membuka kebenaran biblika yang akan menjad...'&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|Joy Exchanged and Joy Forfeited}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;blockquote&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;1 Korintus 2:14&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Di seri ini kita membuka kebenaran biblika yang akan menjadikan injil Yesus Kristus dapat di pahami. Perhatikan ya, saya tidak bilang dapat di terima oleh roh/ di mengerti oleh hati. 1 Korintus 2:14 katakan bahwa manusia duniawi tidak dapat menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat di nilai secara rohani. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Kita Dapat Membuat Orang Mengerti Di Kepala, Tapi Tidak Menyentuh Hati&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Di uraian sebelumnya kita tidak dapat membuat semua orang mengerti kebenaran injil. Bisa saja karena di dalam hati sudah sangat tidak suka sehingga apapun yang di katakan di anggap suatu kebodohan. Banyak psikolog yg menyelidiki perilaku manusia menunjukkan bahwa kita cenderung tidak melihat apa yang tidak ingin kita lihat. Karena bisa memilih apa yang mau di lihat ( hanya melihat apa yang hendak di lihat! ), maka kita juga dapat memilih apa yang hendak kita pahami. Jika kita sangat tidak suka suatu pemikiran maka kehendak kitapun dapat menciptakan suatu suasana intelektual yang tidak memungkinkan untuk kita menerima pemikiran itu. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Ini menunjukkan dua hal dalam penginjilan&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
#Menunjukkan betapa pentingnya pekerjaan Roh Kudus. Dia dapat menghancurkan segala yang menentang pengenalan akan kebenaran dan mencelikkan mata rohani untuk memikirkan kembali&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
#Menunjukkan kita harus melakukan segala usaha untuk membuat injil dapat di mengerti dan menarik. Roh Kudus bekerja bersama- sama dengan penginjilan kita. Dia tidak bisa membuka hati seseorang jika tidak ada kebenaran yang di sampaikan. Dia bekerja dari dalam melembutkan hati dan kita bekerja dari luar menyampaikan kebenaran yang dapat di pahami. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Apa Yang Harus Di Lakukan Untuk Menjadikan Kebenaran Mudah di Pahami&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Untuk membuat injil dapat di mengerti, dengan kondisi jaman sekarang, dengan segala kulturnya, kita harus mengkomunikasikan 1) tentang Tuhan dan tujuan penciptaanNya, 2) tentang manusia dan dan tugasnya, 3) tentang dosa dan konsekwensinya. Tanpa pengetahuan ini kematian Yesus untuk orang berdosa tidak akan dapat di pahami. Semuanya akan di bengkokkan tidak sesuai dengan alkitab jika tidak ada pemahaman akan tujuan Tuhan, tugas manusia, serta pemahaman akan natur dosa dan konsekwensinya. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Jadi tiga minggu lalu kita berbicara tentang kebenaran #1 dan berusaha menunjukkan bahwa tujuan utama penciptaan adalah untuk menunjukkan kemuliaan Tuhan. Inilah nilai paling agung di dunia ini. Minggu lalu kita berbicara tentang kebenaran #2 and menunjukkan bahwa tugas semua manusia adalah hidup untuk kemuliaan Tuhan. Tugas kita berdasarkan desain Tuhan. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Minggu lalu saya berusaha keras hendak menunjukkan bahwa walaupun tugas ini terikat oleh hukum ilahi, namun tidak berarti tugas ini menjadi beban berat. Perlu mengasihi, mempercayai, bersyukur, dan mentaati Tuhan untuk memuliakanNya. Sama sekali bukan tugas yang sulit untuk mengasihi Personayang menyenangkan, tidak sulit mempercayai Persona yang dapat di percayai, tidak sulit berterima kasih kepada Persona yang murah hati, dan tidak sulit mentaati Persona yang berhikmat. Bahkan menjadi tugas yang beri kemerdekaan, kepenuhan dan sukacita. Tugas yang memuaskan jiwa dan memuliakan karakter Tuhan. Tuhan paling dimuliakan di dalam kita saat sukacita kita penuh di dalam Dia. Dia beroleh kemuliaan. Kita beroleh sukacita. Begitulah semestinya. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Namun hari ini kita berhadapan dengan kebenaran #3 yang membuat injil dapat di mengerti. Kebenaran #3 adalah: kita semua gagal memuliakan Tuhan sebagaimana seharusnya.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Yesus katakan di Yohanes 16:8 bahwa Roh Kudus akan datang untuk menginsyafkan dunia akan dosa. Pagi ini saya berusaha membuat anda mengerti tentang dosa. Namun saya tidak dapat membuat kamu hancur hati karena dosa. Kita perlu berdoa bahwa apa yang saya sampaikan akan mengerjakan seperti apa yang kotbah Petrus kerjakan di Kisah Para Rasul 2:37, “ Ketika mereka memdengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul- rasul yang lain: Apakah yang harus kami perbuat, saudara- saudara?”&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Kita Semua Gagal Memuliakan Tuhan Sebagaimana Seharusnya&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Roma 3:23 berkata, “Semua telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah.” Pertama, perhatikan kata “semua”. Tidak ada pengecualian ( lihat Roma 3:9-12, 19; Efesus 3:23). Kita semua termasuk di dalamnya. Pendeta dan pelacur. Billy Graham dan Genghis Khan. Presiden Bush dan Ted Bundy. Corrie Ten Boom dan Al Capone. Orang yang terbaik dan terburuk yang bisa kau pikirkan semua termasuk di dalamnya. KITA semua telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Tuhan. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Hal kedua yang perlu di perhatikan adalah hubungan antara dosa dan kehilangan kemuliaan Tuhan. Dosa adalah kehilangan kemuliaan Allah. Ini sangat penting di sampaikan saat penginjilan. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Kedalaman dan Esensi Kerusakan Manusia&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Jika kau bilang ke seseorang yang belum terima Tuhan, tapi dia adalah orang yang taat hukum, pekerja keras, warganegara yang baik, yang berbelas kasih, bahwa dia butuh Yesus karena dia orang jahat, dia pasti akan menunjukkan bukti- bukti bahwa dia tidak jahat. Dia akan tunjukkan kejujurannya, tunjukkan bahwa dia warganegara yang baik, anak- anaknya yang tercukupi sandang pangan pendidikan, perbuatan amalnya, dll. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Jadi apa permasalahannya? Masalahnya adalah tidak ada Tuhan. Isu paling penting di dunia ini malah di anggap tidak penting yaitu kemuliaan Tuhan. Persona paling penting di abaikan. Alasan kita butuh Yesus bukan krn kita kehilangan kebaikan manusia tapi karena kita kehilangan kemuliaan Tuhan. Masalah utamanya adalah bagaimana hubungan kita dengan Tuhan bukan bagaimana hubungan kita dengan manusia. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Itulah sebabnya kebenaran #1 dan #2 sangat penting. Supaya kita menyadari betapa berdosanya kita. Tuhan ciptakan kita untuk kemuliaanNya. Karena itulah sudah merupakan tugas kita, sebagai ciptaanNya untuk hidup bagi kemuliaanNya dengan mengasihi, mempercayai dan berterima kasih kepadaNya. Namun apakah yang sudah kita lakukan? &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Bukannya memuliakan Tuhan dengan mengasihiNya, kita malah tidak menghargai Dia dengan tidak peduli atau meremehkan Dia and lebih mengutamakan hal lain&lt;br /&gt;
*Bukannya mengagungkan Dia dengan menaruh kepercayaan sepenuhnya kepadaNya, kita malah mengabaikanNya dengan berusaha mencari rasa aman dan pengharapan dari diri sendiri, dari uang, teknologi, senjata tapi bukan dari Tuhan. &lt;br /&gt;
*Bukannya memuji Tuhan dengan ucapan syukur atas hidup dan nafas dan segalanya, kita malah tidak menghargaiNya dengan mengabaikan kemurahanNya dan dengan bersikap seolah- olah kehidupan kita adalah hak kita dan bahwa kebahagiaan adalah sesuatu yang sudah sepatutnya kita terima. &lt;br /&gt;
*Bukannya meninggikan Tuhan dengan taat kepadaNya, kita malah tidak menghargainya dengan tidak mempedulikan atau bahkan menolak petunjukNya atas seksualitas kita, keuangan kita, pekerjaan kita, sikap kita, politik kita dan hal- hal lain dalam kehidupan kita. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Permasalahan antara kita dan Tuhan bukan karena kita lebih memilih menyenangkan manusia tapi karena kita meremehkan keagungan kemuliaan Pencipta kita. Kita semua tanpa kecuali tidak menghargai kemuliaan Tuhan. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Kehilangan Kemuliaan Tuhan&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Ayat alkitab yang menjelaskan hal ini ada di Roma 1:22-23. Roma 1:23 menjelaskan Roma 3:23. Saya tulis hal ini di kebenaran #3. Mari kita baca bersama.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Apa artinya kehilangan kemuliaan Tuhan? Artinya tidak satupun dari kita yang mempercayai Tuhan sebagaimana seharusnya. Tidak seorangpun yang mentaatiNya sebagaimana seharusnya. Kita percaya diri sendiri. Kita menyeleweng dari ketetapanNya. Kita pikir kita tahu jalan yang lebuh baik. Roma 1:22-23 katakan “Sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepadaNya …….. tetapi mengganti kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana ……..&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Inilah arti kehilangan kemuliaan Allah – menggantikanNya dengan yang lain. Tuhan tawarkan kita keindahan kemuliaanNya dan kuat kuasaNya dan kemurahanNya dan hikmatNya untuk kita nikmati, namun kita meremehkannya dan malah jatuh cinta dengan ciptaanNya. Dia menawarkan diriNya sebagai harta berharga namun kita menukarnya dengan kesukaan yang lebih rendah mutunya. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Mengapa Kita Butuh Juru Selamat&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Kita butuh juru selamat bukan karena kita telah melanggar hukum manusia tapi karena kita telah menghina Tuhan. Kita telah mencemari namaNya dengan sikap tidak peduli dan tidak percaya, tak bersyukur dan tidak taat. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Ketika Nabi Yehezkiel bersihkan dosa umat Israel, dia berkata,&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;blockquote&amp;gt;Beginlah firman Tuhan Allah: Bukan karena kamu Aku bertindak, hai kaum Israel, tetapi karena namaKu yang kudus yang kau najiskan di tengah bangsa- bangsa dimana kau datang. Aku akan menguduskan namaKu yang besar yang sudah di najiskan di tengah bangsa- bangsa, dan yang kamu najiskan di tengah- tengah mereka. Dan bangsa- bangsa akan mengetahui bahwa Akulah Tuhan, demikianlah firman Tuhan Allah ( Yehezkiel 36:22-23 )&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Inilah sebabnya kita butuh Juru Selamat. Inilah yang membuat salib bisa dimengerti. Dalamnya dosa kita bukan karena kita melanggar hukum manusia tapi karena kita meremehkan kehormatan Tuhan dan merendahkan keberhargaanNya, mengecilkan kebesaranNya, tidak menghargai namaNya, menajiskan kemuliaanNya. Kita tukarkan sukacita kita dengan penghakiman. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Ini membawa kita kepada kebenaran #4:&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Kita Semua Tidak Luput dari Penghakiman Tuhan Yang Adil&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Kita marah ketika mendengar bayi- bayi tak berdosa di bunuh dengan alat aborsi. Ada yang marah atas pemerkosaan dan pembunuhan gadis- gadis muda. Marah terhadap diskriminasi rasial. Atau marah akan perusakan lingkungan. Mungkin anda termasuk dalam kelompok orang marah ini. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Sikap merendahkan Tuhan tersirat dari ketidakpercayaan kita, ketidaktaatan kita, sikap tidak bersyukur dan mengabaikan Tuhan. Sekarang coba bertanya pada dirimu, mana yang lebih besar kejahatannya, sikap kita yang merendahkan Tuhan atau kejahatan di atas? &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Pelanggaran Yang Layak Dapat Penghukuman&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Suatu tindak kejahatan di katakan jahat dan berat hukumannya berbanding lurus dengan nilai korbannya. Jadi tidak ada hukumannya jika menyerang nyamuk. Namun jika menyerang anjing, anda akan dapat masalah. Masalah lebih berat lagi jika menyerang kuda. Jika anda menyerang orang, kesalahanmu semakin besar karena nilai manusia lebih berharga di banding hewan. Hukum ini berlaku juga jika kau menyerang kemuliaan Tuhan. Karena Tuhan Maha Agung, nilainya lebih besar dari manusia, serangan terhadap diriNya adalah keji dan kejahatannya di luar batas. Karena itu adalah adil dan benar jika Tuhan menghukum manusia kepada hukuman kekal. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Kengerian Penghukuman Kekal&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Jonathan Edwards katakan, “doktrin hukuman kekal sangat mengerikan tapi doktrin ini dari Tuhan. Tuhan Yesus sendiri berusaha menolong kita bisa merasakan kengerian neraka. Tuhan Yesus berulang kali menyebutnya tempat api yang menyala-nyala. Matius 5:22, “ Siapa yang berkata: jahil! harus di serahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala”. Matius 18:9, “ Lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan bermata satu daripada di campakkan ke dalam api neraka dengan bermata dua”. Markus 9:47-48, “Jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam kerajaan Allah dengan bermata satu daripada dengan bermata dua di campakkan ke dalam neraka, di mana ulat- ulat bangkai tidak mati dan api tidak padam”. Paling tidak empat kali Tuhan Yesus mengatakan “ disanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi”. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Yohanes katakan di Wahyu 14:11 bahwa asap api yang menyiksa mereka itu naik keatas sampai selama- lamanya, dan siang malam mereka tidak henti- hentinya di siksa. Paulus katakan di 2 Tesalonika 1:9 bahwa mereka yang menolak injil akan menjalani hukuman kebinasaan selama- lamanya, di jauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatanNya. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Kita semua telah di ciptakan untuk kemuliaan Tuhan. Adalah tugas kita untuk hidup bagi kemuliaan Tuhan. Kita semua telah mengganti kemuliaanNya dengan rumput yang dapat layu. Kalau bukan karena pekerjaan Kristus Yesus yang datang ke dunia membenarkan dan menyelamatkan manusia berdosa, kita semua seharusnya tidak mendapat bagian dalam kemuliaanNya. Kita akan bicarakan hal ini minggu depan. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Sebagai penutup: permohonan yang mendesak&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Kemuliaan Tuhan, kasih Kristus dan kerinduan hatiku mendorongku untuk menutup kebaktian ini dengan permohonan urgen ini. Jika kamu tidak mempercayai Kristus Yesus untuk pengampunan dosamu dan untuk penggenapan semua janjiNya, maka murka Allah tetap ada di atasmu ( Yohanes 3:36 ).&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Alkitab katakan Yesus “ menyelamatkan kita dari murka yang akan datang” ( 1 Tesalonika 1:10). Di katakan juga, “tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus” ( Roma 8:1 ). Alkitab juga katakan, “Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal” ( Yohanes 3:36 ). Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepadaNya. Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan di selamatkan ( Roma 10:12-13 ). “Sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu di hapuskan” (Kisah para rasul 3:19). “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat” (Kisah para rasul 16:31). “Barangsiapa yang haus hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma” (Wahyu 22:17). &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Mari kita semua menundukkan kepala, semua yang percaya berdoa dan meneguhkan persekutuan kita kepada Kristus. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kathyyee</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Mengasihi_Tuhan_karena_Siapa_Dia:_dari_Sudut_Pandang_Seorang_Pendeta</id>
		<title>Mengasihi Tuhan karena Siapa Dia: dari Sudut Pandang Seorang Pendeta</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Mengasihi_Tuhan_karena_Siapa_Dia:_dari_Sudut_Pandang_Seorang_Pendeta"/>
				<updated>2020-02-17T14:30:12Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Kathyyee: ←Membuat halaman berisi '&amp;lt;span class=&amp;quot;fck_mw_template&amp;quot;&amp;gt;{{info|Loving God for Who He Is: A Pastor's Perspective}}&amp;lt;/span&amp;gt;&amp;lt;p&amp;gt;Salah satu penemuan penting yang saya dapatkan adalah kebenaran ini: Tuha...'&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&amp;lt;span class=&amp;quot;fck_mw_template&amp;quot;&amp;gt;{{info|Loving God for Who He Is: A Pastor's Perspective}}&amp;lt;/span&amp;gt;&amp;lt;p&amp;gt;Salah satu penemuan penting yang saya dapatkan adalah kebenaran ini: Tuhan sangat dimuliakan di dalam saya ketika saya sangat dipuaskan di dalam Tuhan. Inilah motor yang mendorong saya sebagai seorang pendeta. Ini sangat memengaruhi segala hal yang saya lakukan.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Entah saya makan atau minum, atau berkhotbah, atau memberi konseling, atau apa pun yang saya lakukan, tujuan saya adalah memuliakan Tuhan dengan cara saya melakukannya (1 Kor 10:31). Yang berarti tujuan saya adalah melakukannya dengan cara yang menunjukkan bagaimana kemuliaan Tuhan telah memuaskan kerinduan hati saya. Jika khotbah saya menyembunyikan bahwa Tuhan bahkan belum memenuhi kebutuhan saya sendiri, itu akan menjadi sebuah penipuan. Jika Kristus tidak menjadi kepuasan dalam hati saya, apakah orang akan bisa memercayai saya ketika saya mewartakan firmanNya, “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, &amp;lt;em&amp;gt;ia tidak akan haus lagi&amp;lt;/em&amp;gt;.” (Yoh 6:35)?&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Kemuliaan roti adalah bahwa ia memuaskan seseorang. Kemuliaan air hidup adalah bahwa ia memuaskan dahaga. Kita tidak menghargai air segar yang murni dari mata air pengunungan dengan membawa berember-ember air ke sana untuk memberikan kontribusi dari kolam-kolam yang di bawah. Kita menghargai sebuah mata air dengan merasa haus, dan berlutut, dan minum dengan gembira. Lalu kita berkata, &amp;quot;Ahhhh!&amp;quot; (itulah penyembahan!); lalu kita melakukan perjalanan dengan kekuatan dari mata air tersebut (itulah pelayanan). Mata air pegunungan sangat dimuliakan ketika kita sangat puas dengan airnya.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Tragisnya kebanyakan dari kita telah diajarkan bahwa melakukan kewajiban kita, bukan bersukacita di dalam Tuhan, adalah cara untuk memuliakan Allah. Namun kita tidak diajarkan bahwa bersuka di dalam Tuhan adalah kewajiban kita! Dipuaskan di dalam Tuhan bukan sekadar tambahan opsional untuk kewajiban kekristenan yang sesungguhnya. Inilah hal paling mendasar yang Tuhan minta dari semuanya. &amp;quot;Bergembiralah karena TUHAN&amp;quot; (Mazmur 37: 4) bukanlah sebuah saran tetapi perintah. Demikian juga: &amp;quot;Beribadahlah kepada TUHAN &amp;lt;em&amp;gt;dengan sukacita&amp;lt;/em&amp;gt;,&amp;quot; (Mazmur 100: 2) dan &amp;quot;&amp;lt;em&amp;gt;Bersukacitalah&amp;lt;/em&amp;gt; senantiasa dalam Tuhan&amp;quot; (Filipi 4: 4).&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Beban pelayanan saya adalah menjelaskan kepada orang lain bahwa &amp;quot;Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup&amp;quot; (Mazmur 63:3). Dan jika itu lebih baik daripada hidup, maka itu lebih baik dari semua yang ditawarkan oleh dunia dalam hidup ini. Artinya, yang memuaskan kita bukanlah karunia-karunia dari Tuhan, namun kemuliaan Tuhan itu sendiri - kemuliaan cintaNya, kemuliaan kekuatanNya, kemuliaan dari kebijaksanaan, kekudusan, keadilan, kebaikan, dan kebenaranNya.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Karena inilah Pemazmur, Asaf, menyerukan, “Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi. Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya” (Mazmur 73:25-26). Tak ada sesuatu pun di bumi – tak satu pun ciptaan Tuhan – yang dapat memuaskan hati Asaf. Hanya Tuhan saja. Inilah yang dimaksud oleh Daud ketika dia berkata pada Tuhan, “Engkaulah Tuhanku, &amp;lt;em&amp;gt;tidak ada yang baik bagiku selain Engkau&amp;lt;/em&amp;gt;!” (Mazmur 16:2).&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Daud dan Asaf mengajarkan kepada kita dengan kerinduan mereka yang berpusat pada Tuhan bahwa anugerah kesehatan, kekayaan, dan kemakmuran tidak dapat memuaskan kita. Hanya Tuhan saja. Menjadi sebuah kesombongan jika tak berterima kasih kepadanya atas pemberiannya (“Janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!” Mazmur 103:2). Namun itu akan menjadi penyembahan berhala jika kita mengatakan kebahagiaan karena menerima anugerah Tuhan adalah cinta kita pada Tuhan. Saat Daud berkata pada Tuhan: “Di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa,” (Mazmur 16:11), maksud Daud adalah hanya kedekatan pada Tuhan merupakan satu-satunya pengalaman yang dapat memuaskan kita dunia ini.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Bukan anugerah Allah yang dirindukan Daud seperti seorang kekasih yang gundah gulana. “Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. Jiwaku haus &amp;lt;em&amp;gt;kepada Allah, kepada Allah yang hidup&amp;lt;/em&amp;gt;” (Mazmur 42:1-2). Yang ingin Daud alami adalah pernyataan kuasa dan kemuliaan Tuhan: “Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair. Demikianlah aku memandang kepada-Mu di tempat kudus, sambil melihat &amp;lt;em&amp;gt;kekuatan-Mu dan kemuliaan-Mu&amp;lt;/em&amp;gt;” (Mazmur 63:1-2). Hanya Tuhan yang akan memuaskan hati-hati seperti hati Daud. Juga, Daud adalah seseorang yang menuruti kehendak Tuhan. Untuk itulah kita diciptakan.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Inilah esensi dari mencintai Tuhan — dipuaskan di dalam Dia. Di dalam dia! Mencintai Tuhan termasuk menaati semua perintahNya; itu akan mencakup memercayai semua FirmanNya&amp;amp;nbsp;; itu termasuk mengucapkan syukur atas semua anugrahNya; namun esensi sesunguhnya dari mencintai Allah adalah bersukacita, menikmati Tuhan karena siapa Dia. Dan kesukaan di Tuhan inilah yang paling memuliakan Tuhan.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Kita pasti memahami hal ini baik ini secara intuitif juga dari Alkitab. Apakah kita merasa paling tersanjung karena kasih seseorang yang melayani kita karena sekadar kewajiban, atau karena orang tersebut melayani kita karena merasa bahagia bersekutu dengan kita? Istri saya merasa sangat terhormat ketika saya berkata, &amp;quot;Aku sangat bahagia bisa menghabiskan waktu bersamamu.&amp;quot; Kebahagiaan saya adalah gaung dari keunggulannya. Demikian juga dengan Tuhan. Dia paling dimuliakan di dalam kita ketika kita paling merasa dipuaskan di dalamNya.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Kita semua belum mencapai kepuasan sempurna di dalam Allah. Saya masih sering berduka karena gerutu hati saya yang kehilangan kenyamanan duniawi. Namun saya telah merasakan bahwa Tuhan begitu baik. Oleh anugerah Tuhan, saya sekarang mengetahui sumber dari sukacita abadi. Sehingga saya senang menghabiskan hari-hari saya memikat orang lain dalam sukacita itu sampai mereka mengatakan pada saya, “Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya” (Mazmur 27:4).&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kathyyee</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Tugas_Yang_Di_Lakukan_Dengan_Sukacita</id>
		<title>Tugas Yang Di Lakukan Dengan Sukacita</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Tugas_Yang_Di_Lakukan_Dengan_Sukacita"/>
				<updated>2020-02-17T01:58:47Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Kathyyee: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&amp;lt;span class=&amp;quot;fck_mw_template&amp;quot;&amp;gt;{{info|The Joyful Duty of Man}}&amp;lt;/span&amp;gt;&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;blockquote&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;1 Korintus 10:31 &amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;blockquote&amp;gt;Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Tuhan.&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Dua minggu lalu kita mulai seri pengajaran yg menjelaskan dasar alkitabiah dari pamflet baru kita yang berjudul “mencari sukacita”. Alasan kita menyusun pamflet ini karena injil adalah kabar yang amat sangat baik. Sangat baik mengenal injil dan sangat baik percaya akan injil. Injil di tujukan untuk semua orang. Di sadari atau tidak semua orang butuh injil. Jika kamu peduli pasti kamu ingin menceritakan kabar baik ini kepada orang lain. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Tindakan Spontan Timbul dari Pengertian yang Dalam&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Harapan kami adalah supaya pamflet dan kotbah ini akan berikan pemahaman teguh akan kebenaran biblikal dan memudahkan kamu menjelaskannya kepada orang lain. Tentu saja ini bukan satu- satunya cara membagikan injil. Kebenaran Tuhan harus di nyatakan lebih jelas kepada orang lain lewat tindakan dan perkataan yang di landasi oleh kasih dalam berbagai kesempatan yang kita temui. Namun kita belajar bahwa tindakan spontan yang di lakukan dengan penuh keyakinan timbul dari pengertian yang teguh dan berakar dalam. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Pelukis yang paling kreatif adalah pelukis yang sudah bekerja dengan susah payah menguasai bagaimana cara menggambar dagu dan hidung dan telinga. Jika hal dasar sudah menjadi kebiasaan maka kreatifitas mulai berkembang. Demikian juga yang harus kita lakukan jika mau memberitakan injil. Kita bukan minta kalian meniru persis sama apa yang ada di pamflet ini. Yang kita mau adalah supaya kalian punya pengertian yang mendalam. Kami mau dasar penginjilan sudah mendarah daging dalam hidupmu. Dan kami mau kalian beritakan injil dalam kasih – dan jika pamflet ini berguna dalam pemberitaanmu, silakan di pakai. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Jika kalian buka pamfletnya, ada 6 kebenaran biblikal yang di cetak tebal. Di bawah setiap kebenaran ada kutipan ayat alkitab dan penjelasannya. Membaca kebenaran sesuai urutannya karena harus mengerti urutan nomor 1 untuk bisa mengerti nomor 2 dan demikian seterusnya. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Dua minggu lalu kita fokus belajar kebenaran #1, “Tuhan ciptakan kita untuk kemuliaanNya,” berdasarkan Yesaya 43:7. Dengan kata lain, penjelasan dari injil adalah bahwa manusia perlu tahu tentang kuasa Tuhan ( Dialah Sang Pencipta), tentang kebesaran Tuhan ( Dia Mulia, Menakjubkan, Mengagumkan, sempurna dalam segala hal), dan tentang tujuan Tuhan ( maksud tujuanNya adalah menjadikan kemuliaanNya di ketahui dan di puji). Jadi kita mulai dengan mengatakan, “Tuhan ciptakan kita untuk kemuliaanNya”. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Mengapa Penting Kita Mulai Dengan Kemuliaan Tuhan&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Saya berikan ringkasannya mengapa penting untuk kita mulai dengan kemuliaan Tuhan&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;1. Sentralitas Tuhan&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Tuhan adalah pusat dari segala sesuatu di alam semesta ini. Firman katakan “segala sesuatu adalah dari Dia dan oleh Dia dan kepada Dia. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama- lamanya (Roma 11:36). Juga dikatakan “ yang bagiNya dan olehNya segala sesuatu dijadikan (ibrani 2:10). Manusia bukanlah pusat dari segalanya. Tuhanlah pusat segalanya. Jika tidak ada alkitab yang menjadi dasar maka berita injil akan di bengkokkan untuk di sesuaikan dg natur manusia yang berpusat pada diri. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;2. Roma 3:23&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Minggu depan saat kita bahas poin ketiga, Roma 3:23 akan susah di mengerti jika kita tidak mulai dulu dengan apa tujuan Tuhan di permuliakan. Roma 3:23 katakan semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Apa arti kehilangan kemuliaan dan mengapa itu menjadi masalah kecuali kamu bisa tunjukkan bahwa Tuhan ciptakan kita untuk memuliakan Dia dan kita telah gagal penuhi maksud penciptaan kita. Dengan kata lain, esensi dosa tidak bisa di mengerti kecuali di mulai dengan pemahaman akan Tuhan dan kemuliaanNya. Inilah sebabnya kenapa orang tidak lagi bertobat seperti dulu. Dosa di lihat sebagai sesuatu yang bikin orang menderita bukan sebagai sesuatu yang melanggar kemuliaan Allah. Pandangan kita terhadap dosa lebih ke aspek psikologis daripada teologis (minggu depan bahas ini lebih dalam). Untuk paham apakah dosa itu, kita harus mulai dengan Tuhan dan rencana agungNya. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;3. Kebenaran Tuhan menjadikan diriNya sebagai pusat segalanya&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Penting kita tunjukkan bahwa Tuhan benar ketika Dia jadikan diriNya sebagai pusat segala sesuatu. Banyak orang mau saja akui ada Tuhan asalkan Tuhan jadikan manusia sebagai makhluk paling berharga di dunia ini. Namun penting di sampaikan bahwa Tuhan adalah Yang Paling Berharga di seluruh alam semesta. Manusia bukan yang terutama. Dan karena Tuhan amat sangat berharga di seantero jagat raya ini, sudah sepantasnya jika Dia jujur sampaikan kebenaran ini dan juga bahwa Dia mau kita mengasihi dan menyembahNya. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Kadang ada yang bertanya mengapa benar bagi Allah mencari kemuliaan bagi diriNya? Tapi salah jika kita yang cari kemuliaan diri sendiri? Kita di bilang sombong tapi Tuhan di bilang benar. Jawabannya adalah kebenaran Tuhan dan kebenaran kita adalah sama persis. Tuhan benar saat Dia menyembah Yang Maha Tinggi yaitu Tuhan. Dan kita benar menyembah Yang Maha Tinggi yaitu Tuhan. Kita lihat tidak ada yang inkonsisten. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Kebenaran artinya beri respon yang benar kepada Yang Maha Mulia dan Sempurna. Yaitu Tuhan. Supaya kita benar kita harus mengasihi Tuhan dengan segenap hati dan jiwa dan pikiran dan kekuatan. Bagi Tuhan untuk benar, Dia juga harus mengasihi DIRINYA SENDIRI dengan seluruh hatiNya dan jiwaNYA dan pikiranNya dan kekuatanNya. Jika tidak lakukan itu Dia jadikan dirinya penyembah berhala. Dia menyembah sesuatu yang tidak Maha Tinggi. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Minggu depan kita lihat apa akar permasalahannya mengapa natur manusia tidak mau Tuhan menjadi Tuhan. Manusia mau dirinya yang jadi Tuhan. Buktinya adalah betapa jarang ada visi Tuhan yang biblikal yaitu yang berpusat kepada Tuhan tapi betapa luas penyebaran visi Tuhan yang tidak biblikal yaitu visi yang berpusat kepada manusia. Jadi saya ulangi, penting kita paparkan bahwa Tuhan ciptakan kita untuk kemuliaanNya dan ini adalah hal yang pantas dan benar Dia lakukan. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;4. Tujuan kita ada di dunia ini&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Sangat membantu kita mulai dengan pertanyaan apa tujuan penciptaan, dengan demikian kita tahu mengapa kita ada di dunia ini. Logikanya jika kamu tahu untuk apa barang itu di buat maka kamu akan dapatkan manfaat yang lebih dari barang itu. Prinsip ini juga berlaku untuk hidupmu. Jika kamu tahu mesin pemotong rumput di buat untuk memotong rumput bukan untuk jadi kipas angin, hidupmu akan lebih berbahagia. Ini membawa kita kepada kebenaran #2&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Semua Manusia Harus Hidup Untuk Kemuliaan Tuhan&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Tentu saja kebenaran #1 dan #2 sangat dekat kaitannya. Tapi tidak sama. Kebenaran #1 mulai dengan Tuhan dan menjelaskan tentang desain agungNya dalam menciptakan kita. Kebenaran 2 berpindah dari desain Tuhan kepada tugas kita. Mari baca penjelasannya.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Membandingkan firman dan akal&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah ( 1 korintus 10:31). &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Jika Tuhan ciptakan kita untuk kemuliaanNya, tentu saja kita seharusnya hidup untuk kemuliaanNya. Tugas kita merujuk pada desain penciptaanNya. Apa artinya memuliakan Tuhan? Artinya kita mengasihi Dia ( Matius 22:37 ), mempercayaiNya ( Roma 4:20 ), bersyukur kpdNya ( Mazmur 50:23), dan taat kepadaNya ( Matius 5:16). Sampai sini anda bisa menawarkan ayat alkitab (ayatnya tercantum) atau ajukan nalar, tergantung yang mana yang bisa di terima orang itu. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Bagaimana jika orang itu menolak kebenaran #1?&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Jangan kecil hati dan sebabkan kamu berhenti karena seseorang menolak kebenaran yang kau sampaikan. Jangan pernah berpikir bahwa satu- satunya cara seseorang bisa di yakinkan akan kebenaran hanya dengan menjelaskan dengan logika dari poin satu ke poin berikutnya. Bukan begitu cara kerja pikiran manusia pada umumnya.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Misalkan setelah kamu bagikan kebenaran #1 orang itu bilang: saya tidak percaya. Saya tidak percaya ada Tuhan. Dan kemudian teori evolusi mementahkan semua berita tentang tujuan dan desain Allah. Apa yang harus kamu lakukan? Apakah menyerah saja karena kebenaran yang pertama saja dia tidak bisa terima? &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;TIDAK! Ini yang harus kau katakan: “Baik, saya mengerti kau tidak setuju dengan kebenaran ini. Tapi bolehkah saya berikan anda gambaran besarnya baru kamu dapat menilainya apakah masuk akal atau tidak?” Kemudian kamu segera lanjut ke kebenaran #2 dan #3 dan berikutnya. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Mengapa harus begitu? Karena umumnya orang bisa terima suatu ide bukan karena dia secara berurutan dan satu persatu menguji kebenarannya dengan logika. Umumnya kita mengerti atau menerima suatu pengertian atau seseorang karena adanya info yang menyeluruh atau ada suatu bagian yang beri pencerahan. Pencerahan yang bawa kita ke pemahaman yang lebih. Atau cocok dengan apa yang sudah kita ketahui. Atau beri jawaban atas apa yang selama ini menjadi pertanyaan kita. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Dengan kata lain, jika kamu dapat masukkan semua ke enam kebenaran itu dalam pikiran orang itu, ada kemungkinan dari kelima kebenaran itu ada sesuatu yang berbicara kuat di pikirannya yang membuat dia mempertimbangkan kembali penolakannya akan kebenaran #1. Atau mungkin di kemudian hari, saat alami pencobaan yang berat, pikirannya akan terbuka untuk menerima kebenaran tersebut. Jika kamu sudah berikan semua gambaran menyeluruh, Roh Kudus bisa memakai itu sesuai dengan kebutuhan mereka. Sebaiknya kamu berikan mereka salinan apa yang sudah kau sampaikan. Jangan punya pikiran bahwa sia- sia pemberitaanmu. Percayalah firman yang keluar tidak akan kembali dengan sia- sia. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Kemudian lanjut jelaskan kebenaran #2. Begini caranya&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Perintah Tuhan untuk memuliakanNya dan kasihNya&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Kebenaran #1 mengatakan Tuhan ciptakan kita untuk mencerminkan atau merefleksikan atau manifestasikan kemuliaanNya. Kita seharusnya seperti cermin yang terpoles bersih yang merefleksikan kebenaran Tuhan kepada dunia. Atau seperti prisma yang menerima sinar kebesaran Tuhan dan memecahnya jadi berbagai warna untuk di lihat oleh dunia ini melalui tindakan dan perkataan kita ( Efesus 3:10&amp;amp;nbsp;; Matius 5:6 ). &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Jadi inilah yang harus kita lakukan, setiap pria dan wanita dan anak- anak harus dedikasikan hidupnya untuk cerminkan kemuliaan Tuhan. Untuk itulah kita hidup. Itulah tugas kita. Atau bisa di bilang, inilah hukum Tuhan. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Tapi untuk beberapa orang - kebanyakan orang, kata “tugas” dan “hukum” bukan kata yang menyenangkan. Kata- kata itu cenderung konotasi menindas dan membebani. Kesannya bukan Tuhan yang pengasih. Bukan Tuhan yang memikirkan kepentingan kita. Mungkin Dia begitu asyik dengan kemuliaanNya sehingga kita tak berarti di hadapanNya, kecuali hanya di pakai sebagai budak yang bekerja untuk kepentinganNya. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Pendapat negatif seperti ini harus di jawab. Dan tidak susah di jawab. Menjawabnya dengan menanyakan pertanyaan ini: &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Jika Tuhan itu sempurna, tak berkekurangan, berkecukupan di dalam segala sesuatu, tak terkira kebesaran dan kemuliaanNya dan Dia tidak ciptakan kita untuk penuhi kebutuhanNya, karena Dia tidak punya kebutuhan. Jadi bagaimana kita muliakan Tuhan yang seperti itu? &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Bukan untuk bekerja untukNya seperti budak. Seakan- akan dia lemah dan perlu bantuan. Bukan dengan meringkuk gemetar di bawah kuasaNya tanpa kepastian. Seakan- akan Dia tidak stabil atau plin plan atau kejam. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Bagaimana Muliakan Allah Yang Maha Mulia?&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Bagaimana memuliakan Tuhan yang berkecukupan, sempurna, indahnya tak terkatakan, Maha Bijak, Maha Kuasa, Allah yang berkelimpahan? Anda dapat gunakan contoh di pamflet ini atau pakai ilustrasi/ contoh dari kehidupan sehari- hari. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Sebagai contoh, jika hendak memuji sebuah lukisan indah, anda tidak merasa terbebani berusaha perbaiki lukisan itu. Anda hanya menikmati saja keindahannya. Karena kau suka sekali lukisan itu kau ceritakan keindahannya dengan penuh gairah kepada teman- temanmu. Atau jika disajikan makanan lezat, bagaimana kamu memuji kenikmatannya? Bukan dengan pakai celemek, pergi ke dapur masak beberapa masakan lagi atau tambah bumbu lainnya. BUKAN BEGITU CARANYA. Kamu memuji makanan enak dengan makan banyak dan dengan puas mengatakan aaaahh. Kesimpulannya sama sekali bukan merupakan beban jika kita dapat tugas memuja sesuatu yang memang amat sangat indah dan mengagumkan. Malahan merupakan kesukaan dan beri kegembiraan. Sesuatu yang dari padanya kau dapatkan kepuasan/kegembiraan menunjukkan bahwa itu adalah sesuatu yang berharga. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Atau misalkan anda di tugaskan memuji kekuatan suatu campuran logam yang baru yang mau di pakai untuk menopang jembatan. Bagaimana caranya? Bukan dengan bekerja keras menyediakan penyanggah tambahan, tapi dengan masuk ke mobil beserta seluruh keluargamu melewati jembatan itu percayakan nyawamu dengan damai sejahtera menyeberangi jembatan tanpa kekuatiran. Anda memuji kekuatannya dengan mempercayainya bukan dengan bekerja menyediakan tambahan lainnya. Jadi tugas memuliakan kekuatan bukanlah beban. Tapi kesukaan yang penuh ketentraman. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Atau anda di beri tugas untuk memuji kemurahan hati seseorang. Orang itu kaya sekali dan sangat murah hati. Begitu murah hatinya sehingga melimpahimu dengan kasih, kemurahan, rahmat dan kebaikan. Bagaimana memuja kemurahan hatinya? Bukan dengan membalas supaya impas. Jadinya seperti transaksi bisnis dan pemberian cuma- cuma darinya seperti urusan dagang. Maunya impas. Itu semua tidak akan menunjukkan kekayaan hatinya yang berlimpah. Cara yang benar adalah dengan menjadi murah hati juga dan sungguh- sungguh berterima kasih dan bersyukur. Dan itu sama sekali bukan beban. Jika kamu dapat hadiah 1 millyard dollar, kamu tidak akan berkeluh kesah merasa terbebani untuk merasa syukur. Ini bukan hal yang sulit tapi merupakan kesukaan. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Contoh terakhir, jika kamu dapat tugas memuliakan hikmat agung seseorang, anggap saja hikmat pelatihmu ( jika kamu tergabung dalam tim olahraga ) atau hikmat komselormu ( jika kamu dalam suatu sesi terapi ). Caranya bukan dengan mati- matian menolong mereka mencari jawaban persoalannya. Kamu memuja hikmat mereka dengan melakukan apa yang mereka perintahkan. Jika mau tunjukkan pelatihmu bijaksana, kamu lari dan lakukan latihan darinya tanpa mempertanyakan dan menggerutu. Jika kamu mau puji hikmat konselormu, kamu lakukan terapi darinya tanpa pertanyakan dan menggerutu. Singkatnya ketaatan yang di lakukam dengan sukacita memuliakan hikmat yang agung. Dan sama sekali bukan beban ( 1 Yohanes 5:3 ). &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Tuhan Paling Termuliakan di Dalam Kita Saat Sukacita Kita Penuh di Dalam Dia&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Bisa lihat apa artinya semua ini? Artinya Tuhan itu Kasih. Artinya saat Dia ciptakan kita untuk kemuliaanNya Dia juga ciptakan kita untuk sukacita kita. Bagaimana bisa begitu? Karena Dia di permuliakan di dalam kita dengan cara membuat kita sukacita di dalam Dia. Kabar baik kekristenan adalah bahwa Tuhan merupakan Tuhan yang paling di permuliakan di dalam kita saat kita paling sukacita di dalam Dia. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Jadi poin- poin kebenaran yang dapat kita bagikan adalah kebenaran #1 bahwa Tuhan ciptakan kita untuk kemuliaanNya, kebenaran #2 bahwa tugas setiap pria dan wanita dan anak untuk hidup bagi kemuliaan Tuhan. Dan hebatnya tugas ini tidak menjadi beban. Tugas ini di lakukan dengan tanpa paksaan dan sukacita. Kamu memuliakan keindahan dan keunggulan Tuhan dengan mengasihi dan bersuka di dalamNya. Kau muliakan kuasa Tuhan dengan mempercayaiNya dengan segala persoalan yang sulit dan mengancam di dalam hidupmu. Kamu muliakan karunia dan kemurahan dan kebaikan dan rahmatNya dengan hidup penuh ucapan syukur. Dan kamu muliakan hikmat Tuhan dengan taat kepada perintahNya. Dan itu bukanlah beban. Tidak ada hukum yang berat. Inilah kasih. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Tuhan adalah Tuhan yang kasihnya tak terbatas. Karena Dia berkenan membagi semua yang ada padaNya untuk kenikmatan kita dan kemuliaanNya. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Ini adalah kebenaran awal yang indah dari kekristenan. Berikutnya minggu depan kita akan bahas kebenaran #3 dan #4 yaitu “Menukar Sukacita” dan “ Melepaskan Sukacita”&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kathyyee</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Tugas_Yang_Di_Lakukan_Dengan_Sukacita</id>
		<title>Tugas Yang Di Lakukan Dengan Sukacita</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Tugas_Yang_Di_Lakukan_Dengan_Sukacita"/>
				<updated>2020-02-17T01:57:37Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Kathyyee: ←Membuat halaman berisi '&amp;lt;span class=&amp;quot;fck_mw_template&amp;quot;&amp;gt;{{info|The Joyful Duty of Man}}&amp;lt;/span&amp;gt;&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;blockquote&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;1 Korintus 10:31 &amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt; &amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;blockquote&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Jika engkau ...'&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&amp;lt;span class=&amp;quot;fck_mw_template&amp;quot;&amp;gt;{{info|The Joyful Duty of Man}}&amp;lt;/span&amp;gt;&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;blockquote&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;1 Korintus 10:31 &amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;blockquote&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Tuhan&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Dua minggu lalu kita mulai seri pengajaran yg menjelaskan dasar alkitabiah dari pamflet baru kita yang berjudul “mencari sukacita”. Alasan kita menyusun pamflet ini karena injil adalah kabar yang amat sangat baik. Sangat baik mengenal injil dan sangat baik percaya akan injil. Injil di tujukan untuk semua orang. Di sadari atau tidak semua orang butuh injil. Jika kamu peduli pasti kamu ingin menceritakan kabar baik ini kepada orang lain. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Tindakan Spontan Timbul dari Pengertian yang Dalam&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Harapan kami adalah supaya pamflet dan kotbah ini akan berikan pemahaman teguh akan kebenaran biblikal dan memudahkan kamu menjelaskannya kepada orang lain. Tentu saja ini bukan satu- satunya cara membagikan injil. Kebenaran Tuhan harus di nyatakan lebih jelas kepada orang lain lewat tindakan dan perkataan yang di landasi oleh kasih dalam berbagai kesempatan yang kita temui. Namun kita belajar bahwa tindakan spontan yang di lakukan dengan penuh keyakinan timbul dari pengertian yang teguh dan berakar dalam. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Pelukis yang paling kreatif adalah pelukis yang sudah bekerja dengan susah payah menguasai bagaimana cara menggambar dagu dan hidung dan telinga. Jika hal dasar sudah menjadi kebiasaan maka kreatifitas mulai berkembang. Demikian juga yang harus kita lakukan jika mau memberitakan injil. Kita bukan minta kalian meniru persis sama apa yang ada di pamflet ini. Yang kita mau adalah supaya kalian punya pengertian yang mendalam. Kami mau dasar penginjilan sudah mendarah daging dalam hidupmu. Dan kami mau kalian beritakan injil dalam kasih – dan jika pamflet ini berguna dalam pemberitaanmu, silakan di pakai. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Jika kalian buka pamfletnya, ada 6 kebenaran biblikal yang di cetak tebal. Di bawah setiap kebenaran ada kutipan ayat alkitab dan penjelasannya. Membaca kebenaran sesuai urutannya karena harus mengerti urutan nomor 1 untuk bisa mengerti nomor 2 dan demikian seterusnya. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Dua minggu lalu kita fokus belajar kebenaran #1, “Tuhan ciptakan kita untuk kemuliaanNya,” berdasarkan Yesaya 43:7. Dengan kata lain, penjelasan dari injil adalah bahwa manusia perlu tahu tentang kuasa Tuhan ( Dialah Sang Pencipta), tentang kebesaran Tuhan ( Dia Mulia, Menakjubkan, Mengagumkan, sempurna dalam segala hal), dan tentang tujuan Tuhan ( maksud tujuanNya adalah menjadikan kemuliaanNya di ketahui dan di puji). Jadi kita mulai dengan mengatakan, “Tuhan ciptakan kita untuk kemuliaanNya”. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Mengapa Penting Kita Mulai Dengan Kemuliaan Tuhan&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Saya berikan ringkasannya mengapa penting untuk kita mulai dengan kemuliaan Tuhan&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;1. Sentralitas Tuhan&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Tuhan adalah pusat dari segala sesuatu di alam semesta ini. Firman katakan “segala sesuatu adalah dari Dia dan oleh Dia dan kepada Dia. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama- lamanya (Roma 11:36). Juga dikatakan “ yang bagiNya dan olehNya segala sesuatu dijadikan (ibrani 2:10). Manusia bukanlah pusat dari segalanya. Tuhanlah pusat segalanya. Jika tidak ada alkitab yang menjadi dasar maka berita injil akan di bengkokkan untuk di sesuaikan dg natur manusia yang berpusat pada diri. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;2. Roma 3:23&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Minggu depan saat kita bahas poin ketiga, Roma 3:23 akan susah di mengerti jika kita tidak mulai dulu dengan apa tujuan Tuhan di permuliakan. Roma 3:23 katakan semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Apa arti kehilangan kemuliaan dan mengapa itu menjadi masalah kecuali kamu bisa tunjukkan bahwa Tuhan ciptakan kita untuk memuliakan Dia dan kita telah gagal penuhi maksud penciptaan kita. Dengan kata lain, esensi dosa tidak bisa di mengerti kecuali di mulai dengan pemahaman akan Tuhan dan kemuliaanNya. Inilah sebabnya kenapa orang tidak lagi bertobat seperti dulu. Dosa di lihat sebagai sesuatu yang bikin orang menderita bukan sebagai sesuatu yang melanggar kemuliaan Allah. Pandangan kita terhadap dosa lebih ke aspek psikologis daripada teologis (minggu depan bahas ini lebih dalam). Untuk paham apakah dosa itu, kita harus mulai dengan Tuhan dan rencana agungNya. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;3. Kebenaran Tuhan menjadikan diriNya sebagai pusat segalanya&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Penting kita tunjukkan bahwa Tuhan benar ketika Dia jadikan diriNya sebagai pusat segala sesuatu. Banyak orang mau saja akui ada Tuhan asalkan Tuhan jadikan manusia sebagai makhluk paling berharga di dunia ini. Namun penting di sampaikan bahwa Tuhan adalah Yang Paling Berharga di seluruh alam semesta. Manusia bukan yang terutama. Dan karena Tuhan amat sangat berharga di seantero jagat raya ini, sudah sepantasnya jika Dia jujur sampaikan kebenaran ini dan juga bahwa Dia mau kita mengasihi dan menyembahNya. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Kadang ada yang bertanya mengapa benar bagi Allah mencari kemuliaan bagi diriNya? Tapi salah jika kita yang cari kemuliaan diri sendiri? Kita di bilang sombong tapi Tuhan di bilang benar. Jawabannya adalah kebenaran Tuhan dan kebenaran kita adalah sama persis. Tuhan benar saat Dia menyembah Yang Maha Tinggi yaitu Tuhan. Dan kita benar menyembah Yang Maha Tinggi yaitu Tuhan. Kita lihat tidak ada yang inkonsisten. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Kebenaran artinya beri respon yang benar kepada Yang Maha Mulia dan Sempurna. Yaitu Tuhan. Supaya kita benar kita harus mengasihi Tuhan dengan segenap hati dan jiwa dan pikiran dan kekuatan. Bagi Tuhan untuk benar, Dia juga harus mengasihi DIRINYA SENDIRI dengan seluruh hatiNya dan jiwaNYA dan pikiranNya dan kekuatanNya. Jika tidak lakukan itu Dia jadikan dirinya penyembah berhala. Dia menyembah sesuatu yang tidak Maha Tinggi. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Minggu depan kita lihat apa akar permasalahannya mengapa natur manusia tidak mau Tuhan menjadi Tuhan. Manusia mau dirinya yang jadi Tuhan. Buktinya adalah betapa jarang ada visi Tuhan yang biblikal yaitu yang berpusat kepada Tuhan tapi betapa luas penyebaran visi Tuhan yang tidak biblikal yaitu visi yang berpusat kepada manusia. Jadi saya ulangi, penting kita paparkan bahwa Tuhan ciptakan kita untuk kemuliaanNya dan ini adalah hal yang pantas dan benar Dia lakukan. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;4. Tujuan kita ada di dunia ini&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Sangat membantu kita mulai dengan pertanyaan apa tujuan penciptaan, dengan demikian kita tahu mengapa kita ada di dunia ini. Logikanya jika kamu tahu untuk apa barang itu di buat maka kamu akan dapatkan manfaat yang lebih dari barang itu. Prinsip ini juga berlaku untuk hidupmu. Jika kamu tahu mesin pemotong rumput di buat untuk memotong rumput bukan untuk jadi kipas angin, hidupmu akan lebih berbahagia. Ini membawa kita kepada kebenaran #2&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Semua Manusia Harus Hidup Untuk Kemuliaan Tuhan&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Tentu saja kebenaran #1 dan #2 sangat dekat kaitannya. Tapi tidak sama. Kebenaran #1 mulai dengan Tuhan dan menjelaskan tentang desain agungNya dalam menciptakan kita. Kebenaran 2 berpindah dari desain Tuhan kepada tugas kita. Mari baca penjelasannya.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Membandingkan firman dan akal&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah ( 1 korintus 10:31). &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Jika Tuhan ciptakan kita untuk kemuliaanNya, tentu saja kita seharusnya hidup untuk kemuliaanNya. Tugas kita merujuk pada desain penciptaanNya. Apa artinya memuliakan Tuhan? Artinya kita mengasihi Dia ( Matius 22:37 ), mempercayaiNya ( Roma 4:20 ), bersyukur kpdNya ( Mazmur 50:23), dan taat kepadaNya ( Matius 5:16). Sampai sini anda bisa menawarkan ayat alkitab (ayatnya tercantum) atau ajukan nalar, tergantung yang mana yang bisa di terima orang itu. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Bagaimana jika orang itu menolak kebenaran #1?&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Jangan kecil hati dan sebabkan kamu berhenti karena seseorang menolak kebenaran yang kau sampaikan. Jangan pernah berpikir bahwa satu- satunya cara seseorang bisa di yakinkan akan kebenaran hanya dengan menjelaskan dengan logika dari poin satu ke poin berikutnya. Bukan begitu cara kerja pikiran manusia pada umumnya.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Misalkan setelah kamu bagikan kebenaran #1 orang itu bilang: saya tidak percaya. Saya tidak percaya ada Tuhan. Dan kemudian teori evolusi mementahkan semua berita tentang tujuan dan desain Allah. Apa yang harus kamu lakukan? Apakah menyerah saja karena kebenaran yang pertama saja dia tidak bisa terima? &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;TIDAK! Ini yang harus kau katakan: “Baik, saya mengerti kau tidak setuju dengan kebenaran ini. Tapi bolehkah saya berikan anda gambaran besarnya baru kamu dapat menilainya apakah masuk akal atau tidak?” Kemudian kamu segera lanjut ke kebenaran #2 dan #3 dan berikutnya. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Mengapa harus begitu? Karena umumnya orang bisa terima suatu ide bukan karena dia secara berurutan dan satu persatu menguji kebenarannya dengan logika. Umumnya kita mengerti atau menerima suatu pengertian atau seseorang karena adanya info yang menyeluruh atau ada suatu bagian yang beri pencerahan. Pencerahan yang bawa kita ke pemahaman yang lebih. Atau cocok dengan apa yang sudah kita ketahui. Atau beri jawaban atas apa yang selama ini menjadi pertanyaan kita. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Dengan kata lain, jika kamu dapat masukkan semua ke enam kebenaran itu dalam pikiran orang itu, ada kemungkinan dari kelima kebenaran itu ada sesuatu yang berbicara kuat di pikirannya yang membuat dia mempertimbangkan kembali penolakannya akan kebenaran #1. Atau mungkin di kemudian hari, saat alami pencobaan yang berat, pikirannya akan terbuka untuk menerima kebenaran tersebut. Jika kamu sudah berikan semua gambaran menyeluruh, Roh Kudus bisa memakai itu sesuai dengan kebutuhan mereka. Sebaiknya kamu berikan mereka salinan apa yang sudah kau sampaikan. Jangan punya pikiran bahwa sia- sia pemberitaanmu. Percayalah firman yang keluar tidak akan kembali dengan sia- sia. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Kemudian lanjut jelaskan kebenaran #2. Begini caranya&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Perintah Tuhan untuk memuliakanNya dan kasihNya&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Kebenaran #1 mengatakan Tuhan ciptakan kita untuk mencerminkan atau merefleksikan atau manifestasikan kemuliaanNya. Kita seharusnya seperti cermin yang terpoles bersih yang merefleksikan kebenaran Tuhan kepada dunia. Atau seperti prisma yang menerima sinar kebesaran Tuhan dan memecahnya jadi berbagai warna untuk di lihat oleh dunia ini melalui tindakan dan perkataan kita ( Efesus 3:10&amp;amp;nbsp;; Matius 5:6 ). &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Jadi inilah yang harus kita lakukan, setiap pria dan wanita dan anak- anak harus dedikasikan hidupnya untuk cerminkan kemuliaan Tuhan. Untuk itulah kita hidup. Itulah tugas kita. Atau bisa di bilang, inilah hukum Tuhan. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Tapi untuk beberapa orang - kebanyakan orang, kata “tugas” dan “hukum” bukan kata yang menyenangkan. Kata- kata itu cenderung konotasi menindas dan membebani. Kesannya bukan Tuhan yang pengasih. Bukan Tuhan yang memikirkan kepentingan kita. Mungkin Dia begitu asyik dengan kemuliaanNya sehingga kita tak berarti di hadapanNya, kecuali hanya di pakai sebagai budak yang bekerja untuk kepentinganNya. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Pendapat negatif seperti ini harus di jawab. Dan tidak susah di jawab. Menjawabnya dengan menanyakan pertanyaan ini: &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Jika Tuhan itu sempurna, tak berkekurangan, berkecukupan di dalam segala sesuatu, tak terkira kebesaran dan kemuliaanNya dan Dia tidak ciptakan kita untuk penuhi kebutuhanNya, karena Dia tidak punya kebutuhan. Jadi bagaimana kita muliakan Tuhan yang seperti itu? &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Bukan untuk bekerja untukNya seperti budak. Seakan- akan dia lemah dan perlu bantuan. Bukan dengan meringkuk gemetar di bawah kuasaNya tanpa kepastian. Seakan- akan Dia tidak stabil atau plin plan atau kejam. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Bagaimana Muliakan Allah Yang Maha Mulia?&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Bagaimana memuliakan Tuhan yang berkecukupan, sempurna, indahnya tak terkatakan, Maha Bijak, Maha Kuasa, Allah yang berkelimpahan? Anda dapat gunakan contoh di pamflet ini atau pakai ilustrasi/ contoh dari kehidupan sehari- hari. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Sebagai contoh, jika hendak memuji sebuah lukisan indah, anda tidak merasa terbebani berusaha perbaiki lukisan itu. Anda hanya menikmati saja keindahannya. Karena kau suka sekali lukisan itu kau ceritakan keindahannya dengan penuh gairah kepada teman- temanmu. Atau jika disajikan makanan lezat, bagaimana kamu memuji kenikmatannya? Bukan dengan pakai celemek, pergi ke dapur masak beberapa masakan lagi atau tambah bumbu lainnya. BUKAN BEGITU CARANYA. Kamu memuji makanan enak dengan makan banyak dan dengan puas mengatakan aaaahh. Kesimpulannya sama sekali bukan merupakan beban jika kita dapat tugas memuja sesuatu yang memang amat sangat indah dan mengagumkan. Malahan merupakan kesukaan dan beri kegembiraan. Sesuatu yang dari padanya kau dapatkan kepuasan/kegembiraan menunjukkan bahwa itu adalah sesuatu yang berharga. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Atau misalkan anda di tugaskan memuji kekuatan suatu campuran logam yang baru yang mau di pakai untuk menopang jembatan. Bagaimana caranya? Bukan dengan bekerja keras menyediakan penyanggah tambahan, tapi dengan masuk ke mobil beserta seluruh keluargamu melewati jembatan itu percayakan nyawamu dengan damai sejahtera menyeberangi jembatan tanpa kekuatiran. Anda memuji kekuatannya dengan mempercayainya bukan dengan bekerja menyediakan tambahan lainnya. Jadi tugas memuliakan kekuatan bukanlah beban. Tapi kesukaan yang penuh ketentraman. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Atau anda di beri tugas untuk memuji kemurahan hati seseorang. Orang itu kaya sekali dan sangat murah hati. Begitu murah hatinya sehingga melimpahimu dengan kasih, kemurahan, rahmat dan kebaikan. Bagaimana memuja kemurahan hatinya? Bukan dengan membalas supaya impas. Jadinya seperti transaksi bisnis dan pemberian cuma- cuma darinya seperti urusan dagang. Maunya impas. Itu semua tidak akan menunjukkan kekayaan hatinya yang berlimpah. Cara yang benar adalah dengan menjadi murah hati juga dan sungguh- sungguh berterima kasih dan bersyukur. Dan itu sama sekali bukan beban. Jika kamu dapat hadiah 1 millyard dollar, kamu tidak akan berkeluh kesah merasa terbebani untuk merasa syukur. Ini bukan hal yang sulit tapi merupakan kesukaan. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Contoh terakhir, jika kamu dapat tugas memuliakan hikmat agung seseorang, anggap saja hikmat pelatihmu ( jika kamu tergabung dalam tim olahraga ) atau hikmat komselormu ( jika kamu dalam suatu sesi terapi ). Caranya bukan dengan mati- matian menolong mereka mencari jawaban persoalannya. Kamu memuja hikmat mereka dengan melakukan apa yang mereka perintahkan. Jika mau tunjukkan pelatihmu bijaksana, kamu lari dan lakukan latihan darinya tanpa mempertanyakan dan menggerutu. Jika kamu mau puji hikmat konselormu, kamu lakukan terapi darinya tanpa pertanyakan dan menggerutu. Singkatnya ketaatan yang di lakukam dengan sukacita memuliakan hikmat yang agung. Dan sama sekali bukan beban ( 1 Yohanes 5:3 ). &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Tuhan Paling Termuliakan di Dalam Kita Saat Sukacita Kita Penuh di Dalam Dia&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Bisa lihat apa artinya semua ini? Artinya Tuhan itu Kasih. Artinya saat Dia ciptakan kita untuk kemuliaanNya Dia juga ciptakan kita untuk sukacita kita. Bagaimana bisa begitu? Karena Dia di permuliakan di dalam kita dengan cara membuat kita sukacita di dalam Dia. Kabar baik kekristenan adalah bahwa Tuhan merupakan Tuhan yang paling di permuliakan di dalam kita saat kita paling sukacita di dalam Dia. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Jadi poin- poin kebenaran yang dapat kita bagikan adalah kebenaran #1 bahwa Tuhan ciptakan kita untuk kemuliaanNya, kebenaran #2 bahwa tugas setiap pria dan wanita dan anak untuk hidup bagi kemuliaan Tuhan. Dan hebatnya tugas ini tidak menjadi beban. Tugas ini di lakukan dengan tanpa paksaan dan sukacita. Kamu memuliakan keindahan dan keunggulan Tuhan dengan mengasihi dan bersuka di dalamNya. Kau muliakan kuasa Tuhan dengan mempercayaiNya dengan segala persoalan yang sulit dan mengancam di dalam hidupmu. Kamu muliakan karunia dan kemurahan dan kebaikan dan rahmatNya dengan hidup penuh ucapan syukur. Dan kamu muliakan hikmat Tuhan dengan taat kepada perintahNya. Dan itu bukanlah beban. Tidak ada hukum yang berat. Inilah kasih. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Tuhan adalah Tuhan yang kasihnya tak terbatas. Karena Dia berkenan membagi semua yang ada padaNya untuk kenikmatan kita dan kemuliaanNya. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Ini adalah kebenaran awal yang indah dari kekristenan. Berikutnya minggu depan kita akan bahas kebenaran #3 dan #4 yaitu “Menukar Sukacita” dan “ Melepaskan Sukacita”&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kathyyee</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Pernikahan:_Mengejar_Standar_Kristus_di_dalam_Perjanjian</id>
		<title>Pernikahan: Mengejar Standar Kristus di dalam Perjanjian</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Pernikahan:_Mengejar_Standar_Kristus_di_dalam_Perjanjian"/>
				<updated>2020-02-05T21:21:24Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Kathyyee: ←Membuat halaman berisi '{{info|Marriage: Pursuing Conformity to Christ in the Covenant}}'''Efesus 5:21-33'''  &amp;lt;blockquote&amp;gt;dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kri...'&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|Marriage: Pursuing Conformity to Christ in the Covenant}}'''Efesus 5:21-33'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus. 22 Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan,23 karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. 24	Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu. 25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya 26 untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,27 supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela. 28 Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri. 29 Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat, 30 karena kita adalah anggota tubuh-Nya. 31Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. 32 Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat. 33	Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya.&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Berdasarkan pada Rahmat'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda tidak dapat selalu mengatakan bahwa pernikahan adalah gambaran dari Kristus dan gereja. Itulah yang Noël katakan. Salah satu alasan bahwa dia benar adalah penjelasan bahwa pernikahan didasarkan pada anugerah. Kristus mengejar mempelai perempuanNya, gereja, dengan anugerah, memperolehNya untuk diriNya sendiri oleh anugerah, mendukungnya dengan anugerah, dan akan menyempurnakannya untuk diriNya sendiri dengan anugerah. Kami tidak berhak menerima ini. Kami pantas mendapatkan penilaian. Semuanya karena anugerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Rahmat: Memperlakukan Orang Lebih Baik Daripada Mereka Layak'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama dua minggu, kami telah menekankan bahwa anugerah ini membuat suami dan istri untuk menepati perjanjian mereka melalui pengampunan dan kesabaran. Penekanan itu adalah inti dari apa itu kasih karunia: memperlakukan orang lebih baik daripada yang seharusnya mereka terima. Ini adalah salah satu bagian utama dari etika Kristen:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Cintai musuhmu, berbuat baik kepada orang-orang yang membencimu, memberkati orang-orang yang mengutukmu, berdoa untuk orang-orang yang menyalahgunakanmu. Untuk orang yang memukul pipi Anda, tawarkan yang lain juga, dan dari orang yang mengambil jubah Anda tidak menahan tunik Anda juga. . . . Cintai musuhmu, dan lakukan yang baik, dan pinjamkan, tidak mengharapkan imbalan apa pun, dan upahmu akan menjadi besar, dan kau akan menjadi putra-putra Yang Mahatinggi, karena dia baik kepada yang tidak tahu berterima kasih dan jahat. Kasihanilah, bahkan seperti Bapamu penuh belas kasihan. (Lukas 6: 27-29, 35-36)&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perintah-perintah itu tidak berhenti menjadi tuntutan Yesus ketika kita menikah. Jika pada umumnya kita mengubah yang jahat menjadi baik, apalagi dalam pernikahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Rahmat: Kekuatan untuk Berhenti Berdosa'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah yang kami tekankan sejauh ini dalam mengatakan bahwa pernikahan didasarkan pada anugerah Tuhan terhadap kita. Tetapi sekarang saya ingin menekankan kebenaran lain tentang kasih karunia. Kasih karunia tidak hanya memberi kuasa untuk menanggung dosa, tetapi juga memberi kuasa untuk berhenti berbuat dosa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam semua penekanan kami pada pengampunan dan kesabaran, Anda mungkin mendapatkan kesan bahwa tidak ada sifat berdosa kita atau kekhasan kita yang menjengkelkan yang pernah berubah — atau yang seharusnya berubah. Jadi yang bisa kita lakukan adalah memaafkan dan menahan diri. Tetapi apa yang ingin saya coba tunjukkan dari Alkitab hari ini adalah bahwa Tuhan memberikan rahmat tidak hanya untuk mengampuni dan menahan, tetapi juga untuk berubah, sehingga dibutuhkan pengampunan dan kesabaran yang lebih sedikit. Itu juga merupakan anugerah. Anugerah bukan hanya kekuatan untuk membalas kebaikan dengan kejahatan; itu juga kekuatan untuk mengurangi kejahatan. Bahkan kekuatannya menjadi tidak terlalu merepotkan. Kasih karunia membuat Anda ingin berubah untuk kemuliaan Kristus dan untuk sukacita pasangan Anda. Dan rahmat adalah kekuatan untuk melakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Jalan Injil menuju Konfrontasi'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi kita sudah sampai di sini, bisa dibilang, secara tidak langsung. Penekanan pada pengampunan dan kesabaran datang pertama, karena itu adalah fondasi yang kuat untuk perubahan. Dengan kata lain, komitmen perjanjian yang keras berdasarkan pada kasih karunia memberikan rasa aman dan harapan di mana panggilan untuk perubahan dapat didengar tanpa merasa seperti ancaman. Hanya ketika seorang istri atau suami merasa bahwa yang lain benar-benar berkomitmen — bahkan jika dia tidak berubah — hanya dengan demikian panggilan untuk perubahan terasa seperti rahmat, bukan ultimatum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi hari ini saya menekankan bahwa pernikahan seharusnya tidak perlu statis - tidak ada perubahan, hanya ketahanan. Bahkan itu lebih baik daripada perceraian di mata Tuhan, dan memiliki kemuliaan tersendiri. Tetapi itu bukan gambaran terbaik tentang Kristus dan gereja. Ya, ketekunan mengatakan kebenaran tentang Kristus dan gereja. Tetapi keengganan untuk berubah tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Efesus 5: 25-27: Melampaui Pengampunan dan Sabar'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu membawa kita ke teks kita: hanya tiga ayat dari Efesus 5. Pertimbangkan implikasi dari Efesus 5: 25-27 untuk pernikahan sebagai “Mengejar Kesesuaian dengan Kristus dalam Perjanjian.” Dengarkan bagaimana ayat-ayat ini membawa kita melampaui pengampunan dan kesabaran. . Dengarkan cara suami mencintai istri mereka:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Para suami, kasihilah istrimu, sebagaimana Kristus mengasihi gereja dan menyerahkan diriNya untuknya, agar Dia dapat menguduskannya, setelah membersihkannya dengan mencuci air dengan Firman, sehingga Dia dapat menghadirkan gereja untuk diriNya sendiri dalam kemegahan, tanpa noda atau kerut atau hal semacam itu, agar ia menjadi suci dan tanpa cacat.&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Suami Mengubah Istri'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam hubungan Kristus dengan gereja, Ia dengan jelas mencari transformasi pengantinNya menjadi sesuatu yang indah secara moral dan spiritual. Dan Dia mencarinya dengan mengorbankan nyawanya. Mari kita berpikir sejenak tentang implikasi dari bagian ini tentang bagaimana seorang suami berpikir dan bertindak dengan maksud untuk mengubah istriya. Kami akan sampai pada keinginan istri untuk mengganti suaminya dalam beberapa menit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Implikasi pertama adalah bahwa suami, yang mencintai seperti Kristus, memikul tanggung jawab yang unik untuk pertumbuhan moral dan spiritual istrinya — yang berarti bahwa seiring waktu, dengan kehendak Tuhan, akan ada perubahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Menginjak di Tanah Berbahaya'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya menyadari bahwa pada titik ini - tidak peduli bagaimana saya sampai pada ini - saya sedang menginjak tanah yang berbahaya. Saya bisa saja bermain di tangan suami yang egois, berpikiran kecil, mengendalikan, yang tidak memiliki rasa perbedaan antara memperkaya perbedaan antara dia dan istrinya dan kelemahan atau cacat moral dan spiritual yang harus diubah. Pria seperti itu kemungkinan besar akan mengubah apa yang saya katakan menjadi mandat untuk mengendalikan setiap segi dari perilaku istrinya, dan kriteria dari apa yang dia ingin ubah adalah keinginan egoisnya sendiri yang terselubung dalam bahasa spiritual.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi pandangan yang jujur pada teks ini tidak menuntun kita ke sana. Ini membawa kita ke sikap yang sangat berbeda. Pertimbangkan tiga pengamatan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''1) Suami ''Seperti'' Kristus, Bukan Kristus'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaminya ''seperti'' Kristus, yang berarti dia ''bukan'' Kristus. Ayat 23: “Karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat.” Kata seperti itu tidak berarti bahwa suami itu seperti Kristus dalam segala hal. Suaminya terbatas dalam kekuatan, tidak mahakuasa seperti Kristus. Suaminya terbatas dan tidak dapat berbuat kesalahan dalam kebijaksanaan, tidak semua bijaksana seperti Kristus. Suaminya berdosa, tidak sempurna seperti Kristus. Karena itu, kita para suami tidak berani menganggap kita sempurna. Kita mungkin keliru dalam apa yang ingin kita lihat berubah pada istri kita. Itu pengamatan pertama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''2) Kesesuaian dengan Kristus, Bukan dengan Suami'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuan dari keinginan suami yang saleh untuk berubah pada istrinya adalah untuk memenuhi Kristus, bukan untuk dirinya sendiri. Perhatikan kata-kata kunci dalam ayat 26 dan 27. Ayat 26: bahwa ia dapat &amp;quot;menyucikan dia.&amp;quot; Ayat 27: bahwa ia dapat menghadirkan gereja untuk dirinya sendiri &amp;quot;dalam kemegahan.&amp;quot; Ayat 27 lagi: bahwa dia mungkin &amp;quot;suci.&amp;quot; kata-kata menyiratkan bahwa keinginan kita untuk istri kita diukur dengan standar kekudusan Elohim, bukan standar preferensi pribadi kita semata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''3) Mati untuk Istri'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengamatan ketiga adalah yang paling penting: Yang paling menarik perhatian Paul adalah bahwa cara Kristus mengejar transformasi mempelai wanita adalah dengan mati untukNya. Ayat 25-26: “Para suami, kasihilah istrimu, sebagaimana Kristus mengasihi gereja ''dan menyerahkan dirinya untuknya'', agar dia dapat menguduskannya.” Ini adalah hal yang paling radikal yang pernah atau bisa dikatakan kepada seorang suami tentang cara dia menuntun istrinya menjadi selaras dengan Kristus dalam perjanjian pernikahan. Para suami, apakah kita mengejar kesesuaiannya dengan Kristus dengan membiarkannya, atau mati untuknya? Ketika kita menuntunnya, atau bahkan, jika perlu, menghadapi dia, apakah kita meninggikan diri atau menyangkal diri? Apakah ada penghinaan atau belas kasih?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika seorang suami penuh kasih dan bijaksana seperti Kristus dalam semua hal ini, keinginannya untuk perubahan istrinya akan terasa, kepada istri yang rendah hati, seperti dia dilayani, bukan dipermalukan. Kristus dengan jelas ''menginginkan'' agar pengantinNya tumbuh dalam kekudusan. Tapi Dia mati untuk mewujudkannya. Jadi, saudara-saudara, atur keinginan Anda untuk perubahan istri Anda dengan kematian Kristus yang menyangkal diri. Semoga Tuhan memberi kita kerendahan hati dan keberanian untuk mengukur metode kita dengan penderitaan Kristus. (Lihat Titus 2:14; Penyingkapan 19: 7.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Istri Mengubah Suami'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang mari kita beralih ke keinginan istri untuk perubahan suaminya. Ini bukan pesan tentang apa itu kepemimpinan dan penundukan. Tetapi untuk memberikan poin mengenai apa itu kepemimpinan dan penundukan dan apa yang ''bukan''. Saya telah mengatakan bahwa kepemimpinan seorang suami tidak identik dengan kepemimpinan Kristus. Benar ''seperti'' itu.  Demikian pula,  kepatuhan istri kepada suami tidak sama dengan kepatuhannya kepada Kristus. Ketika ayat 22 mengatakan, “Hai isteri, tunduklah kepada suamimu sendiri, seperti kepada Tuhan,” kata seperti itu tidak berarti bahwa Kristus dan suami itu sama. Kristus adalah yang tertinggi, suami tidak. Kesetiaannya adalah untuk Kristus terlebih dahulu, bukan pertama untuk suaminya. Analogi ini hanya berfungsi jika wanita itu tunduk kepada Kristus secara mutlak, bukan kepada suaminya sepenuhnya. Kemudian dia akan berada dalam posisi untuk tunduk kepada suami tanpa melakukan pengkhianatan atau penyembahan berhala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu hal ini menyiratkan bahwa seorang istri akan melihat perlunya perubahan pada suaminya. Dan dia dapat dan harus mencari transformasi dari suaminya, bahkan ketika menghormatinya sebagai kepalanya - pemimpinnya, pelindung, dan penyedia. Ada beberapa alasan lain yang saya katakan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''1) Doa: Permintaan untuk Perubahan'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satunya adalah fungsi doa dalam hubungan antara Kristus dan gerejanya. Seorang istri berhubungan dengan Kristus dengan cara gereja seharusnya berhubungan dengan Kristus. Gereja berdoa kepada Kristus — atau kepada Tuhan Bapa melalui Kristus. Ketika gereja berdoa kepada suaminya, dia memintanya melakukan sesuatu dengan cara tertentu. Jika kita sakit, kita memintanya untuk kesembuhan. Jika kita lapar, kita meminta roti harian kita. Jika kita tersesat, kita meminta arahan. Dan seterusnya. Karena kita percaya pada kedaulatan absolut Kristus untuk mengatur segala sesuatu, ini berarti bahwa kita melihat situasi saat ini yang telah Dia tetapkan, dan kita memintanya untuk mengubahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya hanya menggambar analogi di sini, bukan perbandingan yang tepat. Gereja tidak pernah “menghadapi” Yesus dengan ketidaksempurnaannya. Dia tidak memiliki ketidaksempurnaan. Tapi kami memang mencari darinya perubahan dalam situasi yang ia bawa. Itulah doa permohonan. Jadi para istri, dalam analogi ini, akan bertanya kepada suami mereka bahwa ada beberapa hal yang diubah dalam cara dia melakukan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''2) Semua Suami Membutuhkan Perubahan'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi alasan utama kita dapat mengatakan bahwa istri dapat dan harus mencari transformasi suaminya adalah bahwa suami hanya mirip dengan Kristus dalam hubungan dengan istri mereka. Kita bukan Kristus. Dan salah satu perbedaan utama adalah bahwa kita para suami perlu berubah, dan Kristus tidak. Kita seperti Kristus dalam hubungan itu, tetapi kita bukan Kristus. Tidak seperti Kristus, kita berdosa, terbatas, dan tidak sempurna. Kita perlu berubah. Itu adalah pengajaran Perjanjian Baru yang jelas dan universal. Semua pria dan wanita perlu berubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''3) Istri adalah Suster yang Mengasihi di dalam Kristus'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Faktor lain yang perlu dipertimbangkan adalah bahwa istri bukan hanya istri, tetapi di dalam Kristus, mereka juga adalah saudara yang pengasih. Ada cara unik bagi istri yang penurut untuk menjadi saudara yang peduli terhadap suami-suaminya yang tidak sempurna. Dia akan, misalnya, dari waktu ke waktu, mengikuti Galatia 6: 1 dalam kasusnya: &amp;quot;Jika ada orang yang terperangkap dalam pelanggaran, kamu yang rohani harus mengembalikan dia dalam roh kelemahlembutan.&amp;quot; Dia akan melakukan itu untuknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan bukan hanya Galatia 6: 1, tetapi juga bagian-bagian lain. Misalnya, keduanya — suami rohani dan istri rohani — akan mematuhi Matius 18:15 seperlunya, dan akan melakukannya dengan perilakunya yang unik yang dipanggil dengan kepemimpinan dan penundukkan: “Jika saudaramu berdosa terhadapmu, pergi dan katakan kepadanya salah, antara kamu dan dia sendiri. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Bahaya mengomel'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua ini harus diimbangi oleh bahaya mengomel. Adalah hal yang menyedihkan ketika seorang wanita merindukan suaminya untuk melangkah dan mengambil tanggung jawab dalam memimpin keluarga secara spiritual dan dia tidak akan melakukannya. Kami akan berbicara lebih banyak tentang itu di minggu-minggu mendatang. Tetapi kata nag ada dalam bahasa Inggris untuk memperingatkan kita bahwa ada yang namanya desakan berlebihan. Rasul Petrus memperingatkan hal ini dengan kata-kata yang keras dalam 1 Petrus 3: 1. Dia berkata, &amp;quot;Istri, tunduklah kepada suamimu sendiri, sehingga bahkan jika beberapa tidak mematuhi kata, mereka dapat dimenangkan tanpa kata oleh perilaku istri mereka.&amp;quot; Ini berbicara terutama tentang suami yang tidak percaya, tetapi Prinsip berlaku lebih luas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya tidak berpikir itu berarti seorang istri tidak dapat berbicara dengan suaminya. Tetapi tentunya itu berarti bahwa ada semacam pembicaraan yang kontraproduktif. &amp;quot;Tanpa kata&amp;quot; berarti jangan mendesaknya. Jangan mengomelinya. Bersikaplah cerdik seperti ular dan tulus seperti burung merpati: Cari tahu apakah ada kata yang akan didengar. Terutama, Peter berkata untuk memenangkannya dengan perilaku hormat dan murni Anda (1 Petrus 3: 2).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Kristus Mati untuk Membuat Perubahan Terjadi'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang membawa kita kembali ke teks kita dan apa yang dikatakan Paulus kepada suami. Ayat 25-26: “Para suami, kasihilah istrimu, sebagaimana Kristus mengasihi gereja dan menyerahkan dirinya untuknya, agar dia dapat menguduskannya.” Bukan hanya para istri yang berusaha memenangkan pasangan mereka dengan perilaku mereka. Ini adalah sarana utama yang dengannya Kristus memenangkan gereja. Dia mati untuknya. Jadi istri memenangkan suami mereka terutama dengan kehidupan cinta pengorbanan mereka, dan suami memenangkan istri mereka terutama dengan kehidupan cinta pengorbanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Memaafkan dan Menahan Jangan Membawa Perubahan'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang berarti, ketika Anda berhenti dan memikirkannya, bahwa semua yang saya katakan tentang memaafkan dan menahan diri dalam dua minggu sebelumnya ternyata bukan hanya sarana untuk bertahan terhadap apa yang tidak akan berubah, tetapi juga sarana untuk berubah dengan cara berkorban, penuh kasih sayang. daya tahan. Beberapa hal memiliki dampak transformasi yang lebih besar pada suami atau istri daripada pengorbanan cinta pengampunan yang panjang pada pasangan. Ada tempat untuk konfrontasi. Ada tempat untuk mengejar kesesuaian dengan Kristus dalam perjanjian pernikahan. Hidup tidak semuanya adalah pengampunan dan kesabaran. Perubahan nyata dapat terjadi. Perubahan nyata seharusnya terjadi. Kristus mati untuk mewujudkannya. Dan Dia memanggil kita, suami dan istri, untuk mencintai seperti itu.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kathyyee</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/12_Janji_untuk_Ketekunan_dalam_Membaca_Alkitab</id>
		<title>12 Janji untuk Ketekunan dalam Membaca Alkitab</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/12_Janji_untuk_Ketekunan_dalam_Membaca_Alkitab"/>
				<updated>2020-02-05T19:28:34Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Kathyyee: ←Membuat halaman berisi '&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;span class=&amp;quot;fck_mw_template&amp;quot;&amp;gt;{{info|12 Promises for Perseverance in Bible Reading}}&amp;lt;/span&amp;gt;Sebagai seorang Kristen, kita tahu bahwa tanpa menerima Firman Tuhan, iman k...'&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;span class=&amp;quot;fck_mw_template&amp;quot;&amp;gt;{{info|12 Promises for Perseverance in Bible Reading}}&amp;lt;/span&amp;gt;Sebagai seorang Kristen, kita tahu bahwa tanpa menerima Firman Tuhan, iman kita akan menjadi lemah, dangkal, dan lemah. Namun seringkali kita mengabaikan karunia berharga dari Firman Tuhan dalam kehidupan kita sehari-hari.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;lt;p&amp;gt;Ini adalah daftar sederhana yang dimaksudkan untuk membantu memotivasi jiwa yang cenderung berkelana melihat bahwa memberikan diri kita kepada Firman Tuhan tahun ini akan sepadan - satu alasan untuk setiap bulan Anda mungkin tergoda untuk menyerah.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;b&amp;gt;1. Alkitab memungkinkan kita untuk lebih mengenal dan mengasihi Yesus.&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;“Kamu menyelidiki Kitab-kitab &amp;lt;i&amp;gt;Suci&amp;lt;/i&amp;gt;,   sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu &amp;lt;i&amp;gt;memberi kesaksian tentang Aku&amp;lt;/i&amp;gt; [Yesus]”(Yohanes 5:39)&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Alkitab bukan yang terutama. Yesus, Firman Tuhan yang berinkarnasi, adalah yang tertinggi. Tetapi Alkitab adalah tempat di mana kita tahu pasti bahwa kita dapat melihat dan menikmati Kristus setiap hari. Tulisan-tulisan Perjanjian Lama menjanjikanNya dan menunjuk ke arahNya. Injil menunjukkan kepada kita pelayananNya di bumi yang mengarah pada kematian dan kebangkitanNya. Surat-surat itu menunjukkan kepada kita pekerjaan yang terus dia lakukan dengan Rohnya melalui gerejaNya, yaitu tubuhNya.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;lt;p&amp;gt;Tidak ada dan tidak ada yang lebih berharga untuk Anda ketahui dan cintai di tahun 2016 selain Yesus, dan tidak ada tempat di mana Anda lebih mungkin bertemu dengan Dia daripada di dalam Buku ini.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;b&amp;gt;2. Alkitab memberi kita harapan kepada Tuhan, apa pun yang terjadi dalam hidup kita.&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Apa pun yang ditulis pada zaman dahulu ditulis untuk menjadi  instruksi bagi kita, bahwa melalui ketekunan dan &amp;lt;i&amp;gt;melalui dorongan Alkitab&amp;lt;/i&amp;gt; kita mungkin memiliki &amp;lt;i&amp;gt;harapan&amp;lt;/i&amp;gt;. (Roma 15: 4)&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Alkitab adalah fondasi di bawah kaki kita yang memberi kita dorongan yang kita butuhkan untuk tetap berharap dalam Kristus melalui masa-masa depresi dan penderitaan. Kita memiliki Tuhan yang menulis sebuah “Buku” sehingga bisa menjadi orang-orang dengan harapan. Kita harus memanfaatkan karunia yang berharga itu.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;b&amp;gt;3. Alkitab menuntun kita menuju kebahagiaan tertinggi di dalam Tuhan.&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Berbahagialah orang  yang  tidak berjalan  menurut nasihat orang fasik ,  yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk  dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya h ialah Taurat TUHAN dan yang merenungkan j Taurat itu siang dan malam  (Mazmur 1: 1–2)&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Tuhan telah menyatakan dirinya dalam Firman-Nya. Dalam Alkitab, temukan jalan kehidupan yang menuntun kita ke &amp;quot;kepenuhan sukacita&amp;quot; dan &amp;quot;kesenangan untuk selama-lamanya&amp;quot; (Mazmur 16:11).&lt;br /&gt;
&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;lt;p&amp;gt;Kebahagiaan yang Alkitab tawarkan kepada kita sama sekali tidak berubah dan tahan lama seperti Tuhan yang menulisnya dan merupakan Harta karun terbesar kita.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;b&amp;gt;4. Alkitab mempersenjatai kita untuk membunuh dosa kita dengan Roh Tuhan.&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuh, kamu akan hidup. (Roma 8:13)&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Pedang Roh, yang adalah Firman Tuhan. (Efesus 6:17)&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Firman Tuhan adalah pedang di tangan Roh Tuhan. Pedang bekerja untuk meretas dosa dalam hidup kita yang menjauhkan kita dari Tuhan. Pedang menembus tulang dan sumsum untuk mengungkapkan hati kita. Dengan dosa dihapus dan dibersihkan, kita dapat melihat Kristus lebih penuh dan menemukan kekudusan dan kebahagiaan yang lebih besar.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;b&amp;gt;5. Dalam Alkitab, kita mendengar langsung dari mulut Tuhan alam semesta.&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Semua Kitab Suci dihembuskan oleh Tuhan. (2 Timotius 3:16)&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Semoga kita tidak pernah bosan membaca Alkitab. Semoga kita tidak pernah lupa bahwa Tuhan Yang Mahakuasa dari alam semesta sedang berbicara langsung kepada kita pada saat-saat itu.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;lt;p&amp;gt;Mungkin ada orang yang ingin Anda temui secara langsung. Anda tidak akan pernah melewatkan kesempatan jika itu diberikan kepada Anda. Anda akan menghapus jadwal apa pun untuk bersama mereka. Bukankah seharusnya Tuhan ada dalam daftar itu? Bertemu &amp;lt;i&amp;gt;Dia&amp;lt;/i&amp;gt; lagi dan lagi dalam FirmanNya ketika kita membaca Alkitab.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;b&amp;gt;6. Alkitab adalah kursus gratis tentang kehidupan yang diajarkan oleh Tuhan sendiri.&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Semua Kitab Suci adalah. . . menguntungkan untuk mengajar. (2 Timotius 3:16)&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Jika Tuhan berbicara, dan Firman-Nya menguntungkan untuk mengajar, maka kita dapat pergi ke kelas setiap hari di bawah jabatan guru Tuhan sendiri. Dan gratis. Memang, Tuhan telah memberi kita Roh-Nya untuk mengajar kita rahasia dan kebijaksanaannya yang tersembunyi (1 Korintus 2: 7, 10).&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;b&amp;gt;7. Alkitab menerangi kita ke daerah-daerah di mana kita perlu bertumbuh sehingga kita dapat diubah dan dilatih menjadi gambar Kristus.&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Kita semua, dengan wajah terbuka, &amp;lt;i&amp;gt;melihat kemuliaan Tuhan&amp;lt;/i&amp;gt;, sedang diubah menjadi gambar yang sama dari satu tingkat kemuliaan ke tingkat kemuliaan yang lain. (2 Korintus 3:18)&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Ketika kita melihat Yesus dalam firman-Nya, kita juga akan melihat bahwa kita tidak sesuai. Kita akan melihat dosa dan bertumbuh (dalam kebenaran). Yesus adalah standar untuk perubahan dan sarana perubahan. Seperti yang kita lihat, Roh bekerja untuk mengubah kita menjadi gambar-Nya, dan untuk membebaskan kita dari hasrat dan berhala yang telah ada pada kita.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;b&amp;gt;8. Alkitab memperlengkapi kita untuk pekerjaan baik yang membawa kemuliaan bagi Tuhan kita.&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Semua Kitab Suci dihembuskan oleh Tuhan . agar nabi Tuhan dapat lengkap, diperlengkapi untuk setiap pekerjaan baik. (2 Timotius 3: 16–17)&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Alkitab membangkitkan kita dan memperlengkapi kita untuk melakukan pekerjaan yang baik  untuk dapat menghiasi Injil yang indah. Dan ketika kita melakukan pekerjaan baik ini, orang lain melihatnya dan memuliakan Bapa kita di surga (Matius 5:16; 1 Petrus 2:12). Kita ingin hidup kita diperhitungkan untuk kemuliaan-Nya, dan Tuhan memberi kita petunjuk untuk tujuan besar itu dalam firman-Nya.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;b&amp;gt;9. Alkitab menghasilkan keluarga dan hubungan yang sehat dan bahagia.&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena ini karena haruslah demikian. . . . Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan. (Efesus 6: 1, 4)&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Kita tidak bisa tahu bagaimana dan mengapa kita harus mematuhi orang tua kita, setidaknya dengan cara  menghormati Tuhan, jika kita tidak tahu Firman Tuhan. Dan kita tidak bisa tahu bagaimana membesarkan anak-anak kita untuk mengetahui , mengasihi, dan menaati Tuhan, jika kita tidak tahu Firman Tuhan.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;lt;p&amp;gt;Keluarga dan keluarga gereja akan menjadi tempat yang lebih sehat dan lebih bahagia, untuk semua alasan yang telah disebutkan di atas, jika kita adalah orang-orang yang merenungkan Firman Tuhan.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;b&amp;gt;10. Alkitab mencegah kita menjadi serupa dengan dunia ini.&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia  ini, tetapi berubahlah   oleh pembaharuan budimu,  sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak   Allah: apa yang baik, yang berkenan  kepada Allah dan yang sempurna.. (Roma 12: 2)&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Dunia membombardir kita dengan godaan yang berdosa dan bodoh. Dunia berteriak untuk kesesuaian dengan sistem dan caranya. Kita sangat perlu menjadi orang-orang yang memusatkan perhatian kita pada Yesus, dan merenungkan semua kata-kataNya, sehingga kita tidak menjadi serupa dengan dunia, tetapi berubah menjadi lebih seperti dia.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;lt;p&amp;gt;Jika Anda ingin menjadi rata-rata dan biasa saja, abaikan Alkitab dan jatuh ke dunia. Jika Anda ingin membuat perbedaan abadi bagi dunia, itu dapat terjadi jika diubahlah oleh Firman Tuhan.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;b&amp;gt;11. Alkitab mengajarkan kita untuk berdoa.&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Jika seseorang memalingkan telinganya dari mendengar hukum, bahkan doanya adalah kekejian. (Amsal 28: 9)&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Tanpa Alkitab, doa-doa kita terlalu mudah mengalir ke dalam daging kita sendiri, keluhan yang didorong oleh dosa, keinginan, dan pihak-pihak yang mengasihani. Dengan Alkitab, kita dapat melihat kenyataan, melihat dosa kita, bahkan melihat dosa orang lain terhadap kita, dan mendekati takhta kasih karunia untuk mendapat bantuan, dengan kebenaran yang dalam dan abadi terngiang di telinga kita.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;b&amp;gt;12. Alkitab mendorong kita ke arah persekutuan dan pertanggungjawaban yang murni dan sehat.&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Mari kita pertimbangkan bagaimana untuk saling membangkitkan cinta dan perbuatan baik. (Ibrani 10:24)&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Alkitab membantu kita dalam keluarga dan gereja kita untuk menjadikan kemuliaan sebagai tujuan Tuhan, dosa sebagai  musuh, dan ketekunan dalam iman kita menjadi prioritas. Itu memberi kita keberanian dan kebijaksanaan untuk dengan rendah hati dan penuh kasih mengakui kesalahan kita sendiri kepada orang lain dan untuk saling berhadapan dalam dosa.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;lt;p&amp;gt;Jadikan ini tahun depan pencarian untuk menemukan sukacita di dalam Tuhan dengan mendengar dari Tuhan. Dia sepadan dengan semua upaya.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kathyyee</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Jangan_Ikuti_Kata_Hatimu</id>
		<title>Jangan Ikuti Kata Hatimu</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Jangan_Ikuti_Kata_Hatimu"/>
				<updated>2020-02-03T14:39:31Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Kathyyee: ←Membuat halaman berisi '&amp;lt;span class=&amp;quot;fck_mw_template&amp;quot;&amp;gt;{{info|Don’t Follow Your Heart}}&amp;lt;/span&amp;gt;&amp;lt;p&amp;gt;“Ikuti kata hatimu” adalah keyakinan yang diikuti oleh miliaran orang di dunia. Itu adalah s...'&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&amp;lt;span class=&amp;quot;fck_mw_template&amp;quot;&amp;gt;{{info|Don’t Follow Your Heart}}&amp;lt;/span&amp;gt;&amp;lt;p&amp;gt;“Ikuti kata hatimu” adalah keyakinan yang diikuti oleh miliaran orang di dunia. Itu adalah sebuah pernyataan iman dalam salah satu mitos budaya populer di Dunia Barat, sebuah “injil” yang diberitakan di dalam kebanyakan cerita, film, dan lagu. &amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Pada dasarnya, ini adalah sebuah keyakinan bahwa hati Anda adalah sebuah kompas di dalam diri Anda yang akan mengarahkan Anda pada kebenaran Anda sendiri, jika Anda memiliki keberanian untuk mengikutinya. Dikatakan bahwa hati adalah penuntun sejati yang akan memimpin Anda pada kebahagiaan sejati jika Anda berani mendengarkannya. Keyakinan ini mengatakan bahwa jika Anda tersesat, hati Anda akan menyelamatkan Anda.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Keyakinan ini tampaknya sangat sederhana, indah, dan menjanjikan kemerdekaan. Bagi orang-orang yang terhilang, ini adalah injil yang menarik untuk dipercayai.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Inikah Petunjuk Jalan yang Ingin Anda ikuti?&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Sebelum Anda menganggap hati Anda memiliki kecenderungan tidak dapat menyesuaikan diri dengan keadaan sekitar Anda. Pikirkan sejenak. Apa kata hati Anda?&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Tolong jangan menjawabnya. Hati Anda mungkin pernah mengatakan sesuatu yang Anda tidak ingin ulangi hari ini. Saya tahu hati saya mengatakan demikian. Hati saya mengatakan bahwa kenyataan harus sesuai dengan keinginan saya. Hati saya suka memikirkan yang terbaik bagi diri saya, namun yang terburuk bagi orang lain – kecuali orang itu kebetulan berpikir yang baik tentang saya, maka mereka adalah orang yang baik. Namun jika mereka tidak berpikir yang baik tentang saya, atau mungkin mereka tidak setuju dengan saya, maka ada yang salah dengan mereka. Dan ketika hati saya merenungkan kebaikan saya dan kesalahan orang lain, pemikiran jahat atau amarah menjadi sangat menarik bagi hati saya.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Keyakinan “ikuti kata hatimu” jelas tidak ditemukan di dalam Alkitab. Alkitab sebenarnya mengatakan bahwa hati kita memiliki sebuah penyakit: “Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?” (Yeremia 17:9). Yesus, Sang Tabib Agung, menuliskan gejala-gejala suram dari penyakit ini: “Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.” (Matius 15:19). Hal-hal ini bukanlah pokok-pokok dari kepemimpinan.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Kenyataannya adalah tidak ada yang berbohong kepada kita melebihi hati kita sendiri. Tidak ada. Jika hati kita adalah kompas, itu adalah kompas Jack Sparrow. Tidak mengatakan yang benar, namun yang kita inginkan. Jika hati kita adalah penuntun, itu seperti Gothel dalam cerita Rapunzel. Bukannya penuh kebajikan, namun mementingkan diri sendiri. Faktanya, jika kita melakukan apa yang diperintahkan hati kita, kita akan merusak dan memiskinkan setiap hasrat, keindahan, orang-orang lain, keajaiban, dan sukacita. Sementara hati kita ingin menikmati hal-hal ini untuk kemuliaan dan kesenangan diri kita sendiri.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Tidak, hati kita tidak akan menyelamatkan kita. Justru kita yang harus diselamatkan dari hati kita.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Inilah Pemimpin yang Harus Anda Ikuti&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Hati kita tidak pernah dirancang untuk memimpin, namun untuk dipimpin. Hati kita tidak pernah dirancang untuk menjadi tuhan yang kita percayai, namun dirancang untuk percaya pada Tuhan.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Jika kita menjadikan hati kita sebagai tuhan dan memintanya untuk memimpin kita, hati kita akan memimpin kita pada kesengsaraan karena mencintai diri sendiri dan pada akhirnya pada kebinasaan. Hati kita tidak dapat menyelamatkan kita, karena kelemahan pada hati kita adalah pusat masalahnya. Namun jika hati kita percaya pada Tuhan, seperti sebagaimana hati kita dirancangkan, maka Tuhan akan menyelamatkan kita (Ibrani 7:25) dan memimpin hati kita pada sukacita yang berlimpah-limpah (Mazmur 43:4).&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Karena itu, jangan memercayai hatimu. Arahkan hati Anda untuk percaya kepada Tuhan. Jangan mengikuti kata hati Anda, ikuti Yesus. Perhatikan bahwa Yesus tidak berkata kepada murid-muridNya, “Janganlah hatimu gelisah, percayalah pada hatimu.” Dia berkata, “&amp;quot;Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.” (Yohanes 14: 1).&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Jadi meskipun hati Anda mencoba untuk menggembalakan Anda hari ini, jangan mengikutinya. Hati Anda bukan gembala. Hati Anda hanyalah domba sombong yang memiliki beberapa sifat seperti serigala karena adanya dosa. Jangan mengikutinya, berhati-hatilah bahkan untuk mendengarnya. Ingat, hati Anda hanya memberi tahu Anda apa yang Anda inginkan, bukan ke mana Anda harus pergi. Jadi dengarkan hati Anda hanya untuk mengetahui apa yang Anda inginkan, lalu bawalah segenap keinginan Anda, baik dan jahat, kepada Yesus sebagai permintaan dan pengakuan.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Yesus adalah gembala kita (Mazmur 23, Yohanes 10). Dengarkan suaraNya dalam firmanNya dan ikutilah Dia (Yohanes 10:27). Biarlah dia menjadi “pusat dari hatimu apa pun yang terjadi,” seperti lirik dalam sebuah himne. Dialah kebenaran, Dialah jalan, dan Dia akan mempimpin kita pada kehidupan (Yohanes 14:6).&lt;br /&gt;
&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kathyyee</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Bagaimana_Menderita_Tanpa_Mengeluh</id>
		<title>Bagaimana Menderita Tanpa Mengeluh</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Bagaimana_Menderita_Tanpa_Mengeluh"/>
				<updated>2019-12-31T17:05:04Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Kathyyee: ←Membuat halaman berisi '&amp;lt;span class=&amp;quot;fck_mw_template&amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;span class=&amp;quot;fck_mw_template&amp;quot;&amp;gt;{{info|How to Suffer Without Grumbling}}&amp;lt;/span&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;MENGAPA SAYA MENCINTAI RASUL PAULUS&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;...'&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&amp;lt;span class=&amp;quot;fck_mw_template&amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;span class=&amp;quot;fck_mw_template&amp;quot;&amp;gt;{{info|How to Suffer Without Grumbling}}&amp;lt;/span&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;MENGAPA SAYA MENCINTAI RASUL PAULUS&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Saya tertarik kepada orang orang yang menderita tapi tidak mengeluh. Terutama saat mereka percaya Tuhan dan tidak pernah marah atau mengkritik Dia. Bagi saya tidak mengeluh adalah sikap terlangka di dunia. Dan ketika digabungkan dengan iman kepada Tuhan yang dalam &amp;amp;mdash; yang dapat mengubah kondisi kita yang menyakitkan tapi tidak dilakukan &amp;amp;mdash; memiliki kualitas yang indah, percaya dan hormat kepada Tuhan yang menjadikan segalanya menjadi lebih menarik. Paulus persis seperti demikian.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Dibawa ke Ujung Maut&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Paulus bercerita saat imannya dicoba sampai pada ujung keputusasaan dan maut:&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Kita merasa sangat terbebani diluar kemampuan kita kehilangan harapan pada hidup kita sendiri. Memang kita merasa mendapatkan hukuman terberat. Tetapi itu akan membuat kita tidak bergantung pada diri kita sendiri tetapi juga kepada Tuhan yang telah membangkitkan orang mati. Dia menghindarkan kita dari bahaya kematian dan Dia akan menolong kita. Kepada Tuhan kita menggantungkan harapan bahwa Dia akan menolong kita kembali. (2 Korintus 1:8-10)&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Tiga hal menarik disini. Pertama adalah kejamnya penderitaan: &amp;amp;ldquo;Kita merasa telah menerima hukuman mati terberat.&amp;amp;rdquo; Kedua ada tujuan atau rencana dibalik penderitaan ini: &amp;amp;ldquo;Itu akan membuat kita tidak hanya bergantung pada diri sendiri tetapi juga kepada Tuhan yang telah membangkitkan orang mati.&amp;amp;rdquo; Ketiga tujuan ini adalah tujuan &amp;lt;em&amp;gt;Tuhan&amp;lt;/em&amp;gt;. Tidak mungkin tujuan Setan, karena Setan tidak mau Paulus bergantung kepada Tuhan.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Jadi kebenaran dari Paulus tentang penderitaannya &amp;amp;mdash; tak peduli seberapa parah &amp;amp;mdash; bahwa pada akhirnya akan tiba bersama tujuan Tuhan dan tujuannya adalah agar Paulus tidak terlalu bergantung pada diri sendiri tetapi lebih kepada Tuhan, setiap saat kehidupannya, terutama saat mendekati ajalnya.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Kunci untuk Tidak Mengeluh &amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Ini, sepertinya, adalah bagaimana cara Paulus untuk tidak mengeluh dalam penderitaannya. Dia tahu Tuhan sedang bekerja, dan tujuan Tuhan sepenuhnya demi kebaikan Paulus. Paulus mewartakan kebenaran ini di beberapa tempat lain:&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Kita bergembira dalam penderitaan kita, karena penderitaan ini menghasilkan ketabahan, dan ketabahan akan membentuk karakter, dan karakter akan menghasilkan harapan dan harapan tidak akan mempermalukan kita karena kasih Tuhan telah dituangkan ke dalam hati kita melalui Roh Kudus yang diberikan kepada kita. (Roma 5:3-5)&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Juga, dasar Paulus tidak mengeluh &amp;amp;mdash; selain adanya kegembiraan &amp;amp;mdash; adalah kepercayaannya bahwa Tuhan sedang mengerjakan sesuatu yang penting dalam diri Paulus: menghasilkan ketabahan dan harapan yang disertai Tuhan.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Menderita pada Akhir Kehidupan Duniawi&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Tetapi bagaimana dengan penderitaan yang berujung kematian dan bukan pada tahap baru kehidupan duniawi dimana ketergantungan kepada Tuhan (2 Korintus 1:9) dan pendalaman karakter dan harapan (Roma 5:4) dapat ditingkatkan? Paulus sangat sadar atas pertanyaan ini dan memberikan jawabannya pada 2 Korintus 4:16&amp;amp;ndash;18:&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Kita tidak kehilangan hati. Meski jasad kita rusak, jiwa kita diperbarui setiap hari. Pada saat penderitaan yang singkat ini mempersiapkan kita untuk kemenangan abadi melebihi segalanya, saat kita melihat tidak hanya yang terlihat tetapi juga yang tidak terlihat. Bahwa hal yang terlihat hanyalah sementara, tetapi yang tidak terlihat adalah abadi.&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Persoalan disini adalah berakhirnya kehidupan manusia secara bertahap &amp;amp;mdash; lewat penderitaan dan sakit dan bertambahnya usia. Dengan kata lain, tahap berikut setelah penderitaan ini bukanlah iman dan harapan yang lebih besar di dunia. Tahap berikutnya adalah surga.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Jadi, apakah inti dari penderitaan bertahap yang berujung pada kematian Bagaimana kita yang masih memiliki beberapa tahun tersisa agar tidak bersungut pada kesakitan dan penderitaan dan pada ajal yang menjelang? Jawaban Paulus adalah pada penderitaan hidup ini &amp;amp;mdash; jika kita tabah dengan mengimani Kristus &amp;amp;mdash; akhirnya akan menghasilkan kemuliaan yang lebih besar di surga. &amp;amp;ldquo;Penderitaan ini...mempersiapkan kita pada kemuliaan abadi yang besar.&amp;amp;rdquo;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Rahasia Kesukacitaan&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Dari sebab itu meski kehidupan Paulus sepertinya tidak henti-hentinya menderita (2 Korintus 11:23&amp;amp;ndash;33), ada sedikit kelihatan mengeluh, tetapi tidak kepada Tuhan. Dia bisa marah pada kesalahan yang fatal dan para gurunya (Galatia 1:8&amp;amp;ndash;9; 5:12). Dan dia bisa melampiaskan tekanan dan bebannya (2 Korintus 11:28). Tetapi kesukacitaan dia saat mengalaminya bukanlah hal yang biasa.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Dia berkata bahwa dia telah mempelajari rahasia kesukacitaan:&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Aku telah belajar untuk bersukacita dalam situasi apapun. Aku tahu saat untuk merendah dan aku tahu saat berkelimpahan. Dalam setiap keadaan, aku telah belajar rahasia untuk menghadapi kelimpahan dan kelaparan, kekayaan dan kesusahan. Aku bisa melakukan segala hal bersama Dia yang menguatkanku. (Filipi 4:11–13)&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;“Rahasia” ini sepertinya menjadi kehadiran dan nilai yang memuaskan dari Kristus (Filipi 3:8) bersama dengan keyakinan yang dirasakan Paulus dalam kerahiman Tuhan yang bekerja untuk segala kepentingan-Nya (Filipi 1:12; Roma 8:28). Menyaksikan Paulus mempertahankan kesederhanaan, ketergantungan kepada Tuhan, kesukacitaannya memuliakan Tuhan dalam semua penderitaannya membuat saya semakin kagum kepadanya.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kathyyee</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Semua_Memuji_Kekuatan_Nama_Yesus</id>
		<title>Semua Memuji Kekuatan Nama Yesus</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Semua_Memuji_Kekuatan_Nama_Yesus"/>
				<updated>2019-12-09T15:04:11Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Kathyyee: ←Membuat halaman berisi '&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;span class=&amp;quot;fck_mw_template&amp;quot;&amp;gt;{{info|All Hail the Power of Jesus’s Name}}&amp;lt;/span&amp;gt; &amp;lt;/p&amp;gt; &amp;lt;blockquote&amp;gt;&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;em&amp;gt;Setelah melakukan penyucian dosa, dia duduk di sebelah kanan...'&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;span class=&amp;quot;fck_mw_template&amp;quot;&amp;gt;{{info|All Hail the Power of Jesus’s Name}}&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;em&amp;gt;Setelah melakukan penyucian dosa, dia duduk di sebelah kanan Allah yang tinggi&amp;lt;/em&amp;gt; . . . (Ibrani 1:3)&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Bayangkanlah saat Yesus pertama kali duduk di atas singgasana surga.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Setelah diambil untuk tubuh dan darah kita, hidup diantara kita, mati berkurban untuk kita, dan bangkit dalam kemenangan, mengalahkan dosa dan kematian, Dia naik ke surga, membuka jalan bagi kita, sebagai manusia, di hadapan Allah Bapa-Nya. Kemudian Yesus naik ke atas menuju singgasana, semua makhluk surga kagum pada penobatan-Nya, upacara yang sangat agung yang tidak dapat ditandingi oleh upacara termewah dari seisi muka bumi.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Banyak dari kita tidak&amp;amp;nbsp; memiliki kategori untuk kemewahan dan keadaan semacam itu yang mengiringi penobatan tersebut di jaman dahulu. Kita tidak pernah menyaksikan seluruh kerajaan memperlihatkan seluruh harta dan kecakapannya untuk memberikan penghormatan sekali seumur hidup untuk keagungan pemimpinnya. Kemewahan tersebut menunjukkan betapa pentingnya seseorang dan kedudukannya. Pernikahan kerajaan, tidak disangsikan, memiliki kemewahan tersendiri, tetapi naik takhtanya seorang Raja baru ke singgasana, dan momen khidmat saat pemakaian mahkota di kepalanya menunjukkan kuasanya tidak tertandingi.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Dan bahkan dalam semua sejarah penobatan raja yang paling mewah sekarang terlihat sederhana oleh babak akhir surgawi yang membuat upacara duniawi terbesar hanya seperti bayangan-bayang belaka.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Mahkotai Dia Raja Semua Orang&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Bab pertama Kitab Ibrani memberi kita gambaran penobatan Kristus, saat dimana Allah yang Hidup secara resmi dimahkotai Raja Semua Orang. Pertama, panggung disiapkan: &amp;amp;ldquo;Setelah melakukan penyucian dosa, Dia duduk di sebelah kanan Allah yang tinggi&amp;amp;rdquo; (Ibrani 1:3)&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Kemudian Kitab Ibrani mengutip Mazmur 2, yang merupakan mazmur penobatan untuk pengikut Tuhan jaman dahulu. &amp;amp;ldquo;Kau adalah Anak-Ku,&amp;amp;rdquo; Tuhan berkata pada raja baru Israel, &amp;amp;ldquo;hari ini Aku telah memperanakkan engkau&amp;amp;rdquo; (Ibrani 1:5) Pada hari penobatan dia menaiki takhtanya seorang pemimpin pengikut Tuhan yang baru secara resmi menjadi &amp;amp;ldquo;putera&amp;amp;rdquo; Nya untuk menjadi perwakilan di antara pengikut-Nya. Penobatan adalah hari, yang bisa dibilang, saat Tuhan menurunkan raja manusia sebagai pemimpin bangsa-Nya.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Kepada Dia Yang Mulia&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Kemudian, ayat 6 menyebutkan &amp;amp;ldquo;saat [Tuhan} memberi anak sulung kepada dunia.&amp;amp;rdquo; Dunia yang mana? Ini bukan merujuk pada penjelmaan, tetapi pada kembalinya Yesus ke surga, mengikuti kenaikan-Nya. Ibrani 2:5 menjelaskan dengan merujuk &amp;amp;ldquo;dunia akan datang, &amp;lt;em&amp;gt;yang sedang kita bicarakan&amp;lt;/em&amp;gt;.&amp;amp;rdquo; Dalam kata lain, &amp;amp;ldquo;dunia&amp;amp;rdquo; menurut Kitab Ibrani bab 1 bukan duniawi tempat Yesus datang lewat Bethlehem. Melainkan, dunia dimana Tuhan membawa anak sulung-Nya adalah alam surgawi, yang kita pahami sebagai &amp;amp;ldquo;dunia yang akan datang,&amp;amp;rdquo; surga tempat Yesus naik setelah menyelesaikan tugas duniawi-Nya.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Ini adalah memang penobatan agung bagi Raja segala raja. Dan untuk Yesus, Sang pemenang Allah Manusia, masuk ke dalam surga dan menuju kursi singgasananya, Tuhan bersabda, &amp;amp;ldquo;Biarkan semua malaikat Tuhan menyembah-Nya&amp;amp;rdquo; (Ibrani 1:6) Dia: Allah &amp;lt;em&amp;gt;dan manusia&amp;lt;/em&amp;gt; dalam satu sosok luar biasa.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Semulanya Tuhan menciptakan manusia &amp;amp;ldquo;sedikit lebih rendah dari makhluk surgawi&amp;amp;rdquo; (Mazmur 8:5) Tetapi sekarang para penghuni surga menyembah Dia, &amp;amp;ldquo;sang manusia Yesus Kristus&amp;amp;rdquo; (I Timotius 2:5) Sangatlah hebat orang ini,&amp;amp;nbsp; sosok asli ras kita, tidak hanya memudarkan dan melampaui ras malaikat, tetapi juga demikian Dia membawa pengikutnya-Nya bersama Dia. Tidak pernah ada penebus untuk malaikat yang jatuh. &amp;amp;ldquo;Pastinya bukan malaikat yang Dia tolong, tetapi Dia menolong anak-anak Abraham&amp;amp;rdquo; (Ibrani 2:16) Dalam Kristus, malaikat tidak lagi memandang rendah pada kemanusiaan. Kita sekarang mengalami langsung &amp;amp;ldquo;hal-hal yang ingin dilihat para malaikat&amp;amp;rdquo; (1 Petrus 1:2)&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Raja baru semesta alam ini adalah manusia sesungguhnya, dan Tuhan sesungguhnya, dan dipanggil seperti demikian (mengutip Mazmur 45) &amp;amp;ldquo;Takhta-Mu, Oh Tuhan, &amp;lt;em&amp;gt;adalah selama-lamanya&amp;lt;/em&amp;gt;&amp;amp;rdquo; (Ibrani 1:8) Ayat 12 (dari Mazmur 102) mengulangi kemuliaannya __ &amp;amp;ldquo;Tahun-Mu tidak akan pernah berakhir&amp;amp;rdquo; -- yang merupakan ekspresi puncak dari (dan bahkan melampaui) ujaran, &amp;amp;ldquo;Panjang usia sang raja!&amp;amp;rdquo; (1 Samuel 10:24; 2 Samuel 16:16; 1 Raja-raja 1:25, 34; 2 Raja-raja 11:12; 2 Tawarikh 23:11).&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Bawa Maju Mahkota Kerajaan&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Akhirnya, babak akhir memberikan ramalan besar dari Mazmur 110, yang masih tersisa di latar belakang sejak disinggung tentang Yesus duduk pada ayat 3. Kemudian Allah Bapa bersabda: &amp;amp;ldquo;Duduklah di sebelah kanan-Ku sampai Aku menjadikan musuh-Mu sebagai pijakan untuk kaki-Mu (Ibrani 1:13) Selama bergenerasi dan berabad-abad, para pengikut Tuhan telah menantikan hari dimana keturunan Daud yang agung, Tuhan mereka, akan naik ke singgasana dan mendengar kata-kata yang suci dari Tuhan sendiri. Kemudian, akhirnya, seperti yang telah ditulis pada kitab Ibrani 1, mimpi besar penuh teka-teki dari Mazmur 110 telah tergenapi.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Setelah menyelesaikan tugas dari Bapa, Anak Allah (tidak harus Daud) kemudian naik ke singgasananya -- bukan takhta di bumi tetapi takhta di surga. Allah Bapa sendiri akan memahkotai Dia sebagai Raja semesta alam. Dia akan mengambil mahkota kerajaan dan memahkotai Dia sebagai&amp;amp;nbsp; Raja seluruh keluarga, seluruh suku seluruh bangsa&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Kita yang memanggilnya Raja dan Tuhan tidak akan berkumpul selama satu hari dengan &amp;amp;ldquo;kerumunan suci&amp;amp;rdquo; pada kaki-Nya tetapi bahkan sekarang Dia memberi kita martabat untuk ikut serta dalam upacara penobatan surgawi. Kita memahkotai Dia dengan pujian kita, baik dalam kehidupan sehari-hari dengan pujian terus menerus (Ibrani 13:15) dan bersama di tengah kongregasi, saat kita berkumpul tiap minggu dengan keluarga dan suku baru dalam penyembahan (Ibrani 2:12)&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Penobatan Agung Kristus belum berakhir tapi terus berlanjut. Kita bisa melihatnya sekarang dan mengalaminya dengan iman, dan ikut serta dengan puji-pujian kita Dan satu hari kemudian, bersama dengan yang telah ditebus-Nya, kita akhirnya akan bergabung dalam nyanyian abadi dan bertambah kaya dan indah untuk selamanya.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kathyyee</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Bagaimana_Saya_Memilih_Pasangan%3F</id>
		<title>Bagaimana Saya Memilih Pasangan?</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Bagaimana_Saya_Memilih_Pasangan%3F"/>
				<updated>2019-12-05T15:11:06Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Kathyyee: ←Membuat halaman berisi '&amp;lt;span class=&amp;quot;fck_mw_template&amp;quot;&amp;gt;{{info|How Do I Choose a Spouse?}}&amp;lt;/span&amp;gt;&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Tujuh Prinsip Pernikahan yang Berhasil&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt; &amp;lt;p&amp;gt;Selain keputusan untuk mengikut Y...'&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&amp;lt;span class=&amp;quot;fck_mw_template&amp;quot;&amp;gt;{{info|How Do I Choose a Spouse?}}&amp;lt;/span&amp;gt;&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Tujuh Prinsip Pernikahan yang Berhasil&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Selain keputusan untuk mengikut Yesus, keputusan penting lain yang akan dibuat oleh anak-anak kita adalah dengan siapa mereka akan menikah.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Dampak kedepannya terhadap generasi-generasi selanjutnya sangatlah besar. Meskipun keputusan ini sangat penting, namun banyak orang tua justru lebih mengkhawatirkan nilai akademik atau performa atletik anak-anak mereka. Orang tua lebih sering membicarakan bagaimana agar anak-anak bisa masuk ke universitas yang benar daripada bagaimana cara memilih pasangan hidup yang benar di masa depan. Dengan siapa anak-anak Anda akan menikah akan mempengaruhi tujuan kekelan dari: mereka sendiri, pasangannya, cucu-cucu Anda dan juga cicit-cicit Anda.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Di Meja Makan&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Sebagai orang tua dari lima anak yang sudah dewasa, saya ingin mendorong Anda untuk mendiskusikan topik ini dengan anak-anak Anda. Setelah pengalaman dengan berbagai macam kegagalan, saya dan istri saya menyadari bahwa tempat terbaik untuk mendiskusikan hal ini adalah di meja makan, di mana kami berkumpul setidaknya empat kali seminggu &amp;amp;ndash; enam kali akan lebih baik. Ayah dan ibu yang berhasil (terutama ayah) terus mendidik anak-anak mereka. Mereka tidak hanya mendidik dengan teladan, namun juga dengan perkataan. Itu akan sulit dilakukan jika sebuah keluarga tidak secara teratur berkumpul untuk makan bersama.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Kami juga menyadari bahwa saat terbaik untuk mendidik anak-anak kami adalah sejak dini daripada menunggu mereka dewasa. Orang tua bisa mulai mendiskusikan hal-hal ini pada saat anak-anak memasuki masa pubertas, dan terus melanjutkan diskusi tersebut secara teratur.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Saya dan istri saya secara teratur membahas tentang tujuh prinsip pernikahan dengan anak-anak kami. Sebenarnya ada lebih banyak lagi, tetapi ini adalah awal yang baik.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;1.&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Lebih Baik Melajang daripada Memasuki Pernikahan yang Keliru.&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Kebanyakan pasangan hari-hari ini (jika pernikahan mereka bertahan) telah hidup bersama selama 50 hingga 70 tahun. Itu waktu yang lama. Ketika pasangan membangun persatuan mereka dengan Kristus sebagai dasar, persatuan itu memiliki potensi untuk menjadi manis dan indah. Namun, ketika salah satu atau keduanya membangunnya dengan dasar yang lain, masa depan mereka mungkin tidak akan begitu baik.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Oleh karena itu, orang tua dapat mengajar anak-anak mereka untuk melakukan dua pedoman utama. Pertama, jika Allah tidak memberikan kerinduan untuk tetap melajang karena alasan yang berhubungan dengan Kerajaan Surga, menikahlah. Pernikahan adalah pola yang normal dan alkitabiah untuk orang dewasa. Namun, yang kedua, masuklah dalam pernikahan dengan hati-hati dan dengan kebijaksanaan. Lebih baik tetap melajang daripada memasuki pernikahan dengan tidak bijaksana.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;2.&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Menikahlah untuk mengenal Kristus Lebih Dalam.&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Kedua, didik mereka untuk menikah agar lebih dalam mengenal Kristus. Allah memerintahkan anak-anaknya untuk menikahi sesama orang percaya saja (Ulangan 7: 3&amp;amp;nbsp;; 1 Korintus 7:39&amp;amp;nbsp;; 2 Korintus 6:14). Aturan ini mutlak - tidak ada pengecualian. Bagi seorang Kristen untuk dengan sengaja dan sadar menikahi orang yang tidak percaya adalah dosa. Bagi saya, prinsip ini termasuk Katolik Roma dan Protestan liberal, yang Injil atau otoritas Alkitabnya tidak jelas.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Prinsip ini menimbulkan pertanyaan yang lebih besar: &amp;amp;ldquo;Siapakah orang percaya?&amp;amp;rdquo; Ketika ditanya, banyak orang akan mengaku sebagai orang Kristen karena mereka telah meminta Yesus masuk ke dalam hati mereka, bahkan jika mereka saat ini tidak berbuah atau tidak tertarik pada hal-hal rohani. Ini membuat penegasan jawaban dari pertanyaan ini menjadi sulit.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Berikut adalah beberapa pertanyaan bermanfaat yang dapat Anda tanyakan: Dapatkah calon pasangan Anda mencerminkan Injil dalam hidupnya? Apakah dia mempercayainya dan menikmatinya? Apakah hidupnya berpusat pada Kristus atau sesuatu yang lain? Apakah Kristus bertakhta dalam kehidupannya? Akankah pernikahan dengan orang ini secara nyata membuat saya lebih dekat dengan Kristus atau jauh dariNya?&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Menikahlah agar mengenal Kristus lebih dalam. Kita ingin efek dari persatuan kita, setelah lima atau lima puluh tahun bersama, adalah menjadi lebih beriman, lebih taat, lebih serupa dengan Kristus, dan lebih membutuhkan dan bergantung pada Roh Kudus. Jangan menikahi siapa pun yang tidak akan membantu Anda menuju ke sana.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;3.&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Menikahlah dengan Orang yang bisa menjadi seorang sahabat.&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Ketiga, jangan menikahi wajah yang rupawan atau kesuksesan karier seseorang di masa depan. Bukannya tidak penting, tetapi itu semua bersifat sekunder. Pernikahan berarti berpuluh-puluh tahun hidup bersama. Lebih penting untuk menikahi seseorang yang dapat membuat Anda nyaman dan bisa berbagi minat, hobi, dan hasrat bersama. Tubuh yang indah akan cepat pudar. Keberhasilan karir tidak akan berarti apa-apa jika pada usia lima puluh tahun Anda tidak berbagi keintiman terdalam dengan komitmen yang sama kepada Kristus.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;4.&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Fokuslah pada Janji Nikahnya.&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Keempat, ingatkan anak-anak Anda, terutama anak perempuan Anda, bahwa pernikahan bukanlah tentang bunga, musik, gaun pernikahan, daftar tamu, dan bulan madu. Pernikahan adalah sebuah janji. Pernikahan adalah pembacaan janji di hadapan saksi-saksi. Segala sesuatu lainnya adalah pendamping dari janji tersebut. Dan saksi yang paling penting adalah Hakim yang kudus, mahatahu, dan mahakuasa &amp;amp;ndash; seorang hakim yang membenci seseorang melanggar janji karena perjanjian itu sangatlah bernilai.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Sebelum menyelenggarakan pernikahan, saya mengingatkan calon mempelai akan kebenaran ini. Saya mendorong mereka untuk membaca janji nikah mereka bersama dan mempertimbangkan konsekuensinya. Pernikahan bukan waktu untuk bertindak sembrono tetapi untuk sukacita yang tertulis dalam Mazmur 2:11: &amp;quot;Bersukacitalah dengan gemetar.&amp;quot; Pernikahan adalah waktu untuk takut akan Tuhan, untuk bersama-sama dengan kesadaran penuh mengikat janji itu.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;5.&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Bersiaplah untuk Tidak Bisa Kembali Lagi.&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Kelima, janji nikah itu berarti pernikahan adalah untuk seumur hidup - &amp;amp;ldquo;hingga maut memisahkan kita.&amp;amp;rdquo; Saat orang Kristen menikah, mereka menutup jalan untuk bisa kembali lagi ke keadaan semula. Mengapa?&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Kasih Kristus adalah perjanjian. Dia berjanji untuk &amp;amp;ldquo;tidak akan membiarkan engkau dan tidak meninggalkan engkau&amp;amp;rdquo; (Ibrani 13: 5). Ia &amp;amp;ldquo;berpegang pada sumpah, walaupun rugi,&amp;amp;rdquo; (Mazmur 15: 4). Umat Kristiani menikah untuk menghidupi kasih perjanjian Allah di depan anak-anak mereka dan dunia.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk mengingkari hubungan itu karena &amp;amp;ldquo;kita tidak saling mencintai lagi,&amp;amp;rdquo; atau &amp;amp;ldquo;jalan hidup kita sudah berbeda,&amp;amp;rdquo; atau &amp;amp;ldquo;dia tidak memahami saya.&amp;amp;rdquo; Saya bersyukur kedua orang tua saya dan orang tua istri saya menanamkan ini pada kami di masa muda kami. Kami memasuki pernikahan dengan penuh kesadaran akan hal ini.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Saya sering teringat pada paman saya yang menikah dengan kekasihnya di SMA. Setelah sepuluh tahun menikah, istrinya menderita tumor otak. Yang saya ingat tentang bibi saya hanyalah dia berada di kursi roda, meneteskan air liur tanpa henti, tidak bisa berkomunikasi dengan suaminya. Ayah saya akan mengingatkan saya bahwa saudaranya sudah berjanji untuk setia kepada istrinya &amp;amp;ldquo;dalam keadaan sakit dan sehat, di saat baik dan buruk, sampai maut memisahkan kami.&amp;amp;rdquo; Paman saya memegang janji itu dengan setia. Di hari pernikahan saya, saya memahami bahwa tak ada jaminan ini tidak akan terjadi pada saya.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;6.&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Jangan menikahi seseorang untuk mengubah orang tersebut.&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Keenam, ayah istri saya membesarkan istri saya dengan sebuah nasihat yang luar biasa: jangan menikahi seseorang untuk mengubah orang tersebut. Misalnya, &amp;amp;ldquo;Dia tidak suka merapikan barangnya sendiri, namun saya tahu dia akan berubah.&amp;amp;rdquo; &amp;amp;ldquo;Dia sangat cerewet, namun saya tahu dia akan berubah.&amp;amp;rdquo; &amp;amp;ldquo;Dia ingin mencurahkan seluruh perhatiannya pada karirnya dan tidak ingin memiliki anak, namun saya tahu saya bisa merubah pikirannya.&amp;amp;rdquo; &amp;amp;ldquo;Dia tidak memperhatikan saya, namun saya tahu dia akan berubah setelah beberapa tahun bersama.&amp;amp;rdquo;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Mengapa menikahi seseorang untuk mengubah orang itu adalah sebuah kesalahan? Karena sangat mungkin mereka tidak akan berubah, dan jika tidak, Anda tetaplah suami atau istrinya seumur hidup Anda. Sebaliknya, menikahlah dengan mengetahui kelemahan dan kegagalan calon pasangan Anda, lalu bertekadlah untuk mencintai dan mengampuninya bahkan jika pasangan Anda tidak pernah bisa berubah. Jika Anda tidak sanggup melakukan itu, jangan menikahi orang tersebut.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;7.&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Berharaplah untuk Dikuduskan.&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Terakhir, selalu ingatkan anak-anak Anda bahwa pernikahan lebih dari sekadar cinta. Ini tentang pengudusan. Saya akan memperkirakan bahwa sejak menikah, sekitar 80% dari pengudusan diri saya terjadi melalui hubungan saya dengan istri saya. Seperti yang dikatakan oleh penulis Gary Thomas bahwa Tuhan lebih tertarik pada kekudusan kita daripada kebahagiaan duniawi kita, dan dia akan menggunakan pernikahan kita untuk membawa kita pada kekudusan (yang bahagia) itu. Kedua mempelai yang menyatakan &amp;quot;saya bersedia&amp;quot; pasti adalah orang yang masih bisa berdosa, dan itu berarti adanya konflik tidak akan terhindarkan. Akan ada musim penderitaan dan pertumbuhan yang menyakitkan. Belajar melayani orang berdosa lain akan menyoroti kesalahan dan dosa Anda sendiri. Saya berterima kasih kepada Tuhan atas perjuangan yang saya dan istri saya alami.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;Perjalanan Duniawi Anak-Anak Kita&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Dengan siapa anak Anda akan menikah adalah keputusan hidup terpenting kedua yang akan diambil anak-anak Anda. Konsekuensinya akan berlangsung selama beberapa dekade. Karena itu, orang tua yang bijak akan selalu berbicara kepada anak-anak mereka tentang cara memilih pasangan hidup. Mereka memahami bahwa keputusan penting ini dapat membangun atau menghancurkan perjalanan duniawi anak-anak mereka, dan mereka menyikapi ini dengan serius sesuai dengan kenyataan itu. Lagi pula, siapa yang lebih cakap mengajar mereka tentang pernikahan? Anda sudah menjalaninya setidaknya selama satu dekade. Sirami mereka dengan pengalaman Anda.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kathyyee</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Pengampunan_dan_Ketakutan</id>
		<title>Pengampunan dan Ketakutan</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Pengampunan_dan_Ketakutan"/>
				<updated>2019-12-05T15:00:20Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Kathyyee: ←Membuat halaman berisi '&amp;lt;span class=&amp;quot;fck_mw_template&amp;quot;&amp;gt;{{info|Forgiveness and Fear}}&amp;lt;/span&amp;gt;&amp;lt;p&amp;gt;Mazmur 130: 3-4 sungguh menakjubkan.&amp;lt;/p&amp;gt; &amp;lt;p&amp;gt;&amp;amp;ldquo;Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-k...'&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&amp;lt;span class=&amp;quot;fck_mw_template&amp;quot;&amp;gt;{{info|Forgiveness and Fear}}&amp;lt;/span&amp;gt;&amp;lt;p&amp;gt;Mazmur 130: 3-4 sungguh menakjubkan.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;amp;ldquo;Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan? Psa 130:4&amp;amp;nbsp; Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang. &amp;amp;rdquo;(Mzm. 130: 3-4). Pada bacaan pertama, sesuatu tampaknya sangat miring. Tidakkah lebih masuk akal bagi pemazmur untuk mengatakan: &amp;quot;Tetapi denganMu ada keadilan, supaya Engkau ditakuti&amp;quot;? Bukankah prospek Tuhan menuntut penggantian&amp;amp;nbsp; untuk pelanggaran kita dengan membangkitkan rasa takut dalam jiwa manusia? Jika Tuhan memang harus &amp;quot;menandai kesalahan&amp;quot; maka rasa takut tampaknya merupakan satu-satunya jawaban yang tepat.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Tetapi kabar baiknya adalah bahwa dengan Tuhan &amp;amp;ldquo;ada pengampunan&amp;amp;rdquo;! Karena itu, tidakkah semua &amp;amp;ldquo;ketakutan&amp;amp;rdquo; dihilangkan? Orang tentu akan berpikir begitu. Namun pemazmur menyatakan bahwa hasil dari pengampunan (mungkin bahkan tujuannya) adalah bahwa kita mungkin takut akan Tuhan dengan lebih mendalam.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Pikirkan secara mendalam tentang apa yang dikatakan. Dengan Tuhan ada pengampunan. Dari dia menghasilkan kasih karunia yang menyediakan pendamaian bagi dosa-dosa kita. Dia telah mengambil setiap langkah yang diperlukan untuk menyelesaikan penebusan kita melalui Putranya. Menurut Mazmur 103: 10, dia tidak lagi berurusan dengan kita berdasarkan dosa kita atau membayar kita sesuai dengan kesalahan kita. Memang, dosa-dosa kita telah dihapuskan dari kita sejauh timur dari barat (Mzm. 103: 12).&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Inilah sebabnya mengapa &amp;quot;takut&amp;quot; akan Tuhan yang disebutkan dalam ayat ini tidak berupa rasa takut menghadapi penghukuman atau rasa takut akan bertemu dan mengalami murka-Nya yang benar. Apakah Anda melihat logika pemazmur? Jika yang kita temukan bersama Tuhan adalah pengampunan atas dosa-dosa kita, alasan apa yang tersisa bagi kita untuk hidup dalam ketakutan akan penghakiman atau murka-Nya? Jika Tuhan telah menghapus dosa dan kesalahan kita, maka jelas dia telah memilih untuk tidak &amp;amp;ldquo;menandai kejahatan&amp;amp;rdquo; dan sama jelasnya semua alasan ketakutan hilang. Karena itu, jika &amp;amp;ldquo;takut akan Allah&amp;amp;rdquo; dalam perikop ini merujuk pada ketakutan akan kehancuran yang akan datang, pengampunan dikosongkan dari semua makna dan nilai.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Tetapi menurut apa yang kita baca dalam ayat 4, pengampunan adalah dasar untuk rasa takut! Pengetahuan yang tak tergoyahkan bahwa Tuhan tidak akan pernah &amp;amp;ldquo;menandai kejahatan&amp;amp;rdquo; (ayat 3), yaitu, kepastian bahwa dosa-dosa kita telah diampuni selamanya, adalah &amp;lt;strong&amp;gt;&amp;lt;em&amp;gt;alasan mengapa&amp;lt;/em&amp;gt;&amp;lt;/strong&amp;gt; kita takut akan Allah. Tidak ada yang lepas dari kekuatan bahasa pemazmur: &amp;lt;em&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;takut akan Tuhan adalah buah pengampunan yang diperlukan!&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/em&amp;gt; Ini saja menuntut bahwa takut akan Tuhan melibatkan sesuatu selain dari takut akan penghakiman.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Pengampunan, seperti halnya tindakan Tuhan, mengungkapkan kebesaran dan keagungannya yang tidak dapat dipahami. Tuhan yang kekal dan yan yang tak terbatas yang bisa dipahami manusia, telah bertindak dalam kasih karunia atas nama orang-orang berdosa yang seharusnya masuk neraka. Begitu kenyataan ini sepenuhnya dipahami, satu-satunya respons yang masuk akal adalah kehancuran, kerendahan hati, dan kekaguman pada cinta yang begitu menakjubkan.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Tentu saja ada sukacita dalam pengetahuan tentang pengampunan kita, serta rasa terima kasih dan pujian. Tetapi ini sangat konsisten dengan ketakutan suci, &amp;lt;strong&amp;gt;&amp;lt;em&amp;gt;kesadaran yang menghancurkan tulang bahwa hanya dengan rahmat ilahi saja kita tidak selamanya dikonsumsi oleh murka ilahi&amp;lt;/em&amp;gt;&amp;lt;/strong&amp;gt;. Seseorang dapat secara serentak &amp;amp;ldquo;mencicipi&amp;amp;rdquo; kebaikan Tuhan (Mzm. 34: 8a) dan &amp;amp;ldquo;takut&amp;amp;rdquo; kepadaNya (Mzm. 34: 9a).&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Jadi, berdasarkan teks-teks seperti Mazmur 130 kita tahu bahwa takut akan Tuhan tidak sama dengan takut kepada-Nya.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kathyyee</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/4_Ketakutan_yang_Melemahkan</id>
		<title>4 Ketakutan yang Melemahkan</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/4_Ketakutan_yang_Melemahkan"/>
				<updated>2019-12-02T15:52:08Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Kathyyee: ←Membuat halaman berisi '&amp;lt;span class=&amp;quot;fck_mw_template&amp;quot;&amp;gt;{{info|4 Debilitating Fears}}&amp;lt;/span&amp;gt;&amp;lt;p&amp;gt;Empat ketakutan yang menghantui setiap pendeta, yaitu:&amp;lt;/p&amp;gt; &amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;1.Ketakutan pada diri sendiri&amp;lt;/...'&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&amp;lt;span class=&amp;quot;fck_mw_template&amp;quot;&amp;gt;{{info|4 Debilitating Fears}}&amp;lt;/span&amp;gt;&amp;lt;p&amp;gt;Empat ketakutan yang menghantui setiap pendeta, yaitu:&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;1.Ketakutan pada diri sendiri&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Beberapa hal menyingkapkan dosa, kekanak-kanakan, kelemahan, dan kegagalan dibandingkan dengan pelayanan. Beberapa hal akan mengungkapkan kelemahan Anda secara konsisten. Beberapa upaya akan menempatkan Anda dalam situasi menyesuaikan dengan pengharapan orang-orang &amp;amp;nbsp;dan terus mengamati. Beberapa akan sangat merendahkan secara pribadi. Beberapa upaya memiliki kekuatan untuk menghasilkan dalam diri Anda perasaan tidak mampu yang mendalam. Hal kecil bisa membuat keraguan yang besar. Ada godaan besar bagi pelayanan Anda untuk dialihkan dan dirugikan oleh rasa takut pada diri sendiri.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Tuhan menemukan Gideon mengirik gandum dalam tempat pemerasan anggur, karena dia takut pada orang Midian, dan menyapa pria yang ketakutan ini dengan salah satu salam yang paling ironis dalam Alkitab: &amp;quot;TUHAN menyertai engkau,&amp;amp;nbsp;&amp;amp;nbsp; ya pahlawan yang gagah berani.&amp;quot;. &amp;amp;nbsp;Gideon pada dasarnya berkata, &amp;quot; Ah, tuanku, jika TUHAN menyertai kami, mengapa semuanya ini menimpa kami? &amp;amp;ldquo; Tuhan menjawab, &amp;quot; Pergilah dengan kekuatanmu&amp;amp;nbsp;&amp;amp;nbsp; ini dan selamatkanlah orang Israel dari cengkeraman orang Midian. Bukankah Aku mengutus engkau!.&amp;quot; Gideon berkata, &amp;quot; Ah Tuhanku, dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel? Ketahuilah, kaumku adalah yang paling kecil di antara suku Manasye dan akupun seorang yang paling muda di antara kaum keluargaku.&amp;quot; Dan Tuhan berkata, &amp;quot; Tetapi Akulah yang menyertai engkau.&amp;quot;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Respons Tuhan terhadap ketakutan Gideon sangatlah membantu. Tuan tidak bekerja untuk meningkatkan kepercayaan dirinya. Tuhan tidak bekerja untuk membantu Gideon melihat bahwa dia membawa lebih banyak masalah daripada yang dia pikirkan. Masalah Gideon bukanlah pertama-tama karena ia takut akan kekurangannya. Masalahnya terpesona. Gideon gagal untuk takut akan Tuhan dalam artian &amp;quot;Tuhan menyertai saya, dan dia mampu.&amp;quot; Jadi Gideon takut membayangkan untuk memimpin Israel.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Pendeta saya di Scranton, Pennsylvania, mengungkap berbagai sifat kekanak-kanakan dan kelemahan saya, dan dengan cara yang sangat menyakitkan, ini sering dipajang di depan umum. Saya pikir saya sudah sangat siap. Saya telah berhasil dengan sangat baik di seminari, dan saya siap untuk menghadapi dunia. Tetapi Tuhan memanggil saya ke tempat yang sangat hancur, sangat sulit, dan menggunakan tempat ini untuk menarik saya keluar dari kesombongan dan kebenaran diri sendiri ke tempat di mana saya akan menemukan harapan saya di dalam dia. Saya terluka, kecewa, lelah, kewalahan, marah, dan agak pahit. Saya merasa Tuhan telah mengatur saya, dan orang-orang memperlakukan saya dengan tidak baik. Yang ingin saya lakukan hanyalah lari. Saya memiliki gelar pendidikan dan berpikir saya akan pindah ke suatu tempat yang jauh dan menjalankan sekolah Kristen. Saya telah mengumumkan kepada dewan saya rencana saya untuk mengundurkan diri. Mereka memohon agar saya tidak pergi, tetapi saya sudah bertekad. Jadi hari Minggu berikutnya saya membuat pengumuman dan merasa lega sesaat. Jemaat kecil saya tidak merasa lega, jadi saya memiliki banyak percakapan setelah kebaktian. Jauh lebih lambat dari biasanya saya meninggalkan gereja, saya berjalan keluar pintu hanya untuk disambut oleh pria tertua di gereja kami.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Dia mendekati saya dan bertanya apakah kami bisa berbicara. &amp;quot;Paul,&amp;quot; katanya, &amp;quot;kami tahu bahwa Anda sedikit tidak dewasa dan perlu tumbuh dewasa. Kami tahu Anda adalah pria dengan kelemahan, tetapi di mana gereja akan mendapatkan pendeta yang matang jika pendeta yang belum dewasa pergi?&amp;quot; Saya merasa seolah-olah Tuhan baru saja memakukan sepatu saya di teras. Saya tahu dia benar, dan saya tahu saya tidak bisa pergi. Dalam beberapa bulan berikutnya saya mulai belajar apa artinya melayani dalam kelemahan tetapi dengan rasa kagum kepada Tuhan yang memberi keamanan, yang menghasilkan keberanian. Saya masih belajar apa artinya kagum kepadaNya sehingga saya tidak lagi takut pada saya.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;2. Ketakutanku terhadap orang lain.&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Sebagian besar orang yang Anda layani akan mencintai dan menghargai Anda dan akan mendorong Anda semampu mereka. Tapi tidak semuanya demikian. Beberapa orang akan mencintaimu dan memiliki rencana hebat untuk hidupmu. Beberapa orang akan menugaskan diri mereka sendiri untuk menjadi pengkritik khotbah dan kepemimpinan Anda. Beberapa akan setia dan mendukung, dan beberapa akan melakukan hal-hal yang merusak kepemimpinan pastoral Anda. Beberapa akan menyerahkan diri mereka kepada pelayanan sepenuh waktu, dan beberapa akan mengeluh tentang cara mereka dilayani. Beberapa akan mendekati Anda dengan keterusterangan yang penuh cinta, dan beberapa akan memberikan pencobaan dengan berbicara di belakang Anda. Beberapa akan terjun dan terlibat, sementara yang lain akan selalu berhubungan dengan gereja dengan mental konsumen. Hubungan Anda dengan beberapa orang akan mudah, dan dengan yang lain akan menemukan hubungan yang jauh lebih sulit.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Karena pelayanan Anda akan selalu dilakukan dengan orang-orang dan untuk orang-orang, sangatlah penting bagi Anda untuk menempatkan orang-orang yang tepat di hati Anda. Anda tidak dapat membiarkan diri Anda takut pada mereka sehingga menutup diri terhadap perspektif mereka atau tidak mau mendelegasikan pelayanan kepada mereka. Pada saat yang sama Anda tidak bisa takut pada mereka sehingga Anda membiarkan mereka mengatur agenda dan salah mengendalikan arah pelayanan yang Tuhan nyatakan. Anda tidak dapat membiarkan pelayanan dengan pintu tertutup, dan tidak bisa begitu sensitif terhadap pendapat orang lain sehingga Anda tidak dapat memimpin.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Karena semua orang yang Anda layani masih berurusan dengan dosa yang tinggal di dalam diri mereka, hubungan dan pelayanan terhadap mereka akan berantakan. Orang-orang akan melukai Anda dan merusak pelayanan Anda. Orang-orang akan menuntut Anda tentang apa yang tidak seharusnya mereka tuntut dan merespons Anda dengan cara yang tidak seharusnya mereka tanggapi. Di tengah-tengah semua ini, orang-orang tertentu --- yang berpengaruh dan vokal --- akan tampak lebih berkuasa dari yang seharusnya di dalam pikiran Anda. Mereka akan diberi terlalu banyak kuasa untuk memengaruhi Anda dan cara pelayanan Anda. Daripada bekerja untuk kemuliaan Tuhan, Anda justru tergoda untuk bekerja sesuai persetujuan mereka. Atau, daripada bekerja untuk kemuliaan Tuhan, Anda akan bekerja untuk melucuti atau mengekspos mereka. Dalam kedua kasus ini, pelayanan Anda sedang dirusak oleh ketakutan manusia kuno: ketakutan manusia.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Kuasa ketakutan manusia untuk mengalihkan atau menipu pelayanan digambarkan dengan jelas dalam Galatia 2: 11-14. Petrus tidak hanya berkompromi, tetapi ia benar-benar meninggalkan pelayanan yang&amp;amp;nbsp; Tuhan nyatakan kepadanya untuk melayani orang-orang bukan Yahudi (Kisah Para Rasul 10) karena ia takut akan &amp;quot;pesta sunat&amp;quot; Paulus mengamati tingkah laku Petrus &amp;quot;tidak sejalan dengan kebenaran Injil,&amp;quot; maka ia berhadapan dengan Petrus. Berapa banyak pelayanan yang dialihkan oleh tindakan, reaksi, dan tanggapan yang tidak berakar pada rasa takut akan Tuhan tetapi rasa takut akan manusia? Seberapa seringkah berkompromi dengan pekerjaan Injil? Seberapa sering hal ini menyebabkan orang tersandung? Seberapa sering kita tergoda untuk bertindak dengan cara yang tidak sesuai dengan apa yang kita katakan atau kita yakini? Seberapa takut manusia mengatur agenda di gereja-gereja kita? Dengan keterbukaan dan kerendahan hati kita perlu terus menanyakan pertanyaan-pertanyaan ini.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Saya berharap bisa mengatakan bebas dari rasa takut ini, tetapi ternyata saya tidak. Ada saat-saat ketika saya menemukan diri saya berpikir, ketika saya sedang mempersiapkan sebuah khotbah, bahwa suatu titik tertentu pada akhirnya akan memenangkan salah satu dari para pencela saya. Pada saat itu, khotbah saya akan dibentuk bukan oleh semangat saya untuk kemuliaan Tuhan, tetapi dengan harapan bahwa apa yang saya katakan akan menyebabkan seseorang akhirnya melihat kemuliaan saya. Saya mengerti bahwa ini adalah perang yang berkelanjutan untuk kekuasaan hati saya yang karenanya saya telah diberikan anugerah yang kuat dan selalu ada.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;3. Ketakutanku terhadap keadaan.&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Karena Anda tidak menulis kisah Anda sendiri, dan karena Anda belum menulis naskah pelayanan Anda sendiri, kehidupan dan pelayanan terus-menerus tidak dapat diprediksi. Di dunia yang tidak terduga ini, Anda selalu hidup dalam ketegangan antara siapa Tuhan dan apa yang dijanjikanNya dan hal-hal tak terduga di depan Anda. Di persimpangan antara janji dan kenyataan, Anda harus menjaga lingkungan Anda. Anda harus sangat disiplin dalam hal apa yang Anda lakukan dengan pikiran Anda. Izinkan saya menjelaskan.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Abraham telah diberitahu oleh Tuhan bahwa keturunannya akan seperti pasir di pantai, dan dia mempertaruhkan hidupnya untuk janji ini. Biasanya istrinya, Sarah, akan melahirkan lebih awal dan sering. Tetapi hal tersebut tidak terjadi. Selama bertahun-tahun Sarah mengandung anak, dia tidak bisa hamil. Sekarang dia dan Abraham sudah tua &amp;amp;mdash; terlalu tua untuk berpikir bahwa mereka akan diberkati dengan putra yang dijanjikan. Abraham yang lama hidup dalam ketegangan antara janji Tuhan dan keadaannya. Ketika Anda berada di persimpangan antara janji-janji Tuhan dan perincian situasi Anda, apa yang Anda lakukan dengan pikiran Anda sangat penting. Di persimpangan ini, Tuhan tidak akan pernah meminta Anda untuk menyangkal kenyataan. Abraham tidak menyangkal kenyataan. Roma 4 mengatakan bahwa dia &amp;quot;mempertimbangkan tertutupnya rahim Sarah.&amp;quot; Iman tidak menyangkal kenyataan. Ini adalah cara yang berfokus pada Tuhan untuk mempertimbangkan kenyataan.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Tetapi bagian ini memberi tahu Anda lebih banyak. Ini memberi tahu Anda apa yang dilakukan Abraham dengan renungannya. Dia tidak menginvestasikan dirinya dalam mengubah keadaannya keluar-masuk. Dia mempertimbangkan keadaannya, tetapi dia bergumul dengan Tuhan. Dan ketika dia merenungkan Tuhan, dia benar-benar tumbuh lebih kuat dalam iman, meskipun belum ada yang berubah dalam keadaannya. Bagi banyak orang dalam pelayanan, menunggu menjadi kronik iman yang terus melemah. Memikirkan &amp;amp;nbsp;tentang keadaan akan membuat Anda kagum dengan keadaan. Mereka akan tampak tumbuh lebih besar, Anda akan merasa lebih kecil, dan visi Anda tentang Tuhan akan kabur. Tetapi jika Anda merenungkan Tuhan, Anda akan lebih kagum akan kehadiran, kekuatan, kesetiaan, dan rahmat-Nya. Situasi akan tampak lebih kecil, dan Anda akan hidup dengan kepercayaan diri yang lebih besar meskipun tidak ada yang berubah.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Sudahkah keadaan menangkap renungan Anda? Apakah ada cara di mana Anda menjadi semakin lemah dalam iman? Atau apakah mata hatimu fokus pada Tuhan yang jauh lebih besar daripada apa pun yang pernah kau hadapi?&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;strong&amp;gt;4. Ketakutanku terhadap masa depan.&amp;lt;/strong&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Anda selalu hidup dan melayani di dalam kesulitan karena tidak tahu menahu. Baik dalam kehidupan maupun pelayanan Anda dipanggil untuk percaya, patuh, dan percaya bahwa Tuhan akan membimbing dan menyediakan. Anda dan saya tidak tahu apa yang akan terjadi pada momen selanjutnya, apalagi bulan atau tahun berikutnya. Keamanan tidak pernah ditemukan dalam upaya kami mencari tahu semuanya atau dalam mencoba untuk tahu rahasia kehendak Tuhan . Rahasia kehendak rahasiaNya adalah keinginanNya yang adalah rahasia! Namun kita masih ingin tahu, untuk mencari tahu terlebih dahulu. Semakin Anda berkonsentrasi pada masa depan, semakin Anda akan menyerah pada ketakutan akan masa depan, dan semakin Anda akan bingung dan kehilangan motivasi sekarang.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Tidak mengetahui itu sulit. Akan menyenangkan untuk mengetahui apakah penatua itu akan menyerah pada godaan untuk memecah belah. Akan menyenangkan untuk mengetahui apakah keuangan gereja akan pulih kembali. Alangkah baiknya mengetahui bagaimana seri khotbah baru itu akan diterima, jika para misionaris muda akan membuat semua penyesuaian yang perlu dilakukan, atau jika Anda akan mendapatkan izin untuk membangun ruang ibadah yang dibutuhkan. Kita menemukan pertanyaan tentang masa depan yang sulit untuk dihadapi karena kita merasa sulit untuk mempercayai Tuhan. Seseorang yang kita berjanji untuk mempercayai , yang tahu segalanya tentang masa depan, karena Dia mengendalikan setiap aspeknya. Ketakutan kita akan masa depan menyingkapkan perjuangan kita untuk memercayainya, dan memercayainya, untuk beristirahat dalam bimbingan dan perhatianNya, meskipun kita tidak benar-benar tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Kekaguman Tuhan adalah satu-satunya cara untuk bebas dari rasa takut akan apa yang akan terjadi selanjutnya. Ketika kepercayaan diri kepada Tuhan lebih besar daripada ketakutan pribadi &amp;amp;nbsp;terhadap hal yang tidak diketahui, saya akan dapat beristirahat, meskipun saya tidak tahu apa yang akan menyapa saya di tikungan.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Apakah Anda memuat masa depan di atas bahu Anda, dengan semua pertanyaan dan kekhawatirannya? Atau apakah Anda menyerahkan diri pada pekerjaan masa kini, meninggalkan masa depan di tangan Tuhan yang cakap? Berapa banyak Anda dihantui oleh &amp;quot;bagaimana jika&amp;quot;? Apakah Anda menyapa yang tidak dikenal dengan harapan atau ketakutan? Apakah kehadiran dan janji Tuhan menenangkan pertanyaan Anda yang tidak dapat dijawab tentang masa depan?&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Renungkan pertanyaan yang diajukan pada artikel ini, jawablah dengan jujur satu demi satu, kemudian dengan rendah hati berseru untuk anugerah yang dapat membebaskan Anda dari ketakutan yang belum dilepaskan. Kemudian rayakan Raja yang Anda layani yang sabar, yang mengangkat beban rasa takut Anda dan bukan mengutuk karenanya.&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kathyyee</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Kesenangan_Tuhan_didalam_Ketulusan_Umat-Nya</id>
		<title>Kesenangan Tuhan didalam Ketulusan Umat-Nya</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Kesenangan_Tuhan_didalam_Ketulusan_Umat-Nya"/>
				<updated>2019-10-28T16:57:30Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Kathyyee: ←Membuat halaman berisi '{{info|The Pleasure of God in the Good of His People}}  '''Zefanya 3:17'''&amp;lt;br&amp;gt;&amp;lt;br&amp;gt; TUHAN, Allahmu, hadir di tengah-tengahmu,&amp;lt;br&amp;gt; seperti kesateria pembawa kemenangan;&amp;lt;br&amp;gt;...'&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|The Pleasure of God in the Good of His People}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Zefanya 3:17'''&amp;lt;br&amp;gt;&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
TUHAN, Allahmu, hadir di tengah-tengahmu,&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
seperti kesateria pembawa kemenangan;&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Dengan penuh sukacita Dia akan bergirang kerana engkau, &amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
dan tenang berdiam kerana kasih-Nya;&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Dengan sorak-sorai Dia akan bergembira kerana engkau.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Latar belakang Kitab Zefanya'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut kitab Zefanya 1:1, &amp;quot;Firman TUHAN yang datang kepada Zefanya bin Kusyi.....dalam zaman Yosia bin Amon, raja Yehuda. Yosia sudah memerintah di Yehuda sekitar 80 tahun setelah keruntuhan kerajaan Israel utara akibat serangan bangsa Asyur.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama 80 tahun itu, Kerajaan Israel selatan, Yehuda tidak menarik pelajaran dari apa yang menimpa kerajaan utara, dan justru semakin dalam dan dalam jatuh dalam dosa dan pemberontakan melawan hukum Allah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun ke 18 pemerintahan Yosia, Hilkia sang imam besar menemukan di dalam bait Allah sebuah salinan Kitab Taurat, Kitab yang sudah dilupakan selama berpuluh-puluh tahun. Ketika dia membacakannya untuk raja, hati Yosia hancur. Dia merendahkan dirinya, mengoyak-ngoyakkan pakaiannya dan menangis di hadapan Tuhan (2 Raja-raja 22:19). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama lebih dari 13 tahun kemudian Yosia melakukan reformasi besar-besaran kembali kepada hukum Allah di Yehuda. Dia meneguhkan kembali perjanjian antara Allah dan umat-Nya (2 Raja-raja 23:3). Dia membuang segala perkakas yang dibuat untuk Baal dan Asyera ke luar dari bait Allah dan membakarnya di padang-padang Kidron (23:4). Dipecatnya para imam berhala (23:5). Dihancurkannya ruangan-ruangan para pelacur pria yang dipakai sebagai penyembahan kepada dewa (23:7). Disingkirkannya kuda-kuda yang dipersembahkan oleh raja-raja Yehuda untuk dewa matahari (23:11). Dan dihidupkannya kembali perayaan Paskah yang sudah tidak pernah ada lagi sejak zaman para hakim (23:22).  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah kejadian demi kejadian yang terjadi semasa  Zefanya menurut pasal 1 ayat 1. Jadi ketika kita membaca kitab kecil ini, kita bisa membayangkannya menjadi bagian dari seruan reformasi yang Yosia kerjakan. Sudah pasti sang nabi dan sang raja bekerja sama dalam satu tim untuk berusaha menarik banyak orang kembali kepada Allah. Lalu Bagaimanakah Zefanya berkhotbah? Khotbah seperti apakah yang diilhami Allah kepada Zefanya ketika umat-Nya membutuhkan kebangkitan dan reformasi rohani?   &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Peringatan Akan Datangnya Murka Tuhan'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua isi pasal 1 adalah peringatan atas Yerusalem dan ramalan datangnya murka Tuhan. Ayat 2 - 4,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;&amp;quot;Aku akan menyapu bersih segala-galanya dari atas muka bumi,&amp;quot; demikianlah firman TUHAN. &amp;quot;Aku akan menyapu manusia dan hewan; Aku akan menyapu burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut. Aku akan merebahkan orang-orang fasik; dan akan melenyapkan manusia dari atas muka bumi,&amp;quot; demikianlah firman TUHAN. &amp;quot;Aku akan mengacungkan tangan-Ku terhadap Yehuda dan terhadap segenap penduduk Yerusalem; Aku akan melenyapkan dari tempat ini sisa-sisa Baal dan nama para imam berhala.&amp;quot;&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa murka Allah begitu menyala-nyala?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Ayat 8: Para pemuka dan anak-anak raja memakai pakaian asing, ingin menjadi seperti bangsa-bangsa lain yang tidak mengenal Allah.&lt;br /&gt;
*Ayat 9: para hamba memenuhi istana tuan mereka dengan kekerasan dan penipuan.&lt;br /&gt;
*Ayat 12: &amp;quot;orang-orang yang telah mengental seperti anggur di atas endapannya dan yang berkata dalam hatinya: TUHAN tidak berbuat baik dan tidak berbuat jahat.&amp;quot; Tuhan telah berhenti berkarya didalam kehidupan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Seruan Pertobatan'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu dalam pasal 2 peringatan pertama diikuti dengan seruan pertobatan yang tulus. Masih ada harapan, paling tidak bagi mereka yang mau bertobat. Ayat 1 - 3:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Bersemangatlah dan berkumpullah, hai bangsa yang acuh tak acuh, sebelum kamu dihalau seperti sekam yang tertiup, sebelum datang ke atasmu murka, TUHAN yang bernyala-nyala itu, sebelum datang ke atasmu hari kemurkaan TUHAN. Carilah TUHAN, hai semua orang yang rendah hati di negeri, yang melakukan hukum-Nya; carilah keadilan, carilah kerendahan hati; mungkin kamu akan terlindung pada hari kemurkaan TUHAN. Bahkan jika semua orang yang rendah hati di negeri tidak dapat menghindari kemurkaan terdahsyat Allah, paling tidak mereka bisa bersembunyi ketika hari penghukuman Tuhan itu tiba. &amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Peringatan atas Bangsa-Bangsa Lainnya'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu dalam pasal 2:4-15  Zefanya meneriakkan kesedihan dan peringatan tidak hanya atas Yehuda dan Yerusalem, tetapi juga atas bangsa-bangsa lain. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Di barat, kota-kota orang Filistin, Gaza, Askelon, Asdod, Ekron, dan suku bangsa Kreti (ayat 4 - 7).&lt;br /&gt;
*Di timur, tanah bani Moab dan Amon (ayat 8 - 11). &lt;br /&gt;
*Di selatan orang-orang Etiopia (ayat 12).&lt;br /&gt;
*Dan di utara ada Asyur yang dahsyat (ayat 13 - 15). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penghakiman akan datang atas bangsa-bangsa. Dan kemungkinan di ayat 10 terangkum alasan  yang paling mendasarinya: &amp;quot;Inilah yang menjadi bagian mereka sebagai ganti kecongkakan mereka, sebab mereka telah mencela dan membesarkan diri terhadap umat TUHAN semesta alam.&amp;quot; Akar penyebab penghakiman atas bangsa-bangsa lain oleh Tuhan adalah akibat kecongkakan mereka sendiri.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Celaan Terakhir Terhadap Yerusalem'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi supaya orang-orang Yerusalem tidak menertawakan penghakiman atas bangsa-bangsa, Zefanya kembali menghadapi mereka dan dalam pasal 3:1 - 8 memberikan gambaran celaan terakhir atas Yerusalem. Ayat 1 - 2: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Celakalah si pemberontak dan si cemar, hai kota yang penuh penindasan 1! Ia tidak mau mendengarkan teguran siapapun dan tidak mempedulikan kecaman. Kepada TUHAN ia tidak percaya, dan kepada Allahnya ia tidak menghadap.&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Perubahan yang Menakjubkan'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, seringkali perkataan nabi-nabi pada akhir celaannya menjadi berubah. Disepanjang kemarahan-Nya yang menghancurkan, Allah menyatakan kuasa kasihnya yang menciptakan kembali. Terlepas dari kemurkaan-Nya yang ditumpahkan-Nya atas dunia, Allah akan melakukan dua tindakan besar pengampunan, tergambar dalam pasal 3:9 - 20.   &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''1. Janji Kebangkitan Menyeluruh'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia akan mendatangkan kebangkitan menyeluruh supaya orang-orang dari segala bangsa datang kepada-Nya. Ayat 9:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Tetapi sesudah itu Aku akan memberikan bibir lain kepada bangsa-bangsa, yakni bibir yang bersih, supaya sekaliannya mereka memanggil nama TUHAN, beribadah kepada-Nya dengan bahu-membahu.&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain Allah tidak semata-mata sekadar menghancurkan bangsa-bangsa. Dia bertujuan menjadi Tuhan atas bangsa-bangsa. Bagaimana ini bisa terjadi? Perhatikan bagaimana ayat 8 diakhiri dan bagaimana ayat 9 dimulai: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Sebab keputusan-Ku ialah mengumpulkan bangsa-bangsa dan menghimpunkan kerajaan-kerajaan untuk menumpahkan ke atas mereka geram-Ku, yakni segenap murka-Ku yang bernyala-nyala, sebab seluruh bumi akan dimakan habis oleh api cemburu-Ku. 9) Tetapi sesudah itu Aku akan memberikan bibir lain kepada bangsa-bangsa, yakni bibir yang bersih, supaya sekaliannya mereka memanggil nama TUHAN, beribadah kepada-Nya dengan bahu-membahu.&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanakah Tuhan akan menumpahkan kemarahan-Nya atas bangsa-bangsa dan memakan habis bumi dengan api cemburu-Nya, tetapi di saat yang sama memurnikan bangsa-bangsa supaya mereka memanggil nama-Nya dan melayani-Nya? Inilah gambaran penghakiman atas dunia dan dunia berbalik kepada Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zefanya tidak menguraikannya secara terperinci untuk kita. Barangkali dia menggambarkan penghakiman Tuhan sebagai serangkaian malapetaka yang terjadi selama masa  yang berjalan dan akan mencapai puncaknya pada penghancuran terakhir atas semua orang kafir. Dan barangkali selama masa yang berjalan ini, penghakiman Tuhan juga terjadi di antara bangsa-bangsa di bumi untuk memurnikan umat untuk diri-Nya sendiri melalui pekabaran injil sehingga Dia memiliki untuk diri-Nya sendiri umat dari segala suku dan bahasa dan kaum dan bangsa (Wahyu 5:9).  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak peduli betapa Allah berkeinginan melakukan dua hal ini, kita harus memperteguh apa yang sang rasul tegaskan: Allah akan membuat umat dari segala bangsa untuk memanggil nama-Nya dan untuk melayani-Nya. Dan jadi Dia sendirilah yang akan mengubah mereka dan memberikan mereka hati dan bibir untuk memanggil nama-Nya. Itulah tindakan pertama pengampunan yang digambarkan di pasal 3:9 - 20, kebangkitan menyeluruh dengan orang-orang dari segala bangsa yang memanggil nama Tuhan dan melayani-Nya.   &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''2. Janji Kebangkitan dan Pemurnian'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tindakan pengampunan yang lain di dalam ayat-ayat ini adalah kebangunan dan pemurnian umat-Nya, bangsa Israel. Dia akan memusnakan mereka yang congkak dan hanya meninggalkan mereka yang rendah hati dan lemah, yang memercayakan hidupnya di dalam nama Tuhan. Ayat 11 - 12:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Pada hari itu engkau tidak akan mendapat malu karena segala perbuatan durhaka yang kaulakukan terhadap Aku; sebab pada waktu itu Aku akan menyingkirkan dari padamu orang-orangmu yang ria congkak, dan engkau tidak akan lagi meninggikan dirimu di gunung-Ku yang kudus. Di antaramu akan Kubiarkan hidup suatu umat yang rendah hati dan lemah, dan mereka akan mencari perlindungan pada nama TUHAN.&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, tidak hanya Allah akan menciptakan umat dari segala bangsa untuk diri-Nya sendiri, tetapi Dia juga akan memusnakan dan memurnikan umat-Nya Israel (Yoh 11:52). Dia akan menyingkirkan yang congkak dan Dia akan menyisakan mereka yang rendah hati dan lemah untuk diri-Nya sendiri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi nubuatan Zefanya tentang penghakiman dan kemurkaan yang dijabarkan dalam pasal 1 dan 2 bukanlah yang terakhir. Kata-kata terakhirnya adalah janji segala bangsa berbalik kepada Allah dan kebangkitan iman sejati di antara umat-Nya Israel.   &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Sekilas Efesus 3:4 - 6'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang sebelum kita melihat janji menakjubkan itu pada ayat 17, mari lihat sekilas Efesus 3: 4 - 6. Ini dikarenakan di dalam Perjanjian Lama tidak ada penjelasan yang jelas mengenai jawaban dari pertanyaan bagaimana hubungan satu sama lain antara para petobat dari bangsa-bangsa lain dan petobat dari bangsa Israel. Bagaimanakah dengan posisimu dan saya sebagai Orang-orang Bukan Yahudi yang mengikuti Allah bangsa Israel? Kita ini seperti pendatang baru yang datang terlambat. Apakah kita juga menerima bagian berkat sepenuh bangsa Israel?  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Paulus menyebut ini sebagai misteri, yang artinya jawaban dari misteri ini tidak secara terang-terangan diungkap pada awalnya. Lalu jawaban apa yang diberikan dalam Efesus 3:4 - 6?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Ketika kamu membaca hal ini, kamu bisa menyadari pemahaman saya tentang misteri Kristus, yang tidak dibukakan kepada anak-anak manusia di generasi yang sebelumnya karena sekarang telah diungkapkannya kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus; yaitu, bagaimana Orang-orang Bukan Yahudi adalah juga pewaris, anggota dari tubuh yang sama, dan mendapat bagian dari janji Kristus Yesus melalui injil. &amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawabannya adalah dengan melalui injil, kita, Orang-orang Bukan Yahudi telah menjadi percaya melalui Yesus. Dan melalui Yesus kita telah menjadi anggota sepenuhnya umat Allah: sesama pewaris bersama dengan orang-orang Yahudi yang memecayai janji-janji Allah.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Janji Menakjubkan Zefanya 3:17'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi sekarang kita kembali kepada Zefanya. Dan ketika kita membaca pasal 3:17, kita tahu bahwa ayat itu tidak hanya ditujukan kepada orang Yahudi yang percaya tetapi juga kepada semua Orang Bukan Yahudi yang telah menjadi pewaris janji-Nya melalui iman didalam Kristus, benih Abraham. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;TUHAN, Allahmu, hadir di tengah-tengahmu,&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
seperti kesateria pembawa kemenangan;&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Dengan penuh sukacita Dia akan bergirang kerana engkau, &amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
dan tenang berdiam kerana kasih-Nya;&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Dengan sorak-sorai Dia akan bergembira kerana engkau.”&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari ayat luar-biasa ini, saya mendapatkan judul untuk firman pagi hari ini: &amp;quot;Kesenangan Tuhan didalam Ketulusan Umat-Nya.&amp;quot; Tuhan tidak melakukan yang baik karena tekanan atau paksaan. Dia bebas melakukannya! Dan di dalam kebebasannya, Dia tenggelam dalam sukacita untuk melakukan yang baik untukmu. Dia bersorak-sorai Dia bergembira kerana engkau   &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Apa yang terjadi jika Allah Bernyanyi?'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bisakah kamu membayangkan apa yang terjadi seandainya kamu bisa mendengar Allah bernyanyi? Ingat hanya dengan sebuah kata terucap jagat raya ini jadi. Apa yang terjadi jika Tuhan mengangkat suara-Nya, tidak hanya berkata-kata tetapi bernyanyi!Barangkali surga dan bumi baru akan tercipta seketika itu juga. Akibat Allah bernyanyi juga bisa kita lihat dalam Yesaya 65:17 - 18,  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru....Aku menciptakan Yerusalem penuh sorak-sorak dan penduduknya penuh kegirangan. &amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada mulanya ketika Allah berkata-kata, surga dan bumi jadi; barangkali pada akhirnya, surga dan bumi baru akan diciptakan ketika dengan sorak-sorai Allah akan bergembira kerana umat-Nya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika saya memikirkan suara  Allah bernyanyi, saya membayangkan mendengar dentuman Air Terjun Niagara yang bercampur dengan aliran tipis air gunung berlumut. Saya membayangkan mendengar ledakan gunung St. Helens berbaur dengan dengkuran anak kucing. Saya membayangkan mendengar kedahsyatan topan Pantai Timur dan hembusan salju malam yang nyaris tak terdengar di hutan. Dan saya membayangkan mendengar deru matahari yang tebalnya 1392082,56 km, satu juta tiga ratus ribu kali lebih besar daripada bumi, dan isinya hanya api tidak ada yang lain, 1000000 derajat centigrade di atas permukaan korona yang lebih dingin. Tetapi saya membayangkan mendengarkan deru matahari yang tak terbayangkan bercampur dengan lembut, hangatnya bunyi letupan batang-batang kayu yang terbakar dalam pemanas ruang tamu di malam musim dingin yang nyaman.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan ketika saya mendengar nyanyian ini saya berdiri tercengang, kagum, tak mampu berkata-kata bahwa Dia bernyanyi karena saya. Dia bersukacita untuk melakukan kebaikan bagi saya dengan segenap hati dan jiwa-Nya (Yeremiah 32:41)! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Dapatkah Anda Merasakan Keajaiban Ini?'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dapatkah hari ini kamu merasakan keajaiban ini? Karena Allah bersukacita atasmu dengan sorak-sorai? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;'''Saya Terlalu Bersalah'''&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamu berkata, &amp;quot;Tidak,&amp;quot; &amp;quot;Saya tidak bisa, karena saya terlalu banyak berbuat dosa sampai-sampai Allah harus bersukacita atas saya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi tidakkah kamu percaya ayat 15: &amp;quot;TUHAN telah melenyapkan penghukuman terhadap engkau!&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu tidak bisakah kamu merasakan keajaiban Tuhan yang bersukacita atas Anda dengan sorak-sorai?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''&amp;quot;Saya Dikepung Musuh&amp;quot;'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamu berkata, &amp;quot;Tidak,&amp;quot; &amp;quot;Saya tidak bisa karena saya dikepung oleh musuh, dan penghalang mengelilingi saya di setiap sisi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi tidakkah kamu percaya ayat 17: &amp;quot;TUHAN, Allahmu, hadir di tengah-tengahmu seperti kesateria pembawa kemenangan&amp;quot;; dan ayat 19 “Sesungguhnya pada waktu itu, Aku akan bertindak terhadap semua yang menindasmu&amp;quot;; dan ayat 15: &amp;quot;Dia telah melenyapkan musuh-musuhmu&amp;quot;?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu tidak bisakah kamu merasakan keajaiban Tuhan yang bersukacita atasmu dengan sorak-sorai?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''&amp;quot;Saya Merasa Terlalu Jauh dari Allah&amp;quot;'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamu berkata, &amp;quot;Tidak,&amp;quot; &amp;quot;Saya tetap tidak bisa karena Dia  Allah yang besar kudus dan saya merasa Dia sangat jauh dari saya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi tidakkah kamu percaya ayat 15: &amp;quot;Raja Israel, yaitu TUHAN, ada di tengah-tengahmu&amp;quot;; ayat 17: &amp;quot;TUHAN Allahmu ada di tengah-tengahmu&amp;quot;? Dia tidak jauh darimu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu tidak bisakah kamu merasakan keajaiban bahwa Tuhan bersukacita atasmu dengan sorak-sorai?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''&amp;quot;Saya Dibelenggu oleh Aib&amp;quot;'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih saja  kamu berkata, &amp;quot;Tidak, karena saya masih dibelenggu oleh aib. Saya terus menerus diremehkan oleh orang tua saya (2:8,10). Saya diejek dan diancam dan dibohongi dan difitnah. Bahkan Di dalam kepompong aib ini, nyanyian suara Allah memudar dan terdengar jauh dan tidak jelas.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi sekali lagi saya bertanya, tidakkah kamu memercayai janji diakhir  ayat 19: Aku akan menyelamatkan orang yang timpang, Aku akan mengumpulkan orang-orang yang tercerai-berai, dan akan mengubah rasa malu mereka menjadi pujian dan kemasyhuran di seluruh bumi&amp;quot;?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu tidak bisakah kamu merasakan keajaiban Tuhan yang bersukacita atasmu dengan sorak-sorai?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''&amp;quot;Bagaimana mungkin Sukacita Allah di dalam Nama-Nya Sendiri Terjadi dalam saya'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sekarang kamu berkata, &amp;quot;Saya hampir bisa berserah dan merasakan keajaiban yang tak terkatakan bahwa Allah bersukacita atas saya dengan sorak-sorai. Akan tetapi tetap saja ada satu penghalang. Kamu berkata bahwa Allah meninggikan kemuliaan-Nya sendiri diatas segalanya. Kamu berkata Allah bersukacita dalam nama-Nya sendiri. Jadi bagaimana saya bisa membayangkan bahwa Dia  tertarik pada saya? Bagaimanakah sukacita yang Allah miliki didalam nama-Nya bisa terjadi didalam diri saya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika itu adalah penghalang terakhirmu, maka bersiaplah untuk bernyanyi! Karena jawabannya sudah jelas dalam ayat 12. Jika kamu tahu bahwa Tuhan bersukacita di dalam nama-Nya melebihi segala-galanya,dan jika kamu ingin masuk dalam sukacita itu dan mengalaminya, kemanakah kamu harus pergi? Dimanakah kamu mencari perlindungan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat 12 memberikan jawabannya: Tuhan berkata &amp;quot;Aku akan meninggalkan di tengah-tengahmu kalangan umat yang rendah hati dan lemah. Mereka akan berlindung dalam nama TUHAN.&amp;quot; Inilah hubungan antara sukacita  Allah dalam nama-Nya dan sukacita-Nya dalam dirimu. Ketika kamu berlindung di dalam nama-Nya, Dia bergembira karena kau dengan sorak sorai. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika kamu mengejar kejayaanmu di antara manusia, maka sungguh kamu memperolehnya di bumi. Jika kamu meninggikan namamu di antara manusia, sungguh kamu mendapatkannya di bumi. Jika kamu bersandar pada kebenaranmu sendiri, sungguh kamu mendapatnya di bumi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi jika kamu merendahkan dirimu dan mengejar kemuliaan Allah melebihi segala-galanya, dan jika kamu menyembunyikan namamu di dalam nama Allah, dan jika  kamu mengenakan pakaian kebenaran Putra-Nya, maka Bapamu di surga yang mengasihi nama-Nya lebih dari segalanya akan menganugrahkan kepadamu berkat yang melebihi segala imajinasi dan bergembira atasmu dengan sorak-sorai. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi sekarang singkirkan segala kesombongan dan kemegahanmu. Berlindunglah dalam nama Tuhan. Sandarkanlah pengharapanmu pada kebenaran Kristus dan bukan pada kebenaranmu. Dan biarkan dirimu menyadari keajaiban Tuhan, Raja di atas segala raja, bersukacita atasmu dengan kesenangan dan bergembira atasmu dengan sorak sorai. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 (untuk pembelajaran lebih lanjut, buka kitab Mikha 7:18; Mazmur 35:27; 149:4; Yeremia 32:37-42; Ulangan 30:9; Yesaya 62:5; 65:19.)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kathyyee</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Apakah_Tuhan_benar_-_Benar_Ingin_Anda_Dikuatkan%3F</id>
		<title>Apakah Tuhan benar - Benar Ingin Anda Dikuatkan?</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Apakah_Tuhan_benar_-_Benar_Ingin_Anda_Dikuatkan%3F"/>
				<updated>2019-10-15T15:23:34Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Kathyyee: Melindungi &amp;quot;Apakah Tuhan benar - Benar Ingin Anda Dikuatkan?&amp;quot; ([edit=sysop] (selamanya) [move=sysop] (selamanya))&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|Does God Really Want You to Be Encouraged?}} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Liburan adalah saat-saat yang berbahaya yang bisa melemahkan kekuatan. Selama liburan harapan kita untuk bersenang-senang akan lebih besar, sehingga kenyataan tentang kesedihan akan terasa lebih berat. ''Seharusnya'' Anda merasa muram di bulan Februari; dengan begitu masalah ini bisa ditoleransi. Tetapi hari Thanksgiving dan Natal seharusnya dirayakan dengan sukacita dan besar–besaran. Pendapat ini pun hanya akan memperbesar rasa putus asa yang kita alami. Bolehkah saya menawarkan obat–obatan pencegah? &lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Saat Tuhan rindu menunjukkan tentang janji-Nya yang tidak akan berubah yang mencerminkan karakter-Nya kepada orang–orang pilihan-Nya, Dia menambahkan sebuah sumpah, sehingga melalui kedua hal tersebut (janji dan sumpah-Nya), Ia menyatakan bahwa Tuhan tidak akan pernah ingkar atau salah, “Karena itu, untuk lebih meyakinkan mereka yang berhak menerima janji itu akan kepastian putusan-Nya, Allah telah mengikat diri-Nya dengan sumpah, supaya oleh dua kenyataan yang tidak berubah–ubah, tentang mana Allah tidak mungkin berdusta, kita yang mencari perlindungan ''beroleh dorongan yang kuat untuk menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita''” (Ibrani 6:17–18) &amp;lt;/blockquote&amp;gt; &lt;br /&gt;
'''“ …Tuhan rindu untuk menunjukkan dengan lebih meyakinkan…”''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tulisan ini sudah mengatakan bahwa Tuhan ''sudah'' cukup memberikan kekuatan kepada kita. Tetapi Tuhan kita bukanlah Tuhan yang minimum. Tujuan-Nya bukanlah untuk memberikan sedikit kata-kata penguatan seminimal mungkin. Dia berkata untuk memberikan pengharapan kepada kita. Kemudian, Allah kita yang adalah Allah yang selalu memberikan kata–kata penguatan dan pengharapan dengan penuh perasaan, berkata pada diri-Nya sendiri: “Ini bagus. Aku suka melakukan ini. Aku harus melakukan ini lagi.” Dan benar, Dia akan terus memberikan kata–kata penguatan lebih banyak lagi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi bukan hanya ''lebih banyak''. Kata–kata penguatan itu juga ''lebih baik''. Dia memulai dengan janji–janji yang sederhana (yang tidak mungkin gagal dan pasti sangat bisa dipercaya!), kemudian Dia menambahkan sumpah. Dan bukan sembarang sumpah, tetapi sumpah yang terbaik dan tertinggi tingkatnya, yaitu sumpah yang berdasar diri-Nya sendiri. Mengapa? Bukan karena firman-Nya lemah, tetapi karena kitalah yang lemah sedangkan Dia sabar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sangat rindu untuk “menunjukkan… membuktikan… membiarkan kita melihat… memperlihatkan secara detail… mewakili… mempresentasikan… mengungkapkan… membawakan” pengharapan akan masa depan kita. Dia benar–benar ingin kita merasakan semua hal ini. Setelah melakukan untuk pertama kalinya, Dia akan melakukannya lagi untuk yang kedua, (dan ketiga dan keempat dan seterusnya) untuk terus membantu kita merasakan penguatan dari-Nya. Inilah yang Dia inginkan. Inilah yang sebenarnya Dia mau. “Saat Tuhan rindu menunjukkan dengan cara yang lebih meyakinkan…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''“…agar kita mendapatkan penguatan yang kokoh…”''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penguatan seperti apa yang Tuhan inginkan untuk kita rasakan? Dia berkata, “Penguatan yang ''kokoh''!” Perhatikan kata tersebut. Dia bisa saja berkata, “penguatan yang hebat” atau “penguatan yang besar” atau “penguatan yang dalam”, semuanya benar. Tetapi kata sesungguhnya adalah “''kokoh''”. Penguatan yang bertahan melawan musim apa pun yang berusaha menjatuhkan. Khotbahkan ini kepada dirimu sendiri; “Tuhan rindu aku mendapatkan kekuatan yang “''kokoh''”! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''“ …untuk menjangkau pengharapan di depan kita…”''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak saat–saat indah dalam hidup ini. Tetapi mari kita hadapi kenyataan ini: hari–hari ini jahat, ketidaksempurnaan kita membuat kita frustrasi, dan kita semakin bertambah tua, dan bergerak mendekati kubur. Apabila kita hanya memiliki pengharapan dalam Kristus semasa kita hidup saja, sungguh, kita ini orang yang pantas dikasihani. Ada saat indah yang akan datang dalam hidup kita. Tetapi hal indah ini pun dianggap sampah apabila dibandingkan dengan nilai-nilai yang terlampau tinggi saat mendapatkan Kristus. Bahkan di sini kita bisa bersukacita dengan sukacita yang tak terkatakan dan kemuliaan penuh. Tetapi itu semua dicapai hanya karena adanya “pengharapan di depan kita”. Jangkau dan raihlah pengharapan itu. Tuhan memberi penguatan untuk kita melakukannya. Ambillah sekarang juga. Nikmatilah sekarang. Biarlah Anda semua dikuatkan oleh pengharapan tersebut. Biarlah Anda dikuatkan secara ''kokoh''. Karena pengharapan Anda terjamin aman dengan ketidakterbatasan yang ganda: Janji Tuhan dan sumpah yang sudah diucapkan Tuhan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menguatkan Anda oleh kerinduan Tuhan, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendeta John&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kathyyee</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/12_Cara_Mengasihi_Anak_Anda_Yang_Tersesat</id>
		<title>12 Cara Mengasihi Anak Anda Yang Tersesat</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/12_Cara_Mengasihi_Anak_Anda_Yang_Tersesat"/>
				<updated>2019-10-15T15:21:10Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Kathyyee: Melindungi &amp;quot;12 Cara Mengasihi Anak Anda Yang Tersesat&amp;quot; ([edit=sysop] (selamanya) [move=sysop] (selamanya))&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Info|12 Ways to Love Your Wayward Child}} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''Abraham anak saya menulis artikel di bawah ini berdasakan firman Tuhan dan pengalaman pribadinya. Saya membacanya sambil berlinang air mata dan tertawa. Tulisan ini memaksa saya untuk segera minta izin padanya agar saya dapat membagikannya kepada anggota gereja dan komunitas Kristen lainnya. Tidak ada suka cita yang lebih besar daripada melihat anak Anda berjalan dalam kebenaran dan mengekspresikannya dengan indah. Berikut ini adalah tulisan asli Abraham tanpa diubah. – John Piper'' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak orang tua yang patah hati dan benar-benar tidak mengerti dengan anaknya yang tidak percaya. Mereka tidak tahu mengapa anak yang sudah dibesarkan baik-baik bisa mengambil keputusan yang buruk dan merusak. Saya belum pernah menjadi orang tua seperti itu, tetapi saya pernah menjadi anak yang demikian. Dengan melihat kembali pengalaman itu, saya bisa memberi nasihat di bawah ini untuk Anda yang ingin menjangkau anak-anak yang tersesat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''1. Arahkan mereka pada Kristus.''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalah utama anak yang tidak percaya bukanlah penyalahgunaan narkoba, seks, rokok, pornografi, kemalasan, kriminalitas, bersumpah serapah, gaya hidup kumuh, homoseksual atau menjadi anggota band punk rock. Masalah utamanya adalah mereka tidak melihat Yesus dengan jelas. Hal terbaik yang bisa Anda lakukan untuk mereka – dan sebab satu-satunya untuk melakukan nasihat-nasihat di bawah ini – adalah untuk membukakan tentang Kristus kepada mereka. Ini bukan proses yang mudah dan cepat membuahkan hasil, dosa dalam hidup mereka yang memberatkan hati Anda dan menghancurkan hidup mereka baru bisa berkurang ketika mereka melihat Yesus dengan lebih baik daripada yang sekarang mereka lihat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''2. Berdoa.''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya Tuhan yang dapat menyelamatkan anak Anda, jadi mintalah agar Dia mau menyatakan diri-Nya sedemikian rupa sehingga anak Anda tidak bisa menolak untuk menyembah-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''3. Akui bahwa memang ada masalah.''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika anak Anda menolak Kristus, jangan bertindak seperti tidak ada masalah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk setiap anak yang tidak percaya, perincian persoalannya akan berbeda-beda. Setiap anak membutuhkan cara yang unik dari orang tuanya untuk bisa menjangkaunya. Jangan sampai Anda tidak menjangkaunya sama sekali. Jika anak Anda tidak percaya, jangan dibiarkan begitu saja. Memang lebih mudah untuk pergi berlibur daripada menangani masalah kekekalan anak Anda. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''4. Jangan harapkan mereka menjadi serupa Kristus.''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika anak Anda tidak Kristen, dia tidak akan bertindak seperti seorang Kristen. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda tahu bahwa dia sudah meninggalkan imannya, jadi jangan harapkan dia hidup dengan standar yang Anda pakai untuk membesarkannya. Misalnya, Anda mungkin ingin berkata, “Ibu tahu, sulit bagimu untuk percaya kepada Yesus, tetapi setidaknya, tidakkah kamu sadar bahwa menyia-nyiakan hidup setiap hari adalah dosa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika dia tidak bisa percaya kepada Yesus, maka tidak banyak artinya untuk mengakui bahwa bermabuk-mabukan itu salah. Benar, Anda mau melindunginya. Tetapi masalah ketidak percayaannya itulah yang menjadi masalah yang paling berbahaya – bukannya berpesta pora. Meskipun ketidakpercayaan anak Anda tercermin dalam tingkah lakunya, selalu pastikan untuk lebih menitikberatkan pada penyakit utamanya dan bukan pada gejalanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''5.&amp;amp;nbsp; Biarkan mereka pulang ke rumah Anda. ''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena masalah utamanya bukanlah pada tindakan anak Anda, tetapi hatinya, maka janganlah membuat banyak persyaratan bagi anak Anda jika dia mau pulang ke rumah. Jika dia mempunyai keinginan untuk bersama Anda, itu adalah karena Tuhan memberikan kesempatan pada Anda untuk membawanya kembali pada Yesus. Memang benar ada hal-hal tertentu di mana orang tua harus memberi ultimatum: “jangan pulang lagi ke rumah ini jika kamu...” Tetapi hal seperti ini jarang sekali. Jangan kurangi kesempatan bersama dengan anak Anda karena Anda membuat banyak peraturan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika anak Anda meninggalkan bau ganja atau rokok, semprot bajunya dengan pewangi dan ganti seprei dan sarung bantalnya ketika dia pergi, tetapi biarkan dia pulang ke rumah. Jika Anda mendapati dia hamil, belikan dia vitamin, ajak dia ke pemeriksaan ultrasound sewaktu bayi yang dikandungnya berumur 20 minggu, jangan biarkan dia pergi ke klinik aborsi, dan selalu biarkan dia pulang ke rumah. Jika anak Anda tidak punya uang karena dia menghabiskan uang yang Anda pinjamkan untuk pelacuran dan minuman keras yang mahal, ampunilah kesalahannya seperti Anda juga sudah diampuni. Jangan lagi beri dia uang, tetapi biarkan dia pulang ke rumah. Jika anak Anda sudah tidak pulang seminggu lebih karena dia tinggal di rumah pacarnya, mintalah supaya dia jangan pergi lagi dan kembali ke rumah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''6. Lebih banyak meminta daripada memarahi mereka. ''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetap lemah lembut walaupun Anda merasa kecewa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perhatian utama Anda adalah bahwa anak Anda sedang menghancurkan dirinya sendiri, bukan karena dia melanggar peraturan. Perlakukan dia sedemikian rupa sehingga hal ini terlihat jelas. Dia mungkin tahu – terutama jika dia dibesarkan sebagai orang Kristen – bahwa apa yang dia lakukan itu salah. Dan dia pasti tahu bahwa Anda juga menganggap apa yang dia lakukan itu salah. Jadi tidak perlu lagi Anda menjelaskan padanya. Dia perlu melihat bagaimana reaksi Anda terhadap perbuatannya yang salah itu. Kesabaran dan adanya pengharapan dalam kesedihan Anda akan menunjukkan padanya bahwa Anda benar-benar percaya pada Yesus. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara hatinya akan menghukum dirinya sendiri. Orang tua harus bertindak dengan kasih sayang tetapi tegas, dan selalu berharap bahwa anak Anda akan bertobat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''7. Kenalkan mereka kepada orang percaya yang bisa lebih dekat dengan dia. ''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada dua macam akses yang Anda mungkin tidak miliki&amp;amp;nbsp;: lokasi dan relasi. Jika anak Anda tinggal di tempat yang jauh, cari orang percaya yang sungguh-sungguh di daerah itu dan mintalah dia untuk menghubungi anak Anda. Hal ini mungkin bagi anak Anda akan terasa memalukan, konyol, atau mau cari tahu urusannya, tetapi hal ini berguna – terutama jika orang percaya yang Anda temukan itu dapat berhubungan secara emosional dengan dia, dengan cara yang Anda sendiri tidak bisa lakukan. Relasi atau hubungan pribadi yang menjauh juga bisa menjadi efek samping yang timbul ketika anak Anda meninggalkan kepercayaannya, hubungan Anda dengannya akan menjadi tegang. Itu sebabnya, hubungan ini harus dipelihara sebisa mungkin. Tetapi teguran yang keras tetap perlu diberikan. Di sinilah perlunya ada orang percaya lain yang bisa memiliki hubungan emosional dengan anak Anda. Jika ada orang percaya yang dipercayai dan bahkan disukai oleh anak Anda, maka orang percaya itu mempunyai pijakan untuk menasihati anak Anda – di mana anak Anda mau memperhatikannya – bahwa dia sedang bertingkah bodoh. Hal ini mungkin kedengarannya terlalu keras, tetapi ini adalah berita kejutan yang kita semua perlukan dari waktu ke waktu, dan biasanya hanya orang-orang yang kita percayailah yang bisa menegur dengan keras, tetapi sekaligus bisa juga menjadi sesuatu yang berharga bagi kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak anak yang sesat bisa menerima teguran bahwa dia bertindak bodoh – dan orang tua jarang bisa mengatakan hal ini langsung kepada anaknya. Jadi cobalah agar ada orang Kristen lain dalam kehidupan anak Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''8. Hargai teman-teman mereka. ''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hargai anak Anda yang sesat seperti Anda menghargai orang-orang tidak percaya lainnya. Mereka mungkin akan berteman dengan orang-orang yang Anda tidak mau untuk mengajak bicara dan bahkan enggan untuk melihatnya, tetapi mereka adalah teman anak Anda. Hargai itu – bahkan jika hubungan tersebut berdasarkan dosa. Benar bahwa mereka itu tidak baik untuk anak Anda. Tetapi anak Anda juga tidak memberikan pengaruh baik bagi mereka. Tidak ada gunanya jika Anda dengan keras menunjukkan bahwa Anda tidak suka pada teman-temannya. Ketika anak Anda datang di perayaan ulang tahun dalam keluarga dengan pacarnya – yang belum pernah Anda lihat sebelumnya dan mungkin tidak akan pernah Anda lihat lagi – jadilah tuan rumah yang baik. Dia juga anak yang sesat dari keluarga lain dan dia juga perlu Yesus. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''9. Kirim email.''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Puji Tuhan untuk teknologi yang memungkinkan Anda bisa berada dalam kehidupan anak Anda dengan begitu mudahnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Anda membaca sesuatu di dalam Alkitab yang mendorong dan membantu Anda untuk lebih mengasihi Yesus, tuliskanlah dalam beberapa kalimat dan kirimkan pada anak Anda. Teguran terbaik bagi mereka adalah contoh positif tentang sukacita Kristus di dalam hidup Anda. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan terlalu bingung sewaktu Anda menuliskan kalimat-kalimat tersebut sepertinya setiap email Anda harus benar-benar punya kuasa. Kirim saja satu demi satu secara terus-menerus, dan biarkan efek kumulatif dari kepuasan Anda dalam Tuhan bertimbun di kotak masuk (inbox) anak Anda. Firman Tuhan tidak pernah diberitakan dengan sia-sia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''10. Ajak mereka untuk makan siang bersama.''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika memungkinkan, jangan biarkan interaksi Anda dengan anak Anda hanya melalui pesan elektronik. Tetap bertemu mukalah dengannya. Anda mungkin berpikir bahwa pertemuan ini akan tidak menyenangkan, tetapi percayalah pada saya bahwa anak Anda lebih merasa tidak enak, bahkan ditambah lagi dengan perasaan bersalah. Jadi jika dia bersedia untuk makan siang dengan Anda, puji Tuhan, dan pakailah kesempatan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun terasa agak munafik berbicara tentang kegiatannya sehari-hari, karena yang penting bagi Anda adalah tentang kehidupan kekalnya, tetapi cobalah berbicara juga tentang kehidupannya sehari-hari. Dia juga perlu tahu bahwa Anda peduli padanya. Lalu sebelum makan siang berakhir, berdoalah supaya Tuhan memberi Anda keberanian untuk bertanya tentang jiwanya. Anda tidak akan tahu apa responsnya. Apakah dia akan menggulirkan bola matanya sepertinya Anda adalah seorang idiot? Apakah dia akan marah dan pergi meninggalkan Anda? Atau apakah Tuhan bekerja dalam dirinya sejak Anda terakhir berbicara dengan dia? Anda tidak akan tahu sampai Anda memberanikan diri untuk bertanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Catatan untuk orang tua yang memiliki anak yang lebih kecil: Sediakan waktu yang teratur untuk pergi makan bersama anak Anda. Ini bukan cuma suatu kebiasaan yang baik dilakukan, tetapi jika anak Anda memasuki masa di mana mereka memberontak, Anda sudah akan terbiasa untuk bertemu dengan mereka dan tidak merasa asing lagi untuk mengajak mereka makan siang bersama. Jika anak Anda sudah terbiasa makan siang bersama ayahnya pada hari Sabtu sejak dia masih kecil, akan lebih sulit baginya untuk menolak ajakan ayahnya di kemudian hari – bahkan ketika dia sudah berumur sembilan belas tahun.) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''11. Usahakan untuk menyukai apa yang mereka ingin lakukan dalam hidupnya.''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika anak Anda dengan sengaja menolak Kristus, maka kemungkinan besar cara dia menjalankan hidupnya juga akan membuat Anda kecewa. Walaupun demikian, coba temukan sesuatu yang berharga dalam minatnya, dan kalau bisa, berikan semangat padanya. Dulu Anda menghadiri pertunjukan di sekolahnya dan pertandingan sepakbola yang dimainkannya ketika dia berumur sepuluh; kini apa yang bisa Anda lakukan ketika dia berumur dua puluh untuk tetap menunjukkan bahwa Anda peduli pada minatnya? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yesus pernah bersama-sama dengan pemungut cukai dan pelacur walaupun Yesus tidak punya hubungan dengan mereka. Teladani Kristus dengan menjadi orang tua yang bisa bertoleransi untuk datang ke pertunjukan konser peluncuran CD anak Anda di kelab malam walaupun Anda harus membawa penyumbat telinga. Beri semangat padanya dan jangan berhenti untuk mendoakannya supaya dia mulai memakai bakatnya untuk kemuliaan Yesus dan bukannya untuk dirinya sendiri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''12. Arahkan mereka pada Kristus.''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini harus benar-benar ditekankan. Inilah masalah utamanya. Tidak ada strategi untuk menjangkau anak lelaki atau perempuan Anda yang bisa mempunyai efek yang kekal jika tujuan dasarnya bukan untuk menolong mereka mengenal Yesus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yesus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuan dari semua ini bukannya supaya mereka akan menjadi anak yang baik lagi, bukan supaya mereka mau menggunting rambut dan mandi lagi; bukan supaya mereka mau menyukai musik klasik dan meninggalkan musik cadas. Bukan supaya Anda tidak lagi merasa malu pada waktu pemahaman Alkitab setiap minggu; bukan agar mereka mencoblos partai konservatif lagi pada pemilu yang akan datang; bahkan bukan juga supaya Anda bisa tidur di malam hari karena Anda tahu bahwa mereka tidak akan pergi ke neraka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu-satunya alasan Anda untuk mendokan mereka, menyambut mereka pulang ke rumah, meminta dengan sangat pada mereka, mengirim email pada mereka, makan dengan mereka, atau peduli dengan minat mereka adalah supaya mata mereka terbuka pada Kristus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan bukan saja Dia adalah satu-satunya tujuan tetapi Dia juga satu-satunya harapan. Ketika mereka memandang keajaiban Yesus, kepuasannya akan diperbaharui. Dia akan menjadi pengganti bagi kebergantungannya pada uang, pemujaan pada manusia, kepuasan dari narkoba dan seks yang saat ini mereka tukarkan dengan kekekalan. Hanya anugerah-Nya yang dapat menarik mereka dari keinginan mereka yang berbahaya dan mengikat mereka dengan aman kepada Dia – ditangkap tetapi merasa puas. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia akan melakukan hal ini untuk banyak orang. Setialah dan jangan putus asa.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kathyyee</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Bagaimana_Menjadi_Kuat_dalam_Tuhan</id>
		<title>Bagaimana Menjadi Kuat dalam Tuhan</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Bagaimana_Menjadi_Kuat_dalam_Tuhan"/>
				<updated>2019-10-15T15:08:41Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Kathyyee: Melindungi &amp;quot;Bagaimana Menjadi Kuat dalam Tuhan&amp;quot; ([edit=sysop] (selamanya) [move=sysop] (selamanya))&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Info|How to Be Strong in the Lord}} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bagaimana Menjadi Kuat dalam Tuhan  ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. “'''''Sukacita''' Tuhan adalah kekuatanmu''” (Nehemia 8:10). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidakkah baik menjadi milik Allah yang menjadikan kegembiraan sebagai jalan menuju kekuatan? Setan adalah ilah yang sangat muram. Tetapi Yesus berkata, “Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya, upahmu besar di sorga” (Lukas 6:23). Setan tidak tahan terhadap nyanyian pujian orang-orang kudus. (Mengetahui hal ini, dia membuat &amp;quot;komedi musik&amp;quot; pengganti yang bukan merupakan pujian hati orang-orang yang bahagia, melainkan gerutuan dan erangan dan jeritan orang-orang yang tidak memiliki damai sejahtera.) Saya telah melihat Setan kehilangan arah karena nyanyian pujian orang-orang Kristen yang berpengharapan. Dan saya tahu, bahwa dalam kehidupan saya sendiri, menemukan langkah untuk menyelesaikan perlombaan berarti menemukan kembali sukacita dari Tuhan, lagi dan lagi. Sukacita adalah kekuatan yang dahsyat.&amp;amp;nbsp;&amp;lt;br&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;br&amp;gt;2. “''Kita bermegah akan '''pengharapan''' menerima kemuliaan Allah''” (Roma 5:2). &amp;lt;br&amp;gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada sukacita yang datang dari apa yang kita miliki sekarang—pengampunan atas dosa, persekutuan dengan Allah, kehidupan yang penuh tujuan, penyembahan, persekutuan, terbitnya matahari, tenggelamnya matahari, teman-teman dan keluarga yang berarti. Tetapi kenyataan yang sederhana dan menyakitkan adalah “manusia lahiriah kami semakin merosot” (2 Korintus 4:16); “Dalam segala hal kami ditindas... habis akal... dianiaya... dihempaskan&amp;quot; (2 Korintus 4:8-9); dan kita yang memiliki roh “juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita” (Roma 8:23). Oleh karena itu, jika kita ingin memiliki sukacita yang tak tergoyahkan dalam hidup ini, sukacita itu haruslah berada “dalam pengharapan”. “Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya? Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun”---dan dengan sukacita (Roma 8:24-25). Karena itu ”Bersukacitalah dalam pengharapan!” (Roma 12:12).&amp;amp;nbsp;&amp;lt;br&amp;gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. “''Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu... Dan kota itu tidak memerlukan matahari dan bulan untuk menyinarinya, sebab kemuliaan Allah meneranginya dan Anak Domba itu adalah lampunya.''” (Wahyu 21:4, 23). &amp;lt;br&amp;gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inilah pengharapan kita. Suatu hari, kemuliaan Allah akan tampil dalam penciptaan baru dan menghapus segala kejahatan, segala rasa sakit dan semua kesedihan dan semua ketakutan dan semua rasa bersalah. Semua ketaatan dan kesetiaan akan dipulihkan dan diberi upah. Segala penyangkalan diri dan penderitaan dalam iman akan diganti dan dibayar 100 kali lipat.&amp;amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?” (Roma 8:32). Semua yang dimiliki Allah akan menjadi warisan bagi anak-anak-Nya, untuk menjadi kesenangan mereka yang abadi.&amp;amp;nbsp;&amp;lt;br&amp;gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. “''Aku pun tidak berhenti mengucap syukur... supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus''” (Efesus 1:16-18). &amp;lt;br&amp;gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tantangan terbesar bagi kita sekarang adalah untuk mengenal kemuliaan pengharapan kita. Untuk melihatnya dengan mata hati dan bukan hanya berpikir tentang hal itu dengan pemikiran kita saja. Ini adalah pertempuran spiritual yang dahsyat. Allah mengatakan bahwa &amp;quot;dengan melihat kita tidak akan melihat dan dengan mendengar kita tidak akan mendengar.” Marilah kita berdoa dengan segenap hati kita bahwa Allah yang berkata “Jadilah terang” akan bersinar dalam hati kita “supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang ''kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus” (2 Korintus 4:6)'' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Ringkasan''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdoalah untuk matamu &amp;amp;gt; lihatlah kemuliaan Allah &amp;amp;gt; berpengharapanlah dalam kemuliaan itu &amp;amp;gt; bersukacitalah dalam pengharapan &amp;amp;gt; kuatlah dalam sukacita.&amp;amp;nbsp;&amp;lt;br&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;br&amp;gt;Dalam uluran tangan karena Allah besertamu, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pastor John&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kathyyee</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Bagaimana_Seharusnya_Kelajangan_Berbeda_Bagi_Orang-Orang_Kristen%3F</id>
		<title>Bagaimana Seharusnya Kelajangan Berbeda Bagi Orang-Orang Kristen?</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Bagaimana_Seharusnya_Kelajangan_Berbeda_Bagi_Orang-Orang_Kristen%3F"/>
				<updated>2019-10-09T19:12:19Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Kathyyee: Melindungi &amp;quot;Bagaimana Seharusnya Kelajangan Berbeda Bagi Orang-Orang Kristen?&amp;quot; ([edit=sysop] (selamanya) [move=sysop] (selamanya))&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|How should singleness be different for Christians?}} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Bagaimana seharusnya status lajang berbeda bagi orang-orang Kristen?''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya rasa banyak status lajang yang kita lihat sekarang ini tidak bertujuan untuk meningkatkan pengabdian kepada Tuhan. Itulah yang seharusnya terjadi menurut Paulus. Ia mengatakan bahwa masalah dalam pernikahan pada situasi-situasi krisis seperti yang ia sendiri alami adalah bahwa pernikahan itu dapat mengalihkan perhatian seseorang dari pengabdian yang sepenuhnya kepada Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika saya melihat kepada berbagai jenis status lajang yang kita lihat sekarang, hal itu merupakan hal terakhir yang ada di benak kaum lajang. &amp;quot;Saya membebaskan diri dari kesulitan dalam pernikahan agar ada fokus yang lebih radikal pada Kristus dan pengabdian kepada Kristus&amp;quot; - jelas bukan ini pemikiran yang mendikte perubahan statistik dalam masyarakat kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan, bahkan mungkin hampir sebaliknya. Banyak orang takut terhadap komitmen dan hubungan, dan banyak orang yang ingin sekali mengepakkan sayap mereka sendiri dan melakukan keinginan mereka sendiri. Dan barangkali kemudian, jika mereka telah menjalani dunia dan melakukan banyak hal yang memuaskan diri, maka mungkin mereka akan mengikatkan diri dengan seseorang... mungkin. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi ada banyak kebebasan dan banyak keinginan untuk memuaskan hasrat mereka sendiri, yang tidak ada hubungannya dengan apa yang dimaksudkan oleh Paulus, yaitu, meningkatnya pengabdian kepada Tuhan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Bagaimana Anda akan menantang seorang Kristen yang memiliki nafsu egois seperti ini?''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut saya hidup melajang merupakan sebuah karunia selama Anda menikmatinya. Bagi sebagian orang Allah bermaksud agar mereka memiliki karunia itu seumur hidup, dan bagi sebagian orang yang lain hanya untuk suatu masa tertentu saja. Tetapi sementara Anda menikmatinya, lihatlah firman Tuhan untuk mengetahui bagaimana Anda bisa memaksimalkan kebebasan hidup melajang itu bagi kemuliaan Kristus, karena ada keuntungan-keuntungan dari hidup menikah, dan ada keuntungan-keuntungan dari hidup melajang ketika berbicara tentang melayani Yesus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan saya ingin mendorong para lajang Kristen untuk bertanya, &amp;quot;Untuk masa ini dalam hidup saya, yaitu saat saya lajang, apa yang bisa diambil dari status lajang saya ini yang dapat membuat saya berbuah bagi Kristus?&amp;quot; Dan kemudian saya akan mendorong mereka untuk memberi diri mereka untuk hal itu.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kathyyee</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Saran_bagi_Orangtua_Para_Remaja</id>
		<title>Saran bagi Orangtua Para Remaja</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Saran_bagi_Orangtua_Para_Remaja"/>
				<updated>2019-10-09T19:11:07Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Kathyyee: Melindungi &amp;quot;Saran bagi Orangtua Para Remaja&amp;quot; ([edit=sysop] (selamanya) [move=sysop] (selamanya))&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|Advice for Parents of Teenagers}}Nasihat saya, dengarkanlah anak-anak Anda. Perlakukan mereka secara manusiawi, karena mereka memang manusia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.” Bagaimana Anda menginginkan orangtua Anda memperlakukan Anda saat masih seusia anak-anak Anda? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hargai mereka dan dengarkanlah mereka. Dengan demikian, Anda akan memiliki landasan untuk membimbing anak-anak remaja Anda. Ini tanggung jawab yang besar sebagai orangtua—membimbing anak-anak Anda serta mencurahkan diri Anda ke dalam diri mereka. Bagian dari tanggung jawab ini adalah bertanya kepada mereka dan mendorong mereka bertanya kepada Anda (serta tidak terkejut mendengar sebagian pertanyaan mereka!). Jika Anda terkejut pun, jangan menunjukkannya—karena bagaimanapun, pertanyaan-pertanyaan yang mereka ajukan berasal dari hati dan kehidupan mereka sendiri. Anda tentu tidak mau menghambat mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ajarkan kepada anak-anak Anda agar tidak takut bertanya, seperti tentang kejahatan dan penderitaan. Semua orang di seluruh dunia sepanjang waktu bertanya tentang masalah-masalah ini. Jangan menunggu sampai anak-anak Anda masuk SMA sekuler atau universitas untuk mendengar pertanyaan-pertanyaan sulit ini. Angkatlah pokok percakapan ini. Katakan, “Ayo kita membicarakan kenyataan bahwa kejahatan dan penderitaan ada di mana-mana. Mengapa menurut kalian Tuhan mengizinkan semua itu? Tuhan bisa mencegahnya terjadi, bukan? Dia Maha Kuasa. Mengapa Dia membiarkan semua itu terjadi? Mengapa Dia menyebabkan sebagian masalah ini hadir dalam hidup orang-orang?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah merasakan dibesarkan di tengah keluarga non-Kristen, saya merasa yakin bahwa pandangan hidup Kristiani memiliki kuasa yang lebih kuat untuk menjelaskan daripada pandangan hidup lain. (Bagaimanapun juga, semua orang memiliki pandangan hidup). Jadi doronglah anak-anak Anda untuk memahami pandangan hidup Kristiani ini agar bukan pandangan hidup Anda sendiri yang mereka terima secara otomatis, sampai suatu hari nanti mereka menantang dan menolaknya karena tidak memiliki dasar untuk pandangan hidup mereka sendiri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebaliknya, bantu mereka menilik kuasa penjelasan pandangan hidup Kristiani dan firman Tuhan. Isinya sungguh-sungguh masuk akal. Jangan meremehkan pertanyaan mereka. Doronglah mereka bertanya dan bacalah buku-buku bagus. Berikan pandangan yang bernilai untuk membantu mereka memahami iman Kristen dan mudah-mudahan mempertahankan serta mengembangkannya menjadi pandangan hidup pribadi mereka sendiri.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kathyyee</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/%22Itu_Bukan_Urusanmu._Tetapi_Engkau:_Ikutlah_Aku%22</id>
		<title>&quot;Itu Bukan Urusanmu. Tetapi Engkau: Ikutlah Aku&quot;</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/%22Itu_Bukan_Urusanmu._Tetapi_Engkau:_Ikutlah_Aku%22"/>
				<updated>2019-10-09T19:09:12Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Kathyyee: Melindungi &amp;quot;&amp;quot;Itu Bukan Urusanmu. Tetapi Engkau: Ikutlah Aku&amp;quot;&amp;quot; ([edit=sysop] (selamanya) [move=sysop] (selamanya))&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{ info |What Is That to You? You Follow Me!}}''Dibebaskan dari Membanding-bandingkan dengan Kalimat yang Blak-blakan''&amp;lt;br&amp;gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Yohanes 21:18-22''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kebangkitan-Nya dari antara orang mati, Yesus bertanya kepada Petrus tiga kali apakah ia mengasihi-Nya. Petrus menjawab ''ya'' tiga kali. Kemudian Yesus memberi tahu Petrus bagaimana ia akan mati—jelas dengan penyaliban. Petrus ingin tahu bagaimana dengan Yohanes. Jadi ia bertanya kepada Yesus, &amp;quot;apakah yang akan terjadi dengan dia ini?&amp;quot; Yesus mengacuhkan pertanyaan tersebut dan berkata, &amp;quot;itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku.&amp;quot; Ini percakapannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:''&amp;quot;Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki.&amp;quot; Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: &amp;quot;Ikutlah Aku.&amp;quot; Ketika Petrus berpaling, ia melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata: &amp;quot;Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?&amp;quot; Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: &amp;quot;Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?&amp;quot; Jawab Yesus: &amp;quot;Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku.&amp;quot;'' (Yohanes 21:18-22)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat Yesus yang blak-blakan—&amp;quot;Bukan urusanmu. Ikutlah Aku&amp;quot;—manis di telinga saya. Kalimat tersebut membebaskan dari perbuatan membanding-bandingkan yang menyedihkan dan fatal. Kadang-kadang ketika saya melihat iklan-iklan di ''Christianity Today'' (yang ribuan jumlahnya), saya putus asa. Tidak seperti dua puluh lima tahun yang lalu. Tetapi tetap saja saya merasa tawaran-tawaran pelayanan yang bertubi-tubi ini menekan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku demi buku, konferensi demi konferensi, DVD demi DVD memberikan cara meraih kesuksesan dalam pelayanan. Dan semuanya dengan diam-diam menyampaikan pesan bahwa saya tidak mencapainya. Ibadah bisa lebih baik. Khotbah bisa lebih baik. Penginjilan bisa lebih baik. Penggembalaan bisa lebih baik. Pelayanan pemuda bisa lebih baik. Misi bisa lebih baik. Dan inilah cara yang bisa membuat berhasil. Belilah ini. Kemarilah. Ke sanalah. Lakukanlah dengan cara ini. Dan hal yang menambahi beban adalah beberapa buku dan konferensi itu adalah ''buatan saya''! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi saya disegarkan oleh kalimat Yesus yang blak-blakan kepada saya (dan Anda): &amp;quot;Itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku.&amp;quot; Petrus baru mendengar kalimat yang sangat keras. Engkau akan mati—secara menyakitkan. Pikiran pertamanya adalah membandingkan. Bagaimana dengan Yohanes? Jika aku harus menderita, akankah dia harus menderita? Jika pelayananku berakhir demikian, akankah pelayanannya berakhir seperti itu juga? Jika hidup pelayananku lama tetapi tidak berbuah, apakah ia akan berbuah? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitulah kita orang-orang berdosa. Membandingkan. Membandingkan. Membandingkan. Kita ingin tahu bagaimana posisi kita dalam perbandingan dengan orang lain. Ada perasaan hebat jika kita dapat menemukan seseorang yang kurang efektif dibandingkan kita. Aduh. Sampai hari ini, saya masih ingat catatan kecil yang ditempelkan oleh Asisten Residen saya di Elliot Hall ketika saya menduduki tahun senior di Wheaton: &amp;quot;Mengasihi adalah berhenti membandingkan.&amp;quot; Itu bukan urusanmu, Piper. Ikutlah Aku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Apa urusanmu kalau David Wells punya pengertian yang komprehensif akan efek posmodernisme yang merambah? Ikutlah Aku. &lt;br /&gt;
*Apa urusanmu kalau Voddie Baucham mengabarkan Injil dengan begitu berkuasa ''tanpa catatan''? Ikutlah Aku. &lt;br /&gt;
*Apa urusanmu kalau Tim Keller melihat koneksi Injil dengan kehidupan profesional begitu jelas? Ikutlah Aku. &lt;br /&gt;
*Apa urusanmu kalau Mark Driscoll bisa memanfaatkan bahasa dan kebodohan budaya pop dengan begitu piawai? Ikutlah Aku. &lt;br /&gt;
*Apa urusanmu kalau Don Carson membaca lima ratus buku setahun dan menggabungkan wawasan pastoral dengan kedalaman dan penguasaan seorang sarjana? Ikutlah aku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata itu mendarat pada saya dengan sukacita yang besar. Yesus tidak akan menghakimi saya menurut superioritas atau inferioritas saya terhadap siapa pun. Tidak satu pun pengkhotbah. Tidak satu pun gereja. Tidak satu pun pelayanan. Ini semua bukan standar. Yesus punya pekerjaan yang harus ''saya'' kerjakan (dan pekerjaan yang lain untuk Anda). Ini bukan apa yang diberikan-Nya kepada orang lain untuk dikerjakan. Ada kasih karunia untuk melakukannya. Akankah saya percaya kepada-Nya untuk kasih karunia itu dan mengerjakan apa yang telah diberikan-Nya kepada saya untuk saya kerjakan? Itulah pertanyaannya. O, betapa suatu kebebasan yang datang ketika Yesus blak-blakan! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya harap Anda menemukan penguatan dan kebebasan sekarang ketika Anda mendengar Yesus berkata kepada semua perbandingan yang tak henti-henti menerpa Anda: &amp;quot;Itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Belajar berjalan dalam kebebasan bersama Anda, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendeta John&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kathyyee</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Jangan_Menyerah</id>
		<title>Jangan Menyerah</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Jangan_Menyerah"/>
				<updated>2019-10-09T19:07:24Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Kathyyee: Melindungi &amp;quot;Jangan Menyerah&amp;quot; ([edit=sysop] (selamanya) [move=sysop] (selamanya))&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|Don’t Give Up}}&amp;quot;Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus&amp;quot; ('''Wahyu 14:12''') &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita selalu merindukan perhentian dan penyegaran kembali. Itulah kerinduan yang berasal dari Tuhan yang dijanjikan-Nya untuk digenapi-Nya: &amp;quot;Sebab Aku akan membuat segar orang yang lelah, dan setiap orang yang merana akan Kubuat puas&amp;quot; ('''Yeremia 31:25'''). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dengan cara yang sangat nyata Yesus memberikan perhentian bagi &amp;quot;semua yang letih lesu dan berbeban berat&amp;quot; dan mengundang kita untuk datang kepada-Nya. ('''Matius 11:28'''). Namun pada masa sekarang, perhentian yang dimaksud bukanlah perhentian sepenuhnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di masa sekarang ini, Yesus menganugerahkan kepada kita perhentian yang sesuai dengan maksud Injil, yaitu berhenti berusaha menebus dosa kita sendiri karena hal itu mustahil ('''2 Korintus 5:21''': &amp;quot;Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.&amp;quot;). Tetapi dalam proses berpegang pada Injil kita pun terseret dalam sebuah peperangan, yaitu peperangan untuk tetap percaya akan Injil dan peperangan untuk menyebarkannya kepada orang lain. Sekarang ini kita berjuang agar di masa yang akan datang kita bisa &amp;quot;masuk ke dalam perhentian [sepenuhnya] itu&amp;quot; ('''Ibrani 4:11'''). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peperangan itu sangat menguras tenaga — terlebih lagi perang yang berkepanjangan. Itu sebabnya Anda sering merasa lelah. Kebanyakan pejuang yang sudah mengenal ganasnya medan perang ingin keluar dari sana. Itu sebabnya Anda selalu merasa ingin melarikan diri atau menyerahkan diri. Karena itu juga, ada kalanya saudara tergoda untuk menyerah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi jangan menyerah. Jangan, tapi &amp;quot;kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu!&amp;quot; ('''2 Tawarikh 15:7'''). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan menyerah saat ada dosa yang setelah sekian lama masih bersembunyi di balik pintu, dan siap menerkammu lagi dengan godaan. &lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
''Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. ('''1 Korintus 10:13''').''&lt;br /&gt;
&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
Jangan menyerah saat saudara merasakan keletihan akibat peperangan yang berkepanjangan dan kelemahan yang tak kunjung berhenti. &lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;''&amp;quot;Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.&amp;quot; Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. ('''2 Korintus 12:8-9''').''&lt;br /&gt;
&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
Jangan menyerah saat doa-doamu yang tiada henti belum juga dijawab. &lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
''Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka [tentang seorang janda yang gigih dan hakim yang tak benar] untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu ('''Lukas 18:1''').''&lt;br /&gt;
&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
Jangan menyerah saat panah api keragu-raguan dari iblis menancap dan membuat saudara terhuyung-huyung. &lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
''Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu... dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat ('''Efesus 6:13, 16''')''&lt;br /&gt;
&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
Jangan menyerah saat Anda merasa hancur berkeping-keping akibat tekanan bertubi-tubi yang sepertinya tak kenal ampun. &lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
''Sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu: dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran, dalam menanggung dera, dalam penjara dan kerusuhan, dalam berjerih payah, dalam berjaga-jaga dan berpuasa . . . ('''2 Korintus 6:4-5''').''&lt;br /&gt;
&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
Jangan menyerah saat ladang yang disediakan Tuhan untuk Anda garap tanahnya keras dan sepertinya tak mungkin bisa mengalami panen: &lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
''Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. ('''Galatia 6:9''')''&lt;br /&gt;
&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
Jangan menyerah saat Anda bekerja keras mengusahakan hal-hal yang hasilnya terlihat tak jelas sampai-sampai Anda ragu untuk terus mengerjakannya. &lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
''&amp;quot;Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.&amp;quot; ('''Matius 6:4''')''&lt;br /&gt;
&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
Jangan menyerah saat reputasimu rusak karena imanmu pada Yesus. &lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
''&amp;quot;Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.&amp;quot; ('''Matius 5:11''').''&lt;br /&gt;
&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
Jangan menyerah saat menantikan Tuhan yang sepertinya tak kunjung datang. &lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
''Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah. ('''Yesaya 40:30-31''')''&lt;br /&gt;
&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
Jangan menyerah saat Anda gagal melawan dosa. Jangan mau tinggal dalam kubangan dosa. Bertobatlah (lagi), jangan meratapi diri sendiri tetapi kembalilah kepada Yesus, bangkit dan kembalilah berjuang. &lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
''Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. ('''1 Yohanes 1:9'''); jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya ('''2 Timotius 2:13''').''&lt;br /&gt;
&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
Yesus tahu segala usahamu ('''Wahyu 2:2''') dan Ia mengerti pergumulanmu ('''Ibrani 12:3'''). &amp;quot;Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar...&amp;quot; ('''1 Timotius 6:12'''). Selesaikan pertandingan ('''2 Timotius 4:7'''). &amp;quot;Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu.&amp;quot; ('''Lukas 21:19'''). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan Menyerah.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kathyyee</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Apa_Artinya_Memiliki_Hubungan_dengan_Allah%3F</id>
		<title>Apa Artinya Memiliki Hubungan dengan Allah?</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Apa_Artinya_Memiliki_Hubungan_dengan_Allah%3F"/>
				<updated>2019-10-09T19:05:09Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Kathyyee: Melindungi &amp;quot;Apa Artinya Memiliki Hubungan dengan Allah?&amp;quot; ([edit=sysop] (selamanya) [move=sysop] (selamanya))&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Info|What does it mean to have a relationship with God?}} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Apa Artinya Memiliki Hubungan dengan Allah?''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua orang percaya menjadikan jawaban atas pertanyaan ini sebagai prioritas utama untuk bertumbuh! Mereka akan bersama-sama dengan yang lain, dalam sejarah gereja, berjalan sangat mendalam dalam hubungan mereka dengan Allah! Saya sebutkan salah satu contohnya, John Owen. Dia telah menulis sebuah buku berjudul ''Persekutuan dengan Allah'', yang merupakan gaya lama untuk menyatakan &amp;quot;hubungan dengan Allah&amp;quot;. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang dimaksud dengan berhubungan dengan Allah adalah kita menerima komunikasi dari Allah tentang diri-Nya sendiri baik melalui firman-Nya maupun melalui sejarah. Dia datang kepada kita dalam Yesus Kristus, melalui pengajaran-Nya, melalui penyaliban-Nya, melalui para rasul-Nya, melalui firman-Nya, dan Dia berbicara kepada kita. Dan pengajaran-Nya menjadi sangat penting bagi kita oleh karena kehadiran Roh Kudus yang tinggal di dalam kita. Ini barulah setengah hubungan. Dialah yang mengambil inisiatif. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita menerima komunikasi-Nya, dan oleh Roh, telah dibuat hidup untuk Mereka. Kita melihat Mereka datang --- komunikasiNya tentang diri-Nya, karakter-Nya, dan pekerjaan-Nya bagi kita --- dan kita dibangunkan untuk Mereka. Kita diciptakan untuk mengagumi Mereka, untuk menyenangkan Mereka, dan menjadi berbahagia, penuh pengharapan, dan tergerak. Kemudian kita kembali kepada Dia -- juga melalu firman, oleh Roh, dan melalui nama Yesus Kristus ---- doa, tindakan syukur, terus berjuang untuk memperjuangkan iman, dan bertindak dalam ketaatan. Hasilnya adalah hidup kita akan mengarah kepada Allah, sedangkan hidup-Nya mengarah kepada kita manusia. Itulah hubungan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hubungan dengan Allah terjadi, yang paling fundamental, oleh Roh melalui firman. Jangan coba-coba lari dari Alkitab untuk menemukan hubungan dengan Allah di dalam hutan-hutan atau dalam semacam pertemuan estetika dengan alam atau dengan sebuah seni yang agung. Itu semua hanya tambahan. Benar, langit menceritakan kemuliaan Allah (Mazmur 19:1). Allah menggunakan seni agung dan puisi indah untuk membangun kita. Tetapi, jika kita tidak berpusat pada Alkitab di mana Dia berbicara dengan penuh otoritas dan jelas, maka hubungan kita akan terganggu oleh kesalahan dan dosa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, biarkan Alkitab menjadi tempat di mana Allah bertemu dengan anda dan berbicara dengan Anda, dan biarkan Alkitab menjadi tempat Anda berbicara kembali kepada-Nya. Hubungan ada dalam persekutuan seperti ini: Dia kepada kita, dan kita kepada Dia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan ini terjadi sepanjang hari. Kita mengingatkan diri kita sendiri ketika kita putus asa, &amp;quot;Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu&amp;quot; (Yesaya 41:10). Anda ingat firman ini dan serukan dalam pikiran, karena firman ini adalah janji di dalam Alkitab. Kemudian Anda katakan, &amp;quot;Terima kasih, Tuhan. Aku akan mengambil langkah ketaatan berikut ini.&amp;quot; Dan pada saat itu hubungan dirasakan dan persekutuan dialami. Itulah cara Anda berjalan dari waktu ke waktu bersama Allah di sepanjang hidup ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kathyyee</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Tuhan_berkata_%27Tidak%27_untuk_Kebahagiaan_Anda</id>
		<title>Tuhan berkata 'Tidak' untuk Kebahagiaan Anda</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Tuhan_berkata_%27Tidak%27_untuk_Kebahagiaan_Anda"/>
				<updated>2019-08-28T02:05:42Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Kathyyee: ←Membuat halaman berisi '{{info|God Says “No” for Your Joy}}Ketika Tuhan memberikan batasan atau larangan kepada kita, itu adalah untuk kebahagiaan kita. Dia tidak pernah berkata 'tidak' kepa...'&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|God Says “No” for Your Joy}}Ketika Tuhan memberikan batasan atau larangan kepada kita, itu adalah untuk kebahagiaan kita. Dia tidak pernah berkata 'tidak' kepada kita kecuali kata 'tidak' akan membuat kita lebih bahagia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di taman Eden, sebelum kejatuhan yang mengerikan, satu-satunya larangan yang diberikan Tuhan kepada Adam adalah ini:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;&amp;quot;Semua pohon dalam taman  ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat  itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.” (Kej. 2:16-17)&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adam, kamu punya kebebasan penuh untuk makan dari setiap pohon yang ada di seluruh taman kecuali buah dari pohon yang akan menghancurkan kebahagiaanmu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Larangan yang Membebaskan'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Larangan ini merupakan gambaran dari kasih Tuhan yang amat dalam kepada Adam dengan mengingatkan Adam akan adanya bahaya yang mengancam. Ini sebenarnya juga kesempatan bagi Adam untuk mengekspresikan kasihnya kepada Tuhan dengan cara mempercayai dan mentaati perintahNya. Ini adalah larangan yang membebaskan. Selama Adam percaya bahwa larangan adalah gambaran dari kasih Tuhan, larangan ini akan menjaga Adam dari bahaya menjadi budak dosa (Yoh. 8:34) dan rasa takut akan kematian (Ibr. 2:15). Sebenarnya larangan ini bukanlah sesuatu yang sulit, Adam diberi kebebasan penuh untuk menikmati semua yang tersedia, namun ia harus menahan diri dari pohon yang satu itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi ia tidak melakukannya. Adam dan Hawa percaya pada tipuan yang menggiurkan dan makan buah dari pohon yang terlarang itu. Mereka telah melanggar satu-satunya hukum yang diberikan dalam kasih dan memilih untuk mengabaikan kata 'tidak' yang diberikan dalam kasih. Mereka (dan kita semua di dalamnya) telah  tersesat di dalam taman, kita telah kehilangan kemerdekaan dari dosa yang tidak dapat dibandingkan dengan apapun, kehidupan kita di dunia, dan yang terburuk dari semuanya, persekutuan kita dengan Bapa kita di surga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Gambaran Kasih Tuhan'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, kita bersyukur bahwa cerita ini belum berakhir. Adam yang terakhir telah datang, dan ia telah mentaati perintah Bapanya dengan sempurna dan membayar penuh semua hutang dosa sehingga ia, dan semua yang percaya, dapat lahir baru, hidup bebas dari dosa, hidup kekal, dan yang terbaik dari semuanya, dapat bersekutu langsung dengan Allah Tritunggal. Semua yang percaya dan mentaati Yesus akan mendapatkan lebih banyak daripada yang diambil dari Adam di Taman Eden. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap kali Tuhan memberikan larangan, dasarnya adalah kasih. Setiap perintah Tuhan yang diawali dengan 'janganlah' adalah gambaran dari kasih Tuhan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Betapa indahnya gambaran yang diberikan Tuhan bagi kita semua yang harus berkata 'tidak' dan 'jangan' kepada orang-orang yang sudah diberikan Tuhan kepada kita untuk kita layani. Orangtua, kakek nenek, saudara  yang lebih tua, pastor, pemimpin, diaken, CEO, manajer, supervisor, guru, pemimpin kelompok sel, presiden, pejabat, petugas penegak hukum, dan apapun posisi otoritas  yang kita pegang atau akan kita pegang, kita diberikan suatu tanggung jawab untuk berkata 'tidak' hanya untuk satu alasan: untuk menjaga kebaikan, untuk melindungi dan membuat rasa sukacita mereka yang kita layani bertambah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, kita diperbolehkan untuk berkata 'tidak' hanya untuk melayani mereka, dan bukan untuk memerintah di atas mereka. (Mat. 20:25-28). Kita hanya boleh memberikan larangan  untuk menjaga kebebasan mereka yang sejati; kita hanya boleh memberikan batasan untuk memperluas pilihan mereka yang akan mendatangkan kebahagiaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itulah kita harus mengevaluasi peraturan-peraturan yang telah kita tetapkan. Apakah semua kata 'tidak', 'jangan' dan 'kamu tidak boleh' adalah benar-benar pernyataan kasih? Atau larangan itu dibuat karena keegoisan kita, rasa takut, atau adanya keinginan untuk mendapatkan persetujuan dari seseorang atau adanya keinginan untuk balas dendam? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Marilah kita membuat batasan hanya karena kita mengasihi mereka yang kita layani. Marilah kita berkata 'tidak' hanya untuk kebahagiaan mereka.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kathyyee</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Apakah_kamu_menyenangi_orang_kepunyaan_Tuhan%3F</id>
		<title>Apakah kamu menyenangi orang kepunyaan Tuhan?</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Apakah_kamu_menyenangi_orang_kepunyaan_Tuhan%3F"/>
				<updated>2019-03-29T13:03:03Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Kathyyee: Melindungi &amp;quot;Apakah kamu menyenangi orang kepunyaan Tuhan?&amp;quot; ([edit=sysop] (selamanya) [move=sysop] (selamanya))&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|Do You Delight in God’s People?}}“Sebagaimana para nabi di bumi”, adalah mereka yang suci, yang saleh, yang sangat memuja Tuhan dan hidup untuk-Nya, “merekalah orang mulia yang selalu menjadi kesukaan-Ku” (Mzm 16:3) – semua kesenanganku, kebahagiaanku, di mana tidak menandakan bahwa Tuhan menyukai nabi, yang saleh, bukannya Tuhan, atau di atas Tuhan, tetapi karena Tuhan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, para pemazmur merenungkan semua jenis orang di dunia – semua orang duniawi, orang berkuasa, orang yang berpengaruh, di mana semua orang yang dapat menggaruk punggungnya – dia mengatakan bahwa ada satu jenis orang yang sangat, sangat membuatNya bangga, yakni orang yang memuja Tuhan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya berpikir jika kamu sedang duduk dan berpikir, “Aku tidak menyukai orang Kristen yang aku kenal, dan aku lebih menyukai bermain dengan teman yang tidak percaya.” Jika itu adalah kamu, saya rasa kamu harus menanyakan dua pertanyaan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''Pertama'': Apakah kamu mengenal orang Kristen? Maksud saya, orang ''Kristen''? Saya tidak mengatakan orang yang pergi ke gereja, yang saya maksud adalah orang radikal yang meletakkan hidupnya karena Yesus adalah segalanya untuk mereka. Mereka adalah pelayan dunia karena Yesus sudah masuk ke dalam hidup mereka, mengubah seluruh hidup mereka, meremukkan mereka, membebaskan mereka dari hubungan dengan dunia dan ego mereka dan kekuatan dan uang dan seks dan mereka adalah orang yang radikal. Apakah kamu mengenal seseorang? Mungkin kamu tidak mengetahui seseorang seperti mereka untuk dibenci. Itu adalah pertanyaan pertama yang harus kamu tanyakan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''Kedua'', kamu harus menanyakan ini: Mengapa kamu, sebagai orang Kristen, lebih menemukan kesenangan pada orang yang tidak menyenangi sumber kebahagiaan utamamu? Apakah maksudnya? Itu adalah dua pertanyaan yang harus kamu tanyakan.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kathyyee</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Janji_Paling_Indah_di_Dalam_Alkitab</id>
		<title>Janji Paling Indah di Dalam Alkitab</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Janji_Paling_Indah_di_Dalam_Alkitab"/>
				<updated>2019-03-29T12:55:25Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Kathyyee: Melindungi &amp;quot;Janji Paling Indah di Dalam Alkitab&amp;quot; ([edit=sysop] (selamanya) [move=sysop] (selamanya))&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|The Sweetest Promise in the Bible}}Alkitab penuh dengan janji-janji yang luar biasa, tetapi satu dari janji-janji yang paling indah itu adalah perkataan Tuhan Yesus di dalam Matius 28:20, “...Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.&amp;quot; Apakah Anda benar-benar memercayai hal itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kebahagiaan dan tawa menyapa perjalanan Anda, Tuhan Yesus turut berbahagia dengan Anda. Dan ketika kesedihan serta air mata melanda jalan Anda, Tuhan Yesus ikut bersedih dengan Anda. Dia yang “menopang semesta alam dengan firman-Nya” ada bersama dengan Anda (Ibrani 1:3).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Anda percaya kepada-Nya, Dia akan menjaga Anda dan menguatkan Anda sehingga Anda tidak akan pernah merasa sendiri.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kathyyee</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Janji_Paling_Indah_Dalam_Alkitab</id>
		<title>Janji Paling Indah Dalam Alkitab</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Janji_Paling_Indah_Dalam_Alkitab"/>
				<updated>2019-03-29T12:55:15Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Kathyyee: memindahkan Janji Paling Indah Dalam Alkitab ke Janji Paling Indah di Dalam Alkitab&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;#ALIH [[Janji Paling Indah di Dalam Alkitab]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kathyyee</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Janji_Paling_Indah_di_Dalam_Alkitab</id>
		<title>Janji Paling Indah di Dalam Alkitab</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Janji_Paling_Indah_di_Dalam_Alkitab"/>
				<updated>2019-03-29T12:55:15Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Kathyyee: memindahkan Janji Paling Indah Dalam Alkitab ke Janji Paling Indah di Dalam Alkitab&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|The Sweetest Promise in the Bible}}Alkitab penuh dengan janji-janji yang luar biasa, tetapi satu dari janji-janji yang paling indah itu adalah perkataan Tuhan Yesus di dalam Matius 28:20, “...Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.&amp;quot; Apakah Anda benar-benar memercayai hal itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kebahagiaan dan tawa menyapa perjalanan Anda, Tuhan Yesus turut berbahagia dengan Anda. Dan ketika kesedihan serta air mata melanda jalan Anda, Tuhan Yesus ikut bersedih dengan Anda. Dia yang “menopang semesta alam dengan firman-Nya” ada bersama dengan Anda (Ibrani 1:3).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Anda percaya kepada-Nya, Dia akan menjaga Anda dan menguatkan Anda sehingga Anda tidak akan pernah merasa sendiri.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kathyyee</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Janji_Paling_Indah_di_Dalam_Alkitab</id>
		<title>Janji Paling Indah di Dalam Alkitab</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Janji_Paling_Indah_di_Dalam_Alkitab"/>
				<updated>2019-03-22T15:21:53Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Kathyyee: ←Membuat halaman berisi '{{info|The Sweetest Promise in the Bible}}Alkitab penuh dengan janji-janji yang luarbiasa, tapi satu dari janji-janji yang paling indah adalah perkataan Tuhan Yesus dalam...'&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|The Sweetest Promise in the Bible}}Alkitab penuh dengan janji-janji yang luarbiasa, tapi satu dari janji-janji yang paling indah adalah perkataan Tuhan Yesus dalam Matius 28:20 “...Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.&amp;quot; Apakah anda benar-benar mempercayai itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kebahagiaan dan tawa menyapa perjalanan anda, Tuhan Yesus turut berbahagia dengan anda. Dan ketika kesedihan serta air mata melanda jalanmu, Tuhan Yesus ikut bersedih dengan anda. Dia yang “menopang semesta alam dengan Firman-Nya” sedang bersama dengan anda (Ibrani 1:3).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika anda percaya kepadaNya, Dia akan menjaga anda dan menguatkan anda sehingga anda tidak akan merasa sendiri.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kathyyee</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Injil_Dalam_6_Menit</id>
		<title>Injil Dalam 6 Menit</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Injil_Dalam_6_Menit"/>
				<updated>2019-03-01T19:01:37Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Kathyyee: Melindungi &amp;quot;Injil Dalam 6 Menit&amp;quot; ([edit=sysop] (selamanya) [move=sysop] (selamanya))&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Info|The Gospel in 6 Minutes}} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Injil itu Apa?''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Injil itu apa? Saya akan menjelaskannya dalam satu kalimat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Injil adalah berita bahwa Yesus Kristus, Satu-satunya Kebenaran, mati untuk dosa-dosa kita dan bangkit kembali, selama-lamanya mengalahkan semua musuh-Nya, sehingga sekarang tidak ada lagi kutuk bagi mereka yang percaya, tetapi hanya ada kebahagiaan kekal. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah injil. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Anda Tidak Bisa Melampaui Injil''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda tidak akan pernah, tidak akan pernah melampaui kebutuhan Anda akan Injil itu. Jangan pernah memikirkan Injil sebagai, &amp;quot;Jalan bagi Anda untuk memperoleh keselamatan, dan kemudian Anda menjadi kuat lalu meninggalkannya dan melakukan hal-hal lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak! Kita dikuatkan oleh Tuhan melalui Injil setiap hari, sampai kita meninggal. Anda tidak akan pernah melampaui kebutuhan untuk mengajar diri sendiri tentang injil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Bagaimana Injil Menguatkan'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini sebuah ilustrasi, dan saya gunakan bukan karena itu adalah masalah besar dari kehidupan saya, tetapi karena saya telah melewatinya dan di mana saya paling terkena dari pengalaman tahun terakhir ini mengalami kuasa Injil yang membuat saya kuat. (Banyak dari Anda yang melewati hal-hal yang jauh lebih berat daripada kanker prostat --- jauh lebih berat.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah Anda ingat ayat-ayat yang saya bagikan kepada Anda pada bulan Februari yang sangat penuh kuasa bagi saya? Serangan ketakutan itu datang sesaat setelah dokter berkata, &amp;quot;Saya pikir kita perlu melakukan biopsi.&amp;quot; Untungnya, hal itu tidak berlansung lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian muncul --- apa? 1Tesalonika 5:9-10. Ini adalah injil yang murni yang bisa anda peroleh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah tidak memberi takdir kemurkaan untuk Anda, tetapi untuk memperoleh keselamatan melalui Tuhan kita Yesus Kristus, yang mati bagi Anda sehingga Anda bangun atau tidur Anda akan tinggal bersama-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selesai. Damai seperti sungai. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Injil itu Sempurna untuk Kebutuhan Anda''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya Injil ---- sempurna waktunya, sempurna penerapannya, sangat cocok untuk kebutuhan saya. Itulah sebabnya Alkitab begitu tebal --- karena ada begitu banyak kebutuhan berbeda yang Anda punyai. Dan ada tempat yang tepat di mana Injil dibukakan bagi Anda, sehingga jika Anda menenggelamkan diri  ke dalam seluruh Kitab, selalu dengan mata tertuju pada apa yang telah Kristus lakukan untuk Anda dan membayarnya untuk Anda dalam sejarah yang tebal dan mulia tentang interaksi Allah dengan manusia, Dia akan memberi apa yang Anda butuhkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, segala sesuatu dalam diri saya mengatakan, dan saya berharap sampai saya meninggal, &amp;quot;Sekarang, untuk Dia yang mampu menguatkan saya, menurut injil Paulus, bagi Dia --- bagi Allah --- kemuliaan sampai selama-lamanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah masuk ke dalam sejarah melalui Yesus Kristus; Dia mati dalam rangka menghancurkan kekuasaan neraka dan kematian dan Setan dan dosa; dan Dia melakukannya melalui injil Yesus Kristus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Seruan untuk Percaya'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya tahu ada orang-orang yang membaca ini yang tidak percaya kepada Yesus Kristus, dan karena itu hanya bisa berharap penghukuman. Jadi akhirnya, saya hanya akan memohon kepada Anda, berhentilah memberontak. Berhentilah. Dan terimalah Injil bahwa Yesus Kristus, Anak Allah, Satu-satunya Kebenaran, mati bagi dosa-dosa Anda. Dia bangkit pada hari yang ketiga, mengalahkan segenap musuh-Nya. Dia memerintah sampai Dia meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya. Pengampunan dosa dan hak berdiri bersama Allah diberikan secara cuma-cuma hanya melalui Dia, hanya dengan iman saja. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya mohon kepada Anda, jangan mencoba untuk menjadi kuat dengan kekuatan Anda sendiri; itu tidak akan ada ketika Anda membutuhkannya. Hanya ada satu kekuatan akan ada, yaitu kekuatan yang diberikan Allah menurut Injil. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan matikan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Teks ini merupakan transkrip audio yang sudah disunting. Teks ini dirangkum dari khotbah &amp;quot;Allah Menguatkan Kita dengan Injil&amp;quot;.]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kathyyee</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Sebuah_Janji_Untukmu!</id>
		<title>Sebuah Janji Untukmu!</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Sebuah_Janji_Untukmu!"/>
				<updated>2019-02-28T16:22:00Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Kathyyee: Melindungi &amp;quot;Sebuah Janji Untukmu!&amp;quot; ([edit=sysop] (selamanya) [move=sysop] (selamanya))&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Info|A Promise for You!}} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Yeremia 32:40-41''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''Aku akan mengikat perjanjian kekal dengan mereka, bahwa Aku tidak akan membelakangi mereka, melainkan akan berbuat baik kepada mereka...  Aku akan bergirang karena mereka untuk berbuat baik kepada mereka.''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah salah satu janji Tuhan bahwa Tuhan akan datang lagi dan lagi ketika saya merasa patah semangat atau putus asa (ya, hal seperti ini terjadi pada para pendeta). Dapatkah Anda memikirkan hal lain yang lebih dapat meringankan beban hati kita selain bahwa TUHAN memberikan sukacita untuk kebaikanmu? Dia tidak menyesal memenuhi janji-Nya (Roma 8:28). Melakukan hal yang baik untuk Anda adalah kesenangan-Nya. Dan bukan hanya sesekali, tetapi selalu! “Aku tidak akan berpaling untuk melakukan yang baik untuk mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi sering kali keadaan kita begitu sulit untuk ditanggung sehingga kita tidak dapat merasakan sukacita. Ketika hal itu terjadi pada saya, saya mencoba untuk mencontoh Abraham: “Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya” (Roma 8:28). Tuhan selalu setia untuk menjaga percikan kecil iman itu untuk saya dan nantinya (tidak segera) akan membesarkannya menjadi kobaran api sukacita dan keyakinan yang besar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
O, betapa senangnya saya karena hal yang membuat Tuhan Yang Maha Kuasa sangat senang adalah mengerjakan yang baik bagi Anda dan saya! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bertahan dalam janji,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt; Pastor John&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kathyyee</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Pencarian_Sukacita</id>
		<title>Pencarian Sukacita</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Pencarian_Sukacita"/>
				<updated>2019-02-28T16:16:41Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Kathyyee: Melindungi &amp;quot;Pencarian Sukacita&amp;quot; ([edit=sysop] (selamanya) [move=sysop] (selamanya))&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|Quest for Joy}} ''Enam Kebenaran Alkitabiah'' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''&amp;lt;br&amp;gt;'''''Tahukah Anda bahwa Allah memerintahkan kita untuk bergembira?''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''&amp;lt;br&amp;gt;'''''“Bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.”'' (Mazmur 37:4) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''1) Allah menciptakan kita untuk kemuliaan-Nya''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''&amp;lt;br&amp;gt;'''“''Bawalah anak-anak-Ku laki-laki dari jauh, dan anak-anak-Ku perempuan dari ujung-ujung bumi… yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku” ''(Yesaya 43:6-7) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah menciptakan kita untuk memperbesar kebesaran-Nya- seperti sebuah teleskop memperbesar (citra) bintang-bintang. Ia menciptakan kita untuk menampilkan kebaikan, kebenaran, keindahan, hikmat, dan keadilan-Nya. Tampilan kemuliaan Allah yang terbesar datang dari kegembiraan yang mendalam karena siapa Dia secara menyeluruh. Ini berarti bahwa Allah mendapatkan pujian bagi-Nya dan kita mendapatkan kesenangannya. Allah menciptakan kita sehingga Ia sangat dimuliakan di dalam diri kita ketika kita merasa sangat puas di dalam Dia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''2) Setiap manusia harus hidup untuk kemuliaan Allah.''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''&amp;lt;br&amp;gt;'''''“Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah”'' (1 Korintus 10:31) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila Allah menciptakan kita untuk kemuliaan-Nya, jelaslah bahwa kita harus hidup untuk kemuliaan-Nya. Tugas kita ada karena rancangan-Nya. Jadi kewajiban kita yang pertama ialah menunjukkan nilai Allah dengan merasa puas dengan seluruh keberadaan-Nya untuk kita. Inilah intisari dari mengasihi Allah (Matius 22:37) dan mempercayai Dia (1 Yohanes 5:3-4) dan bersyukur kepada Dia (Mazmur 100:2-4). Hal tersebut merupakan akar dari semua ketaatan yang sejati, terutama mengasihi sesama (Kolose 1:4-5). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''3) Kita semua telah gagal untuk memuliakan Allah sebagaimana mestinya.''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''&amp;lt;br&amp;gt;'''“''Semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah”'' (Roma 3:23) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah artinya “kehilangan kemuliaan Allah”? Artinya ialah bahwa tidak seorang pun dari kita telah mempercayai dan menghargai Allah sebagaimana yang seharusnya. Kita tidak puas dengan kebesaran-Nya dan tidak berjalan di jalan-jalan Allah. Kita mencari kepuasan dalam hal-hal lain, dan memperlakukan hal-hal tersebut seakan-akan lebih berharga daripada Allah, yang mana tindakan seperti itu merupakan inti dari penyembahan berhala (Roma 1:21-23). Sejak dosa masuk ke dalam dunia kita semua telah menolak mentah-mentah untuk memiliki Allah sebagai harta yang paling memuaskan kita (Efesus 2:3). Hal ini merupakan pemberontakan yang mengerikan terhadap kebesaran Allah (Yeremia 2:12-13) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''4) Kita semua akan menghadapi penghakiman Allah yang adil''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''&amp;lt;br&amp;gt;'''''“Upah dosa ialah maut…”'' (Roma 6:23) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita semua telah menganggap ringan kemuliaan Allah. Bagaimana caranya? Dengan lebih memilih hal-hal lain dan menempatkan hal-hal lain itu di atas Dia; dengan sikap kita yang tidak bersyukur, ketidakpercayaan kita kepada-Nya, dan ketidaktaatan kita. Jadi Allah bersikap adil dengan memisahkan kita dari kenikmatan kemuliaan-Nya selama-lamanya. ”Mereka ini akan menjalani hukuman kebinasaan selama-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatan-Nya” (2 Tesalonika 1:9)&amp;lt;br&amp;gt;Kata “neraka” dipergunakan dalam Perjanjian Baru sebanyak dua belas kali; sebelas kali oleh Yesus sendiri. Neraka bukanlah mitos yang diciptakan oleh para pengkhotbah yang muram dan marah. Neraka merupakan peringatan serius dari Anak Allah yang mati untuk menebus orang-orang berdosa dari kutuknya. Kita mengabaikannya dengan risiko besar. &amp;lt;br&amp;gt;Bila Alkitab berhenti di sini dalam analisisnya mengenai keadaan manusia, kita pastilah dihukum dengan masa depan tanpa harapan. Namun, Alkitab tidak berhenti di sini… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''5) Allah mengutus anak-Nya yang tunggal Yesus untuk memberikan hidup yang kekal dan sukacita''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''&amp;lt;br&amp;gt;'''''“Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: ”Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa...” ''(1 Timotius 1:15) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berita baiknya ialah bahwa Kristus mati untuk orang-orang berdosa seperti kita. Dan Ia bangkit secara fisik dari antara orang mati untuk meneguhkan kuasa penyelamatan dari kematian-Nya dan untuk membuka pintu-pintu kehidupan kekal dan sukacita (1 Korintus 15:20). Hal ini berarti bahwa Allah dapat membebaskan orang-orang berdosa yang bersalah dan tetap bersikap adil (Roma 3:25-26). “Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah” (1 Petrus 3:18). Kembali kepada Allah merupakan tempat di mana semua kepuasan yang mendalam dan abadi dapat ditemukan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;'''6) Kebaikan-kebaikan yang telah dibeli dengan kematian Kristus adalah milik orang-orang yang bertobat dan percaya kepada-Nya &amp;lt;br&amp;gt;''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''“Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan” ''(Kisah Para Rasul 3:19). ''”Percayalah kepada Tuhan Yesus dan engkau akan selamat”'' (Kisah Para Rasul 16:31) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bertobat” artinya berpaling dari semua janji dosa yang menipu. ”Iman” artinya puas dengan semua yang Tuhan janjikan untuk kita di dalam Yesus. “Barang siapa percaya kepada-Ku,” Yesus berkata, “ia tidak akan haus lagi” (Yohanes 6:35). Kita tidak bekerja untuk memperoleh keselamatan kita. Kita tidak dapat menganggap keselamatan sebagai suatu kebaikan yang kita kerjakan (Roma 4:4-5). Keselamatan adalah karena kasih karunia melalui iman. Keselamatan adalah  pemberian cuma-cuma (Roma 3:24). Kita akan memilikinya bila kita menghargainya melebihi apa pun juga (Matius 13:44). Ketika kita menghargainya, sasaran Allah dalam penciptaan akan tercapai. Ia dimuliakan di dalam kita dan kita puas di dalam Dia - selamanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Apakah ini masuk akal bagi Anda?''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''&amp;lt;br&amp;gt;'''Apakah Anda menginginkan bentuk kegembiraan yang datang dari kepuasan atas segala keberadaan Allah bagi Anda di dalam Yesus? Bila ya, berarti Allah  bekerja dalam hidup Anda. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Apa yang harus Anda lakukan?''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpalinglah dari janji-janji dosa yang menipu. Berserulah kepada Yesus untuk menyelamatkan Anda dari kesalahan dan penghukuman dan perhambaan. ”Barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan” (Roma 10:13). Mulailah menaruh pengharapan Anda pada seluruh keberadaan Allah bagi Anda dalam Yesus. Patahkan kuasa janji-janji dosa dengan iman dalam kepuasan yang paling tinggi dari janji-janji Allah. Mulailah membaca Alkitab untuk menemukan janji-janji-Nya yang berharga dan sangat besar, yang dapat membebaskan Anda (1 Petrus 1:3-4). Carilah gereja yang percaya pada Alkitab dan mulailah berbakti dan bertumbuh bersama dengan orang lain yang menghargai Kristus lebih dari apa pun juga (Filipi 3:7).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berita yang terbaik di dunia ini ialah bahwa tidak ada konflik yang perlu terjadi&amp;amp;nbsp;di antara kebahagiaan kita dan kekudusan Allah. Merasa puas dengan seluruh keberadaan Allah bagi kita di dalam Yesus akan melipatgandakan Dia sebagai Harta yang terbesar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''&amp;quot;Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa”'' (Mazmur 16:11).&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kathyyee</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Apakah_kamu_menyenangi_orang_kepunyaan_Tuhan%3F</id>
		<title>Apakah kamu menyenangi orang kepunyaan Tuhan?</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Apakah_kamu_menyenangi_orang_kepunyaan_Tuhan%3F"/>
				<updated>2018-08-31T17:18:55Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Kathyyee: ←Membuat halaman berisi '{{info|Do You Delight in God’s People?}}“Sebagaimana para nabi di bumi”, adalah mereka yang suci, yang saleh, yang sangat memuja Tuhan dan hidup untuk-Nya, “merek...'&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|Do You Delight in God’s People?}}“Sebagaimana para nabi di bumi”, adalah mereka yang suci, yang saleh, yang sangat memuja Tuhan dan hidup untuk-Nya, “merekalah orang mulia yang selalu menjadi kesukaan-Ku” (Mzm 16:3) – semua kesenanganku, kebahagiaanku, dimana tidak menandakan bahwa Tuhan menyukai nabi, yang saleh, bukannya Tuhan, atau diatas Tuhan, tetapi karena Tuhan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, para pemazmur merenungkan semua jenis orang di dunia – semua orang duniawi, orang berkuasa, orang yang berpengaruh, dimana semua orang yang dapat menggaruk punggungnya – dia mnegtakan bahwa ada satu jenis orang yang sangat, sangat membuatNya bangga: orang yang memuja Tuhan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya berpikir jika kamu sedang duduk dan berpikir: “ Aku tidak menyukai orang Kristen yang aku kenal, dan aku lebih menyukai bermain dengan teman yang tidak percaya”/ Jika itu adalah kamu, saya rasa kamu harus menanyakan 2 pertanyaan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''Pertama'': Apakah kamu mengenal orang Kristen? Maksud saya, orang ''Kristen''? Saya tidak menyatakan orang yang pergi ke gereja, yang saya maksud adalah orang radikal yang meletakkan hidupnya karena Jesus adalah segalanya untuk mereka. Mereka adalah pelayan dunia karena Jesus sudah masuk ke dalam hidup mereka, mengubah seluruh hidup mereka, meremukkan mereka membebaskan dari hubungan dengan dunia dan ego mereka dan kekuatan dan uang dan seks dan mereka adalah orang yang radikal. Apakah kamu mengenal seseorang? Mungkin kamu tidak mengetahui seseorang seperti mereka untuk dibenci. Itu adalah pertanyaan pertama yang harus kamu tanyakan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''Kedua'', kamu harus menanyakan ini: Mengapa kamu, seorang Kristen, lebih menemukan kesenangan pada orang yang tidak menyenangi sumber kebahagiaan utamamu? Apakah maksudnya? Itu adalah dua pertanyaan yang harus kamu tanyakan.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kathyyee</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Selamat_Datang_di_Surga</id>
		<title>Selamat Datang di Surga</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Selamat_Datang_di_Surga"/>
				<updated>2018-08-28T01:31:52Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Kathyyee: Melindungi &amp;quot;Selamat Datang di Surga&amp;quot; ([edit=sysop] (selamanya) [move=sysop] (selamanya))&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|Welcome to Paradise}}Ini adalah fakta yang berkebalikan: Allah ada di pihak kita, bukan lawan kita — Dia 100% ada di pihak kita. Dia sepenuhnya ada di pihak kita. Siapa yang bisa menuduh kita? ''Tidak ada''. Siapa yang bisa menghukum kita? ''Tidak ada''. Siapa yang bisa memisahkan kita dari Allah? ''Tidak ada yang bisa''. Karena Allahlah yang membenarkan kita, Kristuslah yang telah mati, dan kasih-Nya tetap bertahan. Karena Allah ada di pihak kita, tidak ada lagi tuduhan, hukuman, dan pemisahan dari Allah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sewaktu Martin Luther menyadari hal ini, semuanya berubah. Ia mengatakan, &amp;quot;Jika aku dapat percaya bahwa Allah tidak marah kepadaku, aku akan jungkir balik dengan suka cita.” Dan ketika ia menyadari hal itu, ia berkata, &amp;quot;Aku merasa aku dilahirkan kembali sepenuhnya dan telah masuk ke dalam surga melalui gerbangnya yang terbuka.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya memandang Anda dan berpikir, ''Apakah Anda hidup di dalam surga ini? Apakah Anda belajar di dalam surga ini? Apakah Anda tidur di malam hari di dalam surga ini?'' Kita ini sudah masuk ke dalam surga. Allah itu ada di pihak kita, bukan lawan kita.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kathyyee</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Gereja_Bukan_Perkumpulan_Sosial</id>
		<title>Gereja Bukan Perkumpulan Sosial</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Gereja_Bukan_Perkumpulan_Sosial"/>
				<updated>2018-08-28T01:27:07Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Kathyyee: Melindungi &amp;quot;Gereja Bukan Perkumpulan Sosial&amp;quot; ([edit=sysop] (selamanya) [move=sysop] (selamanya))&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|The Church Is Not a Social Club}}'''Transkrip Audio''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengarkan kata-kata sederhana dari Kisah Para Rasul 4:34 ini. Hal ini harus bergaung melalui semua gereja pada masa resesi. “Sebab tidak ada seorang pun yang berkekurangan di antara mereka.” Hal itu bukan berarti mereka semuanya adalah orang kaya. Sesungguhnya, Paulus sedang mengumpulkan uang karena kemiskinan yang parah di Yerusalem. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini berarti ketika satu orang terkena pukulan, maka semua orang yang lain akan ikut merasakan sakitnya. Saudara, itu bukan pemikiran dua ribu tahun yang lalu. Hal itu nyata atau saya akan meninggalkan pembicaraan ini! Tidak ada orang Kristen yang miskin sementara orang Kristen lainnya kaya. Tidak. Itulah yang disebut gereja. Itulah fungsi gereja. Kita ada untuk satu sama lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saudara sekalian, apa yang hendak Anda lakukan ketika tidak ada barang di toko-toko dan gerombolan orang menguasai jalanan? Kita akan berada di sana untuk sesama. Kemudian kita akan melihat siapa sebenarnya gereja itu. Setiap anggota akan terpenuhi kebutuhannya di Betlehem jika saya harus melakukan sesuatu dengannya. Tuhan akan menguji kita. Apakah Anda sungguh-sungguh merupakan gereja atau hanya sebuah perkumpulan?&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kathyyee</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://id.gospeltranslations.org/wiki/Surga_Takkan_Pernah_Membosankan</id>
		<title>Surga Takkan Pernah Membosankan</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://id.gospeltranslations.org/wiki/Surga_Takkan_Pernah_Membosankan"/>
				<updated>2018-08-28T01:22:34Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Kathyyee: Melindungi &amp;quot;Surga Takkan Pernah Membosankan&amp;quot; ([edit=sysop] (selamanya) [move=sysop] (selamanya))&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{info|Heaven Could Never Be Boring}}Ada orang-orang yang membayangkan kita semua akan berpakaian lengkap di Surga tanpa perlu pergi ke mana-mana atau melakukan apa-apa (kecuali tidur siang yang panjang, memetik harpa atau menggosok emas). Saya merasa ada asumsi yang tak terucapkan di balik anggapan luas bahwa Surga akan terasa membosankan. Asumsinya adalah hidup tanpa dosa tidak akan menarik. Intinya: “Apa yang akan kita lakukan untuk bersenang-senang jika tidak ada dosa?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fakta bahwa anggapan seperti itu bisa terlintas di benak kita menunjukkan betapa kita sudah terbutakan oleh si jahat. Strateginya yang paling sederhana sama persis dengan yang digunakannya pada Adam dan Hawa, yaitu membuat kita percaya bahwa dosa akan memberikan kepuasan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi bukan dosa yang memberi kepuasan kepada kita; sebaliknya, dosalah yang merampas kepuasan itu dari kita! Dosa tidak membuat kehidupan menjadi menarik, tetapi menjadikannya hampa. Kehampaan itulah yang akhirnya menyebabkan kebosanan. Saat ada kepuasan, keindahan, saat kita melihat Tuhan sebagaimana Dia adanya, maka mustahil kita bisa menjadi bosan. Kita akan ''dipuaskan'' di Surga, sebagaimana dinyatakan oleh Mazmur 16:11, dengan “sukacita” dan “nikmat senantiasa”. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Surga adalah rumah Tuhan, tempat kediaman Allah yang tak terbatas dalam hal kreativitas, kebaikan, keindahan dan kuasa. Bagaimana mungkin rumah orang seperti itu bisa kurang menyenangkan?&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kathyyee</name></author>	</entry>

	</feed>